Memilih Buah Berstandar Global GAP Untuk Bulan Puasa

Pernahkah kamu memilih buah memerhatikan mereknya? Di Indonesia telah ada beberapa kasus keracunan bakteri dari buah impor. Nampaknya jika hanya memerhatikan merek, tidak akan menjamin apakah buah yang kita pilih itu sehat atau tidak.

Ada satu ukuran yang bisa dijadikan patokan, apakah buah itu sehat atau berkualitas buruk, yaitu sertifikasi. Sekarang kita bisa memilih buah yang sudah memiliki sertifikat Global Good Agriculture Practice atau yang disingkat dengan Global GAP, untuk menentukan pilihan kita. Mau yang terjamin atau tidak.

Global GAP adalah sistem sertifkasi produk untuk memastikan keamanan produk buah dan sayur segar yang dikonsumsi. Global GAP diterapkan pertama kali di Eropa pada tahun 1997. Awalnya tanpa kata ‘global’, karena hanya berlaku di Eropa. Sistem ini mengatur bagaimana menciptakan produk sayur, buah, dan hasil pertanian lain aman dikonsumsi. Tak hanya itu, Global GAP juga memastikan proses penanaman sampai panen tidak menimbulkan bahaya di masa depan. Sejak tahun 2007, sertifikasi GAP diterapkan ke seluruh dunia, sehingga menjadi Global GAP.

Saat ini ada lebih dari 100 negara dengan 94.000 produsen yang telah bersertifikat Global GAP. Sebanyak 6 diantaranya ada di Indonesia. Salah satunya adalah Sunpride. Pada akhir 2017 buah-buah Sunpride seperti pisang Cavendish, Nanas Honi, dan Jambu Crystal sudah tersertifikasi standar internasional Global GAP. Dengan demikian konsumsi buah ini aman, dan mudah mendapat kepercayaan negara lain saat akan mengekspornya. Contohnya Jepang. Jepang selalu mengimpor buah yang sudah tersertifikasi Global GAP.

 

Jambu Crystal Sunpride
Nanas Honi, yang rendah oksalat

Apa Manfaat Global GAP?

Sertifikat Global GAP yang berlaku selama satu tahun ini, tujuan utamanya adalah keamanan pangan, dari bahaya fisik, kimia, dan biologis. Produk yang sudah tersertifikasi Global GAP dipastikan bebas dari serpihan logam maupun batu, minim pestisida, dan cemaran bakteri.

Sertifikasi Global GAP juga memastikan proses penanaman yang baik. Dalam proses penanaman, dampak lingkungan dipastikan minimal. Kebun Sunpride di Lampung hanya membuang 5% limbah cair ke sungai. Sedangkan pabrik lain bisa sampai 50%. Mengapa bisa? Karena apa yang bisa didaur ulang ya didaur ulang. Misalnya dalam pengalengan nanas, ada limbah bonggol. Bonggol ini bisa dipakai sebagai pakan ternak sapi. Kotoran sapi pun dimanfaatkan untuk membuat biogas sehingga dapat menghasilkan listrik yang bisa menerangi kebun.

Pestisida digunakan secara bijak. Produk Sunpride memang memakai pestisida, tapi wajar. Beberapa minggu sebelum panen, pemakaian pestisida dihentikan sehingga kandungan pestisida bisa luntur. Jadi, kita tidak perlu risau jika beli buah langsung makan dengan kulitnya tanpa dicuci dulu.

Traceability mudah. Jika ditemukan masalah pada konsumen, produk buahnya bisa ditelusuri  berdasarkan kode. Dengan adanya kode kita bisa tahu buah itu berasal dari box packing yang mana, toko apa, bahkan packing house yang mana di kebun.

Bagaimana mengenali buah bersertifikat Global GAP?

Pada produk buah akan kita temui Global GAP Number. Jika ada nomornya, maka buah itu sudah tersertifikasi. Contohnya Global GAP number untuk pisang, jambu, dan nanas Sunpride adalah 4056186911537. Nomor tersebut pun bisa dicek melalui link https://database.globalgap.org/globalgap/search/SearchMain.faces?init=1.

Mantap memilih buah bersertifikat Global GAP untuk bulan puasa

Saya menerapkan diet buah setiap sebelum makan. Kalau makan tiga kali sehari, maka makan buahnya juga tiga kali sehari. Tapi kalau saat berpuasa, tentu pola makannya berbeda dengan hari-hari biasa. Maka pola makan buahnya juga berbeda.

Saya memilih buah yang berserat tinggi agar saat puasa kenyangnya lebih lama. Selain itu, pilihlah buah yang bagus kualitasnya. Syukur-syukur kalau di daerahmu sudah ada buah berstandar Global GAP seperti Sunpride. Karena saat ini di Indonesia hanya Sunpride yang memiliki sertifikat itu. Nggak mau kan, di tengah-tengah puasa kita sakit gara-gara salah pilih buah?

Untungnya buah-buah Sunpride yang sudah bersertifikat Global GAP seperti pisang, jambu, dan nanas honi tergolong buah berserat tinggi. Jadi gampang kalau ke swalayan, tinggal menuju etalase Sunpride dipajang. Ga usah bingung keliling-keliling dulu kalau sebelumnya belum ada bayangan mau pilih buah apa.

Nah, sekarang pengaturan makan buahnya. Ini yang saya terapkan:

  1. Saat sahur. Sebelum makan makanan pokok, saya makan buah dulu. Setelah buah habis, 15 menit kemudian baru makan makanan pokok.
  2. Saat berbuka. Saya mengutamakan sunnah dulu. Kalau lagi punya kurma, ya berbuka dengan kurma sebanyak bilangan ganjil. Kalau nggak ada kurma, air putih saja. Lalu shalat maghrib.
  3. Setelah shalat maghrib, makan buah. Biasanya sudah cukup keyang sampai di sini.
  4. Setelah shalat isya’ dan tarawih, baru makan malam seperti biasa. Tetap perhatikan pembagian isi perut. Harus ada ruang untuk air dan udara. Artinya jangan kenyang-kenyang banget.

Dengan disiplin makan buah setiap hari, insya Allah pencernaan sehat. Buang air besar juga teratur, tidak menyisakan kotoran mengerak dalam usus. Efek enzim, vitamin, dan mineral dari buahnya pun sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

Be Sociable, Share!
Posted on: May 16, 2018, by : li partic

2 thoughts on “Memilih Buah Berstandar Global GAP Untuk Bulan Puasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *