Mom, Baby, and Kids

Jenis-Jenis Cacingan Pada Anak dan Dewasa, Gejala dan Pencegahannya

Suatu hari saya melihat si kecil sibuk menggaruk-garuk duburnya.

“Eh, kamu ngapain? Jangan digaruk-garuk nanti tanganmu kena telur cacing.”

“Tapi gatel banget, Bun”

Wah, jangan-jangan si kecil kena cacingan. Soalnya, kan salah satu gejala cacingan gatal-gatal pada dubur.

Pucuk dicinta, ulam tiba. Di sekolah si kecil dibagikan obat cacing. Tapi ternyata bentuknya tablet. Sedangkan anak saya belum bisa menelan obat yang berbentuk tablet. Oleh karena itu, untuk pencegahan baik itu si kecil memang positif cacingan atau tidak, saya cari obat terbaik di internet. Wow, banyak sekali yang saya dapatkan tentang cacingan ini. Saya akan share melalui tulisan ini ya.

Gejala Cacingan Pada Anak dan Dewasa

Ternyata penyakit cacingan tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Gejala cacingan pada orang dewasa dan anak-anak juga bisa berbeda. Kalau pada anak-anak biasanya kita sering jumpai mereka menderita gatal-gatal di sekitar anus karena cacing-cacing bertelur di sana. Tanda lainnya yaitu terjadi penurunan berta badan.

Sedangkan pada dewasa, gejala cacingan secara umum akan timbul rasa sakit perut, diare, mual, muntah, kelelahan, dan berat badan menurun. Namun secara khusus, gejala cacingan berbeda-beda tergantung penyebabnya karena cacing apa. Berikut adalah jenis-jenis cacing penyebab cacingan dan gejalanya.

Jenis-jenis penyakit cacingan dan Gejalanya

jenis-jenis cacingan

1. Cacing Kremi

Kita mengenal cacingan karenan cacing kremi ini dengan istilah kremian. Cacingan karena cacing kremi ini paling familiar karena sering terjadi. Cacing ini banyak menyerang anak-anak, tetapi bisa juga dewasa. Bentuk cacing kremi sangat kecil, sekitar 2-13 mm. Mereka bersarang di usus besar dan rectum.

Infeksi cacing kremi dinilai tidak berbahaya. Meski demikian, penularannya sangat mudah. Hanya dengan bersentuhan dengan orang yang terinfeksi atau barang-barang yang dimilikinya seperti handuk, kita sudah bisa tertular. Bahkan telur cacing kremi bisa beterbangan karena saking kecilnya sehingga bisa terhirup dan tertelan oleh kita.

Gejala kremian atau cacingan karena cacing kremi:

Ruam, iritasi, gatal di sekitar anus terutama pada malam hari, mual, nafsu makan berkurang, hingga nyeri perut.

2. Cacing Tambang

Cacing tambang bisa menginfeksi manusia dengan tinggal di usus kecil. Penyakit cacingan karena cacing tambang dikarenakan si cacing bisa masuk ke pori-pori kulit lalu naik ke pencernaan. Kalau kita tidak memakai alas kaki bisa berisiko terinfeksi cacing tambang. Apalagi kalau lagi berjalan di area perkebunan atau persawahan yang mana tanahnya gembur, lembap, dan bisa juga tanah berpasir, tanah liat atau humus. Akibatnya timbul ruam kaki sebagai gejala awal.

Gejala cacingan karena cacing tambang:

Diare, anemia, kelelahan, menurunnya nafsu makan, serta penurunan berat badan.

3. Cacing Pita

Cacing pita berbentuk pipih, dapat hidup di usus manusia. Bebrbeda dengan cacing kremi yang tidak begitu berbahaya, cacing pita dinilai berbahaya karena tidak hanya menginfeksi usus, tapi juga bisa organ lain seperti hati dan otak. Masa hidupnya pun lama jika tidak segera ditangani, yakni bisa sampai 30 tahun dan mencapai panjang 15 cm.

Cacing pita bisa masuk ke tubuh manusia karena menelan telurnya yang berasal dari daging mentah hewan yang terinfeksi. Biasanya awalnya cacing pita hidup di dalam tubuh babi dan sapi. Tetapi cacing pita juga terdapat di air yang terkontaminasi telur atau larva cacing pita. Jadi kalau minum air yang tidak dimasak atau kurang matang juga bisa berisiko terinfeksi cacing pita.

Gejala cacingan karena cacing pita:

  • Jika menyerang usus: lemas, mual, diare, nafsu makan berkutang, berat badan menurun.
  • Jika menyerang hati: timbul kista pada hati.
  • Jika menyerang otak: sakit kepala dan kejang-kejang.

4. Cacing Gelang

Cacing gelang berbentuk silindris memanjang, kedua ujungnya meruncing. Penyakit cacingan karena cacing gelang disebut ascariasis. Infeksi cacing gelang ini cukup berbahaya juga karena selain di usus juga bisa menyebar ke organ lain seperti paru-paru dan hati.

Telur cacing gelang ditemukan di tanah yang terkontaminasi tinja manusia. Jika tanah itu ditumbuhi tanaman yang akan dimakan manusia, maka manusia yang memakan bahan makanan tersebut akan menderita ascariasis. Selain itu, jika kita menyentuh tanah yang terkontaminasi telur cacing gelang lalu tidak cuci tangan dulu maka bisa terinfeksi juga.

Telur cacing gelang masuk ke usus bisa juga ke paru-paru melalui aliran darah atau aliran getah bening. Jika sudah di paru-paru selama 10-14 hari, telur bisa menuju ke tenggorokan lalu mengakibatkan batuk-batuk. Selama batuk ini, telur bisa terlempar keluar dan bisa juga tertelan kembali menuju usus.

Gejala cacaingan karena cacing gelang (ascariasis):

  • Jika menyerang usus: lemas, sakit perut, diare, mual, muntah, BAB berdarah, nafsu makan dan berta badan turun, dalam feses dan muntah terdapat cacing.
  • Jika menyerang paru-paru: batuk, sesak napas, demam.

5. Cacing Trikinosis

Penyebab cacingan karena cacing trikinosis adalah karena konsumsi daging mentah yang terkontaminasi. Cacing trikinosis tinggal di usus dan bisa berpindah ke otot.

Gejala cacingan karena cacing trikinosis:

Kram pada perut, mual dan muntah, diare, mudah capek, nyeri sendi dan otot, demam, wajah bengkak, serta sensitive terhadap cahaya.

6. Cacing Pipih

Penyakit cacingan karena cacing pipih ditularkan melalui air mentah dan sayuran mentah seprti selada air. Cacing pipih biasanya tinggal di usus dan organ lain.

Gejala cacingan karena cacing pipih:

Demam, menggigil, lemas, letih, nyeri otot, diare, batuk-batuk, dan sesak napas.

Pencegahan Cacingan

Pencegahan cacingan tergolong mudah. Tinggal kita lihat penyebabnya apa, maka hindari hal-hal yang menjadi pusat penularannya. Jadi, kita bisa lakukan hal-hal berikut untuk mencegah cacingan, setelah melihat jenis-jenis cacingan dan penyebabnya yang telah dipaparkan sebelumnya.

  1. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan.
  2. Makan makanan yang dimasak hingga matang, baik itu daging, sayuran, dan air minum.
  3. Pakailah alas kaki terutama ketika berjalan di tanah.
  4. Cucilah tangan sebelum makan, setelah buang air, dan dari luar rumah.
  5. Minum obat cacing setiap 6 bulan sekali.

Konvermex Obat Cacing Keluarga

Jika Anda mencari obat cacing untuk anak maupun obat cacing orang dewasa, maka Konvermex jawabannya. Karena memang Konvermex obat cacing keluarga. Bisa diminum siapa saja oleh seluruh anggota keluarga, baik itu dewasa maupun anak-anak. Yang dewasa bisa minum Konvermex tablet, sedangkan anak-anak bisa minum yang dalam bentuk sirup.

Mencegah cacingan dengan obat cacing bisa dilakukan 6 bulan sekali. Jadi, rutin minum Konvermex tiap 6 bulan sekali dapat mencegah cacingan. Bahan aktif dalam Konvermex adalah pirantel pamoat. Dengan demikian Konvermex menghancurkan cacing di tubuh.

Kalaupun dalam tubuh sudah terinfeksi cacing membasminya tergolong mudah. Tinggal minum Konvermex, beres. Karena mengobati cacingan itu lebih mudah jika dibandingkan mengobati kutu di kepala. Apalagi Konvermex bisa digunakan untuk megobati berbagai jenis cacingan. Cacing kremi, cacing pita, cacing gelang, dan apapun dilibas habis sama Konvermex.

Konvermex Anak

Uniknya, takaran Konvermex ini dijual untuk sekali pemakaian. Jadi karena pemakaiannya sangat jarang, yakni 6 bulan sekali, dosisnya dibuat pas. Kita tidak perlu menyimpan kelebihan obat. Contohnya pada anak saya yang usianya 7 tahun. Umur segitu cukup minum 1x dosis habis dalam 1 botol yang hanya berisi 10 ml. Konvermex dalam sediaan sirup ini ada 2 varian rasa yaitu vanilla dan jeruk. Saya pilih rasa jeruk, dan tidak ada perlawanan dari si kecil. Maksudnya dia berhasil minum tanpa tutup mulut atau banyak kabur. Sedangkan kalau dewasa bisa minum kaplet Konvermex yang mengandung 250 mg pirantel pamoat.

Nah, gimana Bunda? Setelah baca artikel ini bergidik ngeri atau malah semangat menghindarkan keluarga dari cacingan? Yang penting kita harus menyadari penyakit cacingan ini sejak dini ya. Jangan sampai terlambat memberi obat cacing untuk keluarga setiap 6 bulan sekali.

Ayo saling jaga! Jaga keluarga dari cacingan dengan melakukan langkha-langkah pencegahan, dan rutin minum Konvermex 6 bulan sekali.

Semoga bermanfaat, ya!

REVIEW Vitaflow Multi Purpose Sanitizer dan Dry Baby Wipes yang Aman untuk Bayi

Memasuki masa pandemi ini saya menambahkan new normal kit jika bepergian. Jika biasanya di tas berisi dompet, popok bayi, dan baju ganti si kecil, sekarang ada tambahan masker cadangan, hand sanitizer, dan tisu. Kalau lagi rajin saya sedia tisu basah, kalau lagi pengen simple, bawa tisu kering cukup.

Masalahnya, saya agak kesusahan menemukan sanitizer yang aman untuk bayi. Umumnya kan sanitizer itu mengandung alkohol. Sayangnya alkohol ini tidak aman untuk semua golongan. Misalnya bayi, ibu hamil yang biasanya sensitive, bahkan saya sendiri yang punya keluhan dermatitis sering kambuh kalau keseringan pakai alkohol.

Mungkin saja orang tua yang sudah dewasa masih minim mengalami efek samping sanitizer yang mengandung alkohol. Tapi tidak bagi bayi. Efek samping sanitizer alkohol pada bayi misalnya iritasi pada kulit bayi. Alkohol juga bisa membuat kulit kering. Kalau kulit sudah kering akan lebih rentan mengalami gatal-gatal, alergi, dan infeksi. Apalagi alkohol juga bisa masuk ke dalam kulit bayi yang tipis hingga ikut ke dalam aliran darahnya. Jadi, kalau ajak bayi keluar, saya mesti cari tempat cuci tangan dulu. Tidak bisa dikit-dikit semprot habis pegang sesuatu.

Selain masalah kandungan alkohol pada sanitizer ini, saya juga agak males kalau bawa sanitizer yang beda untuk membersihkan hal yang berbeda. Tas kan jadi bulky. Satu sanitizer untuk tangan, satu sanitizer yang biasanya ukurannya agak besar karena tidak tersedia yang kecil, untuk mensterilkan benda-benda. Benda yang harus disterilkan biasanya keranjang belanja kalau sedang ke supermarket, meja makan kalau lagi makan di luar atau nunggu makanan saat take away, dll.

Nah, sekarang saya sudah nemu solusi yang menjawab dua masalah saya tadi. Vitaflow MultiPurpose Sanitizer yang tidak memakai alkohol sehingga aman meski untuk bayi 0 bulan. Pasti sudah familiar dengan Vitaflow, kan? Vitaflow sudah terkenal di bidang penyimpanan ASI. Seperti saya sendiri sudah punya botol ASI-nya, Selain itu juga ada botol susu, Kantong Asi 100ml & 150ml, dll. Multipurpose sanitizer dan dry babywipes ini produk-produk inovasi barunya.

Setelah saya pakai, kamu juga harus tahu nih tentang kelebihan Vitaflow Multipurpose Sanitizer Non Alkohol dan Dry Baby Wipesnya. Silahkan baca terus, ya!

Vitaflow Multipurpose Sanitizer

Vitaflow Sanitizer adalah sanitizer multifungsi non alkohol yang berbasis air tapi efektif membunuh bakteri dan virus. Zat aktif yang digunakan untuk membunuh kuman mikroorganisme bukan alkohol, tapi hypochlorous acid (HOCl). HOCl ini diformulasikan secara alami dari sistem dalam tubuh sebagai komponen yang bekerja untuk melawan bakteri. Kandungan aktif HOCl ini tidak  mengakibatkan efek membahayakan seperti alkohol sehingga aman jika tertelan dan aman bagi kulit sensitif, bayi, balita, anak-anak, hingga ibu hamil. Terbukti, Vitaflow Multipurpose Sanitizer ini lolos uji laboratorium dan mendapat izin dari Kemenkes.

Beneran deh, saya suka dengan konsep sanitizer produk yang diusung #VitaflowBaby ini. Soalnya memang multifungsi. Bisa digunakan sebagai hand sanitizer, bisa sebagai sanitizer berbagai permukaan benda misalnya, mainan, botol susu, meja, alat makan, dll. Jadi, saya tidak perlu repot membawa botol-botol yang berbeda kalau keluar rumah. Cukup satu sanitizer Vitaflow saja.

Oh ya, Vitaflow Multipurpose Sanitizer ini  juga bisa digunakan untuk membasahi Vitaflow Dry Wipes. Kalau sedang tidak bawa air atau belum ketemu air di luar rumah, tapi bawa Vitaflow Sanitizernya, bisa langsung digunakan.

Kemasan

Kemasan Vitaflow Sanitizer ini dari botol plastik. Tutup botolnya sudah langsung berupa spray pump, sehingga gampang untuk pakainya nanti. Tinggal tekan saja, semprot-semprot ke permukaan yang mau dibersihkan, selesai.

Vitaflow Sanitizer ini tersedia dalam 3 ukuran, yaitu 50 ml, 100 ml, dan 245 ml. Masing-masing punya tujuan yang berbeda dalam pemakaiannya.

  • Ukuran 50ml: kemasannya yang mungil pas banget masuk kantong baju si kecil, jadi gampang dibawa kalau keluar rumah.
  • Ukuran 100 ml: bisa dimasukkan ke tas saya, nggak begitu makan tempat.
  • Ukuran 245 ml: kemasannya besar, cocok digunakan untuk di dalam rumah.

Tekstur dan Warna

Tekstur Multipurpose Sanitizer cair seperti air. Tidak lengket, jadi tidak perlu dibilas. Saat disemprotkan tidak terasa sensasi dingin seperti pakai alkohol. Rasanya persis seperti cuci pakai air. Warnanya pun bening menyerupai air. Tidak heran, kalau si kecil habis pakai sanitizer Vitaflow ini di tangan terus ngemut-ngemut tangannya, ga masalah.

Aroma

Tidak ada aroma apapun dalam Vitaflow Multipurpose Sanitizer ini. Wangi juga tidak. Inilah yang bikin aman dipakai segala umur, bahkan mulai bayi 0 bulan.

Vitaflow Baby Dry Wipes Multifungsi (Wet & Dry)

Vitaflow Dry Wipes adalah tisu yang bisa digunakan dalam keadaan kering maupun basah. Bentuknya seperti tisu basah dengan serat yang tebal tapi kering ga ada cairan sama sekali. Menurutku ini lebih aman ya buat bayi. Apalagi kalau kita tidak tahu apa kandungan pembasah dalam tisu basah itu. Bisa jadi ada kandungan alkohol yang tidak baik bagi kulit sensitif, atau juga pengawet seperti paraben yang masih ada isu membahayakannya. Kalau dalam bentuk kering, jika kita mau menjadikannya sebagai tisu basah, kita bisa kontrol. Tinggal basahi dengan air bersih. Kita tahu asalnya dari mana dan bisa bikin mau sebasah apa. Kalau mau digunakan sebagai pembersih atau sekaligus mensterilkan, bisa juga disemprotkan Vitaflow Sanitizer.

Sekarang kalau kemana-mana bawa Vitaflow Dry Wipes enak. Bisa dipakai apa saja, tidak cuma buat bayi. Bisa  untuk membersihkan make up, mainan, tangan, kulit bayi, ganti popok, pengganti celemek bayi (bib), buat bersihkan layar hp, dan segala peralatan. Seperti kemarin, waktu si kecil main di taman, saya bawa Vitaflow Dry Wipes dan Vitaflow Sanitizer. Waktu makan belepotan, tinggal bersihin pake dry wipesnya yang dibasahi air dulu. Lalu saya lihat, tangannya juga kotor sampai kuku-kukunya. Vitaflow Sanitizer bisa disemprotkan ke Dry Wipes untuk membersihkan tangannya. Kalau pakai sanitizer saja kan kotoran-kotorannya nggak bisa hilang semua, kalau dibersihkan pakai tisu kotorannya bisa hilang.

Tisu Vitaflow ini sangat tebal karena berbahan dasar Viscose dan Synthetic sehingga kuat dan tidak gampang sobek. Kalau punya bayi newborn (baru lahir), kan sering BAB encer tuh. Saya bersihinnya pakai tisu. Dulu pakai tisu kering biasa. Tapi nggak enak banget gampang sobek, terus menyisakan remah-remah di kulit bayi. Nah, kalau pakai Vitaflow Dry Wipes ini enak. Kalau dibasahin nggak bakal sobek.

Vitaflow Dry Wipes punya dua varian tekstur. Ada yang Honeycomb, ada yang Satine. Tekstur Honeycomb menjadikannya mampu membersihkan kotoran dengan baik. Sedangkan Tekstur Satine, teksturnya bergaris-garis lebih lembut. Istimewanya, Vitaflow Dry Wipes sudah bersertifikat halal dari MUI dan memiliki izin Kemenkes RI.

Vitaflow dry wipes
Vitaflow Dry Wipes Honeycomb sebelum dibasahi
Vitaflow Dry Wipes oneycomb sesudah dibasahi.
Vitaflow dry wipes satine
Vitaflow Dry Wipes Satine

Setiap lembarnya tisu Vitaflow ini berukuran kira-kira 15 cmx 21,5 cm. Sama seperti Vitaflow Sanitizer yang ada 3 ukuran, Vitaflow Dry Wipes juga punya 3 ukuran. Ada yang isinya 200 sheet, 100 sheet, dan 25 sheet. Ukuran 100 dan 200 sheet cocok untuk persediaan  di dalam rumah. Sedangkan Vitaflow Dry Wipes 25 sheet cocok untuk dibawa bepergian, karena mudah masuk tas.

Ukuran Vitaflow Baby Wipes Honeycomb
Ukuran Vitaflow BabyWipes Satine

Vitaflow Baby Dry Wipes

  • Bisa digunakan kering maupun basah.
  • Berbahan tebal, tidak mudah sobek.
  • Multifungsi untuk membersihkan apapun.
  • Bersertifikat halal MUI dan izin Kemenkes RI.
  • Tersedia varian Honeycomb dan Satine, dalam 3 ukuran: 25 sheet, 100 sheet, dan 200 sheet.

 

Jadi, gimana? Sudah siap bepergian dengan Vitaflow Sanitizer dan Vitaflow Baby Dry Wipes? Cobain deh, soalnya ini keperluan yang esensial jaman now ^_^

Semoga bermanfaat, ya!

 

 

Pentingnya Sentuhan, Efek Wewangian, dan Cussons Baby Powder Moodscent Bagi Mood Si Kecil

Entah apa yang terjadi pada Raudya akhir-akhir ini. Ia sering rewel, sering melamun tiduran di lantai, pokoknya kelihatan tidak bahagia. Tidak terjadi sekali tapi beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Saya pikir dia menunjukkan tanda-tanda lapar atau mengantuk. Saya beri makan, makanannya tidak dihabiskan. Oleh karena itu, saya susui agar cepat tidur, tapi dia tak kunjung tidur juga. Begitu juga dengan aktivitasnya bermain. Saat corat-coret buku misalnya. Tiba-tiba ia menangis tidak jelas maunya apa. Mungkin dia mau warna lain atau apa, yang jelas tidak saya temukan solusinya. Kalau dia menunjukkan bahasa yang negatif begini, saya juga ikut-ikutan stres. Sampai saya merasa enggan merawatnya.

Sampai suatu ketika saya baca beberapa artikel terkait mood bayi. Bayi itu bisa berubah mood karena beberapa hal. Contohnya, ia tidak bisa mengutarakan keinginannya karena belum lancar berbicara, kesulitan mengendalikan emosi, kesulitan fokus beralih dari aktivitas satu ke aktivitas yang lain, bisa juga karena kecapekan atau kelaparan.

Menghadapi bayi yang bad mood seperti itu, menjadikan lingkaran setan yang terus menerus berlangsung. Awalnya bayi moodnya rendah, lalu berakibat pada saya yang kelelahan mengurusnya, stres, mood cenderung berubah-ubah. Kalau  saya sebagai ibunya sudah stres, bisa berdampak lagi ke mood si bayi. Soalnya menurut penelitian yang dilakukan oleh Paul Wilson dan Tania Wilson dari Calm Centre terhadap ibu-ibu menyusui menunjukkan bahwa pola aktivitas gelombang otak yang terekam dari bayi yang disusui hampir sama dengan si ibu. Jika dibiarkan, maka masalah ini tidak ada ujungnya. Malah bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan si kecil. Stres itu bisa mengubah perkembangannya dan memiliki efek yang tidak baik pada otak bayi.

Beruntung, selain membaca beberapa artikel, saya juga menemukan video perilisan Cussons Baby Powder Moodscent di platform Vidio. Di situ dijelaskan langsung oleh para ahli bahwa ada kaitan antara sentuhan, efek wewangian, dan produk yang berkualitas. Mudah-mudahan ini menjadi solusi bagi saya dan si kecil yang kehilangan mood.

Manfaat Sentuhan Lembut pada si Kecil

Profesor Francis McGlone, Professor of Neuroscience, Liverpool JM University, UK, memaparkan temuannya tentang efek sentuhan pada bayi. Ternyata sentuhan yang lembut itu tidak hanya dapat memengaruhi perkembangan otak bayi tapi juga membantu mendukung sistem kekebalan, memengaruhi suasana hati, tingkat stres, dan manfaat lainnya. Selengkapnya akan dijelaskan manfaat sentuhan lembut pada si kecil sebagai berikut.

1. Memengaruhi Perkembangan Otak Bayi

Sentuhan merupakan elemen yang fundamental terhadap perkembangan otak bayi. Dari penelitian yang sudah dilakukan, efek sentuhan dapat memengaruhi perkembangan fisik, kemampuan berbahasa, kemampuan kognitif, serta kompetensi sosial dan emosional. 

2. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Dalam tubuh manusia termasuk bayi, ada hormon yang terkait dengan stres yaitu kortisol dan serotonin. Sentuhan positif akan mengurangi hormon kortisol penyebab stres dan meningkatkan pelepasan serotonin. Jika si kecil stres itu berarti hormon kortisol meningkat. Kalau stres maka kekebalan tubuh akan berkurang. Sentuhan dapat mengurangi kortisol sehingga kekebalan tubuh dapat meningkat karena berkurangnya stres. Sedangkan serotonin penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Jika kadarnya meningkat maka kekebalan tubuh juga meningkat. Oleh karena itu sentuhan positif pada si kecil akan mendukung sistem kekebalan tubuhnya.

3. Mendukung Tumbuh Kembang Si Kecil

Dalam tubuh manusia terdapat neurofibre. Neurofibre adalah sebuah sistem pada saraf di dalam kulit bayi yang merespon sentuhan orang tuanya. Neurofibre ini banyak terdapat di area belakang kepala, sekitar wajah, dan area perut.  Penelitian membuktikan bahwa Neurofibre yang ada di seluruh tubuh kita akan merespon lebih optimal melalui sentuhan lembut dan penuh kasih sayang. Dalam jangka panjang, efek sentuhan dapat memengaruhi sistem genetis pada otak bayi, sehingga ia dapat lebih mengendalikan stres di berbagai tahap pertumbuhan selanjutnya.

4. Mempererat Ikatan Antara Orang Tua dan Anak

Sentuhan lembut pada bayi adalah hal yang dapat menenangkan si kecil. Ia akan merasa nyaman ketika didekap, dipeluk, disentuh dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ketika ini terjadi maka secara langsung ikatan antara ibu dan anak akan menjadi lebih erat. Memori terawal si kecil terbentuk lewat reaksi dari sentuhan lembut orang tua yang disertai dengan aroma yang menyenangkan.

Hubungan Penting Antara Sentuhan, Wewangian, dan Produk Berkualitas dalam Mendukung Mood Si Kecil

Kekuatan sentuhan memang memiliki banyak manfaat pada si kecil. Namun ternyata jika dikombinasikan dengan aroma yang menyenangkan, akan lebih menghidupkan lagi efek sentuhan tersebut. Aroma yang menyertai saat sentuhan diberikan akan membuat bayi lebih mengenali lagi hubungan positif antara sentuhan serta aroma yang menyenangkan.

Begitu pentingnya kombinasi aroma dan sentuhan itu. Oleh karena itu, PZ Cussons Indonesia  mengeluarkan inovasi Cussons Baby Powder dengan tiga wangi baru yaitu Sakura, Vanilla dan Mixed Berry. Formula baby powder ini hadir dengan inovasi Moodscent™, sehingga produk berkualitas dari Cussons Baby Powder baru ini akan membantu mendukung kenyamanan dan kesegaran pada bayi.

Rahma Anna Setyani, Head of Marketing Cussons Baby and Cussons Kids menyatakan, “Dengan misi dan komitmen yang kuat untuk membantu mendampingi Ibu dan si kecil dengan sepenuh hati, Cussons hadir dengan produk inovatif terkini yang menawarkan bedak bayi berkualitas tinggi. Apabila dipadukan dengan sentuhan lembut dalam pengaplikasiannya, Cussons Baby Powder baru terbukti bermanfaat membantu meningkatkan suasana hati bayi sekaligus memberikan rasa tenang bagi orang tua. Kami menyebutnya sentuhan khas ala Cussons.”

Inovasi Moodscent ini tidak sembarangan wanginya lho, karena efeknya juga sudah dibuktikan dalam penelitian. Seperti yang dipaparkan oleh Dr. Haryono Hartono, PhD, Head of Research and Development, APAC PZ Cussons, bahwa PZ Cussons Indonesia bekerjasama dengan para ahli perfumer memperkenalkan sebuah inovasi yang telah dipatenkan, yaitu Moodscent™. Moodscent™ merupakan pengembangan teknologi dengan wewangian tertentu yang membantu meningkatkan emosi positif saat digunakan, dan juga membantu meningkatkan ikatan yang lebih kuat antara bayi dan orang tua. Teknologi Moodscent™ telah terbukti melalui sebuah metode analisis yang melakukan pembuktian korelasi antara suasana hati dengan aroma atau wewangian tertentu.

Lalu apa bedanya wangi Moodscent dengan wangi parfum lainnya? Kita sudah tahu tadi, bahwa jika ibu bad mood, maka si bayi bisa ikut menjadi bad mood. Hal ini karena bayi dapat merasakan suasana hati ibunya. Inilah yang disebut bonding. Bonding ini penting untuk pertumbuhan si kecil. Contohnya saat mandi. Mandi adalah salah satu momen yang tepat untuk merawat bayi sekaligus meningkatkan ikatan batin antar keluarga. Wangi Moodscent™ berbeda dengan wangi parfum lain karena dirancang khusus sehingga dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung serta meningkatkan suasana hati saat bonding Bunda dan si kecil. Momen bonding yang berkualitas antara Bunda dan bayi akan membantu pertumbuhan si kecil.

Selain aktivitas mandi, bonding antara orang tua dan si kecil itu juga diperoleh dari sentuhan pijatan lembut. Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, seorang dokter pediatri, berpendapat bahwa pijatan lembut pada bayi akan meningkatkan rasa keamanan, kenyamanan, serta bonding orangtua dan anak. Apalagi jika ditambah dengan penggunaan produk yang terbukti aman dan nyaman.

Jadi, kombinasi antara sentuhan lembut orang tua, aroma, dan produk berkualitas dari Cussons Baby Powder Moodscent ini menimbulkan banyak manfaat bagi si kecil. Tidak hanya itu, efeknya juga memengaruhi mood pada orang tua juga.

Mengapa Cussons Baby Powder Moodscent?

Akhirnya saya tertarik mencoba Cussons Baby Powder dengan inovasi Moodscent untuk Si Kecil. Ternyata Cussons Baby Powder dengan inovasi baru ini memiliki 4 keutamaan, sehingga wajib dicoba. Apa saja keutamaannya?

1. Mood Scent

Cussons Baby Powder diformulasikan dengan inovasi Moodscent™,sehingga selain produknya berkualitas juga memiliki manfaat untuk membantu mendukung kenyamanan dan kesegaran pada bayi.

3. Mengandung Essential Oil

Dalam bedak bayi Cussons ini terkandung essential oil. Essential oil dalam setiap varian berbeda-beda, dan memiliki manfaat aromatik tersendiri bagi kulit dan suasana hati.

2. Teruji Klinis

Seluruh rangkaian Cussons Baby Powder telah teruji klinis. Ahli parfum Cussons menggunakan berbagai metodologi untuk melakukan berbagai macam tes seperti Contingent Negative Variation (CNV) dan Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI). Selain itu, produk ini telah diuji coba oleh dermatologis (dokter kulit) sehingga aman bagi kulit bayi.

4. Tersertifikasi Halal

Setiap produk Cussons Baby Powder varian dan ukuran kemasan apapun sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI dengan Nomor 00150086580118. Dengan demikian semakin aman dan menenangkan hati saat digunakan.

Tak hanya itu, setelah diamati lebih lanjut, saya menemukan beberapa keistimewaan Cussons Baby Powder. Penasaran kan? Oke, ini dia.

5. Wangi Tahan Lama

Bedak Cussons Baby dengan inovasi Moodscent™ ini memiliki wangi yang tahan lama. Terbukti wanginya bisa bertahan hingga 8 jam.

6. Telah disterilisasi

Bedak yang dimasukkan ke dalam kemasannya sudah disterilisasi, sehingga bebas dari kuman dan penyakit berbahaya. Setelah pengemasan pun diberi segel untuk menggaransi perlindungan kualitas produk.

7. Produsen Terpercaya

Cussons Baby Powder adalah produk yang diproduksi oleh PZ Cussons Indonesia. Sepanjang 135 tahun Sejarahnya, PZ Cussons telah berhasil beradaptasi dan terus berkembang sesuai dengan perubahan konsumen, pasar, dan ekonomi yang terus berubah. PZ Cussons memiliki warisan dan budaya kewirausahaan yang tak tertandingi, didukung dengan kuat oleh nilai-nilai CANDO. Sementara PZ Cussons Indonesia sendiri telah beroperasi lebih dari 32 tahun di Indonesia. PZ Cussons Indonesia berkomitmen untuk  terus mengembangkan dan memproduksi produk yang relevan, berkualitas tinggi, dan melakukan inovasi melalui pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan aspirasi konsumen lokal dan didistribusikan melalui jaringan terbaik di dunia. Oleh karena itu, produk yag dihasilkan termasuk Cussons Baby Powder adalah produk yang aman berkualitas.

8. Mudah didapat

Produk Cussons Baby Powder ada di semua lini penjualan. Dari hypermarket, supermarket, sampai minimarket pasti ada. Secara online pun produknya mudah didapatkan. Baik itu di official store berbagai marketplace maupun toko lainnya.

9. Harga Terjangkau

Saya membeli Cussons Baby Powder kemasan yang terkecil di toko yang saya datangi, yaitu kemasan 100 g + 50 g. Harganya termasuk murah di bawah 10 ribu rupiah.

Varian Cussons Baby Powder Moodscent

Cussons Baby Powder dengan inovasi Moodscent hadir dengan 3 wangi yang berbeda. Ada Wangi Sakura, Wangi Vanilla, dan Wangi Mixed Berry. Wangi yang berbeda ini juga bisa membuat suasana hati yang berbeda juga, lho. Hal ini juga telah teruji secara ilmiah dengan beberapa analisis seperti CNV dan FMRI, bahwa wewangian tertentu memang dapat membuat suasana hati secara berbeda. 

Jika Bunda bertanya-tanya apakah wangi Moodscent ini cocok untuk bayi? Hal ini juga telah diteliti. Semua wewangian yang dikembangkan oleh Cussons telah diciptakan sesuai standar International Fragrance Association (IFRA) di setiap fase perkembangan bayi mulai dari tahapan yang paling awal, pada saat mereka berkembang, hingga fase paling aktif mereka sebagai toddler dan anak. Saya sudah mencoba semuanya. Ini dia hasil penilaian saya, semoga bisa menjadi pertimbangan juga buat Bunda.

Sakura

Manfaat

Cussons Baby Powder Moodscent Wangi Sakura menghadirkan mood LOVE, yang membantu bayi merasakan sentuhan ibu yang penuh cinta.

Aroma  

Aroma yang muncul adalah wangi sakura. Wangi yang feminine dan lembut. Tak heran jika suasana hati yang ditimbulkan nanti adalah kecintaan terhadap sentuhan orang tua.

Kemasan

Kemasan bedak ini berupa botol plastik yang ergonomis, pas digenggam. Didominasi oleh warna pink.

 

 

Komposisi

Komposisi inti bedak bayi Cussons ini adalah talc, parfum dan essential oil. Essential oil yang dipakai adalah dari Citrus aurantium dulcis (orange) peel oil.

 

 

Tekstur & Warna

Tekstur bedak ini halus dan lembut. Warnanya putih karena tidak ada tambahan pewarna.

Vanilla

Manfaat

 Aroma MoodScent™ Vanilla menghadirkan mood RELAX, yang membantu bayi lebih nyaman.

 

Aroma

Aroma yang tercium adalah aroma vanilla yang lembut sehingga dapat merilekskan tubuh.

 

Kemasan

Kemasan yang dipakai adalah botol plastik dengan lekukan ergonomis. Badan kemasan didominasi oleh warna biru.

 

 

 

Komposisi

Komposisi Cussons Baby Powder Moodscent Wangi Vanilla adalah talc, parfum, Lavandula hybrida (Lavandin) oil, Pelargonium graveolens (Geranium)floer oil, Citrus limon (Lemon) peel oil, Cananga odorata (Ylang ylang) flower oil, Mentha arvensis leaf oil, dan Melaleuca alternifolia (Tea Tree) leaf oil.

 

 

Tekstur & Warna

Teksturnya masih sama dengan varian lain. Lembut dan halus, juga tanpa pewarna.

 

Mixed Berry

Manfaat

Aroma Mixed Berry menghadirkan MoodScent™ JOY, yang membantu bayi lebih ceria dan berseri.

 

Aroma

Aroma yang didapatkan setelah pengaplikasian bedak aroma mixed berry ini adalah aroma macam-macam buah berries. Aromanya segar dan menyegarkan, sehingga wajar saja jika bisa membuat bayi ceria.

 

Kemasan

Kemasannya sama dengan varian lain, yaitu botol plastik dengan tutup berlubang. Cara memakainya tinggal putar tutup botolnya. Warna kemasannya adalah ungu.

 

Komposisi

Talc, parfum, Mentha arvensis leaf oil.

 

Tekstur & Warna

Teksturnya lembut, halus, berwarna putih karena tanpa pewarna.

 

Cara Menggunakan Cussons Baby Powder Moodscent

Agar aman, cara menggunakan bedak ini jangan sembarangan ya biar tidak terkena bagian-bagian yang sensitif seperti mata, mulut, hidung, dan alat kelamin. Lebih baik mengaplikasikan bedak dengan tangan bukan spon, agar manfaat sentuhan terasa.

Berikut langkah-langkah menggunakan bedak Bayi Cussons.

  1. Taburkan Cussons Baby Powder ke telapak tangan secukupnya.
  2. Ratakan perlahan-lahan di telpakan tangan, jauhkan dari jangkauan si kecil.
  3. Usapkan secara lembut pada kulit si kecil.
  4. Hindari menepuk dan menaburkan bedak di dekat wajah serta area sensitif si kecil. Hindari bedak untuk dihirup dan ditelan.

Pengalaman Menggunakan Cussons Baby Powder MoodScent™

Setelah Bunda membaca semua tentang Cussons Baby Powder Moodscent, pasti Bunda ingin tahu kan bagaimana efek di para ibu yang menggunakannya? Di sini saya akan share pengalaman Yuanita Christiani dan saya sendiri, ya!

Yuanita Christiani

Yuanita Christiani, seorang ibu yang memiliki satu anak dan juga berprofesi sebagai TV Host dan aktris,  membagikan pengalamannya saat itu. Anaknya, Ariella, adalah anak yang aktif. Yuanita mengatakan bahwa merupakan sebuah PR bagaimana menjaga moodnya. Kalau anak happy, ga mudah rewel, mau tidur gampang, itu enak. Setelah mencari-cari akhirnya ketemu Cussons Baby Powder dengan inovasi Moodscent. Kok bisa ya dari aroma bisa membangkitkan mood bayi? Akhirnya coba yang Mixed Berry. Ariella tertarik ambil botolnya sehabis mandi. Reaksi seperti itu tandanya suka. Yuanita mengusapkan di lipatan leher dan badannya. Makannya si kecil jadi lahap, diajak tidur happy, mainnya pintar, minum susu juga pintar. Tapi Yuanita penasaran, jangan-jangan hanya kebetulan saja. Lalu dia coba varian lain, yaitu Vanilla. Reaksi yang ditimbulkan si kecil sama happynya.

Li Partic

Ini adalah pengalaman saya menggunakan Cusson Baby Powder Moodscent. Saat membeli ketiga variannya, Raudya sedang sakit. Tahu sendiri kan bagaimana kalau anak sakit? Cenderung diam, tidak aktif, matanya sayu. Apalagi batuk-batuk yang lama sampai mengakibatkan sedikit sesak napas.

Setelah saya mandikan, saya usapkan Cussons Baby Powder Moodscent Wangi Berries ke kulitnya. Wangi Mixed Berry ini akan membuat bayi menjadi ceria dan berseri. Eh, ternyata benar. Raudya menjadi lebih ceria. Tiba-tiba saja setelah dandan, pakai baju selesai, ia bergegas ke halaman luar dan keluar ocehannya. Kemudian kembali ke dalam rumah dan menyusun botol-botol bedak Cussons. Lalu saat mendengar musik ia bisa berjoget-joget ceria walau sedang sakit. Alhamdulillah, jadi senang kalau begini efeknya.

Mencium wangi Moodscent di kulit si kecil dan juga mengaplikasikannya di tubuh saya, juga ada manfaat tersendiri. Kalau tadinya kesal melihat anak rewel, sekarang suasana hati menjadi lebih positif dan nyaman. Kekuatan efek sentuhan yang disertai dengan aroma yang menyenangkan ini seperti Super Additive yang membuat 1+1 bukan menjadi 2, tapi menjadi 10.

Bagaimana Bunda? Tertarik kan untuk mencoba? Yuk, coba semua variannya. Nanti tinggal pilih mana suasana hati yang ingin ditimbulkan.

Semoga bermanfaat!

Info lebih lanjut di sini ya!

Pentingnya Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C Bagi Anak yang Tidak Cocok Susu Sapi Agar Tumbuh Maksimal

Menghadapi kenyataan anak saya yang susah bertambah beratnya sejak umur 6 bulan, saya merasa sedih. Bayangkan. Di usianya kini yang sudah 2 tahun beratnya masih saja 8 kg. Saya memang enggan memeriksakannya ke dokter. Waktu itu saya menganggap tidak akan bawa perubahan banyak. Toh, makannya susah. Kalaupun sering diberi makan pasti makanannya terbuang. Saya juga eman-eman kalau sudah membuatkan Raudya makanan sesuai porsi seusianya selalu terbuang. Jadi saya beri ia makan seadanya dan dalam porsi kecil. Seringnya hanya nasi, telur, kecap. Jarang sekali MPASI yang 4 bintang itu. Walau demikian, saya masih merasa aman saja selama dia mau ASI.
 
Sampai suatu ketika, banyak kerabat yang berkata menyakitkan terus-menerus setiap bertemu saya.
“Kok, anakmu kurus banget sih? Gak dikasih makan ya? Sini aku yang rawat aja.”
 
Dari situ saya berinisiatif untuk menaikkan berat badannya dengan tambahan susu sapi. Siapa tahu berat badannya cepat naik. Tapi kenyataan tidak sesuai harapan. Raudya selalu muncul ruam merah. Dia sering garuk-garuk badannya. Awalnya, saya biarkan karena saya pikir itu biang keringat. Karena tak kunjung sembuh, saya memeriksakannya ke dokter.
Ruam merah di kulit Raudya
Dokter mencurigai adanya alergi susu sapi setelah saya menceritakan kebiasaan makan Raudya. Dan mengenai berat badan yang susah bertambah itu, dokter menyarankan untuk periksa darah apakah mungkin terjadi anemia. Karena beliau melihat tanda-tanda kelopak mata yang pucat, kebiasaan tidak nafsu makan, dan gerak-gerik yang tidak enerjik.
 
Sungguh terkejut saya melihat hasil periksa darah Raudya. Kadar hemoglobinnya 8,3. Itu artinya memang di bawah normal. Fix, Raudya mengalami anemia defisiensi zat besi.
 
Sepulang dari dokter, saya menerka-nerka mengapa bisa sampai begitu karena dokter tidak menjelaskan lebih lanjut. Beliau hanya memberi suplementasi zat besi tanpa banyak penjelasan lain tentang anemia.
 
Mungkin saja itu terjadi karena waktu saya hamil dulu mengalami anemia. Ketahuannya seminggu sebelum hari Raudya lahir. Saya minum suplemen penambah darah selama seminggu sampai Raudya lahir. Setelah melahirkan, konsumsi suplemen tidak saya lanjutkan. Di masa menyusui bisa jadi saya masih anemia. Saya tidak tahu karena tidak pernah periksa darah lagi. Juga tidak pernah cek tumbuh kembang Raudya ke dokter. Ibu menyusui yang anemia bisa jadi kandungan ASI-nya kurang mencukupi zat besi. Apalagi setelah masa MPASI, kebutuhan nutrisi terus meningkat sementara yang masuk tetap-tetap saja. ASI tidak mengenyangkan bayi, makanannya juga belum memenuhi gizi seimbang.
 
Sampai sekarang, saya masih berjuang untuk menaikkan berat badannya, mengatasi anemianya, sambil menghindarkan Raudya dari susu sapi yang ternyata merugikan kesehatannya.
 
Beruntung saya mengikuti webinar “Pentingnya Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitmain C untuk Dukung Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal” yang diadakan oleh Sarihusada pada hari Rabu, 31 Maret 2021. Melalui webinar yang termasuk dalam rangkaian Festival Soya Generasi Maju ini, saya sangat tercerahkan.
 
Ternyata anak yang tidak cocok susu sapi juga memiliki risiko untuk kekurangan zat besi. Dari webinar ini saya memahami langkah-langkah apa yang harus saya perbuat untuk kesehatan Raudya. Saya akan share ilmunya di sini, ya!

Pentingnya Pemenuhan Zat Besi dan Vitamin C untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Masalah anemia pada anak di bawah 5 tahun masih menjadi masalah yang besar di Indonesia. Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah. Sebanyak 1 dari 3 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun berisiko mengalami anemia. Sebesar 50-60% di antaranya kasus anemianya disebabkan karena defisiensi zat besi. Dari tahun ke tahun masalah anemia pada balita ini bukannya menurun tapi malah meningkat. Berdasarkan data Riskesdas di tahun 2007 dan 2013 anemia pada anak bawah 5 tahun masih di bawah 30% lalu malah melonjak di atas 35% pada tahun 2018.

Bagaimana kejadian anemia di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini? Di masa pandemi banyak orang yang berhemat bahkan banyak kehilangan pekerjaan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan makan saja pasti seadanya. Akan banyak orang tua yang terkendala untuk memenuhi gizi seimbang bagi keluarganya. Hal inilah yang diteliti oleh Prof. Tati. Beliau mengadakan penelitian di daerah kumuh perkotaan Jakarta Timur. Dari situlah ditemukan hampir 80% penghasilan keluarga jumlahnya kurang dari upah minimum regional DKI, hampir 50% anak kurang zat besi, dan lebih dari 40%-nya mengalami anemia. Salah satu penyebabnya adalah karena anak-anak tersebut tidak mengonsumsi susu sapi.

Kalau sudah diketahui seperti itu faktanya, apakah anemia ini berbahaya? Oleh karena itu, yuk mengenal lebih jauh masalah anemia ini dan pentingnya zat besi dari Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc atau yang akrab disapa Prof. Tati.

Peran Penting Zat Besi

Zat besi memiliki peran penting dalam tumbuh kembang si kecil. Zat besi memiliki fungsi untuk perkembangan otak dan pertumbuhan fisik serta energi si kecil. 

Perkembangan Otak

Zat besi berperan dalam pembentukan selaput saraf yang disebut mielinisasi. Selaput saraf ini membantu proses penerimaan informasi pada otak sehingga informasi dapat diserap efisien. Hal ini akan meningkatkan proses belajar pada si kecil.

Pertumbuhan Fisik dan Energi

Zat besi adalah zat pembentuk hemoglobin. Hemoglobin tentu penting sekali dalam tubuh karena ada di dalam darah. Hemoglobin membawa oksigen ke sel-sel tubuh agar berfungsi optimal. Jika sel, organ berfungsi optimal maka anak akan aktif bereksplorasi dan siap belajar.

Gejala Kekurangan Zat Besi

Melihat betapa pentingnya zat besi untuk tumbuh kembang si kecil, apakah ada tanda tertentu agar kita bisa waspada dan bisa segera melakukan penanganan yang tepat? Ya, tentu saja, kekurangan zat besi menunjukkan gejala tertentu. Gejala kekurangan zat besi ini terbagi menjadi gejala ringan-sedang dan gejala berat.

  • Gejala Ringan-Sedang. Pada gejala ringan-sedang anak akan mudah lelah, terjadi gangguan kognitif atau susah memahami instruksi (tulalit), dan tidak bertenaga sehingga malas bermain. Jika dibiarkan dan berlangsung terus-menerus akan berlanjut ke gejala berat.
  • Gejala Berat. Gejala berat biasanya berupa tidak nafsu makan, kebiasaan mengonsumsi yang bukan makanan atau yang disebut PICA. Contoh PICA misalnya kebiasaan mengunyah es batu. Gejala yang paling berat adalah terjadinya anemia defisiensi besi.

Dampak Kekurangan Zat Besi Jangka Panjang

Adapun jika kekurangan zat besi berlangsung terus menerus akan memberi dampak dalam jangka panjang, yaitu:

  • Prestasi akademik rendah
  • Gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik (gerak dan rasa).
  • Imunitas menurun, sehingga mudah terserang penyakit.
  • Pertumbuhan fisik akan terhambat, karena oksigen yang dihantarkan ke sel juga berkurang.

Cara mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan zat besi

Kalau sudah tahu dampak buruk kekurangan zat gizi, bagaimana ya caranya agar si kecil terpenuhi zat besinya? Karena kenyang saja belum tentu gizinya terpenuhi, lho. Nah, agar kebutuhan zat besi si kecil terpenuhi secara optimal, ada hal-hal yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Memahami kebutuhan harian zat besi pada anak

Untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan zat besi, pertama kita harus mengetahui dan memahami kebutuhan harian zat besi pada anak. Pada anak usia 1-3 tahun membutuhkan zat besi sebesar 7 mg/hari. Sedangkan anak yang berusia 3-5 tahun 10 mg/hari.

2. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi

Makanan yang mengandung zat besi dibedakan menjadi heme dan non heme. Makanan zat besi heme lebih mudah diserap oleh tubuh. Contohnya adalah daging, hati, ikan, dan tiram. Sedangkan makanan yang mengandung zat besi non heme kurang mudah diserap tubuh. Biasanya makanan zat besi non heme berasal dari nabati seperti kacang merah, bayam, nasi putih, kacang-kacangan, sayuran hijau, tomat, kentang, dan susu yang difortifikasi dengan zat besi.

3. Mengetahui serta memahami makanan yang dapat meningkatkan dan menghambat penyerapan zat besi

Kita bisa lebih memilih makanan yang mengandung zat besi heme karena sebagaimana dijelaskan sebelumnya, makanan zat besi heme itu mudah diserap tubuh. Penyerapan zat besi heme lebih tinggi 2-3 kali daripada zat besi non heme yang berasal dari nabati. Hal ini karena pada nabati mengandung penghambat penyerapan zat besi. Zat penghambat tersebut misalnya asam fitat yang banyak terkandung dalam serealia, beras merah, dan sayur-sayuran.

Kita juga sebaiknya menghindarkan si kecil dari kebiasaan minum teh karena teh mengandung poliphenol yang menghambat penyerapan zat besi. Masih ada banyak zat lain yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Contohnya kopi, cokelat, antasid, oregano, dan kalsium dari susu. Jika dirasa makanan tersebut dibutuhkan, semisal susu, hendaknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Selain mengetahui jenis makanan yaitu zat besi heme dan non heme, makanan penghambat penyerapan, kita juga wajib tahu makanan yang dapat membantu penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Mereka adalah sayuran hijau, kentang, makanan fermentasi, vitamin A, vitamin C, daging, dan ikan. Jadi, kuncinya adalah menghindari makanan yang menghambat penyerapan zat besi dengan tidak memakannya bersamaan dengan makanan dan mengonsumsi makanan tinggi zat besi serta zat yang dapat meningkatkan penyerapannya.

Pentingnya Peran Vitamin C untuk Mengoptimalkan Penyerapan Zat Besi dengan Rasio Molar yang Tepat

Vitamin C adalah zat yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Kita dapat mengonsumsi vitamin C dalam makanan maupun dalam bentuk suplemen. Namun ada perbandingan tertentu antara vitamin C dan zat besi ini agar zat besi semakin mudah diserap tubuh. Mengapa bisa demikian?

Zat besi masuk ke tubuh dalam bentuk ion feri Fe3+. Ion feri ini memiliki 3 ion positif. Agar dapat diserap tubuh, ion feri harus direduksi menjadi ion fero Fe2+, karena sel usus hanya dapat menyerap ion fero. Untuk mereduksi ion feri menjadi ion fero dibutuhkan vitamin C.

Perbandingan vitamin C dan zat besi bisa diatur sedemikan rupa sehingga perbandingannya pas agar zat besi mudah diserap tubuh. Kombinasi unik tersebut dilihat dari perbandingan molarnya. Dalam penelitian yang dilakukan Lynch (2003) sudah terbukti bahwa kombinasi unik vitamin C dan zat besi dengan rasio molar 2:1 dapat meningkatkan ketersediaan zat besi dalam tubuh sebanyak 2x lipat. Perbandingan molar ini bukan perbandingan berat ya. Rasio molar 2:1 tersebut setara dengan 20 mg vitamin C dan 3 mg zat besi. Namun ada kombinasi unik yang berbeda untuk formula berbasis soya. Kombinasi Vitamin C dan zat besi pada formula soya disarankan dengan rasio molar 4:1 agar penyerapan zat besinya optimal.

Risiko Defisiensi Zat Besi pada Si Kecil yang Alergi (Tidak Cocok) Susu Sapi

Menurut WAO, organisasi alergi dunia, penduduk dunia yang mengalami alergi sebesar 30-40%. Hingga 550 juta orang di dunia menderita alergi makanan. Salah satu alergi makanan itu adalah susu sapi. Kejadian di Indonesia 0,5-7,5% anak mengalami susu sapi. 

Alergi protein susu sapi adalah kasus alergi terbesar kedua setelah alergi telur pada anak-anak di Asia. Hal senada juga terjadi di Indonesia. Data dari klinik anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012 menunjukkan bahwa 31% pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi. WAO sendiri melaporkan 1,9-4,9% anak-anak di dunia mengalami alergi susu sapi.

Besarnya potensi kejadian alergi susu sapi ini sebenarnya bahaya tidak, sih? Mari kita simak lebih lanjut pemaparan dari Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp. A(K), M. Kes. yang merupakan dokter spesialis anak dan konsultan alergi imunologi.

Alergi susu sapi adalah respon sistem imun yang berlebihan (hipersensitif) terhadap protein susu sapi yang sebenarnya tidak bahaya bagi orang lain.

Angka kejadian alergi susu sapi ini semakin meningkat. Kita sebagai orang tua harus waspada terhadap alergi ini. Jika kita terlambat mengatasinya maka akan dapat merugikan tumbuh kembang anak. Alergi harus didiagnosa sedini mungkin terutama anak yang mempunyai bakat alergi, yang disebut atopi. Atopi adalah bakat yang diturunkan oleh satu atau kedua orang tua.

Alergi harus dikenali dan ditangani sedini mungkin agar tidak timbul gejala alergi selanjutnya seperti alergi makanan, eksim, asma dan rhinitis. Akan sangat kasihan jika gejala alergi tersebut dibiarkan terus-menerus, karena akan sangat tidak nyaman dalam kesehariannya. Bayangkan sedikit-sedikit gatal-gatal, hidung meler karena pilek, bersin-bersin. Aktivitas si kecil jadi terganggu, kan? Tak hanya itu, kalau alergi ini terus berlanjut akan muncul dampak-dampak alergi lainnya. Yakni berdampak dalam hal:

  • Kesehatan. Adanya alergi akan meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, sakit jantung.
  • Ekonomi. Biaya pengobatan meningkat untuk menangani alergi. Selain itu, juga meningkatkan biaya tidak langsung. Kalau si anak sakit kan harus menemani anak sehingga tidak masuk kerja. Dengan demikian penghasilan berkurang saat orang tua tidak masuk kerja.
  • Psikologi. Karena ketidaknyamanan yang timbul akibat alergi, akan berakibat stress pada anak dan orang tua, serta menurunkan kualitas hidup si kecil.
  • Gangguan tumbuh kembang. Anak dengan alergi mengalami keterlambatan pertumbuhan karena berhubungan dengan jenis dan durasi pantang makanan tertentu.

akibat alergi susu sapi

Risiko Nutrisi pada Anak dengan Alergi

Anak yang alergi akan menjalankan diet eliminasi, yaitu tidak makan makanan tertentu penyebab alergi. Akibatnya banyak makanan bergizi yang dilewatkan. Bahkan makanan penggantinya bisa saja buruk tidak sebaik makanan yang harus dihindari itu. Karena nutrisi pengganti buruk, maka kebutuhan diet meningkat apalagi dibarengi dengan keadaan anak yang susah makan. Biasanya anak yang alergi terhadap susu sapi juga alergi makanan lain sehingga diet restriksi akan lebih beragam. Masalah lain yang terjadi adalah suplementasi tidak adekuat meski anak sudah terbatas nutrisinya. Masalah-masalah yang timbul ini akan menjadikan si kecil malnutrisi dan pertumbuhannya terhambat.

Gejala alergi susu sapi yang timbul pada si kecil dapat berupa gejala ringan/sedang dan gejala berat. Coba perhatikan perbandingan identifikasi gejala yang timbul berikut ini.

Alergi Susu Sapi Sedang

Anak yang mengalami alergi susu sapi ringan/sedang bisa mengalami satu atau lebih dari gejala berikut ini.

-Regurgitasi berulang, muntah, diare, konstipasi(dengan atau tanpa ruam perianal), darah pada tinja.

-Dermatitis atopik, anhiodema, urtikaria

–Pilek, batuk kronik, mengi

-Kolik persisten (lebih dari 3 jam per hari/minggu selama lebih dari 3 Minggu)

Anemia defisiensi besi

Alergi Susu Sapi Berat

Anak yang mengalami alergi susu sapi ringan sedang bisa mengalami satu atau lebih dari gejala berikut ini.

-Gagal tumbuh karena diare dan atau regurgitasi, muntah, dan anak tidak mau makan

-Enteropati karena kehilangan protein (hipoalbuminemia), kolis ulseratif kronik yang sudah terbukti melalui endoskopi atau histologi.

-Dermatitis atopik berat

-Laringodema akut, obstruksi,bronkus dengan kesulitan bernapas.

-Syok anafilaksis

Anemia defisiensi besi karena kehilangan darah di tinja.

Jika diamati, anak alergi susu sapi sedang dan berat sama-sama mengalami gejala anemia defisiensi besi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini dijelaskan dalam bahasan risiko dan tantangan pada anak dengan alergi susu sapi  di bawah ini.

Risiko dan Tantangan pada Anak dengan Alergi Susu Sapi

Anak alergi susu sapi memiliki risiko dan tantangan tersendiri terkait dengan nutrisinya, sehingga berdampak pada defisiensi zat besi. Kekurangan zat besi dan zat gizi lainnya pada anak alergi susu sapi terjadi karena 2 hal utama, yaitu:

  1. Asupan tidak adekuat. Adanya pembatasan makanan karena restriksi diet/penghindaran makanan yang tidak sesuai akan memengaruhi asupan zat gizi harian.

Anak dengan alergi susu sapi otomatis akan menghindari makanan tertentu seperti susu dan olahannya, padahal makanan itu sangat bergizi. Akibatnya sudah terbukti bahwa asupan zat besi, kalsium, fosfor, dan vitamin C secara signifikan lebih rendah pada anak pembatasan makanan dibandingkan tanpa pembatasan makanan.

  1. Adanya inflamasi pada saluran cerna dapat memicu kehilangan darah, memengaruhi penyerapan zat gizi, dan berpotensi meningkatkan risiko defisiensi zat besi.

Gejala alergi susu sapi dapat terjadi di kulit, pernapasan, dan saluran cerna. Jika terjadi di saluran cerna, salah satu akibatnya adalah inflamasi atau peradangan di saluran cerna. Artinya ada luka-luka di saluran cerna. Kemudian anak mengalami diare, tinjanya akan ada darahnya. Jika anak mengalami diare berarti kemampuan penyerapan zat gizinya berkurang. Nah, dalam darah yang keluar itu kan ada zat besinya. Otomatis kalau kehilangan darah, zat besi dalam tubuh juga berkurang. Oleh karena itu risiko defisiensi zat besi meningkat. Sehingga dibutuhkan asupan zat besi tambahan.

Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa:

  • Gangguan alergi pada saluran pencernaan dapat dikaitkan dengan malabsorpsi dan hilangnya protein dan zat besi dari saluran pencernaan.
  • Hal ini dapat mengakibatkan anemia defisiensi zat besi yang perlu ditangani bersamaan dengan strategi pembatasan antigen dan induksi toleransi. Merangsang agar tubuh sudah menolerir makanan alergen sedikit demi sedikit. 
  • Pemberian suplementasi zat besi jika dibutuhkan harus mempertimbangkan dosis yang tepat yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien dalam periode waktu tertentu. Jika anemia sudah teratasi, suplementasi harus dihentikan.

Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K+

Kita sebagai orang tua harus tanggap terhadap risiko alergi si kecil. Ini dimaksudkan untuk menangani sedini mungkin agar jangan sampai alergi mengganggu aktivitas maupun tumbuh kembangnya. Apalagi sampai kejadian kekurangan zat besi seperti yang berdampak pada anak saya. Kita bisa lakukan tanggap alergi dengan Gerakan 3K+, yang terdiri dari urutan:

Kenali

Artinya kenali risiko dan gejala alergi sedini mungkin. Alergi terjadi karena adanya bakat alergi dalam keluarga. Jadi, kita harus mengetahui apakah dalam keluarga ada riwayat yang mengalami alergi. Alergi bisa diturunkan jika salah satu atau kedua orang tua punya alergi. Bahkan jika orang tua tidak mengalami alergi, risiko alergi tetap ada walaupun kecil. Risiko alergi semakin besar jika kedua orang tua mempunyai riwayat alergi.

Kalau sudah muncul alerginya kita harus kenali gejalanya. Gejala alergi ini bisa terjadi di kulit, saluran pernapasan dan saluran cerna. Jika terjadi di kulit gejala yang timbul adalah ruam merah, bengkak pada mulut, kelopak mata. Gejala pada saluran pencernaan adalah sakit perut/diare, kolik, dan muntah. Jika alergi di saluran pernapasan, gejalanya bisa berupa batuk, pilek dan bersin-bersin, mata berair.

Konsultasikan

Jika kita melihat gejala alergi pada si kecil, konsultasikan segera gejala alergi ke dokter. Apakah betul gejala yang dialami si kecil adalah alergi? Jika benar alergi dokter akan memeriksa penyebab alerginya apa dan melakukan penanganan yang tepat untuk si kecil.

Kendalikan

Kendalikan alergi dengan nutrisi alternatif. Jika ditemui gejala alergi, dokter akan menangani dengan pemberian:

  1. Obat-obatan sesuai indikasi
  2. Penghindaran protein susu sapi dan produk turunannya.

Untuk melakukan penghindaran protein susu sapi dan produk turunannya, dapat ditempuh dengan cara:

  1. Menghindari produk susu dan olahannya. Perhatikan label baik-baik. Jangan pilih produk dengan komposisi susu sapi sama sekali.
  2. Pemberian ASI. ASI diberikan secara eksklusif 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun. Selama masa penyusuan ini, ibu juga harus pantang mengonsumsi protein susu sapi dan olahannya.
  3. Jika kondisi si kecil kurang beruntung karena tidak bisa mendapatkan ASI, maka berilah formula alternatif. 

Jenis-jenis formula yang dapat diberikan ada 3, sesuai dengan diagnosa dokter, yaitu:

  • Formula asam amino untuk gejala alergi berat.
  • Formula protein terhidrolisa ekstensif untuk gejala alergi ringan-sedang.
  • Formula isolat protein soya untuk gejala alergi ringan sedang. Formula isolat protein soya ini biasanya dipilih jika ada masalah dana dan ketersediaan susu terhidrolisat ekstensif terbatas.

Formula isolat protein soya dipilih sebagai alternatif karena sudah terbukti aman dan tidak banyak berbeda dengan susu sapi dalam hal pemenuhan gizi si kecil. Hal ini telah dibuktikan dalam beberapa penelitian sebagai berikut:

  • Meta analisis membuktikan bahwa tidak ada efek negatif terhadap fungsi reproduksi, endokrin, sistem imun, dan kognitif (Kneepkens F, 2010).
  • Tidak ada perbedaan efek signifikan aspek kognitif dan bahasa (verbal intelligence, expressive communication, auditory comprehension)  pada anak yang diberikan formula soya dibandingkan dengan anak yang diberikan  formula susu sapi di usia 3 dan 5 tahun (Bellando J et al, 2020).
  • Penelitian (pilot study) yang dilakukan selama Januari 2018-September 2019 secara multisite di Bandung, Yogya, Jakarta, dan Surabaya pada 39 anak alergi susu sapi menunjukkan bahwa pemberian formula isolat protein soya mampu mendukung pertumbuhan normal anak yang alergi susu sapisesuai dengan grafik pertumbuhan WHO serta aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Tetapi perlu ada penelitian lebih lanjut dengan jumlah dan metode yang lebih luas (Budi et al, 2020).

Jadi, Bunda tidak perlu khawatir kalau formula isolat protein soya tidak sama dengan nutrisi di formula susu sapi. Karena penelitian telah menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya. Formula isolat protein soya pun mampu mendukung tumbuh kembang si kecil agar maksimal.

Kembangkan

Kembangkan potensi prestasinya. Kita tidak hanya fokus menghindarkan sesuatu yang membuat si kecil alergi dan memberi nutrisi alternatif terbaik, tapi kita juga harus mengembangkan potensi prestasinya agar bisa tumbuh maksimal. Adanya stimulasi yang tepat akan mengasah potensi prestasinya. Si kecil akan mampu berpikir cepat, tangguh, percaya diri, tumbuh tinggi, dan aktif bersosialisasi.

Dengan melaksanakan Tanggap Alergi Gerakan 3K+ diharapkan kondisi alergi si kecil akan teratasi sedini mungkin. Bahkan bisa hilang, sehingga si kecil dapat beraktivitas tanpa mengalami gangguan, tumbuh kembangnya juga maksimal. Jangan khawatir ya, kondisi alergi ini akan mengalami remisi, yang mana lama-kelamaan akan sembuh jika ditangani dengan baik. Di tahun pertama, akan terjadi remisi 45-55%. Tahun kedua 60-75%. Tahun ketiga bisa hilang 90%.

Sarihusada terus melakukan inisiatif dan inovasi untuk mendukung si kecil yang tidak cocok susu sapi tetap tumbuh maksimal

Melihat adanya risiko anak yang tidak cocok susu sapi akan terganggu perkembangannya jika tidak diberikan penanganan yang tepat, Sarihusada terus melakukan inisiatif dan inovasi untuk mendukung si kecil yang tidak cocok susu sapi agar dapat tumbuh maksimal. Hal ini disampaikan oleh Anggi Morika Septie selaku Senior Brand Manager SGM Eksplor Soya Pro-Gress Maxx.

Perlu diketahui, Sarihusada (PT Sarihusada Generasi Mahardika) adalah perusahaan yang memproduksi berbagai produk nutrisi untuk ibu hamil, menyusui, dan anak dengan rasa enak, terjangkau serta berstandar internasional. Produk-produk yang sudah ada adalah SGM Eksplor, SGM Eksplor Soya, SGM Eksplor Buah & Sayur, SGM Aktif, dan SGM Bunda. Sarihusada sendiri adalah bagian dari bisnis Danone Specialized Nutrition yang merupakan salah satu perusahaan makanan minuman terbesar di dunia yang telah beroperasi di 160 negara dengan lebih dari 100.000 karyawan di seluruh dunia. Danone memiliki misi memberikan kesehatan melalui makanan kepada sebanyak mungkin orang di dunia.

Dengan misi tersebut, Sarihusada terus melakukan kegiatan yang menyehatkan orang banyak, salah satunya adalah peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak yang tidak cocok susu sapi. Oleh karena itu, dari tahun ke tahun Sarihusada terus melakukan kegiatan yang mendukung tumbuh kembang si kecil. Seperti saat ini bisa dilihat inisiatif dan inovasi yang Sarihusada lakukan, yaitu:

1. Edukasi Gerakan 3K+

Saat ini Sarihusada menggencarkan Edukasi Gerakan 3K+. Gerakan 3K+ adalah penyempurnaan dari Gerakan 3K yang telah diperkenalkan pada tahun-tahun sebelumnya. Gerakan 3K+ sebagaimana telah dijelaskan di atas, meliputi:

  • Kenali. Kenali gejala alergi yang bisa muncul pada si kecil yang tidak cocok susu sapi.
  • Konsultasikan. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab alergi dan penanganannya.
  • Kendalikan. Kendalikan dengan nutrisi yang tepat.
  • Kembangkan. Kembangkan potensi prestasi si kecil agar dapat tumbuh maksimal.

2. Website Alergi Anak

Sarihusada juga mengedukasi lewat website Alergi Anak. Kita bisa mengaksesnya di mana saja dan kapan saja melalui link https://www.generasimaju.co.id/alergianak/ . Sarihusada telah menyempurnakan fitur digital yang lengkap untuk mendukung si kecil yang tidak cocok susu sapi sehingga banyak yang bisa kita lakukan di sana. Kita bisa melakukan pengecekan risiko tidak cocok susu sapi, membaca artikel lengkap seputar tumbuh kembang si kecil yang tidak cocok susu sapi, konsultasi online, kreasi resep sehat tinggi zat besi, hingga tips stimulasi si kecil yang tidak cocok susu sapi.

3. Festival Soya Generasi Maju

Sarihusada terus menginspirasi para bunda agar edukasi Gerakan 3K+ tersampaikan. Dengan demikian para bunda percaya diri dalam mendampingi si kecil agar tumbuh maksimal.

Festival Soya Generasi Maju adalah rangkaian kegiatan edukasi seputar penanganan kondisi si kecil tidak cocok susu sapi agar si kecil bisa didukung tumbuh maksimal. Kegiatan ini berlangsung dari 23 Maret – 3 April 2021. Ada banyak acara yang bisa diikuti secara virtual melalui http://bit.ly/FestivalSoyaGenerasiMaju , di antaranya:

  • Tanya Dokter. Bunda bisa mendapatkan informasi dan konsultasi lansung dengan para ahli seputar kondisi dan penanganan alergi si kecil.
  • Sharing Session. Di sini bunda akan menerima tips dan sharing pengalaman sesama bunda, tapi bundanya spesial, yaitu para bunda selebriti.
  • Tips simulasi. Yaitu, tips stimulasi yang tepat dari psikolog Anak dan Keluarga untuk mengembangkan potensi prestasi si kecil.
  • Kreasi resep sehat. Akan ada live cooking bersama celebrity chef. Bunda akan diajak berkreasi dengan resep sehat berbahan dasar SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx.

Saya pun tertarik berkunjung ke Festival Soya Generasi Maju. Ada 4 booth virtual di sana. Ada booth Kenali, Konsultasikan, Kendalikan, dan Kembangkan. Masing-masing booth berisi info-info menarik yang bisa kita coba dan ikuti acaranya.

Booth Kenali

Di booth Kenali, saya menjumpai Allergy-Iron Checker dan Jadwal Acara. Fitur Allergy-Iron Checker adalah pengecekan melalui website itu apakah si kecil mengalami alergi atau kemungkinan defisiensi zat besi. Sedangkan jadwal acaranya berupa sesi TANYA DOKTER yang berlangsung tanggal 23 Maret 2021.

Booth Konsultasikan

Di booth Konsultasikan, saya menemukan tombol Tanya Dokter, Jadwal acara, dan Link pendaftaran Kulwhapp. Jika kita klik Tanya Dokter, kita akan dibawa pada halaman konsultasi virtual mengenai alergi si kecil. Pada tombol Jadwal Acara ada info acara apa saja bersama dokter. Ada yang berupa IG Live, ada juga kulwhapp, yang link pendaftarannya juga tersedia di sana.

Booth Kendalikan

Di booth Kendalikan, kita akan menjumpai jadwal acara IG Live maupun live streaming sharing session bersama bunda selebriti dan live cooking bersama chef selebriti. Selain itu, kita akan menjumpai link untuk mengakses kreasi sehat berbahan dasar SGM Eksplor Soya.

Booth Kembangkan

Di booth Kembangkan, saya menjumpai jadwal acara bersama psikolog anak dan keluarga yang dapat disimak melalui IG Live maupun FB Live. Di sini juga ada akses video untuk mengembangkan potensi prestasi si kecil, seperti membuat kreasi Bunny Headband dan Bunny Dance bersama SGM Ekplor Soya Pro-gress Maxx.

Peluncuran SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx

Pada Festival Generasi Soya ini juga diluncurkan inovasi baru dari SGM. Peluncuran susu pertumbuhan baru dari SGM ini didasarkan pada fakta bahwa saat ini masih ada masalah kesehatan yang harus kita atasi untuk dukung si kecil tumbuh maksimal. Saat ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa 1 dari 3 anak berisiko mengalami anemia defisiensi zat besi dan 7,5% anak di Indonesia mengalami alergi susu sapi, yang artinya ada sekitar 350.000 anak yang tidak cocok susu sapi dan prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya.

Sementara itu, dari kejadian-kejadian tersebut akan timbul dampak-dampak tertentu yang akan terus menghantui si kecil. Dampak tidak cocok susu sapi dapat meningkatkan risiko gejala yang berkelanjutan dan meningkatkan risiko penyakit kronis lainnya. Sedangkan dampak kekurangan zat besi adalah prestasi akademik rendah, gangguan pada sistem motorik dan sensorik, mudah terserang penyakit, dan pertumbuhan fisik terhambat. Oleh karena itu, Sarihusada meluncurkan SGM Eksplor Soya Pro-Gress Maxx sebagai penyempurnaan formulasi SGM Eksplor Soya versi sebelumnya.

SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx berbasis isolat protein soya berkualitas yang dilengkapi dengan IronC sehingga dapat mengatasi risiko kekurangan zat besi pada anak yang tidak cocok susu sapi. SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx cocok untuk usia 1-5 tahun dan tersedia dua varian rasa yaitu madu dan vanila. Kita bisa pilih kemasan 400 gram atau 700 gram.

Apa saja kandungan penting dalam SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx? Berikut kandungan dan manfaatnya.

Isolat Protein Soya Berkualitas

SGM Eksplor Soya Pro-Gress Maxx berbahan dasar isolat protein soya yang berkualitas, sehingga tidak akan menimbulkan alergi bagi anak yang tidak cocok susu sapi. Dengan rasa yang creamy, manfaat dan kandungan yang diformulasikan sama baiknya dengan susu yang berasal dari susu sapi. Tak hanya itu, dalam susu ini juga ada serat pangan sebesar 1 mg per saji.

IronC

SGM Ekplor Soya Pro-Gress Maxx dilengkapi inovasi terbaru berupa kombinasi unik zat besi dan vitamin C. Kombinasi zat besi dan vitamin C yang tepat ini akan meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh si kecil. Jumlah vitamin C per takaran sajinya tinggi, yaitu 29,2 mg.

Minyak Ikan, Omega 3&6

Dalam SGM Ekplor Soya Pro-Gress Maxx juga dilengkapi dengan minyak ikan, terdiri atas omega 3 dan 6. Asam lemak baik ini penting untuk kecerdasan otak si kecil. Omega 3 sebesar 52 mg per saji, sedangkan omega 6 sebesar 601 mg per saji.

Kalsium, Tinggi Vitamin D

SGM Ekplor Soya Pro-gress Maxx juga mengandung kalsium yang mencukupi kebutuhan si kecil. Tambahan vitamin D-nya yang tinggi akan membantu penyerapan kalsium ke tubuh.

Pengalaman Bunda-Bunda Selebriti yang Buah Hatinya Tidak Cocok Susu Sapi

Dalam webinar ini juga ada sharing pengalaman para bunda selebriti dalam menangani buah hatinya yang tidak cocok susu sapi. Ada Natasha rizky, Revalina S. Temat dan Joana Alexandra. Dari mereka saya cukup belajar banyak apa yang harus dilakukan jika ada risiko alergi dan kekurangan zat besi pada si kecil. Kuncinya jangan panik, galilah ilmu dari para ahli. Seperti sekarang dengan ikut webinar ini, saya mendapat ilmu baru untuk tanggap alergi dengan gerakan 3K+. Ini dia kata para bunda selebriti:

Natasha Rizky

“Ketika aku tahu tingginya risiko kekurangan zat besi pada anak yang tidak cocok susu sapi, aku sama Desta lebih berusaha untuk ekstra tanggap pada gejala yang muncul. Begitau tau gejalanya, aku rutin berkonsultasi pada dokter. Yang paling penting adalah mengendalikan gejala yang tejadi pada anak keduaku Miskha,” kata Natasha.

Natasha bersyukur dengan hadirnya alternatif nutrisi berbasis isolat soya seperti SGM soya yang dilengkapi dengan zat besi dan vitamin C sangat membantu kebutuhan nutrisi anaknya yang tidak cocok susu sapi. Ia bisa mengembangkan potensi prestasi si kecil. Sekarang Miskha jadi lebih bebas belajar, bermain, dengan nyaman karena gejala alergi susu sapinya tidak muncul lagi. Natasha menjadi yakin dengan nutrisi tepat dari SGM soya Miskha akan tumbuh maksimal seperti anak-anak lainnya.

Revalina S. Temat

“Kita sebagai bunda jangan langsung panik kalau anak tidak cocok sapi. Kita langsung saja terapkan gerakan 3K+. Berikan alternatif tepat sesuai anjuran dokter.”

Kalau Reva sendiri memberi si kecil SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx karena mengandung zat besi dan vitamin C dengan rasio yang tepat serta nutrisi lainnya. Dengan demikian Rihga, buah hatinya, dapat terhindar dari gejala alergi susu sapi dan defisiensi zat besi. Rihga makin jago main basket tanpa terganggu gejala alergi. Kalau dulu dia suka bersin-bersin karena alergi susu sapinya, sekarang sudah tidak kambuh lagi.

Joanna Alexandra

Joanna yakin nutrisi dari SGM Eksplor Soya Pro-gress Maxx bisa mendukung tumbuh maksimal. Karena di situ selain iron dan vitamin C, juga ada nutrisi penting lainnya sama seperti dalam susu sapi. Nutrisi penting itu adalah isolat protein soya, minyak omega, vitamin D, serat pangan, dll.

“Anakku Zuriel sudah besar sekarang sudah terbukti bebas dari alerginya. Tidak ruam lagi jadi lebih tenang dan nyaman. Dia bebas beraktivitas,” ujarnya.

Melihat pemaparan dari para ahli dan sharing pengalaman dari para bunda selebriti, yuk jangan kecolongan, Bunda! Pantau terus tumbuh kembang si kecil, terutama jika ada bakat alergi susu sapi. Jika ketahuan sejak dini akan lebih mudah penanganannya. 

Ingat selalu Gerakan 3K+ untuk mendukung tumbuh kembang si kecil yang tidak cocok susu sapi. Dengan demikian, si kecil tetap akan bisa tumbuh maksimal tanpa takut terganggu alergi dan kekurangan zat besi. Si kecil pun siap menjadi Anak Generasi Maju.

Semoga bermanfaat!

8 Cara Cegah Cacingan Agar Tidak Stunting

Cacingan adalah penyakit karena infeksi cacing pada tubuh yang sering diderita anak-anak. Cacingan ada beberapa jenis, misalnya karena cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, dll. Ukuran cacing tersebut sangat kecil. Biasanya berukuran 2-13 mm.

Memang, cacingan tidak menyebabkan kematian. Tapi dampak yang paling buruk adalah stunting, atau gagal tumbuh. Ini akan merugikan masa depan anak. Tak hanya ukuran tubuh saja yang pendek, tapi juga berpengaruh ke otak. Si kecil akan lebih lambat berpikir, kecerdasannya rendah. Ke depannya bukan tak mungkin ia mengalami perundungan oleh teman-temannya karena fisik dan kecerdasannya yang rendah. Selain itu, bisa jadi akan memengaruhi kesuksesannya di masa depan.

Mengapa cacingan bisa berdampak pada stunting? Mari kita ambil salah satu contoh penyakit cacingan, misalnya yang disebabkan cacing kremi sehingga biasa disebut kremian.

Anak cacingan karena cacing kremi biasanya tertular dari makanan yang terkontaminasi telur cacing, permukaan benda milik penderita cacingan (seperti handuk, mainan dll). Jika anak sehat menyentuh benda-benda yang terkontaminasi telur cacing, lalu memasukkan tangannya ke dalam mulut, maka telur cacing akan masuk ke perut hingga ke usus besar. Telur cacing menetas menjadi cacing. Mereka bisa berkembang biak di usus. Cacing betina akan pergi ke anus untuk bertelur sehingga timbul gatal-gatal di sekitar anus. Jika pantat digaruk, kuku jari akan mengandung telur cacing. Bisa masuk ke mulut lagi, juga bisa menularkan ke orang lain lewat benda-benda yang disentuhnya.

 

Cacing yang tinggal di usus bukan hanya menimbulkan gatal-gatal di anus saja. Tapi mereka akan menjadi parasite yang menyerap semua nutrisi yang seharusnya diserap usus. Karena nutrisi makanan sudah dimakan duluan sama cacing, si anak jadi kekurangan gizi. Anak bisa anemia, lemas, mengantuk. Ini mengakibatkan pertumbuhannya tidak optimal. Kasus yang semakin parah bisa menyebabkan stunting.

 

Nah, makanya penting sekali untuk kita menyadari penyakit cacingan ini sejak dini. Lakukan pencegahan agar si kecil sehat tidak menderita cacingan. Berikut ada 8 cara mencegah cacingan yang bisa dilakukan.

1. Selalu Biasakan menjaga Kebersihan

Telur cacing bisa tinggal di permukaan apapun. Upayakan menjaga kebersihan kapanpun. Sering mencuci tangan sehabis keluar dari rumah, sebelum dan sesudah makan, mandi 2 kali sehari, mengganti pakaian, seprai, dan handuk secara teratur.

2. Minum air putih yang sudah matang

Telur cacing bisa hadir di dalam air yang belum dimasak. Jika kita biasa minum dari air sumur atau PAM, masaklah hingga mendidih. Kita juga bisa meminum air mineral yang sudah berizin edar BPOM sehingga aman untuk dikonsumsi.

3. Masak makanan Hingga Matang

Seperti halnya air, makanan juga bisa ditinggali cacing dan telurnya. Maka untuk membunuhnya, masaklah makanan hingga matang.

4. Biarkan sinar matahari masuk ke dalam rumah

Buka semua jendela hingga sinar matahari menyinari seluruh bagian di dalam rumah. Telur cacing bersifat sensitif terhadap sinar matahari.

5. Hindari mengigit Kuku

Kuku akan menjadi sarang telur cacing. Potonglah kuku secara teratur. Segera tegur atau jauhkan jari dari mulut si kecil jika kita tahu ia menggigit jari.

6. Pakai Alas Kaki Saat Ke Luar Rumah

Biasakan si kecil pakai alas kaki saat keluar rumah, karena ada jenis cacing seperti cacing tambang yang bisa menembus kulit kaki. Jika sudah masuk melalui kulit kaki, ia akan masuk ke aliran darah dan bertahan selama 1 tahun di dalam tubuh.

Jika kita hendak melatih motorik maupuan sensori si kecil dengan kaki telanjang, pilih saja tempat yang aman yang tidak mengandung tanah.

7. Beri Obat Cacing Konvermex 6 Bulan Sekali

Konvermex bisa diminum setiap 6 bulan sekali oleh seluruh anggota keluarga untuk mencegah cacingan. Jika anak sudah 2 tahun bisa mulai konsumsi. Untuk anak usia 2-6 tahun minum Konvermex suspensi atau tablet, sedangkan untuk dewasa bisa minum Konvermex 250 suspensi atau kaplet.

Komposisi Konvermex adalah Pyrantel Pamoate. Bahan aktif ini dapat membasmi penyakit cacingan yang disebabkan beberapa cacing seperti cacing kremi (Enterobius vermicularis), cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale), cacing tambang (Necator americanus), dan cacing Trichostrongylus colubriformis.

8. Kenalkan Anak dengan Cacing dan Penyakit Cacingan

Ada kalanya kita tidak bisa menegur si kecil begitu saja.

“Hei, pakai sandal kalau keluar!”

“Hei, cuci tangan dulu!”

“Hei, jangan gigit jari!”

Karena mereka akan kebal, cuek, tidak menghiraukan, karena tidak memahami konsepnya. Penyakit cacingan itu apa, bentuknya seperti apa, akibatnya belum nyata karena belum dirasakan. Tugas kita adalah membuat mereka paham dengan mengenalkan penyakit cacingan itu. Bisa lewat buku cerita, video, bahkan game.

filter konvermex

Kebetulan nih, saya sudah coba filter Instagram story di Instagram Panduan Bunda. Filter itu berbentuk game, yang tugasnya membasmi cacing. Ada icon yang bernama Konverman yang tugasnya memangsa cacing nakal itu. Kita atau si kecil bisa diajak bermain dengan menggerakkan si Konverman. Tinggal kedip-kedipkan mata agar Konverman bisa tertuju pada cacingnya. Seru, lho bun. Ikut mainkan yuk. Apalagi ada hadiahnya. Caranya gampang banget, ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Buka Instagram Panduan Bunda https://instagram.com/panduanbunda
  2. Klik Tab Filter
  3. Lalu pakai filter #AyoSalingJaga, klik ‘Coba’.
  4. Mainkan dengan tekan tombol shutter (untuk rekam video), tahan jangan dilepas sambil bermain.
  5. Gerakkan Konverman menggunakan kedipan mata untuk membasmi cacing sebanyak-banyaknya.
  6. Upload hasil bermain pada Instagram Story akun pribadidengan menyertakan hashtag #AyoSalingJaga, mention @panduanbunda, dan 3 teman.
  7. Highlight story dengan judul highlight #AyoSalingJaga.
  8. Kita dapat bermain berkali-kali sampai dapat score tertinggi.

5 pemenang berhak mendapatkan e-wallet Rp. 500.000. Lumayan banget kan? Yuk segera ikut, jangan lupa follow semua akun media sosial Panduan Bunda, biar nggak ketinggalan info.

Instagram: @panduanbunda

Facebook: https://facebook.com/panduanbunda/

Website: https://panduanbunda.com

Twitter: https://twitter.com/panduanbunda

Dongeng Cerita Bergambar di Aplikasi Let’s Read Menumbuhkan Minat Baca Anak

Rasanya menyedihkan jika minat baca anak sekarang itu termasuk rendah.  Indonesia menempati peringkat minat baca ke-60, dari 61 negara yang dibandingkan. Buku adalah jendela ilmu. Jika jendelanya saja enggan disentuh, bagaimana bisa mengharap generasi kita akan cerdas?

Sebenarnya membaca adalah bagian dari pendidikan. Tidak mungkin dalam didik-mendidik tidak ada aktivitas membaca sama sekali. Sedangkan hak anak adalah mendapat pendidikan. Jadi tugas kita adalah menumbuhkan minat baca buku si anak, sehingga ia ikhlas melakukan aktivitas membaca tanpa merasa terpaksa.

Masalahnya, buku memang dipandang sesuatunyang tidak menarik. Buku erat kaitannya dengan pelajaran wajib yang membosankan. Begitulah pikiran sempit bagi yang tidak suka membaca. Terlebih lagi sekarang anak-anak lebih condong terhadap gawai. Oleh karena itu perlu strategi khusus agar anak gemar membaca.

Membaca sejak dini bisa dibiasakan dengan buku bergambar. Karena dengan adanya gambar akan lebih menarik di mata anak. Membaca tidak akan membosankan.

Membaca buku cerita bergambar adalah membaca menyenangkan. Jika yang dibacakan adalah dongeng, akan membuatnya menjadi lebih hidup. Membaca buku bergambar memiliki beberapa manfaat, di antaranya sebagai berikut.

  • Langkah awal mengenalkan buku

Buku adalah hal wajib dalam pendidikan. Membacanya harus dikenalkan sejak dini. Bahkan sebelum anak bisa membaca. Kita bisa mengenalkannya dengan buku bergambar. Dengan melihat gambarnya saja anak pasti akan mempunyai bayangan hal apa yang dibacanya.Kita tahu bahwa buku adalah sesuatu yang sangat penting yang perlu dikenalkan kepada anak-anak. Banyak penelitian membuktikan bahwa buku mempunyai manfaat besar, karenanya harus dikenalkan sedini mungkin pada anak.

  • Mengasah rasa ingin tahu anak

Dengan adanya gambar dalam buku, anak akan mengenal hal-hal yang mudah dibayangkan. Anak akan penasaran dan mulai sering bertanya apa yang dilihatnya. Mengapa ini bisa begini, mengapa bisa begitu. Nah, jika anak terbiasa akan rasa ingin tahunya, kelak si anak akan memiliki pemikiran yang kritis dan logis. Biasakan juga bahan bacaannya memiliki unsur pengetahuan baru yang bermanfaat.

  • Membantu anak Mengekspresikan Diri

Buku cerita bergambar pasti memiliki kandungan cerita dan konflik di dalamnya. Jika anak memerhatikannya, ia kan belajar menyikapi sesuatu yang ia baca. Anak-anak akan mengeluarkan ekspresi apa yang ada di pikirannya. Ia terangsang untuk meneladani hal positif yang di dalam buku.

  • Menumbuhkan Minat Baca

Untuk menumbuhkan minat baca, kita bacakan dulu si kecil buku kesukaannya. Biasanya ia punya favorit cerita bergambar tertentu. Misalnya tentang roket, hewan, atau kegiatan sehari-hari. Jika hal ini terus berulang, lama-lama si kecil akan menjadi penasaran pada buku yang ia baca, dan juga buku-buku lainnya. Kemudian ia aka tertarik membuka buku sendiri. Melihat gambarnya, berkhayal apa yang dia baca sendiri, sampai suatu saat ia bisa membaca huruf demi huruf. Ia sudah terbiasa akan buku, dan tumbuh rasa suka terhadap buku.

Jika anak sudah gemar membaca, ketika dewasa akan menjelma sebagai orang yang cerdas, wawasannya luas, dan mengetahui banyak hal. Orang berilmu pasti akan disegani dan bisa menebar manfaat.

Let’s Read, Aplikasi Membaca Untuk Anak Dengan Cerita Bergambar

Let’s Read adalah aplikasi ponsel yang berisi kumpulan buku cerita anak berkualitas. Di dalamnya terdapat buku cerita dengan berbagai level. Ada kisah sehari-hari, petualangan, bahkan dongeng dengan muatan lokal.

Menariknya, dongeng atau cerita rakyat yang ada di aplikasi Let’s Read menggunakan Bahasa daerah tertentu. Ada Bahasa Padang, Batak, Jawa, dll. Jadi, jika si anak masih awam dengan bahasa daerah, ia bisa mengenalnya lewat buku cerita di Let’s Read. Enaknya aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di ponsel android. Tertarik, kan? Yuk segera download di sini!

 

5 Cara Agar Anak Tinggi, Tangguh, Tanggap

tinggi, tangguh, tanggap“Bunda, gimana caranya agar aku bisa tinggi kayak Kak Aqiif?”

Keresahan itu ditunjukkan oleh anak umur 6 tahun. Tidak kusangka seperti itu. Aku pikir anak remaja saja yang ingin cepat tinggi. Ternyata anak yang baru lepas dari masa balitanya juga sangat peduli dengan penampilan.

Tumbuh tinggi itu penting sih, biar anak nggak minder atau sering dirundung pendek. Tapi indikator lain juga penting dalam tumbuh kembangnya. Misalnya tangguh dan tanggap. Anak tangguh akan siap menghadapi setiap tantangan. Dia menjadi anak aktif, berani, sigap, dan keterampilan fisiknya baik. Sedangkan anak tanggap akan siap menerima dan menyerap pelajaran di sekolah.

Bicara tentang si adik yang ingin tinggi seperti kakaknya itu, menurutku wajar jika anak yang lebih muda usianya tidak setinggi kakaknya. Tapi, dengan pertanyaan itu, aku jadi penasaran apakah anakku itu sudah tumbuh dengan tinggi ideal sesuai usianya? Bagaimana cara mengoptimalkan tumbuh kembangnya agar tinggi, tangguh, tanggap?

Berdasarkan literatur yang aku baca di website Indomilk Susu Bubuk, aku menyimpulkan ada 5 cara agar anak tinggi, tangguh, tanggap.

1. Cek Tumbuh Kembang Anak

Kita bisa pantau fisiknya apakah sudah tumbuh sesuai standar usianya? Bisa cek dari berat badannya dan tinggi badannya. Contohnya seperti berikut ini.

  • Misal tinggi bayi baru lahir: sekitar 50 cm
  • Bayi hingga 1 tahun:   1,5 x tinggi badan saat lahir
  • Umur 4 tahun:   2 x tinggi badan saat lahir
  • Umur 6 tahun:   1,5 x tinggi badan pada usia 1 tahun
  • Umur 13 tahun:  3 x tinggi badan saat lahir
  • Untuk anak diatas 13 tahun dan orang dewasa: 3,5 x TB lahir (2 x tinggi badan saat usia 1 tahun)

Secara umum, untuk anak usia 2-12 tahun bisa pakai rumus:

Tinggi ideal = (Usia dalam tahun x 6) + 77

 

Syukurlah setelah saya ukur tinggi si kakak dan si adik, semuanya sudah tumbuh sesuai usianya. Tidak terlambat. Tapi bisa dioptimalkan lagi agar tumbuh tinggi.

2. Olahraga

Berolahraga dapat membantu anak agar cepat tinggi. Pada saat olahraga, hormon-hormon pertumbuhan dilepas oleh tubuh. Selain itu, metabolisme tubuh juga akan semakin lancar. Pilih saja olah raga yang disukai anak. Misalnya bersepeda, main sepatu roda, sepak bola, bola basket, atau berenang.

3. Tidur Cukup

Pastikan tidur anak cukup. Jangan tidur terlalu larut malam. Tak hanya itu, kualitas tidurnya juga dibutuhkan yang baik. Tidur ini sangat penting karena hormon yang menstimulasi pertumbuhan dilepaskan saat tidur. Lama waktu tidur anak yang dibutuhkan adalah 10-12 jam. Waktu tersebut bisa dibagi misalnya tidur siang 1-2 jam dan tidur malam 8-9 jam.

4. Mendapatkan Paparan Sinar Matahari

Sudah umum diketahui kalau sinar matahari itu sumber vitamin D. Sebenarnya sih salah kaprah. Sinar matahari akan membantu mengubah provitamin D di dalam tubuh menjadi vitamin D. Bukan sumber vitamin D. Vitamin D ini penting untuk imunitas tubuh dan pertumbuhan tulang. Jadi, pastikan anak terkena paparan sinar matahari setiap hari. Biarkan ia bermain di luar ruangan. Yaaaa, daripada jadi pecandu gadget kan? Waktu terbaik berjemur atau bermain di luar agar terkena sinar matahari adalah dari matahari terbit sampai jam 10 pagi, dan jam 3 sore sampai matahari terbenam.

5. Beri Nutrisi Tepat

Nutrisi yang tepat untuk anak akan mengoptimalkan tumbuh kembangnya sehingga bisa tumbuh tinggi, tanggap, tangguh. Tulang mendapat nutrisi sehingga bisa tumbuh tinggi. Otak berkembang sempurna, sehingga cepat tanggap. Tubuh mendapat imunitas yang kuat sehingga tangguh menghadapi rintangan. Oleh karena itu, beri nutrisi sesuai pedoman umum gizi seimbang. Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral beri sesuai porsinya. Di antara unsur-unsur gizi itu ada unsur gizi khusus yang sangat penting untuk tumbuh tinggi, tangguh, tanggap yaitu kalsium, omega 3, dan protein.

Kalsium

Kalsium adalah salah satu mineral yang membantu pertumbuhan tulang. Peran kalsium adalah membantu pertumbuhan tulang dan perkembangan tinggi badan. Kalsium terdapat di sayuran hijau, teri, dan susu.

Omega 3

Omega 3 adalah asam lemak baik yang penting untuk kecerdasan otak. Jika omega 3 cukup, anak lebih mudah berkonsentrasi dalam belajar dan mudah menyerap pelajaran. Sumber omega 3 adalah ikan laut seperti salmon, sarden, tongkol, krill.

Protein

Protein berperan dalam membangun jaringan tubuh. Protein terbagi menjadi 2, yaitu protein nabati dan hewani. Protein nabati contohnya tempe, tahu. Sedangkan protein hewani terdapat di daging sapi, ayam, ikan, dan susu.

Sebagai tambahan untuk nutrisinya bisa kita beri si kecil dengan susu bubuk untuk anak seperti Indomilk Susu Bubuk. Hal ini karena susu mengandung nutrisi yang sangat lengkap.

Indomilk Susu Bubuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak Agar Tumbuh Tinggi, Tangguh, Tanggap

Indomilk Susu Bubuk

Indomilk susu bubuk adalah susu bubuk untuk anak yang mengandung nutrisi lengkap agar anak tumbuh tinggi, tangguh, tanggap. Awalnya aku biasa kasih Indomilk dalam kemasan kotak UHT dan yang botol. Nemu Indomilk Susu Bubuk di swalayan aku tertarik coba untuk anak-anakku. Ternyata mereka suka banget.

Manfaat Susu Bubuk Indomilk

Salah satu manfaat susu bubuk adalah terdapat tambahan nutrisi di dalam susunya. Jadi tidak hanya nutrisi asli di dalam susu, tetapi juga ada tambahan nutrisi pelengkap sehingga kebutuhan gizi harian bisa terpenuhi. Apalagi jika anak picky eater kan? Setiap hari maunya makan nasi, kecap, telur. Tidak mau pakai sayur sehingga kekurangan vitamin, mineral, dan serat.

Nah, Indomilk Susu Bubuk ini dilengkapi dengan OptiNutri yang mengandung nutrisi-nutrisi penting, yaitu:

Omega 3

Omega 3 dalam Indomilk Susu Bubuk berasal dari ikan laut dalam. Omega 3 yang terdiri dari DHA dan EPA ini berperan dalam perkembangan sel-sel otak dan kesehatan jantung anak.

Sumber Protein

Indomilk Susu Bubuk merupakan sumber protein yang baik. Per sajinya mengandung protein sebesar 5 gram. Tak hanya itu, dalam Indomilk Susu Bubuk juga terkandung vitamin, A, vitamin D3, vitamin E, vitamin B1, B2,B3, B5, B6, B12, vitamin C, dan serat pangan.

Tinggi Kalsium

Sebagaimana tadi telah dijelaskan betapa penting peran kalsium dalam pertumbuhan, senang banget begitu tahu kalau di Indomilk Susu Bubuk ini kalsiumnya tinggi. Per gelas saji mencukupi kebutuhan kalsium 25%.

Manfaat susu bubuk Indomilk dengan OptiNutri

Indomilk Susu Bubuk untuk Usia Berapa

Dalam memilih susu bubuk, jangan lupa perhatikan tentang usianya. Jangan sampai anak sudah besar tapi masih mengonsumsi susu balita. Tentu nutrisinya akan kurang memenuhi.

Tadi sudah lihat kan betapa besar manfaat susu bubuk Indomilk? Pasti sekarang penasaran Indomilk Susu Bubuk untuk usia berapa. Indomilk Susu Bubuk ini cocok untuk usia 5-12 tahun. Jadi kalau si kecil saat ini sedang duduk di sekolah dasar pas banget minum susu ini.

Varian Indomilk Susu Bubuk

Indomilk Susu Bubuk hadir dalam 2 rasa yaitu plain dan cokelat, yang terbagi menjadi beberapa varian kemasan, yaitu:

  • Susu Bubuk Rasa Cokelat 37 gram
  • Susu Bubuk Full Cream (Plain) 27 gram
  • Susu Bubuk Rasa Cokelat 400/800 gram
  • Susu Bubuk Full Cream 400/800 gram
  • Susu Bubuk Full Cream 400/800 gram

Kalau masih ragu si kecil suka yang mana, bisa cobain dulu aja Indomilk OptiNutri kemasan sachet. Ada yang rasa cokelat kemasan 37 gram dan full cream (tanpa gula) 27 gram. Kemasan sachet ini gampang ditemui di toko kelontong. Aku sendiri beli di toko kelontong yang ada di pasar perumahanku. Harga Indomilk Susu Bubuk sachet ini dipatok Rp. 3.000. Tapi lebih hemat lagi kalau beli 5 pcs, karena gratis 1 pc lagi.

Kemasan sachet ini menurutku praktis. Kita tidak perlu susah-susah menakar pakai sendok untuk bikin segelas susu. Tinggal tuang saja seluruh isi sachet, porsinya pas untuk sekali saji.

Indomilk susu bubuk sachet

Indomilk Susu Bubuk 800 g

Varian mana yang jadi favorit si kecil? Kalau Aqiif dan Kaysan suka banget yang rasa cokelat. Jadi, aku punya yang besar sekalian, kemasan 800 g. Cobain yuk!

Cara Mengatasi Kulit Kusam Saat Hamil dengan Skincare Yang Aman

Hai, Mama!

Jika diamati, setelah tiga kali melahirkan, kulit wajah saya selalu kusam. Setelah diselidiki, ternyata memang begitulah yang terjadi pada wanita hamil karena ada beberapa perubahan dalam tubuhnya. Hormon berubah, pembuluh darah bertambah dan melebar, unsur air bertambah, dll. Akibatnya jaringan kulit lebih meregang, gampang iritasi, lebih sensitif, kusam, bahkan bisa berjerawat. Jika tidak dirawat, maka masalah kulit kusam tidak akan terselesaikan.

Oleh karena itu perlu perawatan wajah secara khusus untuk menghilangkan masalah kulit kusam saat hamil. Secara sederhana, perawatan yang langkah-langkahnya tidak terlalu panjang, Mama bisa lihat langkah perawatan wajah sebagai berikut.

Perawatan Wajah Ibu Hamil dan Menyusui

  1. Cukupi Vitamin E

Vitamin E adalah vitamin yang dapat membantu memperbarui sel kulit yang yang telah rusak. Sel kulit itu diregenerasi setiap hari. Ada kalanya proses regenerasi itu malah mejadikan kulit kusam karena tidak maksimal prosesnya. Di sinilah peran vitamin E yang akan membantu proses regenerasi kulit agar optimal. Oleh karena itu kia perlu mengonsumsi vitamin E.

Vitamin E secara alami bisa diperoleh dari sayur dan buah. Tablet vitamin E yang dapat diminum juga boleh digunakan jika sudah berkonsultasi dengan dokter.

  1. Bersihkan wajah secara rutin.

Membersihkan wajah akan mengangkat sel-sel kulit mati yang ada pada wajah. Jadi tidak hanya membersihkan make up saja. Walau tidak pakai make up kita wajib membersihkan wajah setiap hari. Kalau sel-sel kulit mati yang menempel akibat sisa regenerasi kulit bisa terangkat, wajah tidak akan kusam.

  1. Gunakan pelembap yang mengandung tabir surya

Setelah cuci muka, gunakan pelembap wajah. Hal ini akan membantu mencegah kulit kering yang bikin kusam. Dan akan lebih praktis kalau pelembap itu mengandung tabir surya dalam satu produk. Tabir surya tentu berguna untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVA/UVB. Sinar UVA/UVB ini yang menyebabkan kulit menjadi kusam dan gelap (hiperpigmentasi).

 

Nah, kalau sudah tahu langkah perawatan wajah, sekarang tinggal tentukan produk apa yang cocok nih, Ma. Selama hamil dan menyusui, kita harus lebih selektif dalam menggunakan produk perawatan wajah. Karena pada umumnya secara tanpa kita sadari toksin-toksin itu masuk ke dalam tubuh dan bisa ditransfer ke bayi. Saya tidak sedang membahas bahan-bahan yang jelas berbahaya seperti merkuri dan hidroquinon ya. Melainkan bahan yang dianggap lumrah tapi tetap bikin khawatir karena pernah terbukti berdampak buruk.

Kalau tanya ke penjual produk kebanyakan mereka mesti mengklaim kalau produk mereka aman bagi ibu hamil. Tapi produk yang kebanyakan beredar itu mengandung bahan yang tidak 100% aman bagi kulit terutama bagi wanita hamil dan menyusui. Misalnya deterjen atau nama kimianya Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang umum terdapat di sabun cair, sabun wajah, shampoo, pasta gigi, dll. SLS ini dapat mengiritasi kulit, lebih nggak enak lagi kalau kita penderita dermatitis atopic, jadi akan tambah parah. Apalagi selama hamil biasanya lebih sensitive, dermatitis akan kambuh lagi.

Lewat apa bahan yang tidak aman itu memengaruhi tubuh kita? Pertama pastinya setelah kontak dengan kulit. Selain itu, bisa juga masuk ke tubuh si kecil melalui transfer via plasenta maupun ASI jika si kecil sudah lahir. Atau bisa juga residu yang tidak terbilas sempurna bisa tertelan oleh si kecil saat menyusu, saat menyentuh kita dengan jari-jari kecil mereka. Tambah khawatir, kan? Nah, makanya yuk #KurangiWorry saat merawat kulit kita dengan menghindari produk yang mengandung bahan yang tidak aman itu ya. Pilih skincare aman untuk ibu hamil.

Jenis Bahan yang Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Bahan apa saja yang sebaiknya dihindari dalam produk untuk ibu hamil dan menyusui? Ini dia.

Sodium Lauryl Sulfate / Sodium Laureth Sulfate

Sodium lauryl sulfate maupun sodium laureth sulfate yang disingkat SLS, seperti yang disebutkan sebelumnya, biasanya terdapat di berbagai produk perawatan wajah dan tubuh. Beberapa dampak yang buruk diakibatkan oleh SLS bagi ibu hamil dan meyusui adalah:

  1. Menyebabkan iritasi pada kulit, seperti mengelupas, kering, memerah, kasar
  2. Dermatitis
  3. Menyebabkan iritasi mata
  4. Merusak organ hati jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh
  5. Dapat menyerap jumlah lemak dan protein yang ada pada tubuh karena SLS bersifat korosif
  6. Potensi terburuk, dalam kadar yang sangat berlebihan serta kondisi yang buruk, bisa menyebabkan cacat janin
  7. Mengganggu sistem endokrin yang dapat merusak pembentukkan hormon.

 

Synthetic Fragrance

Pewangi sintetik yang biasanya ada pada produk perawatan wajah dan tubuh itu juga wajib diwaspadai bahayanya. Karena tidak hanya zat aromatic buatannya saja yang terdapat di dalamnya tapi juga pelarutnya dan pengawetnya. Dampak yang diakibatkan karena pewangi sintetik (synthetic fragrance) ini adalah gangguan pernapasan, iritasi kulit, bahkan dampak terburuk bisa terjadi seperti cacat janin, keguguran dan kanker.

Paraben

Paraben adalah zat kimia yang digunakan sebagai bahan pengawet pada produk-produk perawatan tubuh dan juga kosmetik, yang berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur dalam produk. Turunan paraben yang sering digunakan adalah methylparaben. Selain itu juga ada propylparaben, butylparaben, isopropylparaben, isobutylparaben, phenylparaben, benzylparaben, dan penthylparaben

Journal of Applied Toxicology (2004) menyebutkan bahwa paraben bersifat estrogenik, atau memiliki sifat yang sama seperti estrogen, yang jika sistemnya rusak dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti rusaknya kelenjar tiroid, kanker payudara, serta masalah reproduksi. Sedangkan bahaya paraben bagi ibu hamil dan menyusui adalah:

  • Bagi ibu hamil, paraben yang mengendap di dalam tubuh bisa masuk ke janin melalui plasenta. Paraben bisa berubah menjadi racun dan menghambat pertumbuhan saraf bayi dan bisa mengakibatkan cacat lahir, keguguran, bahkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Hal ini disebabkan karena saat masa pertumbuhan dalam kandungan, sistem endokrin pada janin tidak terbentuk secara sempurna.
  • Bagi ibu menyusui, paraben bisa masuk ke tubuh bayi melalui air susu ibu (ASI) yang dikonsumsi oleh bayi. Paraben akan terkontaminasi di dalam sel darah dan bisa menyebar ke bagian tubuh manapun. Akibatnya, zat ini bisa menghambat perkembangan otak dan saraf bayi dan mengakibatkan bayi memiliki keterlambatan pertumbuhan hingga IQ rendah.

 

Alcohol

Alcohol dalam perawatan kulit memiliki fungsi untuk mengecilkan pori-pori. Sayangnya, bahan ini sering mengakibatkan iritasi kulit, lebih-lebih pada kulit sensitive. Sebaiknya hindari produk yang mengandung alcohol. Untuk fungsi mengecilkan porinya bisa pilih bahan penggantinya seperti niacinamide.

 

Review Mama’s Choice Gentle Face Wash

Dulu, saya pakai produk perawatan kulit yang sepaketnya 3 jutaan. Memang bagus karena bebas 14 bahan berbahaya tapi sangat mahal karena impor dari Korea. Untuk kondisi saat ini, terlebih di masa pandemi yang cari duit berasa susah, saya lebih memilih berhemat. Jadi, selama ini  saya memakai sabun wajah biasa sambil banyak berdoa semoga tidak terlalu berbahaya. Akibatnya, beberapa hari sekali kulit mengelupas, kering, komedo sering muncul, muka kayak ketarik. Dan itu berlanjut, hingga saya mencoba Mama’s Choice Face Wash.

Mama’s Choice Face Wash adalah sabun muka untuk ibu hamil dan menyusui dengan formulasi aman. Mama’s Choice Gentle Face Wash merupakan sabun wajah non-SLS pertama yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Tak sekadar membersihkan, Mama’s Choice Gentle Face Wash juga menutrisi wajah dengan kandungan ekstrak kolagen alaminya. Sabun wajah khusus ibu hamil dan menyusui ini terbukti secara klinis dapat mencerahkan wajah karena mengandung ekstrak beras alami.

Setelah mencoba pertama kali, saya langsung suka. Setelah pembilasan tidak ada sisa licin-licin. Wajah juga terasa segar. Berikut ini review saya terhadap beberapa poin yang dimiliki Mama’s Choice Gentle Face Wash.

Keistimewaan

Tanpa SLS, Alkohol, Tanpa Parfum dan Tanpa Paraben

Mama’s Choice Gentle Face Wash dibuat tanpa SLS, alcohol, parfum dan paraben. Hal ini tentu akan semakin #KurangiWorry terhadap tubuh kita dan si kecil. Penyabunnya tidak menggunakan SLS, tetapi diganti sodium cocoyl gglycinate. Pengecil porinya menggunakan bahan aktif niacinamide. Pengawet paraben juga tidak digunakan tetapi diganti ethyl lauroyl arginate HCl yang lebih aman. Parfum sintetik juga tidak ada dalam Mama’s Choice Gentle Face Wash.

Halal dan Natural

Mama’s Choice Gentle Face Wash memiliki ijin edar resmi BPOM dan bersertifikat halal. Jadi semakin tenang, bisa #KurangiWorry akan bahan yang tidak halal.

Manfaat

  • Membersihkan wajah dan mengangkat sel kulit mati.
  • Mencerahkan wajah dan sudah terbukti klinis.
  • Aman untuk kulit sensitive.
  • Menutrisi kulit dengan ekstrak kolagennya.

Kemasan

Kemasan Mama’s Choice Gentle Face Wash adalah botol tube pipih tertutup rapat. Warnanya dominan putih dengan tutup berwarna pink. Desain yang sangat minimalis tapi cantik. Secara lebih dekat dapat dilihat pada foto di bawah ini.

Komposisi

Komposisi Mama’s Choice Gentle Face Wash adalah air, glycerin, butylene glycol, niacinamide, sodium cocoyl glycinate, hydrolyzed collagen extract, 1,2-Hexanediol, hydroxyethylcellulose, ethyl lauroyl arginate HCl, rice bran extract, coconut acid, sodium chloride, dan tetrasodium glutamate diacetate.

Aroma

Mama’s Choice Gentle Face Wash tidak berbau sama sekali. Baik bau harum maupun bau tengik. Tidak digunakannya pewangi sintetik dalam produk ini menjadikannya aman.

Tekstur & Warna

Tekstur Mama’s Choice Gentle Face Wash kental seperti gel, tidak berwarna alias transparan. Setelah dicoba untuk dibusakan tidak keluar busanya. Bahkan setelah ditambah jumlahnya dan digosok-gosokkan, hanya tekstur seperti susu pembersih yang keluar. Tidak ada gelembung busa.

Hasil

Saya jadi jatuh cinta pada pemakaian pertama. Sabun wajah biasa yang saya pakai sekarang itu licin setelah dibilas. Saya tidak suka dengan itu. Berbeda dengan Mama’s Choice Gentle Face Wash, tidak licin sama sekali. Tapi tidak juga sangat kesat seperti habis memakai sabun yang ada SLS-nya. Kulit terasa lembap dan segar. Kotoran mudah terangkat. Tetapi untuk heavy make up, pasti lebih baik bersihkan dengan double cleansing. Yaitu, bersihkan dengan susu pembersih dulu, baru bersihkan dengan sabun wajah Mama’s Choice Gentle Face Wash.

Harga

Menurut saya harga Mama’s Choice Gentle Face Wash ini termasuk tengah-tengah. Tidak terlalu murah, juga tidak terlalu mahal. Sabun yang biasa saya pakai itu harganya Rp. 60.000-an tapi masih mengandung paraben dan SLS. Sabun impor Korea yang pernah saya pakai yang kandungannya juga aman itu harganya Rp. 300.000 lebih. Sedangkan Mama’s Choice Gentle Face Wash cuma Rp.79.000, nggaka jauh beda dengan sabun yang saya pakai biasanya, tapi jauh lebih aman.

 

Pemakaian Mama’s Choice Gentle Face Wash akan lebih maksimal dalam merawat kulit jika dipadukan dengan pelembapnya yang sudah bertabir surya. Seperti 3 langkah simple merawat kulit kusam saat hamil yang sudah saya sebutkan di atas, setelah konsumsi vitamin E yang cukup rawta kulit wajah dengan membersihkan dan memakai pelembap sesudahnya. Pelembap dari Mama’s Choice juga pasti aman, namanya Mama’s Choice Daily Protection Moisturizer. Harganya juga tidak terlalu mahal, hanya Rp. 99.000.

Nah, saat ini ada Paket Khusus yang namanya Mama’s Choice Glow Kit yang terdiri dari Mama’s Choice Gentle Face Wash + Mama’s Choice Daily Protection Moisturizer. Kalau beli langsung keduanya hanya Rp. 178.000 Rp. 159.000. Apalagi kalau belanja di Shopee pakai kode dari saya: MAMAPRTIC, dapat diskon lagi Rp. 25.000.

Cara klaim vouchernya:

  • Klik Profile
  • Klik Voucher saya
  • Masukan kode voucher MAMAPRTIC (huruf besar semua)
  • Diskon 25.000 berlaku untuk semua produk Mama’s Choice dengan minimal pembelian Rp. 150.000

Bagaimana, tertarik bukan untuk #KurangiWorry beralih ke #PilihanAmanMama Mama’s Choice Gentle Face Wash, sabun untuk mengatasi kulit kusam saat hamil? Yuk, manfaatkan promonya!

 

Kode diskon Shopee Mama’s Choice

MAMAPRTIC

Meraih Mimpi Sejak Dini Walau Di Masa Pandemi

Dia adalah Tsaqiif, anakku. Saat ini dia duduk di kelas 3 SD. Ia punya mimpi besar menjadi dokter yang hafidz Al-Qur’an dan ingin memiliki rumah sakit.

Cita-cita besar tidak mungkin digapai dalam waktu singkat. Perlu proses agar sukses meraihnya. Tidak mungkin jika ia bersekolah SD nilainya di bawah rata-rata lalu berharap tiba-tiba nilainya menjadi tinggi di jenjang SMA agar bisa kuliah di kedokteran. Nilai yang bagus untuk masuk jenjang kuliah perlu nilai selama SMA yang bagus. Untuk masuk SMA favorit, perlu record yang bagus selama SMP. Begitu pula mau masuk SMP, SD-nya juga harus pintar. Dan kecerdasan tidak bisa dilatih selama setahun saja. Kelas 1 sampai kelas 6 harus berprestasi. Ya, kesuksesan harus ditempa sejak dini.

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, sistem belajar sangat berbeda. Ada untungnya bagiku dan si kecil, juga ada tidak enaknya. Enaknya, bisa agak terlambat mengikuti pelajaran dan masa belajar di rumah cuma sebentar. Menyimak penjelasan guru lewat e-book maupun power point dari rumah, lalu mengerjakan tugas, selesai. Karena waktu yang luang, Tsaqiif bisa leluasa bermain. Kalau ada kesempatan, ia berlatih menghafalkan Al-Qur’an dan mengikuti lomba tahfidz. Alhamdulillah, ia bisa  mengumpulkan medali dan piala.

Di balik semua itu, ada bagian yang kubenci, yaitu ketika ia terlalu asyik nonton Youtube, main game hingga lupa waktu. Bahkan ketika mau penilaian semester ia masih abai. Ia hanya mau belajar 2-3 jam sebelum ujian dimulai! Belum lagi kalau dia lagi nggak mood, pelajaran susah banget nyantol di otaknya. Aku sampai bingung mau mengajarinya bagaimana lagi. Padahal sudah ku ulang-ulang, masak masih nggak ngerti juga?

Akhirnya, aku semakin emosi, sementara Tsaqiif menangis. Apa yang dipelajari tetap tidak ia pahami. Ya sudahlah aku pasrah apa kata besok. Untungnya, Penilaian Akhir Tahun kemarin tidak begitu mengecewakan. Nilai rapornya masih bagus. Tsaqiif berhasil naik kelas dari kelas 2 ke kelas 3.

                                                                                                 ***

Bicara tentang screen time yang menurutku menjadi masalah utama penghambat belajar si kecil, sebenarnya screen time tidak 100% negatif. Dr. Jenny Radesky  MD, seorang dokter anak dan ahli anak di Rumah Sakit  Anak CS Mott Universitas Michigan, memiliki pandangan yang berbeda tentang screen time di masa pandemi. Kecenderungan memakai screen media selama pandemi tentu akan bertambah, dan membatasi waktu bukan hal yang bisa mengatasi masalah. Dr. Radesky menyarankan 3C untuk menyeimbangkan kehidupan dengan gadget. Konsep 3C itu adalah Child, Content, Context.

Child

Kenali child atau siapa anak kita. Tentu kita yang paling tahu dibandingkan orang lain. Jika anak kita penakut, ya jangan dibiarkan nonton video seram atau berita yang buruk. Dampingi saja menonton video yang disukai. Mungkin kartun lucu? Atau animasi religius?

Content

Content berkaitan dengan apa yang dilihat oleh si kecil. Jika berupa film, e-book, atau game, perhatikan rating umurnya. Pastikan sesuai dengan usia si kecil. Terutama film dan game juga harus dilihat genrenya. Hindari yang memperlihatkan kekerasan. Menonton video yang ada live camera-nya juga asyik, lho. Biasanya ini diadakan oleh tempat rekreasi yang menggelar event wisata virtual.

Bagi anak usia dini, hindari gambar yang bergerak terlalu cepat, baik dalam video maupun game. Misalnya tontonan film PJ Masks, game Talking Tom Hero Dash, atau yang sejenisnya. Gambar yang bergerak terlalu cepat akan mengganggu fokus anak menjadi pendek dan memicu masalah fokus perhatian dalam jangka panjang.

Context

Context adalah bagaimana kita berinteraksi dengan anak selama atau setelah menonton media. Hal ini akan membuat  anak merasa baik dalam belajar, karena apa yang dipelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui sebelumnya. Misalnya setelah menonton video masak, kita bisa masak bareng anak; setelah nonton vlog berkebun, bisa coba ajak anak berkebun dengan menjelaskan jenis tumbuhan apa, makan dengan apa; atau setelah nonton animasi tentang “Shapes” kita bisa tantang anak mencari benda-benda di sekitar yang bentuknya seperti di video tadi. Cara belajar seperti ini disebut dengan pendidikan kontekstual yang diperkenalkan oleh John Dewey, Filsuf dan Pemikir Pendidikan Amerika Serikat.

Dengan adanya pengetahuan baru tentang konsep 3C dalam screen time itu, aku jadi memperbarui jadwal harian Tsaqiif. Jangan sampai di tahun ajaran barunya sekarang seperti Pembelajaran Jarak Jauhnya di akhir semester Kelas 2 lalu yang hanya mengerjakan tugas, lalu terlena hp seharian. Mungkin sistemku ini akan lebih fun sehingga belajar di masa pandemi tidak membuatnya sangat stres. 

  • Hari Senin s.d Jumat setiap pagi sampai jam 12 siang waktunya sekolah secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), termasuk mengerjakan tugas.
  • Boleh main game dan Youtube yang bermanfaat 1-2 jam saja.
  • Sore untuk bermain di luar rumah seperti bersepeda, engklek, dan bola. Kadang diisi dengan nonton TV atau video yang bermanfaat untuk brain development.
  • Malam untuk muraja’ah dan menambah hafalan ayat baru.
  • Hari Sabtu dan Minggu waktunya istirahat. Kita nonton tayangan art dan percobaan di program TV, lalu mencobanya agar Tsaqiif dapat pengetahuan baru.

Hanya saja yang masih bikin galau adalah cara mengajarku yang kadang-kadang bikin emosi. Sementara ini aku mengaturnya dengan jangan terlalu mepet untuk belajar menjelang ulangan, biar nggak gupuhi. Jadi kalau ada tanda-tanda ia bosan belajar ya berhenti dulu. Dilanjutkan lagi setelah mood-nya balik.

Minggu lalu aku nonton TV. Kebetulan ada Festival Ruangguru yang memeringati ulang tahunnya yang ke-6. Di situ aku jadi tahu lebih dalam tentang Ruangguru, dan kok aku rasa pas ya sebagai solusi belajar anak sejak dini?

Dulu aku pikir Ruangguru itu bimbel online khusus untuk anak yang mau naik jenjang. Misalnya untuk Ujian Nasional, mau naik dari SMP ke SMA, atau masuk ke perguruan tinggi. Tapi ternyata jenjang awal untuk anak SD juga ada, lho!

Pasti banyak orang berpikir buat apa sih, nyuruh anak kelas 1-3 SD les? Pelajarannya kan gampang? Iya, buat kita yang dewasa pasti merasa gampang. Tapi mengajar menurutku tak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti aku tadi, mencoba mengajari Tsaqiif. Kalau dia sudah gak mood, aku bisa stres, dirinya juga bisa stres. Aku marah, dia nangis. Mungkin cara mengajarinya kurang tepat, atau aku yang hilang kesabaran, bisa juga faktor lain. Entahlah. Yang jelas kalau di masa pandemi ini, pasti belajarnya lebih banyak didampingi oleh orang tua. Yang mana penyampaian orang tua akan jauh berbeda dengan guru. Sudah pernah ngalamin, kan, biasanya anak lebih nurut sama guru dari pada orang tua?

Jadi, menurutku, mengikutkan si kecil untuk ikut bimbingan belajar secara online sejak dini seperti melalui Ruangguru itu juga penting. Mengapa? Ini dia alasannya.

Sesuai Konsep 3C untuk screen time

Pertama konsep 'Child'. Anak pasti cocok dengan video belajar maupun animasi yang ada di Ruangguru. Kedua 'Content', video yang disampaikan dan kecepatan berbicara Master Teacher itu pelan-pelan, kelambatannya pas sehingga mudah dimengerti. Kalaupun jika dirasa terlalu cepat bisa disetel lebih lambat. Dan yang terakhir 'Context'. Video belajar yang ada di Ruangguru selalu mengontekskan materi belajar dengan contoh-contoh yang ada di sekitar kita. Dengan demikian anak lebih mudah mencerna dan memahami. Kalau pemaham belajarnya baik, kita tidak perlu repot-repot menjelaskan secara terperinci, cukup menjadi teman diskusinya saja.

Anak perlu tambahan sudut pandang berbeda

Anak perlu tambahan sudut pandang berbeda dalam mempelajari sesuatu agar lebih paham. Tidak monoton dari penjelasan guru saja.

Bimbingan yang interaktif lebih menarik di mata anak

Dengan bimbingan interaktif seasyik nonton video dan klik-klik game akan lebih menarik menurut anak sehingga tidak cepat bosan.

Tidak ada marah-marah

Master Teacher yang membimbing dalam video tidak akan marah seperti ibunya yang cepat emosi. Bahasa yang digunakan sudah pasti mudah dipahami.

Pengganti main game dan Youtube.

Daripada si kecil buang waktu dengan game dan youtube yang tidak berguna, lebih baik diganti dengan pelajaran seru dari video yang sama menariknya dengan youtube dan game.

Dengan pertimbangan manfaat dan diskon, setelah nonton acara di tv itu aku segera unduh Ruangguru. Setelah mengunduh, ternyata kita bisa menikmati free trial. Kita tidak langsung ditagih untuk berlangganan tanpa tahu seperti apa di dalamnya. Jadi, aku coba dulu videonya, latihan soalnya, asah otaknya. Setelah puas, aku semakin yakin untuk berlangganan selama 1 tahun. Lumayan banget diskonnya. Kalau per bulan biayanya Rp. 250.000. Kalau 1 tahun cuma nambah dikit jadi Rp. 540.000 saja pakai kode diskon CITACITAMULIA.

Nah, buat kamu yang ingin tahu lebih dalam tentang Ruangguru dan pengalamanku menggunakannya bersama si kecil, baca terus sampai habis ya.

Mengenal Ruangguru

Ruangguru adalah platform bimbingan belajar online yang bisa diakses melalui smartphone dan desktop kapan saja dan di mana saja. Beberapa layanan yang ada adalah:

  • Ruangbelajar: adalah Bimbingan belajar berupa video dan latihan soal komplit.
  • Brain Academy: isinya ruang belajar, bimbel intensif, dan kelas soft skills. Ini memerlukan tatap muka.
  • RuangGuru Adventure: kita bisa berpetualang dengan teman belajar berupa maskot animasi yang membuat belajar semakin seru.
  • Roboguru: merupakan mesin jawab otomatis untuk menjawab soal yang sulit. Kita tinggal foto soalnya saja.
  • Ruangkelas: layanan baru yang merupakan sistem pembelajaran jarak jauh gratis dan terlengkap untuk sekolah.
  • RuangBelajar Plus: bergabung dengan grup belajar dengan live streaming dengan tutor yang standby.
  • Ruang lesonline: layanan untuk chat dengan tutor agar dibimbing secara personal.
  • Ruanguji: untuk mengikuti try out online gratis dengan IRT.
  • Ruangbaca: berisi tip-tip belajar dan pengembangan diri.
  • Ruangles: cari guru privat ke rumah.

Nah, yang merupakan layanan utama adalah RuangBelajar. Di sini kita bisa memilih bimbingan belajar sesuai jenjang akademis.

Mengapa Ruangguru?

Setelah berlangganan Ruangguru, saya semakin mengerti manfaat dan keunggulannya. Manfaat dan keunggulan Ruangguru dibanding bimbel biasa (tatap muka) adalah seperti berikut ini.

Harga lebih murah

Jika dibandingkan dengan bimbel tatap muka biasa jelas Ruangguru lebih murah. Untuk jenjang SD saja, kata teman 300.000 per bulan. Sedangkan Ruangguru, harga setelah diskon adalah Rp. 540.000 untuk 1 tahun, dari harga normalnya yang sebesar Rp. 1.350.000. Jelas lebih hemat dengan soal latihan yang lengkap.

Bisa akses untuk beberapa kelas sesuai jenjangnya

Aku ambil paket untuk Kelas 3 SD. Ternyata di paket ini, aku bisa mengakses pelajaran kelas 1 dan kelas 2 juga. Jadi lebih enak bisa mereview pelajaran yang lalu.

Bisa diakses di manapun dan kapanpun

Sistem belajar tidak terikat waktu dan tempat. Kapan pun ada waktu luang untuk belajar bisa digunakan. Sambil menunggu antrean beli makanan, di perjalanan dalam mobil, atau apapun bisa saja sambil belajar.

Tidak perlu keluar rumah

Mendampingi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi, ikut bimbel Ruangguru juga tidak mengharuskan kita keluar belajar di tempat tertentu. Cukup belajar di rumah. Jadi, tetap aman dari ancaman wabah.

Jadwal belajar

Kita bisa menentukan jadwal belajar. Ruangguru bisa membantu mengatur jadwal kita atau bisa juga kita atur sendiri.

Tanya jawab

Kita bisa bertanya pada teman yang lain. Pertanyaan kita nanti akan dikomentari oleh pengguna Ruangguru lainnya.

Latihan soal dengan pembahasan

Setiap selesai menyimak video, kita dapat menjawab kuis sesuai level. Setelah selesai menjawab dan nilai keluar, akan ada pembahasan atas soal tersebut.

Materi Belajar Lengkap

Materi belajar sangat lengkap sesuai kurikulum sekolah. Untuk Kelas 1-2 SD kita bisa memilih kurikulum K13 Revisi, K13 Revisi Tematik, atau Dafa & Lulu K13 Revisi Tematik. Sedangkan kelas 3 SD tersedia pilihan K13 Revisi dan K13 Revisi Tematik.

Video belajar beranimasi

Video materi setiap topik disajikan dengan animasi yang menarik. Anak akan lebih tertarik daripada mendengar ocehan kita yang monoton jika mengajarinya sendiri.

Rangkuman semua materi

Setiap topik pelajaran pasti ada rangkumannya. Asyiknya, rangkuman ini disajikan dengan infografis yang menarik. Dengan demikian penyerapan ke otak akan lebih mudah.

Pendidikan karakter & ruangngaji

Selain mata pelajaran penting, juga ada pendidikan karakter yang disajikan dengan video cerita menggunakan boneka karakter. Fitur Ruangngaji juga dapat diakses dengan bebas untuk siraman rohani. Isinya ada adzan, hikmah Al-Qur'an, dan Juz Amma. Wah, cita-cita Tsaqiif sebagai hafidz makin didukung juga oleh Ruangguru.

Animasi Interaktif Dafa & Lulu

Setelah puas mengeksplorasi materi untuk kelas 3 SD secara sekilas, aku mencoba pilihan kelas 2 SD. Ternyata di situ ada 3 pilihan kurikulum, yaitu K13 Revisi, K13 Revisi Tematik, dan Dafa & Lulu (K13 Revisi Tematik). Aku tertarik dengan Dafa & Lulu. Ternyata pilihan kurikulum ini adalah K13 Revisi Tematik yang disajikan secara animasi interaktif. Tampilannya lebih menarik, persis game.

Tsaqiif pun tertarik mencoba. Dia sangat antusias! Aku tidak menyangka, materi yang diberikan seakan-akan baru baginya. Padahal itu sudah dipelajari di kelas 2 dulu. Tapi ia baru tahu. 

Tsaqiif belajar lagi Bahasa Indonesia tentang ungkapan. Ia baru tahu apa arti buah hati, buah tangan, dan rendah hati. Mungkin dulu dia sekadar menghafal dan mudah hilang. Semoga pengulangan belajar dengan animasi kali ini merekat kuat di otaknya.

"Wah, Bunda, keren banget ini. Seperti game, Bun!"

Sejauh ini, Tsaqiif sangat suka belajar di rumah menggunakan aplikasi Ruangguru. Terlebih lagi, setiap mengerjakan soal kuis ia bersemangat, karena dapat menambah poinnya.

“Lihat, Bunda, XP-ku nambah!” serunya setelah mengerjakan suatu level soal.

Sebagai informasi, di Ruangguru ada fitur Ruangguru Adventure. Fitur tersebut bisa membuat anak kecanduan belajar. Karena setiap belajar, melihat video, dan mengerjakan soal, si kecil akan mengumpulkan poin seperti bermain game. Poin-poin yang sudah dikumpulkan bisa ditukar dengan item digital yang menarik untuk menghias avatar. Seperti mengganti sepatu, baju, celana, dan jenis rambut atau penghias kepala.

Selain itu, di Ruangguru Adventure ada Teman Belajar yang lucu. Mereka adalah Modo The Giant Dragon, Cendra The Bird of Paradise, dan Harry The Diamond Tiger.  Mereka bisa berevolusi menjadi spesies yang lebih besar dan kuat. Dengan belajar minimal 15 menit sehari selama 4 hari dalam seminggu akan mendapatkan 1 elemen evolusi. Tsaqiif memilih avatar Modo The Giant Dragon. Dia anggap itu sebagai pet-nya. Kalau ia makin giat belajar, petnya ceria. Kalau lama nggak belajar, pet-nya bisa sakit.

Catatan pencapaian juga tersedia di Ruangguru melalui beberapa fitur. Misalnya dengan memeriksa keadaan teman belajar, Ranking yang dibandingkan dengan Squad (pengguna) Ruangguru lain, pengumpulan poin dan level, serta koleksi beragam Trophy.

Usaha belajar Tsaqiif dengan Ruangguru tak sia-sia. Hanya dengan waktu 30 menit, Ulangan Harian Tematik pertamanya benar semua. Penjumlahan teknik menyimpan, pengurangan dengan meminjam, dan soal cerita yang biasanya bikin ia lemah, kini ia libas habis. Materi daur hidup makhluk hidup juga tidak ada yang salah. Alhamdulillah.

“Easy, Bun!” ujarnya.

Testimonial Ruangguru

0
Siswa Percaya
0
Rating
Peningkatan Nilai
Siswa 85%

Ruangguru telah dipercaya oleh 10 juta lebih siswa di Indonesia. Aplikasi pendidikan ini memiliki rating yang tertinggi, yaitu 4.7 di Playstore, dengan ribuan ulasan di Playstore dan AppStore. Sebanyak 85% siswanya mengalami peningkatan nilai sekolah setelah belajar dengan Ruangguru. Tak heran testimonial positif pun didapatkan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

"Belajar dengan Ruangguru seasyik bermain game. Adanya 'pet' bikin tambah semangat belajar. Seru sekali mengumpulkan poinnya. Bagian yang paling aku suka adalah mengulang pelajaran dengan Dafa & Lulu. Aku berhasil mendapat nilai 100 di Ulangan Harian Tematik."
Tsaqiif
Sidoarjo
"Saat ini aku sedang kelas 1 SMA, selama masa belajar dari rumah, aku bingung nih gimana caranya belajar yang efektif dan gimana caranya ngejar materi sekolah. Terus, aku nemuin aplikasi Ruangguru. Aku seneng belajar online karena tutor-tutornya itu ramah-ramah tapi juga seru ngajarnya, yang nggak menjenuhkan gitu belajarnya. Ternyata, materi di Ruangguru pun sama kayak di sekolah, tapi materi yang di Ruangguru nggak tau kenapa jadi kayak lebih mudah dimengerti. Semenjak belajar pakai app Ruangguru, aku jadi semangat belajar. Bisa ngejar materi di sekolah, dan tetap efektif. Terima kasih, Ruangguru!"
Regina
Bandung
“Aku punya mimpi studi di luar negeri. Jika berani bermimpi besar, maka aku harus berani menghadapi rintangan yang tak kalah besar. Saat itu aku sedang persiapan UN SMP. Sebenarnya sudah mengikuti les offline, tapi merasa tidak cocok. Begitu melihat iklan Ruangguru, instingku mengatakan untuk mencoba berlangganan.Ternyata instingku benar. Seringnya latihan menggunakan fitur latihan soal di aplikasi Ruangguru, aku mendapatkan hasil UN yang memuaskan. Awalnya aku paling ga ngerti fisika. Tapi dengan RG aku jadi paham.”
Bariq
Bogor
“Saat ini aku duduk di kelas 11 IPA di SMAN 2 Luwu Utara. Aku termasuk anak yang kurang aktif di kelas, apalagi kalau materinya ngga aku pahami. Aku berterimakasih kepada Ruangguru yang sudah menemani belajar selama 1 tahun. Berkat berbagai fitur yang ada di Ruangguru aku lebih fokus untuk memahami materi yang dipelajari sekolah. Ruangguru itu memiliki fitur-fitur menarik seperti bank soal, video animasi yang keren, dan juga time line seperti media sosial yang bisa mendapatkan teman baru dari sekolah lain di Indonesia. Aku jadi bisa menjuarai lomba olimpiade kimia di Universitas Cokroaminoto, Palopo, Sulawesi Selatan, November tahun 2019. Padahal awalnya merasa kurang yakin untuk ikut olimpiade kimia karena susah paham.”
Putu Pegi
Luwu Utara
“Saya mulai tertarik menggunakan Ruangguru karena kebetulan di desa memang sulit menemukan bimbel. Bimbel online cocok dengan gaya belajar saya dan ada 3 fitur yang paling membantu selama proses belajar. Pertama, video animasi karena materi pelajaran jadi lebih mudah dipahaminya dan membuat waktu belajar tidak membosankan. Kedua, fitur download saat berada di area Wi-Fi karena sinyal internet belum baik di kampung saya, dan terakhir saya paling suka berlatih di fitur banksoal sebelum menghadapi UTS maupun UAS.Hingga kini, sudah 2 tahun saya memilih belajar online. Dampaknya tak hanya menjadi juara umum sekolah serta menjuarai berbagai olimpiade IPA dan Bahasa, saya juga berhasil menyabet gelar sebagai Siswa Madrasah Berprestasi tingkat Kabupaten oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagan. Sekaligus berhasil diterima di 2 kampus favorit di Provinsi Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry tanpa tes.”
Dayat
Nagan, Aceh

Begitulah keseruan pengalamanku dan Tsaqiif ketika belajar di rumah selama pandemi dengan Ruangguru. Jika Tsaqiif senang belajar, aku pun lega. Semoga dengan tambahan belajar menggunakan Ruangguru dapat memupuk cita-cita Tsaqiif menjadi dokter yang hafidz dan pemilik rumah sakit. Cita-cita memang harus direncanakan dan diusahakan sejak dini. Dari awal sudah harus berprestasi.

Kamu tertarik juga? Yuk, download juga Ruangguru, karena banyak manfaatnya dan tidak akan rugi jika anak semakin pintar. Jangan lupa gunakan kode CITACITAMULIA agar dapat diskon 60%!

Referensi:

  • https://www.nytimes.com/2020/04/13/parenting/manage-screen-time-coronavirus.html
  • https://blog.ruangguru.com/testimoni-sekolah-online
  • https://blog.ruangguru.com/tag/cerita-juara
  • https://blog.ruangguru.com/pentingnya-pendidikan-kontekstual-di-rumah

Tanggap Alergi di Masa Pandemi dengan Gerakan 3K

Hai, Bunda!

Apakah si kecil menderita alergi? Atau ada gejala alergi tapi Bunda belum tahu? Kita wajib waspada, lho, apalagi di masa pandemi seperti ini. Apakah ada hubungannya wabah Covid-19 dengan alergi si kecil?

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia, di masa pandemi ini anak-anak termasuk golongan yang rentan terkena infeksi. Terlebih lagi, di Indonesia angka kasus terkonfirmasi positifnya tertinggi di ASEAN. Tingkat kematian anak akibat Covid-19 pun tertinggi di ASEAN. Sementara, jika si kecil ada riwayat alergi akan lebih rentan, karena sistem daya tahan tubuh anak alergi unik dan lebih sensitif.

Mengapa Bunda harus Tanggap Alergi?

Alergi bisa berasal dari makanan atau sesuatu yang terhirup. Alergi susu sapi adalah salah satu alergi yang umum terjadi. Anak-anak alergi susu sapi bisa diketahui saat usia 4 bulan. Dan umumnya terjadi keterlambatan ketahuan anak alergi atau bahkan terjadi pembiaran, hingga anak sudah lumayan besar (contohnya sampai umur 1 tahun). Anak saya baru ketahuan menjelang 2 tahun. Karena terlambat tahu ini akan ada risiko yang dialami. Dalam masa ini kan merupakan periode emas tumbuh kembang. Anak alergi ini akan menderita gejala-gejala alergi susu sapi yang menyiksa. Sementara gizi yang terkandung dalam susu sapi tidak akan masuk. Jadi, yang diharapkan awalnya akan membantu tumbuh kembangnya, malah jadi tidak terserap, sehingga pertumbuhan agak terhambat. Oleh karena itu, sangat penting agar Bunda tanggap alergi.

Untungnya, saya berkesempatan mengikuti webinar “Tanggap Alergi di Masa Pandemi” yang diadakan oleh PT Sarihusada Generasi Mahardika melalui brand SGM Eksplor Advance Soya. Webinar yang diadakan pada Senin, 29 Juni 2020 ini adalah salah satu rangkaian dari acara edukasi yang dilakukan SGM dalam rangka mendukung  World Allergy Week 2020. Edukasi tentang alergi ini berlangsung dalam “Pekan Tanggap Alergi Maju” yang berlangsung pada 28 Juni-4 Juli 2020. Hadir dalam webinar ini Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan dr., SpA(k), M. Kes; Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie; Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti; dan Selebriti sekaligus seorang Bunda yang anaknya alergi, Natasha Rizky.

Mengenal Alergi

Webinar diawali dengan penjelasan dari Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan dr., SpA(k), M. Kes. tentang seluk beluk alergi. Alergi disebabkan oleh pencetus yang disebut dengan alergen. Alergen dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Makanan. Contohnya susu sapi, telur, makanan laut, gandum, kacang tanah, kacang pohon (hazelnut, kacang almond, kacang mede), dan ikan.
  2. Sesuatu yang terhirup. Contohnya tungau debu rumah, serbuk sari tanaman, kecoak, serpihan kulit binatang, dan jamur kapang.

Prof. Budi menjelaskan di antara jenis-jenis alergi, protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah putih telur pada anak-anak Asia. Peringkat ini senada dengan contoh kasus di RS Cipto Mangunkusumo. Dari data klinik anak di rumah sakit tersebut pada tahun 2012, sebanyak 31% pasien anak alergi terhadap putih telur dan 23,8% alergi susu sapi. Secara keseluruhan, sebanyak 7,5% anak mengalami alergi susu sapi di Indonesia.

Alergi susu sapi adalah reaksi tubuh yang menyimpang terhadap protein dalam susu sapi berupa kasein dan whey. Reaksi alergi ini diperantarai IgE dan bisa juga non-IgE. Reaksi alergi yang diperantarai IgE cenderung memiliki manifestasi klinis lebih berat, memakan waktu lama untuk sembuh tetapi lebih mudah untuk mengdiagnosisnya. Angka kejadian anak alergi susu sapi di Indonesia sebanyak 0,5-7,5%. Dari angka kejadian sebanyak itu, manifestasi terbanyaknya berupa dermatitis atopik.

Dampak Alergi Susu Sapi

Anak yang alergi harus cepat diketahui, agar tumbuh kembang mereka optimal. Bayangkan jika mereka telat diketahui, gejala-gejala alergi akan mengganggu hari-harinya. Pasalnya, mereka akan menderita masalah yang cukup sulit.

Pertama, KESEHATAN. Anak yang menderita alergi susu sapi akan menderita dengan gejala-gejala yang dialami. Saluran pencernaan anak alergi memiliki ciri khas cenderung menolak protein susu sapi, sehingga bisa saja sakit perut, diare. Ada kalanya kekebalan tubuh mereka belum sempurna, sehingga jika terkena protein susu sapi, sel-sel tubuh bisa meradang timbullah gatal-gatal, dermatitis atopik, sampai batuk pilek. Belum lagi di kemudian hari, jika alergi ini terus dibiarkan akan timbul penyakit degenaratif, obesitas, hipertensi, dan sakit jantung.

Kedua, TUMBUH KEMBANG-nya bisa terhambat. Hal ini karena anak yang alergi susu sapi otomatis akan pilih-pilih makanan maupun minuman yang bebas susu. Selain itu, alergi makanan lain biasanya akan menyertai. Ini tidak boleh, itu tidak boleh. Padahal makanan-makanan itu siapa tahu mengandung gizi-gizi yang baik tetapi tidak dapat dikonsumsi anak alergi. Akibat menghindari makanan tertentu bisa jadi si kecil akan kekurangan nutrisi. Kalau nutrisi kurang, tumbuh kembangnya akan terhambat.

Kedua dampak di atas akan semakin parah akibatnya saat si kecil sekolah nanti. Alergi berkepanjangan menganggu pola tidur si kecil hingga menjadikannya stres. Si Kecil akan minder karena tubuhnya kecil dibanding temannya, kalah cerdas, ketinggalan, dikatain kurus, pendek, dan yang jelas mengarah gagal menjadi generasi maju. Dampak PSIKOLOGIS seperti ini tak hanya menimpa si kecil tapi juga orang tuanya.

Akhirnya, pengobatan demi pengobatan dilakukan untuk si kecil. Biaya yang dihabiskan bisa jadi tak sedikit. Orang tua pun harus meluangkan hari-hari untuk merawat si kecil, yang berarti harus tidak bekerja dahulu sementara. Dengan kata lain, orang tua juga berpotensi pendapatannya berkurang.

akibat alergi susu sapi

Tanggap Alergi dengan 3K

Terbayang bukan, bagaimana tersiksanya anak alergi? Walau sebenarnya alergi susu sapi ini saat si kecil sudah agak besar (biasanya mulai 3 tahun) akan berkurang, bahkan hilang, ya masak mau tunggu tiga tahun dulu? Sementara selama 3 tahun itu banyak yang terjadi dalam periode emas tumbuh kembangnya. Tumbuh kembangnya sangat pesat, terlebih perkembangan otak si kecil pada 2 tahun pertama mencapai 80%. Otak mereka sedang ‘semangat-semangatnya’ menyerap stimulasi. Sayang sekali kalau si kecil gagal belajar, gagal aktif, karena sering gatal-gatal, diare, atau bersin-bersin karena alergi susu sapi.

Karena tanggap alergi sangat penting agar tumbuh kembang si kecil optimal, Senior Brand Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Anggi Morika Septie mengatakan bahwa SGM Eksplor Advance+ Soya sebagai pemimpin pasar mengajak para Bunda Untuk Tanggap Alergi melalui gerakan 3K. Gerakan 3K ini meliputi Kenali gejalanya, Konsultasikan ke dokter, dan Kendalikan faktor penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat.

tanggap alergi dengan 3K

1. Kenali

Alergi merupakan penyakit yang dapat diturunkan dari orang tua. Jika ada orang tua ada riwayat alergi, maka si kecil kemungkinan besar akan alergi juga. Begitu juga, jika orang tua tidak ada riwayat alergi, si kecil punya risiko alergi juga meski persentasenya kecil. Oleh karena itu, segera waspadai gejala-gejala alergi susu sapi yang bisa timbul. Gejala alergi susu sapi ini bisa berdampak pada kulit, saluran cerna, saluran napas, hingga anafilaksis.

  • Gejala pada kulit. Kulit timbul bentol gatal semacam urtikaria. Bisa juga bintik-bintik merah gatal, bentol merah berisi cairan, atau kulit kering dan gatal yang disebut dermatitis atopik.
  • Gejala pada saluran cerna. Timbul reaksi diare, dan sebagian lainnya berupa kolik.
  • Gejala pada saluran napas. Gejalanya berupa rhinitis, yaitu bersin-bersin disertai gatal di hidung, hidung tersumbat, namun ingusnya encer. Bisa juga ditunjukkan dengan sesak napas atau asma.
  • Anafilaksis. Timbul gejala alergi berat tiba-tiba seperti ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dispnea, muntah, kepala terasa ringan, dan tekanan darah rendah sehingga dapat menyebabkan kematian.

Ada kalanya kita bertanya-tanya, kalau sama-sama pilek, alergi dan penyakit infeksi karena virus hampir sama dong ya? Tentu tidak. Karena ada gejala yang membedakannya. Pertama, perhatikan apakah pilek itu disertai demam? Apakah saat siang lebih dominan daripada pagi atau malam? Lalu apakah dahak/ingusnya kental atau berwarna? Jika salah satu jawabannya iya maka, pilek itu adalah karena infeksi virus. Namun jika semuanya jawabannya tidak, maka pilek itu adalah pilek alergi.

Perbedaan alergi dan infeksi virus

2. Konsultasikan

Jika Bunda menjumpai gejala alergi susu sapi salah satunya saja dari yang disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter. Kabar baiknya konsultasi ke dokter ini sekarang bisa dilakukan lewat  telepon maupun secara online. Jika dicurigai adanya alergi, dokter akan menyarankan uji alergi agar diketahui alergen yang merupakan penyebab alergi si kecil. Setelah itu, dokter akan merekomendasikan tata laksana alergi yang benar.

3. Kendalikan

Alergi susu sapi bisa dikendalikan dengan menghindari makanan tertentu yang mengandung susu sapi. Berdasarkan Rekomendasi Tata Laksana Alergi dan Manajemen Alergi pada Anak IDAI (2014), anak alergi bisa diberikan obat-obatan sesuai indikasi jika perlu. Selain itu, harus dilakukan penghindaran protein susu sapi dan produk turunannya, dengan 3 langkah, yaitu:

  1. Pemberian ASI. Beri ASI eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan hingga 2 tahun. ASI mengandung alergen makanan dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga dapat menginduksi intoleransi. Dengan demikian, lama-lama si kecil akan kebal terhadap alergen.
  2. Beri makanan bergizi sesuai Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jika memberi produk olahan, perhatikan label. Jangan pilih yang mengandung susu sapi dan turunannya.
  3. Jika karena indikasi medis ASI tidak dapat diberikan, beri formula alternatif sesuai berat tidaknya gejala alergi si kecil. Gejala alergi berat bisa diberikan formula asam amino. Sedangkan gejala alergi ringan sedang dapat diberikan formula protein terhidrolisis ekstensif maupun formula isolat protein soya.

SGM Eksplor Advance+ Soya, Bantu Penuhi Nutrisi Si Kecil Yang Tidak Cocok Susu Sapi

Untuk melengkapi nutrisi si kecil yang alergi susu sapi setelah berusia 1 tahun hingga 5 tahun, si kecil dapat diberikan susu pertumbuhan berbasis isolat protein soya seperti SGM Eksplor Advance+ Soya. Rasanya enak, lebih creamy. Terdapat 2 varian SGM Eksplor Advance+ Soya, yaitu Vanila dan Madu.

SGM Eksplor Advance+ Soya merupakan pilihan yang tepat untuk melengkapi nutrisi si kecil yang tidak cocok susu sapi karena mengandung 5 kebaikan yang disebut Complinutri Soy+. Apa saja 5 kebaikan Complinutri Soy+ itu? Ini dia.

Dengan Isolat Protein Soya

Isolat protein soya bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang optimal si kecil.Dengan isolat protein soya, tidak khawatir lagi alergi karena protein susu sapi. Kandungan protein yang berasal dari isolat protein soya kualitasnya melebihi sumber protein nabati lain. Tak hanya itu, SGM Eksplor Advance+ Soya juga mengandung asam-asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, valin, dan histidin.

Dengan Minyak Ikan, Omega 3 & 6

Omega 3 dan 6 adalah asam lemak yang penting untuk perkembangan otak. Tentu saja ini akan mendukung perkembangan kognitif atau daya pikir yang optimal.

Bebas Protein Sapi

SGM Eksplor Advance+ Soya tidak mengandung protein sapi sama sekali. Hal ini menjadikannya aman untuk anak dengan alergi susu sapi.

Mengandung Serat Pangan Inulin

Serat pangan inulin penting untuk mendukung saluran cerna sehat. Hal ini karena serat membantu melancarkan proses pencernaan. Selain itu, serat juga akan menstimulasi pertumbuhan bakteri baik yang dapat menyehatkan pencernaan, dan memberi efek positif terhadap mood dan psikologi.

Mengandung 13 Vitamin & 11 Mineral

SGM Eksplor Advance+ Soya mengandung 13 vitamin dan 11 mineral yang berfungsi untuk mendukung tumbuh kembang, daya tahan tubuh, dan memperkuat tulang si kecil. Kesebelas vitamin itu adalah vitamin A, C, D, E, K, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, dan biotin. Sedangkan mineral yang dikandung adalah kalsium, fosfor, zat besi, seng, tembaga, yodium, kalium, selenium, dll.

Karena kebaikan yang komplit, jangan lupa beri si kecil SGM Eksplor Advance+ Soya 3 kali sehari ya, Bunda. Secara lengkap, informasi nilai gizi SGM Eksplor Advance+ Soya dapat dilihat pada tabel berikut.

nilai gisi sgm eksplor soya

9 dari 10 Bunda Setuju

Berdasar survei Home Tester Club terhadap terhadap 300 responden yang dilakukan pada Februari 2020, sebanyak 9 dari 10 Bunda percaya bahwa SGM Eksplor Advance+ Soya dapat mengurangi gejala alergi pada si kecil. Beberapa selebriti juga termasuk dalam 9 dari 10 Bunda yang setuju itu. Mereka adalah:

  • Revalina S. Temat, “Dulu Rajendra ada ruam-ruam di kulitnya yang bikin gatal dan gak nyaman. Tapi setelah minum SGM Eksplor Advance+ Soya ruam-ruam merah di kulitnya pelan-pelan hilang. Dia bisa main dan belajar tanpa gangguan gatal-gatal lagi.”
  • Joanna Alexandra, “Zuriel dulu mengalami ruam di pipi, leher, dan bersin-bersin. Gara-gara ruam dan bersin, kegiatan Zuriel jadi terganggu. Nah, semenjak minum SGM Eksplor Advance+ Soya, kegiatannya menjadi lebih nyaman, tumbuh kembangnya optimal.”
  • Natasha Rizky, “Semenjak Miskha minum SGM Eksplor Advance+ Soya, udah nggak ada lagi ruam-ruam merah di kulitnya. Alhamdulillah udah nggak bersin-bersin lagi.”

Tip-Tip Hadapi New Normal Bagi Anak Alergi

Karena anak alergi susu sapi itu sistem imunitasnya unik dan lebih sensitif di masa pandemi, Prof. Budi menyarankan hal-hal berikut dalam menghadapi new normal. Apa saja?

  1. Imunisasi tetap diberikan sesuai periodenya. Jangan menunda imunisasi karena virus bukan hanya Covid-19. Virus-virus lain yang biasa menyerang si kecil juga mengancam. Oleh karena itu lengkapilah imunisasi dasar.
  2. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pantau sesuai SDIDTK (Stimulasi Deteksi, Intervesi Dini Tumbuh Kembang).
  3. Tetap menjaga kesehatan dengan nutrisi lengkap dan seimbang, perbanyak buah dan sayur, hindari asap rokok, dan aktivitas fisik yang sesuai.
  4. Ajari anak mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menghindari kerumunan.
  5. Berjemur di depan rumah setiap pagi sekitar 10-15 menit untuk mengoptimalkan asupan Vitamin D agar daya tahan tubuh kuat.

Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju

Untuk memberikan inspirasi dan mendukung para Bunda Tanggap Alergi Generasi Maju agar tetap memperoleh edukasi nutrisi serta cara mengatasi dan mengendalikan faktor yang menyebabkan alergi susu sapi, SGM Eksplor Advance+ Soya menggelar Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju. Acara ini berlangsung dari 29 Juni hingga 4 Juli 2020. Digital Marketing Manager SGM Eksplor Advance+ Soya, Mediana Herwijayanti mengatakan bahwa kegiatan ini berupa edukasi digital melalui konten-konten yang bisa Bunda jangkau dengan mudah. Contoh konten yang ditayang misalnya interaksi langsung melalui  Expert  Chat yang bekerja sama dengan beberapa publishers seputar nutrisi dan penanganan anak yang alergi susu sapi, kelas zumba Tanggap Alergi dengan gerakan senam ringan untuk Bunda dan Si Kecil agar tetap aktif dan sehat. Inspirasi resep sehat berbahan dasar SGM Soya yang bekerja sama dengan celebrity chef serta tip-tip agar si kecil yang alergi susu sapi sehat dan nyaman selama di rumah.

Yuk, Bunda coba akses konten-konten edukasi alergi si kecil melalui:

  • Facebook Page: Soya dukung Generasi Maju
  • Instagram: @soya_generasimaju
  • Website: www.generasimaju.co.id/AlergiAnak

Pengalaman Natasha Rizky dalam Mengasuh Anak yang Alergi Susu Sapi

Natasha Rizky punya pengalaman mengasuh anak yang alergi susu sapi. Anak pertamanya tidak ada alergi susu sapi sama sekali. Namun, anak keduanya, Miskha, terindikasi gejala alergi susu sapi. Dengan adanya Pekan Tanggap Alergi ini Natasha sangat mengapresiasi SGM Eksplor Advance+ Soya yang terus mengadakan berbagai kegiatan edukasi terkait anak alergi susu sapi. Dengan demikian, lebih banyak Bunda di Indonesia terinspirasi untuk menjadi Bunda Tanggap Alergi dengan Gerakan 3K.

Natasha pun senang bisa mengakses website www.generasimaju.co.id/AlergiAnak karena informasi yang diberikan didalamnya terjamin benar. Bahkan kita bisa cek alergi anak dari website.

“Kalau mencari info alergi di mesin pencari biasa, banyak yang simpang siur belum tentu valid kebenarannya. Kalau dari generasimaju.co.id/AlergiAnak enak, infonya bertanggung jawab karena terjamin oleh para ahli,” ujarnya.

Ia juga berpesan dalam sesi webinar ini bahwa Bunda yang anaknya alergi susu sapi agar tidak perlu khawatir. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Berdasarkan pengalamannya, setelah memberi alternatif nutrisi yang tepat untuk si kecil, gejala yang muncul akibat alergi sudah tidak muncul lagi. Sekarang Miskha bisa lebih aktif bermain dan belajar dengan tumbuh kembang yang optimal.

.

 

 

 

.

Saya pun Tertarik Mencoba!

Setelah mengikuti webinar tadi, saya jadi tertarik mencoba mengakses www.generasimaju.co.id/AlergiAnak

Hal yang saya lakukan pertama kali adalah mengecek apakah anak saya alergi susu sapi atau tidak, di “TOOLS ALERGI”. Soalnya ada riwayat alergi dari saya sebagai orang tuanya, selain itu pernah minum susu sapi beberapa kali langsung timbul bintik-bintik merah di sekitar leher dan lipatan lengan. Saya input jawaban dari beberapa pertanyaan. Hasilnya adalah: Anak saya kemungkinan MEMILIKI GEJALA ALERGI!

Dari info yang tertera saya disarankan untuk memeriksakan ke dokter spesialis anak dan melakukan tes alergi.

Kemudian saya mengeksplor website lebih dalam. Ada info langkah-langkah gerakan Tanggap Alergi dengan 3K dan artikel seputar alergi. Di Kategori KENALI, kita bisa cek kemungkinan si kecil ada alergi atau tidak dengan Tools Alergi yang saya coba tadi. Di Kategori KONSULTASIKAN, ada Expert Chat dan Tanya Dokter. Oh ya, fitur Tanya Dokter ini memungkinkan kita untuk berkonsultasi dengan dokter dan para pakar secara daring tanpa janji bertemu. Yang paling menarik bagi saya adalah di bagian KENDALIKAN. Di kategori ini ada banyak resep berbahan dasar SGM Eksplor Advance+ Soya. Wah, resepnya lezat-lezat, menarik untuk dicoba.

Ternyata SGM Eksplor Advance+ Soya tidak hanya bisa dijadikan minuman biasa, tetapi juga dikreasikan menjadi makanan dan minuman lainnya seperti jus, puding, hingga lauk-pauk atau camilan.

Akhirnya, saya mencoba resep makanan yang berjudul “Bola Ayam Soya Krispi”. Berbekal bahan-bahan sederhana seperti SGM Eksplor Advance+ Soya, daging ayam giling, tepung dll, jadilah makanan recook-nya. Taraaa!

resep bola krispi ayam
Hasil Recook Bola Ayam Soya Krispi dari website generasimaju.co.id/AlergiAnak

Bagaimana Bunda? Tertarik untuk mencoba juga, bukan?

Begitulah info tanggap alergi anak selama masa pandemi. Ingat selalu Gerakan Tanggap Alergi 3K dan jangan lupa kunjungi www.generasimaju.co.id/AlergiAnak. Semoga bermanfaat ya, Bunda!