Celoteh

Pestaflogista: Borong Keberuntungan di Reuni Akbar THP

Waaah.. jauhnya Sidoarjo-Malang. Tapi entah ada semangat apa kok sampe-sampe suamiku bela-belain datang ke reuni Teknologi Hasil Pertanian Univ. Brawijaya. Mungkin salah satu alasannya adalah: sudah dapat undangan fisik langsung dari tangan ketua himpunan HIMALOGISTA saat ini. Hayooo gak enak gimana lagi coba. Mana tuh mereka datang ke kita 2 kali! Eh, kok bisa dapat undangan fisik? Iya, kebetulan suamiku ketemu di Fakultas, pas jalan-jalan nostalgia hahahah… Ceritanya bisa kamu lihat di postingan ini: Kembali Ke Kampus Biru.

Keterpengaruhan yang kedua adalah, perkiraan kenalannya banyak yang datang. Terutama angkatan 2002. Jadi kan seru nantinya, bisa tukar pengalaman dan sharing info. Coba bandinginlah sama angkatanku: 2004. Ngajaknyaaa susah minta ampun. Wajar sih, kalau terbentur acara lain. Apalagi kalau masih kerja di hari Sabtu. Tapi ini acara intinya sampe malam lho, kalau kepentingannya sore atau siang, kan bisa dateng telatan dikiiit hehee..

Kami merencanakan berangkat jam 10 pagi. Karena acara awal semacam meeting gitu jam 12. Sedangkan acara gatheringnya sekitar jam3-4 sore. Tapi apalah daya, emak-emak yang tanpa persiapan. Siap-siapnya suka last minute, yang masih ngasih makan diri sendiri, anak-anak, gantiin popok, mandiin anak-anak… Selesainya pun pas adzan Dhuhur. Setelah itu pun, masih kepikiran nginep di Malang, daripada capek langsung balik rumah lagi. Duh, kenapa gak dari kemarin-kemarin hunting hotelnya. Kalau mepet gini pada full, tinggal yang mahal-mahal. Bisa sih pake HotelQuickly kalau mau gratis, tapi nama-nama hotel yang ditawarkan pun tinggal dikit banget dan ga ada yang cocok. Emang yang cocok apa sih? Maunya yang deket Matos aja. Ubud Hotel, Swiss Bell Inn, atau Atria ^_^ Browsing-browsing, patah semangat gak dapet, yaudah deh langsung berangkat tanpa voucher menginap di tangan. Gak tau deh nanti jadinya apa. Berangkat yuk, keberuntungan apa aja sih yang aku dapat?

Sepi dan Lengang

Sampai di Fakultas, kita jam 3 sore. Aduh lebai ya. Ada orang sih sebenarnya, cuma gak terlalu padat. Acara baru mulai jam setengah empatan kali ya. Aku masuk lah ke pintu masuk ngisi buku tamu. Aku isi dengan namaku dan suamiku. Tak lupa angkatan berapa, serta detil kontak.

2015-10-26_07.53.26

“ALJ itu apa, bu?” tanya yang jagain buku tamu.

Haduhhh. Ibu lagi. Coba ya nak,, kamu turun sebentar biar bunda dipanggil mbak. Hahaha. Khusus hari ini dosen-dosen alumni THP dipanggil mas dan mbak, masa guweh masih dipanggil ibu? :p

“ALJ itu alih jenjang, dari diploma ke S1,” jawabku.

List nama di atas aku cuma angkatan tahunnya langsung, cuma aku yang membubuhkan keterangan ALJ 2005 di nama suamiku. Jelas saja dia nggak tahu. Dulu MSIP kan masih ada, sekarang udah gak musim.

Sesudah mengisi aku ketemu panitia yang nodong. Bukan dengan senjata tajam, tapi dengan kotak karton berlubang di atasnya semacam kotak amal. “Hai mbak… Berkenanlah berdonasi untuk kami. Ada juga lho yang paket 3 juta untuk desa binaan.”

Nggak gitu sih ngomongnya, tapi kira-kira begitu permintaannya. Kaget aja. TIGA JUTAAAA? Huaaah… donasi seikhlasnya aja deh. Emang kemarin niatnya buwuh by transfer. Tapi melihat rekeningnya kurang cocok, jadinya ntar di lokasi aja kalau diminta. Ternyata ditagih beneran hahaha.

Keberuntungan 1: Minuman Gratis

Lanjutlah perjalanan ke bagian berikutnya. Kita dikasih minuman buatan THP (atau dijual di THP? atau formula THP? atau produksi orang lain? entahlah). Ada minuman Cincau hitam, cincau hijau, Sari Beet, Sari Tebu, sama satu lagi lupa. Cincau udah pernah, jadinya aku ambil yang beet. Satu lagi sari tebu.

Kemudian, jalan beberapa langkah, dicegat lagi. Ehem… Disuruh foto di booth foto yang sudah disediakan. Bayarnya murah aja sih Rp. 10.000. Dibanding foto wisuda tahun 2010 dulu sekali foto 25ribu, hiks. Dan… inilah hasilnya

629ca9a0-1e4b-4bc3-9431-1af690b79a78

Keberuntungan 2: Area Play Ground

“Ibu jalan aja lurus, bisa duduk di meja bundar di situ. Terus ke sebelah kanan ada area bermain untuk anaknya juga.” jelas mbak-mbak panitia yang lain.

Anakku Tsaqiif langsung tanpa babibu ke area playground. Otomatis, tanpa mendengar penjelasan panitia dulu. Biasalah sudah lepas duluan. Kemudian aku duduk di meja bundar. Lihat sekeliling nggak ada teman seangkatanku. Ada juga angkatan yang lebih tua. Terus ketemu Bu Elok, kita salaman. Udah gitu bete acara gak dimulai-mulai, aku ke play ground ajalah. Dadah suamikuuuu hihihihi.

Adanya area play ground ini memudahkan aku dalam penjagaan anak. Kenapa? Karena ada panitia tersendiri yang setia menemani anak-anak bermain. Awalnya cuma anakku yang main karena yang lain pada nggak bawa anak. Eh, kemudian berdatangan juga yang bawa anak.

2015-10-26_07.52.21

Area ini adalah area paling bahagia. Anak bahagia, ibunya bahagia, panitianya juga bahagia. Lumayan nggak bisisng, jadi cocok bagi bayi. Kalau menyusui juga santai. Permainannya ada permainan melempar bola masuk ke lubang, terus memasukkan bola dengan stick, mirip golf. Tak ketinggalan fasilitas untuk aktivitas mewarnai juga disediakan.

2015-10-26_08.23.16

So many thanks to Mas Pras, Mbak Sonia, dan Mbak-mbak yang lain yang telaten banget nemenin anakku. Ada yang ngajak titah anakku yang kedua, Kei, umur setahun, ada juga (tepatnya beberapa karena kalau sendirian kewalahan) yang nemenin main anak pertamaku umur 4 tahun. Anakku Tsaqiif yang pertama (kebetulan jadi) jago masukin bola, dia dapat bonus susu kotak. Tapi jadinya dia sendiri yang dapat susu kotak berkali-kali, bukan karena prestasinya, tapi karena inisiatif permintaannya (sering minta sendiri #haus) hihhi… Maaf yah aji mumpung.

2015-10-26_08.22.41

Keahlian Tsaqif mewarnai juga diasah di area playground ini. Errrrr… tepatnya ngerjain kakak-kakak panitia. Dia mewarnai sebentar, kemudian meminta kakak yang nemenin buat mewarnai. Ini yellow. Ini yang red ajah.. Begitu kira-kira. Maaf yah kakak-kakak, kalau merasa tersiksa karena didikte Aqif. Apalagi Mas Pras kasian banget pasti capek ngejar-ngejar Aqif yang bolak-balik keluar area sampe ke jalan. Emang gak bisa diam sih. Kalau aku ya dibiarin ajah :p

Keberuntungan 3: Makan Siang Wenaaak

Namanya reuni, kalau gak ada acara makan gak lengkap. Kita makan menjelang jam 5. Kebetulan belum makan siang. Ini makan rapelan antara siang dan malam. Katering yang dipakai katering langganan: Bu Minto. Menunya lumayan gak berubah. Nasi, Bihun, koloke, semur ayam, oseng-oseng sayur. Aku cukup memilih 3 potong ayam, 1 bihun menggunung, dan beberapa sendok oseng sayur. Jangan nuduh maruk yaaa. Saya makan buat 3 orang nih hehehe.

Keberuntungan 4: Bonus Wardah

Bosan di playground, menjelang maghrib, jalan-jalan ke stan-stan sponsor. Iseng ngunjungin stan Wardah. Walau iseng tapi kesedot juga.  Pasalnya, ada bonus agenda dan kalender untuk pembelian Rp. 100.000. Wah, aku gak butuh sih, tapi kok ngelirik agendanya lucuk. Exfoliating gel, DD cream, dan Eau de toilet jadi serasa begitu penting. Kalau udah begini, rasanya rugi kalau gak belanja 100ribu. Jadi anggaplah ini keberuntunganku. Mana orangnya udah ringkes-ringkes, jadi serasa dipaksa cepetan beli juga.

Keberuntungan 5: Doorprize Kereeeen

Setelah jeda untuk shalat Maghrib, acara dilanjutkan. Selepas maghrib inilah baru aku ketemu teman seangkatanku, Nur Ida Panca alias Ida. Bu dosen THP ini habis kuliah tamu rupanya. Jadinya datang telat. Sayang gak sempat fotohhh, udah keburu pulang lagi dia. Tapi selain Ida, katanya juga ada Citra. Gegara asyik main sama anak kok kayaknya aku gak liat yah :( Katanya juga ada Isa. Asli invisible bagiku hehehe.

Acara yang dinanti pun tiba. Di awal pintu masuk kita dapat potongan kupon untuk door prize. Aku dapat nomor 00295. Nomor yang satu lagi hilang. Nggak tau deh kesebut atau nggak.

“Mas, simpen, yah, inget-inget nomornya, jangan sampe hilang,” aku mewanti-wanti suamiku yang punya kantong baju. Nasib, satu nomor hilang.

“00295!” Suara itu kudengar dari mulut panitia.

Aku yang duduk agak berjauhan dari suamiku melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Dia lagi bicara sama Mas Dewa ank. 2002 juga. Dia gak nyadar sih. Untung aku ingat nomorku. Itu lhoooo.. nomornya kesebut.

Taraaaaaa… Inilah hadiahnya. Keren kan?

2015-10-26_08.33.35

Kata Mas Dewa ini jualannya Mas Irawan. Harganya kalau nggak salah 500 ribuan. Wow! Barang ini cari di google pun belum terindeks. Tapi memang wooden glasses / wooden eyewear harganya ratusan ribu. #Endorsement :p

Keberuntungan 6: Dapat balon

Tsaqiif hilang! Aku cari di play ground udah nggak ada seorang pun disana. Segala peralatan sudah diberesin. Waduh kemana lagi anakku? Di gedung FTP dalam pun gak ada yang berlarian.

“Cari Tsaqiif ya mbak?” tanya seorang cowok panitia. Wah, anakku sudah terkenal rupanya hahaha.

“Itu. ada di samping sana, di balik partisi lagi main balon.”

Aku pun langsung menuju kesana sambil menggendong si bungsu. Tsaqiif pun berlari ke arahku.

“Bunda, aku dapat balon,” ujarnya senang.

“Jangan sampai lepas ya,” pesanku padanya, mengingat ini balon bisa terbang, walau sudah diikat ke stick phosphorus yang bisa nyala di kegelapan.

Aku juga dikasih balon. “Ini mbak buat nanti dilepas di akhir acara.”

Acara sudah di ujung tanduk. Eh, maksudnya sudah sampai di penghujung acara. Ternyata inilah yang dimaksud kejutan dari panitia. Dari balik partisi, panitia membawa balon satu-persatu berlarian menuju arah panggung diiringi lagu.. errrr… lagu apa ya? Guweh kudet nih, sudah pensiun dari dunia musik hahahh..

Ternyata itulah fungsinya balon. Karena selama acara penasaran, itu balon-balon kok ngumpul di situ gak dibikin hiasan atau dibagi-bagikan? Ternyata untuk joget-joget. Kemudian mereka memberi balon-balon itu ke peserta reuni termasuk dekan, Pak Dar. Semuanya melepas balon.

Aku bilang sama suamiku, mas jangan dilepas ya biar dibawa pulang. Otak emak-emak nih hahaha. Dia gak enakan, dilepas juga akhirnya. Punyaku aja yang tetap kupegang erat, sama punya Tsaqiif. Aqif awalnya ikut-ikutan ngelepas, tapi kutangkap. “Udah pegang aja jangan dilepas.” Terus dia mewek, nangis. Tapi akhirnya seneng juga dapat balon di bawa pulang. Ternyata gak hanya aku lho. Anaknya Mas Broto ank. 2000 juga nggak ngelepas balon. Asyiiiik ada temennya.

Keberuntungan 7: Souvenir Gelas

Kita pulang, melewati jalur keluar. Ya iyalaaah. Di sana ada meja dengan beberapa souvenir di atasnya. Tapi tumben kok kali ini gak dicegat. Yaudah tanyain aja. Ternyata bener, emang itu buat alumni yang datang. Kita dapat dua buah gelas. Beruntung ya, kalau sepasang suami istri alumni THP, jadinya dapat dua hehehe. Ih, dapat gelas aja girang banget. Iya sih, soalnya, gelas di rumah yang masih utuh sudah tinggal 4 doang. Lusinan yang lain pecah semua dibikin mainan.

Alhamdulillah, tinggal capeknya. Sampai ketemu lagi ya teman-teman.

Aku, Ruly, angkatan 2004, yang namanya berubah dalam buku-bukuku: Li Partic ^_^

 

 

Membatik Mudah dengan Kompor Batik Listrik Astoetik

Dulu sewaktu SMA ada pelajaran kesenian. Sebagai orang asli Indonesia selain bangga berbatik, kita juga wajib tahu seluk beluk membatik lewat praktek membatik di sekolah. Saya share ya pengalaman waktu belajar membatik dulu. Proses membuat batik tulis itu panjang. Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah:

  • Kain untuk membatik, yang disebut mori, biasanya berupa kain katun putih polos
  • Canting, untuk membuat motif di atas kain.
  • Gawangan untuk menyampirkan kain batik.
  • Malam/lilin yang dicairkan
  • Pewarna.
  • Kompor dan wajan kecil untuk memanaskan malam.

Cara Membuat Batik

Langkah-langkah membuat batik dimulai dari proses Molani, yaitu membuat desain motif batik di atas kain. Molani ini menggunakan pensil. Setelah itu, motif yang telah dibuat dengan pensil ditindih dengan malam memakai canting (dicantangi). Setelah selesai maka dilakukan proses pencelupan warna. Misal ada warna putih, maka area yang berwarna putih ditutupi oleh malam memakai canting juga. Kemudian dicelup ke warna yang kita inginkan. Kalau mau ganti warna di area tertentu, maka area yang ingin kita pertahankan warnanya dilapisi malam lagi, baru dicelup ke warna baru. Oya sebelum ganti warna, maka lilin malam yang nempel perlu dibersihkan dulu dengan pemanasan air panas di atas tungku. Setelah bersih baru bisa ditutupi malam lagi untuk mengerjakan warna berikutnya. Proses buka tutup malam ini dilakukan berkali-kali sampai warna yang kita inginkan terwujud. Tapi kalau cuma dua warna misal coklat dan putik ga perlu ribet berkali-kali tutup buka area kain dengan malam lha ya…

Setelah pencelupan, lilin-lilin dibersihkan dengan merebus di air panas. Proses ini disebut Nglorot. Proses terakhir adalah pencucian dan pengeringan.

Nah, salah satu hal yang penting dalam membatik adalah teknik memanaskan lilin malam. Pembatik itu harus ekstra sabar karena selain fokus pada pengerjaan mencanting, juga harus mengurus lilin malam yang dipanaskan agar tidak cepat kering juga tidak cepat habis. Ini ribetnya kalau memanaskan lilin dengan kompor biasa. Karena panasnya tidak bisa dikontrol.

Kendala lain yang ditemui pada kompor batik manual adalah bahan bakarnya. Tentu saja masih menggunakan minyak tanah. Kita tahu bahwa minyak tanah ini sudah jarang ditemui, harganya mahal pula. Alternatif lain, adalah dengan menggunakan kompor listrik biasa, tapi biasanya kompor jenis itu menyedot tenaga listrik yang besar (biasanya 300 watt) sehingga tagihan listrik juga membengkak. Suhunya juga tidak bisa disetel otomatis, dan bisa terjadi overheat, atau terlalu panas sehingga bisa gosong. Belum lagi tetesan dari malam yang mencair yang ga sengaja mengenai kompor listrik itu, kalau kena bisa konslet deh.

Untungnya sekarang ada kompor batik listrik Astoetik yang sangat ramah lingkungan. Kompor ini asli produk Indonesia lho. Hasil karya anak negeri. Bisa dilirik nih sama pembatik atau yang mau belajar batik, karena punya beberapa keunggulan, diantaranya:

  1. Suhu bisa diatur secara otomatis dan ramah lingkungan karena menggunakan sistem PID (Proportional Integtral Derivative) controller untuk mengatur elemen pemanas.
  2. Bisa mendeteksi jenis malam yang diguanakan sehingga bisa menentukan otomatis suhu yang akan digunakan. Perlu diketahui jenis malam itu ada malam klowong, tembokan, dan parafin. Dengan fitur ini kita tidak usah mengecilkan dan membesarkan panas secara manual.
  3. Lebih hemat energi. Kompor batik listrik Astoetik lebih efisien penggunaan energinya sebesar 65% jika dibandingkan dengan kompor listrik biasa, dan 95% jika dibandingkan dengan kompor minyak tanah.
  4. Ada garansi juga.
Kompor Batik Listrik Otomatis Astoetik Warna Hitam
Kompor Batik Listrik Otomatis Astoetik Warna Hitam

Kompor batik Astoetik ini bermacam varian. Ada yang memiliki bodi tanah liat, alumunium, ada juga kompor yang bermotif batik. Harganya gak mahal kok, mulai dari 290 ribu sampai 350 ribu. Berikut spesifikasinya.

Tegangan 220V AC
Daya 25 – 60 watt (stabil)
Berat 2.2 kg / 4.5 kg
Tinggi 20 cm
Diameter 16 cm
Bahan bodi alumunium/ tanah liat
Daya tahan alat 3 – 5 tahun
Garansi 6 bulan
Kompor Batik Astoetik Limited edition
Kompor Batik Astoetik Limited edition
Kompor ini bisa diperoleh di Pameran Produk Indonesia 2015 Grand City Surabaya atau langsung pesan ke website resminya www.astoetik.com. Membatik secara moderen kapan lagi?
Sumber:
http://www.astoetik.com
http://www.pmct.co.id/astutik-kompor-batik-hemat-energi/#sthash.1OCmKZ6Q.dpuf

 

Menyelami dengan Bangga Produk Negeri Sendiri di Pameran Produksi Indonesia 2015

Suatu hari di facebook, saya melihat post tentang  Pameran Produksi Indonesia. Acaranya seru karena diramaikan oleh tenant-tenant yang memiliki produk-produk berkualitas. Selain itu banjir hadiah lagi. Saya pun tertarik datang, lumayanlah cuci mata, dan juga siapa tahu dapat barang diskon karena brandnya bagus-bagus. Acara tiap harinya juga berbeda-beda. Saya tertarik datang di hari pertama, karena ada talkshow dari owner Kebab Turki Baba Rafi serta program dari Baba Rafi yang membagikan gratis 100 pcs kebab. Wow!

Pameran Produksi Indonesia biasanya diadakan tahunan. Pada tahun 2015 kali ini di adakan di Surabaya Jawa Timur. Tepatnya di Convention Hall Grand City. Ini merupakan program pemerintah khususnya Kementerian Perindutrian. Tujuannya agar masyarakat mengenal kemampuan industri dalam negeri, ga kalah sama produk luar. Dengan demikian, masyarakat bisa meningkatkan kecintaannya dan bangga pada produk negeri sendiri.

Tibalah saya di Convex Grand City. Masuknya gratis, tanpa dipungut biaya. Yang ikut pameran ini banyak banget. Dari kelas UKM hingga pabrik-pabrik besar ada. Totalnya 159 peserta. Barangnya apa saja? Macam-macam pula tentunya. Mulai dari kerajinan dan perhiasan, makanan, minuman, kosmetik dan herbal, tas, kulit dan alas kaki, karpet, sepatu, garmen, fashion, tekstil dan tenun, furnitur, industri aneka, alat transportasi dan pendukung kayak sepeda, sepeda listrik, traktor, mobil, kapal, pesawat, ada juga alat rumah tangga dan bangunan, alsintan, alkes dan permesinan. Tak luput juga ada stan-stan balai Kementerian Perindustrian. Sambil berkeliling menclok sana menclok sini. Akhirnya saya jajan di tiga stan ini.

 

1. Sendok Kayu

Dari namanya saja mungkin orang langsung berpikir stan ini menjual sendok dan peralatan makan lain dari kayu yang unik nan lucu. Tapi sebenarnya tidak demikian. Sendok Kayu adalah brand dari sebuah produuk dessert. Pastinya identik dengan yang manis-manis dan lezat. Penyuka dessert seperti es krim apalagi olahan dari durian bisa mampir ke sini.

Sendok kayu menawarkan produk yang menggugah selera, diantaranya Parfeti, yaitu es krim sorbet multi layer dan sandwich ice cream; Mooncakes van Durians alias kue bulan yang bersalut kulit chewy, sehat tanpa dioven, dikemas dalam kemasan tunggal ada juga yang satu kemasan isi 6 pcs; Durian Petite, yaitu durian asli tanpa dicampur krim kemudian disalut kulit tipis, tersedia rasa original dan campuran.

f55ea9a3-4f3a-4895-b0b1-1d2645fcf788-1-1
Berbagai Produk Sendok Kayu Dessert

Saya pun memilih Parfeti. Parfeti ini sejenis es krim sorbet yang intinya ada duriannya. Jadi ada varian durian dengan oreo, durian dengan strawberi, serta durian dengan green tea. Yang saya coba adalah rasa Durian strawberi (Strawberry Love). Kemasan mininya cuma Rp. 15.000 isi 150 ml. Ada juga kemasan jug yang lebih besar. Setelah saya beli nggak langsung dicoba. Dicobainnya di rumah 5 jam kemudian setelah saya beli. Walhasil esnya bercampur akhirnya saya biarkan beku dulu. Setelah beku lagi rasanya tetap enak lho. Di dalamnya buah asli 100%, bukan perisa kayak es krim biasa. Terasa banget butir-butir strawberi dan ada potongan daging durian yang belum hancur. Selain itu ada juga beberpa butir kismis. Rasanya hmmm lezat dan puas! Kapan-kapan kayaknya bakal repeat order nih yang kemasan jug. hahaha!

2015-08-07_15.26.46
Mini Parfeti Strawbery Love

2. Narwastu

Narwastu merupakan produk perawatan kecantikan tubuh. Kenapa saya tertarik mendatangi stan ini? Karena ada produk yang saya cari hehehe. Narwastu sudah membuka gerai di beberapa mall di Surabaya. Jadi brand awarenessnya di saya masih nempel. Banyak produk yang dipajang Narwastu seperti body scrub, body lotion, massage oil, VCO (virgin coconut oil), lightening cream buat ketiak, sabun-sabun herbal, foot cream, foot scrub, aroma therapy, ratus, essential oil, fragrance oil, potpoury, dan peralatan ratus serta aromatherapy.

2015-08-07_15.29.02
Stan Narwastu Aromatherapy & Bodycare

Selama pameran ini setiap pembelanjaan Rp. 100.000 berhadiah langsung body lotion. Begitu saya datang langsung ditawari buat hand spa gratis. Perawatan pembersihan tangan dengan body scrub. Uniknya, body scrubnya nggak lengket, lho. Habis scrub dengan body scrub bisa langsung dibubuhi body lotion tanpa perlu dibilas! Keren, kan? Udah wangi, bersih, daki luntur semua, gak perlu dibilas, juga bisa memutihkan dengan pemakaian teratur.

Akhirnya saya ambil body scrub kemasan kecil varian kopi yang juga bisa membantu mengatasi selulit dan stretchmark. Selain itu saya masukin ratus rebus yang memang saya cari. Biasalah emak-emak beranak butuh program peremajaan biar suami seneng. Konon dijamin rapat hihihihi.

 

2015-08-07_15.28.04
Produk-Produk Narwastu yang saya comot

3. Wahyu Rotan

Wahyu rotan merupakan produsen furniture dan aksesoris rumah tangga berbahan rotan. Ada kursi, ayunan, sampai perintilan kecil-kecil seperti keranjang rotan. Barangnya unik-unik dan cantik-cantik. Buat organizer barang atau memperindah interior rumah bisa tuh.

Saya kecantol dengan keranjang dan benda-benda penyimpan cantik warna-warni. Kalau bandingin harga dengan di salah satu mall Surabaya jauh banget. Contohnya keranjang ukuran sejengkal tangan saya lebih dikit, di mall itu dijual dengan harga 85 ribu, tapi di sini cuma 35ribu coba! Murah banget kan? Katanya perusahaan ini tidak menerima ecer. Secara dia biasa ekspor yang sekali jual dalam jumlah banyak. Kalau partaian untuk konsumen dalam negeri masih bisa. Karena mumpung pameran, dia menjual barang-barang sisa produksi yang belum terjual.

Sebenarnya saya pengeeeen banget ambil keranjang bentuk mobil-mobilan. Anakku juga pasti suka. Apalagi pas kesana diliatin ajah sama anakku, sampe nangis-nangis karena pengen ngambil terus gak boleh. Apa pasal? Produk yang satu itu gak dijual. Yaaah, sayang banget. Tapi mau apalagi. Gak dijual karena sudah ada yang beli.

 

4d9b6afc-7117-4e19-a72f-08958c6c3947
Produk-produk rotan imut nan cantik dari Wahyu Rotan

Akhirnya saya ambil keranjang bentuk stroller, buat naruh-naruh camilan. Buat pajangan juga bagus. Selain itu saya borong kotak seperti kotak harta karun. Nah, buat kalian yang pengen hunting furniture unik dari rotan cepetan ke sini. Cepat habis soalnya. Kalau ke tempat produksinya sih bisa tapi jauh di Gresik, dan gak terima eceran.

002791b9-2847-41db-b8f0-c5ea8ca780b4
Keranjang unik dari Wahyu Rotan untuk menyimpan camilan favorit

Kalau sekadar cuci mata ga percuma juga. Karena beberapa tenant menawarkan produk gratisnya. Misalnya Khong Guan, melalui SPG-nya dia menawarkan sampel biskuit gratis untuk dicoba. Terus ada stannya Tjiwi Kimia, lewat produknya SiDu, dia bagi-bagikan gratis kertas pembelajaran kreatif untuk balita. Wah, cocok banget nih buat anak saya. Apalagi dia seneng kereta. Karena ada kertas untuk menggunting lipat menjadi papercraft, kertas mewarnai, dan gunting tempel. Sekali lagi GRATIS!

2015-08-07_15.30.00
Gratisan dari Tjiwi Kimia
2015-08-07_15.30.36
Contoh Papercraft Kereta Api dan Stasiun yang sudah jadi

Kalau bawa anak mungkin bisa terhibur juga. Anak saya yang 4 tahun sangat aktif lari kesana-kemari. Gak bisa diem pokoknya. Tapi anteng dan perhatian kalau sudah nemu tempat yang menarik baginya. Dia duduk anteng di stan ITS Jurusan Teknik Multimedia dan Jaringan karena ada kartun-kartun di layar TVnya. Terus juga sempat nangkring di stan PT Dirgantara Indonesia. Apalagi kalau bukan mengamati simulasi di dalam kokpit sebagai pilot. Sempat takjub pula di stan miniatur perkapalan.

2015-08-07_15.31.27
Di Stan ITS Teknik Multimedia
2015-08-07_15.32.47
Di stan PT Dirgantara Indonesia lagi ngamatin cockpit simulator

Bagaimana? Tertarik ke sini? Buruan! Karena Pameran Produksi Indonesia 2015 di Grand City Surabaya ini berlangsung 6-9 Agustus 2015. Ada berbagai penawaran menarik, kuis-kuis berhadiah, dan produk-produk berkualitas. Buat kalian yang gemar berwirausaha, ada program-program reseller dari tenant, juga ada pelatihan -pelatihan industri seperti batik, pembuatan sepatu, dll.

ppi2015

 

 

 

 

 

Menebar Manfaat dengan Menulis Sampai Menerbitkan Buku

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya akan menelurkan buku yang saya tulis sendiri. Saya telah menulis buku Jilbab Bukan Jilboob (Gramedia), Perisai Segala Penyakit (Elex), kontributor buku antologi Storycake (Gramedia). Sedari kecil saya memang menggemari buku. Mulai dari bentuk majalah, buku cerita, novel, dll. Setiap ke toko buku saya selalu mengincar bagian buku-buku fiksi. Setelah beranjak remaja, kegemaran saya teralihkan, dari fiksi ke nonfiksi.

Seringnya membaca buku-buku nonfiksi itulah yang menginspirasi saya untuk menulis. Bagaimana ya jika suatu saat nanti menjadi seperti mereka yang sukses menulis di bidangnya. Kebetulan saya menguasai beberapa bidang seperti kesehatan, pangan, bisnis, dan dunia online karena saya lulusan Teknologi Pangan yang berprofesi sebagai konselor laktasi dan pebisnis. Saya ingin berbagi ilmu dengan orang lain. Tentu hidup akan lebih berarti. Ilmu mengalir pahala pun mengalir. Kemudian saya sering mencari inspirasi di toko buku, tema apa yang akan saya bikin.

Pastinya ide datang tak kenal waktu dan tempat. Oleh karena itu, penting sekali begitu ide lewat, tangkaplah ia dan tuangkan di buku tulis. Sempatkanlah setiap hari untuk mengembangkannya dan menyusunnya hingga terbentuk suatu kerangka. Kembangkan kerangka menjadi isi. Jika naskah sudah utuh segera ajukan ke penerbit.

Jika buku disetujui penerbit, ikuti proses administrasinya. Setelah buku terbit kita tinggal menikmati aliran royalti yang besarnya sekitar 7-10%. Tapi ingat, sebagai penulis, kita juga wajib mempromosikan buku kita sendiri. Aliran royalti akan lebih cepat bukan? Daripada kita pasif menunggu income datang lebih baik kita aktif berkoar-koar tentang buku kita. Lalu bagaimana jika ditolak penerbit? Tentunya janganlah berkecil hati. Teruslah asah kemampuan menulis melalui catatan, blog, atau apapun ketika ide datang.

Tidak sabar menanti buku kita terbit? Atau daripada bertanya-tanya dalam hati dan berharap-harap cemas buku kita diterima atau tidak, ada alternatif lain. Self publishing! Yup, kita bisa menerbitkan buku sendiri. Aduh, saya kan tidak punya modal? Tenaaaang! Terbitkan lewat Rasibook bisa kok. Tersedia paket yang GRATIS sampai berbayar. Tidak asal terbit saja, Rasibook juga menawarkan beberapa keuntungan diantaranya:

  • Royalti lebih besar, yaitu 15%
  • Dipromosikan via web, facebook, twitter
  • Dijual di penyedia buku digital seperti Google Play, App Store, Scoop, dll.

Jadi, gimana kesimpulannya biar bisa jadi penulis?

  1. Cintai buku
  2. Temukan inspirasi dari buku-buku yang kita sukai
  3. Tulis segera ide yang didapat, kembangkan menjadi kerangka dan isi.
  4. Naskah yang sudah jadi segera terbitkan. Bisa lewat penerbit mayor atau penerbit indie dengan self publishing.

Semoga bermanfaat :)

Beli Jilbab Bukan Jilboob Bonus Pahala

jilbabukanjilboob

Buku Jilbab Bukan Jilboob ini terbitnya sekitar Maret-April 2014. Penulisnya juga bisa jualan ternyata hehehe. Banyak advantage sih kalau langsung beli ke saya. Apa saja?

  • Dapat tanda tangan, bisa request ya.
  • Dapat pahala karena membaca = pemasukan ilmu
  • Dapat pahala lagi karena hasil penjualan ini akan disumbangkan.

Alhamdulillah, setelah terkumpul banyak, saya sumbangkan untuk #SOSPalestine. Gelombang pertama ini terkumpul Rp. 1.015.000.Dulu rencananya saya salurkan sewaktu Ramadhan. Tetapi baru dapat terlaksana tanggal 5 September 2014. Jika saya flashback itu adalah sehari sebelum Papa meninggal :(

OOT yah 😀

Oh ya. Buku Jilbab Bukan Jilboob ini berisi tentang cara pemakain jilbab sesuai tuntunan agama, juga membahas akhlak. Nanti kan orang-orang bilang mending mana jilbab hati apa jilbab fisik? Nah, makanya biar ga dibully kayak gitu sembari langsung pakai jilbab sambil tata ulang akhlak. Akhlak bisa macam-macam: terhadap Allah, Rasulullah, orang tua, sesama, hewan, sampai tumbuhan ada caranya lho, ga sembarangan :)

Tahukah bahwa mengeluh tentang cuaca itu ga boleh?

Tahukah bahwa membujuk anak kecil dengan kata-kata bohong ada efeknya?

Tahukah cara menata rambut dan merawat rambut yang baik?

Tahukah cara berdandan yang diperbolehkan dalam Islam?

Buku Jilbab Bukan Jilboob membahas itu semua. Lengkap.. kap…kap. Jangan khawatiiiiir ^_^

 

Terima kasih untuk yang sudah membeli buku ini ya. Semoga bermanfaat :)