Tabungan Emas vs Kredit Emas Itu Berbeda

Kebetulan beberapa bulan lalu saya mengunjungi Expo Keuangan Syariah di Royal Plaza Surabaya. Di sana digelar berbagai produk perbankan dari bermacam bank. Tidak hanya tabungan saja, tapi juga ada reksa dana, saham, tabungan haji/umroh, KPR, dll. Satu-satunya stan yang ‘bicara’ tentang emas ya Pegadaian.

Saya termasuk manusia yang juga tergiur dengan emas lantakan. Tapi saya sampai saat ini belum membelinya. Juga tidak menyicilnya. Saya berniat menabung, nanti suatu saat jika sudah mencukupi akan saya belikan emas. Tapi kenyataannya tabungan itu terus tergerus untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Emas tak kunjung terbeli.

Sebenarnya kalau mau kredit emas bisa sih, tapi menurut saya itu tinggi risiko karena:

  • Harus ada uang muka. Biasanya minimal 20%.
  • Ada bunganya, jadi kita bisa bayar lebih mahal kalau ditotal.
  • Kena penalti, jika dilunasi lebih awal.
  • Lelang, kalau kita kita nggak bisa bayar.

Dan menurut saya, menyicil emas itu bukan pilihan yang tepat karena:

  1. Bukan kebutuhan yang mendesak. Emas itu didiamkan bukan dipakai. Tidak seperti sepeda motor atau mobil yang masih bisa dimaafkan jika harus memilikinya dengan kredit. Seharusnya kan kalau investasi beli semurah-murahnya agar saat jual lebih untung. Kalau kita terburu-buru memiliki emas sementara kita belum mampu dan memaksakan diri dengan kredit bisa lebih besar pasak dari tiang.
  2. Menurut keyakinan saya, emas itu dilarang dikredit meski ada embel-embel cicilan syariahnya. Emas harus dibeli secara kontan.

Di stan Pegadaian itu ada penawaran cicilan emas dan tabungan emas. Kalau cicilan emas, kita beli emas harganya fix sekian rupiah saat itu juga, tidak peduli nanti harganya naik atau turun, tapi membelinya dikredit. Kalau tabungan emas, prinsipnya kita membeli emas secara kontan, minimal dengan berat 0,01 gram emas dengan harga Rp. 5000an, dengan dititipkan dulu ke Pegadaian. Hanya saja, ini ikut kurs jual beli emas, harga emas tidak fix seperti kredit. Misalnya nih per tanggal 28 November 2016 harga 0,01 gram emas adalah Rp. 5.460. Jadi kita bisa setor tabungan emas sebesar Rp. 5.460, atau bisa juga lebih misalnya Rp. 20.000 nanti dihitungkan dapat emas beratnya berapa. Atau juga bisa kita genapkan kelipatan, misalnya 0,04 gram emas, uang yang harus disetor berarti 0,04 x Rp. 5.460. Akhirnya, saya pilih menabung emas di Tabungan emas Pegadaian. Prosesnya mudah kok.

cara menabung emas

Lalu, bagaimana mencairkannya? Kita bisa mencairkan dengan menjual emas yang kita tabung ke Pegadaian, dengan minimal jual 1 gram. Jadi saldo emas harus 1 gram dulu baru bisa dicairkan. Selain itu, kita bisa mencetak dalam bentuk emas batangan, bisa 5 g, 10g, 25g, 50g, 100g. Ada biaya cetak sesuai kepingan yang dipilih.

Tabungan emas pegadaian
Terakhir saya menabung emas, saya setor Rp. 50.000 dapat emas sekitar 0,09 gram

Gimana? Tertarik menabung emas? Tinggal datang saja ke Pegadaian.

Be Sociable, Share!
Posted on: November 29, 2016, by : li partic

14 thoughts on “Tabungan Emas vs Kredit Emas Itu Berbeda

  1. Wah…menarik nih, tabungan emas di pegadaian. Terakhir, saya mencoba membeli dengan cara gadai emas saya kemudian mencicil yang baru. Haha…saya empot2an ternyata. Karena harus membayar dua, yang digadaikan dan yang baru. Setelah setahun, saya jadi punya 2. Lunas sih, tapi deg2an… :)… Trims infonya ya…

  2. saya juga mulai nabung emas mbak, lebih aman daripada nyicil kayak dikejar utang jadinya. Kemarin dapat info nabungnya bisa transfer lewat bank tapi lum pernah nyoba sih biasanya langsung ke pegadaiannya.

  3. Menarik nih tulisannya, saya cari plus minus cicil emas vs nabung emas ya disini saya baru mendapat jawaban yang sreg.
    Kemarin saya habis investasi beli emas kontan 1keping 10gr, 2 keping 10gr dan 1keping 25gr.
    Setelah beberapa hari saya bolak balik pegadaian, akhirnya ditawari satpam pegadaian utk nyicil atau nabung.
    Kalau kredit memang seolah2 kita dikerjar utang padahal bukan kebutuhan.
    Tapi kalau nabung sedikit demi sedikit (misal saat ini target kita ingin punya emas fisik 5 gram) tapi kemampuan nabung kita baru bisa mengumpulkan 3tahun ke depan. Nah setelah 3tahun itu kemungkinan harga emas 5gram sudah naik dari harga sekarang. Jadi mundur lagi dong punya emas 5gram nya…
    So menurut saya dikembalikan lagi ke niat dan kemampuan kita CMIW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *