Mom, Baby, and Kids

Batasi Anak Aktif Dari Penggunaan Gawai, Ajak Si Kecil Bermain di Funtopia

funtopia

Ketika berberes rumah, saya menemukan daftar tulisan di secarik kertas. Pengennya saya buang, karena memang terlihat tidak begitu penting. Kertas lusuh, bertuliskan tulisan khas anak-anak yang baru bisa menulis. Alih-alih saya buang, saya malah langsung mengabadikannya dengan memotretnya.

Catatan Game Si Kecil

Lucu! Tersenyum geli sendiri melihat kertas itu. Kertas itu milik anak kelas 1 SD. Ia berisikan daftar judul-judul dalam bahasa Inggris. Sepertinya nama-nama game. Melihatnya punya akal untuk terorganisir itu bangga. Ia punya rencana ke depan. Pasti itu adalah daftar yang akan didownload setelah melihat ulasannya di Youtube. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran ia akan kecanduan. Bagaimanapun berlama-lama dengan gadget banyak bahayanya.

Inilah sederet ancaman dari perangkat yang bernama gawai

Mengganggu pertumbuhan otak anak

Pada anak yang usianya 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak sangat cepat, hingga umur 21 tahun. Jika anak berlama-lama dengan gawai dengan otak yang sedang berkembang itu, bisa mengakibatkan keterlambatan kognitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, bahkan tidak bisa mandiri.

Tumbuh kembang menjadi lambat

Kalau sudah pegang gawai, anak pasti akan terbatasi gerak fisiknya, sehingga tumbuh kembang fisiknya menjadi lambat.

Obesitas

Ini masih berkaitan dengan terbatasnya gerak fisik akibat penggunaan gawai. Menurut hasil penilitian, alat elektronik yang ada di kamar anak dan bisa dipakai secara pribadi dapat meningkatkan risiko pbesitas sebesar 30%. Sedangkan 30% dari anak obesitas ini nantinya akan mengalami diabetes, stroke, hingga serangan jantung.

Kurang tidur

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Global Pediatric Health menunjukkan bahwa penggunaan perangkat teknologi selama berjam-jam berpotensi mengganggu kualitas tidur dan nutrisi anak. Karena menggunakan gawai seenaknya sendiri tanpa pengawasan orang tua, 75% anak 9-10 tahun kurang jam tidurnya. Padahal, waktu tidur itu penting untuk perkembangan otaknya.

Kelainan mental

Menurut penelitian di Bristol University tahun 2010, bahaya penggunaan gawai pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang fokus, autisme, gangguan bipolar, psikosis, dan perilaku aneh lainnya.

Sifat agresif

Konten pada gawai yang diakses tanpa pengawasan bisa jadi meningkatkan sifat agresif anak. Misalnya kekerasan fisik, seksual, atau suka menyakiti orang lain.

Kecanduan

Orang tua yang selalu menggantungkan pada teknologi, otomatis akan menjauhi anak. Si anak jadinya mengisi kekosongan ikatan dengan orang tua dengan mencari hiburan di gawai. Lama-lama ia tidak bisa lepas dari gawainya.

Pikun Digital

Konten media seperti video itu terlalu cepat bagi anak. Akibatnya, anak memiliki perhatian yang pendek. Ia menjadi tidak fokus ke satu hal, dan sering berganti fokus. Hal ini menjadikan anak susah konsentrasi ke satu hal. Fenomena ini disebut pikun digital, akibatnya jadi sulit belajar.

Radiasi Emisi

Pada Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gawai nirkabel lainnyake dalam kategori risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker). Hal ini karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh perangkat tersebut.

Sebenarnya anak-anak saya termasuk anak yang aktif. Tidak bisa duduk diam. Sukanya loncat-loncat di kasur, berlarian kalau ketemu tempat yang lapang, muter-muter, main pasir, main batu, dll. Hanya gawailah yang mampu mendiamkannya. Bisa dikatakan, gawai adalah empeng moderen. Jika ada di suatu acara penting, demi terciptanya suasana kondusif, tak jarang saya memberi ‘empeng’ itu agar tak berisik.

Memang teknologi tak sepenuhnya salah. Toh, anak saya tanpa saya ajari, mereka bisa tahu angka, abjad, dan macam-macam warna dari guru digitalnya: Youtube. Teknnologi sudah tidak bisa dipisahkan 100% dari anak. Kalau dijauhkan 100% nanti dia jadi gaptek.

Hasil Riset UNICEF bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2014 lalu menunjukkan bahwa 30 juta anak dan remaja Indonesia sudah menggunakan internet secara intens, hingga lima jam sehari. Nah, lamanya pegang gawai itu loh yang mengenaskan. Soalnya, saya ingat perkataan Tascha Liudmila, penulis buku Screen Time. Ia mengatakan bahwa bagaimanapun, orang tua perlu menetapkan batasan yang konsisten terhadap penggunaan perangkat digital oleh anak dan menggantikannya dengan aktivitas bersama keluarga. Selayaknya perkembangan fisik dan kepribadian anak, perkembangan kreativitas terkait erat dengan pola asuh. Artinya peran orangtua sangat penting dan usia prasekolah merupakan rentang usia yang tepat untuk mengembangkan kreativitas mereka.

Hal yang saya garis bawahi adalah membatasi interaksi anak dengan gawai. Kita bisa menggantinya dengan kegiatan bersama. Yang melibatkan interaksi sosial antara orang tua dan anak. Apalagi untuk anak aktif, pas sekali kalau kemampuan motorik kasarnya semakin diasah. Nah, kebetulan banget di Surabaya kedatangan Funtopia Balloon Park. Itu tuh, yang sebelum-sebelumnya sudah ramai dibicarakan di sosmed dan bikin mupeng.

Funtopia Balloon Park

Funtopia Balloon Park ini adalah Taman Balon Pertama dan Terbesar di Indonesia. Aktivitas rekreasi ini merupakan kolaborasi antara Beyond Screen Production dan Traveloka. Di Surabaya pertama dibuka pada 3 November 2018. Setiap hari Sabtu dan Minggu akan ada terus sampai terakhir tanggal 2 Desember 2018 di Peninsula Bukit Darmo Golf, Surabaya.

Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production, menyatakan bahwa Beyond Screen Production berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka. Sukses dengan Little Chef Wonder tahun 2015 lalu, sebuah wadah yang mengasah bakat masak si kecil, kini Beyond Screen Production bersama dengan Traveloka, menghadirkan Funtopia.

Menurut Christian Suwarna, Senior Vice President Business Development Traveloka, arena permainan outdoor dengan ragam hiburan yang bisa dinikmati seluruh keluarga sepanjang hari merupakan sebuah konsep yang langka untuk kehidupan perkotaan saat ini. Funtopialah yang menjawab kebutuhan permainan outdoor itu, karena ideal untuk anak-anak mulai usia 2 tahun keatas sampai orang dewasa.

Kabarnya, 20.000 keluarga di Jakarta bulan Agustus dan 10.000 keluarga di Bandung bulan September 2018 yang lalu terhibur dengan adanya Funtopia ini. Saya mupeng dong. Secara puluhan ribu keluarga puas datang ke Funtopia. Akhirnya, saya mencicipi serunya Funtopia Balloon Park Surabaya sabtu lalu.

8 Wahana Balon Raksasa Funtopia

Setelah mendapat gelang tiket di pintu gerbang Funtopia, kami langsung menuju parkiran. Sampai sana kira-kira setengah empat sore. Anak-anak tertidur di mobil dan susah dibangunkan. Tapi di antara setengah sadar dan tidaknya, mata-mata mereka yang masih kriyep-kriyep  langsung berbinar melihat balon-balon raksasa. Balon-balon itu bernama:

  1. Caterpilar Cave
  2. Mighty Mushroom
  3. Traveloka Track
  4. Bunny Boo
  5. Candy Cane
  6. Crown Castle
  7. Mystery Maze
  8. Old Octopus

Spontan, anak-anak berlari ke lapangan menuju Traveloka Track. Katanya seperti trampolin yang ada di mall seberang. Ada mandi bolanya, ada perosotannya, juga ada balok-balok busa. Bagaikan kelinci yang melompat-lompat, si kecil kemudian berakhir terjun ke kolam bola. Begitu terus bolak-balik. Sementara kakaknya iseng banget naik dari bidang perosotan dan meluncur di antara tangga-tangga.

Setelah puas bermain di sini, anak-anak berpindah ke wahana seberangnya, yaitu: Mighty Mushroom. Sesuai namanya, wahana ini berbentuk seperti jamur. Ada jamur kecil-kecil di seputar wahana, dan ditandai jamur raksasa di tengah wahana.

Awalnya, Kei takut memasukinya. Saya suruh ia mencari kakaknya yang sudah duluan masuk. Maklum, kakaknya menghilang di tengah-tengah jamur. Dibujuk seperti apapun, Kei tetap tak bergeming untuk memasuki jejamuran. Akhirnya, kakanya pun tampak. Ia memanjat si jamur raksasa. Sudah mencapai ketinggian yang cukup baginya, si kakak berhenti dan berkhayal sebagai tank yang menyemburkan peluru-pelurunya.

Karena Kei si adik takut, kami tak terlalu lama di sini. Kami pun berpindah ke wahana sebelah: Candy Cane.

Aqiif, sang kakak, bergegas masuk ke area Candy Cane. Ia berlari sekuat tenaga, seakan-akan ada yang mengejarnya. Berputar mengitari tongkat-tongkat permen tak henti-henti. Setelah ditanya, ternyata ia sedang berlari bersama Sonic. Hahaha. Ada-ada saja.

Sementara si adik menggunakan kecepatan lari yang biasa-biasa saja. Sesekali ia melompat-lompat.

funtopia candy cane
Candy Cane

Puas berputar-putar di Candy Cane, sekarang kami beralih ke Crown Castle. Wahana ini berbentuk kastil dengan banyak jendela.

Aqiif tertarik menelusuri setiap bagian-bagiannya. Misalnya bersembunyi di balik jendela, atau berkejaran dengan anak-anak lain. Sedangkan Kei tidak tertarik bergabung dengan anak lainnya. Ia lebih memilih untuk melangkah dengan langkah yang besar-besar, mengikuti motif lantai kastil.

funtopia crown castle
Crown Castle

“Bunda, itu piggy ya?”

“Bukan, itu kelinci. Bunny. Tuh ada keterangannya, Bunny Boo. Kamu mau main di sini?”

Aqiif pun menggeleng. Ya sih, tak ada anak yang bermain di sini. Cocoknya dibuat foto-foto saja.

bunny boo funtopia
Penasaran apakah ini bunny atau piggy?
funtopia bunny boo
Foto bersama kaki Bunny Boo

“Wow, it’s Kraken, Bunda!” teriak Aqiif antusias.

“No, it is octopus.”

Nama wahana yang ia tunjuk adalah Old Octopus. Aqiif menyebut Kraken karena asalnya ia habis nonton Hotel Transylvania. Ada Krakennya. Kraken itu semacam monster octopus yang sangat besar, seperti raksasa. Bisa memusnahkan kapal-kapal. Padahal sebelumnya, jika dia lihat gurita, ia hanya menyebutnya dengan octopus.

Kami cukup lama di sini. Karena di sinilah wahana yang paling menarik. Di dalam Old Octopus ada perosotan, terowongan, dan aktivitas memanjat yang nggak semenyeramkan jamur raksasa. Karena bagi anak yang pendek (seumuran Kei 3-4 tahun) jamur raksasa itu terlalu tinggi. Di lantainya juga banyak bola-bola plastik berserakan. Si kecil bisa bermain tangkap-lempar.

funtopia old octopus
Old Octopus

Saatnya berpindah, nih. Kali ini kami ke Caterpillar Cave. Anak-anak harus menyusuri gua yang sejatinya adalah badan ulat. Anak-anak masuk lewat bagian ekor, merangkak terus ke atas. Dan akhirnya meluncur keluar melalui mulut ulat.

Sebenarnya orang dewasa bisa masuk juga. Tetapi, saya malas juga dalam keadaan hamil besar begini harus merangkak-rangkak. Jadinya saya menunggu dua anak tadi keluar. Yang keluar duluan si kakak. Adiknya cukup lama. Aduh, semoga nggak apa-apa ya di dalam. Iya, untungnya nggak apa-apa. Dia keluar dengan selamat. Yang harus hati-hati di sini saat meluncur, kadang anak satu dengan yang lain saling tindih.

funtopia caterpillar cave
Caterpillar Cave

Tibalah kami di Mystery Maze! Intinya adalah kita disuruh mencari jalan keluar, karena dalam Mystery Maze terdapat labirin-labirin. Aqiif bersikeras membawa sandal di tangannya.

“Nggak mau taruh. Nanti ada exitnya. Rumput-rumput kayak gini, nanti kan kotor.”

Hahaha, ya sudahlah. Berarti dia sudah duluan sampai dong?

funtopia mystery maze
Kelelahan di Mystery Maze

Inilah wahana terakhir yang kita susuri. Kami semua kelelahan. Saatnya pergi dari sini.

Eits.. masih ada booth Traveloka yang belum dikunjungi. Yang satu ini jangan dilewatkan, karena akan menawarkan hadiah-hadiah lewat lucky drawnya. Pastikan dalam ponsel kita sudah terinstal aplikasi Traveloka. Nanti ada mbak SPG yang memandu. Cara mainnya gampang, tinggal sentuh layar tab, dan lucky wheel akan berputar. Aqiif kegirangan, waktu itu dapat voucher makan Rp. 50.000 yang bisa dibelanjakan di area food garden.

Di Booth Traveloka: Yeaaay dapat voucher!
Food Garden
‘Ngiler’ di sebuah food truck

Tips Bermain di Funtopia

  1. Belilah tiket melalui Traveloka. Kunjungi www.traveloka.com. Harga di sana biasanya lebih murah. Per 3 November sudah tidak ada harga early bird. Harga untuk anak-anak adalah Rp.80.000. Jika pesan tiket lewat Traveloka, biasanya dapat harga diskon. Dan masih bisa ditambah lagi diskonnya jika ada promo Traveloka Aktivitas & Rekreasi.
  2. Datanglah pagi hari atau sekalian sore hari. Karena kalau siang bakal panas banget. Saya sendiri memilih sore. Kita pun bisa bermain sepuasnya sampai malam.
  3. Siapkan baju ganti, siapa tahu si kecil berkeringat sehingga bajunya menjadi basah.
  4. Sediakan kaos kaki. Kaos kaki adalah hal yang wajib dipakai di area permainan.
  5. Bawa minum minimal 4 botol kemasan 600 ml. Jika kehabisan, bisa beli lagi di Food Garden.
  6. Jika perlu sedia topi dan payung untuk menghalau panas maupun hujan.
  7. Toilet sudah tersedia di lokasi.
  8. Tempat shalat juga tersedia, namun tempatnya agak jauh di luar blok. Tapi jangan khawatir, ada shuttle yang siap mengantar kita.

Kesimpulan: Manfaat Bermain di Funtopia

Funtopia Balloon Park benar-benar mengharuskan si kecil menggerakkan otot-otot besar pada tubuhnya. Ia pasti akan berkeringat dan jantungnya berdenyut lebih cepat. Sehingga banyak manfaat yang diperoleh jika bermain di sini, yaitu:

Mengasah Kemampuan Motorik

Banyak kemampuan motorik kasar yang bisa diasah seperti berlari, melompat, memanjat, dan menyeimbangkan tubuhnya. Aktivitas melempar dan menangkap bola dapat membuat koordinasi mata dan tangannya semakin terlatih.

Menyehatkan Tubuh

Beraktivitas di Funtopia membuat anak aktif, sehingga dapat memperkuat tulang dan otot, mengurangi risiko obesitas serta penyakit kardiovaskular.

Merangsang Perkembangan Sosial Emosional dan Kognitif.

Keterampilan ini misalnya meningkatkan rasa bahagia dan percaya diri, mencegah stres dan kecemasan, serta melatih kemampuan bekerja sama dan berinteraksi dengan orang lain.

Begitulah pengalaman saya dan si kecil berekreasi keluarga di Funtopia Balloon Park. Lumayan banget menggantikan aktivitas bergawai si kecil. Semoga menginspirasi ya. Dan semoga tergiur juga untuk merasakan serunya Funtopia!

FUNTOPIA Balloon Park 03 November – 02 Desember  2018

Setiap Sabtu dan Minggu.
Jam Operasional : 07.00-22.00 WIB 

Lokasi: Peninsula Bukit Darmo Golf Surabaya

Harga tiket Funtopia:

-Anak-anak: Rp. 80.000

-Pendamping: Rp. 40.000

 

Dapatkan tiketnya di Traveloka Aktivitas & Rekreasi atau on the spot.

Alternatif Weekend Tanpa Ke Mall, Ajak Anak Bermain di Funtopia Balloon Park

Funtopia balloon park

“Bunda, aku mau ke mall.”

“Ngapain?

“Beli donat mahal”

Mendengarnya serasa geli sendiri. Bayangkan saja anak 3 tahun punya permintaan yang tiba-tiba. Namun, di sisi lain saya merasa was-was jangan-jangan anak ini sudah kecanduan. Ya sih, soalnya akhir-akhir ini saya sering mengunjungi mall-mall. Belanja sih enggak seberapa. Seringnya menghadiri acara-acara yang digelar di mall.

Menurut beberapa artikel yang saya baca, mengajak anak ke mall sering-sering bisa bahaya juga bagi perilaku dan sifatnya. Tak heran, jika sekarang ada gerakan weekend tanpa ke mall. Bahkan ada komunitasnya. Mereka adalah orang yang anti nge-mall. Lalu mengganti kegiatan kebersamaan keluarga dengan yang lebih bermanfaat.

Penasaran efek buruk sering ke mall bagi anak? Ini dia.

Efek Buruk Sering Ke Mall Pada Anak

Gaya hidup mewah

Sering membawa anak main ke mall, setidaknya setiap weekend, bisa jadi akan mengakibatkan suatu kebiasaan dan menjadi gaya hidup. Si kecil akan ketagihan. Kalau sudah lihat drama Korea What’s Wrong With Secretary Kim, ada efek namanya blockbuster. Blockbuster itu kalau sudah mengenal sesuatu yang luar biasa, ga bakalan mau hal-hal yang biasa saja. Bisalah disamakan dengan kebiasaan anak. Kalau sudah terbiasa dengan yang wah-wah, yang biasa aja  sudah ga doyan lagi. Contohnya, kayak anak saya tadi. Dia lebih merindukan donat oreo di suatu gerai mal ketimbang donat meses jajanan pasar.

Sifat Konsumtif

Kalau gaya hidup mewah sudah jadi kebiasaan, otomatis dia akan terbiasa juga hidup konsumtif. Minta beli ini itu tanpa pikir panjang. Tanpa berpikir apakah dia sebenarnya perlu atau hanya keinginan sesaat saja. Sampai dewasa kebiasaan ini bisa saja terbawa. Masa depannya kan jadi buruk.

Dotson dan Hyatt yang penelitiannya dipublikasikan dalam Journal of Consumer Marketing pada tahun 2005, menyatakan bahwa ada lima hal yang mendorong sikap konsumtif pada anak. Poin-poin tersebut adalah pengaruh lingkungan sosial, televisi pengaruh keluarga, kepentingan berbelanja, dan merek produk. Jadi benar, pengaruh kita sebagai orang tua yang sering mengajak si kecil ke mall juga akan mendorong sifat konsumtifnya.

Kesulitan Bersosialisasi

Memang benar di mal ada banyak orang. Tapi yang berkomunikasi secara khusus dengan anak kita apa ada? Hal ini akan berbeda jika si kecil berinteraksi dengan tetangga atau teman sepantarannya. Dia akan berkomunikasi satu sama lain.

Tascha Liudmila sebagai penulis buku Screen Time menjelaskan bahwa adalah tanggung jawab kita sebagai pihak yang lebih dewasa, untuk membuat anak-anak tertarik pada aspek kehidupan sosial.

Alternatifnya, kita bisa membawa si kecil beraktvitas di ruang terbuka hijau. Kota-kota besar di Inggris yang sudah moderen saja, menggalakkannya untuk sarana rekreasi. Karena di ruangan terbuka itu si kecil dapat bereksplorasi sehingga perkembangan kognitif dan motoriknya terangsang.

Kebetulan sekali sebentar lagi akan hadir di Surabaya. Tempat bermain terbuka dengan balon-balon raksasa. Namanya Funtopia Balloon Park.

Funtopia Balloon Park

Funtopia Balloon Park adalah taman balon raksasa terbesar di Indonesia. Tempat aktivitas dan rekreasi keluarga ini, bukan tempat yang menetap, melainkan diadakan secara musiman. Beberapa waktu lalu sudah diadakan di Jakarta dan Bandung. Sebentar lagi akan hadir di Surabaya. Event yang seru ini adalah kerja sama antara Beyond Screen Production dan Traveloka.

Menurut Mia Lukmanto, CEO dan Founder Beyond Screen Production, aktivitas fisik sangat berperan dalam menstimulasi kecerdasan anak. Otak dan daya tahan tubuh saling bergantung dan bekerja timbal balik, sehingga pemberian stimulasi menjadi sama pentingnya dengan pemberian nutrisi. Oleh karena itulah Beyond Screen Production berkomitmen membawa ragam alternatif hiburan yang menyenangkan untuk anak, yang sekaligus bisa menjadi sarana stimulasi untuk mengasah hobi, keterampilan dan kreativitas mereka.

Christian Suwarna, Senior Vice President Business Development Traveloka menjelaskan, “Arena permainan outdoor dengan ragam hiburan yang bisa dinikmati seluruh keluarga sepanjang hari merupakan sebuah konsep yang langka untuk kehidupan perkotaan saat ini, dan Funtopia berusaha menjawab kebutuhan masyarakat akan sarana hiburan yang ideal untuk anak-anak mulai usia 2 tahun keatas sampai orang dewasa. Untuk alternatif hiburan lainnya, pengguna dapat berkunjung ke situs web maupun aplikasi Traveloka dan memilih menu Aktivitas & Rekreasi, yang senantiasa menyediakan akses mudah dan ragam pilihan untuk pemesanan tiket hiburan dan rekreasi keluarga.”

Berdasarkan pengalaman yang lalu, Funtopia tergolong sukses karena konsepnya sangat menarik. Bayangkan, ada 20.000 keluarga mengunjungi Funtopia. Wah, warga Surabaya dan sekitarnya harus nyicipin serunya main di sini juga nih.

Jadi, catat tanggalnya dulu. Funtopia Surabaya akan digelar di Peninsula Bukit Darmo Golf, Surabaya mulai 3 November s.d 2 Desember 2018, setiap hari sabtu dan minggu dengan jam operasi pk. 07:00–22:00. Tapi kita bisa beli tiketnya sekarang. Mumpung masih harga early bird. Kalau pas hari H harga tiket Funtopia Anak-anak Rp. 80.000.

Harga Tiket Funtopia Early Bird

1. Anak-anak: Rp. 65.000
2. Dewasa (lebih dari 17 tahun): Rp. 40.000
3. Bayi s.d kurang dari 2 tahun: gratis, tapi tidak boleh masuk ke area balon.

Bocorannya akan ada 8 macam wahana permainan yang seru-seru.

Macam-macam permainan Funtopia:

  1. Caterpilar Cave
  2. Mighty Mushroom
  3. Traveloka Track
  4. Bunny Boo
  5. Candy Cane
  6. Crown Castle
  7. Mystery Maze
  8. Old Octopus

funtopia

Dilihat dari bentuknya yang lucu dan berbeda-beda, pasti punya cara permainan dan fungsi yang berbeda-beda juga. Sepertinya akan ada wahana untuk menulusuri gua, panjat-panjatan, melompat-lompat. Saya sendiri belum mengalami. Yang penting sekarang booking tiket dulu ah…

Cara Booking Tiket Funtopia

Tiket Funtopia terutama yang harga early bird bisa dipesan melalui Traveloka. Kalau sudah hari H bisa langsung dipesan di lokasi tapi harganya akan lebih mahal. Jadi mending rencanakan sekarang saja, take action sekarang!

Kalau belum download aplikasi Traveloka, silahkan download dulu di Playstore ataupun Appstore. Selain itu bisa juga melalui www.traveloka.com.

  1. Hal yang penting pertama kali dalam booking tiket apapun adalah cek promo. Tiket Funtopia ini ada di kategori Traveloka Aktivitas & Rekreasi. Untuk mengecek promo, pergilah ke bagian “Promo Saat Ini”. Nah, di sini saya menemukan promo untuk kategori Aktivitas & Rekreasi. Kode Vouchernya ASIK100K berlaku hingga 5  November 2018. Ingat-ingat kodenya, atau gampangnya klik SALIN.

 

2. Klik Cari Produk. Cari saja yang judulnya Funtopia. Setelah ketemu akan tampak harga-harga paketnya seperti gambar berikut.

3. Pilih paketnya. Wah, ternyata yang harga early birdnya Rp. 65.000, setelah saya coba di aplikasi jadi lebih murah lagi. Kamu bisa pilih paket berlima untuk harga yang lebih murah, kalau punya anak 3. Tapi keluarga saya cuma 2 dewasa dan 2 anak, jadi saya pilih paket Early Bird-Single.

4. Ketikkan banyak orang yang akan main. Lalu klik Lanjutkan.

5. Pilih tanggal kunjungan. Kunjungan hanya ada pada Sabtu dan Minggu saja. Tiket akan berlaku hanya pada tanggal kunjungan yang dipilih.

6. Isi data yang diminta.

7. Klik Lanjutkan.

8. Pilih metode pembayaran.

9. Gunakan KUPON. Sebelum membayar jangan lupa masukkan kode voucher diskonnya yang tadi sudah disalin. Klik Gunakan.

 

10. Yeaaaay dapat diskon berhasil!

11. Lakukan pembayaran. Selesai.

Testimonial Pengunjung

Nah, gimana? Tertarik, kan untuk datang ke Funtopia? Kalau masih ragu, ini saya tunjukkan beberapa testimonial para pengunjung. Rata-rata mereka menilai dengan skala 8-10.


Sudah yakin, kan? Yuk segera booking tiket Funtopia Balloon Park. Mumpung early bird, lho!

Mengatasi Susah Buang Air Besar Pada Bayi Secara Alami

Pernah ga, cemas saat bayi susah buang air besar setelah beberapa hari? Sebagai ibu, pasti kita cemas bagaimana cara mengatasi sembelit pada bayi. Soalnya sembelit pada bayi apalagi yang kurang dari 6 bulan termasuk ribet. Dia kan nggak boleh makan dulu. Ga bisa kita sarankan untuk memakan buah-buahan atau makanan kaya serat lainnya. Kalau bayinya ASI sih masih tenang yah. Kalau bayi minumnya campur sama susu formula atau murni sufor karena ibu tidak bisa memberi ASI, ini yang mencemaskan sekali.

Nah, sebenarnya apa sih sembelit atau susah BAB itu? Apakah kalau tidak buang air besar berhari-hari sudah bisa dikatakan sembelit? Talkshow di acara Mother & Baby Fair Surabaya pada 28 September 2018 menjawab semuanya, lengkap tentang sembelit pada bayi dan anak juga penanganannya. Judul talkshownya adalah “Mengenal fakta dan Cara Penanganan Sembelit Pada Bayi dan Anak”.

IMG_20181015_205006

Mengenal jenis gangguan saluran cerna pada bayi

dr. Intan Diana Sari mengatakan bahwa sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan pada bayi dan anak. Selain sembelit atau konstipasi masih ada beberapa gangguan saluran pencernaan lainnya, yaitu:
1. Diare, yaitu lebih banyaknya frekuensi BAB dari biasanya yang ditandai dengan tekstur feses yang lebih lunak bahkan cair.
2. Gumoh, adalah keluarnya susu maupun makanan yang baru ditelan
3. Kolik, bayi tetus menangis tanpa diketahui sebabnya, lama minimalnya 3 jam per hari
4. Sembelit, adalah tertahannya feses dalam usus besar karena teksturnya yang keras sehingga sulit dikeluarkan.

Kita wajib mengetahui tanda-tanda sembelit ya. Karena belum tentu bayi yang beberapa hari tidak BAB merupakan sembelit. Misalnya bayi yang masih ASI eksklusif masih dikatakan normal jika seminggu tidak BAB, karena nutrisi ASI diserap sempurna. Selain beberapa hari tidak BAB, bayi dikatakan sembelit atau susah BAB jika tekstur feses keras, rewel, dan suka menolak makanan atau susu karena perutnya terasa penuh.

Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Untuk mengatasi susah BAB pada bayi biasanya kita usahakan dulu hal-hal yang alami yang dapat dilakukan di rumah. Misalnya memperbanyak cairan yang masuk seperti air putih. Asupan serat dari buah juga diperbanyak seperti buah pepaya dan mangga. Tapi itu adalah cara mengatasi sembelit pada bayi 6 bulan yang sudah masuk masa MPASI. Jika sudah terlanjur parah, kita bisa masukkan obar pencahar melalui dubur, namun konsultasikan dulu dengan dokter. Nah, ada cara lain yang lebih alami, cocok untuk mengatasi sembelit pada bayi umur berapapun baik itu bayi prematur, bayi 0-6 bulan, bayi MPASI. Apa itu? Konsumsi Probiotik!

 

Probiotik adalah mikroorganisme bermanfaat yang hidup di saluran pencernaan. Dengan adanya probiotik ini, kita dapat merasakan manfaat bagi kesehatan kita. Ya, kita, bukan hanya bayi tapi juga manusia semua umur. Tidak hanya untuk mencegah dan mengatasi konstipasi atau sembelit, probiotik juga bermanfaat untuk mengatasi diare, bahkan menjaga daya tahan tubuh.

Probiotik itu secara alami ada di saluran pencernaan. Tetapi kadang jumlahnya terganggu alias bisa berkurang. Untungnya, zaman sekarang sudah tersedia banyak probiotik yang dikemas yang bisa kita konsumsi. Tapi untuk bayi, jangan sembarangan. Salah satu merek probiotik yang banyak direkomendasikan dokter adalah Interlac.

Review Interlac

Logo interlac

INTERLAC® adalah produk probiotik lisensi dari BioGaia, Swedia dan dipasarkan di Indonesia oleh PT Interbat. INTERLAC® mengandung strain probiotik Lactobacillus reuteri Protectis yang dipatenkan BioGaia. Probiotik ini paling banyak diteliti di dunia, telah teruji klinis dan terbukti aman.

uji klinis interlac
Interlac telah teruji klinis berkali-kali. Sumber: interlac-probiotics.com

Bakteri L. reuteri sebenarnya secara alami bisa didapatkan bayi saat proses kelahiran normal dan dari ASI ibu. Oleh karena itu, bayi yang dilahirkan dengan proses operasi kekurangan flora normal ini dalam saluran cernanya. Begitu juga bayi yang tidak mendapatkan ASI. Bayi-bayi dengan kondisi seperti ini biasanya lebih mudah terganggu saluran pencernannya.

INTERLAC® ini bukan obat ya. Oleh BPOM digolongkan sebagai suplemen. Dan ini adalah satu-satunya probiotik yang ada dalam sedian drops. Rasanya tawar. Jadi gampang kalau mau dikasih ke bayi. Tinggal diteteskan ke sendok, lalu diminumkan. Penggunaannya pun cukup 5 tetes dan cuma satu kali sehari.

Interlac Oral Drops
Interlac Oral Drops

Mohammad Nurhadi selaku Brand Manager Interbat menjelaskan bahwa Interlac bisa bertahan sesuai masa kadaluwarsanya. Jika sudah dibuka masukkan ke kulkas dan bisa tahan sampai 3 bulan.

Keistimewaan Interlac ini aman diberikan pada bayi prematur sekalipun. Bayi yang berat badannya kurang ini tidak punya probiotik dalam saluran cernanya. Sehingga untuk menyiapkan saluran cernanya diperlukan tambahan probiotik dari luar seperti Interlac.

Oh ya, Interlac ini bebas laktosa. Jika ada kasus lactose intolerant maupun alergi susu tidak perlu khawatir. Jika terjadi diare hendaknya hati-hati memilih probiotik. Jangan minum yang mengandung susu karena ada laktosanya. Lebih baik gunakan Interlac ini.

Selain Interlac Oral Drops, juga tersedia Interlac dalam bentuk lain, yaitu:

  1. Interlac Sachet. Untuk bayi dan anak. Penggunaannya dengan melarutkan ke sedikit air, 1x sehari.
  2. Interlac tablet kunyah rasa strawberry. Untuk anak 4 tahun ke atas. Dosisnya 1 tablet 1 kali sehari.
  3. Interlac tablet kunyah Lemon. Untuk dewasa. Dosis penggunaan 1 tablet 1 kali sehari.

interlac

Kalau Anda mau tahu lebih lanjut tentang Interlac bisa kunjungi alamat-alamat berikut.

Website : www.interlac-probiotics.com
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : @interlacprobiotics

 

 

Perlu diingat ya. Kalau peristaltik usus halus cepat bisa diare. Peristaltik usus besar lambat bisa konstipasi. Interlac seakan-akan bisa membaca keadaan, sehingga bisa menormalkan saluran cerna. Tinggal cari deh Interlac ke apotek-apotek terdekat, Guardian, Viva Health, baby shop, Mothercare.co.id, orami.com, JDID.

Semoga artikel mengatasi susah buang air besar pada bayi ini bermanfaat ya.

Orang Tua Merokok Bisa Sebabkan Stunting Pada Anak

Memang cukup menggelitik ketika mendengar orang tua yang merokok tapi anaknya bisa berisiko menjadi stunting. Seperti tidak masuk akal. Bagaimana bisa?

Baiklah, mari kita mengenal dulu apa itu stunting. Stunting adalah keadaan seseorang yang gagal tumbuh secara normal akibat kurang gizi kronis, sehinggga mengakibatkan perawakan terlalu pendek tidak sesuai standar usianya. Kekurangan gizi ini terjadi mulai 1000 hari kehidupan pertama, yaitu sejak dalam kandungan sampai 2 tahun setelah kelahirannya. Namun gejalanya baru tampak setelah anak berumur 2 tahun.

Stunting tidak hanya terkait pada perawakan pendek saja. Sebenarnya, stunting ini sangat merugikan pribadi orang yang mengalami stunting itu sendiri baik di saat sekarang sampai masa depannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Umumnya anak stunting memiliki IQ rendah, karena cabang-cabang otaknya pendek dan tidak terhubung antar sel. Berbeda dengan otak normal yang cerdas, memiliki banyak cabang.

    otak anak stunting
    Perbedaan otak normal dengan otak anak stunting. Sumber: www.nyas.org
  2. Rentan terhadap penyakit. Karena keadaaan yang kurang gizi, penderita stunting sering terserang penyakit.
  3. Di masa depan bisa menurunkan produktivitas yang akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan meningkatkan ketimpangan.

    dampak stunting
    Dampak stunting di masa depan. Sumber: Direktorat Jenderal Keuangan. Penanganan Stunting Terpadu Tahun 2018. www.anggaran.depkeu.go.id

Ternyata angka stunting di Indonesia menduduki peringkat terparah di antara negara-negara ASEAN. Berdasarkan asesmen yang dilakukan pada tahun 2012, OECD PISA (Organization for Economic Cooperation and Development – Programme for International Student  Assessment), Indonesia berada di urutan ke 64 terendah dari 65 negara. Asesmen ini dilakukan terhadap 510.000 pelajar usia 15 tahun dari 65 negara termasuk Indonesia, dalam bidang membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan.

Urutan Stunting di ASEAN
Urutan Stunting di ASEAN

Bagaimana persentase prevalensi stunting di Indonesia sendiri? Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2 persen. Sebanyak 9 juta anak dari total jumlah anak di Indonesia mengalami stunting. Pada tahun-tahun selanjutnya angka stunting menurun, tetapi pada tahun 2017 kembali terjadi kenaikan. Menurut hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2017 angka stunting di Indonesia menjadi 29,6%. Yang jelas, persentase stunting tersebut masih di atas toleransi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). WHO menetapkan toleransi stunting maksimal sebesar 20% dari jumlah anak di suatu negara.

Angka Stunting di Indonesia. Sumber: Riskesdas, 2013.
Angka Stunting di Indonesia. Sumber: Riskesdas, 2013.
efektivitas penanganan stunting
Variasi persentase stunting dari tahun ke tahun. Sebelum 2014 stunting mencapai 37,2%. Pada 2014 stunting sebesar 32,9% dan turun lagi menjadi 26,1% di tahun 2016. Sayangnya pada tahun 2017 angka stunting naik lagi menjadi 29,6% (berdasarkan data PSG, 2017).

Penyebab Stunting

Sebenarnya apa penyebab stunting? Secara umum, stunting diakibatkan karena kekurangan gizi sehingga tubuh gagal tumbuh. Namun secara khusus, banyak faktor yang berperan misalnya:

  1. Ibu sangat kurang pengetahuan tentang gizi dan kesehatan baik sebelum maupun selama masa kehamilan.
  2. Bayi tidak mendapat ASI eksklusif saat berumur 0-6 bulan. Hal ini terjadi pada 60% bayi pada rentang usia tersebut.
  3. Sebanyak 2 dari 3 anak usia 6-24 bulan tidak mendapat MPASI yang tepat.
  4. Ibu hamil mengalami anemia. Hal ini terjadi pada 1 dari 3 ibu hamil. Bahkan 2 dari 3 ibu hamil belum mengonsumsi suplemen zat besi yang cukup.
  5. Kurangnya akses ke makanan bergizi karena terkendala makanan bergizi itu mahal.

Lantas, apakah benar kekurangan gizi erat kaitannya dengan rokok sehingga menyebabkan stunting? Awalnya, saya juga penasaran dan setengah tak percaya. Tetapi pada Rabu, 25 Juli 2018 lalu saya mendengar talkshow Program Radio Ruang Publik KBR di KBR.id tentang serial #RokokHarusMahal. Entah kenapa di website KBR.id maupun live facebook, streamingnya tidak muncul. Tak putus asa, saya segera mengunduh aplikasi KBR Radio di Playstore. Setelah unduhan beres, langsung pencet aplikasinya lalu terdengarlah suara siaran yang sangat jernih.

Talkshow yang bertajuk “Rokok Murah Sumbang Penyebab Stunting” itu menghadirkan dua narasumber, yaitu dr. Bernie Endyarni Medise,SpAK MPH selaku Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Teguh Dartanto, PhD, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

View this post on Instagram

Hah?! Orang tua yang merokok, anaknya yang jadi stunting alias pendek ga sesuai umur?? Iya itu hasil penelitian Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI). Gimana mencegahnya? Sepertinya sudah saatnya memahalkan rokok, #rokokharusmahal , tukar dengan apa saja yang bisa untuk memenuhi gizi anak-anak. Besok dengerin ya talkshow tentang ini (rokok menyebabkan anak stunting). Jangan sampai telat. Bisa streaming juga. Ini infonya…. RABU (25/7/2018) kami kupas ini di #RuangPublikKBR serial #RokokHarusMahaledisiske-7 bersama narasumber: . -Dr. Bernie Endyarni Medise,SpAK MPH Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI . -Teguh Dartanto, PhD Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dengarkan di radio-radio jaringan KBR di Nusantara. Di Jakarta bisa didengar di @PowerFM892 . Streaming KBR.id / KBR apps. Atau tonton di LIVE FB Kantor Berita Radio-KBR. . Ada lomba blognya juga lho untuk blogger Indonesia, dari pembahasan talkshow. Mendengarkan, sembari menulis artikelnya. . Jika Anda mendukung "Rokok Harus Mahal" silakan, tandatangani petisinya di >>> Change.org/rokokharusmahal . . . . #KBR #Radio #RadioIndonesia #Talkshow #Rokok #Rokok50Ribu #Melawanrokok #RokokMemiskinkan #TolakJadiKorban #stunting #LindungiAnakanak #lombablog #Lomba #infolomba #infolombamenulis #LombaMenulis

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

Rokok Berisiko Menyebabkan Stunting

Selama talkshow memang ada pendengar yang meragukan pernyataan rokok bisa sebabkan stunting. Karena pada kenyataannya, yang pendengar itu lihat, anak si perokok bisa tumbuh normal, bahkan tinggi-tinggi. Hal ini juga didukung oleh jurnal yang saya baca, terbitan tahun 2017 yang berjudul “Konsumsi Rokok dan Tinggi Badan Orang Tua sebagai Faktor Risiko Stunting Anak Usia 6-24 Bulan Di Perkotaan”, yang penelitiannya dilakukan oleh Siska Puspita Sari. Penelitian tersebut dilakukan di Yogyakarta dengan cakupan hanya 3 Posyandu (Umbulharjo, Tegalrejo dan Kotagede) selama satu waktu. Artinya peneliti hanya mengobservasi anak dengan rentang usia tersebut saat itu juga. Hasilnya tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi rokok orang tua (postnatal) dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Yogyakarta karena lebih dominan faktor prenatal.

Penelitian yang hanya dilakukan dalam satu waktu tentu saja berbeda dengan penelitian yang dilakukan bertahun-tahun seperti yang dilakukan oleh Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI). Kepala Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI sekaligus penanggung jawab penelitian tim riset PKJS, Teguh Dartanto, PhD melakukan pengamatan pada berat badan dan tinggi anak-anak (<= 5 tahun) pada 2007, kemudian melacak mereka pada 2014 secara berurutan untuk mengamati dampak perilaku merokok orang tua dan konsumsi rokok pada stunting.

Penelitian PKJS-UI tersebut menyatakan bahwa anak-anak yang serumah dengan orang tua yang tidak merokok akan tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0.34 cm lebih tinggi daripada mereka yang tinggal dengan orang tua perokok kronis. Ini menunjukkan bahwa perokok aktif cenderung memiliki probabilitas anak-anak berperawakan pendek. Angka probabilitas mengalami stunting sebesar 5,5% lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari orang tua bukan perokok. Tentu saja faktor genetik dan lingkungan dari anak juga diperhitungkan.

Masih belum percaya juga? Mari kita lihat film dokumenter yang merupakan kisah nyata berikut. Anak dari seorang pecandu rokok hanya memiliki berat badan 9 kg di usianya yang ke-3.

Hubungan Antara Rokok dan Stunting

Menurut dr Bernie, rokok berperan menyumbang tingginya angka stunting karena dua hal, yaitu:

  1. Alokasi belanja makanan bergizi teralihkan karena harus belanja rokok.
  2. Zat Rokok itu sendiri

Alokasi Belanja Makanan Bergizi Teralihkan Karena Harus Belanja Rokok

Rokok sudah menjadi kebutuhan dasar sama halnya dengan sembako seperti beras, telur, minyak. Tak hanya di Indonesia, hal ini juga terjadi di belahan dunia lain. WHO menyatakan bahwa pada 2015 kira-kira ada sebanyak 1,1 miliar perokok di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sekitar 800 juta lebih atau 80 persen berasal dari negara dengan pendapatan rendah dan menengah, sisanya 20 persen dari negara kaya. Yang mencengangkan di Indonesia, keluarga miskin rela membakar 15% pendapatannya untuk membeli rokok.

Apalagi dalam penelitian yang dilakukan PKJS-UI menunjukkan bahwa konsumsi rokok sekitar 3,6% pada 1997 telah melonjak menjadi 5,6% pada 2014, sedangkan konsumsi kebutuhan lainnya menurun secara signifikan. Artinya, peningkatan konsumsi rokok sekitar dua persen telah digantikan oleh penurunan pengeluaran beras, protein, dan sumber lemak, serta pendidikan. Belanja untuk kebutuhan pangan seperti daging dan ikan juga menurun sekitar 2,3% selama 1997-2014. Padahal, jenis belanja makanan bergizi seperti protein dalam daging maupun ikan akan memengaruhi perkembangan masa depan anak-anak dalam hal berat badan, tinggi badan, dan kemampuan kognitif. Dengan demikian, rokok secara langsung menggusur kepentingan belanja bahan makanan bergizi sehingga dapat menyebabkan anak stunting.

Bahaya Zat Rokok Terhadap Stunting

1. Zat kimia dalam rokok mengganggu pertumbuhan janin

Contoh zat kimia yang berbahaya bagi pertumbuhan janin adalah nikotin, karbon monoksida, dan kadmium. Nikotin dapat mengakibatkan pembuluh darah ibu menyempit sehingga terjadi penurunan aliran darah ke plasenta dan menyebabkan berkurangnya kiriman oksigen dan nutrisi untuk janin. Karbon monoksida (CO) dalam rokok mengikat hemoglobin (Hb) lebih kuat dibanding oksigen sehingga oksigen yang dihantarkan ke jarigan akan berkurang. Sedangkan kadmium dalam asap rokok berkumpul dalam plasenta dan memengaruhi pertumbuhan janin. Asap rokok juga mengganggu terbentuknya pembuluh darah baru, yang sangat penting untuk perkembangan saraf dan organ lainnya.

2. Asap rokok menghambat pertumbuhan anak

Rokok bisa mengacaukan penyerapan zat gizi esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang terpapar asap rokok akan menjadi sangat kurus (severe wasting), berat badannya menjadi sangat rendah (severe underweight), dan sangat pendek (severe stunting).

3. Zat dalam asap rokok berbahaya bagi bayi yang masih menyusui

Ibu yang menghisap asap rokok baik secara aktif maupun pasif, akan menyerap zat nikotin dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Selain itu, secara langsung, asap rokok yang mengandung ribuan racun lainnya masuk ke saluran pernapasan bayi. Zat rokok yang terakumulasi lewat ASI dan saluran pernapasan bayi tersebut bisa menyebabkan gangguan pernafasan, infeksi paru dan telinga, muntah, diare, denyut jantung meningkat, gangguan pertumbuhan, hingga kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi) sehingga bisa saja bayi menjadi stunting.

Selain itu, penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Jika ASI menjadi sedikit, tentu nutrisi yang sampai pada bayi berkurang. Akibatnya dalam waktu tiga bulan, berat badan bayi dari ibu yang perokok aktif maupun pasif tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.

4. Asap rokok menyebabkan ISPA sehingga mengakibatkan kurang gizi

Anak dapat mengalami kekurangan gizi karena paparan asap rokok. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi karena rokok, dan ISPA penyebab secara langsung kekurangan gizi. Pengkajian dari 60 penelitian mengungkap paparan rokok pasif di rumah meningkatkan risiko bayi terkena infeksi ini hingga 20-50%, dengan gejala yang cenderung lebih berat. Jika risiko ISPA meninngkat karena paparan asap rokok, maka risiko kekurangan gizi juga meningkat, sehingga lama-kelamaan mengakibatkan stunting.

Saatnya Rokok Harus Mahal untuk Hindarkan Generasi Bangsa dari Stunting

Sebenarnya ada banyak cara untuk menghentikan seseorang dari kebiasaan merokoknya. Salah satu yang telah diusahakan pemerintah adalah mewajibkan gambar seram pada kemasan rokok, misalnya gambar paru-paru hitam yang sudah terinfeksi kanker. Namun, hal itu hanya membuat si perokok bergidik, tapi tak menghentikan kebiasaan merokoknya karena sudah kecanduan jauh.

Harga rokok yang murah juga diduga menjadikan si perokok berpikiran sepele terhadap ancaman bahaya rokok. Lain halnya jika harga rokok ditinggikan. Pasti orang akan berpikir dua kali untuk membelinya.

Hal tersebut sejalan dengan survei Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia, Hasibulah Thabrany. Ada hubungan antara harga rokok dan jumlah perokok. Dari 1.000 orang, 72 persennya menyatakan akan berhenti merokok jika harga rokok di atas Rp. 50.000.

Lucunya, saat talkshow di KBR berlangsung ada penelepon yang memang setuju harga rokok mahal. Namun, dia juga mengkhawatirkan nasib sales, buruh, dan petani yang menurun pendapatannya jika rokok tidak laku.

Prof. Thabrany pernah membantah kekhawatiran orang-orang akan pihak-pihak yang akan berkurang pendapatannya. Beliau menyatakan bahwa kenaikan harga rokok tidak akan secara signifikan menurunkan permintaan. Misal, harga naik 20%, penurunan permintaan tidak 20% juga karena biasanya hanya turun 5% sehingga industri tetap untung. Jadi, dengan keuntungan besar yang diperoleh oleh industri ini juga akan berdampak pada kesejahteraan petani, buruh, dan para pekerja lainnya.

Selain itu, jika dilihat dari sisi petani tembakau, harga rokok murah justru akan merugikan petani. Hal ini karena kebutuhan tembakau nasional 40 persennya dipenuhi oleh tembakau impor. Sedangkan rokok kretek yang dibuat petani Indonesia menurun dari 30% di tahun 2010 menjadi 20% pada 2015. Sehingga rokok mahal akan menguntungkan petani lokal juga.

Menurut saya pribadi, harga rokok mahal tidak akan menurunkan jumlah perokok yang sudah kecanduan secara drastis. Mungkin saja perokok berat itu ada yang berusaha berhenti, tapi tetap ada yang berniat untuk lanjut meski harga mahal. Namun, mahalnya rokok ini setidaknya mencegah calon-calon perokok yang biasanya coba-coba sejak remaja. Dimana usia remaja belum punya penghasilan sendiri, sehingga rokok mahal akan mencegah generasi muda untuk merokok.

Bagaimana dengan kamu? Setujukah harga rokok mahal, #Rokok50ribu? Jika setuju, kamu bisa tanda tangani petisi di http://change.org/rokokharusmahal.

Hari Anak Nasional, Bisakah Tidak Sekadar Seremonial Atau Hura-Hura?

Hari Anak Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Biasanya Hari Anak Nasional diperingati dengan megadakan acara-acara tertentu yang melibatkan anak-anak. Ada yang mengadakan berbagai lomba seperti mewarnai, adu bakat, mengadakan kegiatan tamasya bersama, dll. Padahal di balik semua itu tujuan memperingati hari anak adalah mengevaluasi pemenuhan hak anak.

Sayangnya, masih terjadi pelanggaran hak asasi anak yang tak ada habisnya. Misalnya bullying, KDRT, pekerja anak, materi siaran TV yang tidak layak untuk anak, kurangnya taman bermain, hingga perkawinan di bawah umur. Beberapa waktu lalu saya sendiri melihat video viral seorang pria di Sampang, Jawa Timur bertemu anak naik sepeda jam 1 pagi. Anak tersebut terlihat sangat kelelahan sehabis berjualan gorengan. Lalu pria tersebut mengikuti sampai anak tersebut sampai di rumahnya. Setelah bertemu kedua orang tuanya, pria tersebut memarahi habis-habisan dan mengancam jika terus dibiarkan seperti itu akan melaporkan ke polisi. Berikut videonya.

Dikirim oleh Um Novi pada Rabu, 18 Juli 2018

Dikirim oleh Um Novi pada Rabu, 18 Juli 2018

Lantas, apakah dengan perayaan tahunan Hari Anak Nasional itu bisa menghilangkan masalah yang dialami anak? Tentu kerja keras kita semualah yang akan membuahkan hasil. Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mulai mengupayakan pemenuhan hak anak secara terintegrasi dengan memerhatikan 5 klaster hak anak. Pemenuhan ini melibatkan semua lapisan masyarat dimulai dari penguatan keluarga.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise didampingi oleh Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat. Tidak hanya ibu dan ayah, akan tetapi orang dewasa yang ada dalam keluarga.

Menteri Yohana Yembise
Menteri Yohana Yembise

Pada tahun 2018 ini, KPPPA kembali memberikan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018 kepada daerah yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Penting tidak ya, penghargaan terhadap kabupaten/kota ini setiap hari anak? Saya mengadakan polling di instagram story. Ternyata mayoritas menjawab penting.

hari anak nasional
Polling di Instagram Story @lipartic

Ya, jawabannya memang sangat penting. Mungkin yang menjawab tidak penting itu, belum tahu apa kota layak anak itu, dan apa tujuan sebenarnya. Baik, saya jelaskan. KLA adalah Kabupaten/Kota yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin “pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak”.

KPPPA memberikan penghargaan pada daerah kabupaten/kota. Penilaian untuk memberi penghargaan itu tentu saja mendorong daerah untuk menyiapkan indikator-indikator yang dinilai dapat memenuhi hak anak, bukan? Sehingga masing-masing daerah berusaha mencapai nilai sempurna. Kalau nilainya sempurna, kan hak memperkecil pelanggaran hak asasi anak. Dengan demikian, diharapkan akan terwujud Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030 nanti, dimana semua kabupaten/kota di Indonesia menyandang predikat KLA. Aamiin.

Penghargaan KLA, diserahkan langsung oleh Mama Yo, panggilan akrab bu menteri KPPPA, tepat pada Hari Anak Nasional 23 Juli 2018, di Dyandra Convention Center Surabaya. Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, mengacu pada 24 indikator pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Secara garis besar, terdapat 5 Klaster Hak Anak, yaitu:

1. Hak Sipil dan Kebebasan

Indikator di bidang ini adalah akta kelahiran, informasi layak anak, dan partisipasi anak.

2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif

Indikatornya adalah perkawinan anak, lembaga konsultasi bagi orang tua atau keluarga, lembaga pengasuhan alternatif, PAUD-HI, dan infrastruktur ramah anak. Program yang dilakukan adalah pengadaan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang merupakan konsultasi keluarga dengan psikolog atau pakar lainnya, upaya-upaya pencegahan perkawinan anak, pengasuhan anak berbasis hak anak, dan ruang bermain ramah anak.

3. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan

Indikatornya adalah persalinan di fasilitas kesehatan, prevalensi gizi, PMBA, faskes dengan pelayanan ramah anak, air minum, dan sanitasi, iklan, sponsor dan promosi rokok. Dalam programnya, dikembangkan fasilitas kesehatan yang ramah anak, pengembangan kampung anak sejahtera untuk mendukung penurunan angka stunting dan fasilitas ruang ASI.

4. Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya

Indikator di dalamnya adalah program wajib belajar 12 tahun, sekolah ramah anak, dan pusat kreativitas anak.

5. Perlindungan Khusus

Yang termasuk perlindungan khusus adalah jika ada anak korban kekerasan dan eksploitasi, korban pornografi dan situasi darurat, penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, terorisme, dan stigma.

Sebanyak 389 Kabupaten/Kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA. Di antara jumlah tersebut, ada 176 Kabupaten/Kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori. Penilaian dilakukan oleh tim yang beranggotakan pakar anak, Kemenko PMK, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden dan KPAI, dengan 4 tahap penilaian, yaitu Penilaian Mandiri, Verifikasi Administrasi, Verifikasi Lapangan, dan Finalisasi.

Kementerian PPPA membagi 5 kriteria penghargaan, yaitu:

  1. Pratama
  2. Madya
  3. Nindya
  4. Utama
  5. KLA

Sayang, penghargaan tertinggi yang berhasil dicapai untuk tahun ini adalah predikat Utama. Belum ada daerah yang berhak menyandang predikat KLA. Penghargaan Utama diperoleh oleh Surakarta dan Surabaya.

Selain penghargaan KLA, Menteri Yohana juga memberikan penghargaan non KLA kepada daerah yang terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina Forum Anak, merespon pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA), dan mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), menyelenggarakan pelayanan ramah anak di Puskesmas, dan melakukan inovasi-inovasi dari kemajuan pembangunan anak di wilayahnya, serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.

Mari wujudkan IDOLA 2030 dimulai dari keluarga kita sendiri!

5 Cara Mengembangkan Potensi Prestasi Anak

anak generasi maju
Mengasah keberanian dan percaya diri. Salah satu di antara 5 potensi prestasi anak.

Pernahkah kita memikirkan dan mendukung potensi prestasi anak? Potensi prestasi ini dimiliki setiap anak yang lahir mulai 0 bulan, bukan cuma oleh anak yang bersekolah. Potensi prestasi tersebut juga bukan bakat yang setiap anak bisa beda-beda pencapaiannya. Potensi prestasi ini bisa diukur sesuai tahap pencapaian usianya. Apa saja itu?

  1. Cerdas dan kreatif. Cerdas artinya daya tangkapnya cepat, mengerti banyak hal, kosa katanya banyak, bisa mengomunikasikan banyak hal. Sedangkan kreatif itu bagaimana ia menciptakan banyak ide, berimajinasi, bahkan bisa menghasilkan banyak solusi yang belum terpikirkan oleh orang lain.
  2. Tumbuh tinggi dan kuat. Pertambahan tinggi dan berat badannya sesuai menurut grafik di area hijau pada Kartu Menuju Sehat (KMS).
  3. Supel. Maksudnya tidak individual, bisa berinterakasi dengan baik dengan orang lain.
  4. Mandiri, yaitu tidak tergantung orang lain, dirinya dapat mengandalkan dirinya sendiri.
  5. Percaya diri, yaitu percaya terhadap diri sendiri bahwa ia akan bisa melakukan apa saja.

Jika kelima potensi prestasi tersebut bisa dikembangkan sejak dini, tentunya si anak akan jauh lebih sukses di masa depan. Sehingga anak tersebut bisa disebut anak generasi maju.

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. menjelaskan bagaimana cara kita mendorong anak agar bisa memiliki kelima potensi prestasi tersebut secara optimal. Beliau menjelaskan dalam acara Talkshow di kegiatan Sahabat Generasi Maju Surabaya, pada Minggu, 22 Juli 2018. Hal-hal yang harus digali adalah aspek fisik, kognitif, emosi, basa, dan sosial.

1. Agar Cerdas dan Kreatif

Kecerdasan bisa distimulasi dengan menyeimbangkan koordinasi motorik kasar dan halus. Misalnya bagaimana caranya tangan dan kaki bergerak sesuai. Bukan segedar bergerak, tapi harus kuat sigap. Kita bisa bermain dengan anak atau membiarkannya bermain yang melibatkan aktivitas fisik. Contohnya permainan petak jongkok, lari-lari, melempar bola, dll.

Agar anak menjadi kreatif kita bisa stimulasi dari segi bahasa dan logikanya. Kita bisa membacakan cerita, sering berbicara dengan anak, sehingga kosa katanya bertambah. Dan yang paling penting dia menguasai urutan subjek, predikat, objek dalam menyusun kalimat. Untuk mengasah logikanya kita stimulasi dengan kegiatan yang solusinya bukan hanya satu saja seperti jawaban matematika. Melainkan bisa beragam alternatif. Contohnya bermain lilin malam. Kita bisa mengajarkan berbagai bentuk dengan lilin tersebut. Bisa berbentuk bola, bakso, gajah, dll.

2. Agar Tumbuh tinggi dan kuat

Pertumbuhan tinggi dan berat badannya bisa kita perhatikan dari nutrisi yang si kecil asup sehari-hari. Pastikan anak mendapatkan gizi yang seimbang sesuai kebutuhannya. Susunlah menu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam piring makannya.

3. Agar Supel

Membayangkan anak yang supel pasti kita membayangkan anak yang mudah bergaul. Perbanyak kesempatan anak bisa main dengan teman sebaya. Memang kadang si anak bisa berinteraksi dengan orang yang lebih muda atau lebih tua. Tetapi jika berinteraksi dengan yang seumuran, ia akan lebih mudah bersosialisasi, saling berbagi, dan bersama-sama.

4. Agar Mandiri

Kemandirian bisa dibentuk dengan memberinya kepercayaan untuk mengerjakan aktivitasnya sendiri. Misalnya saat lomba mewarnai. Kita bisa saja membantunya agar cepat selesai, hasil pewarnaanya bagus tidak keluar garis. Namun, dengan membiarkannya mengerjakan sendiri akan mengasah kemandiriannya.

5. Agar Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang harus ditumbuhkan pertama kali pada anak. Percaya diri bisa ditumbuhkan dengan hubungan yang baik pada anak. Bukan sekadar bonding tetapi juga attachment, sehingga si kecil bisa percaya pada orang tuanya. Ketika sudah percaya dengan orang tua, ia juga bisa percaya terhadap diri sendiri. Contoh kecil misalnya saat ia masih balita. Kita punya meja dengan sudut yang tajam. Kita bisa tutupi sudut tersebut sehingga jika suatu saat si anak kemana-mana rasanya tidak begitu sakit. Ia bebas percaya diri melakukan apa aktivitasnya. Tanpa mendengar kita sedikit-sedikit teriak “Awas kena meja, jangan ke situ, jangan begini.”

anna surti, mbak nina
Talkshow bersama Psikolog Anna Surti alias Mbak Nina (kanan)

Nah, demi mewujudkan anak generasi maju, SGM Eksplor juga berkomitmen untuk pencapaiannya. Dari segi nutrisi, SGM Eksplor memformulasikan susu petumbuhan sesuai usia anak. Dengan demikian, anak dapat tumbuh tinggi dan kuat. Selain itu, SGM Eksplor juga aktif mengadakan edukasi nutrisi secara rutin dan mengadakan kegiatan yang mendukung 5 potensi prestasi anak. Contohnya Mini Mobi yang akan berkeliling ke 8.000 area di Indonesia dan melakukan edukasi nutrisi serta stimulasi bagi anak-anak melalui permainan edukatif. Juga ada live chat melalui Facebook Aku Anak SGM bersama dokter anak dan psikolog anak.

Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor

Pada 22 Juli 2018, diadakan Festival Sahabat Generasi Maju (SGM) yang berlokasi di Parkir Timur Surabaya Plaza. Hal ini bertujuan untuk merayakan Hari Anak Nasional dan mendukung potensi prestasi anak. Ada talkshow edukatif, kelas olah raga, kelas kreativitas, Mini Mobi, bazaar murah, dan lomba mewarnai. Menurut Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, Surabaya dipilih menjadi salah satu tempat Festival SGM karena merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Selain Surabaya, rangkaian kegiatan Sahabat Generasi Maju telah berlangsung di Yogyakarta, Medan, dan Bandung.

Selain itu, SGM Eksplor juga mengajak orang tua untuk menceritakan potensi prestasi yang dimiliki si kecil dengan mengunggah foto dan cerita potensi prestasi si kecil ke akun Facebook mulai 19 April s.d 8 Juli 2018. Hadiahnya tidak main-main lho. Ada beasiswa senilai total 1 milyar rupiah untuk 25 orang pemenang. Penjurian grand final akan dilakukan pada 27-29 Juli 2018 di Summarecon Mall Bekasi.

 

Tips Ke Car Free Day Bersama Bayi

Car free day sering dinanti ibu-ibu rempong. Karena pada hari kerja ibu selalu rempong ngurusin sarapan bapak yang mau kerja, nyapu, nyuci baju, nyuci piring, mandiin anak. Nah, hari minggu adalah momen yang bisa membuat para ibu bernapas lega sejenak. Bisa bangun agak siang, atau bisa jalan-jalan. Meski tidak ke tempat tamasya, atau belanja di alpa, ibu bisa ngajak seluruh keluarga berolah raga di car free day (CFD). Biasanya sekitar alun-alun atau daerah tertentu kendaraan bermotor dilarang masuk. Di situlah keluarga bisa jalan-jalan, bersepeda, tau bersepatu roda.

Ingat ya, tujuan utama adalah berolah raga. Bukan jajan pentol, es serut, apalagi cuma berswafoto. Ehem, ngingatin diri sendiri sih ini. Ya, bolehlah jajan, tapi berkeringatlah dulu.

Ada catatan khusus untuk ibu yang punya bayi. Bisakah membawa bayi ke car free day? Apa mending dititipkan ke nenek saja? Jawabannya bisa! Bahkan ibu menyusui pun bisa. Tidak perlu bawa termos, botol susu. Praktis mah, kalau bisa menyusui.  Ok, berikut tip ke Car Free Day bersama bayi.

Bawa popok bayi

Popok bayi adalah hal yang wajib. Ke CFD sejam, dua jam tidak perlu khawatir kalau bayi mengompol, toh ada popok, sehingga tidak perlu ganti. Tapi, kalau bayi sampai buang air besar, harus segera diganti. Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa bayi berisiko infeksi saluran kemih, atau yang paling sering terjadi adalah iritasi pada kulit.

Baca juga: Popok Terbaik Untuk Bayi Ada Di Tangan Ibu

Siapkan Baby Carrier

Baby carrier maksudnya bukan hanya gendongan. Gendongan bayi maupun stroler bisa dipakai. Hanya saja kalau stroler agak ribet bawanya. Iya kalau aktivitas kita hanya berjalan kaki. Kalau bersepeda? Wajib pakai gendongan bayi. Pilih gendongan bayi yang nyaman dan terbiasa kita pakai. Dan yang paling penting perhatikan postur bayi sewaktu digendong. Posisi yang baik adalah posisi M-Shape.

Saran saya dalam memilih gendongan adalah pilih gendongan yang bisa dipakai sampai anak menginjak usia balita. Seperti foto adik saya berikut ini. Jadi tidak perlu bolak-balik beli gendongan.

View this post on Instagram

Ketika bayi kecil & bayi gede sama2 tidur …

A post shared by Fahmi Nurul Akbar (@fahminurulakbar) on

Siapkan kebutuhan keluarga untuk berolah raga

Biasanya keluarga lebih memilih olah raga apa? Jika hanya berjalan kaki atau jogging, siapkan sepatu yang nyaman. Siapkan juga topi untuk si bayi agar tidak kepanasan jika matahari agak meninggi. Jika keluarga suka bersepatu roda atau bersepeda, siapkan dari malam hari sebelum ke CFD agar bisa pagi-pagi banget berangkat untuk mengejar udara sejuk nan segar.

Bawa Air Minum

Ibu menyusui tidak boleh dehidrasi. Begitu juga anggota keluarga. Sedia air minum agar nanti tidak boros jajan. Kecuali nanti ada yang ngidam pengen milk tea, hahaha.

Bawa Nursing Apron

Kadang ada ibu yang menyediakan botol susu formula untuk anaknya yang sebenarnya masih masa ASI eksklusif. Alasannya, takut sewaktu-waktu bayinya rewel, dan dia tidak bisa menyusui di ruang umum. Seharusnya jika bisa menyusui, langsunglah susui asalkan aurat tertutup. Yang bikin malu itu apa? aurat terbuka, kan? Masa iya ada di Indonesia ini orang yang mencibir ibu menyusui jika aurat sudah tertutup? Kecuali di negeri barat sana, masih saja ada yang memandang menyusui itu menjijikkan.

Oleh karena itu, jika berjilbab, pakailah kain yang menutupi dada. Jika jilbab pendek atau tidak pakai jilbab, bawalah nursing apron/celemek menyusui, sehingga aman menyusui di tempat umum. Pun bayi tak kepanasan.

Cegah Stunting dan Gizi Buruk Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting merupakan sebutan untuk kondisi dimana tinggi badan tidak sesuai dengan standar usia seorang anak. Sedangkan gizi buruk meliputi gizi kurang dan kondisi kurus. Stunting di Indonesia persentasenya sebesar 30-40%, dan menempati urutan kelima di dunia. Stunting dan gizi buruk harus diatasi. Pencegahannya adalah dengan memenuhi nutrisi sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dalam diskusi kesehatan dan nutrisi yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada, Sabtu 3 Maret 2018 di Bangi Kopitiam Surabaya, terdapat pembahasan menarik tentang 1000 HPK. Diskusi ini melibatkan dua pembicara cantik, yang pertama adalah dr. Nur Aisiyah Widjaja yang akrab dipanggil dr. Nuril, dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sedangkan pembicara kedua adalah Bidan Atik Kasiati, Magister Kesehatan Reproduksi FK Universitas Airlangga.

Bidan Atik Kasiati

1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak bayi dalam kandungan, yaitu 270 hari (9 bulan) dalam kandungan + 365 hari setelah lahir (0-1 tahun) + 365 hari tahun kedua (1-2 tahun). Proses pertumbuhan bayi sangat pesat dimulai sejak dalam kandungan sampai umur 2 tahun, baik itu pertumbuhan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan pertumbuhan jaringan otak. Jika terjadi gangguan pada masa ini maka, dampak jangka panjangnya adalah kurangnya kecerdasan, keterampilan, stunting/pendek, dan gangguan metabolik (hipertensi, diabetes, PJK, obesitas, stroke). Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi selama 1000 HPK harus diperhatikan.

Nutrisi yang harus diberikan adalah zat makro seperti karbohidrat, lemak, protein, dan zat mikro seperti vitamin dan mineral. Bagaimana cara memantau pertumbuhan, apakah nutrisi yang telah diberikan itu tepat atau tidak? Kita bisa memantau dari kenaikan berat badan sesuai usia. Ini akan berbanding lurus dengan kenaikan panjang badan, serta lingkar kepala.

Nutrisi Bayi Umur 0-6 Bulan

Setelah bayi lahir, nutrisi satu-satunya yang harus diberi adalah ASI saja. Kita biasa menyebutnya dengan ASI eksklusif. Dengan ASI saja, kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. Namun, jika ada alasan medis, ASI boleh tidak diberikan dan diganti dengan susu formula. Misalnya karena ibu terkena HIV.

Nutrisi Bayi 6 bulan-2 tahun

Saat usia 6 bulan kandungan kalori (karbohidrat, lemak, dan protein) dari ASI sudah menurun sebanyak 30%. Oleh karena itu makanan pendamping ASI (MPASI) sudah harus diberikan. Syarat MPASI yang harus diperhatikan adalah:

  1. Tepat waktu. Jam diatur sesuai jadwal, waktu makan maksimal 30 menit.
  2. Adekuat. Mengandung karbohidrat, protein, dan lemak seimbang. Terutama dari protein hewani karena kaya akan zat besi.
  3. Aman. Artinya bersih dan aman bahannya. Gula tidak boleh melebihi 5 gram per 100 kkal. Garam sedikit tidak berlebihan.
  4. Pemberian MPASI dengan cara yang benar, dengan memerhatikan respon lapar dan kenyang saat anak makan. Tidak boleh dipaksa, dan coba berbagai tekstur, rasa, dan kombinasi makanan.

Ada beberapa ilmu yang baru saya tahu dari dr. Nuril mengenai pemberian MPASI ini. Ternyata kalau selama ini ada ilmu baru tentang pemberian makanan menu tunggal slama 14 hari, itu nggak benar. Tidak ada urutan dalam pemberian makanan tersebut dalam bentuk menu tunggal kelompok bahan tertentu, karena semua bahan tadi harus diberikan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro yang tidak cukup pada ASI. Juga tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pemberian lambat protein(usia lebih dari 6 bulan) akan meningkatkan risiko terjadinya dermatitis atopik, asma, rhinitis alergi dan sensitisasi terhadap makanan.

Nutrisi Selama Kehamilan

Nutrisi yang harus dikonsumsi kehamilan adalah nutrisi dengan gizi seimbang. Selama hamil biasanya ibu hamil kekurangan zat besi. Oleh karena itu sebaiknya konsumsi juga tablet zat besi selama kehamilan. Bidan Atik Kasiati menyampaikan bahwa pengukuran kecukupan gizi selama hamil ini sesuai dengan standar pelayanan antenatal, yaitu:

  1. Timbang badan dan ukur tinggi badan
  2. Ukur tekanan darah
  3. Nilai status gizi dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA), minimal 23,5 cm.
  4. Ukur tinggi fundus uteri
  5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin
  6. Skrining status imunisasi TT (dan pemberian imunisasi TT)
  7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan)
  8. Tes lab sederhana (golongan darah, Hb, glukoprotein urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg, sifilis, HIV, Malaria, TBC)
  9. Tata Laksana Kasus
  10. Temu wicara (konseling)

Begitulah, padat sekali ilmu yang diberikan hari ini. Jika disimpulkan, perhatikan video berikut.

 

Namun, keseruan acara tidak hanya sampai di situ. Karena ada live demo memasak MPASI sebelum kita beranjak pulang. Ini benar-benar enak. Jika kita orang dewasa doyan, anak kecil apalagi. Iya, kan?

It’s time for demo masak. Ini pemenang lomba internal Danone. Memasak MPASi puding labu kuning.

 

chef rissa, chef revaldi
Live demo cooking bersama Chef Rissa dan Chef Revaldi

Mengungkapkan Cinta Pada Anak Harus Bervisi

Saya merasa takjub ketika mendengar wejangan dari Pak Imam T. Saptono, mantan Dirut sebuah bank syariah. Meski bukan tentang parenting, ia menceritakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus mempunyai visi ke depan. Kebetulan waktu itu beliau membahas tentang semangat bisnis. Tapi intinya sama jika dihubungkan dengan anak.

Beliau memotivasi bisnis dengan menghubungkan teori evolusi otak oleh Paul McLean. Otak manusia berevolusi dari otak yang paling sederhana seperti reptil, kemudian mamalia, primata, dan akhirnya sempurna seperti manusia yang sekarang. Kadang kita berperilaku seperti hewan, seperti modal nekat, dominan dengan cinta, itu karena masih ada bagian-bagian otak binatang dalam otak kita. Begitu teorinya.

Otak reptil, erat kaitannya dengan keberanian. Jalan apa adanya, asal hidup. Jika dihubungkan dengan anak, mengapa kita harus punya anak? Jika jawabannya karena takdir, lalu kita merawat anak tersebut apa adanya tanpa punya tujuan. Lakoni wae! Maka, status otak kita dominan otak reptil.

Otak mamalia seperti kucing, sapi, kuda, anjing melakukan segala sesuatu berdasarkan emosi dan cinta. Mengapa kita punya anak? Apakah hanya karena suka anak kecil? Ah, masa sama dengan otak sapi?

Otak primata seperti monyet, kera, orang utan berkembang lebih sempurna. Mereka lebih perhitungan. Kalau kita ditanya apa harapan dengan memiliki anak? Semoga dia jadi sukses, pengusaha kaya, jadi dokter biar hidupnya mapan. Hmmm. Siapa coba yang tidak mau punya anak seperti itu? Sekilas memang benar, tapi masih kurang tepat. Karena itu masih setara sama monyet!

Otak manusia berbeda kesempurnaannya karena dapat berpikir secara logis. Oleh karena itu, segala aktivitas harus dipikir jauh ke depan. Bukan hanya keuntungan dunia tapi juga sampai akhirat. Mengapa kita punya anak? Karena kelak kita akan bahagia bersamanya samai di akhirat nanti. Kia harus mempersiapkan ia hidup dengan baik di dunia dan sampai bisa berkumpul lagi di akhirat.

Teori Evolusi Otak – Triune Brain

Saya sangat setuju jika mempunyai buah hati pun harus disertai visi dan misi jauh ke depan. Itulah ungkapan cinta dari ibu seperti saya. Sehingga saya harus menyusun kehidupannya sejak dari awal kelahirannya. Ini dia 3 kunci ungkapan cinta anak ala saya.

Menyusuinya

Menyusui sejak hari pertama kehidupan si kecil di dunia memiliki dua manfaat sekaligus. Manfaat kesehatan ibu dan bayi dapat, manfaat pahala juga dapat. Karena menyusui juga merupakan ibadah. Setiap satu tetes air susu ibu tidak akan terbalaskan oleh jerih payah si anak seberat apapun itu.

Menyiapkan pendidikannya hingga mampu menjadi Hafidz Qur’an

Pendidikan penting untuk kehidupan dan karirnya ketika dewaasa. Menghafal Al-Qur’an juga tak kalah pentingnya. Ketika kita sebagai ibu tak yakin dengan amalan kita yang akan membawa kita ke surga, dengan memiliki anak yang hafidz Al-Qur’an, kita akan terseret ikut ke surga.

Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).

Ini memang berat. Insya Allah saya optimis mengikuti step-stepnya mendidik anak agar sukses dunia akhirat. Nih bayangkan, anak diwisuda orang tuanya aja senang. Anak dapat medali orang tua senang. Apalagi diberi mahkota dan jubah oleh Allah. Pasti bahagianya berkali lipat dibanding di dunia. Iya kan?

Memerhatikan Kesehatannya

Memelihara kesehatan anak itu gampang-gampang susah. Harus memerhatikan asupan gizi yang dimakan. Pantangan pun juga jangan dilupakan. Jajan sembarangan, gorengan tak sehat, snack ringan yang bikin sakit tenggorokan itu juga susah-susah gampang. Ke diri kita orang dewasa saja sering tergoda. Apalagi anak kecil, kalau tidak dituruti bisa nangis. Bahkan tantrum, lho!

Kalau masalah penyakit memang kadang datang beberapa kali dalam setahun. Terutama radang tenggorokan. Tak jarang hal ini disertai demam. Yang jadi andalan saya selalu obat penurun panas. Saya punya Tempra Syrup.

Tempra ini ada berbagai macam sesuai umur anak. Kalau bayi pakai Tempra Drops, umur 2-6 tahun pakai Tempra Syrup. Sedangkan 6-12 tahun bisa pakai Tempra Forte. Kebetulan seumuran anak saya bisa pakai Tempra Syrup.

Kenapa Tempra? Ya karena pas dan aman.

-Aman di Lambung

Tempra merupakan paracetamol yang tidak menimbulkan efek samping seperti mual-mual atau meninggikan asam lambung.

-Tidak Perlu Dikocok

Tempra larut 100%. Tidak mengandung alkohol. Jadi kalau lupa ngocok-ngocok obat sirup ga perlu merasa bersalah. Sudah bener kok!

-Dosis Tepat

Dosisnya diciptakan sesuai umur dan takarannya. Tidak kerendahan juga tidak ketinggian. Jadi tidak berbahaya.

Tempra syrup
Ungkapan cinta saya terhadap si kecil dalam memelihara kesehatannya.

Ada baiknya kalau ibu selalu sedia Tempra di rumah dan juga dalam perjalanan ke luar kota. Ini juga sebagai ungkapan cinta ibu dalam memelihara kesehatannya. ^_^

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

7 Kunci Keterampilan Sosial Pembentuk Anak Generasi Maju

Siapa sih, yang tidak ingin memiliki anak yang sukses di masa depannya, walau dengan jalur masing-masing? Pasti semua orang tua menginginkan anak dengan kehidupan yang baik bahkan lebih baik dari dirinya. Hal itu tak lepas dari kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sosial, anak harus dididik dengan keterampilan yang baik.

Dalam acara Seminar Parenting yang bertajuk”Peran Orang tua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju” Sabtu, 30 September 2017 di Fairfield Hotel, Surabaya, Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi memaparkan tips-tipsnya untuk membentuk anak generasi maju.

parenting seminar sgm eksplor

Ada hal-hal penting sebagai pondasi agar anak bisa punya keterampilan yang baik. Tiga faktor berikut adalah ciri anak generasi maju.

1. Supel

Penting sekali bagi kita untuk saling bekerja sama dan saling memahami orang lain. Inilah yang disebut supel.

2. Kreatif

Di kehidupan sosial ada banyak masalah, kita tidak bisa menyelesaikan dengan satu cara saja. Apalagi cara yang selalu sama untuk permasalahan yang berbeda. Artinya kita membutuhkan generasi kreatif mencari solusi pemecahan masalah.

3. Mandiri

Tentunya kita tidak mau generasi yang tergantung pada orang sekitar. Kita mengharapkan anak yang mandiri walaupun juga bisa berkerja sama dengan orang lain.

Mbak Nina a.k.a Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, Psi memaparkan penjelasannya.

Untuk membentuk anak generasi maju yang supel, kreatif, dan mandiri, sedari dini kita sebagai orang tua harus menanamkan pendidikan karakter berketerampilan sosial. 7 hal di bawah ini adalah nilai yang harus diajarkan.

1. Berteman dan Bekerja sama

Anak perlu diajari untuk bersoisalisasi dengan berteman. Kadang ada anak yang aktif di rumah saja, sedangkan di lingkungan yang baru ia takut berbaur. Namanya jago kandang. Agar anak tak menjadi jago kandang, maka beri pujian sekecil apa pun di lingkungan baru tersebut. Seringlah ajak si kecil berkumpul dengan orang lain. Kita juga bisa memperlihatkan kekraban dengan orang lain. Namun jangan paksa si kecil berteman. Apabila ia sudah merasa nyaman pasti ia akan mau. Satu lagi yang penting: jangan meninggalkan si kecil diam-diam!

2. Berkompetisi sehat

Saat melakukan kompetisi apapun, ajari anak untuk bersaing dengan sehat. Misalnya beri pujian pada usaha anak. Ajari tetap semangat walau kalah, serta memberi selamat pada yang menang.

3. Sopan santun

Ajari anak sopan santun. Misalnya saat bertemu dengan orang yang lebih tua seperti nenek, kakek, guru, ajari ia untuk bersalaman mencium tangan.

4. Mendamaikan pertengkaran

Ajari Hak Milik. Jangan kakak selalu mengalah

yang menang adalah yang berhak adalah yang benar. Misalnya rebutan mainan, maka bukan kakak yang harus mengalah, tetapi yang punya barang tersebut yang berhak atas mainannya. Jangan lupa buat aturan yang jelas.

Jika sudah anak besar. Berantem sama anak tetangga. Tanya  bicarakan solusinya. Apa yang akan dilakukan besok?

Ajari si kecil menyampaikan apa yang ia pikirkan. Tunjukkan dalam keseharian. Kita yang mencontohkannya terlebih dahulu.

5. Marah Tanpa Ganggu Orang Lain

Anak harus belajar mengatur emosinya. Boleh marah tetapi tidak boleh sampai mengganggu orang lain. Caranya bagaimana?

  1. Pahami mengapa dia marah. Jangan langsung diomeli. Tanya apa sebabnya.
  2. Tenangkan ketika dia marah. Misalnya dengan pelukan.
  3. Akui kemarahannya. Katakan padanya: “Kamu marah ya gara-gara rebutan mainan?”
  4. Jangan berikan apa yang diinginkan anak ketika sedang marah. Jika anak marah dan terus dituruti, bisa bahaya. Misalnya anak minta dibelikan gawai, namun kita larang. Kemudian ia nangis guling-guling. Akhirnya karena kita kasihan, maka kita turuti. Lama-kelamaan si anak akan mengaggap bahwa cara menuruti keinginannya adalah dengan menangis guling-guling. Besoknya ia akan melakukan yang sama ketika ia menginginkan suatu barang.

6. Belajar Ikut Aturan

Tentukan aturan apa saja yang diberikan. Misalnya mandi jam berapa, kapan waktunya makan.

Beri batasan untuk si kecil. Misalnya ketika si kecil bermain gawai. Beri pengertian batasan seperti apa, misalnya ketika ayahnya meminta, atau beri batasan waktu. Jangan lupa jelaskan alasannya.

Dalam hal ikut aturan kita harus konsisten dan bersabar. Jangan hari ini konsisten, tapi besok tidak dilakukan.

7. Peduli Terhadap yang sakit atau Kekurangan

Anak mesti peduli terhadap yang kekurangan. Jika ada teman yang sakit ajarkan untuk menjenguk. Bahkan sangat istimewa jika ia bisa membantu si sakit. Misalnya mengambilkan minuman, menyuapi makan, membalut luka saat teman terjatuh, dll.

Agar skenario pembentukan anak generasi maju lancar tanpa hambatan, maka orang tua yang sudah bertekad punya generasi maju harus SIAP. Jika kita masih suka having fun dengan caranya sendiri, misal dugem dll, tandanya kita belum siap.

Meski kasih sayang besar tapi tidak punya keterampilan mengasuh, ya sama saja zonk. Aduh.. kok jadi ingat zaman ngejomblo. Cuma punya cinta untuk mencintai tapi ga punya duit. Hahaha… However, orang tua harus punya ilmu tentang tumbih kembang anak, membaca, berkonsultasi dengan para ahli, juga aktif mencari-cari informasi tentang anak untuk membesarkan anaknya.

Itulah mengapa SGM eksplor sangat berkomitmen mendukung perjuangan ortu memberi yang terbaik untuk si kecil. Menjadi orang tua memang perlu persiapan untuk mempersiapkan generasi maju. Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo mengatakan, “Kami memahami perjuangan para orang tua untuk selalu memberikan yang terbaik demi masa depan si Kecil. Bentuk komitmen dan dukungan kami berikan kepada orang tua Indonesia dengan menyediakan produk nutrisi terbaik dan berkualitas serta edukasi yang dapat mendampingi orang tua dalam memastikan pemenuhan nutrisi dan pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang si Kecil,  agar ia dapat menjadi Anak generasi Maju yaitu anak yang memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik, kreativitas dan kemandirian.”

astrid prasetyo SGM Eksplor
Astrid Prasetyo menjelaskan komitmen SGM Eksplor dalam mendukung orang tua membentuk Generasi Maju

Selain itu, SGM Eksplor sering mengadakan event edukasi seperti dalam seminar ini. Namun bagi orang tua yang belum sempat menghadiri rangkaian Parenting Seminar Anak Generasi Maju dan untuk lebih memperluas jangkauan edukasi kepada para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil, maka SGM Eksplor mendukung para orang tua Indonesia melalui edukasi digital dalam bentuk video-video parenting tips tentang bagaimana cara mendidik anak menjadi generasi maju yang supel, kreatif dan mandiri.

Ingat, ciri Anak Generasi Maju adalah anak yang Supel, Kreatif dan Mandiri, ya bunda!