Perawatan Tali Pusar: Mengatasi Granuloma Umbilicalis

Bagi sebagian orang, ada perasaan takut dan khawatir menyentuh, menggendong, atau memandikan bayi baru lahir yang belum puput pusar. Apalagi ibu baru, yaitu yang baru memiliki anak pertamanya. Siapa ya yang akan memandikan bayiku? Apa mending bayar bidan aja untuk merawat?

Menurut saya, sayang deh pengalaman berduaan dengan bayi harus ditangani orang lain. Ibu pun wajib tahu dan mengalami rawat-merawat bayi, termasuk masalah tali pusar.

Sebenarnya merawat tali pusar cukup sederhana. Mandikan bayi seperti biasa, beri sabun, bilas dengan air hangat agar tidak hipotermia alias kedinginan, keringkan dengan handuk, angin-anginkan. Kasih baju seperti biasa. Dulu, memang perawatan pusar itu diberi alkohol, ada juga yang diberi larutan povidone/iodine (betad****, red) agar cepat kering katanya. Sekarang tidak perlu ya. Tak usah bubuhi alkohol, minyak, ramuan ini itu.

Ilmu perawatan ini pun jadi polemik pada anak kedua saya yang baru lahir. Anak pertama dikasih alkohol soalnya. Sempat dibilang bodohlah, sampai nakesnya pun dibodoh-bodohi. Gara-gara nakes muda, kurang pengalaman, begitu katanya. IMHO sih, justru nakes baru, metode baru, ilmu baru yang terus berkembang yang lebih dipercaya. Seperti dulu tahun 90-an, ASI itu eksklusif 4 bulan, tetapi mulai tahun 2000-an ASI eksklusif adalah 6 bulan. Jadi jangan berhenti menuntut ilmu sesuai jamnnya saja ya, harus mengikuti perkembangan 😉

Suatu ketika, si tali pusar sudah puput. Mungkin di hari ke-10. Setelah itu, saya menemukan pusarnya berair. Setelah berumur 40 hari lebih si bayi bertambah gendut, perutnya pun ikut gendut. Pusarnya menjadi bodong dan tampak ada daging menjulur keluar sebesar biji beras. Bentuknya kemerahan, dan masih bernanah tak bau. Apa ya itu? Itulah granuloma umbilicalis. Saya memang agak khawatir, tapi tetap berlagak santai. Sampai kemudian, saya menemukannya berdarah dua hari berturut-turut. Keesokannya granuloma itu lepas! Alhamdulillah.

Berikut tentang granuloma oleh dr. Hemanto SpB, SpBA

Sering  pada praktek sehari hari, seorang ibu membawa anaknya  ke dokter dengan keluhan adanya semacam “daging” pada pusarnya setelah  tali pusat terlepas. Pada  Room For Children juga beberapa ibu menanyakan  masalah ini. Berikut ini saya akan memberikan gambaran mengenai penyakit Granuloma umbilikalis baik yang didapat ( granuloma biasa, omphalitis/infeksi) dan yang bawaan ( sisa saluran omphalomesenteric/ saluran antara usus janin ke tali pusat, serta sisa saluran Urachus yang tidak menutup/ saluran antara pusar dan kandung kemih)

Apakah yang dimaksud “daging” tumbuh pada pusar ?
“Daging” tumbuh pada pusar, sebenarnya bukan daging semacam otot di badan kita, tapi merupakan jaringan dibawah kulit yang tidak tertutup lapisan  epitel (kulit ari), setelah lepasnya tali pusat. Istilah medisnya dinamakan Granuloma umbilikalis.

Bagaimana terjadinya Granuloma umblikalis ?
Setelah lepasnya tali pusat, akan terdapat sedikit daerah di pusar yang terbuka dan belum tertutup kulit.  Kadang kadang akan tumbuh jaringan granuloma  yang mengandung jaringan ikat fibroblas dan pembuluh darah kapiler. Ukuran granuloma mulai 1 milimeter sampai dengan sekitar 10 miliimeter, seperti bertangkai (gambar*)

Bagaimana mengobati  granuloma  ?
Granuloma umbilikalis diobati dengan cara kauterisasi yaitu mengoleskan cairan yang mengandung “silver nitrat” yang mempunyai efek “membakar”. Bisa juga dengan obat  luar lainnya yang berfungsi menciutkan granuloma.   Bila granulomanya panjang  bisa dilakukan pemotongan dan diikat dengan benang yang diserap tubuh.

Mengapa granuloma “bandel” sering kambuh lagi ?
Apabila diobati dengan cairan yang mengandung silver nitrat, dan sudah dipotong tumbuh lagi atau tidak ada respon sama sekali, dipikirkan adanya hubungan dengan usus dibawahnya.

Apa yang disebut Omphalitis ?
Omphalitis adalah infeksi didaerah pusat, akibat adanya bakteri Staphylococcus aureus , Streptococcus  atau  Clostridium tetani pyogenes, dan juga bakteri  gram negatif. Manifestasi omphalitis adalah adanya nanah di pusar dan sekitarnya ditandai kulit sekitarnya kemerahan.

Bagaimana cara mengobati  omphalitis ?
Selain bayi harus dirawat, diberikan obat antibotik, bila terjadi kantung nanah harus dikeluarkan (drainase).

Apa penyebab gruloma yang tidak bisa hilang, setelah diobati ?
Apabila granoloma bandel  tidak bisa hilang, granuloma disebabkan kelainan bawaan lahir akibat adanya sisa saluran omphalomesenteric (saluran yang menghubungkan usus janin ke talipusat ). Lihat gambar*

Bagaimana cara mengobati  granuloma akibat sisa saluran omphalomesnteric  ?
Harus diputus “akarnya” dengan operasi.

Apa artnya granuloma berbau feses ?
Granuloma yang keluar cairan bebau feses, artinya ada hubungan antara usus dan pusat.

Apa artinya grnuloma berbau pesing ? 
Artinya ada hubungan antara kandung kemih ke pusar, terdapat sisa saluran Urachus yang tidak menutup.

Sumber : Room For Childrean

note :
Perawatan untuk tali pusat sampai dengan puput, adalah dengan membersihkannya dengan baik dan kering.
di cuci dengan sabun ketika mandi kemudian di lap dengan handuk lembut dan diangin-anginkan dsebentar
tanpa harus di tutup dengan kain kasa atau pemberian alkohol, minyak atau ramuan lainnya.
jika terkena pup atau pipis perlakukan hal yg sama dalam pembersihan.

tali pusat yang belum waktunya lepas (masih basah) tapi dipaksa lepas sering jd granuloma. Jika memang sudah kering dan copot sendiri yang berarti bukan dipaksa tidak akan menyebabkan granuloma. Tali pusat yg kecil biasanya cepat puput, bisa 3 hari sudah puput.

biasanya 3-4 minggu paling lama granuloma akan hilang bila diberikan obat luar atau hanya dibersihkan saja. tapi kalo lebih sebulan bahkan sampai besar masih ada ..baru curiga ada akarnya. bila berbau feses.ada fistel, satu lagi bila bau pesing.mungkin berhubungan dgn sisa saluran ke kandung kemih.

untuk kasus fistel & omphalomesnteric, dilakukan tindakan operatif pada saat kondisi optimal (paling baik), tidak sakit, battuk, demam dll. Pokoknya sehat. boleh setelah 10 minggu, Hb >10, lekosit <10 ribu, berat badan > 10 pon (5 kg).

Keterangan gambar
Insert : Granuloma pusar.
A.Pusar dihubungkan dengan sinus (kantong)  dan jaringan ikat  sisa yang masih berhugranulomabungan dengan usus.B.Pusar dihubungkan dengan usus melalui jaringan ikat.

C.Pusat dihubungkan dengan usus dan terdapat kista ditengahnya.

D.Adanya hubungan terbuka (fistel) antara  usus dengan pusar.

E.Pusar dihubungkan dengan usus yang menonjol (divertikel).

Be Sociable, Share!
Posted on: October 23, 2014, by : li partic

12 thoughts on “Perawatan Tali Pusar: Mengatasi Granuloma Umbilicalis

  1. Karena susah dapat Albothyl,
    Alternatif perawatan harian bisa memakai Garam Dapur (saya dapat dari YouTube Channel Ovum Hospital India) :
    1. Bersihkan pusar dengan air hangat dan keringkan dengan kapas/cuttonbud
    2. ‎Beri sejumput garam dan biarkan 10-30 menit, tutup/tekan dengan kasa.
    3. ‎Bersihkan kembali dengan air hangat, dan keringkan dengan kapas/cuttonbud
    4. ‎Ulangi 2-3 kali sehari
    5. ‎Sekira 2-3 hari tonjolan akan mengecil.

    Pengalaman pada anak saya yg berumur 5 minggu, kali pertama pemberian warnanya berubah menghitam, berikutnya mulai mengecil dan setelah 5 kali pemberian garam, Granuloma nya hilang. Dan Alhamdulillah tidak basah/ngembes lagi pusarnya.
    Selama pemberian, anak tidak rewel atau reaksi apa2, jadi tidak perih menurut saya.
    Semoga membantu, namun jika Anda ragu, lebih baik ke DSA terdekat.
    Kepada yg debaynya mengalami hal serupa, semoga cepat kembali normal. Aamiin

    1. terima kasih bnyk sarannya sis, alhamdulillah hari ke 40 granuloma anak ke2 sy copot setelah pemakaian selama 5hari (sehari 2x apply). sebelumnya bingung nyari albotil susah, ke puskesmas jg ga ada solusi krn bidan dan dokter puskesmasnya ga tau diagnosanya apa malah dibilang infeksi tali pusat, akhirnya dirujuk ke DSA. takut kalau2 disuruh oprasi akhirnya sy searching di google dan ketemu artikel ini. sempat takut waktu pertama kali ngasih garam di pusar anak sy tapi sy beraniin dan ternyata anak sy tidak rewel/menangis. sejak pertama kali pemakaian langsung bereaksi granulomanya berubah warna menjadi hitam. cuma salahnya sy garam ditaburkan diatasnya saja tidak sampai ke pangkal pusar. jadi agak lama copot granulomanya. tp gpp deh yg penting anak sy sdh bebas dr granuloma. sekali lg terima kasih bnyk ya sis. semoga dilimpahkan keberkahan bagi sis yg udh berbagi ilmu dan pemilik artikel ini

  2. Anak saya juga skrg mengalami hal yg sama mba setelah dikasi salep sagestam reaksinya belum berubah… saya sedang mencoba resep garam dapur sprti diatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *