Cara Tepat Memakai Celana Bagi Muslimah



“Muslimah itu nggak boleh pakai celana, lho!”

“Oh ya? Kenapa?”

“Nanti kan bisa menyerupai laki-laki.”



Pernah nggak, timbul kekhawatiran atau perasaan penasaran hukum memakai celana bagi muslimah dalam Islam? Jangan khawatir. Jawabannya bukan haram kok. Karena wanita zaman Rasulullah juga memakainya.

Para wanita di zaman Rasulullah dulu memakai celana panjang berbarengan dengan baju panjang juga, yang biasa kita sebut dengan gamis. Dengan memaki celana ini aurat akan tertutup sempurna jadi tidak khawatir tersingkap. Kalau suatu saat jatuh atau tertiup angin seperti posenya Marilyn Monroe kan jadi aman.

Dalam hadits yang diriwayatkan Baihaqi, Rasulullah pernah bertemu dengan seorang wanita saat mengendarai seekor keledai, lalu terjatuh. Awalnya Rasulullah memalingkan wajah karena khawatir melihat aurat wanita itu. Namun, ketika dikabari wanita itu memakai celana panjang di dalam jubahnya, lalu Rasulullah bersabda:”Ya Allah, ampunilah para wanita yang menutup aurat mereka dengan celana panjang.”

Kemudian Rasulullah memerintahkan kaum laki-laki dan wanita menjaga tersingkapnya aurat mereka dengan memakai celana panjang di dalam jubah. ¬†Kemudian Rasulullah berdoa, “Ya Allah, ampunilah wanita-wanita umatku yang memakai celana.”

Jadi, rumus syar’i wanita untuk memakai celana adalah GAMIS + CELANA.

Pertanyaan selanjutnya, celana model apa nih? Model apa ajah asal nggak ketat seperti legging, jegging, dan sejenisnya walau kainnya tebal. Kita bisa memilih model cutbray, lurus, jogger pants, aladin, dll.

Celana Ketat Masih Boleh

Beneran? Boleh pakai celana ketat? Katanya menampakkan lekuk tubuh. Beneran deh, tapi ada syaratnya:

  1. Hanya dipakai jika ada suami dan anak perempuan di dalam rumah.
  2. Dipakai jika sendirian di dalam kamar.
  3. Jangan dipakai jika tinggal bersama anak lelaki ataupun adik laki-laki yang sudah baligh.
  4. Jangan dipakai jika ada adik ipar atau kakak ipar laki-laki.
  5. Jangan dipakai jika ada laki-laki yang bukan mahram.
  6. Tidak dipakai sebagai bawahan.

Jika Terasa Aneh

Kadang kalau kita belum terbiasa pasti merasa aneh memakai pakaian double. Jika bukan kita sendiri yang merasa aneh, pasti orang lain yang menilai kita, “Ih, pake baju kok dobel-dobel!”

Jika sudah begitu, please, percaya diri aja lagi. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Tak usah pedulikan kata orang. Ini kan urusan kita sama Tuhan. Kita sedang berburu pahala menjalankan sunnah, bukan?

Secara logika pun ada keuntungannya.

  1. Aman jika naik motor/sepeda hadap depan.
  2. Naik tanjakan, menaiki tangga, nggak khawatir ada yang ngintip dari bawah.
  3. Walau gamis jersey tidak direkomendasikan karena mencetak lekuk tubuh, tapi kalau terpaksa memakainya, hendaknya padukan dengan celana. Ini akan membantu ngecapnya kain jersey di lekuk tubuh kita dan (sssst) pakaian dalam kita tidak begitu kelihatan.

Nah, berani pakai celana panjang secara syar’i sekarang?

–Disarikan dari buku JILBAB BUKAN JILBOOB (Gramedia)–

10168086_10201760177668631_160488237_n

Be Sociable, Share!
Posted on: January 5, 2016, by : li partic

One thought on “Cara Tepat Memakai Celana Bagi Muslimah

  1. Tentang larangan wanita menyerupai pakaian pria di antara contohnya adalah memakai celana panjang. Pakaian tersebut menyerupai pakaian laki-laki dan terlarang berdasarkan hadits berikut,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *