Travelling

Traveling Sambil Berbagi Di Daerah Terpencil

Traveling ke kampung asal ternyata bukan hanya tentang bertemu keluarga besar, ataupun mengunjungi tempat wisata sekitar dan kuliner. Seperti perjalanan kali ini, selain untuk bernostalgia di kota kelahiran, saya menjalankan misi mengajar di sekolah dasar yang lokasinya di desa, jauh dari kota. Bahkan saya belum pernah ke sana seumur hidup.

Kota kelahiran saya adalah Pamekasan, pusat kota Pulau Madura. Di kota ini terdapat beberapa tujuan wisata seperti pantai Jumiang dengan tebing-tebing karangnya, Api Tak Kunjung Padam yang merupakan api abadi, dan beberapa wisata buatan seperti kolam renang dan arena bermain. Namun, bukan tempat wisatanya yang bikin kangen. Saya lebih ngidam akan aneka kulinernya. Saat merencanakan ke sini, saya sudah terbayang akan rujak madura dengan petis ikannya, sate lalat, campur lorjuk, campur kaldu kokot (kikil) dengan kacang ijo, bubur madura, es sudimampir. Hmmm tak sabar rasanya ingin segera mencicipinya.

Aneka Kuliner Madura di Pamekasan

Tak mungkin saya pulang kampung jika tak ada sebab khusus. Kebetulan di feed facebook, saya melihat pendaftaran Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan mengajar anak sekolah terutama sekolah dasar dan selevelnya di daerah pelosok. Apa yang diajarkan adalah tentang profesi kita sehari-hari. Jadi, anak-anak akan lebih luas pengetahuannya tentang profesi tidak hanya dokter, guru, pilot. Tujuan utamanya adalah agar anak-anak terus semangat belajar hingga tingkat yang paling tinggi.

Kelas Inspirasi yang akan saya ikuti adalah event yang kedua di Pamekasan. Kegiatan mengajar ini diadakan setahun sekali. Satu hari kita diminta untuk cuti, dan siswa yang kita ajar akan menyimak kita selama satu hari saja. Mereka, para siswa, tidak ada pelajaran seperti biasa, selain belajar dari kita sang profesional.

Kebetulan menjelang Kelas Inspirasi berlangsung, saya ada kegiatan di Jogja. Sampai-sampai saya tidak mengikuti briefing dan peninjauan lokasi. Kelas Inspirasi diadakan hari senin. Saya berangkat dari Jogja hari minggu malam. Sampai Surabaya hari Senin jam 03.00. Tak sempat pulang ke rumah dulu, saya langsung menuju Pamekasan. Biasanya Surabaya-Pamekasan ditempuh selama 2-3 jam. Saya berharap jam 5 sudah ada di Pamekasan, karena jam 6 akan ada upacara bendera.

Ada satu hal yang saya lupa. Hadiah untuk anak-anak. Kami para pengajar, disarankan membawa hadiah meski nilainya kecil asal bukan uang tunai. Ini untuk menyemangati mereka. Astaghfirullah, saya lupa sama sekali tentang hal ini. Beruntung, dalam perjalanan ada swalayan yang buka 24 jam, sehingga saya bisa mampir dulu membeli beberapa barang sebagai doorprize.

Singkat cerita, tibalah saya di Pamekasan. Tak disangka kepala ini sangat berat. Mungkin akibat kelelahan perjalanan semalaman. Sayangnya tidak ada waktu untuk tidur sejenak. Saya harus langsung mandi dan bersiap-siap menuju lokasi. Harus dipaksa!

Oh God! Teman-teman lain sudah di lokasi sejak jam 6 pagi. Saya yang berencana minta barengan ke sana jadi ga bisa. Padahal saya buta peta. Google Map ada. Tapi GPS tak berfungsi, karena mendekati lokasi susah sinyal. Akhirnya saya yang diantar suami, meraba-raba jalan sesuai peta. Tak jarang kami pun berhenti beberapa kali untuk menanyakan jalan pada penduduk setempat.

Alhamdulillah, saya sampai juga di SD Palesanggar Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Untuk menuju tempat ini, saya harus melalui jalan berkelok-kelok, naik dan turun. Indah sekali memang. Kepala yang berat, mata mengantuk, menjadi ON lagi.

Saya mendapati upacara bendera tengah berlangsung. Saya langsung berbaris di deretan guru. Yang saya heran adalah penampilan anak-anak. Mereka tidak memakai topi, termasuk petugas upacaranya pun tidak pakai topi. Hal ini bertolak belakang dengan sewaktu saya SD di kota dulu. Jika ada yang tidak pakai topi akan dihukum. Entah ini memang kebijakan sekolah, atau anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Petugas upacara bendera tak bertopi.

Hal yang menjadi aneh bagi saya yang kedua adalah anak-anak di barisan kelas 1 dan 2. Mereka terlihat seperti masih seumuran anak TK. Kecil, imut, lucu. Apakah itu stunting alias perawakan pendek yang tidak sesuai standar usianya? Atau memang usianya yang belum cukup tapi sudah masuk SD? Yah, semoga mereka betah sampai lulus SD ya.

Ada beberapa anak imut di kelas 1 dan 2.

Tiba saatnya saya mengajar. Saya adalah konselor laktasi. Profesi saya agak sulit dijelaskan pada anak yang belum mengerti pelajaran IPA. Oleh karena itu, saya meminta pada panitia agar saya dibolehkan mengajar untuk anak kelas 5 dan 6 saja.

Semua anak yang saya ajar tidak tahu apa itu konselor laktasi. Mereka juga kaget kalau konselor laktasi ini tidak harus sekolah tinggi seperti kedokteran, walau ia akan memiliki pasien.

Di sana saya hanya bermain tebak-tebakan profesi yang bekerja di rumah sakit. Mereka menjawab yang bekerja di rumah sakit adalah dokter, perawat, bidan, tukang parkir. Tak ada satupun yang menjawab konselor laktasi. Oleh karena itu, saya ceritakan bagaimana serunya peran seorang konselor laktasi dan mengapa dibutuhkan oleh ibu yang baru lahir. Saya juga menjelaskan ukuran lambung bayi. Akan sangat bahaya jika lambung sebesar kelereng dipaksa minum sebotol susu formula.

Anak-anak antusias menyimak.

“Ada yang punya adik bayi di sini?”

Lalu ada seorang anak perempuan mengacungkan jarinya. “Makannya apa?” tanya saya.

“Nggak makan, kak. Cuma ASI,” jawabnya.

“Bukan Bubur?”

“Bukan”

“Alhamdulillah. Jadi kalau ketemu ibu, tante yang punya bayi, bilang suruh kasih ASI saja ya selama 6 bulan.” pesan saya.

Anak-anak sangat antusias menjawab tebak-tebakan dari saya. Mungkin karena ada hadiah juga. Sayang saya tidak bawa banyak.

Inilah foto konselor laktasi, yang bukan tenaga kesehatan tapi punya pasien.

Di akhir pelajaran, saya meminta mereka menuliskan cita-cita mereka. Kebanyakan mereka bingung mau jadi apa kelak. Menjadi tugas saya memotivasi mereka lagi. Rata-rata mereka menuliskan guru di kertas mereka. Mungkin masih bingung ya profesi apa yang akan dijalani.

Satu anak laki-laki mengaku tidak akan melanjutkan sekolah. Alasannya karena dia akan menjadi pembalap. Pembalap tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, katanya. Saya pun tertegun. Masuk akal juga sih. Bagaimana pun juga sekolah harus tetap tinggi, setidaknya sampai SMA, karena semakin banyak pengetahuan kita akan semakin sukses. Begitu pesan saya.

Kertas-kertas berisi cita-cita itu pun ditempelkan di pohon cita-cita. Ini untuk menyemangati mereka agar bisa meraih cita-citanya. Tentu dengan meneruskan sekolah.

Menempelkan cita-cita di pohon cita-cita.

Hikmah Dibalik Traveling Sambil Mengajar

Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari traveling sambil mengajar ini.

  1. Menjadi pribadi yang lebih baik. Saya harus bersyukur dan harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mengingat dulu saya memiliki kesempatan lebih mengenyam pendidikan sampai tuntas.
  2. Lebih peduli kepada lingkungan. Masih banyak anak di pelosok yang sekolahnya tak sempurna, dan lebih buruk dari yang saya alami saat ini di Pamekasan. Kita harus lebih peduli terhadap lingkungan, setidaknya dimana kita tinggal.
  3. Lebih peduli pada pendidikan. Ada yang semangat untuk berpendidikan tinggi, ada juga yang tujuannya sekolah hanya untuk bisa membaca karena nanti harus segera bekerja untuk dapat uang. Setidaknya kita harus bisa memotivasi mereka untuk meneruskan sekolah, karena dengan sekolah, lebih banyak pekerjaan yang bisa didapat.

Dari sini saya ketagihan untuk berbagi dengan anak-anak di daerah lain. Mungkin untuk yang selanjutnya saya akan mengajar di Lombok atau Sumba. Pasti pemandangannya jauh lebih indah. Dan yang membedakan adalah walau dengan tujuan traveling sebagai pemuas jiwa, kita juga berperan membantu anak-anak di daerah terpencil dalam pendidikannya.

Membayangkan jika mengajar di Sumba tepatnya Kampung Praijing akan mendapatkan pemandangan seperti ini. Sumber: nationalgeographic.co.id

Jika akan mengajar di daerah lain yang jauh dari rumah, tentu saya harus menyiapkan tiket pesawat dan hotel sendiri. Salah satu pilihan saya untuk booking tiket pesawat dan hotel adalah JD.id. Hotel dengan JD Hotel dan tiket pesawat dengan JD Flight. Tentu saja karena murah dan mudah pesan tiket pesawat. Tinggal tentukan asal dan tujuan penerbangan, waktu penerbangan, jumlah penumpang, serta kelas penerbangan. Selanjutnya kita tinggal memilih maskapai sesuai jam dan budget yang kita inginkan.  Lalu ikuti langkah-langkah berikutnya sampai pembayaran selesai.

Ketik flight.jd.id di browser, enter. Masukkan tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang.
Pilih maskapai, lalu ikuti langkah-langkah selanjutnya.

Bagaimana? Mudah, kan untuk dapat tiket pesawat murah. Untung ya, ada JD Flight. Coba sekarang deh, lumayan harga murahnya. Mumpung sebentar lagi lebaran, mungkin mau pulang kampung atau traveling bersama keluarga di liburan panjang?

Nih, saya akhirnya beli tiket untuk jalan-jalan habis lebaran. Di vendor lain, untuk maskapai yang sama dan jadwal yang sama harganya sekitar 600 ribu sampai dengan 700 ribuan. Di JD Flight cuma 500 ribuan. Padahal tanpa kupon loh, sudah murah.

Harga tiket pesawat paling murah JD Flight
Harga paling murah JD Flight, dibanding vendor lain meski tanpa kupon diskon

Saya sempat curiga, paling nanti di akhir-akhir akan dapat notifikasi harga naik. Tapi ternyata nggak! Saya sudah bolak-balik refresh, harganya tetap. Dan beli beneran. Saya sampai-sampai bisa berhemat hampir 200 ribu per tiket. Wow, senangnya. Ya, iyalah senang. Nanti kan saya bawa 10 anggota keluarga.

Yeaaay! E-ticket telah terbit.
Yeaaay! E-ticket telah terbit.

Kalau kamu ada rencana naik pesawat dalam waktu dekat, cepetan hunting deh. Karena mendekati lebaran harga naik terus. Pakai JD Flight, ya.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

4 Destinasi Wisata Zaman Now di Makassar

Selain menyajikan pesona alam yang menakjubkan, Makassar juga memiliki beberapa tempat wisata kekinian yang digandrungi banyak pengunjung, khususnya anak-anak  muda. Destinasi “zaman now” ini menjadi populer karena sesuai dengan jiwa muda yang membutuhkan tantangan.

Nah, saat berkunjung ke Makassar, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke beberapa tempat wisata menarik dan kekinian berikut ini:

1. Gowa Discovery Park

Di Makassar, Anda bisa menikmati keseruan bersenang-senang di arena Gowa Discovery Park. Ada banyak wahana seru yang tersedia di lahan seluas 7, 2 hektare ini. Sebut saja waterboom, arena outboond, dan taman satwa. Untuk masuk ke Discovery Park ini, Anda bisa membeli tiket terusan sebesar Rp100 ribu. Dengan tiket tersebut, Anda bisa mengakses seluruh wahana tanpa batas.

Selain itu, Anda  juga menonton aneka satwa, seperti nuri, jalak bali, elang paria, kepodang, dan cendrawasih. Ada pula berbagai jenis reptil yang bisa dilihat. Menariknya, suasana di Taman Satwa lebih adem dan sejuk sehingga cocok bagi Anda yang ingin bersantai. Objek wisata yang berdekatan dengan Benteng Somba Opu, yaitu terletak di Jl. Tumanurung, Barombong ini, dibuka mulai dari 08.00 WIB-17.00 WIT.

gowa discovery park
Gowa Discovery Park Sumber: makassar.tribunnews.com)

2. Trans Studio Makassar

Wisatawan juga bisa mengunjungi Trans Studio Makassar untuk bermain di berbagai wahana yang tak kalah seru. Di sini, Anda bisa mencoba Magic Thunder Coaster, yaitu sebuah wahana yang dapat memicu adrenalin. Tersedia juga beberapa wahana menantang lain seperti Giant Swing, Dragon Tower, Putar Petir, dan Jelajah.

Tempat wisata ini mulai  beroperasi dari pukul 10.00 WIT hingga 22.00 WIT setiap hari. Lokasinya ada di Jl. HM. Daeng Patompo, Metro, Tanjung Bunga.

trans studio makassar
Trans Studio Makassar (Sumber: tsm-makassar.com)

3. Swing Extreme

Bagi yang ingin memacu adrenalin sampai ke puncak, Anda harus mencoba Swing Extreme. Ya, seperti namanya, ini adalah sebuah lokasi khusus yang digunakan untuk berayun-ayun. Hanya saja, jaraknya dari dasar jurang sekitar 150 meter. Jadi, destinasi wisata yang satu ini lebih cocok bagi yang tidak takut ketinggian.

Dengan membayar Rp10.000 saja, Anda bisa mencoba atraksi menantang sambil menikmati keindahan alam yang memesona di sekitarnya. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan faktor keselamatan, ya. Pastikan prosedur yang tepat sudah dilakukan sehingga atraksi dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Lokasi Swing Extreme ada di daerah Enrekang. Wahana ekstrem ini terletak di antara Puncak Bukit Cekong dan Buttu Macca Bambapuang.

swing extreme makassar
Swing extreme Makassar / Enrekang. Sumber: makassar.tribunnews.com

4. Malino Highlands

Percaya atau tidak, perkebunan teh juga bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. Contohnya di Malino Highlands yang terletak di Malino, Kabupaten Gowa. Malino Highlands merupakan sebuah ladang perkebunan teh yang dilengkapi dengan villa, kafe, dan berbagai fasilitas lainnya.

Di sekitar kawasan Malino Highlands, Anda dapat menikmati panorama alam yang dipenuhi oleh hutan pinus yang tinggi dan rapat. Ada pula perkebunan buah-buahan yang menggoda. Jika ingin suasana yang lebih menyegarkan, Anda bisa mengunjungi dua air terjun yang terletak tidak jauh dari kawasan ini.

Malino Higland (sumber: makassar.tribunnews.com)

Inilah 4 tempat wisata kekinian yang harus dikunjungi saat berlibur ke Makassar. Untuk menjelajahi semuanya, Anda tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jangan khawatir, tersedia banyak hotel di Makassar.

Anda bisa mencarinya di website Airy atau aplikasinya di smartphone yang bisa diunduh secara gratis. Menginap di salah satu hotel ini Airy tetap memberikan kenyamanan bagi Anda meskipun harganya tidak mahal. Selamat berlibur di Makassar, ya.

Berawal dari Bali, Semoga Terwujud Keliling Nusantara Mendakwahkan ASI

Lebih dari seperempat abad umur hidup saya, saya belum pernah ke Bali. Padahal mama, adik, sepupu, teman-teman sudah pernah rekreasi ke sana. Beruntungnya tahun ini saya sempat menginjakkan kaki di sana, sebelum kejadian erupsi Gunung Agung.

Saya tidak berkunjung dalam rangka rekreasi ke kota-kota wisata terkenal seperti Denpasar, Ubud, atau Nusa Dua. Seorang ibu yang bermasalah dengan ASI-nya membuat saya dan teman saya mengunjungi Karangasem. Ya! Itu Kabupaten di mana Gunung Agung meletus. Wow! Sekali lagi saya merasa beruntung bisa menolong orang sebelum terjadinya bencana.

Begini ceritanya. Saya dan ibu tersebut kenal di media sosial. Dia mengeluh ASI-nya sedikit. Konseling lewat text pun sudah dilakukan tapi tidak membuahkan hasil. Ibu ini disarankan untuk mencari konselor ASI terdekat. Biasanya ada lembaga peduli ASI di berbagai daerah di Indonesia, yang para konselor menyusuinya siap terjun konseling door to door. Namun, kebetulan konselor di Denpasar keberatan jika harus blusukan ke luar kota.

Mau tidak mau saya dan sahabat saya Arit dengan Yayasan Askar Ramadhannya harus mau terbang dari Surabaya ke Bali untuk konseling, dengan syarat ibu tersebut mau sekalian mengumpulkan ibu-ibu desa untuk diedukasi. Awalnya kita berencana mengadakan edukasi ASI pas dengan jadwal posyandu berlangsung karena pasti banyak yang datang. Tapi anehnya, kita yang mau ngasih ilmu, kita yang harus bayar sekian-sekian jika acaranya diadakan saat Posyandu.

Akhirnya kita mengadakan perkumpulan kecil saja. Waktu itu ada sekitar 10 orang yang datang. Sebelum acara dimulai, kami ngobrol-ngobrol sedikit tentang kebiasaan menyusui di sana. Kebanyakan ibu di sana tidak ASI eksklusif jika keluarnya tidak banyak. Bahkan sudah umum jika ada yang sudah disapih saat berumur 18 bulan.

“Sebenarnya ASI itu enak. Murah, ga usah beli susu. Tapi saya ga bisa ASI, ASInya ga keluar. Bayinya gak mau. Payudara saya sampai bengkak. Ini anaknya, susah belajar. Ga bisa baca, ga bisa tulis,” kata seorang ibu dengan dialek khas Balinya.

“Kalau bengkak itu ada ASInya, lho bu. Dulu gimana waktu melahirkan? Langsung disusui?”

“Ya biasa, habis lahir ya siram. Dimandikan. Baru pulang ke rumah baru disusui.”

Nah! Apakah Anda melihat dimana letak ketidaksempurnaannya?

Bidan tidak mengajarkan inisiasi menyusui dini (IMD). Tidak ada kontak segera dengan bayi hingga kepulangan ke rumah. Tidak ada yang peduli untuk membesarkan kepercayaan diri ibu. Tidak ada edukasi sebenarnya apa yang terjadi jika payudara bengkak. Jika hal itu ditangani dengan saran pemberian susu formula (sufor), maka masalah tidak akan selesai. Karena itu akan menjadi bola salju masalah yang terus bergulir dan membesar. Susu formula adalah candu. Setelah diberi sufor, bayi kekenyangan. Tidak ada demand terhadap ASI. Kesempatan merangsang produksi ASI hilang. Ibu panik. ASI tambah tidak keluar. Begitu seterusnya hingga bayi bingung puting.

Masih di Bali. Ibu yang curhat masalah ASInya, yaitu ibu yang mengundang kami ke sini, masalahnya lain lagi. Ia memang memberi ASI eksklusif. Tapi mengeluh ASInya sedikit.

Tapi ternyata apa? Kulit bayi kencang, dagingnya padat berisi. Saat dicoba untuk diperah, alirannya lancar. Berarti masalahnya hanya tidak percaya diri. Karena si ibu menilai dari hasil perahannya. Padahal ukuran itu tidak valid. Dan bukan sesuatu yang mendesak harus punya stok ASI banyak karena dia tidak bekerja.

Penjelasan produksi ASI oleh Arit Widowati, KL
edukasi asi bali, asi booster tea
Bersama Para Ibu Muda di Tanah Abang Karangasem, Bali

Well, itu baru satu lokasi pelosok. Belum pelosok lainnya, pasti ada masalah menyusui yang berbeda. Berdasarkan data International Baby Food Action Network (IBFAN) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke-3 terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding). Untungnya, cakupan air susu ibu (ASI) eksklusif di Indonesia terus meningkat tiap tahun dan data terbaru menunjukkan 42%, masih jauh dari harapan. Jika dibandingkan dengan target WHO yang mencapai 50%, maka angka tersebut masihlah jauh dari target.

Dari pengalaman mendakwahkan ASI secara kecil-kecilan di Bali, rasanya saya masih ingin lagi berkeliling ke seluruh nusantara untuk mengedukasi tentang ASI pada ibu-ibu yang luput dari ilmu laktasi. Inilah yang menjadi resolusi saya di tahun 2018. Doakan saya agar tubuh saya kuat dan mendapat kelapangan rezeki ya!

Ngomong-ngomong tubuh yang kuat, saya akui tubuh ini ringkih alias gampang sakit. Kalau sudah sakit rasanya eman melewatkan waktu hanya di rumah. Padahal tahun depan saya juga punya segudang aktivitas berat. Selain cita-cita saya keliling Indonesia berdakwah ASI, saya juga harus bolak-balik antara Surabaya-Bogor untuk konsolidasi Roadshow serta Kopdar Saudagar Nusantara yang menargetkan 12.000 peserta itu. Fiuh… Membayangkannya saja sudah pusing, hehehe.

Langganan masuk angin, flu, hidung meler, kadang demam. Itu sudah harus siap-siap dihadapi. Nah, siap-siap juga cara mengatasinya. Tubuh yang sakit itu harus diikhtiarkan agar cepat sembuh. Sakit jangan kelamaan!

Siap Theragran-M di rumah dan…. koper!
Segar ceria karena sakit nggak kelamaan.

Theragran-M salah satu bentuk ikhtiar sembuh saya. Sudah tahu kan? Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Hei! Bukannya kalau kena virus bisa sembuh sendiri? Iya, sih. Tapi vitamin dan mineral itu penting untuk mempercepat masa penyembuhan. Saat kita sakit pasti mulut terasa pahit. Ya, kaaan? Itu namanya tidak nafsu makan. Tidak ada asupan gizi masuk, otomatis vitamin juga nggak masuk. Yang ada, cadangan vitamin mineral dalam tubuh terpakai untuk mempersenjatai energi menyerang penyakit. Lama-lama bisa minus. Jadi, kita sangat butuh tambahan vitamin dan mineral, agar segera pulih dari sakit.

Yang saya suka dari Theragran-M itu dosisnya pas. Air kemih tidak terlalu pekat karena ketinggian dosis vitamin. Biar begitu, isinya lengkap. Dalam Theragran-M ada vitamin A, D, B1, B2, B3 (niasin), B6, B12, kalsium pantotenat, C dan E. Selain itu, halal dan gampang didapat di berbagai apotek termasuk apotek kecil dekat rumah saya.

Kalau Anda juga sering sakit, sedang sakit, ingat ya! Sakit jangan kelamaan!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Buka Puasa di The Sun Hotel Sidoarjo

Rutinitas di rumah itu bikin KZL. Menyapu, mandiin anak, nyuci puring, nyuci baju, bersih-bersih rumah, nyiapin buka puasa. Pengen me time, tapi kemana ya kalo bulan puasa gini? Ngemall bisa capek jalan, ke tempat wisata nanti keplongor.

Butuh piknik T_T

Aha! Buka bersama aja sama teman-teman. Bukankah bulan puasa identik dengan bukber? Tapi dimana yang asyik? Gampang, tinggal browse-browse instagram aja apa yang kekinian dan lagi P-R-O-M-O!

Kali ini bukber kami beda. Biasanya sih di warung, eatery, atau mall-mall. Setelah liat-liat Ig-nya @thesunhotelsidoarjo kami memutuskan untuk nyobain All You Can Eat di The Sun Hotel Sidoarjo, satu-satunya hotel mewah bintang 3 yang ada di Sidoarjo kota, deket rumah pula! Mumpung harganya terjangkau banget apalagi ada promo. Mungkin kalau kamu pengen bukber yang beda, tempat ini sangat recommended, karena:

  1. Harganya cuma Rp. 85.000 per pax
  2. Diskon 15% di Ramadhan Minggu pertama untuk min pemesanan 10 orang
  3. Diskon 10% di Ramadhan Minggu kedua untuk min pemesanan 10 orang
  4. Jika reservasi 10 pax free 1 pax selama bulan Ramadhan

Sampai di lokasi saya langsung menuju pintu masuk The Sun Hotel, sementara anak-anak aku titipkan ke yandanya main-main di Sun City Mall di sebelah hotel. Thanks God…tempatnya strategis banget, kompleks hiburan lengkap, jadi aku bisa me time sepuasnya sama temen-temen hahaha. Lokasi buka bersama itu harus turun satu lantai setelah melewati lobby, tepatnya di Tessera Coffee Shop.

Seratus lebih macam makanan sudah tertata rapi di meja. Meja-meja yang sudah dibooking pun sudah ditandai dengan nama masing-masing.

tessera coffee shop the sun hotel
Salah satu meja makan di Tessera coffee shop

oase pool side the sun hotel
Di dekat kolam renang

Mari kita list macam-macam menunya!

Minuman: es dawet, orange squash, beras kencur, puding, air mineral.

beras kencur hotel
Beras kencur dan orange squash
es dawet
Es dawet
puding cokelat
Puding cokelat yang menggoda

Salad: buah, sayur, kacang-kacangan, oats.

salad buah
Salad buah, sayur, dan aneka sausnya.

Takjil manis: Serabi solo, kurma, kolak, bubur sumsum.

bubur sumsum
Bubur sumsum, di belakangnya ada pelengkap santan yang kental, dan gula aren yang manis nan gurih.

Kue basah: sus, agar-agar degan, risoles ayam, pukis, pisang aroma.

pukis pisang aroma risoles ayam
Aneka kue basah dengan pelengkapnya.

Snack kering: keripik, kue kering, kacang-kacangan.

Snack kering, bakery, dll.
agar-agar degan
Agar-agar isi kelapa muda dengan whip cream.

Makanan berat: nasi putih, bihun, aneka lalapan, cumi cabe hijau, ayam saus madu, cah baby corn wortel, sup sayur, bubur ayam, dll.

Cah jagung wortel, ayam bakar madu, cumi cabe ijo, gulai telur.
aneka penyetan
Aneka penyetan termasuk telur dadar, lalapan, urap-urap.
Cumi cabe ijo
Cumi cabe ijo
bubur ayam
Bubur Ayam

Dan masih banyak yang lainnya. Pasti kenyang dan puas.

Sambil menunggu adzan maghrib, saya dan teman-teman chit-chat panjang sambil sesekali pepotoan. Kesempatan ini jangan dilewatkan dong. Soalnya kan tempatnya sangat instagrammable. Pemandangan segar dipenuhi hehijauan tanaman dan sejuknya kolam renang. Kehausan jadi sedikit terobati.

oase pool side the sun hotel

Tak terasa adzan maghrib pun berkumandang. Alhamdulillah. Aneka menu yang sudah aku comat-comot sana-sini siap disantap. Mau buka puasa sehat ala #LiPartic yang juga sesuai sunnah? Ini dia tipsku.

  • Mulai dari bismillah, kuminum beberapa teguk air putih.
  • Lanjut dengan kurma dan buah.
  • Shalat maghrib dulu boleh.
  • Lanjut icip-icip aneka makanan lainnya. Dikit-dikit aja, biar banyak menu bisa masuk perut.
  • Berhenti kenyang sebelum makan.

Tak terasa sudah hampir Isya’. Aku harus segera menjemput anak-anakku yang lagi main di Sun City Mall. Ga boleh pulang terlalu larut malam, soalnya keeseokannya si kecil sekolah. Oh ya, buat kamu yang pengen ngerasain menu buka puasa makan sepuasnya alias All You Can Eat Sunset Ramadhan di The Sun Hotel Sidoarjo, reservasi dulu ya. The Sun Hotel menyediakan kapasitas sampai 250 pax. Dijamin puas. Menurutku rasanya pas nan uenak. Lebih dari 100 menu per harinya dan pasti gonta-ganti. Makanan disajikan dari sebelum maghrib sampai jam 20.30.

Nyangle. Mare kenyang pas mole (habis kenyang terus pulang). KZL ilang, bete ga tau ke mana. Ga stres lagi. Yang ada hanya senyuman ^_^

The Sun Hotel Sidoarjo
Kawasan Bisnis & Rekreasi Sun City Plaza
Jl. Pahlawan No. 1 Sidoarjo
Telp. 0318071123 – 081330362272
www.thesunhotels.com
IG: @thesunhotelsidoarjo

5 tips n trick Berbelanja Oleh-oleh Murah di Malioboro

Ketika berkunjung dan menginap di hotel di Malioboro, rasanya belum lengkap kalau kalian tidak sekaligus berbelanja pernak-pernik khas Kota Yogyakarta yang dijajakan disana. Di Malioboro juga kalian bisa menemukan beragam jenis buah tangan yang bisa kalian pilih dan diberikan kepada orang-orang terkasih di rumah. Sama seperti pasar pada umumnya, para pedagang di Malioboro tidak menerapkan harga pas pada barang-barang yang dijual. Oleh karena itulah terkadang para pembeli harus pintar-pintar menawar harga agar tidak boros. Nah, berikut beberapa tips yang bisa kalian lakukan ketika berbelanja oleh-oleh murah di Malioboro.

Photo credit: anekatempatwisata.com

Mendaftar Oleh-oleh yang Akan Dibeli

Sebelum berbelanja, cara pertama dan termudah yang harus diterapkan pada semua kegiatan berbelanja dimanapun termasuk ketika kalian sedang menginap di hotel di Malioboro sekalipun, adalah dengan mencatat barang apa saja yang akan kalian beli. Pencatatan ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi atau mencegah boros atau ‘kalap’ ketika berbelanja. Ketika berada di Malioboro,  cari tahu dan catatlah beberapa oleh-oleh atau barang khas Yogya yang bisa kalian pilih, seperti kaos Dagadu, tas kulit, batik, gantungan kunci, dan juga lainnya.

Menawar Separuh Harga

Ketika sudah memiliki daftar barang yang ingin kalian beli, langkah selanjutnya adalah untuk melakukan proses tawar menawar. Para pedagang terkadang berharap dengan tawar menawar ia tetap dapat menjual produk dengan harga yang lebih tinggi dari harga awalnya. Itulah mengapa terkadang banyak pembeli yang secara tanpa sadar membeli barang dengan harga 50% lebih mahal dari harga pasaran. Nah, untuk mengurangi hal semacam itu, kalian bisa menawar harga 50% lebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk membelinya. Jangan ragu untuk menawar separuh harga dari harga normalnya karena dengan setengah harga itu pula para penjual sebenarnya sudah mendapat keuntungan tambahan.

Pelajari Bahasa Setempat, Minimal untuk Menawar Barang

Jika kalian merupakan orang berdarah Jawa dan bisa berbahasa Jawa, gunakanlah kemampuan Bahasa Jawa tersebut untuk melakukan transaksi dengan para pedagang di  Malioboro. Selain bisa memperlancar komunikasi, faktor kedekatan budaya dapat membuat harga penawaran menjadi lebih kecil dibandingkan dengan pembeli yang tidak bisa berbahasa Jawa. Memang tidak semua pedagang seperti itu, namun tidak ada salahnya untuk mencoba akrab dengan para pedagang dengan menggunakan bahasa yang sama. Bagaimanapun juga orang Jawa biasanya memiliki sifat welas asih sehingga kalau Ia senang ngobrol bersama kalian, bisa saja harga barang yang diinginkan bisa ditawar semurah mungkin.

Photo credit: yogya-backpacker.com

Jangan Fokus Hanya pada Satu Toko/Penjual

Berbelanja memang membutuhkan suatu keahlian agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah  pada barang yang diinginkan. Ketika sedang berbelanja, pastikan kalian tidak terlalu terfokus pada satu toko atau penjual saja. Meskipun pada toko tersebut ada barang yang benar-benar kalian suka tetapi dengan harga yang begitu tinggi meskipun sudah ditawar sebagaimanapun, tidak ada salahnya kalian meninggalkan toko tersebut dan mencari toko lain. Karena kalau kalian hanya berfokus pada satu toko, kalian tidak akan menemukan penawaran yang lebih menarik dari toko lain. Lagi pula dengan meninggalkan satu toko ditengah-tengah penawaran, biasanya pedagang akan justru akan menerima dan menyetujui penawaran yang kalian inginkan. Agar lebih mudah, kalian juga boleh mengamati dan mencatat beberapa harga yang ditawarkan oleh setiap penjual atau toko selagi kalian berjalan menuju hotel di Malioboro tempat kalian menginap.

Jangan Tergiur dengan Rayuan Gombal para Pedagang

Ketika berada di Malioboro, sepanjang jalan kalian pasti akan ditawarkan oleh para pedagang untuk membeli barang dagangannya. Biasayanya kalian pasti akan sering mendengar rayuan-rayuan manis dari para pelanggan seperti “Monggo Mbak, gantungan kuncinya murah cuma Rp 5ribu dapat dua” atau “monggo silahkan dilihat-lihat dulu, beli satu nanti dapat bonus satu.” Meskipun kalian ditawarkan penawaran seperti itu, pastikan kalian tidak langsung tergoda dan mengiyakan hal tersebut. Percayalah  kalian pasti akan mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan penawaran tersebut.

Semoga tips di atas bisa berguna dan membantu kalian saat ingin berbelanja di Malioboro ataupun tempat lainnya. Malioboro memang merupakan surganya berbelanja, tapi masih banyak pula hal lain yang juga tidak kalah seru yang bisa kalian temukan, seperti kawasan pecinan Yogyakarta, perpustakaan, tempat makan, café, penginapan atau hotel di Malioboro, dan juga lainnya. Khusus untuk penginapan kalian bisa melihat daftarnya melalui aplikasi Airyrooms untuk mendapatkan tempat penginapan yang nyaman dan juga dengan harga yang bersahabat.

Baca juga pengalaman berlibur bersama keluarga besar saya di Jogja: Tips Liburan Hemat Bersama Keluarga Besar.

Pengalaman Naik Big Bird Charter Bus ke Eco Green Park

Charter bus Big Bird adalah satu-satunya cara berlibur bersama-sama yang nggak bikin stres saat musim liburan. Jujur nih, baper banget waktunya liburan tapi masih mikir-mikir bakal berdesak-desakan ke tempat wisata, entah itu saat parkir, antrian menuju lokasi, antrian ke loket. Berita macet dimana-mana itu bikin males, apalagi kalau naik kendaraan sendiri bukan menikmati pelesiran jadi bikin emosi. Tapi ya, kalau di rumah aja gimana gitu. Kalau bukan liburan, ga sempat karena berbagai kesibukan. Waktunya anak-anak libur malah bikin malesin menuju ke sananya.

Alhamdulillah, emak-emak blogger ada kesempatan tamasya bareng ke Eco Green Park Batu pakai bus charteran Big Bird. Yeeeay asyik nih, nggak pake nyetir sendiri, kalaupun nanti macet nggak pake dongkol. Kami berangkat sekitar jam 8 pagi. Sebelum berangkat Pak Hari, supir bus, menyambut kami dan memimpin doa. Tak lupa ia mengenalkan fasilitas yang ada dalam bus. Misalnya pemecah kaca darurat posisinya sebelah mana, kotak P3K, termasuk TV audio visual yang bisa dibuat karaokean.

Pelayanan supir big bird
Penyambutan oleh supir Big Bird. Bukan karaokean loh!

Bis yang kami tumpangi ini memiliki kursi 44 buah, dengan susunan kanan dua, kiri dua. Bis ini lebih nyaman dibanding yang kursinya 3-2 berjumlah 54. Tapi sesuai kebutuhan ya, Kalau misal kamu pengen nyewa bus dengan jumlah penumpang sekitar 50-an bisa pilih tipe yang seatnya 54.

big bird charter bis kursi 44

Setelah Pak Hari memperkenalkan fasilitas yang ada, saya pun mengeceknya satu-persatu. Memang benar-benar lengkap karena bus ini bus premium. Di sisi kanan-kiri jendela ada tisu. Kotak P3K memang ada plus isinya, pemecah kaca darurat ada. Bagasi di sebelah atas luas, bukan pas-pasan, dan ada colokan kabelnya. Biasanya kan di depan tempat duduk ada net yang menempel di kursi di depannya untuk menaruh barang-barang, tapi tidak bagi kursi penumpang paling depan. Tapi di bis ini saya bisa menaruh kotak kue, botol minum, dan hape-hape di depan saya. Letaknya persis di belakang supir.

bis full ac big bird
Tsaqiif pintar memilih tempat PE-WE di bis full AC ini
Kotak P3K ada di samping supir
pemecah kaca darurat
Pemecah kaca darurat
fasilitas big bird
Tempat menaruh barang-barang sementara
fasilitas tisu big bird
Tisu yang mudah diraih bagi penumpang yang ada di depan maupun belakangnya.
Big Bird Mersi niiih. Charter bus premium!

Kekhawatiran di awal terlaksana dalam nyata. Jiahhh. Iya, bener-bener macet di beberapa titik. Pertama, di Taman dayu, terus di Lawang, terus lagi mau masuk Batunya. Tapi macetnya bisa jalan pelan-pelan bukan macet berhenti total. Masih bisa dimaklumi ya. Akhirnya jam setengah satu siang kami bisa dapat parkir di dalam area wisata, tepatnya di Secret Zoo sampingnya Eco Green Park. Maunya nih parkir di jauhnya karena nggak dapet. Untung, pak supir telaten mencari parkiran.

Sebelum masuk Eco Green Park kita mengabadikan diri dulu. Kebetulan saat ini fenomena #OmTeloletOM lagi marak. Sering saya jumpai kumpulan anak-anak kecil membawa lembaran karton bertuliskan OmTeloletOm, anak yang lain memegang hape dalam keadaan ready to record, yang lain mengangkat jempolnya dan berteriak OmTeloletOm. Bus kami juga digituin. Sayangnya Big Bird yang saya tumpangi nggak punya klakson telolet. Saya pun sampai turun dari bus, belum melihat langsung apa itu bus telolet. Sekalinya emak-emak berpose, ada bus lewat membunyikan teloletnya. Hahaha, kami pun KEPO.

Sebenarnya masuk Eco Green Park nggak ada antrian. Yang menyeramkan cuma jalan menuju ke sananya. Plus saat parkirnya. Uantri puoooll. Untungnya selama perjalanan busnya nyaman banget. AC-nya tetap nyala, stabil dinginnya. Kita bisa santai-santai nyemil ini-itu, tidur lagi, nyemil lagi. Kalau pengen berhenti ke toilet bisa langsung bilang pak supir, nanti disinggahkan di pom bensin terdekat.

Btw sudah tahu apa itu Eco Green Park? Eco Green Park yang terletak di Batu Malang ini adalah taman wisata yang memiliki tema lingkungan yang fun dan edukatif. Ada 35 wahana gratis di sini. Pojok-pojok selfie yang menawan banyak banget.  Tarif musim liburan ini sampai tanggal 5 Januari 2017 seperti tarif Weekend, yakni Rp. 70.000. Hmmm, bersambung ke postingan berikutnya ya untuk lebih detailnya ^_^

Percaya nggak kalau Candi Prambanan ada di Jawa Timur?

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

Oh ya, kalau kamu tertarik naik charter bus seperti kami, langsung saja telepon. Layanannya 24 jam, lho. Nggak cuma bus besar, juga ada macam commuter bus dengan 15 seats, yang tanggung 25 seats juga ada.

BIG BIRD SURABAYA

Jl. Darmo Kali 2-6 Surabaya

(031) 372444

Tips Liburan Hemat Bersama Keluarga Besar

Sekitar 16 tahun lalu, anggota keluarga kami ada lima. Ada papa, mama, saya yang masih SMP, dan kedua adikku yang masih SD. Aku merupakan anak sulung. Dengan formasi berlima, memudahkan akomodasi kami sewaktu berlibur. Saat kami ke Jogja, kami tinggal di rumah saudara. Rumah mungil dengan 3 kamar yang penghuninya 4 orang itu, masih cukup menampung kami yang berlima. Kami bisa tidur di ruang tengah atau pun ruang tamu.

Inilah keluarga kami sekarang. Meskipun papa sudah meninggal tahun lalu, anggota keluarga semakin bertambah. Saya memiliki suami dan dua orang anak. Adik saya yang laki-laki punya istri dan seorang anak. Waktu foto berikut ini diambil tahun 2015, adik bungsu perempuan saya belum menikah. Kini sudah punya suami dan tengah mengandung. Jadi total anggota keluarga kami adalah 10 orang dengan anak-anak kecil.

Ala tukang bubur naik haji

 

Sewaktu foto ala cover tukang bubur naik haji di atas diambil, kami sedang berlibur di Jogja juga. Ada libur panjang berurutan karena hari kejepit. Jadi saya mengajak keluarga besar untuk berlibur di Jogja. Kami ke Jogja dengan anggota 6 orang dewasa dan 3 anak kecil.

Karena waktu itu booking penginapan dadakan, kita berjalan apa adanya, maksudnya ga begitu matang. Misal nih dari tempat satu ke tempat lainnya kita berencana naik taxi atau becak saja. Nyatanya taxi ga ada yang lewat sama sekali, kalaupun ada sudah terisi.

Penginapan pun begitu, karena gak dibooking jauh-jauh hari, penginapan murah ala hotel melati sampai harga menengah full semua melalui situs booking. Namun beruntung masih ada kamar hotel bintang lima: Melia Purosani. Tapi ya harganya itu. Satu kamar harganya 1,5 juta! Dengan terpaksa kami book 2 kamar yang super mahal itu, untuk ditempati 6 orang dewasa.

Karena banyak kepala, maka perjalanan seru. Ada yang pengen kesini, ke sana, rasanya gak cukup kalau libur cuma 3 harian. Alhasil kami mengunjungi spot-spot berikut:

-Gumuk Pasir Parangkusumo

Gumuk pasir ini digadang-gadang mirip Gurun Sahara di Afrika. Sebenarnya ini bukan gurun, melainkan hamparan pasir di dekat pantai. Tempat ini sering dijadikan area bermain sand boarding, prewedding atau lokasi syuting dan fotografi. Agnes Mo juga pernah syuting video klip di sini lho. Alhasil saya pun penasaran, sehingga kami berburu sunset di Gumuk Pasir Parangkusumo ini.

-Wisata Belanja Tas Dowa

Ini merupakan pabrik tas rajut Dowa. Setiap hari kerja, kita bisa melihat proses pembuatan tasnya. Sayang kami ke sana hari libur, sehingga tidak ada pekerja yang menggarap tas. Jadi kami hanya cuci mata dengan tas-tas rajut yang mewah. Ya, cuci mata saja, kalau sampai terbeli bisa bahaya. Harganya ada yang ratusan ribu sampai jutaan karena ada campuran kulit asli. Tapi gara-gara cuci mata, saya jadi kepincut, dan akhirnya meminang dua buah tas rajut Dowa bercampur kulit. Tapi tenang, kalau budget terbatas, ada kok yang harganya 100ribuan atau 300 ribuan. Itu dari benang semua tanpa kulit. Harga paling murah adalah dompet.

-Wisata Belanja seputaran Malioboro

Di Malioboro kami berpencar. Ada yang berburu batik di trotoar-trotoar, mencari souvenir, membeli kaos oblong. Semua ada di satu area.

Dalam waktu dekat, saya akan kembali ke Jogja dengan keluarga besar saya karena ada undangan pernikahan. Kami juga berniat sekalian berlibur karena ada long weekend. Tapi kali ini harus saya persiapkan sehemat mungkin, sematang mungkin. Jangan sampai rencana berubah mendadak dengan mengeluarkan biaya yang lebih mahal seperti liburan kami tahun lalu gara-gara gak kebagian hotel.

Kalau kamu suka berlibur bersama teman-teman, solo traveling, atau berdua saja bersama pasangan (sah), atau dengan keluarga kecilmu, mungkin kini saatnya kamu membahagiakan orang tuamu dan saudara-saudaramu dengan mengajak mereka berlibur bersama-sama. Kamu bisa mengikuti jejak kami berlibur bersama keluarga besar. Bahkan kamu bisa ikuti jejak hemat kami. Yuk, simak tipsnya agar hemat berlibur bersama keluarga besar.

Transportasi dan Penginapan

Transportasi

Pertimbangkan transportasi yang dicapai. Tidak harus selalu yang termurah. Saya cenderung berkiblat ala flashpacker daripada backpacker. Jika backpacker itu harus menggunakan budget secekak-cekaknya. Sedangkan flashpacker, murah sih oke tapi juga pertimbangkan kenyamanan juga. Berhubung ini berlibur membawa keluarga besar, ada anggota keluarga yang sudah sepuh, yaitu mama saya yang sudah berstatus nenek. Tentunya kalau perjalanan menyiksa, jika sudah sampai tujuan kan tubuh bisa capek-capek atau malah sakit. Akhirnya gagal menikmati momen liburan. Iya kan?

Menuju Jogja kita bisa naik bis, kereta api, dan pesawat. Pesawat harganya bisa setengah juta per orang. Coretlah pilihan itu. Tinggal kereta sama bis. Bis adalah transportasi termurah, tapi memakan waktu 8 jam. Kereta lebih mahal tapi cuma makan waktu 5 jam. Jadi kami memutuskan naik kereta agar lebih hemat waktu.

Memilih Penginapan di situs booking online

Saya lebih suka mengunjungi di Travelio.com dulu untuk lihat-lihat penginapan yang akan disewa.  Pertama karena bisa ditawar. Setelah deal, dan jika kebetulan punya voucher diskon, maka bisa lebih murah lagi. Misalnya nih, beberapa bulan lalu saya sempat memilih staycation di Malang. Males banget kan, ke malang cuma urusan bisnis lalu langsung pulang. Mending jalan-jalan dulu. Menginap di hotel murah tapi menarik, yang di sekitarnya ada atraksi menarik juga, misalnya tempat shopping, kuliner dll. Waktu itu pilihan saya jatuh pada Swiss Bellinn Malang. Lokasinya dekat sekali dengan Matos, MX mall, dan UB sekalian bisa nostalgia kalau sempat, pikirku waktu itu.

Pertama, aku langsung menuju Travelio. Aku tawar hotel itu, setelah deal aku masukkan lagi voucher diskon. Beruntung banget, harga akhirnya cuma 300 ribuan. Soalnya sesampai di hotel aku lihat price board di depan hotel itu Rp. 600 ribu loh!

cara menawar travelio

keuntungan swiss belinn

 

Nah, berhubung kali ini berangkat bersama keluarga besar yang totalnya 10 orang (termasuk anak-anak), maka tidak mungkin kami mengandalkan rumah saudara untuk ditunggangi tempat tinggalnya. Hotel juga tidak mungkin karena kami banyak orang. Kami butuh 3 kamar tidur. Hotel yang nyaman dan mewah yang bisa dibuat staycation akan mahal banget jatuhnya kalau dikali 3 per kamarnya. Jika kami mengulang menginap di Melia Purosani seperti tahun lalu, maka kami akan menghabiskan 4,5 juta!

Kebetulan sekali, saat saya sampai di laman muka Travelio, saya lihat tulisan tagnya. Your Home in Jakarta. Your Home in Bandung, Your Home in Surabaya. Your home in Jogja juga ada. Ternyata, sekarang Travelio memperkaya layanan untuk akomodasi yang lebih luas dan lebih nyaman. Tidak hanya ada hotel. Di Travelio juga ada sewa villa, apartemen, dan rumah.

Segera saya masukkan kota tujuan, yakni Yogyakarta beserta tanggal menginap dan jumlah tamunya. Saya menemukan 3 akomodasi di wilayah Sleman berupa rumah yang paling murah harganya, apartemen, dan villa.

Rumah di Jogja dengan 3 kamar
villa di jogja
Villa di Jogja
apartemen di jogja
Apartemen di Jogja

Saya pertimbangkan dulu ketiga akomodasi itu. Apa kelemahannya dan kelebihannya dari segi harga, lokasi, dan kenyamanan untuk berlibur. Rumah yang bernama Uno Guest House itu sangat terjangkau cuma 600 ribuan. Dapurnya lengkap, kamar tidur 3, tetapi minus kolam renang. Karena kami ingin staycation di waktu yang sempit, yang mana tidak sempat kemana-mana selain di penginapan dan ke undangan manten, maka kami coret pilihan rumah ini. Yang kedua Sama’s Apartment dengan harga 600 ribuan juga. Fasilitas kolam renang ada, tapi kamarnya cuma satu meski muat untuk 5 orang. Kemudian Villa Habitat @Hyarta harganya 1,5 juta tapi memiliki 3 kamar tidur mewah, kolam renang, dapur lengkap sehingga bisa masak sendiri, plus ruang tamu dan ruang tengah yang sangat luas ala real estate. Dengan space yang super luas cocok sekali untuk anak-anak saya yang aktif, mereka pasti puas muter-muter dalam villa. Saya akhirnya memutuskan ingin di Villa Habitat @Hyarta Jogja. Harga lebih mahal tapi fasilitas lebih lengkap. Eh, tapi juga lebih murah lho dibanding sewa 3 kamar hotel berbintang.

Kalau kamu mau coba memesan banyak kamar, kamu bisa coba pesan villa, rumah, atau apartemen seperti yang saya lakukan. Jangan lupa coba tawar dan masukkan voucher. Ikuti langkah-langkah ini ya!

Di Travelio.com masukkan kota tujuan, tanggal, dan jumlah tamu. Jangan lupa sebelumnya sign in dulu. Kalau belum punya akun, silahkan sign up. Kemudian akan muncul berbagai akomodasi dari hotel, rumah, apartemen, villa. Cari harga yang cocok dan suasana yang cocok. Kebetulan setelah saya browsing antara rumah, apartemen, dan villa, saya lebih cocok dengan villa. Villa yang saya pilih spacenya lebih luas dan setara dengan hotel desainnya.

-Tawar dulu, karena di Travelio.com harganya bisa ditawar. Klik Coba Tawar. Penawaran bisa diterima, ditolak, atau dipertimbangkan terlebih dahulu oleh si pemilik akomodasi.

Penawaran kita ditolak
Penawaran diproses untuk dipertimbangkan

-Setelah harga deal, Klik AJUKAN PEMESANAN.

-Masukkan data diri yang diminta.

Masukkan kode voucher: LIOMORETEXZ5KJGO
kemudian ikuti langkah-langkah berikutnya.

Oh ya dengan kode voucher tersebut kamu bisa dapat diskon 40% dengan nilai maksimum 300.000. Syaratnya:

Kode voucher berfungsi sebagai kode diskon pemesanan Apartment, House, dan Villa di Travelio.com sebesar 40% dengan Syarat dan Ketentuan sebagai berikut.

  • Kode hanya bisa digunakan untuk pemesanan tipe properti Apartment, House, dan Villa yang tersedia di situs web Travelio.com, baik di desktop, mobile web, maupun aplikasi “Travelio”;
  • Kode berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 pukul 23.59 WIB;
  • Nilai maksimum diskon yang dapat dinikmati setiap pelanggan adalah sebesar Rp300.000,00;
  • Setiap pelanggan hanya bisa menggunakan kode sebanyak maksimal 1 (satu) kali;
  • Kode voucher hanya bisa digunakan oleh pelanggan yang telah registrasi dan login saat melakukan pemesanan;
  • Kode voucher tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya atau dengan penggunaan Travelio Reward Point; dan
  • Travelio berhak membatalkan pemesanan apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran pada Syarat dan Ketentuan ini maupun Syarat dan Ketentuan layanan Travelio.com.

Yeeeaay saya bisa dapat diskon Rp.300.000. Dari yang semula 1,5 jutaan sekarang jadinya 1,2 jutaan. Wah, hemat banget bisa dapat 3 kamar luas setara hotel berbintang, ada kolam renang, sarapan, wifi, ruang tamu, pokoknya serasa rumah sendiri tapi pelayanan wow banget. Jauh lebih hemat daripada menyewa kamar hotel bintang 5 dikali 3 kamar.

Kalau kamu mau hemat juga seperti yang saya dapatkan, segera pesan di Travelio dan masukkan kode voucher LIOMORETEXZ5KJGO sebelum 15 Desember 2016.

Jangan khawatir akan kualitas dan fasilitas, karena sewa villa, apartemen, dan rumah di Travelio sudah sesuai standar hotel. Ada wifi, kamar yang rapi dan bersih, kamar mandi, sarapan, dll.

Manajemen budget

Seringnya, kita hanya menargetkan budget tertentu tanpa mengaturnya. Misal, selain untuk biaya transportasi dan akomodasi kita menyiapkan 1 juta rupiah selama liburan. Namun, kita masih jarang mengatur sekian bagian untuk apa, bagian yang lain untuk apa. Maka, mulai sekarang, kita atur dulu dengan manajemen budget. Sediakan buku catatan kecil atau aplikasi pencatat di smartphone.

Tentukan budget maksimal

Pertama, tentukan dulu kita akan menghabiskan maksimal berapa rupiah untuk liburan. Karena ini kan berkaitan dengan tabungan yang akan kita ambil. Karena kita membawa keluarga besar, maka siapkan juga anggaran yang lebih. Saya akan menyiapkan 3 juta rupiah untuk hidup selama liburan. Alasannya, ada biaya makan untuk banyak kepala, kuliner, tiket masuk wisata, oleh-oleh yang tak boleh dilewatkan yang akan dibagi ke banyak orang sepulangnya. Biaya ini bisa kamu sesuaikan sendiri. Mungkin kamu memilih untuk tidak membeli oleh-oleh, atau menikmati oleh-oleh untuk diri sendiri agar lebih hemat. Terserah. Yang penting tentukan maksimal anggaran dulu.

Bagi berdasarkan hari

Budget maksimal yang telah ditentukan dibagi dengan sekian hari. Misalnya, 3 juta dibagi 3 hari, maka setiap harinya harus bisa mengeluarkan maksimal 1 juta.

Bikin catatan pengeluaran

Setelah beraktivitas dalam liburan seharian, usahakan tulis semua pengeluaran pada hari itu. Lakukan sebelum tidur. Syukur-syukur kalau ditulis segera setelah membayar sesuatu. Tapi saya rasa itu sulit dilakukan karena pasti ribet dan harus fokus pada hal-hal berikutnya yang mau dijalani. Nah, dengan adanya pencatatan ini, kita akan tahu, pengeluaran membengkak atau tidak. Begitu tahu melebihi budget hari itu, besoknya harus bisa lebih berhemat.

Manajemen Makan dan Kuliner

Urusan makan adalah salah satu hal yang tidak bisa dikontrol saat berlibur. Biasanya kita akan berdalih, “Ah, mumpung di sini, kapan lagi merasakan makanan khas daerah sini?”

Betul, tidak? Oleh karena itu, penting juga untuk pengaturan hal makan ini karena juga berhubungan langsung dengan anggaran harian.

Bawa bahan makanan minuman dasar

Kalau kamu pilih hotel sebagai tempat menginap, akan sulit untuk memasak sendiri. Kecuali membuat minuman hangat masih bisa. Jadi bawa saja air minum, kopi, teh, gula. Misal compliment yang disediakan hotel sudah habis, kita punya cadangan sendiri.

Untungnya, kalau memilih sewa villa, sewa rumah, atau sewa apartemen, kita bisa leluasa masak sendiri. Sehingga kita bisa hemat pengeluaran, terutama makan pagi dan makan malam. Biasanya alat dan kebutuhan untuk memasak sudah tersedia. Misalnya kompor, rice cooker, bahkan alat masak seperti panci dan wajan. Pastikan dahulu, villa/rumah/apartemen yang akan kita book menyediakan alat masak yang kita harapkan atau tidak. Jika tersedia lengkap, kita tinggal membawa beras, mi instan, telur, abon, kecap, garam atau bahan-bahan lain yang favorit.

Saya pernah nih, bawa alat masak elektronik sendiri ke villa. Gara-garanya di sana tidak disediakan. Tapi tidak ada larangan memasak. Jadi ya sekalian keluarga saya bawa rice cooker mini dan microwave untuk memasak apapun.

Pilih tempat makan

Kalau makan di luar, lebih baik kita survei dulu apakah makanannya terjangkau atau tidak. Perhitungkan juga apakah sudah termasuk pajak atau tidak. Jika makan di tempat objek wisata harganya melangit, saya pilih menahan lapar dulu dan cari tempat lain.

Sebelum berangkat ke suatu objek wisata hendaknya kita sudah punya rencana makan dimana. Apakah mau makan di tempat terdekat dengan prinsip yang penting makan, atau mau mencoba sensasi kuliner khas daerah itu. Contohnya nih, ketika saya berkeliling seputaran Malioboro, yakni Hamzah Batik, hunting kaos di penjaja sepanjang trotoar, Pasar Beringharjo, saya memutuskan makan di Malioboro Mall. Di hari yang lain, saya khususkan untuk beli oleh-oleh, karena tempatnya berbeda-beda, maka makannya sekalian di tempat khusus untuk kulineran tapi sejalur yang saya lewati. Waktu itu saya makan di Kalimilk. Di sana bukan hanya tempat minum susu, tapi juga tersedia makanan ringan sampai berat.

Kalimilk, Neneners’ Palace

Bikin Jadwal Tur

Bikin jadwal tur alias itinerary sebelum momen liburan selain mempersingkat waktu ‘mikir-mikir mau kemana’ saat di jalan, juga bermanfaat untuk menghitung calon pengeluaran kita. Jadi, kita perhitungkan waktu di suatu objek wisata itu akan berapa lama, perjalanannya berapa lama, juga budget untuk kesana seberapa besar. Kalau misal hari pertama mengunjungi objek wisata yang tiket masuknya lumayan, maka rute selanjutnya kita bisa pilih yang gratisan. Emang ada wisata gratisan? Ada dong, namanya wisata selfie. Kota-kota tertentu punya taman atau tempat khas yang tanpa biaya masuk. Misalnya, alun-alun atau taman-taman tematik. Seperti di Bandung ada Taman Lansia, Taman Film. Surabaya punya Taman Bungkul. Kalau di Singapura bisa ke Taman Kupu-Kupu di Bandara Changie atau sekadar selfie di depan Universal Studio tanpa masuk ke dalamnya hehehe.

Berfoto gratis di depan Taman Pintar Jogja

Banyak Jalan

Kalau jarak antar tempat bisa ditempuh jalan kaki, abaikan dulu bertaksi ria, ngangkot, atau ngojek. Ini jelas lebih sehat karena melatih ketahanan fisik. Jarak sekilo dua kilo bukan masalah, kan? Misalnya nih, mengunjungi Museum Geologi Bandung, terus jalan kaki ke Taman Lansia di depannya, terus dilanjut kulineran di Poci Cafe yang jaraknya hampir 800 meter, akhiri dengan menginap di Hotel Noor dengan tempat selfie asyik yang jaraknya 500 meter lagi.

Museum Geologi Bandung
Cafe Poci Bandung, dapat ditempuh berjalan kaki dari Museum Geologi
Setelah makan di Cafe Poci, berjalan sebentar untuk beristirahat di Hotel Noor yang asyik buat selfie.

Atau mau jalan kaki di Jogja? Bisa. Dari Malioboro belanja di seputaran sana, jalan sedikit ke arah kantor pos selfie di sana, berputar sedikit lagi, menuju Taman Pintar, kemudian belanja pernak-pernik dapur super murah di Toko Progo. Rempong sih kalau bawa anak-anak, ditambah lagi bawa ransel. Tapi seru. Kalau kami masih single malah tambah enak, ga ada beban ^_^

Dari Hamzah (Mirota) Batik berjalan ke arah utara menuju Monumen Serangan Umum 1 Maret ketemu icon kece ini.
Mirip-mirip telepon umum di London, kan?
Di seberang ini ada Kantor Pos Besar yang bersejarah. Nah, belok ke kiri akan ketemu objek wisata lagi: Taman Pintar.

Membeli Oleh-Oleh

Beli oleh-oleh jangan kalap ya. Oleh-oleh bisa berupa souvenir, kaos oblong, atau makanan khas. Bikin daftar dulu siapa saja yang mau dikasih. Atau jika budget terbatas, cukup cicip-cicip untuk diri sendiri saja. Duh, saya pernah kalap nih waktu belanja oleh-oleh di Malang strudel. Di sana kan tidak hanya dijual strudel saja, tapi produk makanan UMKM lucu-lucu juga dijual. Jadi saya main comot aja karena tergoda kemasan yang unik-unik. Totalnya mencapai setengah juta!

Syukur-syukur kalau kita ingat keterbatasan kita naik kendaraan umum. Misal kita tidak bawa mobil, melainkan naik pesawat, kereta, atau bis, biasanya kita tidak mampu bawa banyak-banyak. Maka yang kita beli secukupnya saja.

Jadi, persiapkan segala sesuatunya dengan matang sebelum berlibur. Ingat komitmen budget agar benar-benar-berhemat saat berlibur dengan keluarga besar.

Review Film Athirah: Move On-nya Seorang Ibu

Menyenangkan sekali saya bisa nonton bareng MPPRO di Jakarta, Film Indonesia yang sangat saya nantikan, katanya bagus sih. Di Sidoarjo sendiri per hari ini belum keluar nih. Athirah. Film yang menceritakan tentang cinta dalam keluarga. Saya hari itu, Jumat 1 Oktober 2016 terbang pagi hari ke Jakarta, dan Malamnya dengan nekat saya naik Gojek menuju Metropole XXI. Ehm, hampir sama ya dengan pemeran-pemeran film Athirah, pagi 1 Oktober baru datang dari Makassar, malamnya nobar ^_^

Anak dan bayi saya titipkan untuk diasuh suami. Demi apa coba kalau bukan nonton bareng, momen yang sangat jarang saya lakukan. Karena kemanapun saya akan selalu membawa anak-anak saya. Termasuk blogger gathering, job review dll. Tapi kali ini saya harus pergi sendiri. Pertama, nggak mungkin anak-anak nonton film bukan anak-anak, takut bikin berisik juga, karena mereka aktifnya minta ampun. Kedua, suami saya sangat lelah buat nemenin, pengennya di penginapan ajah. Ketiga, Jakarta pasti macet, kalau naik taxi bisa sampai jam berapa? Jadi alternatfnya harus ngojek nih. 20 menit sampai.

Emang ke Jakarta khusus buat nonton Athirah? Nggak sih, sebenarnya saya lagi berpartisipasi dalam event Mother & Baby Fair di Balai Kartini. Biar ASI Booster Tea dan Rufani Crunchy dikenal lebih banyak orang. Acara nobar Athirah ini pas banget pas saya ada di Jakarta. Sekalian deh. Kopdar sama teman satu komunitas dan kopdar bareng Kopiers. Thanks to KOPI!

Pemeran film Athirah ini sudah senior sehingga menambah feel dalam film ini. Sebut saja Cut Mini sebagai Athirah dan Jajang C. Noer sebagai ibu Athirah. Saat itu hadir juga Jajang C. Noer dan Nino pemeran Ucu dewasa. Ada juga Cut Mini yang datang setelah film selesai.

Film Athirah mengisahkan tentang Ibunda Jusuf Kalla yang bernama Athirah, terutama perannya dalam mengurus keluarga, menjaga keluarga, hubungan dengan anak-anaknya, hubungan dengan suaminya, dan hubungan dengan masyarakat. Dari film ini saya mengetahui agaknya poligami sudah menjadi tradisi masyarakat Bugis. Mengapa? Karena Athirah sendiri merupakan anak dari seorang ibu yang merupakan istri keempat suaminya. Sedangkan Athirah sendiri diceritakan menghadapi masalah poligami suaminya karena ia istri pertama. Semua diceritakan dari sudut istri pertama, Athirah sendiri.

Kebaperan dimulai

Athirah diceritakan sedang hamil lagi. Rasa baper dimulai ketika film menunjukkan ‘adegan ranjang’. Hihihi jangan salah tangkap ya. Maksudnya, di dalam kamar, bahkan di ranjang pun sepasang suami nyuekin istrinya. Gelagat ini pasti ditunjukkan oleh suami yang sudah menaruh perasaan pada wanita lain. Bayangkan si suami ini setiap tidur bukannya memeluk istrinya melainkan memunggunginya. Padahal kan istri yang lagi hamil itu butuh pelukan. Bahkan pelukan sesering  mungkin setiap hari. Biar apa? Biar hormon endhorphin yang menenangkan itu keluar. Penting banget bagi bumil!

Masyarakat kepo dibiarkan menggantung

Kita sebagai masyarakat yang pengen tahu banget urusan orang, gagal mengetahui urusan rumah tangga orang di film ini. Hihihii.. Gini. Biasanya kan kalau ada orang kawin lagi kita kan pasti bertanya-tanya. Eh, siapa sih istri keduanya? Cantikkah? Kok bisa sampe kawin lagi?

Kekepoan itu wajar untuk film ini, apalagi di sini Athirah digambarkan sebagai sosok yang super. Cantik, pandai mengurus keluarga, care sama suami. Kok bisa ya tertarik sama wanita lain lagi? Tapi rasa ingin tahu itu terus dibiarkan sebagai rasa penasaran. Sebab adegan ‘ketemon’ kalau punya istri lagi, istri barunya itu ga muncul. Begitu juga saat di suatu event ketemu si suami bersama si istri yang lain, yang diperlihatkan hanya suaminya saja. Puang Haji.

Drama Sakit Hati

Biasanya adegan pertengkaran itu diperlihatkan dengan adegan cekcok mulut. Seperti dalam Film  Sabtu Bersama Bapak, ada permasalahan rumah tangga, bertengkar ya dengan dialog. Athirah menghadirkan sesuatu yang beda. Gambaran kesedihan, sakit hati, cukup dengan perlakuan dan sikap. Tanpa caci maki, teriak-teriak. Saat Athirah tahu Puang Haji menikah lagi, dia cukup memunggungi suaminya. Dengan memunggungi kurang menggigit bagi suaminya, Athirah pun mengemaskan koper dan diserahkan pada sang suami. Gitu ya sang suami kok nurut, nggak bantah, nggak apa. Pergi aja gitu. Yang jelas semua adegan yang menggambarkan perasaan digambarkan diam seribu bahasa. Dramatis sekali. Namun lawan main paham, penonton tetap mengerti.

Move On

Sakitnya patah hati dan kecemburuan jadi satu, mengakibatkan wanita berlarut-larut dalam tangisan. Ada yang bergegas bangkit. Ada juga yang melampiaskan pada dendam. Malahan beberapa wanita yang bercerai menunjukkan kepada dunia dia bisa mandiri tapi dengan jalan yang salah. Misalnya lebih banyak dugem, melepas jilbab (mungkin karena merasa dengan jilbab ia tak bebas berbuat ‘dosa’). Athirah lebih memilih bangkit. Ia mengutamakan bersatunya keluarga. Ia tetap  bertahan sebagai istri pertamanya, tidak menuntut cerai. Ia lebih kepada menarik hati suaminya kembali.

Athirah sempat tergoda dengan magic. Tapi karena takdir, ia bisa selamat dari perlakuan syirik itu dengan melampiaskan pada hal religius. Karena Keluarga Kalla terkenal dengan kereligiusannya. Akhirnya ia tutup sakit hatinya dengan berbisnis. Athirah tak sendirian. Ia turut memberdayakan wanita-wanita Bugis dalam bisnisnya.

Ada pola yang sama dalam film ini. Setiap hatinya tersakiti, ia selalu memiliki ide yang baru untuk bisnisnya. Apakah Athirah memikat hati suaminya dengan bisnisnya? Ternyata tidak, ia punya strategi lain. Apa itu? Lihat yuk di bioskop!

Tawa, Kuliner, dan Wisata

Tak hanya kesedihan yang ditunjukkan dalam film ini. Kisah cinta remaja Jusuf Kalla juga punya bumbu tawa. Selain itu, kuliner yang dipamerkan setiap keluarga makan bikin saya menelan air liur berkali-kali. Namun, kuliner yang ditunjukkan serasa monoton. Samaaa semua setiap hari. Ada lagi hal menarik yang ditunjukkan dalam film ini, yaitu wisatanya. Kemurungan JK saat hampir patah hati dibandingkan dengan air terjun Bantimurung yang tidak bikin murung.

Hal yang saya setuju dan tidak setuju

Athirah mengangkat film dari sudut pandang wanita yang dimadu. Bagaimana perasaannya saat tersakiti, bagaimana rasanya ia cemburu. Nah, baiknya nih, bapak-bapak yang bercita-cita punya istri lebih dari satu, pesan saya jangan lebih dari empat yah. Dan kalau sudah ada niat, utarakan sama istri pertama dan masih satu-satunya sebelum nikah lagi. Biar sakitnya gak terlalu. Pernikahan kedua dan seterusnya sih sah, tapi menipu istri sebelumnya namanya kalau ujug-ujug udah ada kabar kawin lagi. Lebih-lebih kabarnya didengar dari orang lain, bukan si istri sendiri yang langsung tahu dari suami.

Kisah poligaminya Puang Haji memberi hikmah negatif yaitu dampak buruk poligami pada keluarga. Apalagi anak-anaknya ikut membenci bapak sendiri. Masyarakat pun menilai jika si bapak poligami, maka bukan tak mungkin anak-anaknya demikian. Di akhir cerita penonton seakan-akan digiring untuk mengata-ngatai Puang Haji sekaligus terharu akan perbuatan mulia Athirah.

“Kapok kon yooo. Gak malu apa?”

“Ya Allah, mulia banget hatinya. Sudah tersakiti, masih membaiki.”

Begitulah gambarannya. Akhir cerita apa yang dimaksud? Ayo segera tonton!

Namun dibalik semua itu, perkataan Puang Haji ada benarnya. Jika waktunya bersama keluarga masih ada, nafkah tetap diberikan, tetap menjadi imam shalat, tetap menjaga shalatnya anak-anak, apa yang harus membuat marah?

Ah, sudahlah ayo segera nonton di bisoskop terdekat, teru sharing di kolom komentar di bawah ini.

Sosok Athirah asli.

 

 

#Mpproajaknobar #DukungFilmIndo #filmathirah #athirah

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

 

#DukungFilmIndo #athirah #Mpproajaknobar

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

 

Ketemu Mbak Kiki setelah sekian tahun… 😆😆😆 #Mpproajaknobar #athirah

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

 

Yogyakarta 24 Jam

Semasa gadis saya sering ke Yogyakarta. Meski sering, saya tak bosan-bosannya memimpikan ke sana lagi. Pasti tempat-tempat wisatanya semakin berkembang. Lebih-lebih, suami saya pengen naik kereta. Dia belum pernah naik kereta ternyata. Saya pikir kemana lagi naik kereta eksekutif dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari Surabaya, selain Yogyakarta?

Maka berhari-hari saya menyusun itinerary perjalanan. Bagaimana dalam waktu singkat, jika bisa 2 hari 1 malam saja saya bisa berlibur puas dengan keluarga. Kali ini saya akan berkeliling Jogja kota saja.

Hunting Hotel di Yogyakarta

Ini adalah hal pertama wajib yang dilakukan dalam travelling. Menentukan hotel. Ah, karena perjalanan singkat, saya maunya hotel yang sekalian nyaman nan strategis. Pengennya saya menginap di dekat Malioboro. Biar kemana-mana tidak perlu naik becak apalagi taxi. Cukup ditempuh dengan jalan kaki. Karena tanggal yang saya pilih adalah long weekend, hostel dan hotel yang sangat dekat dengan Malioboro dengan harga terjangkau sudah habis semua. Sehingga, saya mencari alternatif lain. Ketemulah Melia Purosani. Hmm, memang bukan hotel murah. Tapi sangat nyaman. Dengan keterpaksaan yang bahagia akhirnya saya book hotel itu.

Swimming Pool view dari balkon Melia Purosani

Belanja piranti dapur di Progo

Dari hasil googling, sepertinya Progo merupakan surganya emak-emak. Progo merupakan supermarket yang menjual berbagai alat dapur. Yang unik, cantik, hingga useful lengkap di sini. Harganya pun terkenal murah. Tidak salah dong jika saya tergoda. Dan kebetulan banget lokasinya ini bersebelahan dengan hotel saya. Tinggal lompat ke sebelah kanan.

Bermain di Taman Pintar

Taman pintar menawarkan permainan edukatif dengan tiket yang terjangkau. Tapi saat itu saya cuma mampir di wahana-wahana gratisnya yang di luar. Lumayan kece kok.

Wisata Belanja di Malioboro

Kawasan Malioboro ini lumayan dekat dengan hotel saya. Tapi jalan kakinya lumayan. Kalau nggak kuat, bisa naik becak. Hmm.. kalau menurut saya agak gimanaaa gitu harganya. Dari hotel ke Malioboro ditarif Rp. 20.000. Atau ini aji mumpung, karena si tukang becak tahu saya dari arah hotel berbintang? Entahlah.

Di kawasan Malioboro, saya memilih untuk ke Malioboro Mall, belanja daster-daster batik di  sepanjang trotoar, membeli kaos khas Jogja, dan ke Hamzah Batik (d/h Mirota) yang menjual oleh-oleh sepeti bakpia, batik, kaos, tas, bros, dll.

Melihat-lihat Tas Rajut Dowa

Judulnya melihat-lihat. Karena takut duluan sama harganya. Tas rajut satu ini terkenal branded. Ada beberapa outlet di hotel-hotel tertentu. Nah, kali ini saya berkunjung ke showroom sekaligus pabriknya. Jika di hari kerja kita bisa melihat pengerjaan tas rajut ini. Begitu memasuki showroom, saya beneran tertohok deh, harga tasnya jut-jut bikin terkejut. Wah, bisa ga dapat apa-apa nih dari sini. Eh, ternyata semakin memasuki area, ada juga yang bernilai ekonomis, sekitar 100 ribu-700 ribuan. Sekarang saya tahu bedanya. Yang jutaan itu ada campuran kulit aslinya. Sedangkan yang ratusan ribu yang termurah adalah dompet full benang sampai tas rajut full benang.

10 Alasan Melepas Penat Berexpocation

Kalau lagi jenuh dengan kerjaan sehari-hari pengennya liburan kan? Liburan ke tempat rekreasi berbayar bisa jadi lagi ga berduit. Atau males karena jauh keluar kota apalagi bareng anak-anak yang ribetnya ga selesai-selesai. Ada alternatif jalan-jalan yang berkesan, hemat di kantong, dan banyak keuntungannya. Kita dapat banyak gratisan dan keberuntungan dari jalan-jalan ini.

Namanya “EXPOCATION”. Berasal dari kata vacation. Sekarang ini ada istilah staycation untuk menginap di hotel, walau berlibur semalam saja. Apalagi hotelnya berlokasi di kota yang sama dengan tempat tinggal kita. Apaan liburan nginep kok di kota yag sama? Ya itulah staycation. Sedangkan expocation adalah saat kita jalan-jalan di sebuah expo/bazaar/pameran. Baru dengar sekarang? Ya, siapa tahu istilah ini kemudian booming 😀

Inilah manfaat expocation yang bisa kita rasakan.

1. Selfie di tempat kece

Biasanya di expo itu ada spot-spot tertentu yang bikin tangan gatal untuk meraih kamera dan memotret diri sendiri. Jangan lewatkan momen ini karena ini kesempatan buat update instagrammu.

2. Ikut kuis berhadiah

Untuk menarik pengunjung, stan-stan tertentu mengadakan kuis. Misalnya fortune wheel, update status, dll. Tak ada salahnya ikut. Siapa tahu beruntung. Ya, kan?

3. Mengumpulkan souvenir

Kunjungi satu-persatu booth di expo. Jangan sampai terlewatkan meski itu tak menarik perhatianmu. Iseng-iseng bertanya sampai diminta mengisi buku tamu. Biasanya mereka menyediakan souvenir yang dipajang di stan mereka. Kadang juga mereka punya souvenir tersembunyi. Biar surprise.

Kalau gak dikasih juga gimana? Pura-pura tanya harga aja. Di Stan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ milik Kabupaten yang memproduksi Kara (santan instan), juga memajang produk minuman hasil produksinya. Aslinya tidak dijual. Seorang ibu yang kehausan bertanya harganya berapa. Mbak SPG-nya berkata kalau tidak dijual, dan akhirnya ibu itu diberi minuman gratis. Aji mumpung, dia meminta lebih dari satu hihihihi.

Gantungan kunci cantik: Menara Eiffel. Dari booth travel di suatu expo. #expocation

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

4. Bisa dapat majalah/buku

Stan media biasanya menyediakan majalah gratis. Jangan lupa hampiri stan ini. Tanyakan ini gratis? Jika mereka mengiyakan ambil buat koleksi. Bagi yang suka baca pasti hal ini mengasyikkan.

5. Menambah wawasan dan pengetahuan

Wawasan dan pengetahuan kita bisa bertambah dengan sedikit bertanya tentang hal-hal yang menyedot perhatian kita. Misalnya nih, di expo kabupaten, saya menemui Kabupaten yang asing namanya. Kabupaten itu terletak di Sulawesi. Stan itu memajang ikan yang sangat besar lengkap dengan es batunya. Ternyata itulah daya tarik andalan kabupaten itu. Jadi serasa travelling nih, tapi tanpa mengunjungi kota aslinya.

6. Window shopping

Saya pernah mengunjungi Decorintex. Expo home decore gitu deh. Dari namanya pasti terbayang bahan bangunan. Eh, ternyata ada juga booth-booth yang menawarkan dekorasi rumah yang kece. Rumput plastik, sofa etnik, home decore, kitchen set, dan perabotan yang chic pasti saya kunjungi. Saya jadi tahu harga pasarannya berapa. Kemudian saya bandingkan dengan toko serupa. Termasuk murah tidak? Apalagi biasanya ada promo-promo diskon selama pameran.

7. Shopping beneran

Yang pasti bikin shopping beneran biasanya adalah produk makanan dan buku. Pasti kita lapar atau haus, pas ada jajanan yang menggoda dan unik dibeli deh.

Terus buku. Bagi yang hobi beli buku, expo diskonan pasti dinanti. Pernah saya mengunjungi The Big Bad Wolf pameran buku impor. Wow banget saya habis 2 jutaan. Dan baru kali ini saya ga menyesal hahaha.

8. Menyalurkan hobi menulis

Saat ada sesuatu yang baru apalagi bagi blogger, expo ini adalah inspirasi ide. Saya bisa cerita barang-barang apa saja hasil buruan di expo. Apalagi yang unik-unik.

9. Berburu photo booth (berhadiah)

Stan-stan tertentu biasanya mengadakan lomba foto atau lomba instagram. Mereka menyediakan pernak-pernik agar kita kelihatan kece. Misalnya frame, tag, dll. Hadiahnya pun beragam. Ada yang menyediakan hadiah langsung ada juga yang hadiahnya diserahkan setelah acara. Saya pernah memenangkan kontes instagram, hadiahnya lumayan 200ribu dari BRIS ^_^

10. Berburu give away

Stan-stan di expo biasanya menyediakan hadiah bersyarat. Misalnya mereka mengadakan lomba artikel atau share sosial media dengan like terbanyak. Ikuti saja, semoga kamu beruntung.

 

Nah, ada kesempatan nih bagi bunda-bunda muda. Ada expo yang ngehitz untuk kebutuhan ibu dan bayi. Mother and Baby Fair di Balai Kartini Jakarta. Eventnya tanggal 29 September-2 Oktober 2016. Kopdaran yuk sama saya,di hari Sabtu 1 Oktober 2016. Atau kalau kesana di hari-hari lain selama fair berlangsung ya boleh. Mampir yah, di booth ASI BOOSTER TEA. Booth A22. Tangkap taburan hadiahnya ^_^