Month: July 2018

Hari Anak Nasional, Bisakah Tidak Sekadar Seremonial Atau Hura-Hura?

Hari Anak Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Biasanya Hari Anak Nasional diperingati dengan megadakan acara-acara tertentu yang melibatkan anak-anak. Ada yang mengadakan berbagai lomba seperti mewarnai, adu bakat, mengadakan kegiatan tamasya bersama, dll. Padahal di balik semua itu tujuan memperingati hari anak adalah mengevaluasi pemenuhan hak anak.

Sayangnya, masih terjadi pelanggaran hak asasi anak yang tak ada habisnya. Misalnya bullying, KDRT, pekerja anak, materi siaran TV yang tidak layak untuk anak, kurangnya taman bermain, hingga perkawinan di bawah umur. Beberapa waktu lalu saya sendiri melihat video viral seorang pria di Sampang, Jawa Timur bertemu anak naik sepeda jam 1 pagi. Anak tersebut terlihat sangat kelelahan sehabis berjualan gorengan. Lalu pria tersebut mengikuti sampai anak tersebut sampai di rumahnya. Setelah bertemu kedua orang tuanya, pria tersebut memarahi habis-habisan dan mengancam jika terus dibiarkan seperti itu akan melaporkan ke polisi. Berikut videonya.

Dikirim oleh Um Novi pada Rabu, 18 Juli 2018

Dikirim oleh Um Novi pada Rabu, 18 Juli 2018

Lantas, apakah dengan perayaan tahunan Hari Anak Nasional itu bisa menghilangkan masalah yang dialami anak? Tentu kerja keras kita semualah yang akan membuahkan hasil. Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mulai mengupayakan pemenuhan hak anak secara terintegrasi dengan memerhatikan 5 klaster hak anak. Pemenuhan ini melibatkan semua lapisan masyarat dimulai dari penguatan keluarga.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise didampingi oleh Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat. Tidak hanya ibu dan ayah, akan tetapi orang dewasa yang ada dalam keluarga.

Menteri Yohana Yembise
Menteri Yohana Yembise

Pada tahun 2018 ini, KPPPA kembali memberikan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018 kepada daerah yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Penting tidak ya, penghargaan terhadap kabupaten/kota ini setiap hari anak? Saya mengadakan polling di instagram story. Ternyata mayoritas menjawab penting.

hari anak nasional
Polling di Instagram Story @lipartic

Ya, jawabannya memang sangat penting. Mungkin yang menjawab tidak penting itu, belum tahu apa kota layak anak itu, dan apa tujuan sebenarnya. Baik, saya jelaskan. KLA adalah Kabupaten/Kota yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin “pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak”.

KPPPA memberikan penghargaan pada daerah kabupaten/kota. Penilaian untuk memberi penghargaan itu tentu saja mendorong daerah untuk menyiapkan indikator-indikator yang dinilai dapat memenuhi hak anak, bukan? Sehingga masing-masing daerah berusaha mencapai nilai sempurna. Kalau nilainya sempurna, kan hak memperkecil pelanggaran hak asasi anak. Dengan demikian, diharapkan akan terwujud Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030 nanti, dimana semua kabupaten/kota di Indonesia menyandang predikat KLA. Aamiin.

Penghargaan KLA, diserahkan langsung oleh Mama Yo, panggilan akrab bu menteri KPPPA, tepat pada Hari Anak Nasional 23 Juli 2018, di Dyandra Convention Center Surabaya. Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, mengacu pada 24 indikator pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Secara garis besar, terdapat 5 Klaster Hak Anak, yaitu:

1. Hak Sipil dan Kebebasan

Indikator di bidang ini adalah akta kelahiran, informasi layak anak, dan partisipasi anak.

2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif

Indikatornya adalah perkawinan anak, lembaga konsultasi bagi orang tua atau keluarga, lembaga pengasuhan alternatif, PAUD-HI, dan infrastruktur ramah anak. Program yang dilakukan adalah pengadaan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang merupakan konsultasi keluarga dengan psikolog atau pakar lainnya, upaya-upaya pencegahan perkawinan anak, pengasuhan anak berbasis hak anak, dan ruang bermain ramah anak.

3. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan

Indikatornya adalah persalinan di fasilitas kesehatan, prevalensi gizi, PMBA, faskes dengan pelayanan ramah anak, air minum, dan sanitasi, iklan, sponsor dan promosi rokok. Dalam programnya, dikembangkan fasilitas kesehatan yang ramah anak, pengembangan kampung anak sejahtera untuk mendukung penurunan angka stunting dan fasilitas ruang ASI.

4. Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya

Indikator di dalamnya adalah program wajib belajar 12 tahun, sekolah ramah anak, dan pusat kreativitas anak.

5. Perlindungan Khusus

Yang termasuk perlindungan khusus adalah jika ada anak korban kekerasan dan eksploitasi, korban pornografi dan situasi darurat, penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, terorisme, dan stigma.

Sebanyak 389 Kabupaten/Kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA. Di antara jumlah tersebut, ada 176 Kabupaten/Kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori. Penilaian dilakukan oleh tim yang beranggotakan pakar anak, Kemenko PMK, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden dan KPAI, dengan 4 tahap penilaian, yaitu Penilaian Mandiri, Verifikasi Administrasi, Verifikasi Lapangan, dan Finalisasi.

Kementerian PPPA membagi 5 kriteria penghargaan, yaitu:

  1. Pratama
  2. Madya
  3. Nindya
  4. Utama
  5. KLA

Sayang, penghargaan tertinggi yang berhasil dicapai untuk tahun ini adalah predikat Utama. Belum ada daerah yang berhak menyandang predikat KLA. Penghargaan Utama diperoleh oleh Surakarta dan Surabaya.

Selain penghargaan KLA, Menteri Yohana juga memberikan penghargaan non KLA kepada daerah yang terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina Forum Anak, merespon pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA), dan mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), menyelenggarakan pelayanan ramah anak di Puskesmas, dan melakukan inovasi-inovasi dari kemajuan pembangunan anak di wilayahnya, serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.

Mari wujudkan IDOLA 2030 dimulai dari keluarga kita sendiri!

5 Cara Mengembangkan Potensi Prestasi Anak

anak generasi maju
Mengasah keberanian dan percaya diri. Salah satu di antara 5 potensi prestasi anak.

Pernahkah kita memikirkan dan mendukung potensi prestasi anak? Potensi prestasi ini dimiliki setiap anak yang lahir mulai 0 bulan, bukan cuma oleh anak yang bersekolah. Potensi prestasi tersebut juga bukan bakat yang setiap anak bisa beda-beda pencapaiannya. Potensi prestasi ini bisa diukur sesuai tahap pencapaian usianya. Apa saja itu?

  1. Cerdas dan kreatif. Cerdas artinya daya tangkapnya cepat, mengerti banyak hal, kosa katanya banyak, bisa mengomunikasikan banyak hal. Sedangkan kreatif itu bagaimana ia menciptakan banyak ide, berimajinasi, bahkan bisa menghasilkan banyak solusi yang belum terpikirkan oleh orang lain.
  2. Tumbuh tinggi dan kuat. Pertambahan tinggi dan berat badannya sesuai menurut grafik di area hijau pada Kartu Menuju Sehat (KMS).
  3. Supel. Maksudnya tidak individual, bisa berinterakasi dengan baik dengan orang lain.
  4. Mandiri, yaitu tidak tergantung orang lain, dirinya dapat mengandalkan dirinya sendiri.
  5. Percaya diri, yaitu percaya terhadap diri sendiri bahwa ia akan bisa melakukan apa saja.

Jika kelima potensi prestasi tersebut bisa dikembangkan sejak dini, tentunya si anak akan jauh lebih sukses di masa depan. Sehingga anak tersebut bisa disebut anak generasi maju.

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. menjelaskan bagaimana cara kita mendorong anak agar bisa memiliki kelima potensi prestasi tersebut secara optimal. Beliau menjelaskan dalam acara Talkshow di kegiatan Sahabat Generasi Maju Surabaya, pada Minggu, 22 Juli 2018. Hal-hal yang harus digali adalah aspek fisik, kognitif, emosi, basa, dan sosial.

1. Agar Cerdas dan Kreatif

Kecerdasan bisa distimulasi dengan menyeimbangkan koordinasi motorik kasar dan halus. Misalnya bagaimana caranya tangan dan kaki bergerak sesuai. Bukan segedar bergerak, tapi harus kuat sigap. Kita bisa bermain dengan anak atau membiarkannya bermain yang melibatkan aktivitas fisik. Contohnya permainan petak jongkok, lari-lari, melempar bola, dll.

Agar anak menjadi kreatif kita bisa stimulasi dari segi bahasa dan logikanya. Kita bisa membacakan cerita, sering berbicara dengan anak, sehingga kosa katanya bertambah. Dan yang paling penting dia menguasai urutan subjek, predikat, objek dalam menyusun kalimat. Untuk mengasah logikanya kita stimulasi dengan kegiatan yang solusinya bukan hanya satu saja seperti jawaban matematika. Melainkan bisa beragam alternatif. Contohnya bermain lilin malam. Kita bisa mengajarkan berbagai bentuk dengan lilin tersebut. Bisa berbentuk bola, bakso, gajah, dll.

2. Agar Tumbuh tinggi dan kuat

Pertumbuhan tinggi dan berat badannya bisa kita perhatikan dari nutrisi yang si kecil asup sehari-hari. Pastikan anak mendapatkan gizi yang seimbang sesuai kebutuhannya. Susunlah menu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam piring makannya.

3. Agar Supel

Membayangkan anak yang supel pasti kita membayangkan anak yang mudah bergaul. Perbanyak kesempatan anak bisa main dengan teman sebaya. Memang kadang si anak bisa berinteraksi dengan orang yang lebih muda atau lebih tua. Tetapi jika berinteraksi dengan yang seumuran, ia akan lebih mudah bersosialisasi, saling berbagi, dan bersama-sama.

4. Agar Mandiri

Kemandirian bisa dibentuk dengan memberinya kepercayaan untuk mengerjakan aktivitasnya sendiri. Misalnya saat lomba mewarnai. Kita bisa saja membantunya agar cepat selesai, hasil pewarnaanya bagus tidak keluar garis. Namun, dengan membiarkannya mengerjakan sendiri akan mengasah kemandiriannya.

5. Agar Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang harus ditumbuhkan pertama kali pada anak. Percaya diri bisa ditumbuhkan dengan hubungan yang baik pada anak. Bukan sekadar bonding tetapi juga attachment, sehingga si kecil bisa percaya pada orang tuanya. Ketika sudah percaya dengan orang tua, ia juga bisa percaya terhadap diri sendiri. Contoh kecil misalnya saat ia masih balita. Kita punya meja dengan sudut yang tajam. Kita bisa tutupi sudut tersebut sehingga jika suatu saat si anak kemana-mana rasanya tidak begitu sakit. Ia bebas percaya diri melakukan apa aktivitasnya. Tanpa mendengar kita sedikit-sedikit teriak “Awas kena meja, jangan ke situ, jangan begini.”

anna surti, mbak nina
Talkshow bersama Psikolog Anna Surti alias Mbak Nina (kanan)

Nah, demi mewujudkan anak generasi maju, SGM Eksplor juga berkomitmen untuk pencapaiannya. Dari segi nutrisi, SGM Eksplor memformulasikan susu petumbuhan sesuai usia anak. Dengan demikian, anak dapat tumbuh tinggi dan kuat. Selain itu, SGM Eksplor juga aktif mengadakan edukasi nutrisi secara rutin dan mengadakan kegiatan yang mendukung 5 potensi prestasi anak. Contohnya Mini Mobi yang akan berkeliling ke 8.000 area di Indonesia dan melakukan edukasi nutrisi serta stimulasi bagi anak-anak melalui permainan edukatif. Juga ada live chat melalui Facebook Aku Anak SGM bersama dokter anak dan psikolog anak.

Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor

Pada 22 Juli 2018, diadakan Festival Sahabat Generasi Maju (SGM) yang berlokasi di Parkir Timur Surabaya Plaza. Hal ini bertujuan untuk merayakan Hari Anak Nasional dan mendukung potensi prestasi anak. Ada talkshow edukatif, kelas olah raga, kelas kreativitas, Mini Mobi, bazaar murah, dan lomba mewarnai. Menurut Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, Surabaya dipilih menjadi salah satu tempat Festival SGM karena merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Selain Surabaya, rangkaian kegiatan Sahabat Generasi Maju telah berlangsung di Yogyakarta, Medan, dan Bandung.

Selain itu, SGM Eksplor juga mengajak orang tua untuk menceritakan potensi prestasi yang dimiliki si kecil dengan mengunggah foto dan cerita potensi prestasi si kecil ke akun Facebook mulai 19 April s.d 8 Juli 2018. Hadiahnya tidak main-main lho. Ada beasiswa senilai total 1 milyar rupiah untuk 25 orang pemenang. Penjurian grand final akan dilakukan pada 27-29 Juli 2018 di Summarecon Mall Bekasi.

 

Carut Marut Nasib Karyawan Outsourcing JICT

Tahun 2018 diramalkan menjadi era disrupsi ekonomi, dimana banyak lini mengalami kemunduran. Oleh karena itu, perusahaan banyak melakukan hal kreatif maupun penghematan. Entah ada hubungannya atau tidak, terjadi kemelut di dalam Serikat Pekerja JICT. Jakarta International Container Terminal (JICT) merupakan anak perusahaan PT Pelindo II. Perusahaan BUMN tersebut melayani bongkar muat peti kemas untuk ekspor impor.

JICT (Jakarta International Container Terminal) merupakan perusahaan bongkar muat peti kemas untuk ekspor impor. Karyawannya masih bersifat outsourcing meski sudah bekerja bertahun-tahun bahkan ada yang sampai 20 tahun. Padahal menurut undang-undang maksimal penggunaan tenaga outsourcing maksimal 2 tahun. Per awal 2018 terjadi penggantian vendor penyedia jasa outsourcing, yang mengakibatkan 400 karyawan terancam PHK. Seharusnya mereka sudah menjadi karyawan tetap. Karena vendor baru yang tenaganya belum terlalu handal, sering juga terjadi kesalahan dan kecelakaan kerja. Kamis, 19 Juli 2018 berlangsung pertemuan koordinasi teknis lapangan untuk pengawasan oleh Sudinaker Jakut, Otorisasi Pelabuhan, SPC, dan SPJAI ke teriminal operasional JICT di Tanjung Priok. Semoga karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja JICT @spjict dan manajemen JICT mendapat solusi terbaik. #HapusOutsourcingJICT

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

Pada 31 Desember 2017 kerja sama PT JICT dan perusahaan penyedia outsourcing, PT. Empco berakhir. Lalu JICT beralih ke vendor baru yaitu PT Multi Tally Indonesia yang lebih murah. Akibatnya sekitar 400 karyawan terancam PHK. Hal ini yang diperjuangkan oleh Serikat Pekerja JICT (SPJICT). Mereka menuntut perekrutan karyawan outsourcing yang telah mengabdi agar menjadi karyawan tetap.

Karyawan outsourcing di JICT telah bekerja selama bertahun-tahun. Ada yang 6 tahun bahkan ada yang sampai 20 tahun. Sedangkan menurut UU No. 13 Tahun 2003, pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya boleh dikontrak selama 2 tahun.

Macam pekerjaan karyawan outsourcing tersebut bermacam-macam. Ada yang sebagai billing, perkantoran, pool driver, operator RTGC, tally man, reffer man, dll. Karena telah berkecimpung bertahun-tahun, menjadikan tangan mereka ahli dan handal. Sejak pergantian vendor penyedia jasa outsourcing, dikabarkan sering terjadi kecelakaan kerja karena karyawan baru dari vendor baru kurang berpengalaman. Pernah terjadi tabrakan RTGC dengan truk, antar kontainer saling bersenggolan, menyerempet, bahkan salah posisi.

kecelekaan kerja di JICT
Kecelekaan kerja di JICT

Nah, mari kita lihat kegiatan-kegiatan di JICT.

kegiatan utama JICT

Alur kerja JICT yang menyalahi aturan
Alur kerja JICT yang menyalahi aturan

Perhatikan tulisan pada gambar di atas yang berwarna merah. Semua tulisan merah adalah kegiatan utama yang saling terkait, namun masih diborongkan dengan outsourcing oleh JICT. Sementara itu, Kemenaker pernah menetapkan kegiatan seperti tallyman dan operator RTGC adalah pekerjaan yang tidak dapat diborongkan karena berkaitan langsung dengan proses produksi (sesuai pasal 66 ayat 1 UU Ketenagakerjaan 13/2003).

Oh ya, biar kamu tidak bingung, pekerjaan yang bisa diborongkan adalah yang sesuai Pasal 3 ayat 2, PermanakerTrans RI 19/2012:

  1. Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama baik manajemen maupun kegiatan pelaksanaan pekerjaan.
  2. Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan, dimaksudkan untuk meberikan penjelasan tentang cara melaksanakan pekerjaan agar sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan pemberi pekerjaan.
  3. Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan, artinya kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang mendukung dan memperlancar pelaksanaan kegiatan utama sesuai dengan alur kegiatan proses pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan oleh asosiasi sektor usaha yang dibentuk sesuai peraturan perundang-undangan.
  4. Tidak menghambat proses produksi secara langsung, artinya kegiatan tersebut merupakan kegiatan tambahan yang apabila tidak dilakukan oleh perusahaan pemberi pekerjaan, proses pelaksanaan pekerjaan tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pergantian ke vendor penyedia jasa baru, sebenarnya juga mengakibatkan kerugian, seperti yang tertuang dalam tabel berikut.

Akhirnya, pada tanggal 19 Juli 2018 berlangsung pertemuan koordinasi teknis lapangan untuk pengawasan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara, Otorisasi Pelabuhan, SPC, dan SPJAI ke teriminal operasional JICT di Tanjung Priok. Diskusi dihadiri oleh Asosiasi Pengusaha Pelabuhan dan Kementerian Tenaga Kerja. Ada juga Otoritas pelabuhan, syah bandar, suku dinas ketanaga kerjaan Jakarta Utara dan Transmigarasi Jakarta utara, Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), serikat pekerja container (SPC).

Lalu bagaimana hasilnya? Kita tunggu saja ya. Semoga bisa membahagiakan semua pihak. Aamiin.

Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid Meregenerasi Kulit Tanpa Kemerahan

maxipeel microexoliant fluid

Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid akhirnya resmi diluncurkan di Surabaya pada Minggu, 15 Juli 2018. Produk ini sukses diluncurkan tahun lalu di Filipina. Kini hadir di Indonesia. Peluncuran produk ini adalah yang kedua, setelah sebelumnya diresmikan di Jakarta pada bulan Mei 2018.

Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid atau disebut juga Maxipeel Zero merupakan produk yang membantu eksfoliasi kulit tanpa menimbulkan efek kemerahan. Produk ini adalah keluaran Splash Corporation. Menurut Chairmaine E. Sales, Brand Manager Personal Care Maxi-Peel, Maxi-Peel Exfoliant Fluid adalah produk terlaris di antara peroduk personal care keluaran Splash lainnya.

Peluncuran Maxi-Peel di Surabaya. Kiri: dr. Inneke Jane, SpKK. Kanan: Chairmaine E. Sales, brand manager Maxi-Peel.

Lalu apa pentingnya Maxi-Peel Exfoliant Fluid? Tentu pernah kan, mengalami kulit kasar, kusam, dan berjerawat? Itu sebenarnya akibat penumpukan sel kulit mati yang sulit beregenerasi. Memang, kita bisa menutupinya dengan make up. Tapi pasti kita tidak puas begitu saja melihat kulit asli sendiri tidak sehat. Nah, solusinya harus dibantu dengan eksfoliasi dari luar.

Secara alami, di usia 20-an, kulit beregenerasi selama 28 hari. Namun seiring bertambahnya usia proses regenerasi melambat, menjadi sekitar 40 hari atau 6 minggu. Bagaimana supaya regenerasi kembali ke 4 mingguan lagi? Eksfoiasi rutinlah yang bisa membantu, sehingga regenerasi kulit berjalan dengan baik, kulit jadi baru lagi.

Semakin bertambah usia, regenerasi sel semakin lama.

Eksfoliasi atau peeling adalah penghilangan sel kulit mati dari lapisan epidermis. Kulit sebenarnya memproduksi kulit baru setiap hari. Jika prosesnya tidak berjalan dengan benar, kulit bisa kering tidak merata. Pernah tidak, saat facial di klinik kecantikan, atau menggosok kulit dengan scrub yang terlalu kasar kulit menjadi terkelupas dan kemerahan? Ya, itulah akibat penipisan kulit.

Sebenarnya eksfoliasi secara kimiawi yang terkenal sejak tahun 90-an itu, akan mengangkat sel-sel kulit mati, menyamarkan garis halus pada wajah, menghilangkan jerawat, bahkan bisa membuat kulit wajah menjadi kencang. Namun, jika terlalu sering kadang kulit bisa teriritasi dan mudah berjerawat.

Nah, kalau pakai Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid, kita tidak perlu khawatir, karena kita bisa memakainya setiap hari. Produk ini mengandung skin renewal micro-exfoliants yang bisa menghilangkan minyak dan kotoran dalam pori-pori wajah. Vitamin-vitaminnya juga ada.Mari kita tilik bahan-bahan aktifnya.

  1. Asam salisilat: menghilangkan penyumbatan pada pori-pori kulit.
  2. Asam laktat dan likolat: mengupas kulit secara alami.
  3. Vitamin A: membantu mengatasi kulit berjerawat
  4. Vitamin C: menjaga sel kulit
  5. Vitamin E: melembabkan kulit, memperkuat pertahanan kulit terhadap paparan sinar UV, dan menyamarkan noda hitam.
  6. Vitamin B: menghidrasi dan membuat kulit kebih cerah.

Oh ya, Maxi-Peel ini mengandung AHA sebanyak 2,5%dan BHA.

Cara Pakai Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid

Cara pakainya simpel, kok. Setelah kita bersihkan wajah dengan facial wash atau pembersih wajah lainnya, tuangkan Maxi-Peel 3-5 tetes di kapas. Bisa cotton ball atau cotton square. Oleskan pada wajah seperti memakai toner.
Bersihkan facial wash, tuang pada kapas.

Jangan gunakan Maxi-peel bersamaan dengan produk lain yang mengandung alkohol, karena akan menambah kering pada wajah. Misalnya dalam paket skincare kita ada alkoholnya, lebih baik hentikan dulu pemakaian skin care tersebut.

Saat pagi hari sampai sore hari pakailah tabir surya alias sunblock, meski cuaca mendung atau di dalam rumah saja. Soalnya, kan sinar matahari bisa menembus jendela.

Kalau di kemudian hari kulit berjerawat, iritasi, kemerahan, lebih baik hentikan pemakaian. Artinya kulit kamu alergi sama produk ini.

Pastikan beli produk yang asli ya. Produk ini sudah terdaftar di BPOM. Di bawah botol ada tanggal kadaluarsa dan nomor betsnya. Kamu bisa mendapatkan produk ini hanya seharga Rp. 20.000. Sudah tersebar di banyak supermarket, kok.