Celoteh

Cara Gaptek Membuat Konten Digital Seperti Profesional

Saya adalah blogger dan pebisnis UKM, juga ibu rumah tangga. Setiap hari saya mengurus urusan rumah tangga, dan berkutat dengan laptop. Saya masih ingat, sejarah saya memilih laptop baru di tahun 2013 lalu. Ketika itu, anak saya yang masih bayi tak sengaja menumpahkan air di atas meja dan membasahi keyboard komputer. Sehingga menjadikannya tak berdaya. Alhasil saya putuskan mengganti desktop dengan laptop, karena saya pikir laptop lebih mudah dibawa kemana-mana. Pilihan saya jatuh pada ASUS. Waktu itu saya belum memikirkan masalah prosesor. Dalam pikiran saya yang penting layarnya touchscreen, sudah include Windows 8, kan jadi kelihatan keren. Dengan anggaran 3 jutaan, laptop touchscreen sudah bisa dipeluk.

Waktu itu prosesor laptop saya adalah Intel Celeron, dibandingkan dengan Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor yang sudah dilaunching akhir-akhir ini sangat jauh kelasnya. Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dalam hal clockspeed, ghz, cache dan memori support yang dapat diproses dalam satu waktu. Core i3 ditujukan untuk Entry Level, core i5 untuk mid level, sedangkan core i7 untuk High Level. Saya pengen banget nambah laptop yang punya otak Core i7, soalnya kalau dibuat rendering video, editing gambar, animasi, maupun foto nggak akan berat. Prosesnya bisa berjalan lancar jaya secara bersama-sama. Jadi hemat waktu.

Nah, ngomong-ngomong membuat konten digital, erat kaitannya dengan hal-hal yang bersifat visual. Tidak sekadar untaian kalimat dan foto saja. Hal-hal yang lucu, tidak biasa, pasti bisa menarik perhatian. Konten digital, saya pakai untuk membuat konten marketing untuk produk-produk saya, juga untuk menghias blog agar pengunjung bisa betah berlama-lama di blog saya.

Sayangnya, saya termasuk emak yang gaptek. Tidak terlalu mahir membuat konten grafis yang menarik. Misal seputar Photoshop, saya masih awam tentang bagaimana membuat efek pencahayaan lebih dramatis, fungsi dodge, burn dll. Tapi jika teknik yang mudah-mudah saya bisa menguasainya.

Meski gaptek, hasil editing konten digital yang saya buat tidak kalah dengan yang profesional. Apa kamu juga gaptek masalah editing tapi pengen bisa membuat konten digital yang menarik seperti profesional? Ini saya bocorin perangkat lunak andalan saya yang mudah editingnya. Ini dia…

Microsoft Power Point

Power Point adalah andalan saya membuat infografis dan video explainer minimalis. Kuncinya adalah fitur story board. Fitur ini tidak gratis, tapi sangat mudah untuk dipakai bahkan oleh yang gaptek sekalipun. Berikut hasil karya saya.

Infografis hasil editing memakai Power Point ini pernah saya publish sewaktu mereview ASUS ROG.
Fitur Asuspro B8230
Ini infografis dengan mengolah materi memakai story board Power Point

Sedangkan video berikut ini adalah hasil penggabungan beberapa slideshow. Tokoh animasi di situ saya buat manual dulu dengan Photoshop. Dimaklumi ya garisnya masih gak rata hihihihi. Untuk membuat video ini, harus diperhatikan animasi dan timingnya.

Adobe Photoshop

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, saya hanya tahu sedikit masalah photoshop. Biasanya saya memakai fitur penggabungan dan menghapus layer, menghapus background, menambahkan teks, crop, dan  pengaturan brightness. Untuk memperoleh ide-ide visual, biasanya saya cari gambar-gambar gratis di Google. Jangan lupa tambahkan (.PNG) pada kata kunci pencarian di Google Images. Dengan gambar berbuntut .png kita akan mudah menggabungkan layer, tanpa harus hapus background, jadi tinggal drag-drag saja. Contoh, saya mau cari gambar wortel, masukkan saja kata kunci carrot.png. Gitu.

Hasil karya Photoshop yang membanggakan. Karena Engagementnya besar saat dishare di Facebook. Mencapai 3.735 shares, 63 comments, dan 700-an likes.
Hasil karya Photoshop yang membanggakan. Karena Engagementnya besar saat dishare di Facebook. Mencapai 3.735 shares, 63 comments, dan 700-an likes.

Corel Video Studio

Software ini berguna sekali membantu editing video untuk vlog. Saya hanya bisa memotong video, memberi teks, mengisi suara, menggabungkan beberapa file. Sejujurnya saya masih terus belajar untuk menghasilkan video ala profesional. Oh ya, kadang-kadang untuk mendapat hasil akhir video, saya harus menunggu sekian waktu agar proses renderingnya selesai. Berikut ini salah satu contoh hasil editing video saya.

Bicara tentang otak laptop Core i7, yang bagus untuk kekuatan dalam mengolah grafis yang berat itu, sebenarnya saya pengen banget punya ASUSPRO B8230. Laptop ini cocok banget untuk pebisnis seperti saya karena jaminan keamanan datanya. Buat blogging juga lancar banget untuk membuat konten kreatifnya. Menjalankan perangkat lunak untuk mengedit gambar, membuat animasi 3D, mengedit video dilibas habis tanpa tersendat-sendat.

Kenapa lagi-lagi saya melirik ASUS? Karena semua laptop ASUS telah melalui berbagai rangkaian tes seperti tes jatuh, tes keyboard, tes kebisingan, tes port, dll. Saya pernah memaparkannya di sini.

ASUSPRO B8230UA

Nah, ASUSPRO B8230 ini memiliki keunggulan-keunggulan menawan seperti berikut.

Sudah tertanam Windows 10 Original

Enak banget kan beli laptop tidak usah memikirkan instalasi OS lagi. Dalam laptop ini sudah ada Windows 10-nya. Apalagi OS ini punya fitur Bitlocker. Jika kita menggunakan flashdisk atau hardisk eksternal, fitur ini membantu mengamankan data. Saat USB ditancapkan ke portnya, kita langsung diminta password sehingga tidak mudah dibaca sembarang orang.

Prosesor Intel Skylake 15W (Intel Core i3/i5/i7) Processor

Asuspro B8230 didukung dengan Intel Skylake 15 W (i3/i5/i7) processor dengan vPro (opsional) yang dapat memenuhi kebutahan saya dalam mengelola bisnis. Memorinya juga dapat ditingkatkan menjadi 20GB dibandingkan memori laptop lainnya.

Kokoh dan solid

Asuspro B8230 ini terbuat dari ProDurable carbon fiber chassis. Bukan dari plastik sehingga lebih kuat dan kokoh. Engselnya pun kuat. Saya mencoba memegang layarnya dan menggoyang-goyangkannya. Sangat aman. Jika saya bandingkan dengan laptop lama saya yang saya bawa-bawa di tas, sangat jauh. Laptop lama saya bisa penyok terkena benturan dikit.

Ukuran mininya pas

Ukuran layar sekecil 12.5 “ antiglarenya, sangat pas saya bawa-bawa. Beratnya pun cukup ringan hanya 1,3 kg. Jika ini saya bawa dalam ransel, saya masih kuat menggendong ransel saya ditambah dengan beberapa baju bayi, popok, kosmetik bayi, buku-buku, dan alat tulis. Jika saya suka menggendong ransel di belakang, saya juga menggendong anak di depan. Betapa ringan hidup saya jika saya memiliki Asuspro B8230.

Baterai tahan lama

Baterai dapat menyalakan laptop sampai 8 jam. Baterai Li-Polymer 3 cell 49W yang dipakai di laptop ini bisa dilepas.

MIL-Spec tested

Notebook ini Lulus Uji Melebihi Standar Militer US MIL-STD 810G. Tahan banting, jika jatuh masih baik-baik saja. Tahan tekanan lebih besar 200% dibanding notebook biasa.

Fullsized backlit keyboard + Spill Resistant

Memungkinkan kita mengetik dalam gelap sekalipun, karena keyboardnya akan terang. Keyboardnya juga tahan cipratan air. Nah, ini nih kalau ketumpahan air, laptop ini masih baik-baik saja. Cepat-cepat di kibas-kibaskan, angin-anginkan, sudah deh aman. Gak khawatir lagi kalo suatu saat si kecil berulah.

Sumber: Asus.com

RAM DDR 4

Penggunaan RAM DDR4 4GB memory memungkinkan agar tidak mudah crash saat pamakaian berbagai aplikasi. Dengan demikian performa laptop semakin cepat.

Bisa dibuka 180′

Desainnya sangat stylish. Kalau laptop lama saya bisa terbuka sekitar 145 derajat saja, ASUSPRO B8230 bisa terbuka sampai 180 derajat. Kayak memeluk buku besar gitu. Buat presentasi ke rekan kerja juga nyaman.

Super Aman Untuk Bisnis

ASUSPRO B8230 dilengkapi dengan Trusted Platform Module (TPM), yaitu chip hardware yang terintegrasi pada motherboard untuk mengenkripsi data sehingga mengurangi risiko membaca password tanpa izin dan enkripsi kunci untuk data sensitif. Kalau kemanan berlapis seperti ini kan, menjalankan aplikasi bisa lebih aman, bisa bertransaksi dan berkomunikasi dengan leluasa dan terjaga kepercayaannya. Selain itu terdapat juga fitur fingerprint dan Smart Card Reader.

Jadi, kalau kamu pebisnis merangkap blogger seperti saya yang sering berkreasi menciptakan konten kreatif digital seperti video, animasi, infografis sudah sepantasnya melirik ASUSPRO B8230 sebagai pendukung kerja. Hasil karya profesional, laptop yang dipakai juga profesional.

Ketika saya memeluk ASUSPRO B8230 yang terbuka 180′. Tampak body yang kokoh dan solid (foto paling kiri bawah), sangat jauh berbeda dengan laptop lama saya yang ujungnya penyok (foto paling kanan atas).

asus intel

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.

Investasi Syariah Untuk Mewujudkan Mimpi Mencerdaskan Bangsa Sedari Dini

Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Sebagai ibu yang baru punya anak pertama kali dulu, tentunya saya hanya bisa memberi nutrisi bayi saya apa adanya. Artinya bisa disusui alhamdulillah, ASI tidak bisa keluar ya sudah, ganti saja dengan susu lain. Waktu itu saya menganggap ASI saya sangat sedikit. Pasti saya tidak sendirian. Minimnya ilmu tentang ASI pasti juga dialami ibu lainnya di Indonesia. Buktinya, persentase bayi yang diberi ASI eksklusif di Indonesia cuma 32%.

Tidak perlu jauh-jauh membahas angka. Tetangga sekitar rumah sudah jadi tradisinya memberi bayinya makanan padat seperti bubur pisang. Bahkan ketika anak mereka meninggal pun tidak ada kapoknya. Mereka tetap memberi bubur pada bayi-bayi selanjutnya. Ya, mungkin mereka menganggap itu sudah takdir, mereka tidak tahu penyebab kematian bayinya adalah lambung yang belia tidak siap untuk menerima makanan padat.

Pengalaman awam mengenai masalah menyusui memacu saya untuk lebih belajar lagi. Saya tidak mau gagal untuk anak kedua. Selain itu, saya sangat prihatin dan iba terhadap bayi-bayi lain yang tidak disusui secara eksklusif. Sayang sekali rasanya. Mengapa? Sederhana saja, ASI bukan sekedar minuman pereda haus. Kolostrum yang diproduksi di hari-hari pertama dan ASI yang diproduksi di hari-hari selanjutnya adalah cairan emas yang meningkatkan imunitas bayi, mengurangi risiko kematiannya, juga menjaga IQ-nya. Dengan demikian otak senantiasa cerdas. Inilah langkah pertama agar anak Indonesia cerdas. Cerdaskan calon ilmuwan kita dengan menjaga asupannya di hari-hari pertama kehidupannya. Apalagi kalau bukan dengan ASI. Hanya ASI selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan sampai 2 tahun.

Akhirnya saya pun mengikuti sertifikasi pelatihan konselor menyusui. Harapan saya, saya bisa membantu masalah ibu lain, terutama di sekitar saya. Ternyata masalah ASI bukan hanya ASI sedikit. Kurangnya dukungan keluarga, keistimewaan pada bayi dan ibu, ASI terlalu banyak, kurang pengetahuan cara menyusui juga merupakan masalah dalam menyusui. Masalah terbanyak yang dihadapi ibu adalah posisi dan perlekatan bayi saat menyusu yang belum tepat. Jika masalah posisi dan perlekatan ini tidak tepat, juga memengaruhi keluarnya ASI.

Saat ini saya mengadakan konseling one by one. Tatap muka satu per satu. Tentunya dengan metode ini sedikit sekali ibu yang terdidik masalah ASI. Saya masih ingin memiliki sebuah lactation center, yaitu sejenis klinik laktasi. Di sana ibu-ibu di kampung saya bisa belajar mengenai ASI sebelum bayinya lahir, konsultasi kesulitan dan masalah yang dihadapi selama menyusui. Setidaknya ini impian saya 10 tahun lagi.

Mengapa selama itu membangun impian? Pastinya karena masalah finansial. Saat ini kondisi keuangan saya masih sangat tidak memadai sebagai modal mendirikan klinik. Untuk mencapainya saya perlu banyak menabung.

Saya juga mendapat informasi tentang investasi. Investasi bisa dijadikan alat untuk mencapai kesejahteraan finansial. Investasi itu beragam, ada investasi properti yang butuh modal besar, investasi emas yang juga butuh modal tak sedikit, adapula investasi kecil yang menjanjikan hasil berlipat ganda dalam waktu singkat. Hati-hati memilih jenis investasi yang terakhir, karena biasanya ini adalah ciri-ciri investasi bodong.

Saya sebagai muslim, sudah tentu juga berhati-hati memilih mana investasi yang tidak diperbolehkan dalam agama, dan mana investasi yang halal. Dan, sebagai pribadi yang masih “newbie” dalam menanam uang tentunya saya lebih suka investasi kecil, hasilnya lumayan, aman, risikonya minim. Pasti semua orang ingin uangnya aman bukan?

Kabarnya, berinvestasi pasar modal syariah tidak membutuhkan uang yang besar. Cukup dengan Rp. 100.000 saja kita sudah dapat berinvestasi. Saya pun mempelajari tentang pasar modal syariah ini. Siapa tahu, nanti 10 tahun lagi impian saya terwujud. Lactation Center yang membantu para ibu menyusui. Dengan demikian, anak bangsa Indonesia bisa cerdas sedari dini karena ASI.

Pasar Modal Syariah

Apa yang terbayangkan ketika kita mendengar kata PASAR? Pasar adalah tempat yang menjual barang kebutuhan, biasanya tempatnya kumuh. Memang tidak semua pasar seperti itu. Namun yang jelas di dalam pasar ada pengelola pasar, transaksi jual beli, barang yang diperdagangkan, pembeli, dan penjual. Begitu juga dengan pasar modal. Dalam pasar modal juga ada pengelola pasar, barang, pembeli, dan penjual namun dengan istilah yang berbeda. Mudahnya seperti skema berikut.

  • Barang yang diperdagangkan: Efek
  • Pembeli: Investor
  • Penjual: Emiten
  • Pengelola: misalnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI)

Lalu apa bedanya pasar modal syariah dan non syariah?

Sebenarnya Pasar Modal Syariah bisa dijalankan tanpa memandang agama. Muslim atau bukan, ras apapun, suku apa saja bisa menjalankannya. Hanya saja Pasar Modal Syariah memiliki konsep yang sesuai dengan keuangan syariah, sehingga lebih tenteram bagi muslim untuk memanfaatkannya. Intinya dalam transaksinya Pasar Modal Syariah ini bebas dari:

  • Gharar, yaitu akad yang tidak pasti tentang penyerahan, kualitas, atau jumlah yang diperjualbelikan.
  • Riba, yaitu ada tambahan dalam transaksi jual belinya, misalnya tambahan atas pokok utang dengan imbalan penangguhan pembayaran secara mutlak.
  • Maisir, yaitu ada hal perjudian dan pertaruhan. Yang menang mendapat uang dari hasil taruhan, yang kalah akan kehilangan uang taruhannya.
  • Risywah, yaitu pemberian untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan membenarkan yang salah (bathil).
  • Maksiat dan zalim, yaitu perbuatan yang dilarang syariat Islam, merugikan orang lain, mengambil hak orang lain.

Produk dan Layanan Pasar Modal Syariah

Produk Pasar Modal Syariah seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah Efek. Efek yang diperjualbelikan adalah efek syariah. Jenisnya ada banyak misalnya:

Efek Syariah Saham

Saham bisa disebut syariah jika perusahaan penerbitnya adalah perusahaan syariah atau perusahaan yang tidak menyatakan sebagai perusahaan syariah tetapi memenuhi kriteria syariah. Di Indonesia, investasi pada saham syariah terwujud dengan adanya indeks syariah yang diwakili oleh Jakarta Islamic Index. Indeks ini merupakan gabungan 30 saham yang sudah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI, PT Bursa Efek Jakarta saat itu, dan PT Danareksa Invesment Management.

Screening Saham Syariah Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK.
Screening Saham Syariah
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Sukuk

Sukuk sering disamakan dengan obligasi maupun obligasi syariah. Namun, sebenarnya arti sukuk adalah jenis efek syariah berupa sertifikat investasi. Investor dari sukuk akan mendapatkan keuntungan sebagai bagian tak terpisahkan dari aset yang melandasi sukuk itu (underlying asset).

Perbedaan sukuk dan obligasi
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Reksa Dana Syariah

Reksa dana sering kita dengar. Inilah yang bisa kita manfaatkan bahkan sebagai orang awan sekalipun. Mengapa? Karena biayanya terjangkau. Kita bisa berinvestasi mulai Rp. 100.000 Hasilnya pun optimal dalam jangka panjang. Misalnya 10 tahun. Investasi reksa dana syariah ini tergolong mudah karena kita tidak perlu memantau terus menerus. Manajer investasi sudah melakukan pemantauannya. Hasil investasi dapat kita cairkan sewaktu-waktu. Legalitasnya terjamin karena diawasi oleh OJK dan dikelola Manajer Investasi yang memperoleh izin dari OJK.

Mekanisme kegiatan reksa dana syariah
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Ada kalanya portfolio reksa dana syariah tidak memenuhi kriteria syariah (ada unsur non halal)  karena kesengajaan Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK) maupun karena ketidak sengajaan. Tenang, jangan khawatir. Inilah keistimewaan reksa dana syariah. Dalam reksa dana syariah terdapat mekanisme pembersihan dari kekayaan non halal. Manajer investasi harus segera menjual efek non halal tersebut paling lambat 10 hari kerja.

Pembersihan reksa dana syariah
Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Efek Beragun Aset Syariah

Efek beragun syariah ini terdiri dari aset keuangan berupa piutang pembiayaan atau aset keuangan lainnya. Tentu saja akad dan cara mengelolanya sesuai dengan prinsip syariah di dalam pasar modal.

Adapun layanan Pasar Modal Syariah bisa berupa Sistem Online Trading Syariah, Bank kustodian yang memberi jasa kustodian syariah, serta wali amanat yang memberi jasa penerbitan sukuk.

Investasi Pilihan Saya

Bagi saya yang awam, saya memilih investasi yang mudah, yaitu reksa dana syariah. Eh, tapi reksa dana syariah ini juga ada berbagai jenis lho. Ada yang risikonya rendah, hasilnya juga rendah. Ada pula yang risiko tinggi tapi hasilnya besar pula. Sebagian contoh kecilnyanya sebagai berikut:

  1. Reksa Dana Syariah Pasar Uang: hanya melakukan investasi di instrumen pasar uang syariah dalam negeri atau efek berpendapatan tetap. Jangka waktunya singkat hanya 1 tahun. Biasanya efek yang tergolong kategori ini adalah deposito, SBI, obligasi, dan efek utang lainnya.
  2. Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap: melakukan investasi minimal 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap. Reksa dana jenis ini memiliki risiko lebih basar dibanding reksa dana pasar uang. Investasi ini adalah untuk jangka panjang. Di Indonesia, lebih banyak memanfaatkan instrumen obligasi sebagai bagian terbesar investasinya.
  3. Reksa Dana Syariah Campuran: melakukan investasi pada efek syariah ekuitas, efek syariah berpendapatan tetap, atau pasar uang dalam negeri. Porsi alokasinya lebih fleksibel.
  4. Reksa Dana Syariah Saham: melakukan investasi 80% dari dana yang dikelola pada efek ekuitas dan 20% pada instrumen lainnya. Reksa dana ini risikonya paling tinggi dibanding reksa dana lain, tapi returnnya juga lebih tinggi.
Risiko reksa dana syariah
Semakin besar return semakin besar pula risikonya. Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.

Saya pernah bertanya, apakah uang kita bakal hilang kalau investasi kita lost? Konsultan yang saya temui saat itu berkata bahwa investasi kita akan aman. Lihat saja di mana dana kita akan diinvestasikan. Contohnya adalah PLN yang merupakan salah satu perusahaan dengan kepemilikan terbesar dari dana yang kita investasikan berupa sukuk. Jika PLN bangkrut, berarti tidak ada listrik dong di Indonesia? Dan hal itu kemungkinannya sangatlah kecil, bahkan hampir tidak mungkin.

20160626_223852
Jenis-jenis reksa dana syariah yang ditawarkan Manajer Investasi lokal di Indonesia. Sumber: Dok. pribadi.

Setelah menimbang-nimbang risiko dan jangka waktu investasi akhirnya saya mantab memilih Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap dari suatu Manajer Investasi yang merupakan anak perusahaan sekuritas bank terkemuka di Indonesia. Dimulai dari dana awal 100 ribu rupiah yang dapat ditop up (ditambah) kapanpun. Semoga 10 tahun lagi saya bisa mewujudkan impian saya membangun Lactation Center. Doakan, ya!

Memilih Tabungan Haji Terbaik

“Assalamualaikum. Ma, mau berangkat haji ga?” Tanya papa tiba-tiba pada mama melalui telepon.

Mama harus menjawab saat itu juga. Berani iya atau tidak karena belum siap. Waktu bicara pun tidak boleh lama-lama karena tarif telepon akan menjadi sangat mahal. Mama dituntut menjawab saat itu juga tanpa pikir panjang. Akhirnya antara bahagia dan tidak siap meninggalkan anak-anaknya yang masih sekolah, mama menjawab iya.

Begitulah sistem komunikasi antara dua sejoli yang terpisah jarak antar pulau. Dan hanya bisa melalui telepon. Persiapan yang dilakukan secara mendadak untuk berangkat haji segera dilakukan.

Enam bulan kemudian, lautan manusia di tengah lapangan itu juga menjadi lautan tangis. Suasana mengharukan tercipta antara para calon jamaah haji dan keluarga yang ditinggalkan. Air mata di pelupuk mataku juga ingin keluar. Walau kutahan akhirnya tumpah juga. Aku memikirkan bagaimana kehidupanku tanpa orang tua.

***

Itulah gambaran tentang haji pada tahun 1997. Begitu mudahnya berangkat haji jika sudah mampu. Daftar, ikuti proses, langsung dapat porsi, persiapkan segala sesuatunya. Tanpa antrian panjang. Tanpa antrian bertahun-tahun.

Sangat berbeda dengan proses pendaftaran haji zaman sekarang. Atas izin Allah, saya diberi kemudahan rezeki untuk mendaftar haji di tahun 2015. Itupun saya paksa-paksakan karena sudah mendengar isu bahwa haji sekarang masa tunggunya minimal 8-10 tahun. Saya pikir mendaftar haji sekarang, hajinya tidak akan lama, sehingga dulu saya berat sekali mendaftar. Karena kan anak saya juga masih bayi dan balita. Bagaimana kalau saya tinggal nanti? Ternyata saat mendaftar saya diberi tahu, bahwa saya mendapat porsi haji di tahun 2032. Itu artinya saya baru akan bisa naik haji 17 tahun lagi!

Wow! Saya takjub sekali. Jika 17 tahun lagi dan insya Allah semua sehat. Berarti anak saya nanti sudah baligh, bukan balita lagi. Saya pun jadi kepikiran, bagaimana jika saya daftarkan saja anak-anak saya untuk haji, siapa tahu bisa berangkat bersama-sama. Eits, tunggu dulu, kondisi keuangan kami belum mampu untuk mendaftar porsi.

Sehingga saya pun tidak begitu ambisius untuk berangkat haji bersama anak kami. Hingga pada suatu ketika, saya mendapat wawasan bahwa mindset berhaji jika mampu itu salah. Yang lebih tepat adalah dicoba dulu mampu atau tidak. Artinya kita harus mengusahakannya. Saya pun kembali berambisi, mengingat antrian haji yang begitu panjang.

Mindset Haji Umroh
Mindset Ibadah ke Baitullah

Untungnya, saya mendapat info bahwa tabungan haji itu tidak harus langsung daftar porsi. Pertama saya pikir, kita harus punya uang sekitar 25 juta rupiah kemudian kita setorkan ke bank sebagai setoran awal membuka tabungan haji. Ya ampun, betapa malunya saya, sudah pernah mendaftar tapi tidak mengerti betul arti tabungan haji. Saya pun kemudian mempelajari lebih dalam tentang tabungan haji khususnya tabungan haji syariah.

Tabungan Haji Syariah

Jika kita punya niat atau merencanakan hendak berhaji, setidaknya menabung dulu dengan membuka tabungan haji. Kita tidak wajib langsung mengambil porsi. Untuk mengambil porsi haji dibutuhkan setoran sebesar 25 juta rupiah. Jika kita belum cukup punya uang sebesar itu maka cukuplah memulai semampu kita asal memenuhi syarat yang bank minta. Misalnya setoran awal berapa, setoran selanjutnya berapa, kelengkapan administrasinya. Barulah setelah uang kita di tabungan haji cukup untuk mengambil porsi, kita bisa urus pendaftarannya ke SISKOHAT Kementerian Agama.

Jadi dalam tabungan haji, kita sebagai nasabah akan menabung sekian rupiah sebagai setoran awal. Selanjutnya kita menyetor dengan jumlah tetap per bulannya. Atau berapa pun yang kita punya saat kita ada rezeki. Setoran terus berlanjut sampai kita mencapai target dana untuk mendaftar haji. Saat ini (tahun 2016) dibutuhkan dana sekitar Rp. 25 juta untuk mendaftar porsi. Dana yang telah ditabung tidak bisa diambil seperti pada tabungan biasa sampai jatuh tempo karena hanya bisa dipakai untuk berhaji.

Oh ya, agar hati tenteram sebaiknya kita memilih tabungan haji syariah. Memang tujuannya sama untuk berhaji. Hanya saja tabungan haji masih memakai sistem bunga karena ditabung di bank konvensional. Sedangkan Tabungan Haji Syariah bebas bunga karena memiliki prinsip syariah. Biasanya produk tabungan haji syariah ada yang berdasarkan akad wadiah dan ada pula yang berakad mudharabah muthlaqah.

  • Tabungan Haji Syariah dengan akad wadiah, adalah titipan murni yang harus dijaga (oleh bank) dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.
  • Tabungan Haji Syariah dengan akad Mudharabah Muthlaqah, adalah tabungan yang memberikan keleluasaan bagi bank syariah dalam menggunakan dana nasabah. Bank Syariah bebas akan memakai akad apa untuk menyalurkan pembiayaan, kepada siapa pembiayaan itu diberikan, dan usaha seperti apa yang harus dibiayai.

Umumnya, syarat untuk membuka tabungan haji syariah, nasabah harus berusia minimal 17 tahun. Namun ternyata, ada beberapa bank yang membolehkan nasabah cilik menyimpan uang di tabungan haji. Nah, ini yang saya incar. Tujuannya kan agar anak saya bisa berangkat bareng saya atau setidaknya tidak lama setelah saya berangkat haji nanti.

Saya akan membandingkan tiga bank syariah yang memiliki layanan tabungan haji dan bisa dibukakan untuk anak. Mengapa saya pilih 3 bank tersebut? Yang pertama karena lokasinya sangat dekat dengan rumah saya. Dan tiga bank itu adalah bank syariah terkenal. Yang pertama adalah bank BRI Syariah, yang kedua adalah bank U (bukan inisial sebenarnya), dan ketiga adalah bank H (bukan inisial sebenarnya).

Akad

Bank BRI Syariah memakai akad mudharabah. Begitu pula dengan bank H. Sedangkan bank U memakai akad wadiah.

Setoran Awal

Bank BRI Syariah menyaratkan setoran awal sekecil Rp. 50.000. Bank U setoran awalnya sama Rp. 50.000. Sedangkan Bank H sebesar Rp. 100.000.

Setoran selanjutnya

Setoran selanjutnya pada Bank BRI Syariah minimal Rp. 10.000. Dan tidak harus setiap bulan menabung. Kapan pun kita punya rezeki, kita bisa menabung.

Bank H menyatakan setoran selanjutnya harus Rp. 100.000. Sedangkan Bank U setoran selanjutnya bebas berapapun jumlahnya.

Biaya administrasi

Ketiga bank syariah yang saya bandingkan, yaitu bank BRI Syariah, Bank U, dan Bank H tidak mengenakan biaya administrasi.

Online dengan SISKOHAT

Fitur online dengan SISKOHAT ini penting untuk mengetahui kepastian porsi keberangkatan haji kita. Ketiga bank syariah yang saya bandingkan (BRI Syariah, Bank H, dan Bank U) sudah online dengan SISKOHAT.

Zakat

Karena ceritanya kita ini menabung walau dengan target dana tertentu, kita akan menerima bagi hasil atau nisbah. Jadi sebutannya bukan bunga ya. Dan bunga dengan nisbah ini pun berbeda.

Dana nasabah yang terkumpul di bank syariah akan disalurkan (investasi) pada kegiatan ekonomi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dari kerja bank tersebut, tentunya akan diperoleh keuntungan. Nah, keuntungan itu akan dibagi dengan kita sebagai nasabahnya. Dari bagi hasil yang kita peroleh tentunya kan ada kewajiban zakat bagi kita. Bank BRI syariah menyediakan fitur zakat otomatis. Jadi, kita bisa memilih sekaligus potong zakat atau tidak, jika kita menabung di tabungan haji BRIS.

Jika saya bandingkan dengan Bank H dan Bank U, mereka belum memiliki potong zakat otomatis untuk nasabah tabungan hajinya.

Fitur khusus: Gratis asuransi jiwa dan kecelakaan

Tabungan Haji BRI Syariah menyediakan bonus gratis asuransi jiwa dan kecelakaan. Fitur khusus ini tidak terdapat pada Bank H dan Bank U.

Dilihat dari keringanan setoran dan keistimewaan fiturnya, sepertinya saya lebih memilih untuk menabung tabungan haji anak-anak saya di BRI Syariah ya.

Saya langsung mendatangi untuk mendaftarkan tabungan haji untuk anak-anak. Oh ya, jangan lupa cari info persyaratan apa saja yang diperlukan biar tidak bolak-balik. Browsing kan bisa, sebelum datang langsung. Jadi saya cukup menyiapkan:

  • KTP
  • NPWP, karena saya tidak punya, saya mengisi form pernyataan tidak memiliki NPWP
  • Akta Kelahiran Anak
  • Kartu Keluarga
  • Surat Keterangan Domisili, karena saya bukan penduduk asli kota yang saya tinggali. Jika KTP sama dengan tempat tinggal maka tidak perlu menyertakan surat ini.
Proses Pengisian Form Aplikasi Tabungan Haji BRI Syariah
Proses Pengisian Form Aplikasi Tabungan Haji BRI Syariah

Apakah BRI Syariah Aman dan Sesuai Syariah?

Itulah pertanyaan saya yang terakhir sebelum pergi ke bank BRI Syariah untuk membuka Tabungan Haji. Pertanyaan saya pun terjawab dengan mengulik info lebih dalam dari bank ini. BRI Syariah ternyata sudah sejak lama berdiri bahkan sebelum saya lahir. Pada tahun 1969 berdirilah Bank Jasa Arta yang menjadi cikal bakal BRI Syariah.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., mengakuisisi Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. Pada tanggal 17 November 2008 PT. Bank BRISyariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRISyariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. Sekarang Bank BRISyariah menjadi bank syariah ketiga terbesar yang dinilai berdasarkan aset.

Sebagaimana bank syariah pada umumnya, BRI Syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Seluruh produk BRI Syariah termasuk Tabungan Haji Syariah sudah mendapat izin secara sah dari DPS. Sehingga tabungan kita aman dan hati kita tenteram karena Tabungan Haji BRISyariah memberi keberkahan karena pengelolaan dananya sesuai syariah. Insya Allah ibadah haji kita nanti sempurna dengan tabungan yang sesuai syariah.

Sekarang saya tinggal menghitung berapa dana yang harus ditabung agar dalam 5 tahun anak-anak saya sudah bisa mendapat porsi keberangkatan haji. Jika dibutuhkan sekitar Rp. 25.000.000, maka dibagi (12 bulan x 5 tahun). Diperoleh hasil pembulatan Rp. 417.000. Wah, masih terlalu besar ya. Baiklah, saya sepertinya tidak terlalu ngoyo. Yang penting setiap bulannya saya akan menyisihkan rezeki untuk ditabung di Tabungan Haji BRISyariah anak-anak saya.

Menjalin Benang Merah Antara Good News dan KOPI

Being A writer

Menulis merupakan hal yang saya sukai. Menulis dan buku tak bisa dipisahkan. Di mana kita menulis ide di kepala sebelum datangnya era digital ini? Pada lembaran-lembaran kertas yang menyatu dalam sebuah buku bukan?

Saat kecil dulu saya sungguh penyuka buku, bahkan saya memulainya dari balita. Setiap ada buku atau majalah baru, saya ciumi. Saya suka baunya. Harumnya kertas itu membuat candu. Kemudian saya corat-coret buku baru tersebut. Tak ketinggalan kegiatan sobek-sobek dan gunting-gunting. Itu karena saya adalah balita maniak buku sebelum bisa membaca.

Semakin dewasa, beralihlah saya dari pikiran sobek-menyobek dan mencoreti buku. Saya mulai ada keinginan menjadi penulis, karena kesukaan saya membaca, saya ingin menjadi seperti penulis di buku-buku fiksi yang saya baca.

Ada saja yang menghalangi saya merangkai ide menjadi sebuah buku. Entah itu kesibukan saat menjadi mahasiswa, ikut suatu pelatihan, acara ini, itu. Sampai saya mengenal dunia blogging. Setiap ada ide, saya tuangkan di blog saya. Saya menulis tentang Food science dan Kesehatan. Semakin tertundalah penulisan buku yang ingin saya wujudkan.

Jilbab Bukan Jilboob dan Perisai Segala Penyakit

Akhirnya jodoh bertemu juga. Impian saya terwujud di tengah-tengah kesibukan saya mengurus anak dan membesarkan bisnis. Debut buku saya adalah Jilbab Bukan Jilboob (Gramedia) pada tahun 2014. Lalu menyusul buku saya yang kedua Perisai Segala Penyakit (Elex Media) yang terbit pada tahun yang sama. Insya Allah akan terbit buku saya yang lain dengan genre lain lagi: Tentang branding dalam bisnis.

Life Style Blogger

Dari rentang waktu setelah tahun 2011 Sampai buku saya terbit, saya lumayan rajin update blog dengan niche yang berbeda dengan sewaktu saya kuliah. Saya sempat membuat blog dengan niche kesehatan ibu dan anak. Namun, semakin sering saya blog walking, saya pun tak jarang melihat blog yang isinya tentang kehidupan sehari-hari, blog gado-gado, dan memiliki sudut pandang “aku”. Blog itu disebut bergenre “life style“. Saya pun menjadi tertarik untuk bikin blog seperti itu juga. Ah, itu kan juga bisa jadi personal branding saya sebagai penulis. Lihat penulis favorit saya waktu jaman SMP: Asma Nadia. Beliau punya blog, kan di www.asmanadia.net?

Jadilah baru tahun 2015, saya pilih domain dan hosting pribadi untuk www.lipartic.com. Isinya beragam sesuai passion dan profesi saya. Ada kategori artikel yang membahas tentang ibu dan bayi, kelahiran, laktasi, sampai kesehatan. Karena saya pun suka travelling by mood, saya pun menulis tentang perjalanan. Ehm, well, mungkin lebih tepatnya liburan. Kata Rangga dalam AADC2 liburan dan travelling itu berbeda. Liburan lebih terjadwal, kita sudah punya rencana mau ngapain aja. Sedangkan travelling, yang penting adalah pengalaman and the journey.

Good News

Siapa yang tak suka good news? Pasti setiap orang lebih tertarik untuk menerima berita yang positif, kabar yang baik. Ciri-ciri dari good news adalah jauh dari rumor, kasak-kusuk, berita buruk, dan yang jelas good news itu menyenangkan hati. Mungkin saat ini sedang tren bad news is good news. Berita-berita tentang sesuatu yang memiliki sisi buruk menjadi layak diperbincangkan, dan melupakan begitu saja tentang sisi baiknya. Mari budayakan good news is a good news too. Jadi, kenapa tidak kita menyenangkan pembaca blog kita dengan kabar-kabar baik, terutama yang pernah kita alami sendiri.

Saya pun berceloteh tentang berita-berita baik di blog saya di sini. Even-even seru, ilmu-ilmu baru yang memang nyata dan baik untuk semua orang tak ragu saya tuliskan di blog ini.

KOPI yang unik

Kopi bukanlah minuman bukan juga komunitas. KOPI merupakan koalisi. Menurut KBBI, koalisi adalah kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen. Mirip definisi tersebut, KOPI adalah sinergi antara bloggers dan jurnalis. KOPI merupakan kependekan dari Koalisi Pesona Indonesia. Memakai kata Pesona, berarti KOPI sangat cinta Indonesia dan mempromosikan kabar baik karya anak bangsa.

Gala Premiere MARS Sumber: Twitter @KOPIkabarindo

KOPI memang masih tergolong baru. Umurnya hampir setahun. Koalisi unik ini digagas oleh Fachrul Muchsen yang merupakan pimpinan redaksi Kabarindo.com. Tahun kemarin, tepatnya 26 November 2015 KOPI resmi dideklarasikan di Hotel Oria Jakarta Pusat. Sebanyak 15 blogger dan 18 jurnalis media online ikut menandatangani deklarasi KOPI. Kerennya, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Dr.H.M.Iqbal Alamsjah,MA, Ketua ASITA (Association Of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Asnawi dan pemilik El John Group Johnnie Sugiarto juga ikut menandatangani lho. Penasaran isinya? Cuma 3 butir, tapi cukup visioner.

Kami, jurnalis dan blogger dibawah naungan AJOIN (Aliansi jurnalis Online Indonesia) dan Kabarindo Utama tanpa syarat dan ikatan apapun berkoalisi untuk

1.Peduli merah putih dengan turut serta berperan aktif menginformasikan dunia pariwisata,perfilman,budaya,musik,fashion dan kuliner Indonesia yang berbasis good news.

2. Mengedepankan informasi positif mengenai pesona Indonesia untuk dunia.

3. Berupaya jadi saksi pertama kreativitas anak negeri dan akan mengapresiasi dalam bentuk tulisan persembahan untuk bangsa dan dunia

Sebentar lagi, November nanti, KOPI akan berumur 1 tahun. Wah, saya jadi penasaran bagaimana serunya blogger dan jurnalis perwakilan KOPI dari berbagai penjuru daerah akan bersatu. Bersatu di satu acara Pesta KOPI. Semoga KOPI makin bermanfaat untuk mengeksiskan KOPIERS dan Indonesia!

 

Sarasehan: Sahkan RUU Kepalangmerahan. Sumber: Twitter @kopikabarindo

 

Kue Lumpur

Kenangan saat kecil semakin tua, semakin banyak yang terhapus. Kecuali kenangan yang sangat mengesankan. Setelah dewasa, aku menjadi heran, kok bisa ya aku bertingkah seperti itu. Masa kecil memang penuh khayalan dan ide aktivitas timbul dengan sendirinya. Oleh karena itu, jika punya anak kecil ada tingkahnya yang salah sedikit tak usahlah kita terbawa emosi.

Anak kecil jangan dipukul. Juga jangan dimarahi. Tetapi sebaiknya diluruskan jika adabnya salah. Seperti kisah Umar bin Abu Salamah r.a

Semasa kecil, ketika aku berada dalam pangkuan Rasulullah, aku sering berganti-ganti tangan dalam memegangi mangkuk. Melihat itu, beliau menegurku, “Hai anak, bacalah basmalah. Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang terdekat denganmu.” Semenjak itu, aku selalu demikian ketika makan. (Muttafaqun ‘Alaih)

Inilah kisah kecilku yang tak pernah dimarahi orang tua. Mungkin saking konyolnya.

1. Kue ‘lumpur’

Ini cerita ketika SD. Saat itu menjelang hari raya Idul Fitri. Eyang uti selalu membuat kue kering sendiri dengan oven tangkringnya. Aku pun memperhatikan bagaimana adonan digilas, dicetak, dan disapukan kuning telur.

Kemudian aku ingin mencoba membuat kue juga. Kuambil satu cetakan kue. Kukumpulkan tanah yang agak basah dengan tanganku. Aku membuatnya rata pula dengan tanganku dan kumasukkan ke dalam cetakan. Aku menyempilkan kue tanah buatanku itu ke dalam loyang yang hendak dioven. Entah loyang mana yang terkontaminasi lumpur. Yang jelas semua kue buatan eyang seperti bersih semua, hihihi.

2. Mandi sok mandiri

“Ma, aku mau mandi sendiri ya.”

“Iya boleh.”

Dengan senangnya aku jebar-jebur. Mama menyiapkan seember air besar. Karena untuk mengambil air sendiri ke bak mandi yang tingginya sekepalaku itu aku masih belum sampai. Aku masih TK usia 3 atau 4 tahun.

Setelah puas main air, lalu aku mencari sabun untuk membersihkan badanku. Aku mudah untuk mengambilnya karena sudah tergantung di paku yang ada di dekatku. Dengan yakin aku menuangkannya ke tangan. Kemudian mengoleskannya ke sekujur tubuh. Tak lama kemudian ada rasa aneh pada kulitku. Rasa yang tak biasanya. Panas! Segera kubilas tubuhki dengan air. Ternyata begitu ya rasanya mandi pakai deterjen. Bukan tak sengaja, ga tau gimana jalannya pikiranku kok waktu itu aku pengen merasakan mandi deterjen dibanding sabun mandi yang biasanya.

3. Barang baru jadi jelek

Saat kelas 1 SD aku masih berumur 5 tahun. Aku bersekolah di sekolah mbahku. Beliaulah yang menjadi kepala sekolah. Jadi kalau ada guyonan ‘Emang sekolahnya mbahmu??’ Sekolahnya mbah itu emang nyata ya hahaha.

Karena rumahku ke sekolah itu jauh dan lebih dekat dari rumah mbah, maka aku tinggal bersama mbah. Belum lama menjadi siswa baru mama mengirimkan meja belajar yang bersambung dengan rak buku dan lemari baju ke rumah mbah. Tentu senang bukan main perasaanku.

“Ini lemarinya dinamai ya.” Kata mama kepadaku. Aku pun memperhatikan cara mama menulis. Mama menuliskannya di dalam laci meja belajar lengkap dengan tanggal pembeliannya.

Setelah mama pulang. Aku ingin menuliskan namaku juga persis seperti yang mama tulis. Sret… sret.. sret.. Jadi deh. Jika mama menulis dengan spidol besar, aku menulis dengan spidol kecil. Hasilnya? Disitulah aku menyesal. Tulisanku sangaaat jelek, tidak seperti mama. Lacinya pun jadi jelek.

Mama juga menamai kotak pensilku yang bergambar The Simpsons. Tulisan yang rapi dan kecil. Mama menuliskannya di bagian dalam kotak. Aku pun tak kalah menuliskan namaku di kotak pensilku yang baru itu. Tulisanku besar-besar, mbleber kemana-mana. Ampuuun… Kotakku jadi jelek. Gambar kartunnya jadi tercoreng :(

4. Sobekan Tanda Cinta Buku

Sewaktu aku berumur 3 tahun, papa masih menjalankan usaha agensi majalah. Majalah yang aku suka adalah Aku Anak Soleh. Setiap majalah baru datang, aku mengeluarkannya dari amplop. Mencium-cium aromanya adalah favoritku. Kemudian tak lupa aku mencorat-coretnya. Dan ada suatu keinginan merobeknya. Kreeek. Satu sampul majalah sudah lepas dari badannya. Berahlihlah ke majalah yang masih utuh lainnya.

Tiba-tiba papa menghentikan keasyikanku ini. “Wah, jangan Li.” Lalu segera menyingkirkan majalah-majalah ke tempat yang tak bisa kujangkau. Tanpa nada marah satupun.

Mungkin jika papa marah, aku akan trauma terhadap buku. Bisa bayangkan, kan? Ladang bisnisnya dikoyak-koyak? Alhamdulillah sampai sekarang aku sangat suka buku. Aku sering bela-beli buku. Bela-beli ini maksudnya beli banyak buku, baca sekilas, geletakkan. Jarang punya waktu membaca secara mendalam, hahaha. Aku pun sudah menulis beberapa buku yang diterbitkan penerbit mayor. Jika ingat papa, beliau sangat berjasa sekali dalam mendidikku meski bertemu hanya seminggu sekali waktu aku kecil dulu. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Menurutmu, mana kenangan masa kecilku yang paling parah?

Kisah Silaturahmi Pengantar Rezeki Emas

Katanya silaturahmi itu membawa rezeki. Ternyata bukan sekadar katanya atau mitos belaka, lho. Hal ini berdasarkan riwayat hadits, salah satunya yang ini.

Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Kebetulan atau sesuatu yang dibetulkan (sudah diatur-Nya) kisahku yang satu ini karena silaturahmi atau bukan, hanya Allah yang tahu. Tentu banyak faktor, dan aku berpikir silaturahmi salah satunya.

Ketika itu, aku sedang hamil. Aku mempersiapkan persalinan sealamiah mungkin tanpa campur tangan medis jika tidak diperlukan. Oleh karenanya aku mencari bidan yang berpengalaman sekaligus dapat menjadi doula persalinan. Aku mencari bidan terdekat, dan yang paling dekat adalah bidan di kota sebelah. Jaraknya lumayan bisa 1-2 jam.

Aku memutuskan untuk home birth, melahirkan di rumah ala primitif alias zaman dulu. Trauma penanganan di rumah sakit waktu kelahiran anak pertama menjadi penyebabnya. Tapi jangan salah. Meski primitif jangan dibayangkan aku bakal bersalin seperti dengan dukun beranak. Tempat persalinan kusiapkan dengan rapi dan bersih. Segala antisipasi kedaruratan juga telah disiapkan seperti infus, mobil, juga packingan tas untuk ke rumah sakit.

Menghubungi bidan tersebut sangat susah meraih kata sepakat untuk bertemu karena jadwalnya sangat padat. Selain bekerja di rumah sakit, beliau juga menangani pasien pribadi yang ingin home birth. Akhirnya kami bertemu juga dan sepakat dengan bidan itu berbulan-bulan sebelum hari H bersalin. Aku masih menyiapkan rencana lain. Rumah sakit mana yang kutuju untuk bersalin jika bidan yang bersangkutan tidak bisa. Aku juga tak lupa memikirkan bagaimana metode mencapai rumah sakit tersebut. Tentu saja aku harus shopping, pilah-pilih dulu rumah sakit mana yang ramah ibu dan bayi. Yang mendukung persalinan normal dulu sebelum tindakan lain, yang mendukung pemberian ASI untuk bayi.

Tibalah hari H yang mana aku mulai merasakan kontraksi lembut, lalu lama-lama menjadi kuat. Berdasarkan pengalaman anak pertama, aku mulai merasakan kontraksi malam hari dan melahirkan esoknya malam hari juga. Jadi jangan terburu-buru ke rumah sakit jika kontraksi belum rapat jeda waktunya.

Kontraksi yang lembut itu dimulai tengah malam. Dan bidan yang sudah janjian denganku itu, tidak bisa menemaniku. Aku pun bersiap-siap menuju rumah sakit. Saat kontraksi menyerang aku bergerak seaktif mungkin agar kepala bayi cepat turun. Saat tidak ada kontraksi rahim aku melanjutkan packing-packing, bersih-bersih. Tak terasa 6 jam lamanya aku tak bisa tidur. Saat itu sudah jam setengah tujuh pagi. Kontraksi pun semakin kuat. Aku menahan diri untuk mengejan. Tapi dorongan itu terlalu kuat, sehingga aku dengan instingku mengejan dengan sendirinya dalam posisi merangkak. Air ketuban pecah, sepertinya kepala bayi mau nongol. Hanya saja masih kutahan sekuat tenaga. Duh, aku belum sarapan pula!

Suami langsung mencari bidan terdekat. Ternyata jaraknya hanya beberapa meter dari rumah. Beliau memeriksa tetapi tidak menerima lahiran. Beliau sudah siap dengan seragamnya untuk dinas di klinik. Untung saja belum berangkat, sehingga bisa menolongku. Dengan sigap ia meminta aku berbaring. Satu posisi yang tidak kusuka. Tapi apa daya aku tak sempat berargumen, si kecil minta segera keluar. Alhamdulillah dengan sekali mengejan, si kecil keluar dengan selamat tanpa ada masalah.

Meski tak sempat makan apa-apa, aku belum nafsu makan pada akhirnya. Tapi harus kupaksa makan kurma sebagai penambah energi. Aku yang tak pernah didulang suami, mendadak suami menjadi mau. Anugerah!

Inilah persalinan impianku yang 50%-nya keturutan. Persalinan yang nyaman di rumah, tanpa guntingan episiotomi, tanpa bius. Alhamdulillah semua dimudahkan Allah. Awalnya tak kukira akan secepat ini lahirnya, karena kuperkirakan siang atau sore baru pembukaan sempurna. Berkali-kali kuucap syukur karena banyak pihak yang membantu.

Berkah Silaturahmi

Aku teringat kejadian-kejadian sebelumnya. Satu bulan sebelum aku melahirkan banyak kejadian duka. Hal itu menjadikan banyak pelawat menemuiku, dan diakhiri kata-kata doa. Semoga lancar lahirannya. Satu bulan sebelum aku melahirkan juga merupakan momen hari raya Idul Fitri, dimana aku berkumpul bersama keluarga besar. Aku juga mengunjungi saudara-sadara dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Semua berkata, “Semoga lancar lahirannya.”

Alhamdulillah, silaturahmi menjadi pengantar rezeki. Jika ada yang menganggap emas tak ternilai harganya, maka kelahiran anak kedua ini adalah rezeki yang tak ternilai harganya bagaikan emas. Rezeki emas yang dipenuhi kemudahan.

Nonton Bareng Ketika Mas Gagah Pergi Surabaya

Betapa galaunya ketika melihat tawaran tiket gratis untuk mewakili komunitasku WOSCA (Woman Online Community Surabaya). Acara nonton bareng Ketika Mas Gagah Pergi ini diadakan oleh Suara Muslim Surabaya 93.8 FM. Masalahnya harinya bertepatan dengan long weekend. Emm. Walau aku gak ikutan berlibur ke tempat tertentu, rasanya kok sudah banyak agenda ya walau di rumah saja. Aku berpikir lagi. Kan, enak bisa dua-duaan nonton sama suami, secara nggak pernah nonton sambil pegangan tangan sekalipun, so sweeeet. Adanya tamu bintang filmnya juga memantapkanku tuk say yes!

Ketika Mas Gagah Pergi adalah film layar lebar yang diangkat dari novel karya Helvy Tiana Rosa. Temanya Islami. Full tentang dakwah. Ini novel jadul lho. Saya saja pernah mendengarnya waktu kecil tapi nggak pernah baca hahaha.

Oh ya apa yang kamu pikirkan tentang film islami? Membosankan? Ya, kebanyakan begitu bukan? Meski ada cinta-cintanya tetap saja yaaa gitu. Palsu. Tapi kita lihat saja nanti.

Hari H tiba. Minggu, 7 Februari 2015 pagi-pagi kusiapkan semua. Anak bayi pagi-pagi sudah kumandikan, tumben. Pagi-pagi pula ku memasak, tumben. Soalnya acaranya jam 9 pagi. Dan butuh 1-2 jam perjalanan untuk sampai di lokasi. Kalo nontonnya telat jadi nggak tahu alur ceritanya kan?

Sebelum mall buka, aku sudah sampai di sana. Meski lewat dari jam 9 sih. Cara masuknya gimana nih kan masih dikunci? Kita masuk lewat belakang, pakai lift barang. Liftnya tua deh. Nutupnya aja loadingnya lama hihihi. Dan akhirnya sampai juga di lobby bisokopnya. Aku menuju studio 1 dan menulis daftar hadir di sana. Aku pun kemudian duduk di kursi VIP. Pria di sebelah kanan. Wanita di sebelah kiri. Penonton yang nonton tetap diatur kesyar’iannya. Wah, gak jadi pacaran deh. Hiks.

Maafkan jika gambar kurang penting :p
Maafkan jika gambar kurang penting :p

 

Film diputar jam 09.45. Sebelumnya kita disambut oleh MC dari Suara Muslim. Ada sedikit perkenalan dengan bintangnya, Hamas Syahid, Ibundanya, dan bintang cewek yang memerankan Nadia. Kemudian Hamas mengaji sedikit ayat.

Hamas alias Mas Gagah pun berbicara tentang kesannya. Dia terharu. Menangis pula setelah membaca novelnya. Wah ini nih yang gak kusuka. Film yang yang mengharukan biasanya memang menginspirasi. Tapi jujur aku nggak suka mewek-mewekan.

scene ketika mas gagah pergi

Kata Ibunda Hamas, Yulyani, Ini adalah film syar’i yang menjaga. Tak ada sentuhan antar orang yang bukan mahramnya. Meski yang diceritakan adalah hubungan antara kakak dan adik, chemistry persaudaraan terap bisa terbangun tanpa sentuhan. Ya sih, kita tahu bahwa pria dan wanita nggak boleh bersentuhan. Tapi ini kan kakak adik? Di situlah komitmen yang dijaga oleh KMGP. Pernah kan nonton film islami belum jadi suami istri menjaga agar saling tak menyentuh. Tapi setelah sah jadi suami istri malah berpelukan. Pastinya penonton ada yang berpikir. Itu kan aslinya bukan mahram, kok main peluk-peluk aja? Jadi, KMGP keren banget bisa menjaga komitmen tanpa sentuhan antara wanita dan pria karena aslinya memang bukan mahram, meski ceritanya kakak beradik kandung.

Nobar Ketika Mas Gagah Pergi
Sedikit share tentang pembuatan KMGP

Profit untuk sosial

Film ini tidak hanya mengedukasi dan menyampaikan dakwah Islam. Pihak KMGP menargetkan 1 miliar tercapai. Keuntungan sebesar itu diperuntukkan bagi kegiatan sosial, diantaranya disumbangkan untuk Palestina, teman kita yang membutuhkan terutama di wilayah Indonesia Timur, dan untuk keperluan production house dakwah sendiri yang ke depannya akan memproduksi film-film dakwah yang syar’i.

Film Ketika Mas Gagah Pergi ini tinggal 10 layar. Setelahnya, pasti tergusur oleh film-film lain yang hantu-hantuan, esek-esek, cinta-cintaan, apalagi sekarang Februari kan? Sayang banget kalau sampai tergusur. Dan, pihak KMGP menawarkan KMGP tayang di kota-kota seluruh Indonesia selama ada bioskop. Kamu mau request? Dukung, yuk!

Film yang lucu

Aku baca di media sosial, testimoni novelnya kok pada bilang mengharukan. Sampai nangis-nangis. Ternyata isinya lucuuu abis, tapi tak lupa penuh hikmah. Meski novelnya terbitan lama, skenarionya dibuat mengikuti zaman. Banyak istilah-istilah gaul di sana. Terutama dari teman Gita yang bernama Tika. Dia sering sekali bilang “leh uga”, maksudnya boleh juga.

Yang bikin lucu itu adalah tokoh-tokoh tambahan serta tokoh yang numpang lewat. Tokoh utamanya adalah pendatang baru. Tapi ternyata banyak tokoh numpang lewat yang sudah punya nama seperti Virzha, Shireen Sungkar, Ali Syakib, Irfan Hakim, dll. Menurutku film ini kocak karena tingkah keluguan orang-orang awam yang belum mengenal Islam sepenuhnya.

Dimana Nadia?

Film dimulai dari adegan Mas Gagah yang baru datang di Ternate. Dia menuju pantai bertebing dan memotretnya dari atas tebing. Keasyikan motret, akhirnya dia tidak waspada sehingga terpeleset jatuh ke laut dan tenggelam.

Kemudian flash back lah cerita semasa kecil di Jakarta. Cerita yang dinarasikan oleh Gita, adik Gagah ini menggambarkan bahwa Gita dan Gagah sangat dekat seakan-akan soulmate. Kedekatan ini bertambah hingga dewasa. Keduanya semakin kompak. Gagah menjadi model yang super sibuk, saat Gagah bekerja pun Gita ada di sana.

Sampai kemudian, Gagah mengunjungi Ternate. Di sana dia ada keperluan kuliahnya. Nah, sepulangnya dari Ternate ini Gagah berubah drastis. Menjadi tidak seru lagi menurut Gita. Hubungan kakak adik itu tampak retak. Gitanya sih baper hehehe.

Salah satu yang nggak bikin keren pada Gagah adalah masalah jenggot Gagah. Walau ini sunnah dalam Islam, tapi Gita belum mengerti. Oh ya, aku melihat Gagah yang hijrah ini juga aneh. Jenggotnya aneh. Palsu! Hahaha. Apa karena totalitas untuk menumbuhkan jenggot tidak sempat karena kejar jadwal tayang? Atau memang nggak tumbuh? Entahlah.

Suatu ketika Gagah dan teman-teman rohisnya berpapasan dengan sekumpulan temannya yang dulu. Mereka sedang bernyanyi-nyanyi lagunya Virzha. Padahal Virzhanya sendiri ada di belakang mereka. Di antaranya ada Joshua. Joshua menegur, “Ih, kok sekarang jenggotan? Kayak itu yang bunyi mbeeeeek. Mending kumisan kayak kucing. Meong.. meong.”

Gagah tak sakit hati, dan menjawabnya seraya bercanda, “Kalau nggak punya jenggot nggak punya kumis kayak apa?”

Virzha yang berperan sebagai orang asing di belakang mereka kemudian nyeletuk menjawab dengan menirukan suara hewan, “Guk guk guk… Auuuu.”

Lucu deh aslinya hehehe.

Sebelum film dimulai tadi di depan layar ada Mas Gagah  dan Nadia diwawancarai. Film sudah berlangsung 1 jam nih. Dimana nama Nadia kok nggak muncul-muncul?

Sampai akhirnya menjelang akhir film disebutlah nama Nadia. Nadia disebut-sebut oleh Tika. Ceritanya Tika mendadak berhijab terinspirasi oleh saudaranya: Nadia. Walau tinggal di Amerika, Nadia juga memutuskan berhijab.

Inilah puncak alur cerita. Beberapa waktu kemudian ada scene-scene yang bikin emosi. Penonton dibuat penasaran bagaimana kelanjutannya. Eh, tiba-tiba kembali ke Mas Gagah tenggelam di Ternate. Kemudian tampillah cuplikan-cuplikan KMGP 2. Bersambung saudara-saudara!

Jadi, kalau penasaran sama kelanjutan cerita, dan peran Nadia seperti apa, nantikan KMGP 2 ya. Nggak sabar. Kapan tayang ya?

Film selesai, begitu keluar studio, langsung nemu semacam press conference berikut ini. Kepenuhan orang, aku foto-foto bentar. Dan, aku pun juga tak kalah pengen foto juga. Bukan foto sama bintangnya, tapi foto sendiri sama Keikei. Tapi di luar ya, karena area bioskop remang-remang, ntar hasilnya jelek. Hihihi.

 20160207_12021220160210_184536

sinopsis ketika mas gagah pergi
Keikei heran bunda maksa banget cari spot terang buat foto karena di bioskop gelap. Katanya eman kalo gak didokumentasi, wajahnya habis disetrika pake Elvi soalnya hahaha.

Promo domain ID Setengah Harga dan Hosting Murah

Ceritanya, saya pengen buat website baru untuk peluncuran produk baru, yaitu BSKIN. Suatu produk premium perawatan kulit wajah. Kali ini saya pengen domainnya keliatan premium dengan buntut ID. Kalau .com kan udah biasa.

Sebelum ini saya juga mempercayakan domain dan hosting lapak saya yang lain-lain pada suatu penyedia domain dan hosting asal Jogja. Lumayan banyak sih yang sudah jadi langganan, misalnya:

Oleh karena itu, kali ini larinya pun ke sana dulu sebelum membandingkan dengan yang lain.

Tentunya saya punya alasan, kenapa setia di sana. Pertama, ada layanan chatting, yang dijawab dengan cepat. Selain kecepatan, customer servicenya juga membantu masalah pelanggan, serta menjawab dengan penuh santun. Bahasanya itu, lho. EYD banget. Jadi ada salam, sapa, tidak disingkat, kalimatnya standar pelayanan. Errr, maksudnya gini. Pernah kan belanja online lewat olshop yang pemiliknya suka manggil-manggil mas, mbak, gan, bro, sist, ukh, bos? Di sana standarnya pakai kata Bapak! Lah, saya kan perempuan. Ya ga apa, ntar tinggal diedit, kan?

Setiap membuka chat, belum berkata-kata sudah disapa duluan, “Dengan Rony (bukan nama beneran), ada yang bisa dibantu?”

Selain dari segi pelayanan, yang jadi pertimbangan lain adalah harga-harganya cenderung terjangkau, fiturnya lengkap, instalasi mudah.

 

Membeli Domain

Setelah loading ke http://bit.ly/1m6d85F , mata langsung tertuju pada banner diskon domain ID. Pada awal peluncurannya, harga domain ini terbilang paling mahal. Kisaran 500 ribuan rupiah. Kalau ini diskon 50%, maka WOW! Nggak mau kehilangan kesempatan ini, saya pun langsung memproses orderan.

Di tempat lain domain .ID 500ribu pas, di sini 500 ribu kurang. Lumayan selisih, lah.

domain id

Membeli Hosting Murah

Setelah membeli domain, tak lengkap rasanya jika belum memiliki hosting. Sudah punya alamat rumah, kok rumahnya belum dibangun. Gitu, kan ya? Nah, praktisnya beli hosting mending di tempat yang sama sewaktu beli domain. Saya udah gak pusing bandingin lagi dengan yang lain. Pernah sih, membandingkan, beda fitur, beda harga, beda space, beda bandwith, subdomainnya gimana. Udah sibuk ngitung-ngitung pakai kalkulator eh jatuhnya pilihan tetap di sana. Lebih murah, prosesnya praktis.

Harga hosting mulai Rp. 1.000 per bulan. Ini cocok untuk yang baru belajar blog. Paket ini namanya idPersonal. Totalnya ada 10 paket pilihan. Yang termahal cuma Rp. 690.000/bulan. Saya sendiri pilih idPremedium. Fiturnya sudah lumayan. Semua serba unlimited sampe masalah subdomain. Kapasitas 350 MB; Bandwith 15GB. Harganya Rp. 12.500/bulan.

Tertarik kayak saya? Langsung cusss windows shopping dulu ke IDWEBHOST. Nanti hasil web yang baru pasti saya ulas. Sabar yaaaa.

 

Fun Blogging 7: Kala Emak Rempong Menyimak Ilmu Tentang Hobi yang Dibayar

Writing used to be my hobby, but now that it’s my job, I have no hobby – except watching TV and laying around the pool reading ‘U.S. Weekly’. I have  tried many hobbies, such as knitting, Pilates, ballet, yoga, and guitar, but none of them have taken. — Meg Cabot

Hobi adalah suatu kegiatan yang disenangi seseorang. Ketika hobi ditekuni, hobi bisa menjadi ladang uang bagi yang menjalankannya. Orang yang hobinya menyanyi, bisa dibayar atas skill menyanyinya di atas panggung. Yang hobi menari, bisa dibayar ketika ia tampil di depan umum. Hobi bisa mendatangkan uang saat sekadar untuk mengisi waktu luang atau bahkan menjadi profesi utama.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, ketika kamu mengerjakan hobi dan dibayar?

Menulis adalah salah satu hobi yang bisa mendatangkan uang. Menulis apapun. Puisi, cerpen, novel, non fiksi, atau sekedar curhat. Yang dibahas kali ini ini adalah hobi menulis di blog. Siapa sangka hanya bermodal menuliskan pengalaman sehari-hari, pengalaman menarik yang kita alami, atau curhat yang bermanfaat bisa kita jadikan profesi? Itulah tema yang diangkat di kelas Fun Blogging 7 Surabaya. Acara ini diselenggarakan di Intiland Tower Surabaya pada hari Sabtu, tanggal 7 November 2015.

CTF2FPIU8AEOFH2
Pamflet Fun Blogging 7 Surabaya (taken from Twitter @aniRingo)

Awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang materi apa yang akan diusung di Fun Blogging 7. Pun tanggal dan jam acaranya. Tapi pertama kali melihat status mbak Widyanti Yuliandari yang udah terdaftar di Fun Blogging 7 Surabaya, saya langsung tertarik. Tanpa pikir panjang langsung saya kirim message ke mbak Shinta Ries. Padahal bulan November itu saya ada jadwal menumpuk walau weekend. Tapi saya yakin acara Fun Blogging ini acara yang bermanfaat, dinanti para blogger, dengan tempat yang terbatas.

“Salam kenal Mbak. Boleh tahu info tentang Funblogging Surabaya? Saya tahu dari Mbak Widya ;)” Saya mengawali perbincangan via inbox.

Jawabnya apa coba? Saya langsung disuruh kirim data lewat email. Padahal saya pengen tahu infonya dulu, seperti pamflet woro-woronya atau paling tidak, saya tahu tanggal berapa dan isinya apa saja. Tapi ya sudahlah apa salahnya kirim email dulu. Eng ing eng… Beberapa hari kemudian resmilah saya terdaftar sebagai peserta Fun Blogging 7 di Surabaya.

Persiapan Menuju TKP

Kemanapun, saya membawa keluarga. Suami yang mengantar, anak yang tidak bisa dititipkan, bayi yang masih menyusu selalu ikut kemanapun saya pergi. Termasuk Fun Blogging yang seharian ini. Oleh karena itu saya menyiapkan beberapa camilan dan minuman buat bekal sehari. Tak lupa saya membawa stroller buat tempat bayi. Siapa tahu nanti rewel, mengantuk, atau mau main bisa dilakukan di stroller, sementara saya bisa fokus duduk di kursi menyimak materi sambil sesekali menengok ke stroller. Begitu dalam benak saya.

Sesampainya di Intiland Tower, saya langsung mencari tempat acara seperti yang telah diinfokan di email, yaitu Lantai 2 Nomor 10B. Setelah ketemu nomor 11, saya menebak-nebak nih, ketemu kantor Qwords.com yang tidak bernomor tetapi ada banyak orang di dalamnya. Maklum hari Sabtu adalah hari libur, banyak kantor tutup, jadi jika ada kantor yang ramai kemungkinan di sanalah acaranya. Saya pun langsung masuk dan bertanya apa benar acara Fun Blogging di sini? Ternyata benar, saya kemudian absen. Andai saja diinfokan Kantor Qwords, saya tidak perlu bertanya-tanya dan meraba-raba *haishhh. Setelah absen, saya menunggu dipersilahkan masuk nih. Soalnya melihat tumpukan goody bag, siapa tahu dikasih, hehehe. Eh, ternyata bukan untukku, saya pun dipersilahkan masuk.

Saya telat 30 menit dari jadwal yang ditentukan. Namun, acara inti belum dimulai. Meski demikian, space sudah penuh sehingga saya mengisi di barisan depan. Suasananya santai, dengan lesehan. Wah, udah terlanjur bawa stroller nih. Jadinya strollernya ga bisa masuk. Tapi lesehan begini lebih enak. Bayi dan anak bisa tiduran di karpet, geluntang-geluntung, gerak bebas. Sementara saya menyimak acara, anak dan suami saya menunggu di luar.

Padat Materi

Fun Blogging Sesi 7 Surabaya kali ini mengangkat tema “Dari Hobi MenjadiProfesi”. Tentunya hobi menulis karena berkaitan dengan tulisan kita yang dibroadcast via blog pribadi. Dari sinilah saya tahu bahwa cara me-monetize blog bukan hanya dengan iklan yang ditaruh di blog kita seperti space iklan, adsense, adbrite, dan sejenisnya. Kita juga dapat mendulang uang via blog dengan menerima pekerjaan alias ‘job’ tertentu dari suatu brand untuk me-review produk mereka.

Bukankah suatu perusahaan bisa beriklan dimana-mana termasuk media offline dan online? Nah, disitulah perbedaannya dengan iklan. Iklan produk adalah cara marketing secara hard selling. Secara kasar kita bisa bilang pemilik brand langsung berkata pada audiens “Ayo belilah produk ini!”. Cara marketing seperti itu belum tentu besar engagement-nya (efeknya) pada konsumen. Sedangkan jika seseorang bicara tentang suatu produk dan me-reviewnya secara pribadi di blognya, maka besar kemungkinan audiens akan percaya karena biasanya merupakan pengalaman pribadi. Dengan demikian peluang produk itu dilirik konsumen lebih besar.

Pertanyaannya, seberapa besar gaji yang diterima blogger setelah melakukan jobnya? Tentu bermacam-macam. Ada yang menyediakan puluhan ribu sampai jutaan rupiah untuk satu artikel. Kita dikontrak selama jangka waktu tertentu. Bisa mingguan bahkan bulanan. Wah, kalau begini, income dari paid review lebih besar ya daripada main adsense?

2015-11-18_21.32.58
Haya Aliya Zaki sedang menyampaikan materi ‘Writing Great Content’ — dok. pribadi

Materi Fun Blogging terdiri dari 3 sesi, yaitu:

1. Writing Great Content, oleh Haya Aliya Zaki

Yang terpenting dari sebuah blog adalah konten atau isi artikelnya. Jangan terfokus dulu asal SEO-nya bagus. Tidak jarang bukan kita menjumpai suatu situs yang isinya tidak berkualitas? Situs tersebut hanya menyebut kata kunci secara asal dalam kalimat yang tidak berstruktur atau tidak nyambung satu sama lain dalam suatu paragraf. Jadinya, kita tidak bisa menangkap pesan dari situs itu. Anehnya, dia bisa tampil di halaman pertama Google.

Nah, dalam menulis artikel di blog, Haya Aliya Zaki mengemukakan 12 kunci penting agar artikel kita powerfull. Misalnya, kita harus jujur apa yang kita tulis, kita ahli di bidang itu atau setidaknya kita senangi, bukan yang kita benci. Kita juga wajib memperhatikan gaya, tata bahasa, EYD, termasuk tanda bacanya.

2.  Advancing You Blog Platform, oleh Shintaries

Setelah kita memperhatikan konten blog kita, langkah selanjutnya adalah memoles blog. Bukan memoles dalam artian memperindah dengan desain yang rumit sehingga memperlama loading atau menambahkan media tertentu dalam blog seperti musik. Maksud memoles di sini adalam memaksimalkan platform blog kita agar performanya joss! Misalnya bagaimana membuat blog sehingga pengunjung nyaman dan betah jalan-jalan di blog kita. Maka kita harus memperhatikan tata letak dan warna blog kita, juga media-media yang dipakai.

Yang tak kalah menarik adalah tentang SEO. Sepertinya ini adalah urusan yang ribet namun tetap harus dipelajari. Suatu brand akan melirik blog kita jika sesuai dengan kriteria mereka. Misalnya, berapa domain authority kita, bagaimana page rank, alexa rank. Semua dikupas habis di sini.

3. How Monetize Your Blog Through Branding, oleh Ani Berta.

Seorang blogger juga wajib melakukan pencitraan. Bagaimana cara melakukan pencitraan? Hal ini cukup mudah dengan adanya social media saat ini. Jadi cukup koneksikan blog kita dengan beberapa social media seperti Twitter, Facebook, Instagram, dll. Interaksi kita dengan orang lain di social media sangat penting jika kita mau dilirik brand untuk job review. Percuma jika kita membuat artikel blog tapi tidak ada pengaruhnya ke orang lain. Nah, melalui media sosial ini kita bisa memberikan pengaruh terhadap orang lain.

Ada hal yang harus diperhatikan dalam menjalin kerja sama dengan pemilik brand. Menjaga kepercayaan itu yang utama. Ketika kita menerima kontrak, hendaknya jangan menerima job dari brand pesaingnya selama masa kontrak atau dalam waktu yang berdekatan. Pastikan kita punya MoU hitam di atas putih saat menerima kesepakatan kerja sama.

2015-11-18_20.22.41
Ani Berta menyampaikan materi Memaksimalkan Benefit Sosial Media

Pencerahan Yang Tak Disangka-Sangka

Begitu banyak ilmu yang tak saya duga sebelumnya. Terutama pada sesi ‘Advancing Your Blog Platform’. Dari sana saya tahu tentang Klout Score. Klout score memiliki nilai 1-100. Semakin besar nilainya, berarti semakin besar influence kita di media sosial. Reputasi blogger yang bagus memiliki Klout Score yang tinggi agar kita bisa dilirik brand.

Yang Jadi Bintang, Yang Kelelahan

Kalau saya menghadiri suatu acara dan selalu menggendong anak kecil, mesti deh yang disapa tuh anak saya. Kenapa bukan saya?

Ih, lucunya. Gemes. Dicubit pipinya. Hihihi. Termasuk acara ini, sampai-sampai mbak Sari mengambil foto anakku. Izin comot ya, dari Twitter @MentionSari.

CTLliGiU8AAZ4hJ

Kekhawatiran saya pun terbukti. Saya takut anak kecil ini suatu saat akan rewel saat jam tidurnya. Dan benar. Setelah ishoma, dia merengek-rengek. Mimik ASI pun ditolaknya. Takut mengganggu acara, saya pun membawanya keluar. Mungkin dia bosan. Untung ada suami yang bisa menjaga. Dia bawa jalan-jalan si kecil keliling gedung, sampai akhirnya tertidur. Ini momen yang jarang lho. Karena sebelum tidur mesti disusui dulu. Tumben banget bisa tidur tanpa pelukanku. Uh, kasihan anak bunda.

 

2015-11-18_20.12.55

Berkah Emak Rempong

Syukurnya, meskipun seharian, acara ini tidak membosankan karena bertabur hadiah. Ada hadiah untuk peserta yang melakukan tweet teraktif, pertanyaan teraktif, pertanyaan terkreatif, menjawab kuis dengan benar, peserta yang datang dari jauh, dll. Saya sempat pesimis karena saya begitu pasif. Cuma rajin menyimak saja. Peserta dari jauh pun tidak termasuk. Walau asli Pamekasan, saya sih berangkatnya dari Sidoarjo. Namun, di akhir acara Mbak Ani Berta menunjuk saya untuk maju menerima hadiah karena tergolong ’emak rempong’. Maju terus pantang mundur tuntut ilmu walau membawa anak-anak. Yang satu suka kabur, yang satu takut ditinggal, hahaha.

Alhamdulillah, acara yang disponsori oleh Smartfren, Qwords.com, dan Mobil123.com ini berjalan seru dan membahagiakan. Ngomong-ngomong tentang Smartfren, sampai saat ini saya termasuk pengguna setianya. Sebagai blogger dan pedagang online, saya butuh koneksi internet yang nyaman. Jaringan seluler menurut saya tidak begitu stabil sehingga saya pengen banget pakai internet kabel. Sayangnya, di perumahan saya tidak mendukung. Tak putus asa, saya cari cara yang lain. Just #GoForIt. Akhirnya saya menemukan cara untuk berlama-lama menikmati internet dengan harga terjangkau ya pakai modem portable Smartfren. Smartphone saya juga saya samain pakai Smartfren Andromax juga. Karena waktu itu (tahun 2013) harganya cukup murah dengan fitur berlebih, seperti kamera dengan resolusi cukup besar. Cuma 700 ribuan sudah bisa ngantongin Smartphone Android. Tapi perjuangannya berat. Harus inden dulu sekian minggu karena saking lakunya.

1447844856982

Saatnya berpisah. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 5 sore. Lebih banget dari target yang ditentukan, yaitu jam 4 sore. Apalah daya, materinya sangat bermanfaat, peserta sangat antusias seakan tidak mau berpisah. Jadi, materi benar-benar dituntaskan. Di akhir acara tak lupa kita foto bersama. Sampai jumpa lagi teman-teman ^_^.

 

Foto Bersama Peserta Fun Blogging 7 (nyomot dari IG @ria_rochma)
Foto Bersama Peserta Fun Blogging 7 (nyomot dari IG @ria_rochma)

Tokopedia Roadshow Surabaya Keren Bin Ngeselin

Tokopedia Roadshow SurabayaPada suatu siang, aku melihat semacam notifikasi mencolok di  situs Tokopedia saat login. Tokopedia Roadshow Surabaya! Ajakan itu menggelitik tanganku untuk mengklik pemberitahuan itu. Tertulis tawaran yang begitu menarik seperti ini:

Tokopedia Roadshow Surabaya

Tokopedia Roadshow 2015 : Ciptakan Peluangmu!

Hari / Tgl
Kamis, 5 November 2015

Jam
19.00 – 21.00 WIB

Tempat
Hall B, Dyandra Convention Center
Jl. Basuki Rachmat No. 93 – 105, Surabaya 60271
Registrasi dibuka mulai Pk 18:00 WIB

TALKSHOW
1. Leontinus Alpha Edison – COO Tokopedia
2. Dodit Mulyanto – Stand Up Comedian
3. Dina Sri Agustin – Owner of Dina Wall Sticker

GRATIS!
Tempat terbatas
Doorprize
Free Snack & Exclusive Merchandise

 

Wow! Ini jelas lebih keren dibandingkan Tokopedia TemuToppers tahun kemarin. Jadi segera ku klik halaman registrasinya. Ternyata sudah kepenuhan! Hiks, sayang banget. Maklumlah aku tahunya seminggu sebelum acara.

Namun, semangatku bangkit lagi ketika aku mendapat sebuah pesan dari Line, pas hari H, 2 jam sebelum acara dimulai. Temanku mencari orang yang berniat datang ke Tokopedia Roadshow. Aku bilang bahwa registrasi sudah ditutup. Emang masih bisa? Tak kusangka jawaban apa yang kudengar. Kita bisa registrasi di tempat langsung. Dia meyakinkan aku karena dia sudah konfirmasi melalui telepon. Alhamdulillah. Semoga masih rezeki. Lumayan nih, nanti dapat pengalaman seru, snack dan goodie bag hohoho.

Aku pun langsung menyiapkan segalanya. Karena aku berbuntut dua, maka dengan segera aku menyiapkan keperluan anak dulu. Lumayan molor sih. Jam 6 sore baru berangkat. Sedangkan acaranya dimulai jam 7 malam. Perjalanan Sidoarjo-Surabaya memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan jalur cepat via tol.

Sesampainya di Gramedia Expo, suasana sepiii. Eh, ternyata aku telat. Acara sudah berjalan 20 menit. Aku pun langsung menuju meja registrasi.

“Langsung masuk aja, mbak” ujar si mbak penjaga mejanya.

“Oke.”

Gak dikasih goodie bag nih? Gumamku. Di belakangku ada sosok mas-mas yang ke meja registrasi juga. Si mbak penjaga langsung mempersilahkan si mas-mas tersebut untuk langsung masuk seperti yang ia bilang sebelumnya padaku.

“Aku blogger, mbak” kata si mas itu.

“Oh, iya isi di sini.”

Hai mbaaaak… aku juga blogger lho mbak. Hahahaha… beda perlakuan nih. Ya sudahlah, saya agak ikhlas masuk ke hall acara. Siapalah saya, lha wong saya gak dapat undangan blogger kok :p

Di sana sudah dimulai stand up comedy oleh Dodit Mulyanto. Setelah acara stand up comedy, ada acara talkshow sharing dari seller Tokopedia, ibu Dina. Perjalanan bisnisnya hebat lho. Dari pemula menjadi laku keras hingga bisa beli mobil cicilan, berkat jualan di Tokopedia. Padahal dia bukan pertama kali yang menjual wall sticker di Indonesia. Kira-kira wall sticker sudah ada 2 tahunan di Indonesia saat dia memulai bisnis wall stickernya. Namun ibu Dina gigih, tak takut akan pesaing. Kegigihan ini juga terlihat dari niatnya yang menghadiri acara Tokopedia Roadshow kali ini. Secara dia kan dari Malang.

Waktu sudah jam 8 malam. Anak saya menghilang dari arena. Otomatis aku pun harus mencari keluar hall. Hmm, kesel banget, aku sudah gak dapat goodie bag, anak ngilang. Ribet banget kan harus mencari-cari. Udah jauh-jauh datang, ga ngikutin acara sampai selesai. Setelah berhasil menangkap anakku, aku memutuskan undur diri dari acara. Tapi daripada nggak dapat apa-apa termasuk juga snack (ga berani aku ambil walau udah ready), saya berfoto-foto ria. Untung ada backdropnya. Memori foto inilah yang satu-satunya bisa dibawa pulang. Susah juga yah, foto sambil pegangin anak yang mau kabur hahaha.
2015-11-05_23.46.192015-11-05_23.48.302015-11-05_23.47.56

Kamipun lalu menghibur diri dengan belanja-belanja buku di Gramedia Expo yang satu lokasi. Kemudian lanjut makan malam yang sangat telat (hampir tengah malam) di gerai fast food, hunting mainan ceritanya. Nah, kalau kamu penasaran bagaimana performance stand up comedy, ini dia tutur kocak Dodit Mulyanto. Hanya saja sayang dia beberapa kali bercanda jorok, termasuk konteks candaan orang dewasa, padahal banyak anak-anak juga di sana.

Kalau membandingkan acara Tokpedia Roadshow tahun 2015 ini dengan Temu Toppers tahun lalu yang digelar di Rumah Makan Rempah Surabaya, jelas lebih seru acara roadshow. Temu Toppers tahun lalu hanya melibatkan para seller Tokopedia. Intinya adalah sosialisasi bagaimana menggunakan Tokopedia. Tanpa hiburan apapun. Namun aku lebih bahagia karena aku dapat kalender, notes, kipas, dan bolpen. Hahahah otak emak-emak!