Celoteh

Carut Marut Nasib Karyawan Outsourcing JICT

Tahun 2018 diramalkan menjadi era disrupsi ekonomi, dimana banyak lini mengalami kemunduran. Oleh karena itu, perusahaan banyak melakukan hal kreatif maupun penghematan. Entah ada hubungannya atau tidak, terjadi kemelut di dalam Serikat Pekerja JICT. Jakarta International Container Terminal (JICT) merupakan anak perusahaan PT Pelindo II. Perusahaan BUMN tersebut melayani bongkar muat peti kemas untuk ekspor impor.

View this post on Instagram

JICT (Jakarta International Container Terminal) merupakan perusahaan bongkar muat peti kemas untuk ekspor impor. Karyawannya masih bersifat outsourcing meski sudah bekerja bertahun-tahun bahkan ada yang sampai 20 tahun. Padahal menurut undang-undang maksimal penggunaan tenaga outsourcing maksimal 2 tahun. Per awal 2018 terjadi penggantian vendor penyedia jasa outsourcing, yang mengakibatkan 400 karyawan terancam PHK. Seharusnya mereka sudah menjadi karyawan tetap. Karena vendor baru yang tenaganya belum terlalu handal, sering juga terjadi kesalahan dan kecelakaan kerja. Kamis, 19 Juli 2018 berlangsung pertemuan koordinasi teknis lapangan untuk pengawasan oleh Sudinaker Jakut, Otorisasi Pelabuhan, SPC, dan SPJAI ke teriminal operasional JICT di Tanjung Priok. Semoga karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja JICT @spjict dan manajemen JICT mendapat solusi terbaik. #HapusOutsourcingJICT

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

Pada 31 Desember 2017 kerja sama PT JICT dan perusahaan penyedia outsourcing, PT. Empco berakhir. Lalu JICT beralih ke vendor baru yaitu PT Multi Tally Indonesia yang lebih murah. Akibatnya sekitar 400 karyawan terancam PHK. Hal ini yang diperjuangkan oleh Serikat Pekerja JICT (SPJICT). Mereka menuntut perekrutan karyawan outsourcing yang telah mengabdi agar menjadi karyawan tetap.

Karyawan outsourcing di JICT telah bekerja selama bertahun-tahun. Ada yang 6 tahun bahkan ada yang sampai 20 tahun. Sedangkan menurut UU No. 13 Tahun 2003, pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya boleh dikontrak selama 2 tahun.

Macam pekerjaan karyawan outsourcing tersebut bermacam-macam. Ada yang sebagai billing, perkantoran, pool driver, operator RTGC, tally man, reffer man, dll. Karena telah berkecimpung bertahun-tahun, menjadikan tangan mereka ahli dan handal. Sejak pergantian vendor penyedia jasa outsourcing, dikabarkan sering terjadi kecelakaan kerja karena karyawan baru dari vendor baru kurang berpengalaman. Pernah terjadi tabrakan RTGC dengan truk, antar kontainer saling bersenggolan, menyerempet, bahkan salah posisi.

kecelekaan kerja di JICT
Kecelekaan kerja di JICT

Nah, mari kita lihat kegiatan-kegiatan di JICT.

kegiatan utama JICT

Alur kerja JICT yang menyalahi aturan
Alur kerja JICT yang menyalahi aturan

Perhatikan tulisan pada gambar di atas yang berwarna merah. Semua tulisan merah adalah kegiatan utama yang saling terkait, namun masih diborongkan dengan outsourcing oleh JICT. Sementara itu, Kemenaker pernah menetapkan kegiatan seperti tallyman dan operator RTGC adalah pekerjaan yang tidak dapat diborongkan karena berkaitan langsung dengan proses produksi (sesuai pasal 66 ayat 1 UU Ketenagakerjaan 13/2003).

Oh ya, biar kamu tidak bingung, pekerjaan yang bisa diborongkan adalah yang sesuai Pasal 3 ayat 2, PermanakerTrans RI 19/2012:

  1. Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama baik manajemen maupun kegiatan pelaksanaan pekerjaan.
  2. Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan, dimaksudkan untuk meberikan penjelasan tentang cara melaksanakan pekerjaan agar sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan pemberi pekerjaan.
  3. Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan, artinya kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang mendukung dan memperlancar pelaksanaan kegiatan utama sesuai dengan alur kegiatan proses pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan oleh asosiasi sektor usaha yang dibentuk sesuai peraturan perundang-undangan.
  4. Tidak menghambat proses produksi secara langsung, artinya kegiatan tersebut merupakan kegiatan tambahan yang apabila tidak dilakukan oleh perusahaan pemberi pekerjaan, proses pelaksanaan pekerjaan tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pergantian ke vendor penyedia jasa baru, sebenarnya juga mengakibatkan kerugian, seperti yang tertuang dalam tabel berikut.

Akhirnya, pada tanggal 19 Juli 2018 berlangsung pertemuan koordinasi teknis lapangan untuk pengawasan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara, Otorisasi Pelabuhan, SPC, dan SPJAI ke teriminal operasional JICT di Tanjung Priok. Diskusi dihadiri oleh Asosiasi Pengusaha Pelabuhan dan Kementerian Tenaga Kerja. Ada juga Otoritas pelabuhan, syah bandar, suku dinas ketanaga kerjaan Jakarta Utara dan Transmigarasi Jakarta utara, Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), serikat pekerja container (SPC).

Lalu bagaimana hasilnya? Kita tunggu saja ya. Semoga bisa membahagiakan semua pihak. Aamiin.

Ketika Terpaksa Nonton Film Bunda

Acha Septriasa is back. Akhirnya ia kembali mewarnai layar lebar setelah sekian lama tidak muncul. Ia memerankan Bunda Tika (owner busana muslim Keke) dalam Film Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi. Seingat saya ia terakhir muncul tahun lalu dalam film Kartini. Tapi bukan tokoh utama. Dan dua tahun lalu dalam film keluarga juga: Sabtu Bersama Bapak.

Di Surabaya saya bisa nonton duluan alias prescreeningnya tanggal 7 Februari 2018 kemarin. Film ini menceritakan tentang hubungan keluarga antara suami dan istri, anak-anak dengan ayah bundanya. Dan… Orang ketiga dalam rumah tangga. Tentang pelakor kan lagi hits sekarang. Tapi ini bukan pelakor loh ya. Orang ketiga itu tidak merebut. Hanya sekadar bumbu-bumbu cinta hohoho.

Mayoritas yang sudah nonton duluan Film Bunda bilang ini tentang perjuangan Bunda Tika membangun bisnis baju muslimnya. Tapi menurut saya ini lebih menonjolkan emosi antar anggota keluarga. Bukan cerita pamer kesuksesan seseorang.

Film Bunda diklaim sebagai inspired by true story. Bukan based on true story. Jadi apa yang diceritakan di dalam film ada benarnya, ada juga gak benarnya. Yang jadi agak nggak masuk akal, tapi penonton gak terasa banget, ada pada ending. Bunda Tika lagi di Jakarta. Ayah Farid dan anak-anak ada di Jakarta juga tapi di bandara. Terus kirain gitu ya Bunda bakal ngejar ke Bandara Eh, gak taunya pulang ke Bogor. Ayah Farid dan anak-anak juga tahu kalau Bunda lagi di Jakarta. Tapi tanpa kontak-kontakan mereka juga pulang ke Bogor. Mungkin itulah yang dinamakan keluarga seharmoni sehati hahaha.

Ada beberapa poin semi-semi curhat tentang film ini. Dibaca monggo, gak dibaca juga monggo, tapi wajib komen :p

Ada Keterpaksaan Nonton dan Harus Paksa Diri

Film ini film berat karena keluarnya Februari. Lihat pesaingnya. Ada Dilan 1990, London Love Story, Eifel I’m In Love 2. Semuanya film ehemm. Saya gak bilang film gak bermutu, tapi minim pesan, minim hikmah. Cewek bervisi kayak saya gak cocok nonton film cinta-cintaan. Saya kan udah punya cinta, semoga sampai ke surga ya Yah. #eaaa #mulai.

Kalau bukan bolo dhewe, saya gak bakal mau ribet nonton film lagi. Ribet sama anak-anak sih. Tapi mengingat Film Bunda ini film bermutu, produsernya temen sendiri bukan dari India, patutlah ya didukung. Biar Indonesia semakin berdaya di negeri sendiri. Aamiin.

Sumpah saya bukan resellernya. Reseller itu orang yang dibayar atas hasil kerjanya yang bikin laku barang. Mana ada orang yang nawarin dagangan orang tapi mempertaruhkan kosmetik koleksinya, sedangkan dia sendiri gak dapat untung? Fyi, yang beli tiket melalui saya bisa milih loh kosmetik yang harganya 18.000-55.000.

Saya nawarinnya ribet. Mungkin lingkaran di sosmed yang kenal Kang Rendy Saputra gampanglah ya diajak nonton. Lah ini saya nawarinnya di luar lingkaran itu. Yang gak kenal banyak!

“Silahkan bantu nonton film ini, bantuin promotornya, keadaan ekonominya sedang labil.” Begitu celoteh saya sama teman-teman media.

Ada juga yang nggak suka genrenya. Sebagus apapun film kalau gak suka genrenya ya udah gak usah dipaksa. Bayangkan, orang penakut diajak nonton film horor gimana? Gak bisa dipaksa, kan?

Bahkan ada yang gak ngerti promosiku. “Mas, beli tiket ini dapet produk Keke. Tak tambahin kosmetik deh.”

“Produk Keke maksudnya apa mbak?” gitu jawabnya. Wasalam dah.

Semoga di masa depan saya bisa booking studio dan mengajak orang lain yang kurang mampu nonton gratisan di film-film lain. Aamiin.

Bantuan saya sekarang cuma bisa ngajak dan atau bayarin teman-teman buzzer, bloger, media. Ah, dulu saya sempat bilang ke kakang produser, “udah ada kerjasama sama bloger pecinta film?”. Dan mau bilang kalau diundang ke premier person to person biasanya kami komit review. Tapiiii ya gitu deh. Gak sempet. Ga sempet berlanjut. Ngomongnya di komen sih hahaha.

View this post on Instagram

Bismillah #CintaDuaKodi

A post shared by Rendy Saputra (@kangrendy) on

Pokoknya kalian yang baca ini harus terpaksa nonton. Demi bangsa. Pasti akan jatuh cinta setelahnya.

Judul Pendek yang Kepanjangan

Pendeknya, Film ini disebut Film Bunda. Tapi kepanjangannya, bikin ambigu menyebutnya. Judulnya yang asli Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi. Nah, postingan Instagram Ario Bayu pemeran Ayah Farid menandakan ambiguitas judul film. Dia menulis caption seperti ini. Kata”Kisah”nya hilang:

“Aku percaya semua yang besar, berawal dari hal yang kecil. Seperti sinar ini, berawal dari sebuah titik, lambat laun berubah menjadi matahari”
Bunda: Cinta Dua Kodi
Di bioskop seluruh Indonesia #cintaduakodi

Yaaa.. Kali aja ada film terusan. Sekarang yang seri Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi. Mungkin nanti ada Bunda: Kisah Donor ASI. Aku pemeran utamanya wkwkwk.

Ada 3 Srikandi

Dalam trailernya seperti didominasi nangis-nangisan. Haru, menyentuh memang iya. Tapi bagi saya itu hanya efek merinding kena dinginnya ruang bioskop disambil menyelami hikmah yang jleb banget.

Hadirnya wanita-wanita Bojong bagai pahlawan wanita yang tak dinantikan tapi membuat suasana segar. Gokil lucunya! Apalagi dengan adanya Mumuk Gomez dan Rima Gembala. Meski lucu tapi porsinya pas. Gak kebanyakan sehingga kita lupa akan kematian.

Bukan Film Religi

Tokoh utama memang berjilbab. Tapi bukan menjadikan ini adalah film berbau agama. Ini murni film keluarga. Hikmah yang bisa dipetik misalnya: anak harus paham perjuangan orang tua membesarkan anak, Orang tua jangan maksakan kehendak aja tanpa peduli perasaan anak, dll. Puanjang, banyak yang jleb. Gimana enggak, kisahnya mirip gue banget. Yang jaga anak-anak ayahnya, yang sering ada kegiatan ibunya. Tapi ada prinsip ayah Farid yang mulia ada padaku. Pemaaf, mengajarkan maaf dan terima kasih. #Eaaa #ngaku-ngaku hahaha.

Ada cacatnya gak?

Mungkin akan sedikit saya bandingkan dengan Dilan 1990 yang sudah 4 jutaan penonton itu di awal Februari. Meski bandingin harus apple to apple, jeruk ya sama jeruk, terutama dari genre filmnya. Kedua film tersebut ada kesamaan.

Di novel Dilan (bukan filmnya) ada cerita bahwa Dilan ngefans Khomeini sehingga memajang posternya di dinding kamarnya. Bukan karena paham agamanya tetapi semangat mengobarkan revolusi, begitu yang disebut dalam novelnya. Kemudian virallah bahwa Dilan diselipkan ajaran sekte sesat.

Nah, di Film Bunda ada satu yang saya kurang pas dengan adegan tiup lilin kue ulang tahun. Well, bicara masalah ini nggak usah terlalu berat ambil pendapat dari ustadz yang saya cintai tapi dituduh pemecah belah umat. Cukup dari Ustadz Abdul Somad misalnya. Ini pendapat beliau terkait tiup lilin yang merupakan ritual non-islam.

Tapi sebenarnya adegan tiup lilin ini hanya merupakan adegan transisi, lho. Jadi bukan masalah yang besar yang dapat membuat orang ilfeel. Karena umur anak bertambah, Bunda Tika kasih kejutan untuk masa depannya. Itu intinya. Tidak ada perayaan sama sekali. Bahkan kuenya lupa dipotong hahaha.

Kejutan untuk anak-anak dari Bunda

Masih ada yang ilfil sama penulis

Lihat status teman, lalu ada yang ragu mau nonton gara-gara penulis novelnya. Ya sih, saya paham. Terkait kejadian 2015 lalu. Gara-gara itu lalu semua dipukul rata. Fyi, penulis novel dan penulis skenario itu beda. Meski ada film yang mana penulis skenario ya penulis novelnya juga (macam Dilan).

penulis skenario film bubda kisah cinta dua kodi
Penulis skenario Fim Bunda

It has nothing to do with that. Mari berlepas diri dari itu. lepaskan prasangka. Lihatlah siapa yang dikisahkan. Siapa yang terlibat. Lihatlah apa isinya. Lihatlah ke bioskop wkwkk.

Untuk Semua Umur

Membandingkan dengan Film Sabtu Bersama Bapak (SBB) yang merupakan film keluarga, awalnya saya belum berani mengajak anak-anak nonton. Soalnya di film SBB, masih ada kisah cinta alias pacar-pacaran. Siapa tahu di film ini gitu juga. Soalnya sekarang ini anak TK saya kalau liat bentuk hati, terus ada cewek dan cowok dia bilang”Cieee cinta… cinta..” Jadi khawatir, kan?

Nah, di Film Bunda ini nggak sama sekali. Aman 100%. Film keluarga yang membawa pesan baik, dan reccommended. Jadi bawa anak ya silahkan.

Bahkan ada anak balita yang nonton film ini nyeletuk berceloteh lucu saat Bunda Tika marah-marah. “Mamanya marah-marah.” Spontan seisi bioskop pun tertawa.

Jomblo, tepatkah nonton film ini?

Tepat banget. Biasanya kan jomblo tuh ngarep dapat pasangan. Biar gak sembarangan dapat pasangan lihatlah film ini. Berkiblat pada tokoh utama, Bunda Tika. Dia cari pasangan sudah kayak jalanin bisnis aja. Calon pasangannya dianalisis. Pake Analisis SWOT pula. Apa kelebihan dan kekurangannya. Bagus gak buat masa depan. Walau gak mapan tapi sevisi di masa depan, hayuk aja.

Kesimpulannya, gak nyesel nonton film ini. Oke banget. Segera ke XXI, 21, CGV yaa.

Cara Gaptek Membuat Konten Digital Seperti Profesional

Saya adalah blogger dan pebisnis UKM, juga ibu rumah tangga. Setiap hari saya mengurus urusan rumah tangga, dan berkutat dengan laptop. Saya masih ingat, sejarah saya memilih laptop baru di tahun 2013 lalu. Ketika itu, anak saya yang masih bayi tak sengaja menumpahkan air di atas meja dan membasahi keyboard komputer. Sehingga menjadikannya tak berdaya. Alhasil saya putuskan mengganti desktop dengan laptop, karena saya pikir laptop lebih mudah dibawa kemana-mana. Pilihan saya jatuh pada ASUS. Waktu itu saya belum memikirkan masalah prosesor. Dalam pikiran saya yang penting layarnya touchscreen, sudah include Windows 8, kan jadi kelihatan keren. Dengan anggaran 3 jutaan, laptop touchscreen sudah bisa dipeluk.

Waktu itu prosesor laptop saya adalah Intel Celeron, dibandingkan dengan Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor yang sudah dilaunching akhir-akhir ini sangat jauh kelasnya. Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dalam hal clockspeed, ghz, cache dan memori support yang dapat diproses dalam satu waktu. Core i3 ditujukan untuk Entry Level, core i5 untuk mid level, sedangkan core i7 untuk High Level. Saya pengen banget nambah laptop yang punya otak Core i7, soalnya kalau dibuat rendering video, editing gambar, animasi, maupun foto nggak akan berat. Prosesnya bisa berjalan lancar jaya secara bersama-sama. Jadi hemat waktu.

Nah, ngomong-ngomong membuat konten digital, erat kaitannya dengan hal-hal yang bersifat visual. Tidak sekadar untaian kalimat dan foto saja. Hal-hal yang lucu, tidak biasa, pasti bisa menarik perhatian. Konten digital, saya pakai untuk membuat konten marketing untuk produk-produk saya, juga untuk menghias blog agar pengunjung bisa betah berlama-lama di blog saya.

Sayangnya, saya termasuk emak yang gaptek. Tidak terlalu mahir membuat konten grafis yang menarik. Misal seputar Photoshop, saya masih awam tentang bagaimana membuat efek pencahayaan lebih dramatis, fungsi dodge, burn dll. Tapi jika teknik yang mudah-mudah saya bisa menguasainya.

Meski gaptek, hasil editing konten digital yang saya buat tidak kalah dengan yang profesional. Apa kamu juga gaptek masalah editing tapi pengen bisa membuat konten digital yang menarik seperti profesional? Ini saya bocorin perangkat lunak andalan saya yang mudah editingnya. Ini dia…

Microsoft Power Point

Power Point adalah andalan saya membuat infografis dan video explainer minimalis. Kuncinya adalah fitur story board. Fitur ini tidak gratis, tapi sangat mudah untuk dipakai bahkan oleh yang gaptek sekalipun. Berikut hasil karya saya.

Infografis hasil editing memakai Power Point ini pernah saya publish sewaktu mereview ASUS ROG.
Fitur Asuspro B8230
Ini infografis dengan mengolah materi memakai story board Power Point

Sedangkan video berikut ini adalah hasil penggabungan beberapa slideshow. Tokoh animasi di situ saya buat manual dulu dengan Photoshop. Dimaklumi ya garisnya masih gak rata hihihihi. Untuk membuat video ini, harus diperhatikan animasi dan timingnya.

Adobe Photoshop

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, saya hanya tahu sedikit masalah photoshop. Biasanya saya memakai fitur penggabungan dan menghapus layer, menghapus background, menambahkan teks, crop, dan  pengaturan brightness. Untuk memperoleh ide-ide visual, biasanya saya cari gambar-gambar gratis di Google. Jangan lupa tambahkan (.PNG) pada kata kunci pencarian di Google Images. Dengan gambar berbuntut .png kita akan mudah menggabungkan layer, tanpa harus hapus background, jadi tinggal drag-drag saja. Contoh, saya mau cari gambar wortel, masukkan saja kata kunci carrot.png. Gitu.

Hasil karya Photoshop yang membanggakan. Karena Engagementnya besar saat dishare di Facebook. Mencapai 3.735 shares, 63 comments, dan 700-an likes.
Hasil karya Photoshop yang membanggakan. Karena Engagementnya besar saat dishare di Facebook. Mencapai 3.735 shares, 63 comments, dan 700-an likes.

Corel Video Studio

Software ini berguna sekali membantu editing video untuk vlog. Saya hanya bisa memotong video, memberi teks, mengisi suara, menggabungkan beberapa file. Sejujurnya saya masih terus belajar untuk menghasilkan video ala profesional. Oh ya, kadang-kadang untuk mendapat hasil akhir video, saya harus menunggu sekian waktu agar proses renderingnya selesai. Berikut ini salah satu contoh hasil editing video saya.

Bicara tentang otak laptop Core i7, yang bagus untuk kekuatan dalam mengolah grafis yang berat itu, sebenarnya saya pengen banget punya ASUSPRO B8230. Laptop ini cocok banget untuk pebisnis seperti saya karena jaminan keamanan datanya. Buat blogging juga lancar banget untuk membuat konten kreatifnya. Menjalankan perangkat lunak untuk mengedit gambar, membuat animasi 3D, mengedit video dilibas habis tanpa tersendat-sendat.

Kenapa lagi-lagi saya melirik ASUS? Karena semua laptop ASUS telah melalui berbagai rangkaian tes seperti tes jatuh, tes keyboard, tes kebisingan, tes port, dll. Saya pernah memaparkannya di sini.

ASUSPRO B8230UA

Nah, ASUSPRO B8230 ini memiliki keunggulan-keunggulan menawan seperti berikut.

Sudah tertanam Windows 10 Original

Enak banget kan beli laptop tidak usah memikirkan instalasi OS lagi. Dalam laptop ini sudah ada Windows 10-nya. Apalagi OS ini punya fitur Bitlocker. Jika kita menggunakan flashdisk atau hardisk eksternal, fitur ini membantu mengamankan data. Saat USB ditancapkan ke portnya, kita langsung diminta password sehingga tidak mudah dibaca sembarang orang.

Prosesor Intel Skylake 15W (Intel Core i3/i5/i7) Processor

Asuspro B8230 didukung dengan Intel Skylake 15 W (i3/i5/i7) processor dengan vPro (opsional) yang dapat memenuhi kebutahan saya dalam mengelola bisnis. Memorinya juga dapat ditingkatkan menjadi 20GB dibandingkan memori laptop lainnya.

Kokoh dan solid

Asuspro B8230 ini terbuat dari ProDurable carbon fiber chassis. Bukan dari plastik sehingga lebih kuat dan kokoh. Engselnya pun kuat. Saya mencoba memegang layarnya dan menggoyang-goyangkannya. Sangat aman. Jika saya bandingkan dengan laptop lama saya yang saya bawa-bawa di tas, sangat jauh. Laptop lama saya bisa penyok terkena benturan dikit.

Ukuran mininya pas

Ukuran layar sekecil 12.5 “ antiglarenya, sangat pas saya bawa-bawa. Beratnya pun cukup ringan hanya 1,3 kg. Jika ini saya bawa dalam ransel, saya masih kuat menggendong ransel saya ditambah dengan beberapa baju bayi, popok, kosmetik bayi, buku-buku, dan alat tulis. Jika saya suka menggendong ransel di belakang, saya juga menggendong anak di depan. Betapa ringan hidup saya jika saya memiliki Asuspro B8230.

Baterai tahan lama

Baterai dapat menyalakan laptop sampai 8 jam. Baterai Li-Polymer 3 cell 49W yang dipakai di laptop ini bisa dilepas.

MIL-Spec tested

Notebook ini Lulus Uji Melebihi Standar Militer US MIL-STD 810G. Tahan banting, jika jatuh masih baik-baik saja. Tahan tekanan lebih besar 200% dibanding notebook biasa.

Fullsized backlit keyboard + Spill Resistant

Memungkinkan kita mengetik dalam gelap sekalipun, karena keyboardnya akan terang. Keyboardnya juga tahan cipratan air. Nah, ini nih kalau ketumpahan air, laptop ini masih baik-baik saja. Cepat-cepat di kibas-kibaskan, angin-anginkan, sudah deh aman. Gak khawatir lagi kalo suatu saat si kecil berulah.

Sumber: Asus.com

RAM DDR 4

Penggunaan RAM DDR4 4GB memory memungkinkan agar tidak mudah crash saat pamakaian berbagai aplikasi. Dengan demikian performa laptop semakin cepat.

Bisa dibuka 180′

Desainnya sangat stylish. Kalau laptop lama saya bisa terbuka sekitar 145 derajat saja, ASUSPRO B8230 bisa terbuka sampai 180 derajat. Kayak memeluk buku besar gitu. Buat presentasi ke rekan kerja juga nyaman.

Super Aman Untuk Bisnis

ASUSPRO B8230 dilengkapi dengan Trusted Platform Module (TPM), yaitu chip hardware yang terintegrasi pada motherboard untuk mengenkripsi data sehingga mengurangi risiko membaca password tanpa izin dan enkripsi kunci untuk data sensitif. Kalau kemanan berlapis seperti ini kan, menjalankan aplikasi bisa lebih aman, bisa bertransaksi dan berkomunikasi dengan leluasa dan terjaga kepercayaannya. Selain itu terdapat juga fitur fingerprint dan Smart Card Reader.

Jadi, kalau kamu pebisnis merangkap blogger seperti saya yang sering berkreasi menciptakan konten kreatif digital seperti video, animasi, infografis sudah sepantasnya melirik ASUSPRO B8230 sebagai pendukung kerja. Hasil karya profesional, laptop yang dipakai juga profesional.

Ketika saya memeluk ASUSPRO B8230 yang terbuka 180′. Tampak body yang kokoh dan solid (foto paling kiri bawah), sangat jauh berbeda dengan laptop lama saya yang ujungnya penyok (foto paling kanan atas).

asus intel

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.

Investasi Syariah Untuk Mewujudkan Mimpi Mencerdaskan Bangsa Sedari Dini

Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Sebagai ibu yang baru punya anak pertama kali dulu, tentunya saya hanya bisa memberi nutrisi bayi saya apa adanya. Artinya bisa disusui alhamdulillah, ASI tidak bisa keluar ya sudah, ganti saja dengan susu lain. Waktu itu saya menganggap ASI saya sangat sedikit. Pasti saya tidak sendirian. Minimnya ilmu tentang ASI pasti juga dialami ibu lainnya di Indonesia. Buktinya, persentase bayi yang diberi ASI eksklusif di Indonesia cuma 32%.

Tidak perlu jauh-jauh membahas angka. Tetangga sekitar rumah sudah jadi tradisinya memberi bayinya makanan padat seperti bubur pisang. Bahkan ketika anak mereka meninggal pun tidak ada kapoknya. Mereka tetap memberi bubur pada bayi-bayi selanjutnya. Ya, mungkin mereka menganggap itu sudah takdir, mereka tidak tahu penyebab kematian bayinya adalah lambung yang belia tidak siap untuk menerima makanan padat.

Pengalaman awam mengenai masalah menyusui memacu saya untuk lebih belajar lagi. Saya tidak mau gagal untuk anak kedua. Selain itu, saya sangat prihatin dan iba terhadap bayi-bayi lain yang tidak disusui secara eksklusif. Sayang sekali rasanya. Mengapa? Sederhana saja, ASI bukan sekedar minuman pereda haus. Kolostrum yang diproduksi di hari-hari pertama dan ASI yang diproduksi di hari-hari selanjutnya adalah cairan emas yang meningkatkan imunitas bayi, mengurangi risiko kematiannya, juga menjaga IQ-nya. Dengan demikian otak senantiasa cerdas. Inilah langkah pertama agar anak Indonesia cerdas. Cerdaskan calon ilmuwan kita dengan menjaga asupannya di hari-hari pertama kehidupannya. Apalagi kalau bukan dengan ASI. Hanya ASI selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan sampai 2 tahun.

Akhirnya saya pun mengikuti sertifikasi pelatihan konselor menyusui. Harapan saya, saya bisa membantu masalah ibu lain, terutama di sekitar saya. Ternyata masalah ASI bukan hanya ASI sedikit. Kurangnya dukungan keluarga, keistimewaan pada bayi dan ibu, ASI terlalu banyak, kurang pengetahuan cara menyusui juga merupakan masalah dalam menyusui. Masalah terbanyak yang dihadapi ibu adalah posisi dan perlekatan bayi saat menyusu yang belum tepat. Jika masalah posisi dan perlekatan ini tidak tepat, juga memengaruhi keluarnya ASI.

Saat ini saya mengadakan konseling one by one. Tatap muka satu per satu. Tentunya dengan metode ini sedikit sekali ibu yang terdidik masalah ASI. Saya masih ingin memiliki sebuah lactation center, yaitu sejenis klinik laktasi. Di sana ibu-ibu di kampung saya bisa belajar mengenai ASI sebelum bayinya lahir, konsultasi kesulitan dan masalah yang dihadapi selama menyusui. Setidaknya ini impian saya 10 tahun lagi.

Mengapa selama itu membangun impian? Pastinya karena masalah finansial. Saat ini kondisi keuangan saya masih sangat tidak memadai sebagai modal mendirikan klinik. Untuk mencapainya saya perlu banyak menabung.

Saya juga mendapat informasi tentang investasi. Investasi bisa dijadikan alat untuk mencapai kesejahteraan finansial. Investasi itu beragam, ada investasi properti yang butuh modal besar, investasi emas yang juga butuh modal tak sedikit, adapula investasi kecil yang menjanjikan hasil berlipat ganda dalam waktu singkat. Hati-hati memilih jenis investasi yang terakhir, karena biasanya ini adalah ciri-ciri investasi bodong.

Saya sebagai muslim, sudah tentu juga berhati-hati memilih mana investasi yang tidak diperbolehkan dalam agama, dan mana investasi yang halal. Dan, sebagai pribadi yang masih “newbie” dalam menanam uang tentunya saya lebih suka investasi kecil, hasilnya lumayan, aman, risikonya minim. Pasti semua orang ingin uangnya aman bukan?

Kabarnya, berinvestasi pasar modal syariah tidak membutuhkan uang yang besar. Cukup dengan Rp. 100.000 saja kita sudah dapat berinvestasi. Saya pun mempelajari tentang pasar modal syariah ini. Siapa tahu, nanti 10 tahun lagi impian saya terwujud. Lactation Center yang membantu para ibu menyusui. Dengan demikian, anak bangsa Indonesia bisa cerdas sedari dini karena ASI.

Pasar Modal Syariah

Apa yang terbayangkan ketika kita mendengar kata PASAR? Pasar adalah tempat yang menjual barang kebutuhan, biasanya tempatnya kumuh. Memang tidak semua pasar seperti itu. Namun yang jelas di dalam pasar ada pengelola pasar, transaksi jual beli, barang yang diperdagangkan, pembeli, dan penjual. Begitu juga dengan pasar modal. Dalam pasar modal juga ada pengelola pasar, barang, pembeli, dan penjual namun dengan istilah yang berbeda. Mudahnya seperti skema berikut.

  • Barang yang diperdagangkan: Efek
  • Pembeli: Investor
  • Penjual: Emiten
  • Pengelola: misalnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Lalu apa bedanya pasar modal syariah dan non syariah?

Sebenarnya Pasar Modal Syariah bisa dijalankan tanpa memandang agama. Muslim atau bukan, ras apapun, suku apa saja bisa menjalankannya. Hanya saja Pasar Modal Syariah memiliki konsep yang sesuai dengan keuangan syariah, sehingga lebih tenteram bagi muslim untuk memanfaatkannya. Intinya dalam transaksinya Pasar Modal Syariah ini bebas dari:

  • Gharar, yaitu akad yang tidak pasti tentang penyerahan, kualitas, atau jumlah yang diperjualbelikan.
  • Riba, yaitu ada tambahan dalam transaksi jual belinya, misalnya tambahan atas pokok utang dengan imbalan penangguhan pembayaran secara mutlak.
  • Maisir, yaitu ada hal perjudian dan pertaruhan. Yang menang mendapat uang dari hasil taruhan, yang kalah akan kehilangan uang taruhannya.
  • Risywah, yaitu pemberian untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan membenarkan yang salah (bathil).
  • Maksiat dan zalim, yaitu perbuatan yang dilarang syariat Islam, merugikan orang lain, mengambil hak orang lain.

Produk dan Layanan Pasar Modal Syariah

Produk Pasar Modal Syariah seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah Efek. Efek yang diperjualbelikan adalah efek syariah. Jenisnya ada banyak misalnya:

Efek Syariah Saham

Saham bisa disebut syariah jika perusahaan penerbitnya adalah perusahaan syariah atau perusahaan yang tidak menyatakan sebagai perusahaan syariah tetapi memenuhi kriteria syariah. Di Indonesia, investasi pada saham syariah terwujud dengan adanya indeks syariah yang diwakili oleh Jakarta Islamic Index. Indeks ini merupakan gabungan 30 saham yang sudah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI, PT Bursa Efek Jakarta saat itu, dan PT Danareksa Invesment Management.

Screening Saham Syariah Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK.
Screening Saham Syariah
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Sukuk

Sukuk sering disamakan dengan obligasi maupun obligasi syariah. Namun, sebenarnya arti sukuk adalah jenis efek syariah berupa sertifikat investasi. Investor dari sukuk akan mendapatkan keuntungan sebagai bagian tak terpisahkan dari aset yang melandasi sukuk itu (underlying asset).

Perbedaan sukuk dan obligasi
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Reksa Dana Syariah

Reksa dana sering kita dengar. Inilah yang bisa kita manfaatkan bahkan sebagai orang awan sekalipun. Mengapa? Karena biayanya terjangkau. Kita bisa berinvestasi mulai Rp. 100.000 Hasilnya pun optimal dalam jangka panjang. Misalnya 10 tahun. Investasi reksa dana syariah ini tergolong mudah karena kita tidak perlu memantau terus menerus. Manajer investasi sudah melakukan pemantauannya. Hasil investasi dapat kita cairkan sewaktu-waktu. Legalitasnya terjamin karena diawasi oleh OJK dan dikelola Manajer Investasi yang memperoleh izin dari OJK.

Mekanisme kegiatan reksa dana syariah
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Ada kalanya portfolio reksa dana syariah tidak memenuhi kriteria syariah (ada unsur non halal)  karena kesengajaan Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK) maupun karena ketidak sengajaan. Tenang, jangan khawatir. Inilah keistimewaan reksa dana syariah. Dalam reksa dana syariah terdapat mekanisme pembersihan dari kekayaan non halal. Manajer investasi harus segera menjual efek non halal tersebut paling lambat 10 hari kerja.

Pembersihan reksa dana syariah
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Efek Beragun Aset Syariah

Efek beragun syariah ini terdiri dari aset keuangan berupa piutang pembiayaan atau aset keuangan lainnya. Tentu saja akad dan cara mengelolanya sesuai dengan prinsip syariah di dalam pasar modal.

Adapun layanan Pasar Modal Syariah bisa berupa Sistem Online Trading Syariah, Bank kustodian yang memberi jasa kustodian syariah, serta wali amanat yang memberi jasa penerbitan sukuk.

Investasi Pilihan Saya

Bagi saya yang awam, saya memilih investasi yang mudah, yaitu reksa dana syariah. Eh, tapi reksa dana syariah ini juga ada berbagai jenis lho. Ada yang risikonya rendah, hasilnya juga rendah. Ada pula yang risiko tinggi tapi hasilnya besar pula. Sebagian contoh kecilnyanya sebagai berikut:

  1. Reksa Dana Syariah Pasar Uang: hanya melakukan investasi di instrumen pasar uang syariah dalam negeri atau efek berpendapatan tetap. Jangka waktunya singkat hanya 1 tahun. Biasanya efek yang tergolong kategori ini adalah deposito, SBI, obligasi, dan efek utang lainnya.
  2. Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap: melakukan investasi minimal 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap. Reksa dana jenis ini memiliki risiko lebih basar dibanding reksa dana pasar uang. Investasi ini adalah untuk jangka panjang. Di Indonesia, lebih banyak memanfaatkan instrumen obligasi sebagai bagian terbesar investasinya.
  3. Reksa Dana Syariah Campuran: melakukan investasi pada efek syariah ekuitas, efek syariah berpendapatan tetap, atau pasar uang dalam negeri. Porsi alokasinya lebih fleksibel.
  4. Reksa Dana Syariah Saham: melakukan investasi 80% dari dana yang dikelola pada efek ekuitas dan 20% pada instrumen lainnya. Reksa dana ini risikonya paling tinggi dibanding reksa dana lain, tapi returnnya juga lebih tinggi.
Risiko reksa dana syariah
Semakin besar return semakin besar pula risikonya. Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Saya pernah bertanya, apakah uang kita bakal hilang kalau investasi kita lost? Konsultan yang saya temui saat itu berkata bahwa investasi kita akan aman. Lihat saja di mana dana kita akan diinvestasikan. Contohnya adalah PLN yang merupakan salah satu perusahaan dengan kepemilikan terbesar dari dana yang kita investasikan berupa sukuk. Jika PLN bangkrut, berarti tidak ada listrik dong di Indonesia? Dan hal itu kemungkinannya sangatlah kecil, bahkan hampir tidak mungkin.

20160626_223852
Jenis-jenis reksa dana syariah yang ditawarkan Manajer Investasi lokal di Indonesia. Sumber: Dok. pribadi.

Setelah menimbang-nimbang risiko dan jangka waktu investasi akhirnya saya mantab memilih Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap dari suatu Manajer Investasi yang merupakan anak perusahaan sekuritas bank terkemuka di Indonesia. Dimulai dari dana awal 100 ribu rupiah yang dapat ditop up (ditambah) kapanpun. Semoga 10 tahun lagi saya bisa mewujudkan impian saya membangun Lactation Center. Doakan, ya!

Memilih Tabungan Haji Terbaik

“Assalamualaikum. Ma, mau berangkat haji ga?” Tanya papa tiba-tiba pada mama melalui telepon.

Mama harus menjawab saat itu juga. Berani iya atau tidak karena belum siap. Waktu bicara pun tidak boleh lama-lama karena tarif telepon akan menjadi sangat mahal. Mama dituntut menjawab saat itu juga tanpa pikir panjang. Akhirnya antara bahagia dan tidak siap meninggalkan anak-anaknya yang masih sekolah, mama menjawab iya.

Begitulah sistem komunikasi antara dua sejoli yang terpisah jarak antar pulau. Dan hanya bisa melalui telepon. Persiapan yang dilakukan secara mendadak untuk berangkat haji segera dilakukan.

Enam bulan kemudian, lautan manusia di tengah lapangan itu juga menjadi lautan tangis. Suasana mengharukan tercipta antara para calon jamaah haji dan keluarga yang ditinggalkan. Air mata di pelupuk mataku juga ingin keluar. Walau kutahan akhirnya tumpah juga. Aku memikirkan bagaimana kehidupanku tanpa orang tua.

***

Itulah gambaran tentang haji pada tahun 1997. Begitu mudahnya berangkat haji jika sudah mampu. Daftar, ikuti proses, langsung dapat porsi, persiapkan segala sesuatunya. Tanpa antrian panjang. Tanpa antrian bertahun-tahun.

Sangat berbeda dengan proses pendaftaran haji zaman sekarang. Atas izin Allah, saya diberi kemudahan rezeki untuk mendaftar haji di tahun 2015. Itupun saya paksa-paksakan karena sudah mendengar isu bahwa haji sekarang masa tunggunya minimal 8-10 tahun. Saya pikir mendaftar haji sekarang, hajinya tidak akan lama, sehingga dulu saya berat sekali mendaftar. Karena kan anak saya juga masih bayi dan balita. Bagaimana kalau saya tinggal nanti? Ternyata saat mendaftar saya diberi tahu, bahwa saya mendapat porsi haji di tahun 2032. Itu artinya saya baru akan bisa naik haji 17 tahun lagi!

Wow! Saya takjub sekali. Jika 17 tahun lagi dan insya Allah semua sehat. Berarti anak saya nanti sudah baligh, bukan balita lagi. Saya pun jadi kepikiran, bagaimana jika saya daftarkan saja anak-anak saya untuk haji, siapa tahu bisa berangkat bersama-sama. Eits, tunggu dulu, kondisi keuangan kami belum mampu untuk mendaftar porsi.

Sehingga saya pun tidak begitu ambisius untuk berangkat haji bersama anak kami. Hingga pada suatu ketika, saya mendapat wawasan bahwa mindset berhaji jika mampu itu salah. Yang lebih tepat adalah dicoba dulu mampu atau tidak. Artinya kita harus mengusahakannya. Saya pun kembali berambisi, mengingat antrian haji yang begitu panjang.

Mindset Haji Umroh
Mindset Ibadah ke Baitullah

Untungnya, saya mendapat info bahwa tabungan haji itu tidak harus langsung daftar porsi. Pertama saya pikir, kita harus punya uang sekitar 25 juta rupiah kemudian kita setorkan ke bank sebagai setoran awal membuka tabungan haji. Ya ampun, betapa malunya saya, sudah pernah mendaftar tapi tidak mengerti betul arti tabungan haji. Saya pun kemudian mempelajari lebih dalam tentang tabungan haji khususnya tabungan haji syariah.

Tabungan Haji Syariah

Jika kita punya niat atau merencanakan hendak berhaji, setidaknya menabung dulu dengan membuka tabungan haji. Kita tidak wajib langsung mengambil porsi. Untuk mengambil porsi haji dibutuhkan setoran sebesar 25 juta rupiah. Jika kita belum cukup punya uang sebesar itu maka cukuplah memulai semampu kita asal memenuhi syarat yang bank minta. Misalnya setoran awal berapa, setoran selanjutnya berapa, kelengkapan administrasinya. Barulah setelah uang kita di tabungan haji cukup untuk mengambil porsi, kita bisa urus pendaftarannya ke SISKOHAT Kementerian Agama.

Jadi dalam tabungan haji, kita sebagai nasabah akan menabung sekian rupiah sebagai setoran awal. Selanjutnya kita menyetor dengan jumlah tetap per bulannya. Atau berapa pun yang kita punya saat kita ada rezeki. Setoran terus berlanjut sampai kita mencapai target dana untuk mendaftar haji. Saat ini (tahun 2016) dibutuhkan dana sekitar Rp. 25 juta untuk mendaftar porsi. Dana yang telah ditabung tidak bisa diambil seperti pada tabungan biasa sampai jatuh tempo karena hanya bisa dipakai untuk berhaji.

Oh ya, agar hati tenteram sebaiknya kita memilih tabungan haji syariah. Memang tujuannya sama untuk berhaji. Hanya saja tabungan haji masih memakai sistem bunga karena ditabung di bank konvensional. Sedangkan Tabungan Haji Syariah bebas bunga karena memiliki prinsip syariah. Biasanya produk tabungan haji syariah ada yang berdasarkan akad wadiah dan ada pula yang berakad mudharabah muthlaqah.

  • Tabungan Haji Syariah dengan akad wadiah, adalah titipan murni yang harus dijaga (oleh bank) dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.
  • Tabungan Haji Syariah dengan akad Mudharabah Muthlaqah, adalah tabungan yang memberikan keleluasaan bagi bank syariah dalam menggunakan dana nasabah. Bank Syariah bebas akan memakai akad apa untuk menyalurkan pembiayaan, kepada siapa pembiayaan itu diberikan, dan usaha seperti apa yang harus dibiayai.

Umumnya, syarat untuk membuka tabungan haji syariah, nasabah harus berusia minimal 17 tahun. Namun ternyata, ada beberapa bank yang membolehkan nasabah cilik menyimpan uang di tabungan haji. Nah, ini yang saya incar. Tujuannya kan agar anak saya bisa berangkat bareng saya atau setidaknya tidak lama setelah saya berangkat haji nanti.

Saya akan membandingkan tiga bank syariah yang memiliki layanan tabungan haji dan bisa dibukakan untuk anak. Mengapa saya pilih 3 bank tersebut? Yang pertama karena lokasinya sangat dekat dengan rumah saya. Dan tiga bank itu adalah bank syariah terkenal. Yang pertama adalah bank BRI Syariah, yang kedua adalah bank U (bukan inisial sebenarnya), dan ketiga adalah bank H (bukan inisial sebenarnya).

Akad

Bank BRI Syariah memakai akad mudharabah. Begitu pula dengan bank H. Sedangkan bank U memakai akad wadiah.

Setoran Awal

Bank BRI Syariah menyaratkan setoran awal sekecil Rp. 50.000. Bank U setoran awalnya sama Rp. 50.000. Sedangkan Bank H sebesar Rp. 100.000.

Setoran selanjutnya

Setoran selanjutnya pada Bank BRI Syariah minimal Rp. 10.000. Dan tidak harus setiap bulan menabung. Kapan pun kita punya rezeki, kita bisa menabung.

Bank H menyatakan setoran selanjutnya harus Rp. 100.000. Sedangkan Bank U setoran selanjutnya bebas berapapun jumlahnya.

Biaya administrasi

Ketiga bank syariah yang saya bandingkan, yaitu bank BRI Syariah, Bank U, dan Bank H tidak mengenakan biaya administrasi.

Online dengan SISKOHAT

Fitur online dengan SISKOHAT ini penting untuk mengetahui kepastian porsi keberangkatan haji kita. Ketiga bank syariah yang saya bandingkan (BRI Syariah, Bank H, dan Bank U) sudah online dengan SISKOHAT.

Zakat

Karena ceritanya kita ini menabung walau dengan target dana tertentu, kita akan menerima bagi hasil atau nisbah. Jadi sebutannya bukan bunga ya. Dan bunga dengan nisbah ini pun berbeda.

Dana nasabah yang terkumpul di bank syariah akan disalurkan (investasi) pada kegiatan ekonomi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dari kerja bank tersebut, tentunya akan diperoleh keuntungan. Nah, keuntungan itu akan dibagi dengan kita sebagai nasabahnya. Dari bagi hasil yang kita peroleh tentunya kan ada kewajiban zakat bagi kita. Bank BRI syariah menyediakan fitur zakat otomatis. Jadi, kita bisa memilih sekaligus potong zakat atau tidak, jika kita menabung di tabungan haji BRIS.

Jika saya bandingkan dengan Bank H dan Bank U, mereka belum memiliki potong zakat otomatis untuk nasabah tabungan hajinya.

Fitur khusus: Gratis asuransi jiwa dan kecelakaan

Tabungan Haji BRI Syariah menyediakan bonus gratis asuransi jiwa dan kecelakaan. Fitur khusus ini tidak terdapat pada Bank H dan Bank U.

Dilihat dari keringanan setoran dan keistimewaan fiturnya, sepertinya saya lebih memilih untuk menabung tabungan haji anak-anak saya di BRI Syariah ya.

Saya langsung mendatangi untuk mendaftarkan tabungan haji untuk anak-anak. Oh ya, jangan lupa cari info persyaratan apa saja yang diperlukan biar tidak bolak-balik. Browsing kan bisa, sebelum datang langsung. Jadi saya cukup menyiapkan:

  • KTP
  • NPWP, karena saya tidak punya, saya mengisi form pernyataan tidak memiliki NPWP
  • Akta Kelahiran Anak
  • Kartu Keluarga
  • Surat Keterangan Domisili, karena saya bukan penduduk asli kota yang saya tinggali. Jika KTP sama dengan tempat tinggal maka tidak perlu menyertakan surat ini.
Proses Pengisian Form Aplikasi Tabungan Haji BRI Syariah
Proses Pengisian Form Aplikasi Tabungan Haji BRI Syariah

Apakah BRI Syariah Aman dan Sesuai Syariah?

Itulah pertanyaan saya yang terakhir sebelum pergi ke bank BRI Syariah untuk membuka Tabungan Haji. Pertanyaan saya pun terjawab dengan mengulik info lebih dalam dari bank ini. BRI Syariah ternyata sudah sejak lama berdiri bahkan sebelum saya lahir. Pada tahun 1969 berdirilah Bank Jasa Arta yang menjadi cikal bakal BRI Syariah.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., mengakuisisi Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. Pada tanggal 17 November 2008 PT. Bank BRISyariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRISyariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. Sekarang Bank BRISyariah menjadi bank syariah ketiga terbesar yang dinilai berdasarkan aset.

Sebagaimana bank syariah pada umumnya, BRI Syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Seluruh produk BRI Syariah termasuk Tabungan Haji Syariah sudah mendapat izin secara sah dari DPS. Sehingga tabungan kita aman dan hati kita tenteram karena Tabungan Haji BRISyariah memberi keberkahan karena pengelolaan dananya sesuai syariah. Insya Allah ibadah haji kita nanti sempurna dengan tabungan yang sesuai syariah.

Sekarang saya tinggal menghitung berapa dana yang harus ditabung agar dalam 5 tahun anak-anak saya sudah bisa mendapat porsi keberangkatan haji. Jika dibutuhkan sekitar Rp. 25.000.000, maka dibagi (12 bulan x 5 tahun). Diperoleh hasil pembulatan Rp. 417.000. Wah, masih terlalu besar ya. Baiklah, saya sepertinya tidak terlalu ngoyo. Yang penting setiap bulannya saya akan menyisihkan rezeki untuk ditabung di Tabungan Haji BRISyariah anak-anak saya.

Menjalin Benang Merah Antara Good News dan KOPI

Being A writer

Menulis merupakan hal yang saya sukai. Menulis dan buku tak bisa dipisahkan. Di mana kita menulis ide di kepala sebelum datangnya era digital ini? Pada lembaran-lembaran kertas yang menyatu dalam sebuah buku bukan?

Saat kecil dulu saya sungguh penyuka buku, bahkan saya memulainya dari balita. Setiap ada buku atau majalah baru, saya ciumi. Saya suka baunya. Harumnya kertas itu membuat candu. Kemudian saya corat-coret buku baru tersebut. Tak ketinggalan kegiatan sobek-sobek dan gunting-gunting. Itu karena saya adalah balita maniak buku sebelum bisa membaca.

Semakin dewasa, beralihlah saya dari pikiran sobek-menyobek dan mencoreti buku. Saya mulai ada keinginan menjadi penulis, karena kesukaan saya membaca, saya ingin menjadi seperti penulis di buku-buku fiksi yang saya baca.

Ada saja yang menghalangi saya merangkai ide menjadi sebuah buku. Entah itu kesibukan saat menjadi mahasiswa, ikut suatu pelatihan, acara ini, itu. Sampai saya mengenal dunia blogging. Setiap ada ide, saya tuangkan di blog saya. Saya menulis tentang Food science dan Kesehatan. Semakin tertundalah penulisan buku yang ingin saya wujudkan.

Jilbab Bukan Jilboob dan Perisai Segala Penyakit

Akhirnya jodoh bertemu juga. Impian saya terwujud di tengah-tengah kesibukan saya mengurus anak dan membesarkan bisnis. Debut buku saya adalah Jilbab Bukan Jilboob (Gramedia) pada tahun 2014. Lalu menyusul buku saya yang kedua Perisai Segala Penyakit (Elex Media) yang terbit pada tahun yang sama. Insya Allah akan terbit buku saya yang lain dengan genre lain lagi: Tentang branding dalam bisnis.

Life Style Blogger

Dari rentang waktu setelah tahun 2011 Sampai buku saya terbit, saya lumayan rajin update blog dengan niche yang berbeda dengan sewaktu saya kuliah. Saya sempat membuat blog dengan niche kesehatan ibu dan anak. Namun, semakin sering saya blog walking, saya pun tak jarang melihat blog yang isinya tentang kehidupan sehari-hari, blog gado-gado, dan memiliki sudut pandang “aku”. Blog itu disebut bergenre “life style“. Saya pun menjadi tertarik untuk bikin blog seperti itu juga. Ah, itu kan juga bisa jadi personal branding saya sebagai penulis. Lihat penulis favorit saya waktu jaman SMP: Asma Nadia. Beliau punya blog, kan di www.asmanadia.net?

Jadilah baru tahun 2015, saya pilih domain dan hosting pribadi untuk www.lipartic.com. Isinya beragam sesuai passion dan profesi saya. Ada kategori artikel yang membahas tentang ibu dan bayi, kelahiran, laktasi, sampai kesehatan. Karena saya pun suka travelling by mood, saya pun menulis tentang perjalanan. Ehm, well, mungkin lebih tepatnya liburan. Kata Rangga dalam AADC2 liburan dan travelling itu berbeda. Liburan lebih terjadwal, kita sudah punya rencana mau ngapain aja. Sedangkan travelling, yang penting adalah pengalaman and the journey.

Good News

Siapa yang tak suka good news? Pasti setiap orang lebih tertarik untuk menerima berita yang positif, kabar yang baik. Ciri-ciri dari good news adalah jauh dari rumor, kasak-kusuk, berita buruk, dan yang jelas good news itu menyenangkan hati. Mungkin saat ini sedang tren bad news is good news. Berita-berita tentang sesuatu yang memiliki sisi buruk menjadi layak diperbincangkan, dan melupakan begitu saja tentang sisi baiknya. Mari budayakan good news is a good news too. Jadi, kenapa tidak kita menyenangkan pembaca blog kita dengan kabar-kabar baik, terutama yang pernah kita alami sendiri.

Saya pun berceloteh tentang berita-berita baik di blog saya di sini. Even-even seru, ilmu-ilmu baru yang memang nyata dan baik untuk semua orang tak ragu saya tuliskan di blog ini.

KOPI yang unik

Kopi bukanlah minuman bukan juga komunitas. KOPI merupakan koalisi. Menurut KBBI, koalisi adalah kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen. Mirip definisi tersebut, KOPI adalah sinergi antara bloggers dan jurnalis. KOPI merupakan kependekan dari Koalisi Pesona Indonesia. Memakai kata Pesona, berarti KOPI sangat cinta Indonesia dan mempromosikan kabar baik karya anak bangsa.

Gala Premiere MARS Sumber: Twitter @KOPIkabarindo

KOPI memang masih tergolong baru. Umurnya hampir setahun. Koalisi unik ini digagas oleh Fachrul Muchsen yang merupakan pimpinan redaksi Kabarindo.com. Tahun kemarin, tepatnya 26 November 2015 KOPI resmi dideklarasikan di Hotel Oria Jakarta Pusat. Sebanyak 15 blogger dan 18 jurnalis media online ikut menandatangani deklarasi KOPI. Kerennya, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Dr.H.M.Iqbal Alamsjah,MA, Ketua ASITA (Association Of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Asnawi dan pemilik El John Group Johnnie Sugiarto juga ikut menandatangani lho. Penasaran isinya? Cuma 3 butir, tapi cukup visioner.

Kami, jurnalis dan blogger dibawah naungan AJOIN (Aliansi jurnalis Online Indonesia) dan Kabarindo Utama tanpa syarat dan ikatan apapun berkoalisi untuk

1.Peduli merah putih dengan turut serta berperan aktif menginformasikan dunia pariwisata,perfilman,budaya,musik,fashion dan kuliner Indonesia yang berbasis good news.

2. Mengedepankan informasi positif mengenai pesona Indonesia untuk dunia.

3. Berupaya jadi saksi pertama kreativitas anak negeri dan akan mengapresiasi dalam bentuk tulisan persembahan untuk bangsa dan dunia

Sebentar lagi, November nanti, KOPI akan berumur 1 tahun. Wah, saya jadi penasaran bagaimana serunya blogger dan jurnalis perwakilan KOPI dari berbagai penjuru daerah akan bersatu. Bersatu di satu acara Pesta KOPI. Semoga KOPI makin bermanfaat untuk mengeksiskan KOPIERS dan Indonesia!

 

Sarasehan: Sahkan RUU Kepalangmerahan. Sumber: Twitter @kopikabarindo

 

Kue Lumpur

Kenangan saat kecil semakin tua, semakin banyak yang terhapus. Kecuali kenangan yang sangat mengesankan. Setelah dewasa, aku menjadi heran, kok bisa ya aku bertingkah seperti itu. Masa kecil memang penuh khayalan dan ide aktivitas timbul dengan sendirinya. Oleh karena itu, jika punya anak kecil ada tingkahnya yang salah sedikit tak usahlah kita terbawa emosi.

Anak kecil jangan dipukul. Juga jangan dimarahi. Tetapi sebaiknya diluruskan jika adabnya salah. Seperti kisah Umar bin Abu Salamah r.a

Semasa kecil, ketika aku berada dalam pangkuan Rasulullah, aku sering berganti-ganti tangan dalam memegangi mangkuk. Melihat itu, beliau menegurku, “Hai anak, bacalah basmalah. Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang terdekat denganmu.” Semenjak itu, aku selalu demikian ketika makan. (Muttafaqun ‘Alaih)

Inilah kisah kecilku yang tak pernah dimarahi orang tua. Mungkin saking konyolnya.

1. Kue ‘lumpur’

Ini cerita ketika SD. Saat itu menjelang hari raya Idul Fitri. Eyang uti selalu membuat kue kering sendiri dengan oven tangkringnya. Aku pun memperhatikan bagaimana adonan digilas, dicetak, dan disapukan kuning telur.

Kemudian aku ingin mencoba membuat kue juga. Kuambil satu cetakan kue. Kukumpulkan tanah yang agak basah dengan tanganku. Aku membuatnya rata pula dengan tanganku dan kumasukkan ke dalam cetakan. Aku menyempilkan kue tanah buatanku itu ke dalam loyang yang hendak dioven. Entah loyang mana yang terkontaminasi lumpur. Yang jelas semua kue buatan eyang seperti bersih semua, hihihi.

2. Mandi sok mandiri

“Ma, aku mau mandi sendiri ya.”

“Iya boleh.”

Dengan senangnya aku jebar-jebur. Mama menyiapkan seember air besar. Karena untuk mengambil air sendiri ke bak mandi yang tingginya sekepalaku itu aku masih belum sampai. Aku masih TK usia 3 atau 4 tahun.

Setelah puas main air, lalu aku mencari sabun untuk membersihkan badanku. Aku mudah untuk mengambilnya karena sudah tergantung di paku yang ada di dekatku. Dengan yakin aku menuangkannya ke tangan. Kemudian mengoleskannya ke sekujur tubuh. Tak lama kemudian ada rasa aneh pada kulitku. Rasa yang tak biasanya. Panas! Segera kubilas tubuhki dengan air. Ternyata begitu ya rasanya mandi pakai deterjen. Bukan tak sengaja, ga tau gimana jalannya pikiranku kok waktu itu aku pengen merasakan mandi deterjen dibanding sabun mandi yang biasanya.

3. Barang baru jadi jelek

Saat kelas 1 SD aku masih berumur 5 tahun. Aku bersekolah di sekolah mbahku. Beliaulah yang menjadi kepala sekolah. Jadi kalau ada guyonan ‘Emang sekolahnya mbahmu??’ Sekolahnya mbah itu emang nyata ya hahaha.

Karena rumahku ke sekolah itu jauh dan lebih dekat dari rumah mbah, maka aku tinggal bersama mbah. Belum lama menjadi siswa baru mama mengirimkan meja belajar yang bersambung dengan rak buku dan lemari baju ke rumah mbah. Tentu senang bukan main perasaanku.

“Ini lemarinya dinamai ya.” Kata mama kepadaku. Aku pun memperhatikan cara mama menulis. Mama menuliskannya di dalam laci meja belajar lengkap dengan tanggal pembeliannya.

Setelah mama pulang. Aku ingin menuliskan namaku juga persis seperti yang mama tulis. Sret… sret.. sret.. Jadi deh. Jika mama menulis dengan spidol besar, aku menulis dengan spidol kecil. Hasilnya? Disitulah aku menyesal. Tulisanku sangaaat jelek, tidak seperti mama. Lacinya pun jadi jelek.

Mama juga menamai kotak pensilku yang bergambar The Simpsons. Tulisan yang rapi dan kecil. Mama menuliskannya di bagian dalam kotak. Aku pun tak kalah menuliskan namaku di kotak pensilku yang baru itu. Tulisanku besar-besar, mbleber kemana-mana. Ampuuun… Kotakku jadi jelek. Gambar kartunnya jadi tercoreng 🙁

4. Sobekan Tanda Cinta Buku

Sewaktu aku berumur 3 tahun, papa masih menjalankan usaha agensi majalah. Majalah yang aku suka adalah Aku Anak Soleh. Setiap majalah baru datang, aku mengeluarkannya dari amplop. Mencium-cium aromanya adalah favoritku. Kemudian tak lupa aku mencorat-coretnya. Dan ada suatu keinginan merobeknya. Kreeek. Satu sampul majalah sudah lepas dari badannya. Berahlihlah ke majalah yang masih utuh lainnya.

Tiba-tiba papa menghentikan keasyikanku ini. “Wah, jangan Li.” Lalu segera menyingkirkan majalah-majalah ke tempat yang tak bisa kujangkau. Tanpa nada marah satupun.

Mungkin jika papa marah, aku akan trauma terhadap buku. Bisa bayangkan, kan? Ladang bisnisnya dikoyak-koyak? Alhamdulillah sampai sekarang aku sangat suka buku. Aku sering bela-beli buku. Bela-beli ini maksudnya beli banyak buku, baca sekilas, geletakkan. Jarang punya waktu membaca secara mendalam, hahaha. Aku pun sudah menulis beberapa buku yang diterbitkan penerbit mayor. Jika ingat papa, beliau sangat berjasa sekali dalam mendidikku meski bertemu hanya seminggu sekali waktu aku kecil dulu. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Menurutmu, mana kenangan masa kecilku yang paling parah?

Kisah Silaturahmi Pengantar Rezeki Emas

Katanya silaturahmi itu membawa rezeki. Ternyata bukan sekadar katanya atau mitos belaka, lho. Hal ini berdasarkan riwayat hadits, salah satunya yang ini.

Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Kebetulan atau sesuatu yang dibetulkan (sudah diatur-Nya) kisahku yang satu ini karena silaturahmi atau bukan, hanya Allah yang tahu. Tentu banyak faktor, dan aku berpikir silaturahmi salah satunya.

Ketika itu, aku sedang hamil. Aku mempersiapkan persalinan sealamiah mungkin tanpa campur tangan medis jika tidak diperlukan. Oleh karenanya aku mencari bidan yang berpengalaman sekaligus dapat menjadi doula persalinan. Aku mencari bidan terdekat, dan yang paling dekat adalah bidan di kota sebelah. Jaraknya lumayan bisa 1-2 jam.

Aku memutuskan untuk home birth, melahirkan di rumah ala primitif alias zaman dulu. Trauma penanganan di rumah sakit waktu kelahiran anak pertama menjadi penyebabnya. Tapi jangan salah. Meski primitif jangan dibayangkan aku bakal bersalin seperti dengan dukun beranak. Tempat persalinan kusiapkan dengan rapi dan bersih. Segala antisipasi kedaruratan juga telah disiapkan seperti infus, mobil, juga packingan tas untuk ke rumah sakit.

Menghubungi bidan tersebut sangat susah meraih kata sepakat untuk bertemu karena jadwalnya sangat padat. Selain bekerja di rumah sakit, beliau juga menangani pasien pribadi yang ingin home birth. Akhirnya kami bertemu juga dan sepakat dengan bidan itu berbulan-bulan sebelum hari H bersalin. Aku masih menyiapkan rencana lain. Rumah sakit mana yang kutuju untuk bersalin jika bidan yang bersangkutan tidak bisa. Aku juga tak lupa memikirkan bagaimana metode mencapai rumah sakit tersebut. Tentu saja aku harus shopping, pilah-pilih dulu rumah sakit mana yang ramah ibu dan bayi. Yang mendukung persalinan normal dulu sebelum tindakan lain, yang mendukung pemberian ASI untuk bayi.

Tibalah hari H yang mana aku mulai merasakan kontraksi lembut, lalu lama-lama menjadi kuat. Berdasarkan pengalaman anak pertama, aku mulai merasakan kontraksi malam hari dan melahirkan esoknya malam hari juga. Jadi jangan terburu-buru ke rumah sakit jika kontraksi belum rapat jeda waktunya.

Kontraksi yang lembut itu dimulai tengah malam. Dan bidan yang sudah janjian denganku itu, tidak bisa menemaniku. Aku pun bersiap-siap menuju rumah sakit. Saat kontraksi menyerang aku bergerak seaktif mungkin agar kepala bayi cepat turun. Saat tidak ada kontraksi rahim aku melanjutkan packing-packing, bersih-bersih. Tak terasa 6 jam lamanya aku tak bisa tidur. Saat itu sudah jam setengah tujuh pagi. Kontraksi pun semakin kuat. Aku menahan diri untuk mengejan. Tapi dorongan itu terlalu kuat, sehingga aku dengan instingku mengejan dengan sendirinya dalam posisi merangkak. Air ketuban pecah, sepertinya kepala bayi mau nongol. Hanya saja masih kutahan sekuat tenaga. Duh, aku belum sarapan pula!

Suami langsung mencari bidan terdekat. Ternyata jaraknya hanya beberapa meter dari rumah. Beliau memeriksa tetapi tidak menerima lahiran. Beliau sudah siap dengan seragamnya untuk dinas di klinik. Untung saja belum berangkat, sehingga bisa menolongku. Dengan sigap ia meminta aku berbaring. Satu posisi yang tidak kusuka. Tapi apa daya aku tak sempat berargumen, si kecil minta segera keluar. Alhamdulillah dengan sekali mengejan, si kecil keluar dengan selamat tanpa ada masalah.

Meski tak sempat makan apa-apa, aku belum nafsu makan pada akhirnya. Tapi harus kupaksa makan kurma sebagai penambah energi. Aku yang tak pernah didulang suami, mendadak suami menjadi mau. Anugerah!

Inilah persalinan impianku yang 50%-nya keturutan. Persalinan yang nyaman di rumah, tanpa guntingan episiotomi, tanpa bius. Alhamdulillah semua dimudahkan Allah. Awalnya tak kukira akan secepat ini lahirnya, karena kuperkirakan siang atau sore baru pembukaan sempurna. Berkali-kali kuucap syukur karena banyak pihak yang membantu.

Berkah Silaturahmi

Aku teringat kejadian-kejadian sebelumnya. Satu bulan sebelum aku melahirkan banyak kejadian duka. Hal itu menjadikan banyak pelawat menemuiku, dan diakhiri kata-kata doa. Semoga lancar lahirannya. Satu bulan sebelum aku melahirkan juga merupakan momen hari raya Idul Fitri, dimana aku berkumpul bersama keluarga besar. Aku juga mengunjungi saudara-sadara dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Semua berkata, “Semoga lancar lahirannya.”

Alhamdulillah, silaturahmi menjadi pengantar rezeki. Jika ada yang menganggap emas tak ternilai harganya, maka kelahiran anak kedua ini adalah rezeki yang tak ternilai harganya bagaikan emas. Rezeki emas yang dipenuhi kemudahan.

Nonton Bareng Ketika Mas Gagah Pergi Surabaya

Betapa galaunya ketika melihat tawaran tiket gratis untuk mewakili komunitasku WOSCA (Woman Online Community Surabaya). Acara nonton bareng Ketika Mas Gagah Pergi ini diadakan oleh Suara Muslim Surabaya 93.8 FM. Masalahnya harinya bertepatan dengan long weekend. Emm. Walau aku gak ikutan berlibur ke tempat tertentu, rasanya kok sudah banyak agenda ya walau di rumah saja. Aku berpikir lagi. Kan, enak bisa dua-duaan nonton sama suami, secara nggak pernah nonton sambil pegangan tangan sekalipun, so sweeeet. Adanya tamu bintang filmnya juga memantapkanku tuk say yes!

Ketika Mas Gagah Pergi adalah film layar lebar yang diangkat dari novel karya Helvy Tiana Rosa. Temanya Islami. Full tentang dakwah. Ini novel jadul lho. Saya saja pernah mendengarnya waktu kecil tapi nggak pernah baca hahaha.

Oh ya apa yang kamu pikirkan tentang film islami? Membosankan? Ya, kebanyakan begitu bukan? Meski ada cinta-cintanya tetap saja yaaa gitu. Palsu. Tapi kita lihat saja nanti.

Hari H tiba. Minggu, 7 Februari 2015 pagi-pagi kusiapkan semua. Anak bayi pagi-pagi sudah kumandikan, tumben. Pagi-pagi pula ku memasak, tumben. Soalnya acaranya jam 9 pagi. Dan butuh 1-2 jam perjalanan untuk sampai di lokasi. Kalo nontonnya telat jadi nggak tahu alur ceritanya kan?

Sebelum mall buka, aku sudah sampai di sana. Meski lewat dari jam 9 sih. Cara masuknya gimana nih kan masih dikunci? Kita masuk lewat belakang, pakai lift barang. Liftnya tua deh. Nutupnya aja loadingnya lama hihihi. Dan akhirnya sampai juga di lobby bisokopnya. Aku menuju studio 1 dan menulis daftar hadir di sana. Aku pun kemudian duduk di kursi VIP. Pria di sebelah kanan. Wanita di sebelah kiri. Penonton yang nonton tetap diatur kesyar’iannya. Wah, gak jadi pacaran deh. Hiks.

Maafkan jika gambar kurang penting :p
Maafkan jika gambar kurang penting :p

 

Film diputar jam 09.45. Sebelumnya kita disambut oleh MC dari Suara Muslim. Ada sedikit perkenalan dengan bintangnya, Hamas Syahid, Ibundanya, dan bintang cewek yang memerankan Nadia. Kemudian Hamas mengaji sedikit ayat.

Hamas alias Mas Gagah pun berbicara tentang kesannya. Dia terharu. Menangis pula setelah membaca novelnya. Wah ini nih yang gak kusuka. Film yang yang mengharukan biasanya memang menginspirasi. Tapi jujur aku nggak suka mewek-mewekan.

scene ketika mas gagah pergi

Kata Ibunda Hamas, Yulyani, Ini adalah film syar’i yang menjaga. Tak ada sentuhan antar orang yang bukan mahramnya. Meski yang diceritakan adalah hubungan antara kakak dan adik, chemistry persaudaraan terap bisa terbangun tanpa sentuhan. Ya sih, kita tahu bahwa pria dan wanita nggak boleh bersentuhan. Tapi ini kan kakak adik? Di situlah komitmen yang dijaga oleh KMGP. Pernah kan nonton film islami belum jadi suami istri menjaga agar saling tak menyentuh. Tapi setelah sah jadi suami istri malah berpelukan. Pastinya penonton ada yang berpikir. Itu kan aslinya bukan mahram, kok main peluk-peluk aja? Jadi, KMGP keren banget bisa menjaga komitmen tanpa sentuhan antara wanita dan pria karena aslinya memang bukan mahram, meski ceritanya kakak beradik kandung.

Nobar Ketika Mas Gagah Pergi
Sedikit share tentang pembuatan KMGP

Profit untuk sosial

Film ini tidak hanya mengedukasi dan menyampaikan dakwah Islam. Pihak KMGP menargetkan 1 miliar tercapai. Keuntungan sebesar itu diperuntukkan bagi kegiatan sosial, diantaranya disumbangkan untuk Palestina, teman kita yang membutuhkan terutama di wilayah Indonesia Timur, dan untuk keperluan production house dakwah sendiri yang ke depannya akan memproduksi film-film dakwah yang syar’i.

Film Ketika Mas Gagah Pergi ini tinggal 10 layar. Setelahnya, pasti tergusur oleh film-film lain yang hantu-hantuan, esek-esek, cinta-cintaan, apalagi sekarang Februari kan? Sayang banget kalau sampai tergusur. Dan, pihak KMGP menawarkan KMGP tayang di kota-kota seluruh Indonesia selama ada bioskop. Kamu mau request? Dukung, yuk!

Film yang lucu

Aku baca di media sosial, testimoni novelnya kok pada bilang mengharukan. Sampai nangis-nangis. Ternyata isinya lucuuu abis, tapi tak lupa penuh hikmah. Meski novelnya terbitan lama, skenarionya dibuat mengikuti zaman. Banyak istilah-istilah gaul di sana. Terutama dari teman Gita yang bernama Tika. Dia sering sekali bilang “leh uga”, maksudnya boleh juga.

Yang bikin lucu itu adalah tokoh-tokoh tambahan serta tokoh yang numpang lewat. Tokoh utamanya adalah pendatang baru. Tapi ternyata banyak tokoh numpang lewat yang sudah punya nama seperti Virzha, Shireen Sungkar, Ali Syakib, Irfan Hakim, dll. Menurutku film ini kocak karena tingkah keluguan orang-orang awam yang belum mengenal Islam sepenuhnya.

Dimana Nadia?

Film dimulai dari adegan Mas Gagah yang baru datang di Ternate. Dia menuju pantai bertebing dan memotretnya dari atas tebing. Keasyikan motret, akhirnya dia tidak waspada sehingga terpeleset jatuh ke laut dan tenggelam.

Kemudian flash back lah cerita semasa kecil di Jakarta. Cerita yang dinarasikan oleh Gita, adik Gagah ini menggambarkan bahwa Gita dan Gagah sangat dekat seakan-akan soulmate. Kedekatan ini bertambah hingga dewasa. Keduanya semakin kompak. Gagah menjadi model yang super sibuk, saat Gagah bekerja pun Gita ada di sana.

Sampai kemudian, Gagah mengunjungi Ternate. Di sana dia ada keperluan kuliahnya. Nah, sepulangnya dari Ternate ini Gagah berubah drastis. Menjadi tidak seru lagi menurut Gita. Hubungan kakak adik itu tampak retak. Gitanya sih baper hehehe.

Salah satu yang nggak bikin keren pada Gagah adalah masalah jenggot Gagah. Walau ini sunnah dalam Islam, tapi Gita belum mengerti. Oh ya, aku melihat Gagah yang hijrah ini juga aneh. Jenggotnya aneh. Palsu! Hahaha. Apa karena totalitas untuk menumbuhkan jenggot tidak sempat karena kejar jadwal tayang? Atau memang nggak tumbuh? Entahlah.

Suatu ketika Gagah dan teman-teman rohisnya berpapasan dengan sekumpulan temannya yang dulu. Mereka sedang bernyanyi-nyanyi lagunya Virzha. Padahal Virzhanya sendiri ada di belakang mereka. Di antaranya ada Joshua. Joshua menegur, “Ih, kok sekarang jenggotan? Kayak itu yang bunyi mbeeeeek. Mending kumisan kayak kucing. Meong.. meong.”

Gagah tak sakit hati, dan menjawabnya seraya bercanda, “Kalau nggak punya jenggot nggak punya kumis kayak apa?”

Virzha yang berperan sebagai orang asing di belakang mereka kemudian nyeletuk menjawab dengan menirukan suara hewan, “Guk guk guk… Auuuu.”

Lucu deh aslinya hehehe.

Sebelum film dimulai tadi di depan layar ada Mas Gagah  dan Nadia diwawancarai. Film sudah berlangsung 1 jam nih. Dimana nama Nadia kok nggak muncul-muncul?

Sampai akhirnya menjelang akhir film disebutlah nama Nadia. Nadia disebut-sebut oleh Tika. Ceritanya Tika mendadak berhijab terinspirasi oleh saudaranya: Nadia. Walau tinggal di Amerika, Nadia juga memutuskan berhijab.

Inilah puncak alur cerita. Beberapa waktu kemudian ada scene-scene yang bikin emosi. Penonton dibuat penasaran bagaimana kelanjutannya. Eh, tiba-tiba kembali ke Mas Gagah tenggelam di Ternate. Kemudian tampillah cuplikan-cuplikan KMGP 2. Bersambung saudara-saudara!

Jadi, kalau penasaran sama kelanjutan cerita, dan peran Nadia seperti apa, nantikan KMGP 2 ya. Nggak sabar. Kapan tayang ya?

Film selesai, begitu keluar studio, langsung nemu semacam press conference berikut ini. Kepenuhan orang, aku foto-foto bentar. Dan, aku pun juga tak kalah pengen foto juga. Bukan foto sama bintangnya, tapi foto sendiri sama Keikei. Tapi di luar ya, karena area bioskop remang-remang, ntar hasilnya jelek. Hihihi.

 20160207_12021220160210_184536

sinopsis ketika mas gagah pergi
Keikei heran bunda maksa banget cari spot terang buat foto karena di bioskop gelap. Katanya eman kalo gak didokumentasi, wajahnya habis disetrika pake Elvi soalnya hahaha.

Promo domain ID Setengah Harga dan Hosting Murah

Ceritanya, saya pengen buat website baru untuk peluncuran produk baru, yaitu BSKIN. Suatu produk premium perawatan kulit wajah. Kali ini saya pengen domainnya keliatan premium dengan buntut ID. Kalau .com kan udah biasa.

Sebelum ini saya juga mempercayakan domain dan hosting lapak saya yang lain-lain pada suatu penyedia domain dan hosting asal Jogja. Lumayan banyak sih yang sudah jadi langganan, misalnya:

Oleh karena itu, kali ini larinya pun ke sana dulu sebelum membandingkan dengan yang lain.

Tentunya saya punya alasan, kenapa setia di sana. Pertama, ada layanan chatting, yang dijawab dengan cepat. Selain kecepatan, customer servicenya juga membantu masalah pelanggan, serta menjawab dengan penuh santun. Bahasanya itu, lho. EYD banget. Jadi ada salam, sapa, tidak disingkat, kalimatnya standar pelayanan. Errr, maksudnya gini. Pernah kan belanja online lewat olshop yang pemiliknya suka manggil-manggil mas, mbak, gan, bro, sist, ukh, bos? Di sana standarnya pakai kata Bapak! Lah, saya kan perempuan. Ya ga apa, ntar tinggal diedit, kan?

Setiap membuka chat, belum berkata-kata sudah disapa duluan, “Dengan Rony (bukan nama beneran), ada yang bisa dibantu?”

Selain dari segi pelayanan, yang jadi pertimbangan lain adalah harga-harganya cenderung terjangkau, fiturnya lengkap, instalasi mudah.

 

Membeli Domain

Setelah loading ke http://bit.ly/1m6d85F , mata langsung tertuju pada banner diskon domain ID. Pada awal peluncurannya, harga domain ini terbilang paling mahal. Kisaran 500 ribuan rupiah. Kalau ini diskon 50%, maka WOW! Nggak mau kehilangan kesempatan ini, saya pun langsung memproses orderan.

Di tempat lain domain .ID 500ribu pas, di sini 500 ribu kurang. Lumayan selisih, lah.

domain id

Membeli Hosting Murah

Setelah membeli domain, tak lengkap rasanya jika belum memiliki hosting. Sudah punya alamat rumah, kok rumahnya belum dibangun. Gitu, kan ya? Nah, praktisnya beli hosting mending di tempat yang sama sewaktu beli domain. Saya udah gak pusing bandingin lagi dengan yang lain. Pernah sih, membandingkan, beda fitur, beda harga, beda space, beda bandwith, subdomainnya gimana. Udah sibuk ngitung-ngitung pakai kalkulator eh jatuhnya pilihan tetap di sana. Lebih murah, prosesnya praktis.

Harga hosting mulai Rp. 1.000 per bulan. Ini cocok untuk yang baru belajar blog. Paket ini namanya idPersonal. Totalnya ada 10 paket pilihan. Yang termahal cuma Rp. 690.000/bulan. Saya sendiri pilih idPremedium. Fiturnya sudah lumayan. Semua serba unlimited sampe masalah subdomain. Kapasitas 350 MB; Bandwith 15GB. Harganya Rp. 12.500/bulan.

Tertarik kayak saya? Langsung cusss windows shopping dulu ke IDWEBHOST. Nanti hasil web yang baru pasti saya ulas. Sabar yaaaa.