Mom, Baby, and Kids

Orang Tua Merokok Bisa Sebabkan Stunting Pada Anak

Memang cukup menggelitik ketika mendengar orang tua yang merokok tapi anaknya bisa berisiko menjadi stunting. Seperti tidak masuk akal. Bagaimana bisa?

Baiklah, mari kita mengenal dulu apa itu stunting. Stunting adalah keadaan seseorang yang gagal tumbuh secara normal akibat kurang gizi kronis, sehinggga mengakibatkan perawakan terlalu pendek tidak sesuai standar usianya. Kekurangan gizi ini terjadi mulai 1000 hari kehidupan pertama, yaitu sejak dalam kandungan sampai 2 tahun setelah kelahirannya. Namun gejalanya baru tampak setelah anak berumur 2 tahun.

Stunting tidak hanya terkait pada perawakan pendek saja. Sebenarnya, stunting ini sangat merugikan pribadi orang yang mengalami stunting itu sendiri baik di saat sekarang sampai masa depannya, yaitu sebagai berikut.

  1. Tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Umumnya anak stunting memiliki IQ rendah, karena cabang-cabang otaknya pendek dan tidak terhubung antar sel. Berbeda dengan otak normal yang cerdas, memiliki banyak cabang.

    otak anak stunting
    Perbedaan otak normal dengan otak anak stunting. Sumber: www.nyas.org
  2. Rentan terhadap penyakit. Karena keadaaan yang kurang gizi, penderita stunting sering terserang penyakit.
  3. Di masa depan bisa menurunkan produktivitas yang akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan meningkatkan ketimpangan.

    dampak stunting
    Dampak stunting di masa depan. Sumber: Direktorat Jenderal Keuangan. Penanganan Stunting Terpadu Tahun 2018. www.anggaran.depkeu.go.id

Ternyata angka stunting di Indonesia menduduki peringkat terparah di antara negara-negara ASEAN. Berdasarkan asesmen yang dilakukan pada tahun 2012, OECD PISA (Organization for Economic Cooperation and Development – Programme for International Student  Assessment), Indonesia berada di urutan ke 64 terendah dari 65 negara. Asesmen ini dilakukan terhadap 510.000 pelajar usia 15 tahun dari 65 negara termasuk Indonesia, dalam bidang membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan.

Urutan Stunting di ASEAN
Urutan Stunting di ASEAN

Bagaimana persentase prevalensi stunting di Indonesia sendiri? Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, angka kejadian stunting nasional mencapai 37,2 persen. Sebanyak 9 juta anak dari total jumlah anak di Indonesia mengalami stunting. Pada tahun-tahun selanjutnya angka stunting menurun, tetapi pada tahun 2017 kembali terjadi kenaikan. Menurut hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2017 angka stunting di Indonesia menjadi 29,6%. Yang jelas, persentase stunting tersebut masih di atas toleransi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). WHO menetapkan toleransi stunting maksimal sebesar 20% dari jumlah anak di suatu negara.

Angka Stunting di Indonesia. Sumber: Riskesdas, 2013.
Angka Stunting di Indonesia. Sumber: Riskesdas, 2013.
efektivitas penanganan stunting
Variasi persentase stunting dari tahun ke tahun. Sebelum 2014 stunting mencapai 37,2%. Pada 2014 stunting sebesar 32,9% dan turun lagi menjadi 26,1% di tahun 2016. Sayangnya pada tahun 2017 angka stunting naik lagi menjadi 29,6% (berdasarkan data PSG, 2017).

Penyebab Stunting

Sebenarnya apa penyebab stunting? Secara umum, stunting diakibatkan karena kekurangan gizi sehingga tubuh gagal tumbuh. Namun secara khusus, banyak faktor yang berperan misalnya:

  1. Ibu sangat kurang pengetahuan tentang gizi dan kesehatan baik sebelum maupun selama masa kehamilan.
  2. Bayi tidak mendapat ASI eksklusif saat berumur 0-6 bulan. Hal ini terjadi pada 60% bayi pada rentang usia tersebut.
  3. Sebanyak 2 dari 3 anak usia 6-24 bulan tidak mendapat MPASI yang tepat.
  4. Ibu hamil mengalami anemia. Hal ini terjadi pada 1 dari 3 ibu hamil. Bahkan 2 dari 3 ibu hamil belum mengonsumsi suplemen zat besi yang cukup.
  5. Kurangnya akses ke makanan bergizi karena terkendala makanan bergizi itu mahal.

Lantas, apakah benar kekurangan gizi erat kaitannya dengan rokok sehingga menyebabkan stunting? Awalnya, saya juga penasaran dan setengah tak percaya. Tetapi pada Rabu, 25 Juli 2018 lalu saya mendengar talkshow Program Radio Ruang Publik KBR di KBR.id tentang serial #RokokHarusMahal. Entah kenapa di website KBR.id maupun live facebook, streamingnya tidak muncul. Tak putus asa, saya segera mengunduh aplikasi KBR Radio di Playstore. Setelah unduhan beres, langsung pencet aplikasinya lalu terdengarlah suara siaran yang sangat jernih.

Talkshow yang bertajuk “Rokok Murah Sumbang Penyebab Stunting” itu menghadirkan dua narasumber, yaitu dr. Bernie Endyarni Medise,SpAK MPH selaku Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Teguh Dartanto, PhD, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

View this post on Instagram

Hah?! Orang tua yang merokok, anaknya yang jadi stunting alias pendek ga sesuai umur?? Iya itu hasil penelitian Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI). Gimana mencegahnya? Sepertinya sudah saatnya memahalkan rokok, #rokokharusmahal , tukar dengan apa saja yang bisa untuk memenuhi gizi anak-anak. Besok dengerin ya talkshow tentang ini (rokok menyebabkan anak stunting). Jangan sampai telat. Bisa streaming juga. Ini infonya…. RABU (25/7/2018) kami kupas ini di #RuangPublikKBR serial #RokokHarusMahaledisiske-7 bersama narasumber: . -Dr. Bernie Endyarni Medise,SpAK MPH Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia IDAI . -Teguh Dartanto, PhD Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dengarkan di radio-radio jaringan KBR di Nusantara. Di Jakarta bisa didengar di @PowerFM892 . Streaming KBR.id / KBR apps. Atau tonton di LIVE FB Kantor Berita Radio-KBR. . Ada lomba blognya juga lho untuk blogger Indonesia, dari pembahasan talkshow. Mendengarkan, sembari menulis artikelnya. . Jika Anda mendukung "Rokok Harus Mahal" silakan, tandatangani petisinya di >>> Change.org/rokokharusmahal . . . . #KBR #Radio #RadioIndonesia #Talkshow #Rokok #Rokok50Ribu #Melawanrokok #RokokMemiskinkan #TolakJadiKorban #stunting #LindungiAnakanak #lombablog #Lomba #infolomba #infolombamenulis #LombaMenulis

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

Rokok Berisiko Menyebabkan Stunting

Selama talkshow memang ada pendengar yang meragukan pernyataan rokok bisa sebabkan stunting. Karena pada kenyataannya, yang pendengar itu lihat, anak si perokok bisa tumbuh normal, bahkan tinggi-tinggi. Hal ini juga didukung oleh jurnal yang saya baca, terbitan tahun 2017 yang berjudul “Konsumsi Rokok dan Tinggi Badan Orang Tua sebagai Faktor Risiko Stunting Anak Usia 6-24 Bulan Di Perkotaan”, yang penelitiannya dilakukan oleh Siska Puspita Sari. Penelitian tersebut dilakukan di Yogyakarta dengan cakupan hanya 3 Posyandu (Umbulharjo, Tegalrejo dan Kotagede) selama satu waktu. Artinya peneliti hanya mengobservasi anak dengan rentang usia tersebut saat itu juga. Hasilnya tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi rokok orang tua (postnatal) dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Yogyakarta karena lebih dominan faktor prenatal.

Penelitian yang hanya dilakukan dalam satu waktu tentu saja berbeda dengan penelitian yang dilakukan bertahun-tahun seperti yang dilakukan oleh Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI). Kepala Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI sekaligus penanggung jawab penelitian tim riset PKJS, Teguh Dartanto, PhD melakukan pengamatan pada berat badan dan tinggi anak-anak (<= 5 tahun) pada 2007, kemudian melacak mereka pada 2014 secara berurutan untuk mengamati dampak perilaku merokok orang tua dan konsumsi rokok pada stunting.

Penelitian PKJS-UI tersebut menyatakan bahwa anak-anak yang serumah dengan orang tua yang tidak merokok akan tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0.34 cm lebih tinggi daripada mereka yang tinggal dengan orang tua perokok kronis. Ini menunjukkan bahwa perokok aktif cenderung memiliki probabilitas anak-anak berperawakan pendek. Angka probabilitas mengalami stunting sebesar 5,5% lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari orang tua bukan perokok. Tentu saja faktor genetik dan lingkungan dari anak juga diperhitungkan.

Masih belum percaya juga? Mari kita lihat film dokumenter yang merupakan kisah nyata berikut. Anak dari seorang pecandu rokok hanya memiliki berat badan 9 kg di usianya yang ke-3.

Hubungan Antara Rokok dan Stunting

Menurut dr Bernie, rokok berperan menyumbang tingginya angka stunting karena dua hal, yaitu:

  1. Alokasi belanja makanan bergizi teralihkan karena harus belanja rokok.
  2. Zat Rokok itu sendiri

Alokasi Belanja Makanan Bergizi Teralihkan Karena Harus Belanja Rokok

Rokok sudah menjadi kebutuhan dasar sama halnya dengan sembako seperti beras, telur, minyak. Tak hanya di Indonesia, hal ini juga terjadi di belahan dunia lain. WHO menyatakan bahwa pada 2015 kira-kira ada sebanyak 1,1 miliar perokok di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sekitar 800 juta lebih atau 80 persen berasal dari negara dengan pendapatan rendah dan menengah, sisanya 20 persen dari negara kaya. Yang mencengangkan di Indonesia, keluarga miskin rela membakar 15% pendapatannya untuk membeli rokok.

Apalagi dalam penelitian yang dilakukan PKJS-UI menunjukkan bahwa konsumsi rokok sekitar 3,6% pada 1997 telah melonjak menjadi 5,6% pada 2014, sedangkan konsumsi kebutuhan lainnya menurun secara signifikan. Artinya, peningkatan konsumsi rokok sekitar dua persen telah digantikan oleh penurunan pengeluaran beras, protein, dan sumber lemak, serta pendidikan. Belanja untuk kebutuhan pangan seperti daging dan ikan juga menurun sekitar 2,3% selama 1997-2014. Padahal, jenis belanja makanan bergizi seperti protein dalam daging maupun ikan akan memengaruhi perkembangan masa depan anak-anak dalam hal berat badan, tinggi badan, dan kemampuan kognitif. Dengan demikian, rokok secara langsung menggusur kepentingan belanja bahan makanan bergizi sehingga dapat menyebabkan anak stunting.

Bahaya Zat Rokok Terhadap Stunting

1. Zat kimia dalam rokok mengganggu pertumbuhan janin

Contoh zat kimia yang berbahaya bagi pertumbuhan janin adalah nikotin, karbon monoksida, dan kadmium. Nikotin dapat mengakibatkan pembuluh darah ibu menyempit sehingga terjadi penurunan aliran darah ke plasenta dan menyebabkan berkurangnya kiriman oksigen dan nutrisi untuk janin. Karbon monoksida (CO) dalam rokok mengikat hemoglobin (Hb) lebih kuat dibanding oksigen sehingga oksigen yang dihantarkan ke jarigan akan berkurang. Sedangkan kadmium dalam asap rokok berkumpul dalam plasenta dan memengaruhi pertumbuhan janin. Asap rokok juga mengganggu terbentuknya pembuluh darah baru, yang sangat penting untuk perkembangan saraf dan organ lainnya.

2. Asap rokok menghambat pertumbuhan anak

Rokok bisa mengacaukan penyerapan zat gizi esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang terpapar asap rokok akan menjadi sangat kurus (severe wasting), berat badannya menjadi sangat rendah (severe underweight), dan sangat pendek (severe stunting).

3. Zat dalam asap rokok berbahaya bagi bayi yang masih menyusui

Ibu yang menghisap asap rokok baik secara aktif maupun pasif, akan menyerap zat nikotin dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Selain itu, secara langsung, asap rokok yang mengandung ribuan racun lainnya masuk ke saluran pernapasan bayi. Zat rokok yang terakumulasi lewat ASI dan saluran pernapasan bayi tersebut bisa menyebabkan gangguan pernafasan, infeksi paru dan telinga, muntah, diare, denyut jantung meningkat, gangguan pertumbuhan, hingga kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi) sehingga bisa saja bayi menjadi stunting.

Selain itu, penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Jika ASI menjadi sedikit, tentu nutrisi yang sampai pada bayi berkurang. Akibatnya dalam waktu tiga bulan, berat badan bayi dari ibu yang perokok aktif maupun pasif tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.

4. Asap rokok menyebabkan ISPA sehingga mengakibatkan kurang gizi

Anak dapat mengalami kekurangan gizi karena paparan asap rokok. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi karena rokok, dan ISPA penyebab secara langsung kekurangan gizi. Pengkajian dari 60 penelitian mengungkap paparan rokok pasif di rumah meningkatkan risiko bayi terkena infeksi ini hingga 20-50%, dengan gejala yang cenderung lebih berat. Jika risiko ISPA meninngkat karena paparan asap rokok, maka risiko kekurangan gizi juga meningkat, sehingga lama-kelamaan mengakibatkan stunting.

Saatnya Rokok Harus Mahal untuk Hindarkan Generasi Bangsa dari Stunting

Sebenarnya ada banyak cara untuk menghentikan seseorang dari kebiasaan merokoknya. Salah satu yang telah diusahakan pemerintah adalah mewajibkan gambar seram pada kemasan rokok, misalnya gambar paru-paru hitam yang sudah terinfeksi kanker. Namun, hal itu hanya membuat si perokok bergidik, tapi tak menghentikan kebiasaan merokoknya karena sudah kecanduan jauh.

Harga rokok yang murah juga diduga menjadikan si perokok berpikiran sepele terhadap ancaman bahaya rokok. Lain halnya jika harga rokok ditinggikan. Pasti orang akan berpikir dua kali untuk membelinya.

Hal tersebut sejalan dengan survei Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia, Hasibulah Thabrany. Ada hubungan antara harga rokok dan jumlah perokok. Dari 1.000 orang, 72 persennya menyatakan akan berhenti merokok jika harga rokok di atas Rp. 50.000.

Lucunya, saat talkshow di KBR berlangsung ada penelepon yang memang setuju harga rokok mahal. Namun, dia juga mengkhawatirkan nasib sales, buruh, dan petani yang menurun pendapatannya jika rokok tidak laku.

Prof. Thabrany pernah membantah kekhawatiran orang-orang akan pihak-pihak yang akan berkurang pendapatannya. Beliau menyatakan bahwa kenaikan harga rokok tidak akan secara signifikan menurunkan permintaan. Misal, harga naik 20%, penurunan permintaan tidak 20% juga karena biasanya hanya turun 5% sehingga industri tetap untung. Jadi, dengan keuntungan besar yang diperoleh oleh industri ini juga akan berdampak pada kesejahteraan petani, buruh, dan para pekerja lainnya.

Selain itu, jika dilihat dari sisi petani tembakau, harga rokok murah justru akan merugikan petani. Hal ini karena kebutuhan tembakau nasional 40 persennya dipenuhi oleh tembakau impor. Sedangkan rokok kretek yang dibuat petani Indonesia menurun dari 30% di tahun 2010 menjadi 20% pada 2015. Sehingga rokok mahal akan menguntungkan petani lokal juga.

Menurut saya pribadi, harga rokok mahal tidak akan menurunkan jumlah perokok yang sudah kecanduan secara drastis. Mungkin saja perokok berat itu ada yang berusaha berhenti, tapi tetap ada yang berniat untuk lanjut meski harga mahal. Namun, mahalnya rokok ini setidaknya mencegah calon-calon perokok yang biasanya coba-coba sejak remaja. Dimana usia remaja belum punya penghasilan sendiri, sehingga rokok mahal akan mencegah generasi muda untuk merokok.

Bagaimana dengan kamu? Setujukah harga rokok mahal, #Rokok50ribu? Jika setuju, kamu bisa tanda tangani petisi di http://change.org/rokokharusmahal.

Hari Anak Nasional, Bisakah Tidak Sekadar Seremonial Atau Hura-Hura?

Hari Anak Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli. Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Biasanya Hari Anak Nasional diperingati dengan megadakan acara-acara tertentu yang melibatkan anak-anak. Ada yang mengadakan berbagai lomba seperti mewarnai, adu bakat, mengadakan kegiatan tamasya bersama, dll. Padahal di balik semua itu tujuan memperingati hari anak adalah mengevaluasi pemenuhan hak anak.

Sayangnya, masih terjadi pelanggaran hak asasi anak yang tak ada habisnya. Misalnya bullying, KDRT, pekerja anak, materi siaran TV yang tidak layak untuk anak, kurangnya taman bermain, hingga perkawinan di bawah umur. Beberapa waktu lalu saya sendiri melihat video viral seorang pria di Sampang, Jawa Timur bertemu anak naik sepeda jam 1 pagi. Anak tersebut terlihat sangat kelelahan sehabis berjualan gorengan. Lalu pria tersebut mengikuti sampai anak tersebut sampai di rumahnya. Setelah bertemu kedua orang tuanya, pria tersebut memarahi habis-habisan dan mengancam jika terus dibiarkan seperti itu akan melaporkan ke polisi. Berikut videonya.

Dikirim oleh Um Novi pada Rabu, 18 Juli 2018

Dikirim oleh Um Novi pada Rabu, 18 Juli 2018

Lantas, apakah dengan perayaan tahunan Hari Anak Nasional itu bisa menghilangkan masalah yang dialami anak? Tentu kerja keras kita semualah yang akan membuahkan hasil. Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mulai mengupayakan pemenuhan hak anak secara terintegrasi dengan memerhatikan 5 klaster hak anak. Pemenuhan ini melibatkan semua lapisan masyarat dimulai dari penguatan keluarga.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise didampingi oleh Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat. Tidak hanya ibu dan ayah, akan tetapi orang dewasa yang ada dalam keluarga.

Menteri Yohana Yembise
Menteri Yohana Yembise

Pada tahun 2018 ini, KPPPA kembali memberikan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2018 kepada daerah yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Penting tidak ya, penghargaan terhadap kabupaten/kota ini setiap hari anak? Saya mengadakan polling di instagram story. Ternyata mayoritas menjawab penting.

hari anak nasional
Polling di Instagram Story @lipartic

Ya, jawabannya memang sangat penting. Mungkin yang menjawab tidak penting itu, belum tahu apa kota layak anak itu, dan apa tujuan sebenarnya. Baik, saya jelaskan. KLA adalah Kabupaten/Kota yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, dan kegiatan untuk menjamin “pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak”.

KPPPA memberikan penghargaan pada daerah kabupaten/kota. Penilaian untuk memberi penghargaan itu tentu saja mendorong daerah untuk menyiapkan indikator-indikator yang dinilai dapat memenuhi hak anak, bukan? Sehingga masing-masing daerah berusaha mencapai nilai sempurna. Kalau nilainya sempurna, kan hak memperkecil pelanggaran hak asasi anak. Dengan demikian, diharapkan akan terwujud Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030 nanti, dimana semua kabupaten/kota di Indonesia menyandang predikat KLA. Aamiin.

Penghargaan KLA, diserahkan langsung oleh Mama Yo, panggilan akrab bu menteri KPPPA, tepat pada Hari Anak Nasional 23 Juli 2018, di Dyandra Convention Center Surabaya. Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, mengacu pada 24 indikator pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. Secara garis besar, terdapat 5 Klaster Hak Anak, yaitu:

1. Hak Sipil dan Kebebasan

Indikator di bidang ini adalah akta kelahiran, informasi layak anak, dan partisipasi anak.

2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif

Indikatornya adalah perkawinan anak, lembaga konsultasi bagi orang tua atau keluarga, lembaga pengasuhan alternatif, PAUD-HI, dan infrastruktur ramah anak. Program yang dilakukan adalah pengadaan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang merupakan konsultasi keluarga dengan psikolog atau pakar lainnya, upaya-upaya pencegahan perkawinan anak, pengasuhan anak berbasis hak anak, dan ruang bermain ramah anak.

3. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan

Indikatornya adalah persalinan di fasilitas kesehatan, prevalensi gizi, PMBA, faskes dengan pelayanan ramah anak, air minum, dan sanitasi, iklan, sponsor dan promosi rokok. Dalam programnya, dikembangkan fasilitas kesehatan yang ramah anak, pengembangan kampung anak sejahtera untuk mendukung penurunan angka stunting dan fasilitas ruang ASI.

4. Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya

Indikator di dalamnya adalah program wajib belajar 12 tahun, sekolah ramah anak, dan pusat kreativitas anak.

5. Perlindungan Khusus

Yang termasuk perlindungan khusus adalah jika ada anak korban kekerasan dan eksploitasi, korban pornografi dan situasi darurat, penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, terorisme, dan stigma.

Sebanyak 389 Kabupaten/Kota telah berkomitmen untuk menjadi KLA. Di antara jumlah tersebut, ada 176 Kabupaten/Kota telah berhasil meraih penghargaan dari berbagai kategori. Penilaian dilakukan oleh tim yang beranggotakan pakar anak, Kemenko PMK, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden dan KPAI, dengan 4 tahap penilaian, yaitu Penilaian Mandiri, Verifikasi Administrasi, Verifikasi Lapangan, dan Finalisasi.

Kementerian PPPA membagi 5 kriteria penghargaan, yaitu:

  1. Pratama
  2. Madya
  3. Nindya
  4. Utama
  5. KLA

Sayang, penghargaan tertinggi yang berhasil dicapai untuk tahun ini adalah predikat Utama. Belum ada daerah yang berhak menyandang predikat KLA. Penghargaan Utama diperoleh oleh Surakarta dan Surabaya.

Selain penghargaan KLA, Menteri Yohana juga memberikan penghargaan non KLA kepada daerah yang terbaik dalam memenuhi hak sipil anak, membina Forum Anak, merespon pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTDPPA), dan mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), menyelenggarakan pelayanan ramah anak di Puskesmas, dan melakukan inovasi-inovasi dari kemajuan pembangunan anak di wilayahnya, serta mampu menurunkan angka perkawinan anak.

Mari wujudkan IDOLA 2030 dimulai dari keluarga kita sendiri!

5 Cara Mengembangkan Potensi Prestasi Anak

anak generasi maju
Mengasah keberanian dan percaya diri. Salah satu di antara 5 potensi prestasi anak.

Pernahkah kita memikirkan dan mendukung potensi prestasi anak? Potensi prestasi ini dimiliki setiap anak yang lahir mulai 0 bulan, bukan cuma oleh anak yang bersekolah. Potensi prestasi tersebut juga bukan bakat yang setiap anak bisa beda-beda pencapaiannya. Potensi prestasi ini bisa diukur sesuai tahap pencapaian usianya. Apa saja itu?

  1. Cerdas dan kreatif. Cerdas artinya daya tangkapnya cepat, mengerti banyak hal, kosa katanya banyak, bisa mengomunikasikan banyak hal. Sedangkan kreatif itu bagaimana ia menciptakan banyak ide, berimajinasi, bahkan bisa menghasilkan banyak solusi yang belum terpikirkan oleh orang lain.
  2. Tumbuh tinggi dan kuat. Pertambahan tinggi dan berat badannya sesuai menurut grafik di area hijau pada Kartu Menuju Sehat (KMS).
  3. Supel. Maksudnya tidak individual, bisa berinterakasi dengan baik dengan orang lain.
  4. Mandiri, yaitu tidak tergantung orang lain, dirinya dapat mengandalkan dirinya sendiri.
  5. Percaya diri, yaitu percaya terhadap diri sendiri bahwa ia akan bisa melakukan apa saja.

Jika kelima potensi prestasi tersebut bisa dikembangkan sejak dini, tentunya si anak akan jauh lebih sukses di masa depan. Sehingga anak tersebut bisa disebut anak generasi maju.

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi. menjelaskan bagaimana cara kita mendorong anak agar bisa memiliki kelima potensi prestasi tersebut secara optimal. Beliau menjelaskan dalam acara Talkshow di kegiatan Sahabat Generasi Maju Surabaya, pada Minggu, 22 Juli 2018. Hal-hal yang harus digali adalah aspek fisik, kognitif, emosi, basa, dan sosial.

1. Agar Cerdas dan Kreatif

Kecerdasan bisa distimulasi dengan menyeimbangkan koordinasi motorik kasar dan halus. Misalnya bagaimana caranya tangan dan kaki bergerak sesuai. Bukan segedar bergerak, tapi harus kuat sigap. Kita bisa bermain dengan anak atau membiarkannya bermain yang melibatkan aktivitas fisik. Contohnya permainan petak jongkok, lari-lari, melempar bola, dll.

Agar anak menjadi kreatif kita bisa stimulasi dari segi bahasa dan logikanya. Kita bisa membacakan cerita, sering berbicara dengan anak, sehingga kosa katanya bertambah. Dan yang paling penting dia menguasai urutan subjek, predikat, objek dalam menyusun kalimat. Untuk mengasah logikanya kita stimulasi dengan kegiatan yang solusinya bukan hanya satu saja seperti jawaban matematika. Melainkan bisa beragam alternatif. Contohnya bermain lilin malam. Kita bisa mengajarkan berbagai bentuk dengan lilin tersebut. Bisa berbentuk bola, bakso, gajah, dll.

2. Agar Tumbuh tinggi dan kuat

Pertumbuhan tinggi dan berat badannya bisa kita perhatikan dari nutrisi yang si kecil asup sehari-hari. Pastikan anak mendapatkan gizi yang seimbang sesuai kebutuhannya. Susunlah menu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam piring makannya.

3. Agar Supel

Membayangkan anak yang supel pasti kita membayangkan anak yang mudah bergaul. Perbanyak kesempatan anak bisa main dengan teman sebaya. Memang kadang si anak bisa berinteraksi dengan orang yang lebih muda atau lebih tua. Tetapi jika berinteraksi dengan yang seumuran, ia akan lebih mudah bersosialisasi, saling berbagi, dan bersama-sama.

4. Agar Mandiri

Kemandirian bisa dibentuk dengan memberinya kepercayaan untuk mengerjakan aktivitasnya sendiri. Misalnya saat lomba mewarnai. Kita bisa saja membantunya agar cepat selesai, hasil pewarnaanya bagus tidak keluar garis. Namun, dengan membiarkannya mengerjakan sendiri akan mengasah kemandiriannya.

5. Agar Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang harus ditumbuhkan pertama kali pada anak. Percaya diri bisa ditumbuhkan dengan hubungan yang baik pada anak. Bukan sekadar bonding tetapi juga attachment, sehingga si kecil bisa percaya pada orang tuanya. Ketika sudah percaya dengan orang tua, ia juga bisa percaya terhadap diri sendiri. Contoh kecil misalnya saat ia masih balita. Kita punya meja dengan sudut yang tajam. Kita bisa tutupi sudut tersebut sehingga jika suatu saat si anak kemana-mana rasanya tidak begitu sakit. Ia bebas percaya diri melakukan apa aktivitasnya. Tanpa mendengar kita sedikit-sedikit teriak “Awas kena meja, jangan ke situ, jangan begini.”

anna surti, mbak nina
Talkshow bersama Psikolog Anna Surti alias Mbak Nina (kanan)

Nah, demi mewujudkan anak generasi maju, SGM Eksplor juga berkomitmen untuk pencapaiannya. Dari segi nutrisi, SGM Eksplor memformulasikan susu petumbuhan sesuai usia anak. Dengan demikian, anak dapat tumbuh tinggi dan kuat. Selain itu, SGM Eksplor juga aktif mengadakan edukasi nutrisi secara rutin dan mengadakan kegiatan yang mendukung 5 potensi prestasi anak. Contohnya Mini Mobi yang akan berkeliling ke 8.000 area di Indonesia dan melakukan edukasi nutrisi serta stimulasi bagi anak-anak melalui permainan edukatif. Juga ada live chat melalui Facebook Aku Anak SGM bersama dokter anak dan psikolog anak.

Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor

Pada 22 Juli 2018, diadakan Festival Sahabat Generasi Maju (SGM) yang berlokasi di Parkir Timur Surabaya Plaza. Hal ini bertujuan untuk merayakan Hari Anak Nasional dan mendukung potensi prestasi anak. Ada talkshow edukatif, kelas olah raga, kelas kreativitas, Mini Mobi, bazaar murah, dan lomba mewarnai. Menurut Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor, Surabaya dipilih menjadi salah satu tempat Festival SGM karena merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Selain Surabaya, rangkaian kegiatan Sahabat Generasi Maju telah berlangsung di Yogyakarta, Medan, dan Bandung.

Selain itu, SGM Eksplor juga mengajak orang tua untuk menceritakan potensi prestasi yang dimiliki si kecil dengan mengunggah foto dan cerita potensi prestasi si kecil ke akun Facebook mulai 19 April s.d 8 Juli 2018. Hadiahnya tidak main-main lho. Ada beasiswa senilai total 1 milyar rupiah untuk 25 orang pemenang. Penjurian grand final akan dilakukan pada 27-29 Juli 2018 di Summarecon Mall Bekasi.

 

Tips Ke Car Free Day Bersama Bayi

Car free day sering dinanti ibu-ibu rempong. Karena pada hari kerja ibu selalu rempong ngurusin sarapan bapak yang mau kerja, nyapu, nyuci baju, nyuci piring, mandiin anak. Nah, hari minggu adalah momen yang bisa membuat para ibu bernapas lega sejenak. Bisa bangun agak siang, atau bisa jalan-jalan. Meski tidak ke tempat tamasya, atau belanja di alpa, ibu bisa ngajak seluruh keluarga berolah raga di car free day (CFD). Biasanya sekitar alun-alun atau daerah tertentu kendaraan bermotor dilarang masuk. Di situlah keluarga bisa jalan-jalan, bersepeda, tau bersepatu roda.

Ingat ya, tujuan utama adalah berolah raga. Bukan jajan pentol, es serut, apalagi cuma berswafoto. Ehem, ngingatin diri sendiri sih ini. Ya, bolehlah jajan, tapi berkeringatlah dulu.

Ada catatan khusus untuk ibu yang punya bayi. Bisakah membawa bayi ke car free day? Apa mending dititipkan ke nenek saja? Jawabannya bisa! Bahkan ibu menyusui pun bisa. Tidak perlu bawa termos, botol susu. Praktis mah, kalau bisa menyusui.  Ok, berikut tip ke Car Free Day bersama bayi.

Bawa popok bayi

Popok bayi adalah hal yang wajib. Ke CFD sejam, dua jam tidak perlu khawatir kalau bayi mengompol, toh ada popok, sehingga tidak perlu ganti. Tapi, kalau bayi sampai buang air besar, harus segera diganti. Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa bayi berisiko infeksi saluran kemih, atau yang paling sering terjadi adalah iritasi pada kulit.

Baca juga: Popok Terbaik Untuk Bayi Ada Di Tangan Ibu

Siapkan Baby Carrier

Baby carrier maksudnya bukan hanya gendongan. Gendongan bayi maupun stroler bisa dipakai. Hanya saja kalau stroler agak ribet bawanya. Iya kalau aktivitas kita hanya berjalan kaki. Kalau bersepeda? Wajib pakai gendongan bayi. Pilih gendongan bayi yang nyaman dan terbiasa kita pakai. Dan yang paling penting perhatikan postur bayi sewaktu digendong. Posisi yang baik adalah posisi M-Shape.

Saran saya dalam memilih gendongan adalah pilih gendongan yang bisa dipakai sampai anak menginjak usia balita. Seperti foto adik saya berikut ini. Jadi tidak perlu bolak-balik beli gendongan.

View this post on Instagram

Ketika bayi kecil & bayi gede sama2 tidur …

A post shared by Fahmi Nurul Akbar (@fahminurulakbar) on

Siapkan kebutuhan keluarga untuk berolah raga

Biasanya keluarga lebih memilih olah raga apa? Jika hanya berjalan kaki atau jogging, siapkan sepatu yang nyaman. Siapkan juga topi untuk si bayi agar tidak kepanasan jika matahari agak meninggi. Jika keluarga suka bersepatu roda atau bersepeda, siapkan dari malam hari sebelum ke CFD agar bisa pagi-pagi banget berangkat untuk mengejar udara sejuk nan segar.

Bawa Air Minum

Ibu menyusui tidak boleh dehidrasi. Begitu juga anggota keluarga. Sedia air minum agar nanti tidak boros jajan. Kecuali nanti ada yang ngidam pengen milk tea, hahaha.

Bawa Nursing Apron

Kadang ada ibu yang menyediakan botol susu formula untuk anaknya yang sebenarnya masih masa ASI eksklusif. Alasannya, takut sewaktu-waktu bayinya rewel, dan dia tidak bisa menyusui di ruang umum. Seharusnya jika bisa menyusui, langsunglah susui asalkan aurat tertutup. Yang bikin malu itu apa? aurat terbuka, kan? Masa iya ada di Indonesia ini orang yang mencibir ibu menyusui jika aurat sudah tertutup? Kecuali di negeri barat sana, masih saja ada yang memandang menyusui itu menjijikkan.

Oleh karena itu, jika berjilbab, pakailah kain yang menutupi dada. Jika jilbab pendek atau tidak pakai jilbab, bawalah nursing apron/celemek menyusui, sehingga aman menyusui di tempat umum. Pun bayi tak kepanasan.

Cegah Stunting dan Gizi Buruk Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting merupakan sebutan untuk kondisi dimana tinggi badan tidak sesuai dengan standar usia seorang anak. Sedangkan gizi buruk meliputi gizi kurang dan kondisi kurus. Stunting di Indonesia persentasenya sebesar 30-40%, dan menempati urutan kelima di dunia. Stunting dan gizi buruk harus diatasi. Pencegahannya adalah dengan memenuhi nutrisi sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dalam diskusi kesehatan dan nutrisi yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada, Sabtu 3 Maret 2018 di Bangi Kopitiam Surabaya, terdapat pembahasan menarik tentang 1000 HPK. Diskusi ini melibatkan dua pembicara cantik, yang pertama adalah dr. Nur Aisiyah Widjaja yang akrab dipanggil dr. Nuril, dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sedangkan pembicara kedua adalah Bidan Atik Kasiati, Magister Kesehatan Reproduksi FK Universitas Airlangga.

Bidan Atik Kasiati

1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak bayi dalam kandungan, yaitu 270 hari (9 bulan) dalam kandungan + 365 hari setelah lahir (0-1 tahun) + 365 hari tahun kedua (1-2 tahun). Proses pertumbuhan bayi sangat pesat dimulai sejak dalam kandungan sampai umur 2 tahun, baik itu pertumbuhan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan pertumbuhan jaringan otak. Jika terjadi gangguan pada masa ini maka, dampak jangka panjangnya adalah kurangnya kecerdasan, keterampilan, stunting/pendek, dan gangguan metabolik (hipertensi, diabetes, PJK, obesitas, stroke). Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi selama 1000 HPK harus diperhatikan.

Nutrisi yang harus diberikan adalah zat makro seperti karbohidrat, lemak, protein, dan zat mikro seperti vitamin dan mineral. Bagaimana cara memantau pertumbuhan, apakah nutrisi yang telah diberikan itu tepat atau tidak? Kita bisa memantau dari kenaikan berat badan sesuai usia. Ini akan berbanding lurus dengan kenaikan panjang badan, serta lingkar kepala.

Nutrisi Bayi Umur 0-6 Bulan

Setelah bayi lahir, nutrisi satu-satunya yang harus diberi adalah ASI saja. Kita biasa menyebutnya dengan ASI eksklusif. Dengan ASI saja, kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. Namun, jika ada alasan medis, ASI boleh tidak diberikan dan diganti dengan susu formula. Misalnya karena ibu terkena HIV.

Nutrisi Bayi 6 bulan-2 tahun

Saat usia 6 bulan kandungan kalori (karbohidrat, lemak, dan protein) dari ASI sudah menurun sebanyak 30%. Oleh karena itu makanan pendamping ASI (MPASI) sudah harus diberikan. Syarat MPASI yang harus diperhatikan adalah:

  1. Tepat waktu. Jam diatur sesuai jadwal, waktu makan maksimal 30 menit.
  2. Adekuat. Mengandung karbohidrat, protein, dan lemak seimbang. Terutama dari protein hewani karena kaya akan zat besi.
  3. Aman. Artinya bersih dan aman bahannya. Gula tidak boleh melebihi 5 gram per 100 kkal. Garam sedikit tidak berlebihan.
  4. Pemberian MPASI dengan cara yang benar, dengan memerhatikan respon lapar dan kenyang saat anak makan. Tidak boleh dipaksa, dan coba berbagai tekstur, rasa, dan kombinasi makanan.

Ada beberapa ilmu yang baru saya tahu dari dr. Nuril mengenai pemberian MPASI ini. Ternyata kalau selama ini ada ilmu baru tentang pemberian makanan menu tunggal slama 14 hari, itu nggak benar. Tidak ada urutan dalam pemberian makanan tersebut dalam bentuk menu tunggal kelompok bahan tertentu, karena semua bahan tadi harus diberikan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro yang tidak cukup pada ASI. Juga tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pemberian lambat protein(usia lebih dari 6 bulan) akan meningkatkan risiko terjadinya dermatitis atopik, asma, rhinitis alergi dan sensitisasi terhadap makanan.

Nutrisi Selama Kehamilan

Nutrisi yang harus dikonsumsi kehamilan adalah nutrisi dengan gizi seimbang. Selama hamil biasanya ibu hamil kekurangan zat besi. Oleh karena itu sebaiknya konsumsi juga tablet zat besi selama kehamilan. Bidan Atik Kasiati menyampaikan bahwa pengukuran kecukupan gizi selama hamil ini sesuai dengan standar pelayanan antenatal, yaitu:

  1. Timbang badan dan ukur tinggi badan
  2. Ukur tekanan darah
  3. Nilai status gizi dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA), minimal 23,5 cm.
  4. Ukur tinggi fundus uteri
  5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin
  6. Skrining status imunisasi TT (dan pemberian imunisasi TT)
  7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan)
  8. Tes lab sederhana (golongan darah, Hb, glukoprotein urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg, sifilis, HIV, Malaria, TBC)
  9. Tata Laksana Kasus
  10. Temu wicara (konseling)

Begitulah, padat sekali ilmu yang diberikan hari ini. Jika disimpulkan, perhatikan video berikut.

 

Namun, keseruan acara tidak hanya sampai di situ. Karena ada live demo memasak MPASI sebelum kita beranjak pulang. Ini benar-benar enak. Jika kita orang dewasa doyan, anak kecil apalagi. Iya, kan?

It’s time for demo masak. Ini pemenang lomba internal Danone. Memasak MPASi puding labu kuning.

 

chef rissa, chef revaldi
Live demo cooking bersama Chef Rissa dan Chef Revaldi

Mengungkapkan Cinta Pada Anak Harus Bervisi

Saya merasa takjub ketika mendengar wejangan dari Pak Imam T. Saptono, mantan Dirut sebuah bank syariah. Meski bukan tentang parenting, ia menceritakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus mempunyai visi ke depan. Kebetulan waktu itu beliau membahas tentang semangat bisnis. Tapi intinya sama jika dihubungkan dengan anak.

Beliau memotivasi bisnis dengan menghubungkan teori evolusi otak oleh Paul McLean. Otak manusia berevolusi dari otak yang paling sederhana seperti reptil, kemudian mamalia, primata, dan akhirnya sempurna seperti manusia yang sekarang. Kadang kita berperilaku seperti hewan, seperti modal nekat, dominan dengan cinta, itu karena masih ada bagian-bagian otak binatang dalam otak kita. Begitu teorinya.

Otak reptil, erat kaitannya dengan keberanian. Jalan apa adanya, asal hidup. Jika dihubungkan dengan anak, mengapa kita harus punya anak? Jika jawabannya karena takdir, lalu kita merawat anak tersebut apa adanya tanpa punya tujuan. Lakoni wae! Maka, status otak kita dominan otak reptil.

Otak mamalia seperti kucing, sapi, kuda, anjing melakukan segala sesuatu berdasarkan emosi dan cinta. Mengapa kita punya anak? Apakah hanya karena suka anak kecil? Ah, masa sama dengan otak sapi?

Otak primata seperti monyet, kera, orang utan berkembang lebih sempurna. Mereka lebih perhitungan. Kalau kita ditanya apa harapan dengan memiliki anak? Semoga dia jadi sukses, pengusaha kaya, jadi dokter biar hidupnya mapan. Hmmm. Siapa coba yang tidak mau punya anak seperti itu? Sekilas memang benar, tapi masih kurang tepat. Karena itu masih setara sama monyet!

Otak manusia berbeda kesempurnaannya karena dapat berpikir secara logis. Oleh karena itu, segala aktivitas harus dipikir jauh ke depan. Bukan hanya keuntungan dunia tapi juga sampai akhirat. Mengapa kita punya anak? Karena kelak kita akan bahagia bersamanya samai di akhirat nanti. Kia harus mempersiapkan ia hidup dengan baik di dunia dan sampai bisa berkumpul lagi di akhirat.

Teori Evolusi Otak – Triune Brain

Saya sangat setuju jika mempunyai buah hati pun harus disertai visi dan misi jauh ke depan. Itulah ungkapan cinta dari ibu seperti saya. Sehingga saya harus menyusun kehidupannya sejak dari awal kelahirannya. Ini dia 3 kunci ungkapan cinta anak ala saya.

Menyusuinya

Menyusui sejak hari pertama kehidupan si kecil di dunia memiliki dua manfaat sekaligus. Manfaat kesehatan ibu dan bayi dapat, manfaat pahala juga dapat. Karena menyusui juga merupakan ibadah. Setiap satu tetes air susu ibu tidak akan terbalaskan oleh jerih payah si anak seberat apapun itu.

Menyiapkan pendidikannya hingga mampu menjadi Hafidz Qur’an

Pendidikan penting untuk kehidupan dan karirnya ketika dewaasa. Menghafal Al-Qur’an juga tak kalah pentingnya. Ketika kita sebagai ibu tak yakin dengan amalan kita yang akan membawa kita ke surga, dengan memiliki anak yang hafidz Al-Qur’an, kita akan terseret ikut ke surga.

Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).

Ini memang berat. Insya Allah saya optimis mengikuti step-stepnya mendidik anak agar sukses dunia akhirat. Nih bayangkan, anak diwisuda orang tuanya aja senang. Anak dapat medali orang tua senang. Apalagi diberi mahkota dan jubah oleh Allah. Pasti bahagianya berkali lipat dibanding di dunia. Iya kan?

Memerhatikan Kesehatannya

Memelihara kesehatan anak itu gampang-gampang susah. Harus memerhatikan asupan gizi yang dimakan. Pantangan pun juga jangan dilupakan. Jajan sembarangan, gorengan tak sehat, snack ringan yang bikin sakit tenggorokan itu juga susah-susah gampang. Ke diri kita orang dewasa saja sering tergoda. Apalagi anak kecil, kalau tidak dituruti bisa nangis. Bahkan tantrum, lho!

Kalau masalah penyakit memang kadang datang beberapa kali dalam setahun. Terutama radang tenggorokan. Tak jarang hal ini disertai demam. Yang jadi andalan saya selalu obat penurun panas. Saya punya Tempra Syrup.

Tempra ini ada berbagai macam sesuai umur anak. Kalau bayi pakai Tempra Drops, umur 2-6 tahun pakai Tempra Syrup. Sedangkan 6-12 tahun bisa pakai Tempra Forte. Kebetulan seumuran anak saya bisa pakai Tempra Syrup.

Kenapa Tempra? Ya karena pas dan aman.

-Aman di Lambung

Tempra merupakan paracetamol yang tidak menimbulkan efek samping seperti mual-mual atau meninggikan asam lambung.

-Tidak Perlu Dikocok

Tempra larut 100%. Tidak mengandung alkohol. Jadi kalau lupa ngocok-ngocok obat sirup ga perlu merasa bersalah. Sudah bener kok!

-Dosis Tepat

Dosisnya diciptakan sesuai umur dan takarannya. Tidak kerendahan juga tidak ketinggian. Jadi tidak berbahaya.

Tempra syrup
Ungkapan cinta saya terhadap si kecil dalam memelihara kesehatannya.

Ada baiknya kalau ibu selalu sedia Tempra di rumah dan juga dalam perjalanan ke luar kota. Ini juga sebagai ungkapan cinta ibu dalam memelihara kesehatannya. ^_^

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

7 Kunci Keterampilan Sosial Pembentuk Anak Generasi Maju

Siapa sih, yang tidak ingin memiliki anak yang sukses di masa depannya, walau dengan jalur masing-masing? Pasti semua orang tua menginginkan anak dengan kehidupan yang baik bahkan lebih baik dari dirinya. Hal itu tak lepas dari kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sosial, anak harus dididik dengan keterampilan yang baik.

Dalam acara Seminar Parenting yang bertajuk”Peran Orang tua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju” Sabtu, 30 September 2017 di Fairfield Hotel, Surabaya, Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi memaparkan tips-tipsnya untuk membentuk anak generasi maju.

parenting seminar sgm eksplor

Ada hal-hal penting sebagai pondasi agar anak bisa punya keterampilan yang baik. Tiga faktor berikut adalah ciri anak generasi maju.

1. Supel

Penting sekali bagi kita untuk saling bekerja sama dan saling memahami orang lain. Inilah yang disebut supel.

2. Kreatif

Di kehidupan sosial ada banyak masalah, kita tidak bisa menyelesaikan dengan satu cara saja. Apalagi cara yang selalu sama untuk permasalahan yang berbeda. Artinya kita membutuhkan generasi kreatif mencari solusi pemecahan masalah.

3. Mandiri

Tentunya kita tidak mau generasi yang tergantung pada orang sekitar. Kita mengharapkan anak yang mandiri walaupun juga bisa berkerja sama dengan orang lain.

Mbak Nina a.k.a Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, Psi memaparkan penjelasannya.

Untuk membentuk anak generasi maju yang supel, kreatif, dan mandiri, sedari dini kita sebagai orang tua harus menanamkan pendidikan karakter berketerampilan sosial. 7 hal di bawah ini adalah nilai yang harus diajarkan.

1. Berteman dan Bekerja sama

Anak perlu diajari untuk bersoisalisasi dengan berteman. Kadang ada anak yang aktif di rumah saja, sedangkan di lingkungan yang baru ia takut berbaur. Namanya jago kandang. Agar anak tak menjadi jago kandang, maka beri pujian sekecil apa pun di lingkungan baru tersebut. Seringlah ajak si kecil berkumpul dengan orang lain. Kita juga bisa memperlihatkan kekraban dengan orang lain. Namun jangan paksa si kecil berteman. Apabila ia sudah merasa nyaman pasti ia akan mau. Satu lagi yang penting: jangan meninggalkan si kecil diam-diam!

2. Berkompetisi sehat

Saat melakukan kompetisi apapun, ajari anak untuk bersaing dengan sehat. Misalnya beri pujian pada usaha anak. Ajari tetap semangat walau kalah, serta memberi selamat pada yang menang.

3. Sopan santun

Ajari anak sopan santun. Misalnya saat bertemu dengan orang yang lebih tua seperti nenek, kakek, guru, ajari ia untuk bersalaman mencium tangan.

4. Mendamaikan pertengkaran

Ajari Hak Milik. Jangan kakak selalu mengalah

yang menang adalah yang berhak adalah yang benar. Misalnya rebutan mainan, maka bukan kakak yang harus mengalah, tetapi yang punya barang tersebut yang berhak atas mainannya. Jangan lupa buat aturan yang jelas.

Jika sudah anak besar. Berantem sama anak tetangga. Tanya  bicarakan solusinya. Apa yang akan dilakukan besok?

Ajari si kecil menyampaikan apa yang ia pikirkan. Tunjukkan dalam keseharian. Kita yang mencontohkannya terlebih dahulu.

5. Marah Tanpa Ganggu Orang Lain

Anak harus belajar mengatur emosinya. Boleh marah tetapi tidak boleh sampai mengganggu orang lain. Caranya bagaimana?

  1. Pahami mengapa dia marah. Jangan langsung diomeli. Tanya apa sebabnya.
  2. Tenangkan ketika dia marah. Misalnya dengan pelukan.
  3. Akui kemarahannya. Katakan padanya: “Kamu marah ya gara-gara rebutan mainan?”
  4. Jangan berikan apa yang diinginkan anak ketika sedang marah. Jika anak marah dan terus dituruti, bisa bahaya. Misalnya anak minta dibelikan gawai, namun kita larang. Kemudian ia nangis guling-guling. Akhirnya karena kita kasihan, maka kita turuti. Lama-kelamaan si anak akan mengaggap bahwa cara menuruti keinginannya adalah dengan menangis guling-guling. Besoknya ia akan melakukan yang sama ketika ia menginginkan suatu barang.

6. Belajar Ikut Aturan

Tentukan aturan apa saja yang diberikan. Misalnya mandi jam berapa, kapan waktunya makan.

Beri batasan untuk si kecil. Misalnya ketika si kecil bermain gawai. Beri pengertian batasan seperti apa, misalnya ketika ayahnya meminta, atau beri batasan waktu. Jangan lupa jelaskan alasannya.

Dalam hal ikut aturan kita harus konsisten dan bersabar. Jangan hari ini konsisten, tapi besok tidak dilakukan.

7. Peduli Terhadap yang sakit atau Kekurangan

Anak mesti peduli terhadap yang kekurangan. Jika ada teman yang sakit ajarkan untuk menjenguk. Bahkan sangat istimewa jika ia bisa membantu si sakit. Misalnya mengambilkan minuman, menyuapi makan, membalut luka saat teman terjatuh, dll.

Agar skenario pembentukan anak generasi maju lancar tanpa hambatan, maka orang tua yang sudah bertekad punya generasi maju harus SIAP. Jika kita masih suka having fun dengan caranya sendiri, misal dugem dll, tandanya kita belum siap.

Meski kasih sayang besar tapi tidak punya keterampilan mengasuh, ya sama saja zonk. Aduh.. kok jadi ingat zaman ngejomblo. Cuma punya cinta untuk mencintai tapi ga punya duit. Hahaha… However, orang tua harus punya ilmu tentang tumbih kembang anak, membaca, berkonsultasi dengan para ahli, juga aktif mencari-cari informasi tentang anak untuk membesarkan anaknya.

Itulah mengapa SGM eksplor sangat berkomitmen mendukung perjuangan ortu memberi yang terbaik untuk si kecil. Menjadi orang tua memang perlu persiapan untuk mempersiapkan generasi maju. Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo mengatakan, “Kami memahami perjuangan para orang tua untuk selalu memberikan yang terbaik demi masa depan si Kecil. Bentuk komitmen dan dukungan kami berikan kepada orang tua Indonesia dengan menyediakan produk nutrisi terbaik dan berkualitas serta edukasi yang dapat mendampingi orang tua dalam memastikan pemenuhan nutrisi dan pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang si Kecil,  agar ia dapat menjadi Anak generasi Maju yaitu anak yang memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik, kreativitas dan kemandirian.”

astrid prasetyo SGM Eksplor
Astrid Prasetyo menjelaskan komitmen SGM Eksplor dalam mendukung orang tua membentuk Generasi Maju

Selain itu, SGM Eksplor sering mengadakan event edukasi seperti dalam seminar ini. Namun bagi orang tua yang belum sempat menghadiri rangkaian Parenting Seminar Anak Generasi Maju dan untuk lebih memperluas jangkauan edukasi kepada para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang si Kecil, maka SGM Eksplor mendukung para orang tua Indonesia melalui edukasi digital dalam bentuk video-video parenting tips tentang bagaimana cara mendidik anak menjadi generasi maju yang supel, kreatif dan mandiri.

Ingat, ciri Anak Generasi Maju adalah anak yang Supel, Kreatif dan Mandiri, ya bunda!

 

5 Fakta Tentang Ngidam

Ngidam sudah lumrah terjadi pada ibu hamil. Saat ada sesuatu yang sangat diinginkan, dan harus terpenuhi, itulah ngidam. Bisa ingin makanan, minuman, jajan, atau aktivitas tertentu yang tak biasa contohnya pengen nyubit pipi bayi,pengen naik gunung, dll.

“Aku pengen mangga nih, tapi mangganya tetangga,” ungkap si ibu hamil.

“Iya nanti ayah carikan,” ujar suaminya.

Setelah mangga didapat. Si ibu masih tetap cemberut. “Aaaa, kok mangga ini? Maunya mangga gincu.”

Lalu si suami menatap dengan muka datar.

Nah, itu contoh ngidam. Kadang merepotkan. Dan si ibu hamil selalu menuntut agar dituruti keinginannya. Jika tidak, maka ada kepercayaan bayinya bakal suka ngeces air liurnya. Itu kan, mitos. Sebenarnya apa sih fakta di balik ngidam, terutama dalam sisi medis? Simak, yuk!

1. Ngidam adalah faktor hormonal

Sebenarnya ngidam belum diketahui penyebab pastinya. Tetapi dalam dunia kedokteran, hal ini dikaitkan dengan faktor hormonal.

2. Ngidam boleh, tapi nutrisi ibu harus lengkap

Jika ngidamnya berupa makanan tidak sehat, seperti gorengan, sekali-kali boleh. Tapi jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi. Ibu hamil seperti manusia lain butuh nutrisi makro dan mikro. Nutrisi makro ini seperti karbohidrat, protein dalam lauk-pauk, ditambah sayur. Sedangkan nutrisi mikro berupa vitamin dan mineral. Contohnya asam folat, vitamin D, zat besi, kalsium. Hal ini penting untuk mengatur metabolisme tubuh. Jangan lupa konsumsi satu butir telur per hari.

3. Ibu harus makan 1,5 porsi tiap kali makan

dr. Muhammad Ardian C.L SpOG M.Kes mengatakan bahwa ibu hamil wajib memenuhi pola nutrisi seimbang 3x sehari.  Sekali makan dipenuhi 1,5 porsi makan, atau dalam sehari diukur sampai 5 piring. Jangan takut gemuk ya bunda, karena ini bukan nutrisi untuk satu orang, tapi juga demi perkembangan janin.

Jika minum (cairan) yang dibutuhkan orang biasa adalah 8 gelas, maka berbeda dengan ibu hamil. Ibu hamil butuh 10 gelas per hari. Susu juga termasuk cairan, dan ini dapat dihitung termasuk dalam ukuran 10 gelas tadi.

4. Jika Tidak Suka Sayuran Cari Pengganti yang bisa memenuhi nutrisi

Vitamin dalam sayur-sayuran sering tidak disukai oleh ibu hamil. Menurut dr. Muhammad Adrian, agar tidak kekurangan gizi, harus diganti dengan cara lain, misalnya dengan mengonsumsi suplemen. Bisa juga dengan susu khusus ibu hamil.

5. Tidak Boleh Makan Mentah

Hendaknya makanan yang mentah atau setengah matang dihindari. Karena biasanya ada virus dan kuman berbahaya di situ. Wanita hamil kadang bisa terserang virus TORCH sehingga berakibat cacat pada janin. Jadi, hindari dulu lalapan, telur setengah matang, daging yang dimasak setengah matang seperti steak medium atau sate yang kurang masak.

Itulah beberapa fakta tentang ngidam dan nutrisi untuk ibu hamil yang saya dengar langsung dari dr. Muhammad Ardian C.L, SpOG, M. Kes di Festival Ngidam SGM Bunda. Festival kehamilan pertama dan terbesar di Inonesia tersebut diadakan di Royal Plaza Surabaya, 5-6 Agustus 2017.

Festival Ngidam SGM Bunda

Festival Ngidam SGM Bunda ini jelas-jelas memanjakan bunda-bunda yang sedang hamil. Christina Natalia selaku marketing manager SGM Bunda, mengatakan bahwa festival ini hadir untuk menyenangkan para bunda, dilengkapi dengan edukasi nutrisi yang lengkap. Bunda bisa makan makanan favorit yang tersaji di sini, dan aktivitas lain yang memanjakan, namun juga sambil menimba ilmu nutrisi saat kehamilan. Oleh karena itu, hadir di sini beragam booth, seperti berikut ini.

Terapi Musik

Di sini ibu bisa terapi musik. Bukan ibu yang mendengarkan musik, tetapi janin yang dikandung ibu. Ada speaker khusus untuk ditempelkan di perut ibu nantinya.

terapi musik saat kehamilan

Konsultasi

Di sini bunda bisa berkonsultasi mengenai kehamilan dengan bidan, dan seputar nutrisi saat hamil dengan ahli gizi.

Konsultasi dengan bidan
Konsultasi dengan ahli gizi

Ngidam Dimanja

Area Ngidam Dimanja ini terdapat dua area, yaitu area cantik dan area relaksasi. Area cantik akan memanjakan ibu untuk bermetamorfosis menjadi lebih cantik lagi dengan make up dan hair do. Sedangkan di area relaksasi, ibu bisa menikmati pijatan. Apalagi habis keliling mall, pasti pegel-pegel, kan?

Area Relaksasi

Ngidam Jajan

Wah ini. Biasanya ibu hamil kan ngidam makanan. Di sini bermacam-macam jenis makanan lokal ada, lho. Enak-enak. Seperti tahu tek, batagor, martabak, pisang madu, rujak, dll.

Tahu tek dan batagor
Martabak, terang bulan, dan pisang madu

Ngidam Eksis

Bunda bisa mengikuti fashion show bunda hamil. Selain itu, tersedia photo booth. Kita bisa foto bareng Alyssa Subandono, lho!

alyssa Subandono photo booth sgm bunda

Ngidam Ketemu Artis

Hayooo, pernah nggak, ngidam ketemu artis? Di Festival Ngisam SGM Bunda, akan mewujudkan ngidam bunda nih. Di hari pertama bisa ketemu Dude Herlino. Hari kedua bisa ketemu Yovie and Nuno.

Tuh, ibu-ibu pada ngidam ketemu Dude Herlino ^_^

Puasa Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Wanita hamil atau menyusui pasti ada yang mupeng ingin berpuasa saat Ramadhan. Sayangnya, kadang keadaan tubuh menjadi lemah ketika tidak ada asupan yang masuk. Kenapa bisa lemah, lemas, letih, lesu kalau nggak makan?

Kita lihat saja ibu hamil. Ibu hamil selain memerlukan energi untuk aktivitas tubuhnya sendiri, ia juga memberi makanan pada janinnya. Tak heran kebutuhan kalori per harinya lebih besar daripada wanita yang tidak hamil. Ibu hamil pun akan cepat lapar setelah energi terkuras menghidupi dua nyawa (dirinya dan janinnya) atau bisa lebih jika janinnya kembar. Fyi, kebutuhan kalori ibu hamil per hari bisa mencapai 2500 kkal. Kan, normalnya wanita biasa membutuhkan energi 1500-2000 kkal. Nah kalau hamil perlu tambahan 200-500 kkal, gitu.

Begitu juga ibu menyusui. Jangan sepelekan aktivitas menyusui yang cuma duduk diam sambil fesbukan menyusui itu. Dalam sehari, kegiatan menyusui itu bisa membakar kalori hingga 6.000 kkal. Wiiih, ini sih sama dengan latihan aerobik 2 jam! Jadi wajar kan, kalau pas puasa banyak yang gak kuat sampai maghrib?

Alhamdulillah, dalam Islam ada keringanan dalam hal puasa wajib ini. Seperti musafir, wanita hamil dan menyusui juga mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْمُسَافِرِ وَالْحَامِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.” HR. An Nasai no. 2275, Ibnu Majah no. 1667, dan Ahmad 4/347. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Namun, jika ibu hamil atau ibu menyusui tetap ingin berpuasa silahkan saja asal kondisi tubuhnya dan kondisi bayinya sehat walafiat. Kondisi yang dimaksud ini adalah SEHAT dan KUAT.

Sebuah penelitian pada tahun 2006 terhadap ibu yang menyusui bayi berusia 2-5 bulan yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan antara jam 5 pagi sampai jam 7.30 malam menemukan bahwa bayi-bayi yang disusui selama Ibu-nya berpuasa perkembangannya tidak terpengaruh, serta kandungan macronutrient ASI seperti karbohidrat, lemak dan protein juga tidak terpengaruh. Perubahan yang terjadi adalah pada beberapa kandungan micronutrient ASI yaitu zinc, magnesium dan potassium mengalami penurunan. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan di sebuah kota di Uni Emirat Arab (UEA) , di mana sampel penelitian adalah Ibu menyusui dengan kondisi badan yang sehat dan penelitian dilakukan selama dan setelah bulan Ramadhan. Catatan tambahannya bahwa 3 kandungan micronutrient ASI yang mengalami penurunan ini dibutuhkan bayi dalam jumlah yang kecil, tidak seperti kandungan macronutrient ASI yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang besar untuk energy & pertumbuhan.

Penelitian lain yang pernah dilakukan, tidak hanya meneliti kandungan ASI serta efek nya pada bayi tapi juga meneliti kondisi Ibu menyusui. Sampel penelitian adalah 48 Ibu menyusui yang sehat dan juga bayi sehat berusia 1-6 bulan. Index massa tubuh Ibu menyusui tidak berubah secara signifikan. Hasil lainnya adalah Ibu menyusui selama bulan Ramadhan pemasukan kalori dan beberapa nutrisi kecuali protein, Vitamin A dan C berada di bawah standar kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk Ibu yang sedang menyusui.

Pada tahun 1983 pernah dilakukan penelitian terhadap Ibu menyusui di Afrika Barat yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasilnya adalah produksi ASI tidak terpengaruh dan beberapa hal dalam komposisi ASI berubah. Para Ibu menyusui tersebut cenderung untuk minum lebih banyak sepanjang malam untuk mengurangi efek dehidrasi selama berpuasa. Tubuh wanita menyusui membuat beberapa adaptasi metabolik selama puasa jangka pendek untuk memastikan bahwa produksi ASI tidak terpengaruh.

Jadi, jika si kecil masih masa ASI Eksklusif sangat disarankan untuk tidak berpuasa lebih dahulu. Biarkan si kecil menikmati makanannya melalui ASI. Jangan hanya karena keinginan ibu bersikukuh berpuasa lalu si kecil diselingi susu formula.

Bagaimana Tanda-Tanda Ibu Hamil dan Menyusui Yang Kuat Berpuasa?

Jika ibu hamil, gampang mengenali tanda-tandanya. Apakah ibu lemas? Gemetar? Kalau terjadi, batalkan saja puasanya. Terutama bagi ibu hamil di semester akhir kan harus banyak hidrasi. Agar cairan ketuban normal. Biasanya kan keadaan gawat itu diumumkan ketika hamil tua, cairan ketuban cepat berkurang, kalau sudah habis langsung ditodong operasi sama dokternya 😀 Selain itu, perhatikan gerak janin, pantau terus dan hasilnya harus senantiasa aktif.

Ibu menyusui sih hampir sama tandanya apakah dia mampu berpuasa atau tidak. Kalau dilihat dari kondisi ibu, ibu yang tidak mampu berpuasa hingga adzan maghrib berkumandang itu ya lemas, gemetar, kayak habis lari keliling lapangan 3 kali :p

Jika dilihat dari kondisi bayi, ini yang agak ribet. Meski demikian, ibu wajib memantau ciri-ciri ini.

  1. Pola dan Frekuensi BAK dan BAB. Bayi yang masih ASI eksklusif akan kencing minimal 6 kali sehari. Kalau mau tahu cukup ASI atau tidak, pakaikan popok kain dulu. Saya tidak bahas BAKnya bayi 1 hari atau seminggu ya. Soalnya kan si ibu pasti masih nifas gitu loh! Kalau BAB-nya, bentuk yang normal ya normal. ASI baik-baik saja. Misalnya jika bentuknya seperti bubur warna kuning kecoklatan, atau berbuih, atau encer ada penampakan biji cabe. That’s OK.
  2. Pertambahan berat badan bayi. Normalnya minial naik 500 per bulan selama masa ASI eksklusif. Hmm, tapi puasa cuma sebulan kok. Jadi yang paling gampang pantau BAK-nya ya.
  3. Perhatikan kerewelan bayi. Tapi ini tidak 100% akurat. Soalnya bayi rewel kadang karena cuaca panas, kedinginan karena tidak sehangat waktu di rahim ibu. Jadi lagi-lagi BAK-lah yang penting untuk dipantau.
  4. Jangan pakai patokan banyaknya ASI perah. Karena ini sangat tidak akurat. Bisa karena si ibu tidak mahir memerah, juga bisa karena ASI tidak 100% habis karena pemerahan.

Ingat, jangan berdalih mentang-mentang ibu hamil dan menyusui dapat rukhshah ga berpuasa ada di hadits, lalu langsung memilih ga berpuasa. Cobalah dulu 1-3 hari. Atau bolong-bolong kayak puasa Daud. Kuatkah? Bayi baik-baik sajakah?

Nah, agar puasa ibu hamil dan ibu menyusui powerfull, ini saya kasih tips.

Niat dan doa

Ya, iyalah puasa diawali niat. Eh, tapi ini bukan membahas niat dilafalkan atau tidak. Maksudnya, ya harus ada tekad yang kuat dari ibu. Mau puasa ya puasa, jangan lirak-lirik galon air atau sering-sering buka kulkas hahaaa. Tetap perhatikan keadaan bayi bagaimana. Selain itu, berdoalah pada Allah agar dikuatkan dan dilancarkan tanpa hambatan sapai waktu berbuka tiba.

Penuhi Asupan Gizi Seimbang

Ibu hamil dan menyusui perlu makan lebih banyak, namun tergantung masing-masing individu. Meski harus lebih banyak, perhatikan komposisi keseimbangan antara karbohidrat, lemak, protein, dan zat-zat mikro seperti vitamin mineral.

Jangan mentang-mentang ibu menyusui biar senang, oksitosin mengalir lancar, lalu pilih nasi dengan bebek 5 potong, penutupnya es krim 500 ml. Itu namanya berlebihan T_T

Percaya tidak? Ibu dengan status gizi baik dan status gizi kurang (bukan buruk) komposisi ASI-nya sama-sama berkualitas? Tapi masalah kuantitas, ASI bisa berkurang saat ibu berpuasa. Sehari-hari, ASI diproduksi dengan mengambil nutrisi dari tubuh ibu.  Ketika asupan makan ibu berkurang misal telat makan, atau berpuasa, maka zat-zat yang menyusun ASI juga berkurang dan berakibat menyusutnya ASI.

Oleh karena itu, susunlah menu yang seimbang. Ada nasi tapi tidak berlebihan, ada lauk sebagai sumber protein, buah, dan sayur. Contohnya seperti piring berikut ini. Bisa disesuaikan jika Anda menganut diet sehat lainnya, asal kalori memenuhi.

 

Komposisi menu gizi seimbang

 

Perbanyak Serat Agar Tidak Mudah Lapar

Terutama saat sahur. Konsumsi makanan kaya serat. Bukan hanya buah dan sayur saja. Ganti beras putih dengan beras merah. Beras merah ini mengenyangkan lebih lama. Jadi, sebaiknya hindari beras putih dan mi (baik mi instan maupun mi basah).

Belilah beras merah organik yang dikemas vakum. Beras macam ini tidak langu, tidak keras, memasaknya mudah. Saya hanya menambah air 2 kali lebih banyak saat memasak beras. Tidak perlu cara ribet merendam semalaman, menambah daun salam, pandan, atau yang lainnya.

Makan kurma saat sahur dan berbuka

Makan kurma dengan jumlah ganjil saat sahur. Insya Allah akan menguatkan puasa siapa saja, baik ibu hamil, menyusui, laki-laki, atau perempuan biasa (bukan bumil busui). Kurma yang direkomendasikan adalah yang berukuran sedang atau besar macam Medjol.

Beli kurma yang asli ya, jangan yang olahan dengan tambahan sirup, atau kurma yang kering sekali sehingga susah digigit. Kalau saya mengandalkan kurma Sukkari yang dikemas. Mereknya Siafa (dulu Alalwani). Rasanya ga begitu manis, dagingnya empuk, pangkalnya krispi seperti biskuit. Jadi nggak enek makannya. Biasanya kan enek karena terlalu manis, ya kan?

kurma sukkary siafa alalwani

Tetap makan 3 kali dan snack 2 kali

Makan tiga kali itu: Sahur, Buka puasa, setelah tarawih.

Habis buka puasa terus makan nasi lagi apa ga kenyang banget? Tentukan kadar ‘kekuatan makan’. Jika sudah kenyang ya tidak sah berlebihan. Tapi biasanya cepat lapar loh.

Jika melihat panduan sunnah, berbuka dengan kurma atau cukup air putih saja. Jadi menu berbuka atau yang disebut makan ketika buka adalah bisa dengan kurma saja. Boleh satu, tiga, lima, atau tujuh.

Ketika bangun malam karena bayi minta menyusu atau saat pumping dini hari, boleh-boleh saja makan cemilan atau makanan ringan seperti kurma, kue basah, atau yang sehat lainnya (kacang-kacangan, buah). Hitung ini sebagai waktu snacking atau makan kecil.

 

Cukupi kebutuhan Cairan

Ibu menyusui membutuhkan 3,1 – 3,8 liter cairan. Bukan air putih saja. Cairan bisa berasal dari sup, kandungan air dari buah, kuah-kuah makanan. Jangan hitung teh, kopi, dan soda sebagai cairan, karena jenis-jenis minuman tersebut bisa mengakibatkan dehidrasi. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari teh, kopi, dan soda.

Siapkan ASI Perah

Sebelum Ramadhan, ada baiknya menyiapkan ASI perah untuk jaga-jaga jika Anda tidak percaya diri menyusui saat Ramadhan apakah mencukupi atau tidak. Terkadang bayi bisa rewel jika masih kelaparan. Pasokan ASI perah sangat membantu mencukupi kebutuhan hariannya.

Jangan berikan ASI dengan dot agar tidak bingung puting. Berikan ASI perah (ASIP) dengan bantuan orang lain, bukan ibunya sendiri yang memberi ASIP. Jangan tunggu bayi nangis kejer, karena akan susah diminumkan ASIP.

Jika si kecil berusia lebih dari 6 bulan sehingga sudah waktunya MPASI maka Anda bisa memaksimalkan pemberian makan dan minum selain ASI.

Utamakan Menyusui Secara Langsung

Hisapan bayi akan semakin merangsang produksi ASI. Saat dini hari, produksi ASI sedang banyak-banyaknya. Manfaatkan kesempatan ini. Perah ASI terlebih dahulu, kemudian bangunkan bayi untuk menyusu langsung.

Minum Suplemen tambahan

Jika merasa sadar diri makanan yang dimakan tidak begitu bergizi, suplemen bisa jadi andalan. Terutama masalah pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral. Selain itu, suplemen ini bisa meningkatkan imunitas ibu agar tidak gampang sakit.

Pilih suplemen yang halal dan legal. Selain itu, pilihlah yang alami terlebih dahulu. Misalnya madu, tablet bee pollen yang mengandung vitamin dan mineral lengkap, minyak ikan, minyak zaitun, dll.

View this post on Instagram

Agar powerfull saat puasa #eatclean

A post shared by Eat Clean ID (@eatcleanid) on

Minum Nabeez dan Nabeez Shake Saat Sahur

Nabidz, Nabeez, Naqi istilah kerennya Infused Water dari kurma. Siapapun yang minum ini (tidak hanya bumil busui) akan lebih bertenaga menjalani puasanya. Ibu hamil dan menyusui tidak mudah lemas, ASI menjadi deras, bayi tidak rewel, Insya Allah.

Nabeez merupakan air rendaman kurma. Pastikan air ini belum berbuih, takutnya jika berbuih, kandungan gulanya sudah berubah menjadi alkohol.

Cara membuat Nabeez:

1. Siapkan 7 butir kurma buang bijinya.
2. Rendam dalam air selama 7 jam (bisa dari isya’ sampai sahur)
3. Biarkan di suhu ruang atau dalam kulkas.

Sampai tahap ini air kurma 7 jam ini disebut Nabeez.

Agar Nabeez lebih nikmat:
4. Siapkan susu. Pilih susu kambing, atau susu sapi segar/paterisasi/UHT.
5. Campur air rendaman kurma (nabeez) + kurmanya + susu sesuai selera dengan blender.

Jadilah Nabeez Shake

Nabeez shake bisa dinikmati seluruh keluarga. Khusus busui campur Nabeez shake ini dengan ASI Booster Tea agar ASI semakin powerfull!

Jus kurma nabeez asi booster tea
Inilah jus kurma. Percaya gak kalau ASI Booster Tea jadi nikmat banget dicampur nabeez shake?

 

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Jangan terlalu memaksa jika tidak mampu. Puasa dan menyusui sama-sama perintah Allah. Perhatikan juga hak bayi.

Lalu bagaimana jika tidak berpuasa? Bayar utang puasa dengan qadha’ atau fidyah? Jawabannya ada di sini.

 

Salam,

Li Partic

Child birth educator & Breastfeeding Consultant

Popok Terbaik Untuk Bayi Ada Di Tangan Ibu

Kali ini saya akan bahas tentang bayi lagi. Kenapa? Soalnya setiap kali saya nimbrung di WA grup, baca-baca status fesbuk, para mahmud alias mamah muda sering mengeluhkan susahnya dapat popok sekali pakai yang cocok buat bayinya. Hmm.. Ini sih saya juga pernah merasakannya. Saya sempat beberapa kali gonta-ganti merek popok buat bayi, karena banyak popok yang saya pilih ternyata nggak cocok dengan bayi saya. Ada yang susah nyari ukurannya, ada yang bikin ruam, dan alasan-alasan lain yang membuat saya memutuskan harus ganti merek popok.

Sebenarnya, popok terbaik itu ada ditangan ibu. Meski praktiknya popok itu dipakai di pantat bayi hehehe. Nggak cuma soal popok, semua yang berkenaan dengan si kecil, ibulah yang bertugas mencari yang terbaik untuknya. Perlu ketelitian dan pengetahuan yang cukup saat ingin membeli sesuatu untuk anak kita tercinta. Gak mau kan anak kita kenapa-kenapa hanya karena kita salah pilih barang atau makanan?

Jaman sekarang banyak ibu yang beralih menggunakan popok sekali pakai daripada menggunakan popok kain. Kebanyakan orang akan beralasan bahwa memakai popok sekali pakai itu lebih fleksibel. Kita tidak perlu mencuci dan menjemur popok kain yang bekas dipakai. Saya sendiri termasuk pengguna setia popok sekali pakai, karena saya bekerja sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga, belum lagi mengurus bisnis. Semua harus dilakukan dengan cepat dan praktis. Lama-lama mencuci popok kain itu membuang waktu, waktu pengeringannya pun lama.

Cerita sedikit waktu anak kedua saya lahir badannya mungil persis seperti saya. Pas umurnya memasuki usia satu bulan, saya memilih MamyPoko Extra Dry Newborn untuk bayi saya. Tapi itu juga nggak tiba-tiba, jatuh pilihan pada mamypoko ya. Sebelum saya memutuskan memakaikan MamyPoko, saya sempat pakaikan bayi saya popok sekali pakai dari brand lain. Ada saja alasan nggak cocoknya. Pertama karena bayi sering kena ruam. Ada lagi merek terkenal, dipakai cepat menggembung, padahal baru sebentar. Mungkin pipis sekali atau dua kali gitu. Yang satunya lumayan enak dipakai tapi harganya dua kali lipat dari yang lain. Bisa bangkrut lama-lama hahaha. Jadi saya pilih yang pas dikantong dan pas di bayi dong.

bayi mamypoko newborn
Senyum Bahagia Si Mungil

Saya jadi ingat sama pengalaman punya anak pertama. Saya selalu pakaikan popok yang harganya paling murah, nggak peduli bahannya seperti apa. Biar ruam-ruam ditahan-tahanin. Beda cerita sama si nomer dua. Aku riset dulu popok macam apa yang nyaman. Kasihan juga badannya lebih mungil dari kakaknya. Hehehe, aneh ya sudah punya pengalaman anak pertama tapi masih bingung juga masalah popok untuk anak kedua.

Akhirnya saya tanya sama adik ipar yang juga pengalaman punya bayi pertama lebih dulu dibanding anak nomer dua saya. Eh, ternyata dia juga punya pengalaman yang sama tentang popok. Selalu gonta-ganti popok karena ruam. Bayinya jadi rewel dan tidak nyaman bergerak.

Sampe akhirnya dia coba pakai mamypoko dan siapa yang sangka! MamyPoko  malah cocok sama bayinya. Mungkin karena dia breathable ya. Popok yang dicoba sebelumnya, permukaan luarnya itu plastik, ada yang seperti kain tapi tetap saja ternyata itu plastik, pori-porinya rapat. Karena cerita ini saya dengar langsung dari adik ipar, saya langsung tertarik coba pakaikan mamypoko buat bayi kedua saya. Dilalah, ada yang jenguk bayi dan ngasih kado MamyPoko. Dari situ saya keterusan. Setelah kado habis, saya beli sendiri (ya iyalah masak minta kado lagi :p). Saya langsung incar MamyPoko Newborn, ukurannya ada yang extra small, pas banget buat bayi saya yang mungil. Secara berat lahir cuma 2,7 kg dan usianya saat satu bulan beratnya hanya bertambah beberapa ons.

Yang saya senang dari mamypoko, dia punya berbagai macam ukuran untuk bayi dari yang kecil sampai yang besar. Pertama kali pakai, saya ‘galau-galau jangan’. Ruam, tidak, ruam, tidak. Kalau anak kesakitan rasanya kan luar biasa rewelnya. Bayangkan kita punya luka atau lecet di tubuh, tapi nggak ada yang bisa ngerti. Bayi bisanya nangis, nggak tau karena apa. Nah, kalau rewelnya karena kesakitan dan kita tahunya setelah sekian lama kan kasihan juga.

Tapi ternyata setelah diperhatkan berhari-hari, bayi saya aman-aman saja. Nangis gara-gara gak nyaman sama popoknya, sudah jarang. Popok dari MamyPoko ini bahannya lembut dan juga cepat kering, nyaman dipakai seharian. Pernah waktu itu saya ajak dia jalan-jalan ke rumah mertua dari pagi sampai sore, popoknya tetap kering dan dia juga nyaman gak kedengeran rewel sama sekali. MamyPoko ini adalah popok bermutu yang jadi idola kebanyakan ibu-ibu hahaha. Nyatanya,  memang MamyPoko itu cocok di kantong ibu-ibu dan cocok di bayinya.

Kalau buat saya pribadi sih MamyPoko ini popok terbaik ya buat bayi saya, nggak tau deh kalau yang lain. Yang jelas saya puas pakaikan MamyPoko ke bayi saya. Baik siang ataupun malam saya pakaikan, karena gak ada keluhan, dan nggak ada ruam. Kalau ganti paling 4 – 5 jam sekali. Alhamdulillah kulit bayi sehat dan gak pernah lecet sampe sekarang.