puasa bagi ibu menyusui

Puasa Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Wanita hamil atau menyusui pasti ada yang mupeng ingin berpuasa saat Ramadhan. Sayangnya, kadang keadaan tubuh menjadi lemah ketika tidak ada asupan yang masuk. Kenapa bisa lemah, lemas, letih, lesu kalau nggak makan?

Kita lihat saja ibu hamil. Ibu hamil selain memerlukan energi untuk aktivitas tubuhnya sendiri, ia juga memberi makanan pada janinnya. Tak heran kebutuhan kalori per harinya lebih besar daripada wanita yang tidak hamil. Ibu hamil pun akan cepat lapar setelah energi terkuras menghidupi dua nyawa (dirinya dan janinnya) atau bisa lebih jika janinnya kembar. Fyi, kebutuhan kalori ibu hamil per hari bisa mencapai 2500 kkal. Kan, normalnya wanita biasa membutuhkan energi 1500-2000 kkal. Nah kalau hamil perlu tambahan 200-500 kkal, gitu.

Begitu juga ibu menyusui. Jangan sepelekan aktivitas menyusui yang cuma duduk diam sambil fesbukan menyusui itu. Dalam sehari, kegiatan menyusui itu bisa membakar kalori hingga 6.000 kkal. Wiiih, ini sih sama dengan latihan aerobik 2 jam! Jadi wajar kan, kalau pas puasa banyak yang gak kuat sampai maghrib?

Alhamdulillah, dalam Islam ada keringanan dalam hal puasa wajib ini. Seperti musafir, wanita hamil dan menyusui juga mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.” HR. An Nasai no. 2275, Ibnu Majah no. 1667, dan Ahmad 4/347. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Namun, jika ibu hamil atau ibu menyusui tetap ingin berpuasa silahkan saja asal kondisi tubuhnya dan kondisi bayinya sehat walafiat. Kondisi yang dimaksud ini adalah SEHAT dan KUAT.

Sebuah penelitian pada tahun 2006 terhadap ibu yang menyusui bayi berusia 2-5 bulan yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan antara jam 5 pagi sampai jam 7.30 malam menemukan bahwa bayi-bayi yang disusui selama Ibu-nya berpuasa perkembangannya tidak terpengaruh, serta kandungan macronutrient ASI seperti karbohidrat, lemak dan protein juga tidak terpengaruh. Perubahan yang terjadi adalah pada beberapa kandungan micronutrient ASI yaitu zinc, magnesium dan potassium mengalami penurunan. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan di sebuah kota di Uni Emirat Arab (UEA) , di mana sampel penelitian adalah Ibu menyusui dengan kondisi badan yang sehat dan penelitian dilakukan selama dan setelah bulan Ramadhan. Catatan tambahannya bahwa 3 kandungan micronutrient ASI yang mengalami penurunan ini dibutuhkan bayi dalam jumlah yang kecil, tidak seperti kandungan macronutrient ASI yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang besar untuk energy & pertumbuhan.

Penelitian lain yang pernah dilakukan, tidak hanya meneliti kandungan ASI serta efek nya pada bayi tapi juga meneliti kondisi Ibu menyusui. Sampel penelitian adalah 48 Ibu menyusui yang sehat dan juga bayi sehat berusia 1-6 bulan. Index massa tubuh Ibu menyusui tidak berubah secara signifikan. Hasil lainnya adalah Ibu menyusui selama bulan Ramadhan pemasukan kalori dan beberapa nutrisi kecuali protein, Vitamin A dan C berada di bawah standar kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk Ibu yang sedang menyusui.

Pada tahun 1983 pernah dilakukan penelitian terhadap Ibu menyusui di Afrika Barat yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasilnya adalah produksi ASI tidak terpengaruh dan beberapa hal dalam komposisi ASI berubah. Para Ibu menyusui tersebut cenderung untuk minum lebih banyak sepanjang malam untuk mengurangi efek dehidrasi selama berpuasa. Tubuh wanita menyusui membuat beberapa adaptasi metabolik selama puasa jangka pendek untuk memastikan bahwa produksi ASI tidak terpengaruh.

Jadi, jika si kecil masih masa ASI Eksklusif sangat disarankan untuk tidak berpuasa lebih dahulu. Biarkan si kecil menikmati makanannya melalui ASI. Jangan hanya karena keinginan ibu bersikukuh berpuasa lalu si kecil diselingi susu formula.

Bagaimana Tanda-Tanda Ibu Hamil dan Menyusui Yang Kuat Berpuasa?

Jika ibu hamil, gampang mengenali tanda-tandanya. Apakah ibu lemas? Gemetar? Kalau terjadi, batalkan saja puasanya. Terutama bagi ibu hamil di semester akhir kan harus banyak hidrasi. Agar cairan ketuban normal. Biasanya kan keadaan gawat itu diumumkan ketika hamil tua, cairan ketuban cepat berkurang, kalau sudah habis langsung ditodong operasi sama dokternya 😀 Selain itu, perhatikan gerak janin, pantau terus dan hasilnya harus senantiasa aktif.

Ibu menyusui sih hampir sama tandanya apakah dia mampu berpuasa atau tidak. Kalau dilihat dari kondisi ibu, ibu yang tidak mampu berpuasa hingga adzan maghrib berkumandang itu ya lemas, gemetar, kayak habis lari keliling lapangan 3 kali :p

Jika dilihat dari kondisi bayi, ini yang agak ribet. Meski demikian, ibu wajib memantau ciri-ciri ini.

  1. Pola dan Frekuensi BAK dan BAB. Bayi yang masih ASI eksklusif akan kencing minimal 6 kali sehari. Kalau mau tahu cukup ASI atau tidak, pakaikan popok kain dulu. Saya tidak bahas BAKnya bayi 1 hari atau seminggu ya. Soalnya kan si ibu pasti masih nifas gitu loh! Kalau BAB-nya, bentuk yang normal ya normal. ASI baik-baik saja. Misalnya jika bentuknya seperti bubur warna kuning kecoklatan, atau berbuih, atau encer ada penampakan biji cabe. That’s OK.
  2. Pertambahan berat badan bayi. Normalnya minial naik 500 per bulan selama masa ASI eksklusif. Hmm, tapi puasa cuma sebulan kok. Jadi yang paling gampang pantau BAK-nya ya.
  3. Perhatikan kerewelan bayi. Tapi ini tidak 100% akurat. Soalnya bayi rewel kadang karena cuaca panas, kedinginan karena tidak sehangat waktu di rahim ibu. Jadi lagi-lagi BAK-lah yang penting untuk dipantau.
  4. Jangan pakai patokan banyaknya ASI perah. Karena ini sangat tidak akurat. Bisa karena si ibu tidak mahir memerah, juga bisa karena ASI tidak 100% habis karena pemerahan.

Ingat, jangan berdalih mentang-mentang ibu hamil dan menyusui dapat rukhshah ga berpuasa ada di hadits, lalu langsung memilih ga berpuasa. Cobalah dulu 1-3 hari. Atau bolong-bolong kayak puasa Daud. Kuatkah? Bayi baik-baik sajakah?

Nah, agar puasa ibu hamil dan ibu menyusui powerfull, ini saya kasih tips.

Niat dan doa

Ya, iyalah puasa diawali niat. Eh, tapi ini bukan membahas niat dilafalkan atau tidak. Maksudnya, ya harus ada tekad yang kuat dari ibu. Mau puasa ya puasa, jangan lirak-lirik galon air atau sering-sering buka kulkas hahaaa. Tetap perhatikan keadaan bayi bagaimana. Selain itu, berdoalah pada Allah agar dikuatkan dan dilancarkan tanpa hambatan sapai waktu berbuka tiba.

Penuhi Asupan Gizi Seimbang

Ibu hamil dan menyusui perlu makan lebih banyak, namun tergantung masing-masing individu. Meski harus lebih banyak, perhatikan komposisi keseimbangan antara karbohidrat, lemak, protein, dan zat-zat mikro seperti vitamin mineral.

Jangan mentang-mentang ibu menyusui biar senang, oksitosin mengalir lancar, lalu pilih nasi dengan bebek 5 potong, penutupnya es krim 500 ml. Itu namanya berlebihan T_T

Percaya tidak? Ibu dengan status gizi baik dan status gizi kurang (bukan buruk) komposisi ASI-nya sama-sama berkualitas? Tapi masalah kuantitas, ASI bisa berkurang saat ibu berpuasa. Sehari-hari, ASI diproduksi dengan mengambil nutrisi dari tubuh ibu.  Ketika asupan makan ibu berkurang misal telat makan, atau berpuasa, maka zat-zat yang menyusun ASI juga berkurang dan berakibat menyusutnya ASI.

Oleh karena itu, susunlah menu yang seimbang. Ada nasi tapi tidak berlebihan, ada lauk sebagai sumber protein, buah, dan sayur. Contohnya seperti piring berikut ini. Bisa disesuaikan jika Anda menganut diet sehat lainnya, asal kalori memenuhi.

 

Komposisi menu gizi seimbang

 

Perbanyak Serat Agar Tidak Mudah Lapar

Terutama saat sahur. Konsumsi makanan kaya serat. Bukan hanya buah dan sayur saja. Ganti beras putih dengan beras merah. Beras merah ini mengenyangkan lebih lama. Jadi, sebaiknya hindari beras putih dan mi (baik mi instan maupun mi basah).

Belilah beras merah organik yang dikemas vakum. Beras macam ini tidak langu, tidak keras, memasaknya mudah. Saya hanya menambah air 2 kali lebih banyak saat memasak beras. Tidak perlu cara ribet merendam semalaman, menambah daun salam, pandan, atau yang lainnya.

Makan kurma saat sahur dan berbuka

Makan kurma dengan jumlah ganjil saat sahur. Insya Allah akan menguatkan puasa siapa saja, baik ibu hamil, menyusui, laki-laki, atau perempuan biasa (bukan bumil busui). Kurma yang direkomendasikan adalah yang berukuran sedang atau besar macam Medjol.

Beli kurma yang asli ya, jangan yang olahan dengan tambahan sirup, atau kurma yang kering sekali sehingga susah digigit. Kalau saya mengandalkan kurma Sukkari yang dikemas. Mereknya Siafa (dulu Alalwani). Rasanya ga begitu manis, dagingnya empuk, pangkalnya krispi seperti biskuit. Jadi nggak enek makannya. Biasanya kan enek karena terlalu manis, ya kan?

kurma sukkary siafa alalwani

Tetap makan 3 kali dan snack 2 kali

Makan tiga kali itu: Sahur, Buka puasa, setelah tarawih.

Habis buka puasa terus makan nasi lagi apa ga kenyang banget? Tentukan kadar ‘kekuatan makan’. Jika sudah kenyang ya tidak sah berlebihan. Tapi biasanya cepat lapar loh.

Jika melihat panduan sunnah, berbuka dengan kurma atau cukup air putih saja. Jadi menu berbuka atau yang disebut makan ketika buka adalah bisa dengan kurma saja. Boleh satu, tiga, lima, atau tujuh.

Ketika bangun malam karena bayi minta menyusu atau saat pumping dini hari, boleh-boleh saja makan cemilan atau makanan ringan seperti kurma, kue basah, atau yang sehat lainnya (kacang-kacangan, buah). Hitung ini sebagai waktu snacking atau makan kecil.

 

Cukupi kebutuhan Cairan

Ibu menyusui membutuhkan 3,1 – 3,8 liter cairan. Bukan air putih saja. Cairan bisa berasal dari sup, kandungan air dari buah, kuah-kuah makanan. Jangan hitung teh, kopi, dan soda sebagai cairan, karena jenis-jenis minuman tersebut bisa mengakibatkan dehidrasi. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari teh, kopi, dan soda.

Siapkan ASI Perah

Sebelum Ramadhan, ada baiknya menyiapkan ASI perah untuk jaga-jaga jika Anda tidak percaya diri menyusui saat Ramadhan apakah mencukupi atau tidak. Terkadang bayi bisa rewel jika masih kelaparan. Pasokan ASI perah sangat membantu mencukupi kebutuhan hariannya.

Jangan berikan ASI dengan dot agar tidak bingung puting. Berikan ASI perah (ASIP) dengan bantuan orang lain, bukan ibunya sendiri yang memberi ASIP. Jangan tunggu bayi nangis kejer, karena akan susah diminumkan ASIP.

Jika si kecil berusia lebih dari 6 bulan sehingga sudah waktunya MPASI maka Anda bisa memaksimalkan pemberian makan dan minum selain ASI.

Utamakan Menyusui Secara Langsung

Hisapan bayi akan semakin merangsang produksi ASI. Saat dini hari, produksi ASI sedang banyak-banyaknya. Manfaatkan kesempatan ini. Perah ASI terlebih dahulu, kemudian bangunkan bayi untuk menyusu langsung.

Minum Suplemen tambahan

Jika merasa sadar diri makanan yang dimakan tidak begitu bergizi, suplemen bisa jadi andalan. Terutama masalah pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral. Selain itu, suplemen ini bisa meningkatkan imunitas ibu agar tidak gampang sakit.

Pilih suplemen yang halal dan legal. Selain itu, pilihlah yang alami terlebih dahulu. Misalnya madu, tablet bee pollen yang mengandung vitamin dan mineral lengkap, minyak ikan, minyak zaitun, dll.

Agar powerfull saat puasa #eatclean

A post shared by Eat Clean ID (@eatcleanid) on

Minum Nabeez dan Nabeez Shake Saat Sahur

Nabidz, Nabeez, Naqi istilah kerennya Infused Water dari kurma. Siapapun yang minum ini (tidak hanya bumil busui) akan lebih bertenaga menjalani puasanya. Ibu hamil dan menyusui tidak mudah lemas, ASI menjadi deras, bayi tidak rewel, Insya Allah.

Nabeez merupakan air rendaman kurma. Pastikan air ini belum berbuih, takutnya jika berbuih, kandungan gulanya sudah berubah menjadi alkohol.

Cara membuat Nabeez:

1. Siapkan 7 butir kurma buang bijinya.
2. Rendam dalam air selama 7 jam (bisa dari isya’ sampai sahur)
3. Biarkan di suhu ruang atau dalam kulkas.

Sampai tahap ini air kurma 7 jam ini disebut Nabeez.

Agar Nabeez lebih nikmat:
4. Siapkan susu. Pilih susu kambing, atau susu sapi segar/paterisasi/UHT.
5. Campur air rendaman kurma (nabeez) + kurmanya + susu sesuai selera dengan blender.

Jadilah Nabeez Shake

Nabeez shake bisa dinikmati seluruh keluarga. Khusus busui campur Nabeez shake ini dengan ASI Booster Tea agar ASI semakin powerfull!

Jus kurma nabeez asi booster tea
Inilah jus kurma. Percaya gak kalau ASI Booster Tea jadi nikmat banget dicampur nabeez shake?

 

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Jangan terlalu memaksa jika tidak mampu. Puasa dan menyusui sama-sama perintah Allah. Perhatikan juga hak bayi.

Lalu bagaimana jika tidak berpuasa? Bayar utang puasa dengan qadha’ atau fidyah? Jawabannya ada di sini.

 

Salam,

Li Partic

Child birth educator & Breastfeeding Consultant