Month: March 2018

Cara Mengobati Mata Iritasi Akibat Pemakaian Softlens Yang Berlebihan

Softlens atau kontak lensa merupakan alternatif yang digunakan oleh sebagian orang, berfungsi untuk membantu memperjelas penglihatan akibat mata minus. Penggunaan softlens menjadi favorit karena tidak harus repot memakai kacamata apalagi jika mata kamu yang memiliki minus terus bertambah.

Namun pemakaian softlens juga harus dengan cara yang benar agar tidak merusak mata. Softlens tak hanya untuk mata minus ada pula non minus yang berfungsi untuk menunjang penampilan. Berbagai warna dan variasi motif di tawarkan oleh berbagai merek softlens. Tetapi jika terlalu sering memakai ataupun terlalu lama memakai softlens tersebut dapat mengakibatkan mata menjadi iritasi. Lantas bagaimana cara mengobati iritasi mata akibat pemakaian softlens ?

Obati Dengan Bawang Putih

bawang putih

Jika kamu sudah terkena iritasi akibat penggunaan softlens, kamu bisa mencoba cara mudah dan ampuh untuk mengobati iritasi selain itu bawang putih merupakan obat tradisional dan alami yang tidak memiliki efek samping. Kamu bisa mendapatkan bawang putih di warung, pasar swalayan atau pasar tradisional terdekat dengan harga yang relatif murah.

Cara penggunaannya juga mudah, yaitu ambil bawang putih kemudian potong beberapa bagian letakkan di akar bulu mata jangan letakkan bawang pada kelopak mata. Memang akan terasa perih karena bawang akan membunuh bakteri di sekitar mata, tahan beberapa menit kemudian bilas hingga bersih.

Basuh Dengan Air Es

Air es yang bersih juga bisa membersihkan kotoran yang menempel di sekitar mata, berguna untuk menetralisir mata akibat iritasi. Kotoran yang menempel di sekitar mata dapat menyebabkan mata menjadi perih apalagi saat memakai softlens yang bisa mengakibatkan terjadinya iritasi pada mata. Setelah membasuh dengan air es keringkan dengan handuk bersih. Dan biarkan mata untuk beristirahat sejenak untuk merelaksasi otot-otot mata yang lelah.

Istirahatkan Mata

Memakai softlens memang menyebabkan mata menjadi mudah lelah. Pemakaian softlens banyak dijelaskan oleh para dokter maksimal 12 jam atau 6 jam perhari. Kesibukan bekerja terkadang membuat kita lupa sudah berapa jam softlens yang dipakai dan mengakibatkan mata menjadi merah iritasi akibat terlalu lama memakai softlens. Sebaiknya jika sudah terkena iritasi hindari terlebih dahulu memakai softlens. Jika kamu yang memiliki mata minus gunakanlah kacamata, karena mata membutuhkan istirahat dari benda asing untuk sementara waktu.

Sering Mencuci Tangan

Mencuci tangan adalah pengobatan yang paling sederhana dan mudah. Mengapa mencuci tangan? Secara sadar atau tidak kamu menyentuh mata sehari lebih dari 10x. Tangan yang kotor dapat menyebabkan bakteri masuk ke mata. Sering mencuci tangan merupakan cara efektif agar mata kamu tetap aman. Penggunaan sabun pun sebisa mungkin menggunakan sabun untuk bayi, sabun tanpa pewangi atau sabun anti bakteri.

Memakai obat tetes

Pemakaian obat tetes memang menjadi salah satu solusi paling utama untuk mengobati iritasi pada mata akibat dari pemakaian softlens. Namun jangan asal membeli tetes mata karena harus sesuai dengan resep dokter. Obat tetes mata ini dapat mengurangi rasa gatal dan perih akibat iritasi. Selain itu kamu juga sebisa mungkin hindari pemakaian makeup di sekitar mata untuk menghindari debu dari makeup masuk ke mata.

Kebersihan softlens juga menjadi kunci untuk kamu terhindar dari iritasi, karena banyak faktor yang bisa menyebabkan mata terkena iritasi akibat dari softlens. Jika kamu memakai dengan cara yang salah justru akan membahayakan mata. Jadi bijaklah dalam memaki softlens ya.

Cegah Stunting dan Gizi Buruk Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting merupakan sebutan untuk kondisi dimana tinggi badan tidak sesuai dengan standar usia seorang anak. Sedangkan gizi buruk meliputi gizi kurang dan kondisi kurus. Stunting di Indonesia persentasenya sebesar 30-40%, dan menempati urutan kelima di dunia. Stunting dan gizi buruk harus diatasi. Pencegahannya adalah dengan memenuhi nutrisi sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dalam diskusi kesehatan dan nutrisi yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada, Sabtu 3 Maret 2018 di Bangi Kopitiam Surabaya, terdapat pembahasan menarik tentang 1000 HPK. Diskusi ini melibatkan dua pembicara cantik, yang pertama adalah dr. Nur Aisiyah Widjaja yang akrab dipanggil dr. Nuril, dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sedangkan pembicara kedua adalah Bidan Atik Kasiati, Magister Kesehatan Reproduksi FK Universitas Airlangga.

Bidan Atik Kasiati

1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak bayi dalam kandungan, yaitu 270 hari (9 bulan) dalam kandungan + 365 hari setelah lahir (0-1 tahun) + 365 hari tahun kedua (1-2 tahun). Proses pertumbuhan bayi sangat pesat dimulai sejak dalam kandungan sampai umur 2 tahun, baik itu pertumbuhan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan pertumbuhan jaringan otak. Jika terjadi gangguan pada masa ini maka, dampak jangka panjangnya adalah kurangnya kecerdasan, keterampilan, stunting/pendek, dan gangguan metabolik (hipertensi, diabetes, PJK, obesitas, stroke). Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi selama 1000 HPK harus diperhatikan.

Nutrisi yang harus diberikan adalah zat makro seperti karbohidrat, lemak, protein, dan zat mikro seperti vitamin dan mineral. Bagaimana cara memantau pertumbuhan, apakah nutrisi yang telah diberikan itu tepat atau tidak? Kita bisa memantau dari kenaikan berat badan sesuai usia. Ini akan berbanding lurus dengan kenaikan panjang badan, serta lingkar kepala.

Nutrisi Bayi Umur 0-6 Bulan

Setelah bayi lahir, nutrisi satu-satunya yang harus diberi adalah ASI saja. Kita biasa menyebutnya dengan ASI eksklusif. Dengan ASI saja, kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. Namun, jika ada alasan medis, ASI boleh tidak diberikan dan diganti dengan susu formula. Misalnya karena ibu terkena HIV.

Nutrisi Bayi 6 bulan-2 tahun

Saat usia 6 bulan kandungan kalori (karbohidrat, lemak, dan protein) dari ASI sudah menurun sebanyak 30%. Oleh karena itu makanan pendamping ASI (MPASI) sudah harus diberikan. Syarat MPASI yang harus diperhatikan adalah:

  1. Tepat waktu. Jam diatur sesuai jadwal, waktu makan maksimal 30 menit.
  2. Adekuat. Mengandung karbohidrat, protein, dan lemak seimbang. Terutama dari protein hewani karena kaya akan zat besi.
  3. Aman. Artinya bersih dan aman bahannya. Gula tidak boleh melebihi 5 gram per 100 kkal. Garam sedikit tidak berlebihan.
  4. Pemberian MPASI dengan cara yang benar, dengan memerhatikan respon lapar dan kenyang saat anak makan. Tidak boleh dipaksa, dan coba berbagai tekstur, rasa, dan kombinasi makanan.

Ada beberapa ilmu yang baru saya tahu dari dr. Nuril mengenai pemberian MPASI ini. Ternyata kalau selama ini ada ilmu baru tentang pemberian makanan menu tunggal slama 14 hari, itu nggak benar. Tidak ada urutan dalam pemberian makanan tersebut dalam bentuk menu tunggal kelompok bahan tertentu, karena semua bahan tadi harus diberikan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro yang tidak cukup pada ASI. Juga tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pemberian lambat protein(usia lebih dari 6 bulan) akan meningkatkan risiko terjadinya dermatitis atopik, asma, rhinitis alergi dan sensitisasi terhadap makanan.

Nutrisi Selama Kehamilan

Nutrisi yang harus dikonsumsi kehamilan adalah nutrisi dengan gizi seimbang. Selama hamil biasanya ibu hamil kekurangan zat besi. Oleh karena itu sebaiknya konsumsi juga tablet zat besi selama kehamilan. Bidan Atik Kasiati menyampaikan bahwa pengukuran kecukupan gizi selama hamil ini sesuai dengan standar pelayanan antenatal, yaitu:

  1. Timbang badan dan ukur tinggi badan
  2. Ukur tekanan darah
  3. Nilai status gizi dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA), minimal 23,5 cm.
  4. Ukur tinggi fundus uteri
  5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin
  6. Skrining status imunisasi TT (dan pemberian imunisasi TT)
  7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan)
  8. Tes lab sederhana (golongan darah, Hb, glukoprotein urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg, sifilis, HIV, Malaria, TBC)
  9. Tata Laksana Kasus
  10. Temu wicara (konseling)

Begitulah, padat sekali ilmu yang diberikan hari ini. Jika disimpulkan, perhatikan video berikut.

 

Namun, keseruan acara tidak hanya sampai di situ. Karena ada live demo memasak MPASI sebelum kita beranjak pulang. Ini benar-benar enak. Jika kita orang dewasa doyan, anak kecil apalagi. Iya, kan?

It’s time for demo masak. Ini pemenang lomba internal Danone. Memasak MPASi puding labu kuning.

 

chef rissa, chef revaldi
Live demo cooking bersama Chef Rissa dan Chef Revaldi