Bahan Dapur Ini Ampuh Atasi Batuk
Obat batuk alami
Flu dan batuk sudah jadi penyakit biasa tapi sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Biasanya gejala flu saya diawali dengan pilek yang sangat parah sampai mata berair, membengkak, ingus tak henti-hentinya mengalir, bersin juga non stop. Jika sudah mereda dalam 1-2 hari sepertinya ingus tadi turun ke rongga dada dan tenggorokan. Lendir mengumpul di sana. Jadilah batuk, dan masalah terparah adalah sesak napas.
Sejujurnya sejak saya berstatus menjadi ibu menyusui 5 tahun lalu, saya berusaha menghindari obat-obatan kimia. Bahkan termasuk obat low risk sekalipun, yaitu yang bertanda hijau. Alternatifnya saya selalu hunting suplemen-suplemen alami dari madu dan habbatussauda. Suplemen itu berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Kalau terlanjur sakit, saya gempur dengan dosis berlipat-lipat. Misalnya dari yang dari biasanya sehari satu, menjadi sekali minum 2 sebanyak 3 kali sehari.
Suatu ketika saya disarankan oleh tante saya yang berprofesi sebagai dokter gigi. Meski judulnya dokter gigi beliau turut membantu menangani pasien-pasien di puskesmas. Beliau pernah melihat tayangan televisi tentang penanganan alami batuk, khususnya batuk berdahak. Kemudian beliau aplikasikan ke anak-anaknya, diri sendiri, dan beberapa balita. Semua yang ditreatment bilang kalau dahak keluar semua. Nah, obat apakah itu?
Obat murah meriah tapi ampuh menaklukkan batuk. Obat itu biasa ditemukan di dapur. Kalau lagi ga punya juga gampang nyarinya di pasar.
1. Madu
Gunakanlah madu yang berkualitas baik dan asli, minimal sesuai SNI. SNI yang dianjurkan untuk madu adalah kadar air maksimal 20%. Bisa gunakan madu hutan, madu sumbawa, kalimantan, yaman, dll. Yang penting madu murni bukan kombinasi. Kan sekarang banyak juga ya madu yang dicampur dengan minyak zaitun, sari kurma untuk tujuan tertentu. Hati-hati juga dengan madu palsu ya. Madu palsu bukan madu yang didatangi semut. Madu disebut palsu jika kadar airnya tinggi, sehingga teksturnya encer. Mengapa? Kemungkinan yang pertama madu memang dioplos dengan air. Yang kedua, madunya memang asli sih, tapi lebahnya tidak dibiarkan mencari makan sendiri, melainkan diberi nutrisi air gula saja sehingga madu yang dihasilkan encer.
Saya sendiri selalu ada madu clover honey di dapur. Kadar airnya sangat rendah: 17,2%. Menariknya, madu ini juga berfungsi sebagai mukolitik alias pengencer dahak.
2. Jeruk Nipis
Jeruk nipis berfungsi sebagai ekspektoran yang mengeluarkan dahak. Buah yang sangat kecut ini, juga bersifat mengeringkan.
3. Air putih
Meski sekadar berfungsi sebagai pengencer ramuan, air putih juga memiliki kriteria yang harus diperhatikan. Ciri-ciri air yang baik adalah bebas bakteri, bebas bau, tidak berwarna. Bagaimana dengan air PAM? Air PAM sering digunakan untuk minum dengan memasaknya terlebih dahulu, sehingga zat kapurnya bisa dipisahkan. Namun residu klorin tetap ada jika tidak difilter. Klorin ini bersifat oksidan yang merusak sel sampai tingkat DNA. Jadi amannya gunakan air mineral, air sumur jika jernih dan tidak berbau, Kangen water, air alkali. Selengkapnya bisa baca di buku saya Perisai Segala Penyakit (Elex Media).
Cara Meracik
- Ambil 1 sendok madu, letakkan di mangkuk stainless atau mangkok kaca tahan panas.
- Peras jeruk nipis hingga diperoleh 3 sendok makan, tuang ke mangkok.
- Tambahkan 5 sendok makan air putih.
- Aduk rata
- Kukus beberapa saat.
- Minumkan 1 sendok sehari 3 x. Bisa juga tambah frekuensinya.
Jadi ingat rumusnya…

Menyambut MEA ala UMKM
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan masa perekonomian ‘bebas hambatan’. Tak hanya barang yang minim hambatan keluar masuk negara kita, tetapi juga tenaga kerja. Era ini diharapkan akan mengangkat kesejahteraan penduduk di negara-negara ASEAN.
Salah satu pihak yang pasti merasakan dampak MEA adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pihak pengusaha kecil itu mungkin ada yang tidak mengerti sama sekali tentang MEA. Oleh karena itu harus kita dukung dan edukasi mereka.
Saya akan share sesuai pengalaman saya yang kebetulan memproduksi teh pelancar ASI. Berikut yang bisa pengusaha skala UMKM lakukan untuk menghadapi MEA yang sudah berlangsung ini.
-
Asah Kemampuan Bahasa Inggris
Banyak yang bilang kita harus siap dari diri-sendiri dengan menguasai kemampuan berbahasa Inggris. Hal ini ada benarnya, tetapi ini juga bukan syarat mutlak. Wisatawan asing akan terasa mudah berkomunikasi selama keberadaannya di Indonesia jika banyak penduduk kita yang fasih berbahasa Inggris. Di sisi lain kita lihat dulu satu negara yang mayoritas penduduknya tidak bisa berbahasa Inggris tetapi produknya menyebar berbagai penjuru dunia. Dialah Cina. Kemampuan bahasa Inggris penduduk Cina lebih parah dari orang Indonesia. Tetapi penjaga tokonya tetap pede menawarkan barangnya pada calon importir. Mereka mengandalkan bahasa isyarat dan tawar menawar melalui kalkulator dagang.
Jadi bagaimana? Enak fasih berbahasa Inggris atau tidak untuk melayani customer?

2. Mengubah Penampakan Produk Lebih Berkelas
Maksudnya mengubah penampakan produk ini adalah menambahkan nilai pada produk. Contoh gampangnya kopi. Kopi merupakan barang komoditas yang murah jika dijual kiloan. Jika diubah bentuknya menjadi kemasan sachet maka akan lebih menarik dan dapat dijual lebih mahal. Menjual kopi siap minum di warung pun akan berbeda harganya jika si kopi sudah berubah penampakan dengan merek tertentu di gerai-gerai pada pusat perbelanjaan.
3. Menyesuaikan Brand dengan Wilayah Distribusi
Ini adalah salah satu strategi branding Semen Indonesia. Selain menguasai pasar dalam negeri, Semen Indonesia alias Semen Gresik ini juga sudah ekspor ke berbagai negara. Di dalam negeri Semen Indonesia menggunakan bermacam merek seperti Semen Gresik, Semen Padang. Untuk memasuki pasar Vietnam menggunakan merek yang sudah lama eksis, yaitu Thang Long. Untuk memasuki Asia Tenggara selain Indonesia dan Vietnam, digunakan merek Semen Indonesia.
Hendaknya pelaku UMKM di era MEA ini tidak perlu jual mahal memaksakan mereknya sendiri. Jika negara tujuan ekspor meminta private label, kita turuti saja. Namanya juga job kan? Asal hitung dulu untung ruginya. Kita pun harus mensyaratkan minimal order sekian puluh ribu buah misalnya, agar tidak rugi.
4. Ajari Pelanggan Untuk Tumbuh
Jangan hanya memikirkan bagaimana perusahaan kita saja yang tumbuh. Ajaklah pelanggan untuk tumbuh. Bagaimana caranya? Jadilah konsultan bagi pelanggan. Bantu mereka untuk meraih keinginan mereka. Seperti kisah Martha Tilaar yang tumbuh bersama pelanggan.
5. Konsisten dalam Kualitas adalah Branding Sesungguhnya
Kalau yang ini pengalaman pribadi hehehe. Selalu posisikan diri (dalam hal ini produk kita) menjadi yang terdepan. Kecap kan nomor satu. Tapi harus jujur tidak boleh bohong. Apa yang membuat produk kita dilirik konsumen hingga laku terbeli? Harganya? Kualitasnya? Saya beropini, kualitaslah yang utama. Seperti ASI Booster Tea selalu berusaha menjaga kualitas dan memenuhi harapan pelanggan soal ASI-nya. Mayoritas konsumen berkata produk teh herbal pelancar ASI kami: ASI Booster Tea ampuh meningkatkan kuantitas ASI-nya. Pendapat ini berkembang sendirinya dari mulut ke mulut hingga terjadi repeat order. Sampai suatu ketika ASI Booster Tea mendapatkan penghargaan dalam Anugerah Wirausaha Indonesia yang diserahkan langsung oleh Ibu Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Nah, hal inilah yang bisa menjadi branding naik kelasnya pihak UMKM.

Tukang Rombeng Naik Kelas
Galau. Itulah yang kurasakan saat ini. Sepertinya aku semakin resah. Kerinduan ini sungguh membuncah. Sampai saat ini aku pun belum berjumpa lagi dengannya. Siapa dia yang berani membuat hatiku galau? Tukang rombeng.
Aneh? Kurasa tidak juga. Lihatlah sekumpulan botol plastik bekas yang telah kuikat rapi ini. Kini mereka masih berada di halaman rumahku. Juga ratusan karung bekas beras dan rempah-rempah yang kutata di pojokan halaman rumah. Aku menanti tukang rombeng yang dengan senang hati mengangkut sampah-sampah itu.
Biasanya, setiap minggu tukang rombeng lewat di depan rumah dengan teriakan khasnya, “Rombeng… rombeng…” Mungkin aku ketinggalan jejaknya saat aku berbelanja ke pasar atau masih nyenyak dalam selimut. Ah, kenapa tidak aku whatsapp saja orangnya? Aku kan punya nomor hapenya.
“Ok, Bu. Tunggu saja. Nanti saya ke sana.” begitu jawaban dari tukang rombeng yang entah ada dimana. Ternyata, zaman sekarang sudah sungguh mudah. Mau belanja, beli air minum, gas, hingga rombeng pun tinggal whatsapp saja.

Tukang rombeng itu bernama Samsul. Salah satu dari sekian tukang rombeng yang seringkali lewat di depan rumah setiap hari Minggu. Hanya dia yang mau membeli sampah-sampahku dengan harga lebih tinggi dari tukang rombeng yang lain. Makanya aku galau jika dia tak kunjung lewat.
Sebenarnya aku bisa saja langsung memisahkan sampah itu dan membuangnya ke tong sampah. Tapi ini sampah istimewa. Bisa ditukar dengan uang. Bayangkan yah, setumpuk koran per kilonya dihargai seribu rupiah. Kertas berwarna seperti majalah bisa lebih mahal lagi. Botol plastik yang modelnya sama jika terkumpul 50 biji bisa mencapai Rp. 20.000. Karung bekas per lembarnya bisa mencapai Rp. 500 sampai Rp. 1.000. Kadang ada rombeng yang menawar Rp. 300 untuk karungku. Wah, nggak mau dong. Saya nunggu Samsul ajah.
Sampah-sampah yang sudah dikumpulkan tukang rombeng itu kemudian dijual lagi pada pengepul sampah. Pengepul memiliki timbangan untuk menaksir sampah-sampah yang disetorkan. Si pengepul biasanya menjualnya lagi, atau langsung memproses sampah untuk didaur ulang.

Kalau dipikir-pikir bisnis sampah ini heroik dan sangat menjanjikan. Orang-orang yang mengumpulkan sampah ini berjasa sekali dalam menjaga kelestarian bumi. Sampah-sampah yang masih bisa digunakan, disulap lagi menjadi bentuk yang lain. Bayangkan jika mereka tidak ada, seperti apa tuanya bumi kita karena polusi? Satu macam limbah seperti plastik saja hancur dalam waktu 200-400 tahun, lho. Jadi bisnis daur ulang sampah ini menolong manusia yang bermasalah dengan sampah dengan cara mengurangi bentuk sampah dan mengubah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Lingkungan pun menjadi bersih sehingga risiko polusi berkurang.
Bisnis daur ulang sampah juga merupakan bisnis yang menjanjikan. Manusia mana sih, yang tidak membuang sampah? Aku pun berpikir, jika tukang rombeng semacam Samsul dan kawan-kawannya itu naik kelas menjadi bos sampah yang lebih intelektual bukankah hidupnya menjadi lebih sejahtera?

Untuk menjadi bos sampah, tentunya perlu modal lebih berupa materi. Modal diperlukan untuk membeli peralatan yang mendukung, juga gaji untuk merekrut karyawan. Bukan hanya mengandalkan tenaga sendiri untuk mencari sampah-sampah istimewa. Berikut macam-macam ide usaha daur ulang sampah.
- Penggilingan sampah plastik.
Penggilingan sampah adalah tahap terakhir dari daur ulang sampah plastik. Awalnya, plastik HDPE dan PET dari botol dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya. Kemudian dibersihkan dari kotoran yang menempel. Botol-botol itu dimasukkan ke mesin penggiling yang disebut crusher. Hasilnya berupa cacahan-cacahan plastik yang disebut bijih plastik. Bijih plastik ini dijual bahkan diekspor ke manca negara. Bijih plastik berguna untuk membuat wadah-wadah daur ulang juga seperti kotak atau botol. Modal utama yang diperlukan dalam bisnis penggilingan sampah ini adalah mesin crushernya yang biasanya dibandrol dengan harga 12 juta rupiah.

2. Industri kreatif
Sampah-sampah yang berupa kardus, kertas, plastik juga bisa menjelma menjadi barang-barang menarik. Contohnya adalah mainan, pajangan, aksesoris, furniture, atau bahkan barang kesayangan wanita seperti tas. Tak hanya sampah anorganik, sampah organik juga bisa menjelma menjadi tas. Sampah organik itu misalnya eceng gondok. Eceng gondok seringkali dianggap sampah karena mengotori sungai. Namun, siapa sangka eceng gondok bisa berubah menjadi tas cantik yang digemari wanita?

Ada juga tas yang terbuat dari sak semen. Sak semen merupakan bahan yang kuat, tahan air, dan ramah lingkungan. Dengan berbagai polesan, tas yang dihasilkan dari limbah sak semen ini bisa tampak seperti tas kulit.

Mari Menabung Untuk Memberdayakan
Andai Samsul dan kawan-kawannya bisa naik kelas menjadi berdaya dengan bisnisnya, adalah sebuah syukur dariku karena memang keberadaan mereka berguna sekali dalam hidupku. Ternyata kita pun bisa mengungkapkan terima kasih kita pada mereka yang prasejahtera dan berjasa dalam hidup dengan cara yang cukup simpel. Caranya adalah dengan menabung untuk memberdayakan mereka.
Melalui BTPN Sinaya kita bisa menabung untuk diri kita sendiri dan memberi manfaat pada orang lain. Jadi, kita memperoleh manfaat ganda. Untuk sendiri dapat, untuk sosial dapat. Kita bisa memulai dengan membuka tabungan Taseto Mapan. Dana yang kita tabung akan tumbuh dengan optimal. Melalui dana yang kita simpan di Taseto Mapan, berarti kita juga turut membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah seperti pensiunan, pelaku UMKM, dan masyarakat prasejahtera produktif melalui program Daya dari BTPN. Program Daya ini adalah program pinjaman khusus untuk mereka yang prasejahtera sekaligus memberdayakan mereka lewat berbagai pelatihan.
Yuk, coba simulasinya. Tinggal klik saja www.menabunguntukmemberdayakan.com.




Nah, mudah bukan? Kita tinggal menabung, tapi pihak lain khususnya masyarakat yang membutuhkan juga dapat manfaatnya.
Kesuksesan bukan dinilai dari materi semata. Kesuksesan juga berarti menebar manfaat bagi orang lain dan mendukung mereka untuk meraih suksesnya. (Li Partic)
Road To Success: Cara Mudah Meraih Kesuksesan

Sewaktu kecil mungkin kita pernah didoakan oleh orang tua atau orang yang sepuh. Semoga jadi orang ya nak… menjadi orang maksudnya suatu saat akan dapat profesi yang membanggakan. Jika kita tidak pernah dengar orang mendoakan kita, pastilah orang tua kita sendiri mengharapkan kita menjadi orang sukses.
Dulu zaman Belanda, ada gelar-gelar tertentu yang diperuntukkan orang Jawa yang dikenal sebagai ningrat. Errr… bukan hanya Jawa sih, di Madura juga ada. Banyak macamnya. Tapi yang paling familiar dengan kita adalah Raden. Raden, Raden ajeng, Raden roro. Gelar itu berhasil mengotak-ngotakkan masyarakat bagaikan kasta. Padahal yang menyandang gelar dibayar oleh Belanda. Itulah golongan orang sukses masa lalu. Begitu yang saya dengar dari nenek.
Zaman terus bergulir. Tren yang disebut orang sukses pun bergeser. Profesi pegawai negeri menjadi favorit. Pegawai Negeri Sipil. Apapun pekerjaannya asal sudah resmi menyandang PNS, dianggap gajinya aman untuk hidup. Bahkan setelah berhenti bekerja masih berhak menerima gaji. Dokter, guru, hakim, dll.
Zaman bergulir lagi. Yang kekinian saat ini trennya adalah pengusaha. Pengusaha, enterpreneur, bussinessman, saat ini dipandang sebagai profesi yang memiliki kebebasan finansial. Mau beli apapun, ayo!
Sampai di sini saya pikir, tren-tren orang sukses itu memiliki definisi yang sama. Ningrat, PNS, wirausahawan punya arti sukses yang sama. Segalanya diukur dari materi alias uang. Ya sih, uang tidak bisa membeli segalanya tapi segalanya butuh uang. Iya, kan?

Selama 21 tahun bersekolah saya belum menemukan tujuan hidup. Mau jadi apa saya? Bahkan setelah menikah. Bagaimana caranya sukses? Tapi saya tak berhenti mencari.
Menjadi orang ningrat sudah bukan zamannya. Menjadi PNS sudah nggak musim. Eh, sorry, saya gak lulus-lulus ujiannya hahaha. Akhirnya, dalam kondisi keterpaksaan saya melahap semua profesi untuk memperoleh pundi-pundi uang. Bukan serakah tapi memang passion. Sertifikasi profesi yang saya ambil tak hanya satu. Maka inilah saya sekarang. Seorang pengusaha wanita multibisnis yang juga multiprofesi: penulis, konselor laktasi, childbirth educator, dan pengasuh (anak sendiri :D).
Kemudian saya merasa kok gitu-gitu aja ya aktivitas saya. Bukan berarti bosan, karena saya juga gampang-gampang susah membagi waktu. Gitu-gitu aja maksudnya tujuannya. Tujuan kegiatan saya. Intinya mengumpulkan materi. Dan orang-orang pun berkata saya ini sudah sukses. Tapi saya masih merasa ada yang kurang.
Nah, sekarang saya menemukan jawabannya. Sukses tidak selalu diukur dari segi materi. Sukses adalah jika kita menjelma menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Sukses itu mencakup dua hal. Kembangkan diri hingga batas maksimalmu dan ciptakan peran dan karyamu terhadap sesama ( Eleanor Roosevelt ).
Sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki banyak peran dan manfaat dalam hidupnya.
Waktu terus berlari, sampai engkau menghentikannya dalam wujud sebuah karya. Karena ‘karya’ adalah dokumentasi bahwa engkau pernah ada.
Bagaimana mewujudkan kesuksesan melalui bisnis dan memberi manfaat pada sesama? Pada bulan Maret nanti ada sejenis training bisnis bagus. Bisa diikuti berbagai profesi mulai karyawan maupun pebisnis.
Road To Success (RTS) dengan tema : “RISE OF THE LEGEND” – SURABAYA
20 tahun HDI di INDONESIA, sebuah syukur yang luar biasa kepada Tuhan, karena kami bukan hanya bicara mengenai materi saja, tetapi Keberadaan SMA Selamat Pagi Indonesia hari ini telah mengentaskan ratusan anak-anak bangsa ini yang terancam putus sekolah. Hari ini lewat bimbingan dari orang-orang yg hatinya terpaut di tempat itu, mereka bertransformasi melakukan perubahan sehingga bisa menjadi individu yang berkarya untuk sesamanya.
Dari keterbatasan mereka yang banyak berasal dari anak-anak yatim-piatu, mereka menjalani proses perubahannya hingga seperti hari ini.
“Being a Legend is not a purpose, its only HOW You make yourself to become Better Everyday”
Be there, and Get Your Tranformation, to become “Legend” in your life…
SPECIAL PERFORMANCE :
** JULIANTO EKA PUTRA ( Direktur Binar Grup – Penerbit MCI ) dan adik-adik Selamat Pagi Indonesia.
dr. Ronny Setiawan, Sp.BS dan dr. Monik Novita ( Double Diamond Director ).
Tanggal/Hari : Minggu, 6 Maret 2016
Pukul : 09.30 WIB.
Multifunction Hall Suara Surabaya Media
Jl. Bukit Darmo Golf 20
Surabaya

● Investasi :
Rp. 250.000 Rp. 200.000* saja
*khusus pembelian tiket melalui saya, Lipartic.com (sms/wa: 087851188304) sampai dengan tanggal 24 Februari 2016.
Tak hanya itu, saya juga punya BONUS SPESIAL: E-book Success Blue Print yang berisi bagaimana cara memulai bisnis impian, mengidentifikasi ide, dan menjalankannya. Seperti saya membesarkan ASI BOOSTER TEA. Tak ketinggalan disertai tools bisnis yang sangat penting.
Reservasi sekarang juga ya, karena saya cuma punya beberapa tiket. SMS/WA 087851188304. Ok!
Salam,
Li Partic
Owner Herba Farmindo (ASI BOOSTER TEA)
HD Enterpriser
Penulis, konselor laktasi, dan childbirth educator
Nonton Bareng Ketika Mas Gagah Pergi Surabaya
Betapa galaunya ketika melihat tawaran tiket gratis untuk mewakili komunitasku WOSCA (Woman Online Community Surabaya). Acara nonton bareng Ketika Mas Gagah Pergi ini diadakan oleh Suara Muslim Surabaya 93.8 FM. Masalahnya harinya bertepatan dengan long weekend. Emm. Walau aku gak ikutan berlibur ke tempat tertentu, rasanya kok sudah banyak agenda ya walau di rumah saja. Aku berpikir lagi. Kan, enak bisa dua-duaan nonton sama suami, secara nggak pernah nonton sambil pegangan tangan sekalipun, so sweeeet. Adanya tamu bintang filmnya juga memantapkanku tuk say yes!
Ketika Mas Gagah Pergi adalah film layar lebar yang diangkat dari novel karya Helvy Tiana Rosa. Temanya Islami. Full tentang dakwah. Ini novel jadul lho. Saya saja pernah mendengarnya waktu kecil tapi nggak pernah baca hahaha.
Oh ya apa yang kamu pikirkan tentang film islami? Membosankan? Ya, kebanyakan begitu bukan? Meski ada cinta-cintanya tetap saja yaaa gitu. Palsu. Tapi kita lihat saja nanti.
Hari H tiba. Minggu, 7 Februari 2015 pagi-pagi kusiapkan semua. Anak bayi pagi-pagi sudah kumandikan, tumben. Pagi-pagi pula ku memasak, tumben. Soalnya acaranya jam 9 pagi. Dan butuh 1-2 jam perjalanan untuk sampai di lokasi. Kalo nontonnya telat jadi nggak tahu alur ceritanya kan?
Sebelum mall buka, aku sudah sampai di sana. Meski lewat dari jam 9 sih. Cara masuknya gimana nih kan masih dikunci? Kita masuk lewat belakang, pakai lift barang. Liftnya tua deh. Nutupnya aja loadingnya lama hihihi. Dan akhirnya sampai juga di lobby bisokopnya. Aku menuju studio 1 dan menulis daftar hadir di sana. Aku pun kemudian duduk di kursi VIP. Pria di sebelah kanan. Wanita di sebelah kiri. Penonton yang nonton tetap diatur kesyar’iannya. Wah, gak jadi pacaran deh. Hiks.

Film diputar jam 09.45. Sebelumnya kita disambut oleh MC dari Suara Muslim. Ada sedikit perkenalan dengan bintangnya, Hamas Syahid, Ibundanya, dan bintang cewek yang memerankan Nadia. Kemudian Hamas mengaji sedikit ayat.
Hamas alias Mas Gagah pun berbicara tentang kesannya. Dia terharu. Menangis pula setelah membaca novelnya. Wah ini nih yang gak kusuka. Film yang yang mengharukan biasanya memang menginspirasi. Tapi jujur aku nggak suka mewek-mewekan.

Kata Ibunda Hamas, Yulyani, Ini adalah film syar’i yang menjaga. Tak ada sentuhan antar orang yang bukan mahramnya. Meski yang diceritakan adalah hubungan antara kakak dan adik, chemistry persaudaraan terap bisa terbangun tanpa sentuhan. Ya sih, kita tahu bahwa pria dan wanita nggak boleh bersentuhan. Tapi ini kan kakak adik? Di situlah komitmen yang dijaga oleh KMGP. Pernah kan nonton film islami belum jadi suami istri menjaga agar saling tak menyentuh. Tapi setelah sah jadi suami istri malah berpelukan. Pastinya penonton ada yang berpikir. Itu kan aslinya bukan mahram, kok main peluk-peluk aja? Jadi, KMGP keren banget bisa menjaga komitmen tanpa sentuhan antara wanita dan pria karena aslinya memang bukan mahram, meski ceritanya kakak beradik kandung.

Profit untuk sosial
Film ini tidak hanya mengedukasi dan menyampaikan dakwah Islam. Pihak KMGP menargetkan 1 miliar tercapai. Keuntungan sebesar itu diperuntukkan bagi kegiatan sosial, diantaranya disumbangkan untuk Palestina, teman kita yang membutuhkan terutama di wilayah Indonesia Timur, dan untuk keperluan production house dakwah sendiri yang ke depannya akan memproduksi film-film dakwah yang syar’i.
Film Ketika Mas Gagah Pergi ini tinggal 10 layar. Setelahnya, pasti tergusur oleh film-film lain yang hantu-hantuan, esek-esek, cinta-cintaan, apalagi sekarang Februari kan? Sayang banget kalau sampai tergusur. Dan, pihak KMGP menawarkan KMGP tayang di kota-kota seluruh Indonesia selama ada bioskop. Kamu mau request? Dukung, yuk!
Film yang lucu
Aku baca di media sosial, testimoni novelnya kok pada bilang mengharukan. Sampai nangis-nangis. Ternyata isinya lucuuu abis, tapi tak lupa penuh hikmah. Meski novelnya terbitan lama, skenarionya dibuat mengikuti zaman. Banyak istilah-istilah gaul di sana. Terutama dari teman Gita yang bernama Tika. Dia sering sekali bilang “leh uga”, maksudnya boleh juga.
Yang bikin lucu itu adalah tokoh-tokoh tambahan serta tokoh yang numpang lewat. Tokoh utamanya adalah pendatang baru. Tapi ternyata banyak tokoh numpang lewat yang sudah punya nama seperti Virzha, Shireen Sungkar, Ali Syakib, Irfan Hakim, dll. Menurutku film ini kocak karena tingkah keluguan orang-orang awam yang belum mengenal Islam sepenuhnya.
Dimana Nadia?
Film dimulai dari adegan Mas Gagah yang baru datang di Ternate. Dia menuju pantai bertebing dan memotretnya dari atas tebing. Keasyikan motret, akhirnya dia tidak waspada sehingga terpeleset jatuh ke laut dan tenggelam.
Kemudian flash back lah cerita semasa kecil di Jakarta. Cerita yang dinarasikan oleh Gita, adik Gagah ini menggambarkan bahwa Gita dan Gagah sangat dekat seakan-akan soulmate. Kedekatan ini bertambah hingga dewasa. Keduanya semakin kompak. Gagah menjadi model yang super sibuk, saat Gagah bekerja pun Gita ada di sana.
Sampai kemudian, Gagah mengunjungi Ternate. Di sana dia ada keperluan kuliahnya. Nah, sepulangnya dari Ternate ini Gagah berubah drastis. Menjadi tidak seru lagi menurut Gita. Hubungan kakak adik itu tampak retak. Gitanya sih baper hehehe.
Salah satu yang nggak bikin keren pada Gagah adalah masalah jenggot Gagah. Walau ini sunnah dalam Islam, tapi Gita belum mengerti. Oh ya, aku melihat Gagah yang hijrah ini juga aneh. Jenggotnya aneh. Palsu! Hahaha. Apa karena totalitas untuk menumbuhkan jenggot tidak sempat karena kejar jadwal tayang? Atau memang nggak tumbuh? Entahlah.
Suatu ketika Gagah dan teman-teman rohisnya berpapasan dengan sekumpulan temannya yang dulu. Mereka sedang bernyanyi-nyanyi lagunya Virzha. Padahal Virzhanya sendiri ada di belakang mereka. Di antaranya ada Joshua. Joshua menegur, “Ih, kok sekarang jenggotan? Kayak itu yang bunyi mbeeeeek. Mending kumisan kayak kucing. Meong.. meong.”
Gagah tak sakit hati, dan menjawabnya seraya bercanda, “Kalau nggak punya jenggot nggak punya kumis kayak apa?”
Virzha yang berperan sebagai orang asing di belakang mereka kemudian nyeletuk menjawab dengan menirukan suara hewan, “Guk guk guk… Auuuu.”
Lucu deh aslinya hehehe.
Sebelum film dimulai tadi di depan layar ada Mas Gagah dan Nadia diwawancarai. Film sudah berlangsung 1 jam nih. Dimana nama Nadia kok nggak muncul-muncul?
Sampai akhirnya menjelang akhir film disebutlah nama Nadia. Nadia disebut-sebut oleh Tika. Ceritanya Tika mendadak berhijab terinspirasi oleh saudaranya: Nadia. Walau tinggal di Amerika, Nadia juga memutuskan berhijab.
Inilah puncak alur cerita. Beberapa waktu kemudian ada scene-scene yang bikin emosi. Penonton dibuat penasaran bagaimana kelanjutannya. Eh, tiba-tiba kembali ke Mas Gagah tenggelam di Ternate. Kemudian tampillah cuplikan-cuplikan KMGP 2. Bersambung saudara-saudara!
Jadi, kalau penasaran sama kelanjutan cerita, dan peran Nadia seperti apa, nantikan KMGP 2 ya. Nggak sabar. Kapan tayang ya?
Film selesai, begitu keluar studio, langsung nemu semacam press conference berikut ini. Kepenuhan orang, aku foto-foto bentar. Dan, aku pun juga tak kalah pengen foto juga. Bukan foto sama bintangnya, tapi foto sendiri sama Keikei. Tapi di luar ya, karena area bioskop remang-remang, ntar hasilnya jelek. Hihihi.



Keripik Pisang Gobana: Teman Ngemil Untuk Semua

Hari-hariku kini sungguh gaduh. Pagi-pagi sudah ada yang teriak-teriak karena kehilangan sesuatu, “Bundaaaaaa. Keripik pisangku yang coklat manaaaa?”
Rupanya anakku yang mau berangkat sekolah sedang buru-buru menyiapkan bekalnya. Tapi di saat yang lain pun begitu. Kali ini giliran suamiku yang kebingungan. “Bunda, keripik pisang yang ada sambelnya kemarin taruh mana ya?”
“Emang mau kemana?”
“Mau facebookan aja, sambil ngemil.”
Gubrak.
“Tadi sambal petirnya dihabisin? Tahu yang rasa durian gak?” tanyaku tampak tergesa-gesa.
“Emang mau kemana?”
“Ya dimakan aja, laper banget. Belum nanak nasi.”
Gubrak lagi.

Sejak hari itu, kami sekeluarga kena demam Gobana. Dikit-dikit kangen. Dikit-dikit kangen. Semacam orang ketagihan. Mulai dari bayiku, anak balitaku, saudaraku yang menginjak masa remaja, aku sendiri sebagai emaknya, bapaknya, sampai si nenek doyan Gobana. Hari itu adalah hari bersejarah karena itulah hari pertama kami mengenal Gobana. Pada hari itu pula Gobana dilaunching secara resmi, tepatnya pada Minggu, 10 Januari 2015 di Roemah Snack Mekarsari Sidoarjo.
Di siang yang panas itu, kami melihat video profil Roemah Snack Mekarsari dan pemiliknya, Ida Widyastuti. Dari situ saya terheran-heran. Bagaimana mungkin yang dari luar tampak cuma toko camilan biasa, tapi proses bisnisnya sangat keren. Mulai dari penanaman, proses produksi, hingga pendistribusiannya. Semua berskala besar. Bukan hanya untuk memenuhi stok toko, tapi juga untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri.
Awalnya, Roemah Snack Mekarsari tidak sebesar sekarang. Mekarsari dirintis dari skala kecil. Kala itu, Ida yang merasa bosan dengan kesehariannya yang itu-itu saja setelah resign dari pekerjaannya karena menikah, mencoba berjualan emping melinjo dari pasar ke pasar. Berkat ketekunannya, bisnis emping melinjonya kian besar dan menggandeng 100-an UKM untuk dibantu pemasarannya melalui Roemah Snack Mekarsari.
Pada tahun 2005, usahanya merambah ke keripik pisang. Usaha ini terus dijalani dengan gigih hingga membawa hasil yang lebih besar. Kini, omsetnya mencapai 10 ton snack per hari. Dengan kebutuhan pasar yang semakin besar, Ida tidak bisa mengandalkan pasokan pisang dari pengepul saja. Akhirnya, ia bekerja sama dengan petani pemilik lahan kosong untuk ditanami pisang. Bisnis ini ternyata juga bermanfaat bagi lingkungan. Lahan yang kosong dan tidak subur diberdayakan kembali. Limbah kulit pisang dijadikan makanan ternak. Limbah bonggol pisang bisa dijadikan kompos. Tak heran jika Ida dianugerahi The Green Enterpreneur Wirausaha Wanita Femina-Mandiri dan Pemenang 1 Wirausaha Wanita Femina-Mandiri pada tahun 2012.
“Together We Can Do More“, ujar wanita yang juga meraih penghargaan Ernst & Young dan Perempuan Inspiratif Nova itu. Itulah filosofi bisnis Roemah Snack Mekarsari. Dengan kebersamaan, kita dapat melakukan hal yang hasilnya lebih besar. Semua pihak dirangkul, sehingga banyak yang merasakan manfaat hadirnya Mekarsari. Ratusan UKM, petani, peternak, karyawan, reseller, sampai orang-orang yang membutuhkan.

Gobana, Super Size Banana Chips
Gobana adalah produk keripik pisang hasil diversifikasi dari produk pendahulunya Go Banano yang khusus untuk dijual online. Go Banano sudah terlebih dahulu didistribusikan secara offline baik di berbagai supermarket dalam negeri hingga mancanegara.
Dahsyatnya, sebelum launch produk baru Gobana ini, tim Roemah Snack Mekarsari sudah melakukan promosi penjaringan agen dan distributor. Hasilnya pun tak mengecewakan. Terbukti sudah ada orderan 10.000 pcs keripik pisang Gobana hanya dalam waktu seminggu buka order.


Kita bisa mendapatkan satu pack Gobana dengan kocek sekecil Rp. 15.000. Lalu apa saja keistimewaan Gobana, yang diluncurkan di awal tahun 2016 ini? Berikut detailnya.
1. Super Size Banana
“Is this really Banana?” tanya penduduk Arab takjub.
“Yes, this is making of supersize banana.” Jelas Ida saat mengunjungi jazirah Arab, dengan gaya bahasa Inggrisnya yang salah paham. Gue salah, Lo paham. Begitu candanya.
Ya, titik keunikan produk Gobana adalah pada ukuran keripiknya yang super besar. Mengapa bisa besar sekali? Karena Gobana menggunakan pisang agung alias pisang tanduk. Alasan menggunakan pisang super besar ini bukan cuma untuk menunjukkan pada konsumen bahwa keripik pisang Gobana berbeda dari keripik pisang yang lainnya. Hal ini juga didasari atas kepedulian terhadap lingkungan. Ida melihat pisang agung yang ketersediaannya melimpah tanpa mengenal musim sering dibuang karena kebutuhannya musiman. Kata petani, pisang agung itu hanya laku saat perayaan lebaran, maulud nabi, atau selama bulan puasa. Diluar bulan perayaan itu, pisang dibuang-buang sehingga mubadzir. Oleh karena itu muncullah ide memanfaatkan pisang yang tak disayang ini agar naik kelas dan disukai orang banyak. Ida mengubahnya menjadi keripik pisang dengan selling point ukuran raksasanya.

2. Kemasan Pun Dapat Bercerita
Desain kemasan Gobana begitu atraktif dan menarik. Gobana membidik pasar online, yang tentunya didominasi oleh anak muda atau usia produktif. Oleh karena itu, desainnya dibuat eye catching bagi anak muda. Dengan kata lain: gaul. Tampak ilustrasi grafis pisang seperti gambar kartun yang pasti disukai remaja. Ilustrasi tersebut menunjukkan pisang yang berukuran besar. Desain ini tidak main-main karena melibatkan konsultan.
Gobana mudah dikenali dengan berbagai atribut khasnya yang menempel pada kemasan. Terdapat nama Roemah Snack Mekarsari sebagai nama produsennya. Tulisan Gobana dengan logo ® yang berarti telah terdaftar (registered). Varian rasa di pojok kiri atas mudah dikenali, sehingga memperkecil risiko tertukar. Tertukar orderan, tertukar dengan teman, atau tertukar apapun karena salah ambil.
Bagian pojok kanan bawah terdapat kandungan gizi dan berat bersihnya. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan gizi ini tidak asal diisi, melainkan berdasarkan penelitian yang dilakukan lembaga yang kompeten seperti Sucofindo. Tampak pada tabel terdapat berapa kandungan kalori per sajiannya, juga total lemak, karbohidrat, protein, kalium, kalsium. Dan yang tak kalah menarik, keripik pisang Gobana ini mengandung vitamin B6 yang cukup tinggi. Mampu mencukupi kebutuhan harian kita hingga 70%.
Dari segi keamanan pangan, Gobana sudah terjamin. Gobana memiliki izin P-IRT dari dinas kesehatan, serta mengantongi sertifikat halal dari MUI. Jika kita ragu dengan komposisinya, kita bisa menilik bahan apa saja yang dipakai. Itu tercantum di bagian kiri bawah kemasan. Tenang saja, semua bahan aman dimakan dan terbuat dari kualitas premium. Umur simpannya juga sudah ditentukan. Kita bisa melihatnya di bagian bawah kemasan.
Jangan lupa membuang kemasan yang kosong ke tempat sampah. Anjuran ini terlihat dari logo yang tercantum di bagian bawah. Yang bikin bangga, Gobana ini asli buatan Indonesia. Logo 100% Indonesia akan membuat kita dan bangsa asing tahu kalau ini buatan Indonesia.
Sebelum membuka kemasan, kita diperintah untuk menyobek atau menggunting di bagian tertentu. Hal ini sudah ditandai dengan garis putus-putus yang ada guntingnya. Saat belum habis, kita diperintah lagi, “Tutup ulang di sini.” Tutup kembali bukan dengan karet, ya. Kita tinggal merapatkan zip lock-nya.

3. Kemasan Eksklusif, Inovatif, Solutif
Kemasan Gobana adalah kemasan yang eksklusif dan inovatif dengan bahan dasar alumunium foil. Alumunium foil memiliki kerapatan pori-pori yang lebih tinggi dibandingkan kemasan plastik PP. Jika plastik PP yang memiliki pori-pori besar umur simpannya 3-4 bulan, maka dengan pori-pori yang lebih kecil, alumunium foil membantu memperpanjang umur simpan hingga 1 tahun. Meski kemasannya terbuat dari alumunium foil, bagian pembukanya mudah disobek.
Selain itu, kemasan Gobana ini merupakan kemasan solutif. Selain karena memperlama masa simpan, juga terdapat zip lock yang mempermudah kita untuk menyimpannya kembali tanpa takut melempem.

4. Punya 8 Varian Unik
Sebelum dilaunching ke pasaran, Ida melakukan survei terlebih dahulu selama 2 bulan untuk menentukan rasa yang akan dikeluarkan. Meskipun segmentasi pasarnya berbeda (online vs offline), varian rasa Gobana tidak serta merta sama dengan Go Banano. Varian rasa Gobana dibuat berbeda dari Go Banano, bahkan dari keripik pisang lainnya yang sama-sama dijual online.
Survei rasa yang dilakukan cukup sederhana. Semua keripik pisang yang dijual online dicermati rasanya oleh Ida. Kemudian dari situlah tercetus rasa yang benar-benar baru, seperti D’Sambal Petir, D’Rujak, dll. Walau survei pasarnya sederhana, peracikan resepnya butuh sedetail mungkin hingga dapat menciptakan cita rasa unik namun tetap nampol!
Bahan baku serta bumbu-bumbunya berasal dari pilihan terbaik. Ini merupakan tanggung jawab moral Ida Widyastuti sebagai pencipta resep keripik pisang Gobana sendiri. Keripik pisangnya tidak boleh menimbulkan masalah kesehatan bagi pelanggannya. Yang dijadikan tester pertama kali adalah anaknya. Misalnya Classic Caramel Durian tidak enak, berarti kurang terasa duriannya. Hot Spicy cuma terasa pedas doank, kurang terasa cabenya, maka diperbaikilah racikannya. Jika anaknya baik-baik saja, tidak sakit perut, tidak mencret maka racikan bumbu keripik pisangnya aman. Kita simak yuk, kedelapan macam rasa keripik pisang Gobana.
Pisang D’Sambal PETIR

Ida ingin menciptakan tradisi yang baru dalam memakan keripik pisang. Biasanya kalau pakai sambal itu keripik singkong, keripik kentang, kali ini adalah keripik pisang. Tradisinya tetap tradisi Indonesia.
Keripik pisang dalam kemasan varian D’Sambal Petir ini memiliki rasa yang gurih. Di dalam kemasannya terdapat satu sachet sambal petir. Sambal ini dapat dicocol dengan keripik pisangnya. Mendengar kata petir sudah terbayang ya bagaimana lecutan petir yang pedih menggigit. Yup, sambal petir sendiri adalah sambal yang pedasnya di atas rata-rata. Roemah Snack Mekarsari juga memproduksi sambal dengan merek “Jeng Ida”. Diantaranya sambal bawang dan sambal petir. Sambal bawang ini pedasnya biasa. Sedangkan sambal petir level pedasnya lebih tinggi lagi.
Kalau mau makan rame-rame sambel petir ini bisa dituang di lepek, kemudian dibuat rebutan deh, nyocolnya. Seru, kan? Nah, kalau lagi makan sendirian tak perlu repot-repot cari piring atau lepek untuk menuang sambalnya. Cukup gunting kemasan sachet sambal. Celupkan keripik pisang langsung ke dalamnya.
Oh, ya ternyata kalau diperhatikan, tanggal kadaluarsa keripik pisang dengan sambalnya itu berbeda, meski dalam satu kemasan. Berarti penentuan tanggalnya tidak asal dan main tebak saja. Pasti ini berdasarkan penelitian umur simpan terlebih dahulu.

Pisang D’Rujak

Varian Pisang D’Rujak terbuat dari keripik pisang yang dibalur bumbu rujak, kemudian digoreng lagi. Rasanya gurih pedas manis. Persis bumbu rujak manis. Karamel gula dan potongan kulit cabenya masih terlihat, lho. Sayang umurnya tidak awet. Begitu dibuka langsung habis. Nggak bisa ngerem makan soalnya. Hehehe.

Japanese Green Tea

Biasanya jika aku menghadapi yang namanya Japanese green tea sudah eneg duluan. Aku nggak suka rasa pahitnya. Bahkan untuk perasa di makanan tertentu udah bikin mual-mual. Tapi untuk rasa green tea di keripik pisang Gobana ini tidak. Bisa aku telan lho. Rasanya manis, dan khas Japanese Green Tea-nya masih terasa banget.
Varian Japanese Green Tea ini adalah varian terlaris ke-3 setelah varian Pisang D’Sambal Petir dan Pisang D’Rujak. Rasa teh hijaunya bukan berasal dari perisa, melainkan bubuk teh hijau asli. Kualitasnya pun premium. Bayangkan, per kilo bubuk teh hijaunya saja seharga Rp.640 ribu. Wow! Jadi dijamin puas deh dengan rasa yang satu ini.

Cheese

Rasa pisang keju yang satu ini benar-benar terasa kejunya. Bumbu kejunya tidak 100% cheese yang terasa asin. Ada rasa susu dan sedikiiit manis. Lebih dominan ke gurih. Ternyata memang dalam racikannya ditambahkan milk powder.
Choco Banana

Keripik pisang Gobana varian Choco Banana adalah keripik pisang yang bertabur bubuk cokelat. Enak, kok. Ini favorit anakku.
Classic Caramel Chocalate

Rasanya memang sama dengan Gobana Choco Banana. Sama-sama cokelat. Tapi ini cokelatnya tidak berupa bubuk, tetapi dicampur karamel. Terlihat, kan kilat-kilat karamel cokelat klasik yang menggoda? Menurut lidah saya, Classic Caramel Chocolate ini lebih enak dan memuaskan dibanding Choco Banana.
Classic Caramel Durian

Beli keripik pisang bonus durian cuma ada di Gobana rasa Classic Caramel Durian. Masih dengan karamel tentunya ada kesan lengket-lengket sedikit antar kepingnya. Varian karamel durian ini terasa banget duriannya, selain rasa manisnya. Jangan salah. Lagi-lagi keripik pisang yang satu ini benar-benar premium karena tidak memakai perisa. Rasa duriannya berasal dari pasta durian yang sangat kental. Pasta durian ini berbeda dengan perisa yang sangat encer karena konsistensinya kental. Oleh karena itu, harga pastanya pun mahal. Satu liter pasta durian bisa mencapai 150 ribu rupiah. Tapi jangan khawatir. Harga Gobana varian apapun tetap sama, kok.
Hot Spicy

Hot Spicy adalah varian keriping pisang yang terdapat baluran bumbu pedasnya. Namun, tak hanya pedas, bumbunya terasa aroma cabenya. Lagi-lagi di sinilah letak keunikan Gobana yag selalu mengedepankan kualitas. Selain bumbu tabur pedas, Hot Spicy juga dicampur dengan bubuk cabe kering.
5. Always Fresh From The Oven
Jika kita membeli keripik pisang Gobana, jangan khawatir mendapat stok lama. Roemah Snack Mekarsari tidak pernah menimbun keripik pisangnya dalam jumlah banyak. Keripik pisang Gobana selalu baru setiap harinya. Dalam sehari produksi beberapa ribu pack langsung habis diorder. Sehingga besoknya pasti produksi yang baru lagi.
6. Kualitas Ekspor
Roemah Snack Mekarsari sudah berpengalaman memproduksi keripik pisang selama lebih dari 10 tahun. Selama itu pula keripik pisang hasil produksinya selalu terjaga kualitas dan cita rasanya. Bukan pasar dalam negeri saja yang suka. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga suka. Bahkan keripik pisang produksi Mekarsari sudah melanglang buana hingga Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Bahrain, dan Saudi Arabia.
7. Demi Kepedulian Sosial
Selain rasanya yang enak, kita bisa memperoleh pahala, lho dengan membeli keripik pisang Gobana. Roemah Snack Mekarsari mengadakan program “Sharing, Caring, and Loving”. Dalam program tersebut, sebanyak Rp. 200 akan disumbangkan untuk ibu melahirkan dan anak yatim Indonesia. Jika kita tidak sempat sedekah, walau kecil-kecilan, dengan membeli Gobana kita sudah berperan dalam kepedulian sosial.
Ida menolak jika program ini disebut CSR (Corporate Social Responsibility). Program CSR biasanya diadakan sewaktu-waktu. Namun Program Sharing, Caring, and Loving ini diadakan selamanya tak mengenal batas waktu. Memang nominal terlihat kecil untuk satu pack-nya. Tapi jika dalam jumlah banyak, misalnya 10.000 pcs menjadi berati juga kan untuk disumbangkan?
Ide awal program ini adalah dari pengalaman Ida sendiri. Ia terketuk hatinya saat berjumpa dengan ibu yang baru melahirkan namun tidak bisa pulang karena belum membayar biaya persalinannya. Selain itu, ini merupakan dorongan untuk mensejahterakan ibu bersalin yang tidak mampu. Sebabnya, ibu kandung Ida meninggal saat melahirkan dirinya sehingga sampai saat ini Ida tidak tahu bagaimana wajah ibunya.
Penyaluran dana sosial ini tidak diserahkan pada yayasan lain. Ida sendirilah yang memantau keluar masuknya kas, tidak boleh ada data yang menyimpang sehingga bisa dipertanggungjawabkan. The Great Team of Gobana berhak mengajukan penggunaan kas sosial. Kemudian dilakukan survei akan kebenarannya. Jika benar, maka dana langsung disalurkan untuk ibu bersalin yang tidak mampu. Sementara untuk anak yatim, dana sosial digunakan untuk memberdayakan mereka.
8. Ada Peluang Usahanya

Jika sudah keranjingan Gobana, kita juga bisa lho mengambil peluang usahanya. Daripada duit didiamkan sebagai deposito. Paling kan bunga deposito tuh kecil sekitar 1% per bulan. Mending duitnya kita putar buat usaha. Keuntungan perbulannya sangat lebih dibanding bunga deposito.
Saat ini Gobana menerima reseller, agen bahkan distributor center. Syaratnya mudah, cuma perlu stok order mulai 50 pcs. Banyak keuntungan yang didapat. Tingkat agen misalnya. Agen hanya perlu order sebanyak 100 pcs, dapat spanduk gratis berukuran 2×1 meter. Juga dapat paket snack Makaroni Rendam 3 rasa serta satu paket keripik singkong 2 rasa. Paket snack gratis ini untuk kita cicipi dulu, siapa tahu bisa kita jual juga kalau cocok dengan rasanya. Bisa nambah pundi-pundi lagi, deh.
Seluruh reseller, agen, dan distributor berhak mendapat Family Card yang menandakan kita termasuk The Great Team of Gobana. Hal ini berarti kita adalah satu keluarga. Jadi tidak sekadar partner kerja saja. Lebih menarik lagi, kita juga memperoleh member card Roemah Snack Mekarsari yang bisa kita gunakan untuk membeli snack di sana dengan diskon khusus.
Menjadi distributor lebih istimewa lagi. Selain diskonnya paling besar, kita juga mendapat iklan gratis melalui semua sosial media milik Roemah Snack Mekarsari. Selain itu kita juga dipromokan melalui radio, media cetak, dan disebutkan dalam event-event yang diikuti Mekarsari.
Selama 3 bulan ke depan (Februari, Maret, April 2016) ada program Gobana Go to Malaysia, Gobana Go to Singapore, dan Gobana Go to Thailand. Bonus jalan-jalan ini khusus untuk agen dan distributor yang mencapai target penjualan tertentu. Perhitungannya merupakan akumulasi selama 3 bulan tersebut. Nah, untuk penjelasan syarat, ketentuan serta keuntungan menjadi reseller, agen, dan distributor Gobana bisa langsung cek ke website resmi Gobana ya.

Selesai menjelaskan tentang Gobana, Ida Widyastuti meresmikan peluncurannya. Peresmiannya bukan dengan pita, melainkan dengan unjuk gigi alias gigitan pertama yang dinikmati oleh Ida sendiri bersama teman-teman yang hadir. Sembari melewati sesi tanya jawab, kita disuguhi tester 8 varian unik keripik pisang Gobana. Beruntung banget deh, jadi tester pertama yang bisa mengenalkan uniknya rasa keripik pisang Gobana. Dengan demikian, aku bisa menularkan demam Gobana ini ke anggota keluarga. Kamu juga tertarik?




Cara Tepat Memakai Celana Bagi Muslimah
“Muslimah itu nggak boleh pakai celana, lho!”
“Oh ya? Kenapa?”
“Nanti kan bisa menyerupai laki-laki.”
Pernah nggak, timbul kekhawatiran atau perasaan penasaran hukum memakai celana bagi muslimah dalam Islam? Jangan khawatir. Jawabannya bukan haram kok. Karena wanita zaman Rasulullah juga memakainya.
Para wanita di zaman Rasulullah dulu memakai celana panjang berbarengan dengan baju panjang juga, yang biasa kita sebut dengan gamis. Dengan memaki celana ini aurat akan tertutup sempurna jadi tidak khawatir tersingkap. Kalau suatu saat jatuh atau tertiup angin seperti posenya Marilyn Monroe kan jadi aman.
Dalam hadits yang diriwayatkan Baihaqi, Rasulullah pernah bertemu dengan seorang wanita saat mengendarai seekor keledai, lalu terjatuh. Awalnya Rasulullah memalingkan wajah karena khawatir melihat aurat wanita itu. Namun, ketika dikabari wanita itu memakai celana panjang di dalam jubahnya, lalu Rasulullah bersabda:”Ya Allah, ampunilah para wanita yang menutup aurat mereka dengan celana panjang.”
Kemudian Rasulullah memerintahkan kaum laki-laki dan wanita menjaga tersingkapnya aurat mereka dengan memakai celana panjang di dalam jubah. Kemudian Rasulullah berdoa, “Ya Allah, ampunilah wanita-wanita umatku yang memakai celana.”
Jadi, rumus syar’i wanita untuk memakai celana adalah GAMIS + CELANA.
Pertanyaan selanjutnya, celana model apa nih? Model apa ajah asal nggak ketat seperti legging, jegging, dan sejenisnya walau kainnya tebal. Kita bisa memilih model cutbray, lurus, jogger pants, aladin, dll.
Celana Ketat Masih Boleh
Beneran? Boleh pakai celana ketat? Katanya menampakkan lekuk tubuh. Beneran deh, tapi ada syaratnya:
- Hanya dipakai jika ada suami dan anak perempuan di dalam rumah.
- Dipakai jika sendirian di dalam kamar.
- Jangan dipakai jika tinggal bersama anak lelaki ataupun adik laki-laki yang sudah baligh.
- Jangan dipakai jika ada adik ipar atau kakak ipar laki-laki.
- Jangan dipakai jika ada laki-laki yang bukan mahram.
- Tidak dipakai sebagai bawahan.
Jika Terasa Aneh
Kadang kalau kita belum terbiasa pasti merasa aneh memakai pakaian double. Jika bukan kita sendiri yang merasa aneh, pasti orang lain yang menilai kita, “Ih, pake baju kok dobel-dobel!”
Jika sudah begitu, please, percaya diri aja lagi. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Tak usah pedulikan kata orang. Ini kan urusan kita sama Tuhan. Kita sedang berburu pahala menjalankan sunnah, bukan?
Secara logika pun ada keuntungannya.
- Aman jika naik motor/sepeda hadap depan.
- Naik tanjakan, menaiki tangga, nggak khawatir ada yang ngintip dari bawah.
- Walau gamis jersey tidak direkomendasikan karena mencetak lekuk tubuh, tapi kalau terpaksa memakainya, hendaknya padukan dengan celana. Ini akan membantu ngecapnya kain jersey di lekuk tubuh kita dan (sssst) pakaian dalam kita tidak begitu kelihatan.
Nah, berani pakai celana panjang secara syar’i sekarang?
–Disarikan dari buku JILBAB BUKAN JILBOOB (Gramedia)–

Rosie Pao Hongkong

Berkali-kali lewat, tapi aku tak pernah mempedulikan booth bernuansa merah itu. Booth makanan khas Hongkong itu ada di lantai 2 Terminal 2 Juanda Airport. Nah, karena kali ini aku mengajak mama, kebetulan mama tertarik sama makanan unik yang dijual.
Makanan khas Hongkong itu adalah pao, juga biasa disebut bakpao dengan merek Rosie Pao. Bentuknya mawar mungil, lucu dengan warna-warni yang menawan. Ada hijau, putih, Pink,cokelat, dll.
Hal pertama yang terpikir adalah kehalalannya. Mengingat ini seperti makanan asing. Namun, di boothnya ada logo halal. Insya Allah amanlah ya.

Mau tahu rasanya? Sebenarnya macam-macam. Kacang, kacang hijau, cokelat, dll. Beda warna juga beda rasa. Tapi aku hanya tertarik dengan rasa kacang hijau sebagaimana aku biasa beli bakpao yang biasa.
Kemudian mama menanyakan harganya. Well, cukup menohok sebenarnya hahaha. Mbak penjaga stannya bilang ini Rosie Pao ini cuma ada di Surabaya Juanda ini dan Balikpapan. Karena penjelasan keeksklusifan itulah, kami terus maju membayar. Soalnya penasaran kayak apa sih bakpao mahal.
Hal menarik selain keimutan bentuk bakpao adalah kemasannya. Kemasannya juga berwarna-warni. Jadi sayang kalau dibuang. Nanti kalau udah habis dibuat tempat apaaa gitu rencananya. Unik sih.

Oh ya, ternyata setelah diterima, bakpao ini diluar ekspektasi. Bukan karena rasanya. Bakpao ini ternyata tidak hangat. Tapi di kemasannya sudah ada saran penyajiannya kok. Hangatkan selama kurang lebih 10 menit lebih terasa enaknya. Masalah rasa not badlah. Malah enak kok. Cocok untuk dibuat oleh-oleh. Nyatanya, setelah kami beli sekotak. Kami tambah lagi buat oleh-oleh. Padahal udah beli oleh-oleh :p
For you to know:
1 buah Rp. 13.500
Sekotak isi 5 pcs Rp. 65.000
Sekotak isi 10 pcs Rp 125.000
PROMO! Beli 2 kotak isi 10 pcs BONUS 1 kotak isi 5 pcs.
100 Doraemon Secret Gadget Expo Surabaya

Hari ini Tsaqiif terima rapor. Errr.. Tepatnya saya, Bundanya yang terima. Ustadzahnya nanya, “Mau liburan kemana nih, Mas Aqif?”. Pertama ke Doraemon Expo dulu bu, jawab saya dalam hati. Nggak berani sampai keluar suara, hehehe.
Saya memang merencanakan akan mengunjungi 100 Doraemon Gadget Expo sejak pre-launchingnya. Fyi, pameran ini sudah pernah diadakan di Ancol waktu Pebruari lalu. Sebelum pameran dimulai, ada promo beli tiket preorder murah di Alfamart. Beli 1 gratis 1. Jadi, rencana saya beli 2 tiket ajah. Tapi takdir berkata lain. Ke Alfamart pun gak sempat-sempat. Hingga hari ini, Sabtu, 19 Desember 2015 secara tak sengaja saya menemukan promo tiket Doraemon Expo di Gramedia.
Sehabis mengambil rapor, saya memang rencana beli buku di Gramedia. Kemudian setelahnya barulah cussss ke Doraemon Expo. Eh, nggak taunya di Gramedia, tepatnya Gramedia Expo Basuki Rahmat Surabaya (Dyandra Convention) disambut sama banner yang berdiri tegak bertuliskan (kurang lebih): Pembelian buku anak atau komik terbitan Elex Media Rp. 100.000 gratis 1 tiket. Begitu mata melihat, otak langsung bekerja. Kebetulan, nih! Habis dari toko buku ini kan emang mau kesana. Daripada saya menghabiskan uang Rp.90.000 untuk tiket doang, mending saya beli berupa buku. Buku saya miliki, tiket saya kasih ke petugas tiket. Iya, kan?
Jadi opsinya karena saya datang dengan 2 orang dewasa, 1 orang anak berbayar, 1 bayi gratis, adalah sebagai berikut.
- Saya beli buku sejumlah total min Rp. 300.000 biar dapat 3 tiket –> Total sekitar Rp. 300.ooo
- Saya beli buku sejumlah total min Rp. 200.000 dapat 2 tiket, kemudian beli tiket anak Rp. 55.000 –> Total sekitar Rp. 255.000
- Bandingkan dengan membeli tiket di lokasi (2 x Rp. 90.000) + Rp. 55.000 –> Total Rp. 235.000
Kalau mengejar murah ya beli tiket doang, tanpa mengejar buku. Berhubung saya pecinta buku, dan ga mau rugi sia-sia ngeluarin budget buat tiket aja, ya saya memilih opsi 1. Dapat bukunya lebih banyak. Untuk investasi bacaan anak juga. Bukan komik men, buku pengetahuan dan cerita kok :p
Oleh karenanya saya hunting buku-buku apa saja yang akan masuk tas belanja. Haduh, padahal niat ke sini perlu 1 buku incaran saya, kok ya jadinya spend berlebih. Saya ambil buku pengetahuan WHY, dan seri pengetahuan lainnya. Total Rp. 305.000. Sampai kasir katanya tidak berlaku kelipatan. Waduh, tiwas lama-lama milih, harus milih lagi ni, ngepas-ngepasin per struk agar 100 ribuan. Saya harus rela menukar seri pengetahuan dengan komik Doraemon yang 20 ribuan. Jadi satu struk gandengannya Seri pengetahuan (75-80ribu) + komik (20-30rb). Sampai di kasir lagi, eh ternyata bisa diakumulasi. Hmm, ngapain ya aku tukar-tukar. Mana totalnya lebih mahal, jadi sekitar Rp. 318.000. Nasib.
OOT dikit, mungkin ada yang suka buku anak dari BIP. Ada promo bundel. Beli buku yang harganya Rp. 195.000 (isi 2 buku tebal-tebal) gratis langganan majalah atau tabloid. Ada juga paket buku BIP lain yang totalnya Rp. 175.000 hadiahnya tutup pensil dari flanel bentuk hewan-hewan imut. Saya beli dua-duanyaaaa, hiks. Pas di kasir, total 2 buku itu kan >250 ribu. Ada banner min beli buku BIP grup Rp. 250 ribu gratis 1 set tupperware anak. Tapi waktu yang ini yang bayar suami, jadi gak begitu teliti. Kenapa ya gak otomatis bonusnya, di komputer kasirnya. Jadinya harus saya klaim dulu setelah pembayaran. Tapi lumayanlah, beli BIP, bonusnya berlipat-lipat.

Ini dia tiketnya
Setelah dari Gramex, kita langsung menuju Grand City, tempat diadakannya 100 Doraemon Secret Gadget Expo. Berhubung waktu sudah agak sore, kita makan dulu, baru deh ke exponya. Memasuki ruang expo, kita harus melewati terowongan lorong waktu dulu nih. Baru deh terlihat beberapa booth sejarah Doraemon. Doraemon itu awalnya punya kuping. Terus digigit sama tikus. Makanya sampai sekarang Doraemon kalau lihat tikus jejeritan.
Doraemon Awalnya Kuning
Kemudian kita sampai pada ruang yang ada Doraemon berjejer-jejer dengan gadgetnya. Mungkin ini ada kali ya 100 buah. Satu peraturan, si Doraemon ga boleh disentuh, biar ga roboh. Jadi kesannya kayak museum gitu. Nah, buat foto-foto yang bisa disentuh atau dipakai ada di ruang selanjutnya. Ada telepon umum, kamera ajaib, panah (sumthin), hopter, dll. Pas di hopter ini kan ada 3 buah. Kita minta tolong sama crewnya buat fotoin. Ternyata crew tidak boleh memfotokan orang. Tugasnya cuma memandu dan menghalau. Menghalau orang yang macem-macem sama Doraemon.
Hopter alias baling-baling bambu
Setelah ruang 3D terdapat stan-stan seperti dorama yang bisa kita buat foto di dalamnya. Saya juga tak melewatkan kesempatan ini. Tapi saya ngantri dulu sebentar sama orang sli Korea kayaknya. Dari dialeknya sih gitu. Di situ ada crew fotografernya. Kita bisa berfoto dengan kameranya sekaligus dengan kamera kita sendiri. Kebetulan setelah foto-foto, kamera saya hasilnya tidak memuaskan. Akhirnya saya belilah versi cetaknya. Satu lembar seharga Rp. 80.000.

Di akhir rute kita akan menemui pernak-pernik Doraemon yang diskonan. Sayangnya harganya tidak wajar. Jadi meski diskon masih kelihatan mahal. Wajar sih, lisensi asli. Misalnya t-shirt harganya Rp. 250 ribuan, kacamata, topi Rp. 99 ribu. Ada juga dorayaki lho.
Foto-foto yang saya pamerkan disini cuma sebagian kecil. Masih penasaran? Langsung ke sana saja. Sampai awal Pebruari kok. Atau lihat video berikut sebagai gambaran.
Peduli ASI Bagi Generasi Islami
Sidoarjo, 13 Desember 2015 – Sepertinya semakin maju zaman, semakin jarang pula yang peduli akan ASI untuk bayi. Semua karena kecanggihan informasi dan teknologi. Hari ini, saya disadarkan oleh kajian Islam yang membahas ASI dari segi agama dengan tema “Peduli ASI Bagi Generasi Islami”. Mengapa kita harus peduli ASI? Ya, kita. Bukan hanya ibu saja. Tapi juga termasuk lingkungannya, orang di sekitarnya.
Kajian yang dilaksanakan di Masjid Darussalam Alfalah Tropodo ini digawangi oleh Salimah, suatu organisasi masyarakat muslimah yang aktif dan peduli dalam peningkatan kualitas hidup perempuan, keluarga, dan anak Indonesia. Narasumbernya adalah Arit Widowati, KL, seorang konselor laktasi yang jam terbangnya sudah tinggi. Beliau aktif berdakwah masalah ASI. Yang bikin takjub itu, di usia yang masih tergolong muda sudah memiliki 4 anak dan semuanya ASI full. ASInya tidak hanya diperuntukkan anak kandungnya saja, tapi juga untuk 12 anak susuannya!
Well, kita kembali ke tema kajian. Lingkungan di sekitar ibu menyusui harus mendukung pemberian ASI. Baik itu ayah, nenek, kakek, tetangga, kakak, adik, tante, paman, teman, dll. Alasan pertama adalah gencarnya komunikasi iklan susu formula. Jika si ibu menghadapinya sendirian tanpa dibentengi lingkungan sekitar, maka dengan mudahnya ibu akan terpengaruh oleh lingkungan. Misalnya, si kakek mengetahui info susu selain ASI yang dikenal bagus untuk bayi. Ia akan merekomendasikannya pada si ibu saat ibu merasa tak mampu memberi ASI. “Ah, gampang kan ada susu ini. Tinggal beli aja. Kalau ga bisa ngasih ASI ya mau gimana lagi?”
Lain halnya jika lingkungan sekitar teredukasi untuk mendukung pemberian ASI. Begitu si ibu mulai putus asa, lingkungannya akan menyemangati. Misalnya menyarankan menemui konsultan ASI, mendukung usaha relaktasi, dan sejenisnya.
Yang wajib peduli pertama kali tentang ASI adalah ayah. Bukan suami. Itulah yang tercantum dalam Al-Qur’an. Mengapa kata ayah yang dipilih? Ini ada kaitannya dengan pemenuhan hak ASI bayi. Perintah mencari keturunan yang baik pertama ditujukan untuk laki-laki. Saat akan berhubungan bikin adik, yang berdoa juga laki-laki. Terbentuknya janin dari sekian juta sel sperma yang terpilih cuma satu sel sperma yang tentu saja dari si laki-laki. Sehingga dalam pemenuhan ASI juga merupakan kewajiban ayah.
Ayah bertanggung jawab dalam hal apa? Tentunya dalam pemberian nafkah. Ayah wajib memberi asupan nutrisi yang baik dan halal agar ibu menyusui sehat dan bayinya tumbuh dengan baik. Ibu bertugas memberi ASI pada bayinya. Dalam Surat Lukman ayat 15 dan Al-Ahqaf ayat 15 terdapat kesamaan, yakni tugas ibu yang berat dalam melahirkan sampai selesai masa penyusuan. Nah, ini nih yang mak jleb. Melahirkan itu berat sepaket dengan menyusui. Tapi tak jarang pula ibu yang lepas tanggung jawab tanpa usaha terlebih dahulu untuk menyusui bayinya. Mereka memilih paket hemat: Hamil dan Melahirkan. Tanpa menyusui, tanpa mendidik anak. Masalah anak, dilimpahkan pada orang lain.
Para Nabi ASI Eksklusif
Nabi Muhammad, memiliki ibu susuan lebih dari satu. Allah tidak membiarkan beliau ‘menyusu pada hewan’. Begitu pula Nabi Musa. Allah memerintahkan ibu Musa untuk menghanyutkan bayi Musa ke sungai. Kalau zaman sekarang sungguh edan bukan? Tapi itulah perintah Allah, yang pastinya akan ada kebaikan. Akhirnya apa? Nabi Musa diambil oleh istri Fir’aun dan diberi ibu susuan.
Tak hanya dalam Al-Qur’an, dalam Hadits pun banyak menyinggung tentang ASI. Salah satunya adalah ketika Rasulullah S.A.W didatangi wanita dari suku Ghamidiyah yang berzina. Wanita itu minta dirajam. Namun Rasulullah menolaknya dan memerintahkan agar menyusui anaknya hingga masanya usai. Setelah disapih barulah hukuman dilaksanakan.
ASI Ibu Susuan
Jika tidak mampu memberi ASI bagaimana? Carilah ibu susuan. Bukan ke toko cari susu murah, hehehe. Hal ini sesuai anjuran WHO. Urutan dalam pemberian susu adalah:
- ASI ibu langsung
- ASI ibu yang diperah kemudian diberikan melalui gelas/sendok/cawan
- ASI ibu susuan (donor)
- Susu formula
Dalam Islam, pemberian ASI donor tidak sembarangan. Jadi pemberian ASI melalui bank ASI yang tidak diketahui asal-usulnya harus dihindari. Mengapa? Karena air susu ibu menumbuhkan tulang dan daging. Bayi yang diberi ASI donor atau disusui langsung oleh pendonor (ibu susuan) akan menjadi anaknya juga, sehingga diharamkan menikah dengan saudara susuannya juga.
Masalah pernikahan inilah yang biasanya dihindari umat muslim, sampai ada yang salah mengerti hingga mengatakan donor ASI haram. Padahal, alasan sebenarnya takut anaknya nggak dapat jodoh. Allah telah mengatur segalanya termasuk jodoh. Contohnya cerita yang dialami Arit sendiri. Tepatnya suaminya. Ternyata, suami Arit punya saudara sepersusuan. Saudara sepersusuannya itu sudah ia kenal sejak lama (namun tidak tahu bahwa itu saudara susuan), dan baru menikah. Dia juga baru mengetahuinya saat akan menikah dengan Arit. Jadi tidak perlu khawatir nggak kebagian. Dan tetap lakukan silaturrahim dengan pendonor.
Begitu perhatiannya Allah dan Rasulullah tentang masalah penyusuan. Ini dibuktikan dari kisah-kisah yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits. Jadi betapa zalimnya kita jika kita tidak peduli masalah ASI untuk bayi.
Banjir Dorprize
Acara ini akhirnya ditutup dengan bagi-bagi hadiah. Doorprize diberikan untuk para penanya. Arit juga menghadiahkan buku Panduan Menyusui untuk ibu yang mau berdakwah ASI. Selain itu, juga ada doorprize untuk ayah termuda, single termuda, dan nenek yang hadir.

Hadiah untuk nenek-nenek yang peduli ASI
Panduan Menyusui yang ditulis oleh dr. Utami Roesli sebagai hadiah untuk Ibu Pendakwah ASI

