Alergi Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mencegahnya
Sinar mentari yang mengelitik kulit tak menghalangi sekumpulan bocah itu bermain tali karet saat istirahat sekolah. Mereka bergantian melompati tali karet itu semakin lama semakin ditinggikan. Seorang bocah mungil yang tampak paling kecil di antara mereka, berdiri di dekat situ. Ia sibuk mengamati teman-temannya berlari kemudian melompat. Sesekali ia menyeka hidungnya yang berair dengan sapu tangannya. Dari matanya tampak berharap, kapan giliranku?
“Kamu boleh ikut bermain. Tapi kamu berdiri di sini saja ya, jadi anak bawang. Kamu masih kecil belum bisa lompat tinggi. Nanti kalau sudah ada yang kalah kamu bisa menggantikannya.” ujar salah satu anak.
Bocah yang paling kecil itu pun mengangguk. Tetap bersabar menunggu gilirannya yang tak pernah didapat hingga bel masuk berbunyi.
Kini bocah yang paling kecil itu tumbuh dewasa, memiliki dua orang anak. Itulah saya. Dulu saya merasa bocah yang tidak bisa tumbuh karena paling kecil di antara teman-teman. Kemudian saat mendengarkan paparan tentang alergi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak di acara talkshow #NutriTalk, saya berpikiran, apa memang benar ada hubungannya dengan tubuh saya yang mini? Apalagi jika anak alergi mengonsumsi obat steroid yang dapat mengahambat pertumbuhan lempeng tulang. Dipikir-pikir saya tidak pernah mengonsumsi obat alergi secara terus-menerus. Usut punya usut ternyata saya memiliki usia 2-3 tahun lebih muda dibanding teman sekelas, sehingga wajar jika dulu ukuran tubuh saya lebih kecil dibanding mereka. Syukurlah.
Acara talkshow #NutriTalk yang dihelat pada Kamis, 31 Maret 2016 di J.W Marriott Surabaya itu membahas detil tentang alergi, khususnya tentang manajemen alergi protein susu sapi dan dampak alergi pada tumbuh kembang anak. Acara itu dipandu oleh dr. Lula Kamal dan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K) – Ahli Alergi Imunologi , Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga RSU Dr. Soetomo dan Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) – Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo.

Sebelum acara talkshow dimulai, saya bermain-main dulu di beberapa booth. Booth-booth ini mengajak pengunjung mengenali dulu alergi sebagai seluk-beluk pengetahuan awal tentang alergi.
Booth Alergi Anak
Di sini saya diperkenalkan dengan suatu website interaktif mengenai alergi. Saya langsung loading ke www.alergianak.com lalu mengisi kuisioner. Pertanyaan itu berhubungan dengan diagnosis alergi, misalnya seberapa besar risiko alergi saya, atau bagaimana gejala alergi yang saya alami. Hasilnya dapat diterima via email.

Booth Allergy Care
Di sini dijelaskan sedikit seputar alergi. Seberapa besar persentase risiko seseorang terkena alergi juga macam-macam alergi. Ternyata 1 dari 25 anak memiliki risiko terkena alergi. Penjelasan lebih detail nanti di acara.

Photo Booth Kenali Gejala Alergi Susu Sapi
Saya lagi-lagi mengisi kuisioner. Kali ini langsung di layar komputer seukuran televisi yang bisa touchscreen, misalnya apa orang tua punya alergi, alergi yang dimiliki seperti apa, dll. Setelah kuisioner selesai, saya pun mengambil gambar (foto). Kemudian ada pilihan mau alergi apa. Saya memilih kulit berbintik dan hidung berair. Jadilah foto before dan after saat terkena alergi.


Booth Play Ground
Ini khusus area anak-anak bermain. Kita bisa mengukur tinggi anak, menimbang berat badannya, dan disediakan kursi bagi anak-anak.

Booth 1000 Hari Pertama Kehidupan
Di booth 1000 hari pertama kehidupan ini, saya diminta untuk memutar roda undian. Setelah roda berhenti ada anak panah yang menunjuk kategori-kategori tertentu. Saya diberi pertanyaan yang berhubungan dengan kategori itu. Kebetulan saya dapat pertanyaan yang berhubungan dengan anak. Jika pertanyaan tersebut berhasil dijawab, saya mendapat hadiah kartu 1000 hari pertama kehidupan.

Kemudian saya mendapat penjelasan bagaimana 1000 hari pertama kehidupan itu. Ternyata 1000 hari pertama kehidupan itu dihitung sejak bayi berada dalam kandungan, yaitu:
270 hari kehamilan + 365 hari tahun pertama + 365 hari tahun kedua = 1000 hari
Mengapa sangat penting? Dalam 1000 hari pertama kehidupan, anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, termasuk otak, saluran cerna, dan imunitasnya. Oleh karena itu, diperlukan nutrisi yang tepat untuk menunjang kebutuhannya. Jangan kita lewatkan kesempatan ini karena tidak dapat terulang kembali.
Mission Complete!
Saya sudah menyelesaikan 3 booth penting dalam bermain menyusuri ilmu alergi. Sekarang saatnya saya menimba ilmu yang sebenarnya dari ahlinya.
Tentang Alergi

Pembahasan alergi awal, dibawakan oleh Dr. dr. Anang Endaryanto Sp.A(K). Beliau menjelaskan bahwa alergi merupakan reaksi tubuh yang menyimpang terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan masing-masing individu bisa berbeda sehingga ada seseorang yang sensitif berlebihan terhadap protein asing, sementara orang lain tidak apa. Zat asing yang bisa menyebabkan alergi itu bisa berupa makanan, debu, atau bulu binatang.
Meski alergi selama ini dianggap penyakit yang biasa-biasa saja, ternyata alergi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena angka kejadiannya meningkat akhir-akhir ini. Selain itu, alergi dapat merugikan tumbuh kembang anak. Yang terpenting untuk perlu diketahui, alergi ini adalah bakat yang diturunkan dari orang tua.
“Alergi harus diketahui sejak dini karena dampaknya akan kompleks. Alergen masuk ke kulit yang terbuka bisa menyebabkan asma dan pilek ke depannya. Jangan sampai ada eksim yang bablas sampai asma. Alergi kalau diturunkan secara genetik tidak bisa sembuh. Tapi zaman sekarang seberat apapun bisa sembuh dengan proses yang menyengsarakan.” ujar dr. Anang.
dr. Anang juga menjelaskan bahwa alergi dapat dideteksi dini melalui 3 cara, yaitu:
1. Identifikasi bayi alergi atau tidak secara pasti
Kita wajib mengenali risiko anak kita apakah bakat alergi atau tidak. Jika orang tua maupun saudara si kecil tidak memiliki alergi maka risiko terkena alergi sangat kecil. Persentase risiko tersebut semakin besar jika ada keluarga yang terkena alergi. Kita bisa menggunakan kartu deteksi dini UKK alergi imunologi IDAI untuk mengetahui risiko bayi kita. Apakah anak kita berisiko 1/12 terhadap alergi? Ataukah anak kita sudah termasuk dalam 1/25 anak yang sudah mengalami alergi? Jika anak berisiko tinggi segera temui tenaga kesehatan untuk mencegah dan menangani alerginya.

Saya mencoba menghitung risiko alergi anak kedua saya yang masih 1 tahunan menggunakan kartu deteksi dini risiko alergi. Saya sebagai ibunya positif memiliki alergi karena sudah pernah tes alergi dan dokter menyatakan saya terkena alergi berbagai makanan dan debu. Jadi saya isikan nilai 2 pada kolom ibu. Ayah si kecil sepertinya selalu pilek jika terkena debu, sehingga ini dicurigai memiliki alergi. Karena belum pernah memastikan ke dokter, maka saya mengisikan nilai 1 di kolom ayah. Kakaknya, setiap minum susu sapi secara terus menerus kulitnya mesti berbintik kemerahan, jika terkena debu badannya pun gatal-gatal kemerahan. Namun, saya belum memeriksakannya. Jadi kakaknya masih diduga terkena alergi sehingga saya isikan nilai 1 di kolom saudara kandung. Saya jumlahkan semuanya hingga diperoleh nilai 4. Maka, risiko alergi anak kedua saya itu tinggi sehingga perlu segera mengonsultasikan ke dokter tentang alerginya.

2. Kenali Jenis Alergi dan Gejalanya
Alergi selalu disebabkan oleh 3 jenis zat asing, yaitu makanan (susu sapi, kacang-kacangan, seafood, telur, gandum, dan ikan); debu rumah; dan bulu binatang. Kita bisa menandai, anak kita bereaksi seperti alergi apakah setelah memakan sesuatu, menyentuh sesuatu atau menggendong binatang.

Selain penyebab, kadang ada seseorang yang kumat alerginya karena AC. Sebenarnya salah kaprah jika kita menyebut AC atau pendingin ruangan yang menyebabkan alergi. Yang benar adalah suhu dingin sebagai pencetus alergi. Ngomong-ngomong soal pencetus, pencetus alergi ini bisa berupa fisik dan psikis. Pencetus fisik ini misalnya kedinginan, kepanasan, sakit flu, atau habis berlarian. Sedangkan secara psikis, pencetusnya bisa berupa tangisan, ketakutan, atau marah.
Kadang ada reaksi alergi yang berupa pilek seperti sedang flu. Jika anak kita pilek tidak kunjung berhenti, kita patut mencurigai anak ini sedang alergi. Namun, kita wajib tahu juga apakah pilek itu memang karena alergi atau infeksi. Bagaimana caranya? Alergi itu tidak terjadi pada siang secara dominan, tidak disertai demam, dan jika ada riak atau ingus tidak kental atau berwarna. Jika ada gejala salah satunya, maka pilek itu adalah karena infeksi virus bukan alergi.

3. Kontrol Alergi
Jika kita telah mencurigai suatu alergen sebagai penyebab alergi, maka kita bisa mengontrol alergi melalui tes provokasi eliminasi. Misalnya alergi terhadap makanan yang dicurigai, si anak harus menghindari makan makanan alergen itu (eliminasi) selama waktu tertentu misal 2-3 minggu. Setelah itu lanjutkan dengan diet provokasi dengan mengonsumsi makanan tersebut selama 7 hari berturut-turut. Jika masih timbul alergi, makanan tersebut harus dihindarkan sampai sembuh. Cara tes kesembuhannya pun sama, dengan melakukan diet provokasi selama 7 hari.
Begitupun dengan bulu binatang jangan adakan kontak dengan binatang selama 6 bulan, lalu adakan provokasi. Sedangkan debu rumah tidak mungkin kita hindari (eliminasi).
Kita juga bisa mengetahui jenis alergi secara medis dengan scratch test atau skin prick test. Caranya, lengan penderita alergi digores-gores dan diberi alergen, jika timbul reaksi membengkak (bentol-bentol), maka dia alergi terhadap alergen itu.

Alergi Susu Sapi
Alergi susu sapi ini perlu dideteksi dan ditangani lebih dini. Mengapa? Karena #AlergiProteinSusuSapi adalah biangnya segala alergi. Anak yang mengalami alergi susu sapi, maka memiliki risiko untuk:
- Asma alergi (71% )
- Pilek alergi (84%)
- Eksim (76%)
- Alergi debu rumah (81%)
Gejala alergi susu sapi ini bisa berupa diare, kolik, biduren, dermatitis atopik, asma, rhinitis (pilek), atau anafilaksis. Rhinitis adalah gejala yang paling mengganggu perkembangan. Sedangkan anafilaksis merupakan alergi yang sangat akut sehingga bisa mengancam jiwa. Gejala-gejala alergi ini sangat mengganggu anak dalam tumbuh kembangnya, sehingga segera lakukan diagnosis terhadap alergi ini. Kita bisa menelusuri riwayat perjalanan penyakit si kecil, mencatat makanan sehari-hari, uji alergi, dan uji eliminasi provokasi. Khusus diet eliminasi susu sapi ini lakukan selama 3-4 bulan.

Dampak Alergi pada Tumbuh Kembang Anak

Selanjutnya, Dr. dr Ahmad Suryawan Sp.A(K) menjelaskan tentang dampak alergi pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang memiliki alergi akan terganggu pertumbuhan berat badannya, tingginya, serta lingkar kepalanya. Selain itu, menurut dr. Ahmad Suryawan perkembangan motorik, kemampuan bicara, penglihatan, pendengaran, dan emosi sosialnya juga bisa terganggu.
Mengapa alergi bisa mengganggu? Hal ini bisa dilihat dari 4 sebab, yaitu:
1. Dampak Perjalanan Alami Kondisi Alergi
Jika anak alergi terhadap suatu makanan, maka dia akan menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi. Makanan penyebab alergi ini umumnya berupa protein. Sedangkan protein adalah zat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Bayangkan jika anak tidak boleh memakan ikan, makanan laut, susu, telur yang gizinya sangat baik. Jika sedikit-sedikit tidak boleh makan, apa yang menjadi nutrisinya? Jadi, bukan tidak mungkin pertumbuhan dan perkembangan si anak bisa terganggu.
“Alergi itu bisa hilang dan timbul sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Untuk menghindarinya anak tidak boleh makan makanan penyebab alergi. Jika seorang anak sudah pantang terhadap sesuatu, dia akan menjadi takut makan makanan tertentu, dan dampaknya bisa kekurangan gizi. Inilah yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.” tutur dr. Ahmad Suryawan.
2. Efek samping obat-obatan
Jika alergi ringan, obatnya tidak terlalu keras. Paling tidak efeknya mengantuk, rewel, sulit makan. Tapi mengganggu juga bukan? Nah, bayangkan jika alerginya berat, harus diberi obat yang lebih keras pula. Dampaknya pun juga berat. Semisal steroid yang paling dihindari di dunia kesehatan. Obat-obatan jenis kortikosteroid itu bisa berefek pada pertumbuhan lempeng tulang anak. Anak menjadi tidak tumbuh.
3. Kondisi kronis
Alergi yang paling mengganggu pertumbuhan anak adalah alergi susu sapi. Pertumbuhan seperti berat badan dan tinggi badan bisa terganggu secara ringan sampai berat. Awalnya berat badan sangat sulit untuk bertambah. Jika alergi sudah kronis maka pertumbuhan tinggi badan juga terganggu.
Alergi yang sudah tingkat kronis berkepanjangan akan sangat mengganggu anak. Anak menjadi terganggu pola tidurnya serta aktivitasnya. Dengan demikian akan berdampak juga pada terganggunya perkembangan, pertumbuhan dan emosi anak. Jika sudah terganggu demikian, anak bisa stres. Hal ini bisa berdampak pada prestasi di sekolahnya, sehingga orang tua pun bisa ikut stres. Pada anak usia dini, perkembangan seperti kemampuan bicara, motorik, pendengaran, penglihatan, dan emosinya bisa mengalami keterlambatan. Alergi yang paling mengganggu perkembangan ini adalah rhinitis alergica yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat.
4. Aspek lingkungan
Anak yang sudah terganggu pertumbuhan dan perkembangannya bisa jadi menjadi korban bullying teman-temannya. Anak pun hidup dengan lingkungan yang stres.
Pencegahan Alergi
Ternyata alergi yang biasa dianggap sepele bisa berdampak kompleks ya terhadap anak? Baik terhadap kesehatannya, pertumbuhannya, bahkan juga perkembangannya. Namun, jangan khawatir, kita bisa melakukan pencegahan terjadinya alergi ini.
Memberi ASI Eksklusif Selama 6 bulan
Dalam ASI terdapat probiotik. Probiotik dalam ASI ini akan membantu usus bayi untuk tahan terhadap zat-zat asing penyebab alergi. Namun, ada kondisi dimana ibu tidak meungkin memberi ASI eksklusif. Untuk menjaga nutrisinya, diperlukan intervensi susu formula. Nah, agar memperkecil risiko alergi susu sapi, kita bisa memilih:
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis parsial. Susu formula ini berasal dari susu sapi yang kandungan proteinnya diproses sedemikian rupa sehingga panjang protein lebih pendek dan gampang dicerna. Susu ini diberikan pada anak yang belum muncul alerginya, dengan tujuan tubuh dapat mengenali protein sehingga sudah familiar dengan alergen itu. Harapannya jika suatu saat si anak minum susu dia tidak menjadi alergi.
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis sempurna. Susu ini diberikan untuk anak yang positif megalami alergi. Susu ini lebih aman karena proteinnya sudah mengalami hidrolisis ekstensif sehingga tidak mengandung alergen sama sekali.
- Susu formula soya. Ada kalanya anak sudah tidak toleran terhadap susu sapi walaupun sudah terhidrolisis proteinnya. Alternatifnya, kita bisa memberinya susu dari isolat protein soya. Susu ini memberi rasa yang sama enak dan gizi yang sama pula, namun harganya lebih murah sehingga penambahan berat badan, tinggi badan, kadar protein dan mineralisasi tulang bisa berjalan normal. Jangan khawatir terhadap dampak susu kedelai yang katanya bagi anak laki-laki akan menyebabkan sifat kewanitaannya muncul. Susu formula soya ini sudah diproses dalam bentuk isolat sehingga mengurangi risiko tersebut.
Memilih persalinan spontan
Jika ibu bersalin secara spontan pervaginam, flora normal yang ada pada ibu akan memasuki tubuh bayi. Probiotik ini akan melindungi tubuh bayi dan meningkatkan ketahanan terhadap alergen. Selain itu, juga akan mempengaruhi neurotransmitter bayi sehingga berdampak positif pada emosi dan perilakunya. Neurotransmitter adalah zat kimiawi yang mengantarkan informasi dari satu sel otak ke sel otak yang lain. Neurotransmitter ini juga berhubungan dengan mikrobiota yang didapat si bayi. Jika bayi lahir pervaginam, mikrobiota si bayi sama dengan mikrobiota ibunya, neurotransmitter si bayi sama dengan neurotransmitter ibunya sehingga persentase bayi yang dilahirkan melalui vagina akan lebih menurut.
Kenali risiko dan gejala alergi sejak dini
Sejak awal kenali risikonya, waspada dengan jenis-jenis gejala alergi dan penyebabnya.
Deteksi pola pertumbuhan dan perkembangan anak
Selalu catat dan amati data pertumbuhan dan perkembangan anak. Bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi, lingkar kepala, perkembangan emosi, dan perilakunya.
Konsultasi dengan para ahli dan dokter
Berkonsultasilah dengan dokter ahli, yakni dokter alergi, tumbuh kembang anak, nutrisi, dan psikolog anak jika dirasa perlu.

Acara ini pun ditutup dengan pengabadian foto launching Kartu Deteksi Dini Alergi IDAI. Beruntung sekali saya memiliki kesempatan untuk hadir dalam acara NutriTalk yang diadakan oleh Sari Husada Nutrisi Untuk Bangsa. Saya jadi lebih siap menangani anak saya yang memang alergi susu sapi. Dan jangan terlalu enteng membiarkannya.
Peduli ASI Bagi Generasi Islami
Sidoarjo, 13 Desember 2015 – Sepertinya semakin maju zaman, semakin jarang pula yang peduli akan ASI untuk bayi. Semua karena kecanggihan informasi dan teknologi. Hari ini, saya disadarkan oleh kajian Islam yang membahas ASI dari segi agama dengan tema “Peduli ASI Bagi Generasi Islami”. Mengapa kita harus peduli ASI? Ya, kita. Bukan hanya ibu saja. Tapi juga termasuk lingkungannya, orang di sekitarnya.
Kajian yang dilaksanakan di Masjid Darussalam Alfalah Tropodo ini digawangi oleh Salimah, suatu organisasi masyarakat muslimah yang aktif dan peduli dalam peningkatan kualitas hidup perempuan, keluarga, dan anak Indonesia. Narasumbernya adalah Arit Widowati, KL, seorang konselor laktasi yang jam terbangnya sudah tinggi. Beliau aktif berdakwah masalah ASI. Yang bikin takjub itu, di usia yang masih tergolong muda sudah memiliki 4 anak dan semuanya ASI full. ASInya tidak hanya diperuntukkan anak kandungnya saja, tapi juga untuk 12 anak susuannya!
Well, kita kembali ke tema kajian. Lingkungan di sekitar ibu menyusui harus mendukung pemberian ASI. Baik itu ayah, nenek, kakek, tetangga, kakak, adik, tante, paman, teman, dll. Alasan pertama adalah gencarnya komunikasi iklan susu formula. Jika si ibu menghadapinya sendirian tanpa dibentengi lingkungan sekitar, maka dengan mudahnya ibu akan terpengaruh oleh lingkungan. Misalnya, si kakek mengetahui info susu selain ASI yang dikenal bagus untuk bayi. Ia akan merekomendasikannya pada si ibu saat ibu merasa tak mampu memberi ASI. “Ah, gampang kan ada susu ini. Tinggal beli aja. Kalau ga bisa ngasih ASI ya mau gimana lagi?”
Lain halnya jika lingkungan sekitar teredukasi untuk mendukung pemberian ASI. Begitu si ibu mulai putus asa, lingkungannya akan menyemangati. Misalnya menyarankan menemui konsultan ASI, mendukung usaha relaktasi, dan sejenisnya.
Yang wajib peduli pertama kali tentang ASI adalah ayah. Bukan suami. Itulah yang tercantum dalam Al-Qur’an. Mengapa kata ayah yang dipilih? Ini ada kaitannya dengan pemenuhan hak ASI bayi. Perintah mencari keturunan yang baik pertama ditujukan untuk laki-laki. Saat akan berhubungan bikin adik, yang berdoa juga laki-laki. Terbentuknya janin dari sekian juta sel sperma yang terpilih cuma satu sel sperma yang tentu saja dari si laki-laki. Sehingga dalam pemenuhan ASI juga merupakan kewajiban ayah.
Ayah bertanggung jawab dalam hal apa? Tentunya dalam pemberian nafkah. Ayah wajib memberi asupan nutrisi yang baik dan halal agar ibu menyusui sehat dan bayinya tumbuh dengan baik. Ibu bertugas memberi ASI pada bayinya. Dalam Surat Lukman ayat 15 dan Al-Ahqaf ayat 15 terdapat kesamaan, yakni tugas ibu yang berat dalam melahirkan sampai selesai masa penyusuan. Nah, ini nih yang mak jleb. Melahirkan itu berat sepaket dengan menyusui. Tapi tak jarang pula ibu yang lepas tanggung jawab tanpa usaha terlebih dahulu untuk menyusui bayinya. Mereka memilih paket hemat: Hamil dan Melahirkan. Tanpa menyusui, tanpa mendidik anak. Masalah anak, dilimpahkan pada orang lain.
Para Nabi ASI Eksklusif
Nabi Muhammad, memiliki ibu susuan lebih dari satu. Allah tidak membiarkan beliau ‘menyusu pada hewan’. Begitu pula Nabi Musa. Allah memerintahkan ibu Musa untuk menghanyutkan bayi Musa ke sungai. Kalau zaman sekarang sungguh edan bukan? Tapi itulah perintah Allah, yang pastinya akan ada kebaikan. Akhirnya apa? Nabi Musa diambil oleh istri Fir’aun dan diberi ibu susuan.
Tak hanya dalam Al-Qur’an, dalam Hadits pun banyak menyinggung tentang ASI. Salah satunya adalah ketika Rasulullah S.A.W didatangi wanita dari suku Ghamidiyah yang berzina. Wanita itu minta dirajam. Namun Rasulullah menolaknya dan memerintahkan agar menyusui anaknya hingga masanya usai. Setelah disapih barulah hukuman dilaksanakan.
ASI Ibu Susuan
Jika tidak mampu memberi ASI bagaimana? Carilah ibu susuan. Bukan ke toko cari susu murah, hehehe. Hal ini sesuai anjuran WHO. Urutan dalam pemberian susu adalah:
- ASI ibu langsung
- ASI ibu yang diperah kemudian diberikan melalui gelas/sendok/cawan
- ASI ibu susuan (donor)
- Susu formula
Dalam Islam, pemberian ASI donor tidak sembarangan. Jadi pemberian ASI melalui bank ASI yang tidak diketahui asal-usulnya harus dihindari. Mengapa? Karena air susu ibu menumbuhkan tulang dan daging. Bayi yang diberi ASI donor atau disusui langsung oleh pendonor (ibu susuan) akan menjadi anaknya juga, sehingga diharamkan menikah dengan saudara susuannya juga.
Masalah pernikahan inilah yang biasanya dihindari umat muslim, sampai ada yang salah mengerti hingga mengatakan donor ASI haram. Padahal, alasan sebenarnya takut anaknya nggak dapat jodoh. Allah telah mengatur segalanya termasuk jodoh. Contohnya cerita yang dialami Arit sendiri. Tepatnya suaminya. Ternyata, suami Arit punya saudara sepersusuan. Saudara sepersusuannya itu sudah ia kenal sejak lama (namun tidak tahu bahwa itu saudara susuan), dan baru menikah. Dia juga baru mengetahuinya saat akan menikah dengan Arit. Jadi tidak perlu khawatir nggak kebagian. Dan tetap lakukan silaturrahim dengan pendonor.
Begitu perhatiannya Allah dan Rasulullah tentang masalah penyusuan. Ini dibuktikan dari kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits. Jadi betapa zalimnya kita jika kita tidak peduli masalah ASI untuk bayi.
Banjir Dorprize
Acara ini akhirnya ditutup dengan bagi-bagi hadiah. Doorprize diberikan untuk para penanya. Arit juga menghadiahkan buku Panduan Menyusui untuk ibu yang mau berdakwah ASI. Selain itu, juga ada doorprize untuk ayah termuda, single termuda, dan nenek yang hadir.

Hadiah untuk nenek-nenek yang peduli ASI
Panduan Menyusui yang ditulis oleh dr. Utami Roesli sebagai hadiah untuk Ibu Pendakwah ASI
Pasca Melahirkan Wajib Pakai Gurita?
Setelah melahirkan, kita pasti ingin tubuh kita kembali langsing seperti sebelum hamil. Terutama masalah perut ya. Banyak cara dilakukan, termasuk tradisi turun temurun memakai stagen dan gurita.

Hampir semua wanita yang melahirkan normal pernah merasakan stagen setelah melahirkan. Tujuannya satu, yaitu agar perut segera kempes, kencang dan ramping. Namun, sudah benarkah kebiasaan itu menurut ilmu kedokteran?
Ternyata dunia kedokteran tidak menganjurkan setiap ibu melahirkan untuk memakai stagen. Stagen tidak memberikan efek positif dalam mengecilkan atau mengencangkan perut karena sifatnya yang pasif. Memang sih, perut langsung terasa kencang, namun setelah stagen dilepas, perut akan kembali kendur seperti semula.
Ada lagi yang disebut gurita. Gurita adalah kain putih dengan ketebalan beragam. Ada yang tipis ada yang tebal. Memiliki 8 tali seperti kaki gurita u tuk diikatkan dan mengncangkan perut.
Pemakaian gurita lebih dibolehkan daripada stagen, karena gurita tidak membalut perut ibu terlalu kencang seperti stagen. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk memakai gurita daripada stagen. Jika kita melahirkan secara sectio atau operasi, dan jahitan operasi berada di tengah perut, dibolehkan memakai gurita daripada stagen. Namun hati-hati, pakailah gurita paling tidak satu minggu setelah persalinan. Ini untuk memberi waktu agar jahitan bekas operasi sudah lebih mengering. Jahitan yang masih baru atau basah jika langsung dipakaikan gurita, apalagi stagen, malah akan bertambah parah. Jahitan bisa terbuka kembali, atau bahkan bernanah.
Saat hamil, otot-otot tubuh kita menjadi kendur, khususnya otot dinding perut dan dasar panggul. Untuk mengatasinya, jalan paling baik dan sehat adalah dengan senam atau berolahraga. Untuk mengencangkan kembali otot dinding perut, kita dapat melakukan latihan seperti sit up dan jogging, tapi jangan mengangkat beban yang berat. Untuk otot dasar panggul, latihan senam kegel bisa dilakukan untuk mengencangkan. Senam kegel adalah senam untuk memperkuat otot-otot dasar panggul dan saluran kemih, yang juga berguna untuk mencegah kita mengompol saat proses persalinan.
Namun ada juga yang disebut dengan senam nifas, yang dilakukan pada saat nifas atau setelah melahirkan, dengan menekankan pada latihan pernapasan dan perut. Senam ini jauh lebih bermanfaat dalam mengembalikan kekencangan perut setelah bersalin, dengan cara yang sehat pula dan tentu saja tidak menyiksa.
Jika gurita dan stagen dinilai pasif, ada nggak ya yang bisa mengencangkan perut, memperkecil perut, mengencangkan otot vagina secara aktif? Teknologi ini patut dicoba.

Ini namanya korset berinfra red. Fungsinya lebih dari sekedar pengencang perut. Produk ini banyak terbukti mengencangkan sekaligus mengurangi lemak pada tubuh pasca melahirkan. Aman untuk ibu menyusui. Namanya ENVY pakaian pelangsing yang terdiri dari korset/corset dan girdle.
Stagen bagiku sudah terbukti efeknya dari kaki ke atas sampai pangkal paha membengkak. Padahal selama hamil gak pernah :(( Kata dokter spog ku itu karena terlalu kencang, sehingga menghambat peredaran darah. Maunya sih nurutin ortu ajah, sampai beberapa minggulah, terus treatment nanti caraku sendiri. Tapi gak tahan nih.. kaki susah ditekuk, kalo ditekuk ntar varises. Okelah resep ortu aku pakai.. Gurita dipakai 2,5 minggu. Tapel tetap dioleskan (kalo ga salah sampai 3 mingguan aku berhenti). Selese nurutin resep ortu, baru deh aku pake envy korset girdle + slimcut (korset aku pake setelah seminggu rutin pake stagen). Sampai 2 mingguan BB turun 3 kilo. Lingkar perut dari 87 cm ke 78 cm. Minggu ke 3 77 cm. Sekarang dapat 50 hari lingkar perut jadi 76,5 cm. Dan masih terus kupakai 😀
Tentang ENVY KORSET
Envy Corset dibuat untuk membentuk tubuh secara alami. Berfungsi untuk menaikan payudara, merampingkan pinggang, dan mengecilkan perut.
Terbuat dari 10% spandeks dan 90% nilon, yang memiliki pori-pori mikro untuk sirkulasi udara sehingga mengurangi keringat dan tidak menyebabkan kulit gatal.
Dilengkapi infra merah untuk melancarkan peredaran darah, menghilangkan lemak yang berlebih dan mencegah bau badan.
Memiliki kerangka besi yang lentur (4 di bagian depan, 4 di bagian belakang dan 2 di tepi kiri-kanan) supaya tidak mengembung dan untuk menyangga tulang belakang.
Panjang : 51 cm
Lingkar dada (di bawah payudara) / lingkar pinggang dari 65 – 95 cm
Direkomendasikan untuk wanita setelah melahirkan.
Aman untuk ibu menyusui.
Envy Girdle dibuat untuk membentuk tubuh secara alami. Berfungsi untuk mengecilkan perut dan pinggang serta merampingkan pinggul.
Terbuat dari 10% spandeks dan 90% nilon, yang memiliki pori-pori mikro untuk sirkulasi udara sehingga mengurangi keringat dan tidak menyebabkan kulit gatal.
Dilengkapi infra merah untuk melancarkan peredaran darah, menghilangkan lemak yang berlebih dan mencegah bau badan.
Memiliki kerangka besi yang lentur di bagian belakang untuk menyangga pinggul dan mengurangi bagian yang menonjol akibat lemak
Didesain hingga ke lutut agar nyaman saat digunakan dan tidak tergulung di bagian bawah.
Panjang : 51 cm
Lingkar pantat dari 90 – 115 cm
Direkomendasikan untuk wanita setelah melahirkan.
Aman untuk ibu menyusui.
Tampil Indah , Cantik & Menawan dengan ENVY CORSET & GIRDLE
CARA LANGSING DENGAN AMAN, TANPA OBAT-OBATAN
SANGAT DISARANKAN UNTUK IBU PASCA MELAHIRKAN
AMAN UNTUK IBU MENYUSUI
Sebuah produk khusus untuk membentuk tubuh yang sehat, cantik, indah dan menawan.
Diciptakan khusus untuk wanita dengan pilihan bahan unggulan dalam setiap helainya.
Bentuk tubuh WANITA berubah setiap saat disebabkan :
1. Kegemukan (pola makan yang tidak teratur)
Kebiasaan makan yang berlebihan, makan lewat malam, jumlah makanan yang tidak tetap dan sindrom ibu rumah tangga makan makanan yang tidak habis.
2. Daya Gravitasi
Disebabkab payudara dan lengan tidak didukung oleh rangka tulang, maka cenderung berubah bentuk / kendor pada sudut 20 derajat tiap 10 tahun ( tergantung pada gaya hidup seseorang)
3. Ketidaksesuaian dalam pemilihan pemakaian pakaian dalam
Pakaian dalam yang terlalu besar atau terlalu kecil, kurang kenyal, dan bentuk bra. Juga cara pemakaian bra yang keliru.
4. Kebiasaan duduk dan berdiri yang tidak benar
Menyebabkan bongkok, bentuk tulang belakang berubah dan sakit pinggang
5. Melahirkan anak
Penambahan lemak setelah melahirkan dan perubahan bentuk
payudara setelah masa menyusui
Keunggulan Envy Corset dan Envy Girdle
1. Terdapat Infra Merah Jauh ( FIR )
Infra merah jauh mempunyai daya tembus , serap & rangsangan kepada manusia dengan meningkatkan peredaran darah dan mengoptimalkan perjalanan sistem saraf.
FIR yang terdapat di bahan Envy menguraikan lemak dan menjalankan detoksifikasi ( menyingkirkan air yang tersimpan dalam tubuh) FIR juga berkesan sekali dalam
perawatan dan mencegah sakit di bagian belakang.
2. Bahan Super Elastis
Envy Corset dan Envy Girdle dibuat dari bahan super elastis yang merupakan bahan berkualitas tinggi yang bersifat lentur dengan tenunan mikro. Bahan yang terdiri dari 10% spandeks dan 90 % nilon ini merupakan bahan terbaik dengan indeks kelenturan tinggi untuk menyokong tulang belakang, posisi sikap tubuh dan membentuk tubuh yang indah.
3. Kemampuan Menyerap Keringat Yang Baik
Jaringan bahannya berupaya menghilangkan bau badan dengan cepat dan nyaman dipakai sewaktu cuaca panas disamping itu mempunyai daya penyerapan keringat sebanyak 40%.
Bahan Envy yang lembut dan halus ini mencegah masalah kulit walau dipakai selama 24 jam. Bahan Envy dihiasi dengan bahan kain “lace” yang halus untuk mencegah pembiakan kuman.
4. Dilengkapi dengan 12 Kerangka Besi
Envy Corset dan Envy Girdle ini dilengkapi dengan 12 kerangka untuk menyokong postur tulang belakang yang tepat dan mencegah sakit tulang belakang. Juga membentuk dada yang sempurna menjadikannya kelihatan lebih indah. Kerangka besi ini tidak terlalu keras dengan kualitas yang tinggi supaya tahan lama dan tidak berubah bentuknya setelah dipakai.
5. Potongan 4 D (4 Dimensi)
Dengan potongan 4D yang terdiri dari beberapa bagian tidak hanya bagian depan dan belakang saja. Serta menitikberatkan bagian – bagian tubuh tertentu, bentuk tubuh dapat dibentuk & diperbaiki dengan cepat setelah memakai Envy Corset & Envy Girdle.
Pelajaran parenting dari Temu Toppers
Hari ini saya menghadiri pertemuan bisnis di restoran Rempah Indonesia, Surabaya. Event ini gratis, karena saya terpilih. Sya bela-belain hadir, walau terindikasi hujan di jalanan. Karena siapa tahu saya dapat relasi, yang bagus untuk perkembangan ASI BOOSTER TEA, teh herbal pelancar asi yang saya produksi, ke depannya. Selain ilmu bisnis online yang didapat, saya juga menimba ilmu parenting tanpa sengaja.
Dalam pertemuan itu, ternyata bukan saya saja yang bawa rombongan anak. Yang lain juga bawa keluarga. Hanya saja, anak yang lain cenderung diam duduk manis. Sementara anak saya yang tertua ga pernah bisa diam. Maunya lari-lari kesana kemari. Ya maklumlah, acaranya orang dewasa, anak-anak pasti bosan. Iya, kan?
Anak saya itu mendapat teman, pamer Play Doh sama teman barunya. Kebetulan dia selalu membawa tas kesayangannya yang isinya kadang mainan atau bukunya. Selain itu, di waktu yang lain, anak-anak sebayanya terpancing ikut mondar-mandir bersama anak saya. Akhirnya, orang tua anak-anak itu terpancing emosinya. Termasuk si papanda juga marah-marah karena anaknya ga bisa anteng. Ternyata kebanyakan orang tua akan marah jika melihat tingkah anak yang ga disukainya. Jika dipikir dengan akal sadar, mungkin kita menyesal, ngapain sih marah, ngapain sih emosi. Toh, itu ga berpengaruh ke anak dan tidak akan merubah sikap anak dengan segera. Mungkin juga karena bahasa yang kita lontarkan tidak mereka mengerti dengan baik. Secara masih balita, kan? Kita bilang jangan, eh malah tambah dikerjakan tuh yang dilarang.
Bukankah baik, jika kita tetap mencintai anak tanpa syarat walau dalam keadaan marah? Karena kita…
– Bisa tetap terhubung kepadanya dengan penuh kasih sayang, bahkan ketika Anda menetapkan batas perilakunya …. Dia belajar bahwa dia bukan seseorang yang buruk, hanya manusia.
– Bisa menahan diri untuk tidak memukulnya, bahkan saat Anda “dibenarkan” untuk marah …. Dia belajar dari Anda sebagai model bagaimana mengatur emosinya.
– Ingat untuk berempati saat Anda menentukan batas-batas,sehingga ia INGIN mematuhinya….. Ia belajar mendisiplinkan diri.
– Dapat menerima bahwa dia hanya seorang manusia belum matang yang secara alami berbuat kesalahan ….. Ia belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari pertumbuhan, dan yang penting adalah memperhatikan, memperbaiki, dan perencanaan ke depan untuk menghindari kesalahan diwaktu lain.
– Bisa mencintainya melalui amarahnya…. Dia belajar bahwa perasaan dapat dikelola, tidak berbahaya, dan bahwa dia baik-baik saja, lengkap dengan semua perasaan ketidaknyamanannya. Ini merupakan penerimaan diri yang membantu dia mengelola perasaan tersebut sehingga dia tidak harus meledakkannya.
So, parents, ambillah napas dalam-dalam ketika marah. Relaksasi sesaat, tenangkan pikiran. Peluk dia yang sedang bermasalah. Jika sempat berwudhu, lakukanlah. Hal itu sesuai anjuran Rasulullah PBUH saat mengendalikan amarah.
Perawatan Tali Pusar: Mengatasi Granuloma Umbilicalis
Bagi sebagian orang, ada perasaan takut dan khawatir menyentuh, menggendong, atau memandikan bayi baru lahir yang belum puput pusar. Apalagi ibu baru, yaitu yang baru memiliki anak pertamanya. Siapa ya yang akan memandikan bayiku? Apa mending bayar bidan aja untuk merawat?
Menurut saya, sayang deh pengalaman berduaan dengan bayi harus ditangani orang lain. Ibu pun wajib tahu dan mengalami rawat-merawat bayi, termasuk masalah tali pusar.
Sebenarnya merawat tali pusar cukup sederhana. Mandikan bayi seperti biasa, beri sabun, bilas dengan air hangat agar tidak hipotermia alias kedinginan, keringkan dengan handuk, angin-anginkan. Kasih baju seperti biasa. Dulu, memang perawatan pusar itu diberi alkohol, ada juga yang diberi larutan povidone/iodine (betad****, red) agar cepat kering katanya. Sekarang tidak perlu ya. Tak usah bubuhi alkohol, minyak, ramuan ini itu.
Ilmu perawatan ini pun jadi polemik pada anak kedua saya yang baru lahir. Anak pertama dikasih alkohol soalnya. Sempat dibilang bodohlah, sampai nakesnya pun dibodoh-bodohi. Gara-gara nakes muda, kurang pengalaman, begitu katanya. IMHO sih, justru nakes baru, metode baru, ilmu baru yang terus berkembang yang lebih dipercaya. Seperti dulu tahun 90-an, ASI itu eksklusif 4 bulan, tetapi mulai tahun 2000-an ASI eksklusif adalah 6 bulan. Jadi jangan berhenti menuntut ilmu sesuai jamnnya saja ya, harus mengikuti perkembangan 😉
Suatu ketika, si tali pusar sudah puput. Mungkin di hari ke-10. Setelah itu, saya menemukan pusarnya berair. Setelah berumur 40 hari lebih si bayi bertambah gendut, perutnya pun ikut gendut. Pusarnya menjadi bodong dan tampak ada daging menjulur keluar sebesar biji beras. Bentuknya kemerahan, dan masih bernanah tak bau. Apa ya itu? Itulah granuloma umbilicalis. Saya memang agak khawatir, tapi tetap berlagak santai. Sampai kemudian, saya menemukannya berdarah dua hari berturut-turut. Keesokannya granuloma itu lepas! Alhamdulillah.
Berikut tentang granuloma oleh dr. Hemanto SpB, SpBA
Sering pada praktek sehari hari, seorang ibu membawa anaknya ke dokter dengan keluhan adanya semacam “daging” pada pusarnya setelah tali pusat terlepas. Pada Room For Children juga beberapa ibu menanyakan masalah ini. Berikut ini saya akan memberikan gambaran mengenai penyakit Granuloma umbilikalis baik yang didapat ( granuloma biasa, omphalitis/infeksi) dan yang bawaan ( sisa saluran omphalomesenteric/ saluran antara usus janin ke tali pusat, serta sisa saluran Urachus yang tidak menutup/ saluran antara pusar dan kandung kemih)
Apakah yang dimaksud “daging” tumbuh pada pusar ?
“Daging” tumbuh pada pusar, sebenarnya bukan daging semacam otot di badan kita, tapi merupakan jaringan dibawah kulit yang tidak tertutup lapisan epitel (kulit ari), setelah lepasnya tali pusat. Istilah medisnya dinamakan Granuloma umbilikalis.Bagaimana terjadinya Granuloma umblikalis ?
Setelah lepasnya tali pusat, akan terdapat sedikit daerah di pusar yang terbuka dan belum tertutup kulit. Kadang kadang akan tumbuh jaringan granuloma yang mengandung jaringan ikat fibroblas dan pembuluh darah kapiler. Ukuran granuloma mulai 1 milimeter sampai dengan sekitar 10 miliimeter, seperti bertangkai (gambar*)Bagaimana mengobati granuloma ?
Granuloma umbilikalis diobati dengan cara kauterisasi yaitu mengoleskan cairan yang mengandung “silver nitrat” yang mempunyai efek “membakar”. Bisa juga dengan obat luar lainnya yang berfungsi menciutkan granuloma. Bila granulomanya panjang bisa dilakukan pemotongan dan diikat dengan benang yang diserap tubuh.Mengapa granuloma “bandel” sering kambuh lagi ?
Apabila diobati dengan cairan yang mengandung silver nitrat, dan sudah dipotong tumbuh lagi atau tidak ada respon sama sekali, dipikirkan adanya hubungan dengan usus dibawahnya.Apa yang disebut Omphalitis ?
Omphalitis adalah infeksi didaerah pusat, akibat adanya bakteri Staphylococcus aureus , Streptococcus atau Clostridium tetani pyogenes, dan juga bakteri gram negatif. Manifestasi omphalitis adalah adanya nanah di pusar dan sekitarnya ditandai kulit sekitarnya kemerahan.Bagaimana cara mengobati omphalitis ?
Selain bayi harus dirawat, diberikan obat antibotik, bila terjadi kantung nanah harus dikeluarkan (drainase).Apa penyebab gruloma yang tidak bisa hilang, setelah diobati ?
Apabila granoloma bandel tidak bisa hilang, granuloma disebabkan kelainan bawaan lahir akibat adanya sisa saluran omphalomesenteric (saluran yang menghubungkan usus janin ke talipusat ). Lihat gambar*Bagaimana cara mengobati granuloma akibat sisa saluran omphalomesnteric ?
Harus diputus “akarnya” dengan operasi.Apa artnya granuloma berbau feses ?
Granuloma yang keluar cairan bebau feses, artinya ada hubungan antara usus dan pusat.Apa artinya granuloma berbau pesing ?
Artinya ada hubungan antara kandung kemih ke pusar, terdapat sisa saluran Urachus yang tidak menutup.Sumber : Room For Childrean
note :
Perawatan untuk tali pusat sampai dengan puput, adalah dengan membersihkannya dengan baik dan kering.
di cuci dengan sabun ketika mandi kemudian di lap dengan handuk lembut dan diangin-anginkan dsebentar
tanpa harus di tutup dengan kain kasa atau pemberian alkohol, minyak atau ramuan lainnya.
jika terkena pup atau pipis perlakukan hal yg sama dalam pembersihan.tali pusat yang belum waktunya lepas (masih basah) tapi dipaksa lepas sering jd granuloma. Jika memang sudah kering dan copot sendiri yang berarti bukan dipaksa tidak akan menyebabkan granuloma. Tali pusat yg kecil biasanya cepat puput, bisa 3 hari sudah puput.
biasanya 3-4 minggu paling lama granuloma akan hilang bila diberikan obat luar atau hanya dibersihkan saja. tapi kalo lebih sebulan bahkan sampai besar masih ada ..baru curiga ada akarnya. bila berbau feses.ada fistel, satu lagi bila bau pesing.mungkin berhubungan dgn sisa saluran ke kandung kemih.
untuk kasus fistel & omphalomesnteric, dilakukan tindakan operatif pada saat kondisi optimal (paling baik), tidak sakit, battuk, demam dll. Pokoknya sehat. boleh setelah 10 minggu, Hb >10, lekosit <10 ribu, berat badan > 10 pon (5 kg).
Horeee Perosotan Murah
Bermain itu kegiatan wajib buah hati kita. Waktu itu anak saya diajak ke taman, dia lari kesana kemari kemudian secara otomatis memanjat perosotan. Di tempat lain pun begitu. Di Shangrilla Hotel, saat istirahat dari pertemuan bisnis, anak saya pun tak terkendali menuju ke playground. Mainan yang dipilih pun selalu perosotan dan panjat-panjatan, padahal tiga tahun saja belum genap. Nah, karena jarang banget keluar rumah khusus untuk bermain, saya berpikir membelikannya suatu saat. Di sekolah kan bisa? Hmmm.. pengennya sih untuk preschool saya ajari sendiri dulu, jadi belum ada kata sekolah untuknya.
So glad, that I got a cheapy cheapy slide!
Perosotan murah bener. Biasanya nih, di ACE Hardware di bawah 2 jutaan cuma dapat slide alias perosotannya aja. Ini, 2 juta sekian dapat ayunan, keranjang basket, juga tangga perosotannya. 4 in 1 deh!
Lumayan nih, kalau saya sibuk mengurus ini itu, biar si kecil ga “mengganggu”, saya titipkan mereka di set permainan ini.
Mau saya bisikin gak tempat belinya?
Birth Plan
Dalam kelahiran apapun dan dimanapun, hendaknya kita menyiapkan birth plan untuk menyambut kelahiran yang positif. Tunjukan pada provider birth plan kita, baik kepada bidan, rumah bersalin, atau rumah sakit. Bagaimana contoh birth plan? Sebagian saya tuliskan di sini yah.
Nama: Li Partic
Suami: Arief W
Kehamilan ke: 2
HPL : 5 September 2014
Saya berharap proses persalinan saya yang kedua ini menjadi persalinan yang positif, indah, dan menyenangkan bagi bayi saya dan saya sendiri, baik secara fisik maupun emosional. Artinya, proses berlangsung alami tanpa campur tangan medis, kecuali jika diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan menghindari kerusakan permanen pada saya dan bayi.
Lokasi
PLAN A
Bersalin home water lotus birth
-Sebelum HPL: Florencia Regency CG12 Sidoarjo
-Setelah HPL: Mutiara Citra Graha J5/17 Sidoarjo
PLAN B
Sebelum HPL, jika tidak bisa homebirth dan saya kebetulan ada di Gresik, saya memilih RS Semen Gresik sebagai tempat bersalin
PLAN C
Setelah HPL jika tidak bisa homebirth dan kemungkinan saya sudah tinggal di Sidoarjo, saya akan merujuk pada RSD Sidoarjo
Tahap Kala 1 Persalinan
-
Saya akan menunggu kontraksi hingga (Setidaknya) HPL + 10 sebelum tindakan induksi
-
Saya harap infus & enema bukan merupakan prosedur rutin
-
Bebas bergerak selama terjadi kontraksi
-
Bebas memilih posisi bersalin
Jika saya meninggal, cari donor ASI atau ibu susuan untuk bayi saya.
Home Birth is More Than VVIP Class
World, meet Kei!
I gave birth to a boy (again) with no episiotomy at home. And this is my second little mujahid birth story.
Home birth alias melahirkan di rumah adalah suatu pengalaman tersendiri. Tentunya tidak semua orang setuju dengan metode melahirkan yang satu ini. Mulai dari kekhawatiran minim peralatan medis, sampai tuduhan lahiran jadul. Nanti baca aja klarifikasiku mengenai alasan itu. Hihihihi tapi tau gak siiih… Home birth itu sekarang lagi musim hohohoho…
Waktu itu saya sempat diserang (lebaiii) ancaman halus:
“tapi nanti lahirannya di bidan atau RS ya!”
“Enak lahir di RS kayak dulu lho. Ari-ari tuh udah ada yang ngurusin. Tinggal terima bersih.” Aduh.. apa susahnya sih cuma nyuci ari-ari? Kikikikkkk
Well, inilah kenapa saya lebih memilih home birth.
- Water birth. Pengen aja gitu ngerasain bedanya melahirkan di dalam air jika memungkinkan. Di RS sih bisa, tapi tarifnya nyamain umroh 😀
- Lotus birth. Apa itu? Intinya nih lahiran yang tali plasentanya ga dipotong, dibiarkan sampai puput. Jadi kemana-mana bawa ari-ari gitu? Iyaaa, biasanya cuma bentar kok 3-4 hari sudah puput pusar. Itu karena sistemnya tertutup, ga ada luka, jadi cepat keringnya. Tujuan yang lebih utama sebenarnya untuk mensuplai darah biar ga pucat maupun jaundice (am i rite?) walau kalau untuk tujuan ini, delayed cord clamping sudah cukup.
- Trauma episiotomi. Apa saya anti episiotomi? Nggak juga sih, kalau diperlukan, dan sebagai jalan terakhir saya mau banget. Cuma kalau sebagai tindakan rutin, belum apa-apa udah digunting, sakitnya tuh di siniiii.
- Ga nyaman sama enema. Dulu waktu lahiran anak pertama digituin. Tahun 2011. Tapi katanya sekarang udah ga boleh ya?
- Di RS tuh main suntak-suntik. Infus jugaaaa. Aduh apa ya yang dimasukin? Perawat sempat tanya apa alergi antibiotik? Mungkin itu yang disuntikin. Infus juga ga nyaman banget. Tindakan antisisapi sih katanya.
- Di RS dulu, sang Perawat cowok ga ketuk pintu dulu. Saya kan belum siaaaaaaap L terus mana tahu ada perawat cowok juga, jadi waktu itu dia lihat penampakan yang ga seharusnya dia lihat. Loh, kan di dalam ruangan toh? Ini alasannya…
Dikutip dari buku Jilbab Bukan Jilboob:
“Walaupun berada dalam rumah, ketika berjumpa atau satu ruangan dengan orang nonmahram, wanita juga harus berjilbab. Saat menemui laki-laki buta pun kita wajib berjilbab.”
Karena ini home birth, harus persiapan selengkap mungkin. Dimulai dari birth plan, bisa dibaca di sini yah!
Saya mempersiapkan kesehatan, nutrisi rohani sejak awal kehamilan agar bisa melahirkan normal di rumah.
- Mendekatkan diri pada Allah lebih sering, baik itu dzikir, doa, tilawah, sedekah, dll.
- Karena sudah mendekati Allah, yakin akan pertolongannya, saya menjauhi hypnobirthing ^_^
- Menjaga nutrisi ditambah dengan tambahan makanan seperti minyak zaitun di trisemester akhir, propolis tablet, bee pollen (untuk melancarkan ASI kelak), kurma, minyak omega halal dengan antioksidan dari udang-udangan, multivitamin multimineral fitonutrien alami Lifepak. Semua ada di toko saya: filanika.com
- Makan secukupnya. Entah ya, bawaan bayi atau apa, porsi sedikit saja sudah kenyang. Makanya bayinya kecil 😀
- Memberdayakan diri denan gerakan-gerakan yang mendukung persalinan normal, seperti yoga hamil, pelvic rocking di birth/gymnastic ball, belly dance, jalan kaki pagi.
- Menyerap ilmu-imu tentang kehamilan dan persalinan. Alhamdulillah nih, dapat buku impor dari Mbak Astrid: AMANI Birth 😀
- Tes darah lengkap
- Perineum massage, akupresur induksi alami, endorphin massage –> belum sempat dipraktikkan 😀
Lokasi melahirkan
Masih bingung ya soalnya kan fast moving (eh kok kayak barang aja).. bukan..bukan mobilitas tinggi maksudnya. Maklumlah, business woman gitu (hueeeek).
Antara Anyer-Jakarta Sidoarjo-Gresik. Rumah sendiri apa rumah kontrakan.
Menemukan Provider
Sejak bulan Ramadhan (Juli), saya udah nemu nih birth provider. Cuma susaaah banget nemu waktu dan tempat yang cocok. Baru jodoh saat mendekati due date. My due date is Sept 5th. Saat itu lagi dalam kedukaan, karena eyang uti meninggal 29 Agustus 2014. Tanggal 30 nya saya balik ke Gresik, sorenya ke Surabaya lagi.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Lokasi: Dunkin Donut
Sabtu sore akhirnya ketemu bidan Wina. Aqif sedang sesak napas parah, tapi lumayan mereda, dibawa aja deh :D. Kami ngobrol-ngobrol tentang rencana melahirkan, sampai maghrib. Kemudian kami pulangnya ke Bangkalan.
Selasa, 2 September 2014
Selasa malam ini, serasa ada sesuatu yang mengalir. Ternyata flek coklat keluar tapi tanpa kontraksi.
Rabu, 3 September 2014
Penasaran terjadi apa-apa, jadi pengen periksa ke dsog. Sayangnya jadwal dsog kemarin. Hmm untung ingat ada RS lain yang dsognya sama tapi malam. Biasanya RS Semen Gresik sekarang di RS Rachmi Dewi. Dapat antrian panjang, baru periksa jam 10 malam. Sembari menunggu antrian, saya hunting kurma.
Kurma sukkary sudah lama habis. Rencananya mau beli kurma ajwa. Padahal masih punya ajwa tapi ketinggalan di Sidoarjo. Naik motor udah ga nyaman banget, tapi harus dapet kurma nih. Masih meraba-raba tempat juga, ga nguasain daerah Gresik sih walau udah 2 tahun di sini. Dapatlah kurma ajwa seharga 140000 padahal cuma 200g. Sekalian air zamzam 1 jerigen kecil, mungkin 1 liter ya, 45000.
FYI, kurma dan air zam-zam berguna membantu memperlancar persalinan.
Anjuran makan kurma dipersering apalagi saat sudah mendekati hari H. Ini juga berguna mencukupkan kebutuhan nutrisi bumil. Ada di Al-Qur’an lho.
“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata : “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah ;”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…”(QS Maryam (19):22-26)
Sedangkan air zam-zam juga berkhasiat untuk memudahkan proses persalinan, menghalau kesulitan-kesulitan. Caranya: bacakan Al Qur’an surah Al-Insyiqaq (84) : 1-4 ke dalam air zam-zam, kemudian minum dan sebagian lain dioleskan ke perut ibu (Syaikh Ibnul Qoyyim Al-Jauziah dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi).
Nah, setelah kontrol, kata dokter nunggu kontraksi aja. Kondisi kandungan: air ketuban sedikit. Apa kepala sudah masuk panggul? Katanya belum. Biasanya sudah masuk panggul kalau sudah kontraksi. Tambah galau kan? Secara dulu waktu 9 bulan hamil anak pertama, jaman gini udah masuk panggul. Apa jarang jalan kaki ya? Tapi sering yoga, belly dance, pelvic rocking juga kok. #Pembelaan diri
Kamis, 4 September 2014
Galau, flek coklat ini kadang keluar kadang ga. Padahal dulu hamil anak pertama, langsung bloody show sebelum kontraksi, kontraksinya pun langsung hari itu juga. Nah, sekarang ini kok ga ngerasain kontraksi ya? Curhatlah saya sama bidan Wina. Saya disarankan untuk periksa ke bidan. Waduh… Saya ga tau dimana tempat bidan berada. Seharusnya malam itu saya harus cek bukaan ke bidan, tapi saya lebih memilih hunting kolam hehehe.
Jujur belum nyiapin apa-apa nih. Rencana water birth tapi kok belum nyiapin kolam? Masalahnya ga ada waktu nih buat cari-cari hehehe baru kalo mepet waktu, disempat-sempatkan. Karena kemarinnya capek perjalanan luar kota, maka hari ini disempatkan hunting kolam. Hasilnya.. Taraaaa.. nemu cuma di satu toko harganya 500ribuan. Kemahalan, lebih murah beli online. Akhirnya batal beli. Rencana mau beli online aja.
Selain itu, saya cari-cari rempah-rempah dan garam untuk perlakuan lotus birth. Dapatnya cuma garam meja tak beryodium yang berbentuk bata, lumayan kasar. Seharusnya sih sea salt. Rempah? Ga dapat sama sekali! Kunyit bubuk ga ada, temulawak bubuk ada tapi dikit. Akhirnya nemu bubuk ngo hiong, saya comot ajah. Suka baunya, harum. Ga apa deh, kalo pun ga kepake bisa dibikin buat masak ayam bumbu ngo hiong #eh.
Jumat, 5 September 2014
Inilah HPL-ku. Pas gak lebih gak kurang, hari ini saya merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Sangat berbeda dengan pengalaman pertama. Anak pertama lahir HPL+5.
Sekitar 00.30
Saya merasakan kontraksi lembut. Ah, this is the time. Insya Allah besok melahirkan. Menurut pengalaman anak pertama, kelahiran terjadi setelah 24 jam adanya kontraksi pertama kali. Mulai muncul lendir darah. Itupun cuma sekali. Kontraksi makin kuat menjelang subuh. Sudah 5 menit sekali, tapi darah ga muncul lagi. Selama kontraksi, saya hibur si perut dengan goyang inul, belly dance, biar kepala cepat turun juga. Kok ga pake gym ball? Itu sudah robek, digunting sama anak pertama saya. Geram kan? Waktu itu baru beli kok udah dibocorin 🙁
Saat ini saya ada di Gresik, ga mungkin melanjutkan plan untuk melahirkan di Sidoarjo. Kalau mbrojol di jalan gimana? Lagipula, ruangan di Sidoarjo penuh banget sama ASI BOOSTER TEA berkoli-koli.
Saya hubungi bidan Wina via bbm *duh, seharusnya telpon ya. Saya pun ngaku belum punya rempah-rempah, cuma garam saja (ngo hiongnya ga saya ceritain ah, malu hihhi). Nitip belikan aja 😀
Kontraksi makin kuat 2-3 menit sekali. Ini sekitar sebelum jam 6 pagi sampai setengah tujuh. Saya tahan kontraksi dengan posisi merangkak, child position (istilah dalam yoga), sambil terus berdzikir. Belly dance sambil berdiri udah ga nyaman lagi. Habis ini mau sarapan dulu, sedari tadi cuma ngemil kurma, tetep lapar.
“Mbak, sekarang kontraksinya gmn? Darahnya gmn?”
Nah, kalo kontraksi sudah kuat, darah harus lihat dulu nih. Jadi sebelum balas, saya cek dulu. Pergilah saya ke kamar mandi. Kontraksi terus berjalan. Dan.. perasaan pengen mengejan, saya turuti deh, tapi ga begitu kuat. Habis ga kuat nahan rasa pengen mengejan sih. Keluar kamar mandi, sudah ada rencana mau makan pecel, baru datang dibelikan yahnda. Eh, tapi kok gelombang cinta datang lagi. Ga bisa makan nih, tunggu reda aja. Gelombang cinta dari adik bayi datang lebih besar, mau ngelaporin maasalah bloody show (yang baru keluar lagi setelah jam setengah satu tadi) udah ga sempat, karena rasa pengen mengejan makin kuat. Akhirnya saya mengejan sampai ketuban pecah. Airnya memang benar sedikit, paling segelas ya.
Aihhh.. kondisi genting gini saya belum apa-apa. Mengharapkan Bidan Wina di Surabaya kayak ga mungkin (karena perjalanan ke Gresik 1-2 jam), mau berangkat ke rumah sakit sudah ga kuat jalan. Lemas rasanya (belum makan sih). Akhirnya, suami memanggil bidan yang rumahnya berjarak 5 rumah dari rumah kami. Sebelumnya saya belum pernah ketemu, belum pernah kontrol ke bidan ini. Namanya bidan Rika. Malam sebelumnya yang mana saya mau cek bukaan, maunya ke bidan Rika, tapi lewat depan rumahnya kok ga ada plang praktek jadi batal deh ke sana. Bidan Rika mau berangkat dinas waktu itu, untung yah belum berangkat.
Begitu bidan Rika datang, langsung cek. Saya disuruh berbaring. Belum cek VT, ternyata kepala sudah kelihatan! Saya ingin mengejan lagi. Saya dipersilahkan mengejan. Saya mengejan tapi tertahan di leher, jadi bayi belum keluar. Bidan memutuskan untuk episiotomi, tapi belum ada alatnya. Dia minta suaminya untuk mengambilkan alat partusnya.
“Diepis aja ya, sebentar.. sebentar..”
06.45
Rasa mengejan datang lagi. Kali ini all out deh (bukan walk out yaaa 😀 ), dengan total exhale. Suami disuruh sambil mendorong perut saya (sebenarnya kok kayak ga ngefek ya?). Alhamdulillah, adik bayi bisa keluar dengan mudah. Langsung loncat katanya.
Terus, bidan Rika menangani bayi, memotong tali pusarnya. Saya masih dalam kondisi lemas belum sempat bilang apa-apa. Oh nooooooo… sudah terlanjur dipotong. Ga jadi lotus deh.
Oh iya, belum balas BBM nih.
“Kalau semakin kuat, kayaknya ga sempat beli rempah nunggu toko buka mbak.”
“Alhamdulillah, sudah lahir barusan mbak.”
Maaf yah, mbak Wina, serasa di PHP-in 🙁
That was my sudden VVIP home birth story. Lebih dari sekadar VVIP malah. Kenapa?
- Segala fasilitas ada: kulkas, suasana dingin (kayak ber-AC padahal ga ada :D), kamar mandi
- Bebas dari kekhawatiran ada yang ngintip
- Tanpa infus
- No enema
- No vaginal toucher
- No episiotomy
Kok sudden? Iya tiba-tiba banget. Saya kira akan lebih dari HPL. Saya pun tidak menyangka prosesnya akan cepat sekali, perkiraan saya siang atau sore baru lahir, ternyata pagi itu juga sudah lahir. Baju bayi pun seadanya. Saat bidan minta bedong, saya kasih sarung 😀
Belum siap sempurna, tapi alhamdulillah semua sehat dan selamat. Saya yang tadinya lapar baru makan jam 12-an karena lapar hilang.
Btw, yang ga terpakai untuk persiapan melahirkan ini:
Bola gym, karena sudah bolong
Air zam-zam, ga terpikir untuk minum. Baru diminum pasca melahirkan.
Semua di luar rencana. Birth plan sudah disusun, tapi tidak terlaksana. Itulah takdir hehe. Terima kasih buat semua yang sudah membantu dan menjenguk.
Welcome to the world, Muhammad Kaysanarsya a.k.a Kaysan a.k.a Kei ^_^
*)Ditulis saat Kei 40 hari karena saya ber- honeymoon babymoon dulu.
**)Kadang suka sedih papa ga kebagian lihat cucunya. Beliau pergi duluan 6 Agustus 2014, sebulan sebelum Kei lahir T_T







