Memilih Tabungan Haji Terbaik

Mindset Haji Umroh

“Assalamualaikum. Ma, mau berangkat haji ga?” Tanya papa tiba-tiba pada mama melalui telepon.

Mama harus menjawab saat itu juga. Berani iya atau tidak karena belum siap. Waktu bicara pun tidak boleh lama-lama karena tarif telepon akan menjadi sangat mahal. Mama dituntut menjawab saat itu juga tanpa pikir panjang. Akhirnya antara bahagia dan tidak siap meninggalkan anak-anaknya yang masih sekolah, mama menjawab iya.

Begitulah sistem komunikasi antara dua sejoli yang terpisah jarak antar pulau. Dan hanya bisa melalui telepon. Persiapan yang dilakukan secara mendadak untuk berangkat haji segera dilakukan.

Enam bulan kemudian, lautan manusia di tengah lapangan itu juga menjadi lautan tangis. Suasana mengharukan tercipta antara para calon jamaah haji dan keluarga yang ditinggalkan. Air mata di pelupuk mataku juga ingin keluar. Walau kutahan akhirnya tumpah juga. Aku memikirkan bagaimana kehidupanku tanpa orang tua.

***

Itulah gambaran tentang haji pada tahun 1997. Begitu mudahnya berangkat haji jika sudah mampu. Daftar, ikuti proses, langsung dapat porsi, persiapkan segala sesuatunya. Tanpa antrian panjang. Tanpa antrian bertahun-tahun.

Sangat berbeda dengan proses pendaftaran haji zaman sekarang. Atas izin Allah, saya diberi kemudahan rezeki untuk mendaftar haji di tahun 2015. Itupun saya paksa-paksakan karena sudah mendengar isu bahwa haji sekarang masa tunggunya minimal 8-10 tahun. Saya pikir mendaftar haji sekarang, hajinya tidak akan lama, sehingga dulu saya berat sekali mendaftar. Karena kan anak saya juga masih bayi dan balita. Bagaimana kalau saya tinggal nanti? Ternyata saat mendaftar saya diberi tahu, bahwa saya mendapat porsi haji di tahun 2032. Itu artinya saya baru akan bisa naik haji 17 tahun lagi!

Wow! Saya takjub sekali. Jika 17 tahun lagi dan insya Allah semua sehat. Berarti anak saya nanti sudah baligh, bukan balita lagi. Saya pun jadi kepikiran, bagaimana jika saya daftarkan saja anak-anak saya untuk haji, siapa tahu bisa berangkat bersama-sama. Eits, tunggu dulu, kondisi keuangan kami belum mampu untuk mendaftar porsi.

Sehingga saya pun tidak begitu ambisius untuk berangkat haji bersama anak kami. Hingga pada suatu ketika, saya mendapat wawasan bahwa mindset berhaji jika mampu itu salah. Yang lebih tepat adalah dicoba dulu mampu atau tidak. Artinya kita harus mengusahakannya. Saya pun kembali berambisi, mengingat antrian haji yang begitu panjang.

Mindset Haji Umroh
Mindset Ibadah ke Baitullah

Untungnya, saya mendapat info bahwa tabungan haji itu tidak harus langsung daftar porsi. Pertama saya pikir, kita harus punya uang sekitar 25 juta rupiah kemudian kita setorkan ke bank sebagai setoran awal membuka tabungan haji. Ya ampun, betapa malunya saya, sudah pernah mendaftar tapi tidak mengerti betul arti tabungan haji. Saya pun kemudian mempelajari lebih dalam tentang tabungan haji khususnya tabungan haji syariah.

Tabungan Haji Syariah

Jika kita punya niat atau merencanakan hendak berhaji, setidaknya menabung dulu dengan membuka tabungan haji. Kita tidak wajib langsung mengambil porsi. Untuk mengambil porsi haji dibutuhkan setoran sebesar 25 juta rupiah. Jika kita belum cukup punya uang sebesar itu maka cukuplah memulai semampu kita asal memenuhi syarat yang bank minta. Misalnya setoran awal berapa, setoran selanjutnya berapa, kelengkapan administrasinya. Barulah setelah uang kita di tabungan haji cukup untuk mengambil porsi, kita bisa urus pendaftarannya ke SISKOHAT Kementerian Agama.

Jadi dalam tabungan haji, kita sebagai nasabah akan menabung sekian rupiah sebagai setoran awal. Selanjutnya kita menyetor dengan jumlah tetap per bulannya. Atau berapa pun yang kita punya saat kita ada rezeki. Setoran terus berlanjut sampai kita mencapai target dana untuk mendaftar haji. Saat ini (tahun 2016) dibutuhkan dana sekitar Rp. 25 juta untuk mendaftar porsi. Dana yang telah ditabung tidak bisa diambil seperti pada tabungan biasa sampai jatuh tempo karena hanya bisa dipakai untuk berhaji.

Oh ya, agar hati tenteram sebaiknya kita memilih tabungan haji syariah. Memang tujuannya sama untuk berhaji. Hanya saja tabungan haji masih memakai sistem bunga karena ditabung di bank konvensional. Sedangkan Tabungan Haji Syariah bebas bunga karena memiliki prinsip syariah. Biasanya produk tabungan haji syariah ada yang berdasarkan akad wadiah dan ada pula yang berakad mudharabah muthlaqah.

  • Tabungan Haji Syariah dengan akad wadiah, adalah titipan murni yang harus dijaga (oleh bank) dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.
  • Tabungan Haji Syariah dengan akad Mudharabah Muthlaqah, adalah tabungan yang memberikan keleluasaan bagi bank syariah dalam menggunakan dana nasabah. Bank Syariah bebas akan memakai akad apa untuk menyalurkan pembiayaan, kepada siapa pembiayaan itu diberikan, dan usaha seperti apa yang harus dibiayai.

Umumnya, syarat untuk membuka tabungan haji syariah, nasabah harus berusia minimal 17 tahun. Namun ternyata, ada beberapa bank yang membolehkan nasabah cilik menyimpan uang di tabungan haji. Nah, ini yang saya incar. Tujuannya kan agar anak saya bisa berangkat bareng saya atau setidaknya tidak lama setelah saya berangkat haji nanti.

Saya akan membandingkan tiga bank syariah yang memiliki layanan tabungan haji dan bisa dibukakan untuk anak. Mengapa saya pilih 3 bank tersebut? Yang pertama karena lokasinya sangat dekat dengan rumah saya. Dan tiga bank itu adalah bank syariah terkenal. Yang pertama adalah bank BRI Syariah, yang kedua adalah bank U (bukan inisial sebenarnya), dan ketiga adalah bank H (bukan inisial sebenarnya).

Akad

Bank BRI Syariah memakai akad mudharabah. Begitu pula dengan bank H. Sedangkan bank U memakai akad wadiah.

Setoran Awal

Bank BRI Syariah menyaratkan setoran awal sekecil Rp. 50.000. Bank U setoran awalnya sama Rp. 50.000. Sedangkan Bank H sebesar Rp. 100.000.

Setoran selanjutnya

Setoran selanjutnya pada Bank BRI Syariah minimal Rp. 10.000. Dan tidak harus setiap bulan menabung. Kapan pun kita punya rezeki, kita bisa menabung.

Bank H menyatakan setoran selanjutnya harus Rp. 100.000. Sedangkan Bank U setoran selanjutnya bebas berapapun jumlahnya.

Biaya administrasi

Ketiga bank syariah yang saya bandingkan, yaitu bank BRI Syariah, Bank U, dan Bank H tidak mengenakan biaya administrasi.

Online dengan SISKOHAT

Fitur online dengan SISKOHAT ini penting untuk mengetahui kepastian porsi keberangkatan haji kita. Ketiga bank syariah yang saya bandingkan (BRI Syariah, Bank H, dan Bank U) sudah online dengan SISKOHAT.

Zakat

Karena ceritanya kita ini menabung walau dengan target dana tertentu, kita akan menerima bagi hasil atau nisbah. Jadi sebutannya bukan bunga ya. Dan bunga dengan nisbah ini pun berbeda.

Dana nasabah yang terkumpul di bank syariah akan disalurkan (investasi) pada kegiatan ekonomi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dari kerja bank tersebut, tentunya akan diperoleh keuntungan. Nah, keuntungan itu akan dibagi dengan kita sebagai nasabahnya. Dari bagi hasil yang kita peroleh tentunya kan ada kewajiban zakat bagi kita. Bank BRI syariah menyediakan fitur zakat otomatis. Jadi, kita bisa memilih sekaligus potong zakat atau tidak, jika kita menabung di tabungan haji BRIS.

Jika saya bandingkan dengan Bank H dan Bank U, mereka belum memiliki potong zakat otomatis untuk nasabah tabungan hajinya.

Fitur khusus: Gratis asuransi jiwa dan kecelakaan

Tabungan Haji BRI Syariah menyediakan bonus gratis asuransi jiwa dan kecelakaan. Fitur khusus ini tidak terdapat pada Bank H dan Bank U.

Dilihat dari keringanan setoran dan keistimewaan fiturnya, sepertinya saya lebih memilih untuk menabung tabungan haji anak-anak saya di BRI Syariah ya.

Saya langsung mendatangi untuk mendaftarkan tabungan haji untuk anak-anak. Oh ya, jangan lupa cari info persyaratan apa saja yang diperlukan biar tidak bolak-balik. Browsing kan bisa, sebelum datang langsung. Jadi saya cukup menyiapkan:

  • KTP
  • NPWP, karena saya tidak punya, saya mengisi form pernyataan tidak memiliki NPWP
  • Akta Kelahiran Anak
  • Kartu Keluarga
  • Surat Keterangan Domisili, karena saya bukan penduduk asli kota yang saya tinggali. Jika KTP sama dengan tempat tinggal maka tidak perlu menyertakan surat ini.
Proses Pengisian Form Aplikasi Tabungan Haji BRI Syariah
Proses Pengisian Form Aplikasi Tabungan Haji BRI Syariah

Apakah BRI Syariah Aman dan Sesuai Syariah?

Itulah pertanyaan saya yang terakhir sebelum pergi ke bank BRI Syariah untuk membuka Tabungan Haji. Pertanyaan saya pun terjawab dengan mengulik info lebih dalam dari bank ini. BRI Syariah ternyata sudah sejak lama berdiri bahkan sebelum saya lahir. Pada tahun 1969 berdirilah Bank Jasa Arta yang menjadi cikal bakal BRI Syariah.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., mengakuisisi Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. Pada tanggal 17 November 2008 PT. Bank BRISyariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRISyariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. Sekarang Bank BRISyariah menjadi bank syariah ketiga terbesar yang dinilai berdasarkan aset.

Sebagaimana bank syariah pada umumnya, BRI Syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Seluruh produk BRI Syariah termasuk Tabungan Haji Syariah sudah mendapat izin secara sah dari DPS. Sehingga tabungan kita aman dan hati kita tenteram karena Tabungan Haji BRISyariah memberi keberkahan karena pengelolaan dananya sesuai syariah. Insya Allah ibadah haji kita nanti sempurna dengan tabungan yang sesuai syariah.

Sekarang saya tinggal menghitung berapa dana yang harus ditabung agar dalam 5 tahun anak-anak saya sudah bisa mendapat porsi keberangkatan haji. Jika dibutuhkan sekitar Rp. 25.000.000, maka dibagi (12 bulan x 5 tahun). Diperoleh hasil pembulatan Rp. 417.000. Wah, masih terlalu besar ya. Baiklah, saya sepertinya tidak terlalu ngoyo. Yang penting setiap bulannya saya akan menyisihkan rezeki untuk ditabung di Tabungan Haji BRISyariah anak-anak saya.

Be Sociable, Share!
Posted on: June 7, 2016, by : li partic

7 thoughts on “Memilih Tabungan Haji Terbaik

    1. Masih bersyukur juga kita di Indonesia. Denger2 di Malaysia antriannya lebih panjang, kuota mereka juga kan lebih dikit dibanding kita.

  1. Keluargaku banyak daftar haji pake BRI.. aku masih termasuk golongan yang pandangannya salah soal ibadah haji.. tp kalau diitung itung emang masih belum bisa nabung segitu tiap bulannya.. eeaa tetep alesan, 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *