Step By Step Menuju Reka Ulang Adegan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Menyambut lebaran, tak jarang ada yang ribet dengan outfit apa yang akan dipakai saat lebaran nanti. Termasuk saya. Saya sudah males banget pergi ke tempat perbelanjaan. Tapi diĀ sisi lain ya pengen eksis juga. Alternatifnya saya harus mengulik-ngulik dengan detail situs-situs online terpercaya. Awalnya saya bingung akan memakai tema apa untuk baju lebaran keluarga. Sarimbit yang totally kembar untuk seluruh anggota keluarga, sudah agak bosan. Akhirnya yang saya jadikan acuan adalah warna kopiah sarung lebarannya anak-anak. Warna tosca! Itulah tema baju lebaran kita!
Rencananya, saya akan menikmati libur lebaran dengan singgah dari satu kota ke kota yang lain dan diakhiri dengan bersantai di villa yang terletak di kaki Gunung Arjuna. Jadi, selain baju lebaran, saya juga menyiapkan keperluan untuk berlibur lainnya. Inilah listnya, hampir semua saya beli secara online:
- Satu set baju lebaran tema tosca. Yang perlu dibeli adalah gamis saya, baju koko suami, baju koko anak-anak (karena sarung dan kopiah sudah ready berbulan-bulan sebelum lebaran).
- Pakaian renang dewasa untuk suami, yang berlengan dan celana panjang. Uhuy, di online ga dapet. Dapetnya waktu ga sengaja ke mall.
- Pakaian renang real muslimah untuk saya. Saya tidak mau pakaian renang ketat walau judulnya muslimah. Biasanya celana, dan atasannya ketat hanya ditambahkan jilbab mini yang tidak menutup dada. Untungnya saya nemu di instagram suatu brand yang cocok untuk kebutuhan saya. Harganya ehem… lumayan, tapi ternyata masih mahalan baju renang suami akhirnya.
- Pelampung lengan anak. Untung masih ada stok lama jadi ga perlu beli.
- Kamera mirrorless. Agar hasil pengabadian momen begitu spesial, saya perlu kamera yang bagus juga.
- Selusin kue kering. Yang ini jauh belinya di Bandung, untung ga hancur. Ini buat dibagi-bagi ke saudara-saudara.
***
Pulang Ke Madura
Lebaran hampir tiba. Saya tinggal di Sidoarjo. Kami putuskan lebaran hari pertama di kampung suami: Pandaan, yang jaraknya bisa ditempuh dalam setengah jam. Oleh karenanya, sebelum hari H, tepatnya H-2 saya mudik dulu ke Madura. Tujuannya bersilaturahmi dengan orang tua, dan berbagi misi kue kering untuk keluarga-keluarga di sana. Sedih karena tidak lebaran bareng ortu? Tenang… Insya Allah beberapa lama lagi bakal ketemu lagi kok di dekat Gunung Arjuna š
Malam Lebaran Di Sidoarjo
H-1 saya kembali ke Sidoarjo. Agar kami bisa beristirahat sebelum besok Hari H di Pandaan. Halah… Pandaan dekat saja bagaikan dimana gitu ya?
Shalat Ied (Masih) Di Sidoarjo
Karena saya belum packing akibat kelelahan di perjalanan Madura-Sidoarjo, dan pagi sudah menjelang, maka kami memutuskan untuk shalat ied di sini saja. Selesai shalat baru deh langsung ke Pandaan. Ini kali pertama kami shalat tanpa keluarga besar. Cuma saya, suami dan anak-anak. Alhamdulillah, cuaca ketika shalat ied cerah dan keceriaan anak-anak terpancar. Gara-gara apa lagi kalau bukan balon pesawat yang dibeli setelah shalat?
Tahu tidak? Ketika saya mempersiapkan warna tosca untuk baju lebaran kami, yang awalnya sesuai warna kopiah anak-anak sebagai acuan, eh malah baju koko anak yang ga dapat warnanya. Alhasil, saya membeli warna apa saja, yang penting masuk atau mendekati warna tosca. Seperti Tsaqiif yang memakai baju merah, tapi ada garis di bajunya yang berwarna tosca. Kalau Keikei baju kokonya biru tosca. Gak papa deh, yang penting ada kata toscanya hehehe.


Open House di Pandaan
Setiap sehabis shalat ied, biasanya keluarga besar dari suami berkumpul di rumah Pandaan. Yang dari Jakarta, Sengon, Candi Jawi, dan rumah yang dekat-dekat saja di Pandaan tumplek blek menikmati sajian opor ayam. Kami sambung silaturahmi. Yang lama tidak bertemu jadi asyik mengobrol, yang tidak kenal menjadi kenal, soalnya kan ada yang punya anggota keluarga baru juga.

Terdampar di Batu Wonderland
Tengah hari tiba. Setelah asyik berkumpul dengan keluarga besar, saya dan keluarga suami menuju Batu buat pelesiran. Batu Wonderland Resort Hotel namanya. Saya pilih lokasi ini karena selain tempat menginap, juga ada waterpark mininya, tempat belanja murah, play ground, dan restoran yang enak.

Kami sampai di Batu Wonderland ketika sudah sore. Tapi anak-anak sudah tidak sabar untuk bermain air di waterpark. Akhirnya, setelah istirahat sejenak, kami bermain di waterpark. Sudah sore banget bahkan menjelang petang. Air pancuran di kolam sudah mati, dan semua mesin air juga mati. Namun itu, tak menghentikan semangat kami untuk merasakan dinginnya air Batu. Yang berenang hanya kami sekeluarga. Jadi bagaikan kolam renang pribadi.


Singgah Ke Blitar
Keesokannya, H+1 lebaran, kami check out dari resort. Siang itu kami bergegas ke Blitar mengunjungi eyang buyut (ibu dari papa mertua saya). Harus sesegera mungkin karena kabarnya perjalanan akan macet dan ada rekayasa lalu lintas. Benar saja, perjalanan yang biasanya cepat dengan short cut, jadi lebih lama. Karena jalurnya diperpanjang dengan memutar. Tapi jika tidak begini akan mengular parah hingga keluar kota.
Mendaki Tanjakan Hingga Ke Kaki Gunung Arjuna
Setelah dari Blitar, keesokannya lagi saya baru tancap gas ke “atas”. Lokasinya tidak jauh dari Pandaan. Tepatnya Prigen. Pernah dengar Taman Safari? Ya, Resort yang berada di kaki gunung Arjuna ini berdekatan dengan Taman Safari Prigen. Namanya Kaliandra Resort & Ecofarm. Kali ini saya berlibur dengan keluarga dari mama saya.
Yeee akhirnya saya bisa salim sama mama di momen lebaran. Sudah 3 hari tak bertemu (Hei! 3 hari itu singkat bukan?). Kaliandra resort ini terdiri dari beberapa villa. Ada villa yang di bawah disebut Bharatapura, villa atas berbentuk bungalow di atas yang disebut Hastinapura, dan Villa Leduk yang merupakan villa megah miliki owner Kaliandra.
https://www.instagram.com/p/BHrnOpgg-hE/?taken-by=lipartic
Selain villa yang bernuansa kerajaan Mojopahit, Kaliandra juga menawarkan beberapa aktivitas seperti menunggang kuda, outbond, Arjuna tracking, membatik, spa, jalan-jalan ke ecofarm, dll. Yang jelas di sini tidak disediakan TV. Garing banget kan? Awalnya iya. Tapi masak, kita jauh-jauh naik gunung buat nonton TV? Mending berbincang-bincang dengan keluarga, sambil menikmati snack sehat yang ditawarkan restoran resort. Atau jalan-jalan keliling kompleks villa. Nggak akan ada habisnya, karena sehari saja kurang. Banyak banget spot foto yang menarik.
Enakan adik-adik saya nih, udah sehari lebih dulu di sini, jadi kayaknya mereka lebih menguasai medan dan sudah berfoto sana-sini. Saya sih telat datang, habis dari Blitar soalnya.


Kaliandra resort ini pernah dijadikan lokasi film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film ini diperankan oleh Pevita Pearce, Reza Rahadian, dan Junot. Jangan kaget ya, kalau saya kudet. Jujur saya nggak tahu apa-apa tentang film itu sebelum saya sampai di sini.
Kabarnya, untuk syuting di sini, tim film menyewa Villa Leduk dengan anggaran yang wow. 30 juta per malam! Hampir sebulan loh mereka di sini. Nah, Villa Leduk ini adalah villa besar milik pribadi pemilik Kaliandra yang tidak disewakan. Saya pun tak melewatkan kesempatan jogging pagi menuju Villa Leduk dan berpose sepuasnya.
Hmmm.. pulang-pulang saya masih belum bisa move on. Masih terus terngiang-ngiang akan keindahan Kaliandra Resort. Dan, masih juga kepikiran akan film apakah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck itu? Akhirnya saya cari-cari info. Tak luput google image juga saya telusuri. Dan ketemulah beberapa scene film itu. Eh, kok ya mirip-mirip seperti apa yang saya lakukan sewaktu pemotretan di sana. Ini benar-benar nggak sengaja, lho.
https://www.instagram.com/p/BHxgl3kAlYA/?taken-by=lipartic


Itulah sekelumit cerita tentang cerianya lebaran saya. Sama keluarga suami dapet, sama keluarga saya juga dapet. Semoga bikin mupeng ya. Jadi pengen kemana? Batu Wonderland atau Kaliandra Resort? Atau jika saat ini kalian belum bisa berlibur, beberapa hari lagi akan ada acara keren. Hari Hijab Nasional. Tiketnya gratis. Ada lomba-lomba menarik, tausiyah, talkshow, fashion show. Yuk agendakan! Catat tempat dan tanggalnya ya!
- Nama Acara: HariĀ HijaberĀ Nasional,
- Tanggal: 07Ā AgustusĀ 2016Ā ā 08Ā Agustus 2016
- Tempat: MasjidĀ AgungĀ SundaĀ Kelapa, Ā Menteng, Jakarta Pusat

Memasak Sehat Nan Praktis Selama Ramadhan
Saya mulai menerapkan gaya hidup sehat termasuk makan sehat bagi keluarga saya. Anak-anak yang biasanya susah makan sehat, (tahulah yaa, mereka kan suka jajan maupun junk food) saya biasakan sejak mereka balita. Bukan apa-apa, cuma karena kesehatan itu mahal, dan kita hanya bisa mencegah dari penyakit. Kalau sudah kena sakit kita juga kan yang susah.
Prinsip makanan sehat saya adalah yang memenuhi Pedoman Umum Gizi Seimbang. Bukan 4 sehat 5 sempurna ya. Itu sudah jadul. Tak hanya itu, cara memasak pun juga memengaruhi kandungan nutrisi yang kita makan. Oleh karena itu, cara makan sehat ala saya adalah:
- Jauhi karbohidrat sederhana, tukar dengan karbohidrat kompleks. Jadi saya lebih prefer nasi merah daripada nasi putih. Selain itu bisa juga makan oat meal atau kentang. Karbohidrat sederhana seperti pada mi atau nasi putih itu bikin cepat lemas dan mengantuk. Nasi juga dapat membuat gula darah melonjak tiba-tiba. Apalagi kalau pas puasa bawaannya bakal cepat lapar. Kenyangnya cuma sesaat.
- Jauhi memasak dengan minyak. Apalagi dengan deep frying, walaupun kita cuma pakai sekali goreng. Masalahnya bukan pada sekali atau berkali-kali pakainya. Metode masak dengan menggoreng adalah hal yang paling merusak nutrisi makanan. Dia akan menjadi oksidan (radikal bebas) yang bisa merusak sel kita sampai tingkat DNA. Sel jadi meradang. Gak jarang kan, tenggorokan jadi panas atau sakit buat menelan?
- Tukar gula putih dengan madu atau gula merah. Kenapa? Selagi kita masih suka rasa manis cari pengganti pemanis yang memiliki indeks glisemik lebih rendah.
- Porsi sayuran adalah setengah piring.
- Buah-buahan dimakan 3 kali sehari sebelum makan utama.
- Pakai metode masak yang dapat mempertahankan kandungan gizi. Kandungan gizi itu mudah hilang dengan pemanasan. Apalagi vitamin-vitaminnya.
- Hindari segala pengawet, pemanis dan pewarna buatan.
Nah, selama Ramadhan adalah fase dimana kita disibukkan dengan ibadah. Selain pekerjaan, status ibu rumah tangga yang menyiapkan makanan saat buka maupun sahur pasti menempel di kita, baik yang bekerja di luar rumah maupun murni ibu rumah tangga. Jadi agar kebagian kegiatan yang lain, atau malas memasak lama-lama biasanya kita butuh metode memasak yang praktis dan cepat bukan? Alhasil sebagian dari kita biasanya melabuhkan pilihan pada mi instan, nasi, kecap, abon, telor ayam. Praktis sekali! Tapi sehatnya kurang dapet.
Bagaimana agar bisa memasak praktis tetapi tetap sehat? Jangan lupa lakukan prinsip sehat ala saya di atas. Kemudian pakai alat-alat bantu masak berikut ini.
Klaz Air Fryer
Siapa yang tidak suka gorengan? Maksudnya bukan hanya snack tradisional seperti pisang goreng, tahu isi, bakwan, dan kawan-kawannya. Gorengan ini adalah segala makanan yang prosesnya digoreng. Tambahan lemak dalam minyaknya menambah cita rasa sehingga pasti semua orang suka gorengan. Coba lihat kentang goreng (french fries), ayam goreng, perkedel, siomay goreng, dim sum goreng, ebi furai, ngiler gak?
Sayang ya, ada lemak jahat yang mengintai ketika kita makan makanan yang digoreng. Tapi tenang, sekarang sudah ada alat masak yang bisa menggoreng tanpa minyak, atau jika perlu minyak pun hanya sedikit yang diperlukan. Namanya air fryer. Saya menemukan Klaz Air Fryer di ruparupa.com dengan harga yang murah. Beneran lho, lebih murah. Soalnya saya pernah lihat di TV biasanya dipatok dengan harga 3-4 juta rupiah. Kapasitasnya bisa mencapai 2 literan.
Air fryer ini sangat membantu saya. Jadi ini andalan utama saya saat Ramadhan, karena kepraktisannya. Alat ini memiliki pilihan suhu yang berbeda-beda. Ada gambarnya kok, jadi ketika kita mau masak apa sudah ada panduannya. Gambarnya menempel pada badan alat ini. Misalnya untuk memasak kentang goreng kita pakai suhu 180ºC. Sedangkan untuk memasak ayam goreng kita pakai suhu 200°C. Kita juga bisa menentukan waktu yang kita inginkan.
Sssstt.. jangan bilang-bilang ya, saya suka menimbun makanan beku dalam freezer saya seperti nugget, ebi furai, ebi katsu, dan dim sum. Kadang saya tinggal menyiapkan ayam ungkep yang dibekukan, jadi tinggal goreng jika diperlukan. Kalau saya telat bangun, alias mepet banget dengan waktu imsyak, saya tinggal nyemplungin makanan beku tadi ke dalam air fryer. Tutup air fryernya, tunggu 10-15 menit, bisa ditinggal ke kamar mandi dulu buat cuci muka, keluar kamar mandi sudah siap deh makanannya. Hahaaa kapan lagi menggoreng makanan bisa ditinggal kayak gini? Tanpa takut gosong pula!

Masih ragu dengan air fryer? Ini saya kasih contoh ayam goreng yang digoreng dengan air fryer. Ayam ini sudah diungkep sebelumnya dengan bumbu kuning, kemudian digoreng deh dengan air fryer 200°C 15 menit. Lihat, matang sempurna bukan?

Alat penggoreng telur otomatis
Walaupun cuma menggoreng telur, saya paling tidak suka kecipratan minyak saat menggoreng telur. Menunggu matangnya juga bikin capek, berdiri soalnya. Nah, akhir-akhir ini berseliweran di Youtube alat penggoreng telur yang otomatis. Bayangkan, tidak cuma telur dadar yang bisa dibikin. Bermacam-macam makanan yang berbasis telur bisa dibikin secara praktis. Tinggal cemplung-cemplung ajah. Siapa yang gak mupeng coba? Berikut salah satu videonya.
Itu adalah demo resep memakai alat penggoreng otomatis. Alatnya bisa diperoleh di luar negeri sana. Eh, tapi kita juga bisa pakai ternyata. Jadi gak cuma bule aja yang merasakan kepraktisan alat penggoreng telur otomatis itu. Saat cuci mata di ruparupa.com saya menemukan alat canggih sejenis. Mereknya adalah Kris. Harganya pun terjangkau. Tadinya saya pikir harganya bakal jutaan.

Wah, saya membayangkan akan membuat macam-macam masakan bergizi dengan Kris alat penggoreng telur otomatis ini untuk menu sahur dan berbuka, atau sarapan di hari-hari biasa. Bahkan resep yang tampaknya susah, jadi mudah karena bantuan alat ini. Hmm, saya jadi terinspirasi dengan resep chicken wrap berikut. Tinggal gulung tortilla, kemudian masukkan segala macam isinya termasuk telur. Ceklek! Jadi deh beberapa menit kemudian.
https://www.instagram.com/p/BHwdjTfD8Oh/?taken-by=eatcleanid
Slow cooker
Pasti sudah tidak asing lagi bagi ibu yang memiliki balita. Karena slow cooker biasanya digunakan para ibu untuk membuat makanan bagi bayinya. Tapi sebenarnya, slow cooker ini hadir tujuannya bukan cuma untuk bayi saja lho. Memasak makanan apapun bisa. Karena prinsipnya slow cooking, maka alat ini dapat mempertahankan kandungan gizi makanan yang dimasaknya. Jadi walau masaknya lama, juga termasuk praktis dan sehat.

Slow Cooker juga dijual di ruparupa.com. Harganya tidak terlalu mahal. Apalagi jika kita punya voucher diskon, bisa lebih murah lagi. Tinggal masukkan kata kunci “slow cooker” di kotak pencarian, nanti akan dihasilkan macam-macam slow cooker dengan kapasitas yang berbeda. Pilih sesuai kebutuhan kita.
Biasanya saya gunakan slow cooker ini untuk memasak bubur, spagheti, dan sup. Hendak tidur malam, saya cemplungkan semua bahan ke dalam slow cooker. Kemudian saya tinggal tidur. Dia akan memasak selama 6-8 jam. Begitu bangun, masakan tadi sudah masak. Siap santap.
https://www.instagram.com/p/BBBfyH8M2hN/?taken-by=eatcleanid
Bagaimana, tertarik apa tertarik banget memasak dengan praktis tapi tetap sehat? Gampang, pergi aja ke ruparupa.com. Daftarkan diri kita sebagai user di sana. Surprise, banget lho bagi saya. Karena setelah daftar, saya disambut sama bonus voucher diskon. Apalagi free ongkir untuk wilayah Jabodetabek dengan jumlah pembelian tertentu. Oh ya, Ruparupa.com adalah tempat belanja onlinenya Kawan Lama Grup, yaitu Ace Hardware, Informa, dan Toys Kingdom. Jadi pas kita pengen sesuatu yang ada disana tapi pas di kota kita nggak ada tokonya, kita tetap bisa berbelanja secara online di Ruparupa.com.

Investasi Syariah Untuk Mewujudkan Mimpi Mencerdaskan Bangsa Sedari Dini
Saya adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Sebagai ibu yang baru punya anak pertama kali dulu, tentunya saya hanya bisa memberi nutrisi bayi saya apa adanya. Artinya bisa disusui alhamdulillah, ASI tidak bisa keluar ya sudah, ganti saja dengan susu lain. Waktu itu saya menganggap ASI saya sangat sedikit. Pasti saya tidak sendirian. Minimnya ilmu tentang ASI pasti juga dialami ibu lainnya di Indonesia. Buktinya, persentase bayi yang diberi ASI eksklusif di Indonesia cuma 32%.
Tidak perlu jauh-jauh membahas angka. Tetangga sekitar rumah sudah jadi tradisinya memberi bayinya makanan padat seperti bubur pisang. Bahkan ketika anak mereka meninggal pun tidak ada kapoknya. Mereka tetap memberi bubur pada bayi-bayi selanjutnya. Ya, mungkin mereka menganggap itu sudah takdir, mereka tidak tahu penyebab kematian bayinya adalah lambung yang belia tidak siap untuk menerima makanan padat.
Pengalaman awam mengenai masalah menyusui memacu saya untuk lebih belajar lagi. Saya tidak mau gagal untuk anak kedua. Selain itu, saya sangat prihatin dan iba terhadap bayi-bayi lain yang tidak disusui secara eksklusif. Sayang sekali rasanya. Mengapa? Sederhana saja, ASI bukan sekedar minuman pereda haus. Kolostrum yang diproduksi di hari-hari pertama dan ASI yang diproduksi di hari-hari selanjutnya adalah cairan emas yang meningkatkan imunitas bayi, mengurangi risiko kematiannya, juga menjaga IQ-nya. Dengan demikian otak senantiasa cerdas. Inilah langkah pertama agar anak Indonesia cerdas. Cerdaskan calon ilmuwan kita dengan menjaga asupannya di hari-hari pertama kehidupannya. Apalagi kalau bukan dengan ASI. Hanya ASI selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan sampai 2 tahun.
Akhirnya saya pun mengikuti sertifikasi pelatihan konselor menyusui. Harapan saya, saya bisa membantu masalah ibu lain, terutama di sekitar saya. Ternyata masalah ASI bukan hanya ASI sedikit. Kurangnya dukungan keluarga, keistimewaan pada bayi dan ibu, ASI terlalu banyak, kurang pengetahuan cara menyusui juga merupakan masalah dalam menyusui. Masalah terbanyak yang dihadapi ibu adalah posisi dan perlekatan bayi saat menyusu yang belum tepat. Jika masalah posisi dan perlekatan ini tidak tepat, juga memengaruhi keluarnya ASI.
Saat ini saya mengadakan konseling one by one. Tatap muka satu per satu. Tentunya dengan metode ini sedikit sekali ibu yang terdidik masalah ASI. Saya masih ingin memiliki sebuah lactation center, yaitu sejenis klinik laktasi. Di sana ibu-ibu di kampung saya bisa belajar mengenai ASI sebelum bayinya lahir, konsultasi kesulitan dan masalah yang dihadapi selama menyusui. Setidaknya ini impian saya 10 tahun lagi.
Mengapa selama itu membangun impian? Pastinya karena masalah finansial. Saat ini kondisi keuangan saya masih sangat tidak memadai sebagai modal mendirikan klinik. Untuk mencapainya saya perlu banyak menabung.
Saya juga mendapat informasi tentang investasi. Investasi bisa dijadikan alat untuk mencapai kesejahteraan finansial. Investasi itu beragam, ada investasi properti yang butuh modal besar, investasi emas yang juga butuh modal tak sedikit, adapula investasi kecil yang menjanjikan hasil berlipat ganda dalam waktu singkat. Hati-hati memilih jenis investasi yang terakhir, karena biasanya ini adalah ciri-ciri investasi bodong.
Saya sebagai muslim, sudah tentu juga berhati-hati memilih mana investasi yang tidak diperbolehkan dalam agama, dan mana investasi yang halal. Dan, sebagai pribadi yang masih “newbie” dalam menanam uang tentunya saya lebih suka investasi kecil, hasilnya lumayan, aman, risikonya minim. Pasti semua orang ingin uangnya aman bukan?
Kabarnya, berinvestasi pasar modal syariah tidak membutuhkan uang yang besar. Cukup dengan Rp. 100.000 saja kita sudah dapat berinvestasi. Saya pun mempelajari tentang pasar modal syariah ini. Siapa tahu, nanti 10 tahun lagi impian saya terwujud. Lactation Center yang membantu para ibu menyusui. Dengan demikian, anak bangsa Indonesia bisa cerdas sedari dini karena ASI.
Pasar Modal Syariah
Apa yang terbayangkan ketika kita mendengar kata PASAR? Pasar adalah tempat yang menjual barang kebutuhan, biasanya tempatnya kumuh. Memang tidak semua pasar seperti itu. Namun yang jelas di dalam pasar ada pengelola pasar, transaksi jual beli, barang yang diperdagangkan, pembeli, dan penjual. Begitu juga dengan pasar modal. Dalam pasar modal juga ada pengelola pasar, barang, pembeli, dan penjual namun dengan istilah yang berbeda. Mudahnya seperti skema berikut.
- Barang yang diperdagangkan: Efek
- Pembeli: Investor
- Penjual: Emiten
- Pengelola: misalnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI)
Lalu apa bedanya pasar modal syariah dan non syariah?
Sebenarnya Pasar Modal Syariah bisa dijalankan tanpa memandang agama. Muslim atau bukan, ras apapun, suku apa saja bisa menjalankannya. Hanya saja Pasar Modal Syariah memiliki konsep yang sesuai dengan keuangan syariah, sehingga lebih tenteram bagi muslim untuk memanfaatkannya. Intinya dalam transaksinya Pasar Modal Syariah ini bebas dari:
- Gharar, yaitu akad yang tidak pasti tentang penyerahan, kualitas, atau jumlah yang diperjualbelikan.
- Riba, yaitu ada tambahan dalam transaksi jual belinya, misalnya tambahan atas pokok utang dengan imbalan penangguhan pembayaran secara mutlak.
- Maisir, yaitu ada hal perjudian dan pertaruhan. Yang menang mendapat uang dari hasil taruhan, yang kalah akan kehilangan uang taruhannya.
- Risywah, yaitu pemberian untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan membenarkan yang salah (bathil).
- Maksiat dan zalim, yaitu perbuatan yang dilarang syariat Islam, merugikan orang lain, mengambil hak orang lain.
Produk dan Layanan Pasar Modal Syariah
Produk Pasar Modal Syariah seperti yang dijelaskan sebelumnya adalah Efek. Efek yang diperjualbelikan adalah efek syariah. Jenisnya ada banyak misalnya:
Efek Syariah Saham
Saham bisa disebut syariah jika perusahaan penerbitnya adalah perusahaan syariah atau perusahaan yang tidak menyatakan sebagai perusahaan syariah tetapi memenuhi kriteria syariah. Di Indonesia, investasi pada saham syariah terwujud dengan adanya indeks syariah yang diwakili oleh Jakarta Islamic Index. Indeks ini merupakan gabungan 30 saham yang sudah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI, PT Bursa Efek Jakarta saat itu, dan PT Danareksa Invesment Management.

Sumber: Mengenal Pasar Modal Syariah, OJK – Notes.
Sukuk
Sukuk sering disamakan dengan obligasi maupun obligasi syariah. Namun, sebenarnya arti sukuk adalah jenis efek syariah berupa sertifikat investasi. Investor dari sukuk akan mendapatkan keuntungan sebagai bagian tak terpisahkan dari aset yang melandasi sukuk itu (underlying asset).

Reksa Dana Syariah
Reksa dana sering kita dengar. Inilah yang bisa kita manfaatkan bahkan sebagai orang awan sekalipun. Mengapa? Karena biayanya terjangkau. Kita bisa berinvestasi mulai Rp. 100.000 Hasilnya pun optimal dalam jangka panjang. Misalnya 10 tahun. Investasi reksa dana syariah ini tergolong mudah karena kita tidak perlu memantau terus menerus. Manajer investasi sudah melakukan pemantauannya. Hasil investasi dapat kita cairkan sewaktu-waktu. Legalitasnya terjamin karena diawasi oleh OJK dan dikelola Manajer Investasi yang memperoleh izin dari OJK.

Ada kalanya portfolio reksa dana syariah tidak memenuhi kriteria syariah (ada unsur non halal)Ā karena kesengajaan Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK) maupun karena ketidak sengajaan. Tenang, jangan khawatir. Inilah keistimewaan reksa dana syariah. Dalam reksa dana syariah terdapat mekanisme pembersihan dari kekayaan non halal. Manajer investasi harus segera menjual efek non halal tersebut paling lambat 10 hari kerja.

Efek Beragun Aset Syariah
Efek beragun syariah ini terdiri dari aset keuangan berupa piutang pembiayaan atau aset keuangan lainnya. Tentu saja akad dan cara mengelolanya sesuai dengan prinsip syariah di dalam pasar modal.
Adapun layanan Pasar Modal Syariah bisa berupa Sistem Online Trading Syariah, Bank kustodian yang memberi jasa kustodian syariah, serta wali amanat yang memberi jasa penerbitan sukuk.
Investasi Pilihan Saya
Bagi saya yang awam, saya memilih investasi yang mudah, yaitu reksa dana syariah. Eh, tapi reksa dana syariah ini juga ada berbagai jenis lho. Ada yang risikonya rendah, hasilnya juga rendah. Ada pula yang risiko tinggi tapi hasilnya besar pula. Sebagian contoh kecilnyanya sebagai berikut:
- Reksa Dana Syariah Pasar Uang: hanya melakukan investasi di instrumen pasar uang syariah dalam negeri atau efek berpendapatan tetap. Jangka waktunya singkat hanya 1 tahun. Biasanya efek yang tergolong kategori ini adalah deposito, SBI, obligasi, dan efek utang lainnya.
- Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap: melakukan investasi minimal 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap. Reksa dana jenis ini memiliki risiko lebih basar dibanding reksa dana pasar uang. Investasi ini adalah untuk jangka panjang. Di Indonesia, lebih banyak memanfaatkan instrumen obligasi sebagai bagian terbesar investasinya.
- Reksa Dana Syariah Campuran: melakukan investasi pada efek syariah ekuitas, efek syariah berpendapatan tetap, atau pasar uang dalam negeri. Porsi alokasinya lebih fleksibel.
- Reksa Dana Syariah Saham: melakukan investasi 80% dari dana yang dikelola pada efek ekuitas dan 20% pada instrumen lainnya. Reksa dana ini risikonya paling tinggi dibanding reksa dana lain, tapi returnnya juga lebih tinggi.

Saya pernah bertanya, apakah uang kita bakal hilang kalau investasi kita lost? Konsultan yang saya temui saat itu berkata bahwa investasi kita akan aman. Lihat saja di mana dana kita akan diinvestasikan. Contohnya adalah PLN yang merupakan salah satu perusahaan dengan kepemilikan terbesar dari dana yang kita investasikan berupa sukuk. Jika PLN bangkrut, berarti tidak ada listrik dong di Indonesia? Dan hal itu kemungkinannya sangatlah kecil, bahkan hampir tidak mungkin.

Setelah menimbang-nimbang risiko dan jangka waktu investasi akhirnya saya mantab memilih Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap dari suatu Manajer Investasi yang merupakan anak perusahaan sekuritas bank terkemuka di Indonesia. Dimulai dari dana awal 100 ribu rupiah yang dapat ditop up (ditambah) kapanpun. Semoga 10 tahun lagi saya bisa mewujudkan impian saya membangun Lactation Center. Doakan, ya!
Memilih Tabungan Haji Terbaik
“Assalamualaikum. Ma, mau berangkat haji ga?” Tanya papa tiba-tiba pada mama melalui telepon.
Mama harus menjawab saat itu juga. Berani iya atau tidak karena belum siap. Waktu bicara pun tidak boleh lama-lama karena tarif telepon akan menjadi sangat mahal. Mama dituntut menjawab saat itu juga tanpa pikir panjang. Akhirnya antara bahagia dan tidak siap meninggalkan anak-anaknya yang masih sekolah, mama menjawab iya.
Begitulah sistem komunikasi antara dua sejoli yang terpisah jarak antar pulau. Dan hanya bisa melalui telepon. Persiapan yang dilakukan secara mendadak untuk berangkat haji segera dilakukan.
Enam bulan kemudian, lautan manusia di tengah lapangan itu juga menjadi lautan tangis. Suasana mengharukan tercipta antara para calon jamaah haji dan keluarga yang ditinggalkan. Air mata di pelupuk mataku juga ingin keluar. Walau kutahan akhirnya tumpah juga. Aku memikirkan bagaimana kehidupanku tanpa orang tua.
***
Itulah gambaran tentang haji pada tahun 1997. Begitu mudahnya berangkat haji jika sudah mampu. Daftar, ikuti proses, langsung dapat porsi, persiapkan segala sesuatunya. Tanpa antrian panjang. Tanpa antrian bertahun-tahun.
Sangat berbeda dengan proses pendaftaran haji zaman sekarang. Atas izin Allah, saya diberi kemudahan rezeki untuk mendaftar haji di tahun 2015. Itupun saya paksa-paksakan karena sudah mendengar isu bahwa haji sekarang masa tunggunya minimal 8-10 tahun. Saya pikir mendaftar haji sekarang, hajinya tidak akan lama, sehingga dulu saya berat sekali mendaftar. Karena kan anak saya juga masih bayi dan balita. Bagaimana kalau saya tinggal nanti? Ternyata saat mendaftar saya diberi tahu, bahwa saya mendapat porsi haji di tahun 2032. Itu artinya saya baru akan bisa naik haji 17 tahun lagi!
Wow! Saya takjub sekali. Jika 17 tahun lagi dan insya Allah semua sehat. Berarti anak saya nanti sudah baligh, bukan balita lagi. Saya pun jadi kepikiran, bagaimana jika saya daftarkan saja anak-anak saya untuk haji, siapa tahu bisa berangkat bersama-sama. Eits, tunggu dulu, kondisi keuangan kami belum mampu untuk mendaftar porsi.
Sehingga saya pun tidak begitu ambisius untuk berangkat haji bersama anak kami. Hingga pada suatu ketika, saya mendapat wawasan bahwa mindset berhaji jika mampu itu salah. Yang lebih tepat adalah dicoba dulu mampu atau tidak. Artinya kita harus mengusahakannya. Saya pun kembali berambisi, mengingat antrian haji yang begitu panjang.

Untungnya, saya mendapat info bahwa tabungan haji itu tidak harus langsung daftar porsi. Pertama saya pikir, kita harus punya uang sekitar 25 juta rupiah kemudian kita setorkan ke bank sebagai setoran awal membuka tabungan haji. Ya ampun, betapa malunya saya, sudah pernah mendaftar tapi tidak mengerti betul arti tabungan haji. Saya pun kemudian mempelajari lebih dalam tentang tabungan haji khususnya tabungan haji syariah.
Tabungan Haji Syariah
Jika kita punya niat atau merencanakan hendak berhaji, setidaknya menabung dulu dengan membuka tabungan haji. Kita tidak wajib langsung mengambil porsi. Untuk mengambil porsi haji dibutuhkan setoran sebesar 25 juta rupiah. Jika kita belum cukup punya uang sebesar itu maka cukuplah memulai semampu kita asal memenuhi syarat yang bank minta. Misalnya setoran awal berapa, setoran selanjutnya berapa, kelengkapan administrasinya. Barulah setelah uang kita di tabungan haji cukup untuk mengambil porsi, kita bisa urus pendaftarannya ke SISKOHAT Kementerian Agama.
Jadi dalam tabungan haji, kita sebagai nasabah akan menabung sekian rupiahĀ sebagai setoran awal. Selanjutnya kita menyetor dengan jumlah tetap per bulannya. Atau berapa pun yang kita punya saat kita ada rezeki. Setoran terus berlanjut sampai kita mencapai target dana untuk mendaftar haji. Saat ini (tahun 2016) dibutuhkan dana sekitar Rp. 25 juta untuk mendaftar porsi.Ā Dana yang telah ditabung tidakĀ bisaĀ diambil seperti pada tabungan biasa sampai jatuh tempo karena hanya bisa dipakai untuk berhaji.
Oh ya, agar hati tenteram sebaiknya kita memilih tabungan haji syariah. Memang tujuannya sama untuk berhaji. Hanya saja tabungan haji masih memakai sistem bunga karena ditabung di bank konvensional. Sedangkan Tabungan Haji Syariah bebas bunga karena memiliki prinsip syariah. Biasanya produk tabungan haji syariah ada yang berdasarkan akad wadiah dan ada pula yang berakad mudharabah muthlaqah.
- Tabungan Haji Syariah denganĀ akad wadiah, adalah titipan murni yang harus dijaga (oleh bank) dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya.
- Tabungan Haji Syariah denganĀ akad Mudharabah Muthlaqah, adalah tabungan yang memberikan keleluasaan bagi bank syariah dalam menggunakan dana nasabah. Bank Syariah bebas akan memakaiĀ akad apa untukĀ menyalurkan pembiayaan, kepada siapa pembiayaan itu diberikan, dan usaha seperti apa yang harus dibiayai.
Umumnya, syarat untuk membuka tabungan haji syariah, nasabah harus berusia minimal 17 tahun. Namun ternyata, ada beberapa bank yang membolehkan nasabah cilik menyimpan uang di tabungan haji. Nah, ini yang saya incar. Tujuannya kan agar anak saya bisa berangkat bareng saya atau setidaknya tidak lama setelah saya berangkat haji nanti.
Saya akan membandingkan tiga bank syariah yang memiliki layanan tabungan haji dan bisa dibukakan untuk anak. Mengapa saya pilih 3 bank tersebut? Yang pertama karena lokasinya sangat dekat dengan rumah saya. Dan tiga bank itu adalah bank syariah terkenal. Yang pertama adalah bank BRI Syariah, yang kedua adalah bank U (bukan inisial sebenarnya), dan ketiga adalah bank HĀ (bukan inisial sebenarnya).
Akad
Bank BRI Syariah memakai akad mudharabah. Begitu pula dengan bank H. Sedangkan bank U memakai akad wadiah.
Setoran Awal
Bank BRI Syariah menyaratkan setoran awal sekecil Rp. 50.000. Bank U setoran awalnya sama Rp. 50.000. Sedangkan Bank H sebesar Rp. 100.000.
Setoran selanjutnya
Setoran selanjutnya pada Bank BRI Syariah minimal Rp. 10.000. Dan tidak harus setiap bulan menabung. Kapan pun kita punya rezeki, kita bisa menabung.
Bank H menyatakan setoran selanjutnya harus Rp. 100.000. Sedangkan Bank U setoran selanjutnya bebas berapapun jumlahnya.
Biaya administrasi
Ketiga bank syariah yang saya bandingkan, yaitu bank BRI Syariah, Bank U, dan Bank H tidak mengenakan biaya administrasi.
Online dengan SISKOHAT
Fitur online dengan SISKOHAT ini penting untuk mengetahui kepastian porsi keberangkatan haji kita. Ketiga bank syariah yang saya bandingkan (BRI Syariah, Bank H, dan Bank U) sudah online dengan SISKOHAT.
Zakat
Karena ceritanya kita ini menabung walau dengan target dana tertentu, kita akan menerima bagi hasil atau nisbah. Jadi sebutannya bukan bunga ya. Dan bunga dengan nisbah ini pun berbeda.
Dana nasabah yang terkumpul di bank syariah akan disalurkan (investasi) pada kegiatan ekonomi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dari kerja bank tersebut, tentunya akan diperoleh keuntungan. Nah, keuntungan itu akan dibagi dengan kita sebagai nasabahnya. Dari bagi hasil yang kita peroleh tentunya kan ada kewajiban zakat bagi kita. Bank BRI syariah menyediakan fitur zakat otomatis. Jadi, kita bisa memilih sekaligus potong zakat atau tidak, jika kita menabung di tabungan haji BRIS.
Jika saya bandingkan dengan Bank H dan Bank U, mereka belum memiliki potong zakat otomatis untuk nasabah tabungan hajinya.
Fitur khusus: Gratis asuransi jiwa dan kecelakaan
Tabungan Haji BRI Syariah menyediakan bonus gratis asuransi jiwa dan kecelakaan. Fitur khusus ini tidak terdapat pada Bank H dan Bank U.
Dilihat dari keringanan setoran dan keistimewaan fiturnya, sepertinya saya lebih memilih untuk menabung tabungan haji anak-anak saya di BRI Syariah ya.
Saya langsung mendatangi untuk mendaftarkan tabungan haji untuk anak-anak. Oh ya, jangan lupa cari info persyaratan apa saja yang diperlukan biar tidak bolak-balik. Browsing kan bisa, sebelum datang langsung. Jadi saya cukup menyiapkan:
- KTP
- NPWP, karena saya tidak punya, saya mengisi form pernyataan tidak memiliki NPWP
- Akta Kelahiran Anak
- Kartu Keluarga
- Surat Keterangan Domisili, karena saya bukan penduduk asli kota yang saya tinggali. Jika KTP sama dengan tempat tinggal maka tidak perlu menyertakan surat ini.

Apakah BRI Syariah Aman dan Sesuai Syariah?
Itulah pertanyaan saya yang terakhir sebelum pergi ke bank BRI Syariah untuk membuka Tabungan Haji. Pertanyaan saya pun terjawab dengan mengulik info lebih dalam dari bank ini. BRI Syariah ternyata sudah sejak lama berdiri bahkan sebelum saya lahir. Pada tahun 1969 berdirilah Bank Jasa Arta yang menjadi cikal bakal BRI Syariah.
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., mengakuisisi Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. Pada tanggal 17 November 2008 PT. Bank BRISyariah secara resmi beroperasi. Kemudian PT. Bank BRISyariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah Islam. SekarangĀ Bank BRISyariah menjadi bank syariah ketiga terbesar yang dinilai berdasarkan aset.
Sebagaimana bank syariah pada umumnya, BRI Syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Seluruh produk BRI Syariah termasuk Tabungan Haji Syariah sudah mendapat izin secara sah dari DPS. Sehingga tabungan kita aman dan hati kita tenteram karenaĀ Tabungan Haji BRISyariah memberi keberkahanĀ karena pengelolaan dananya sesuai syariah. Insya Allah ibadah haji kita nanti sempurna dengan tabungan yang sesuai syariah.
Sekarang saya tinggal menghitung berapa dana yang harus ditabung agar dalam 5 tahun anak-anak saya sudah bisa mendapat porsi keberangkatan haji. Jika dibutuhkan sekitar Rp. 25.000.000, maka dibagi (12 bulan x 5 tahun). Diperoleh hasil pembulatan Rp. 417.000. Wah, masih terlalu besar ya. Baiklah, saya sepertinya tidak terlalu ngoyo. Yang penting setiap bulannya saya akan menyisihkan rezeki untuk ditabung di Tabungan Haji BRISyariah anak-anak saya.
Risiko Pakai Pampers Sembarangan Terhadap Pola Tidur dan Kesehatan Anak
Surabaya, 21 Mei 2016 – Hampir semua bayi di Indonesia pasti memakai Pampers. Memang, Pampers merupakan merek pionir popok sekali pakai sehingga menjadi top of mind di jutaan kalangan ibu. Sampai-sampai maunya beli diaper pun bilangnya beli Pampers. Begitu pun maksud saya di sini. Orang tua gemar memakaikan Pampers alias popok sekali pakai pada bayinya sejak lahir. Namun, jika orang tua tidak teliti dalam memilih mana popok yang berkualitas dan yang tidak, maka akan berdampak buruk bagi bayi. Yang pertama akan mengganggu pola tidurnya, yang kedua akan berakibat buruk pada kesehatannya, terutama kesehatan kulitnya.
Beruntung saya mendengarkan penjelasan tentang pola tidur anak ini langsung dari ahlinya. Saat itu saya menghadiri acara Jalan-Jalan Mini Indonesia Yakin #PakaiPampers yang diselenggarakan oleh Pampers di Supermall Pakuwon Indah Surabaya. Acara ini juga bertujuan merayakan hari jadi Kota Surabaya yang ke-723. Begitu acara dimulai, para peserta berkumpul duduk di tempat yang disediakan. Tapi tidak dengan saya. Selama acara berlangsung saya mendengarkan dari jauh karena bayi saya tidak bisa diam. Ia terus bermain kesana-kemari mencoba berbagai macam permainan yang tersedia. Mulai dari mobil-mobilan, sepeda-sepedaan, perosotan, jungkat-jungkit mini, dll. Jujur saya kerepotan menjaga anak sambil live tweet. Sementara suami saya belum nongol juga. Baiklah, saya review ya apa materi yang disampaikan oleh dokter anak dari Malang: dr. Mira Irmawati, Sp.A(K)
Pola Tidur Anak
Tidur selama yang kita tahu adalah kegiatan istirahat sehingga nantinya setelah bangun rasa lelah bisa hilang. Ternyata tidur itu bukan sekedar menghilangkan rasa lelah. Ternyata tidur pun bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Siklus tidur itu ada dua, yaitu tidur REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM. Kedua siklus itu sama-sama memiliki fungsi restoratif, yaitu pemulihan tenaga, dan penghilangan capek. Bedanya, tidur REM, fungsi restoratifnya berkaitan dengan sistem otak yang mengatur fokus, perhatian, kepercayaan diri, dan adaptasi emosional. Sedangkan tidur non-REM memiliki fungsi restoratif yang berkaitan dengan imunitas tubuh dan pertumbuhan fisik.
Semakin besar anak kebutuhan tidurnya makin sedikit dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Misalnya bayi saya sekarang sudah mau 2 tahun, membutuhkan waktu tidur yang cukup sebanyak 11-12 jam. Sedangkan bayi yang baru lahir butuh waktu tidur 16-18 jam dalam sehari.
Saat si kecil tidur pastilah mengompol iya, kan? Apalagi bayi yang baru lahir pipisnya sangat sering, sedangkan waktu tidur yang dibutuhkan cukup lama. Jika ia terganggu oleh pipisnya, maka tidurnya pun terganggu. Jadi, lebih baik menggunakan popok yang bisa kering sepanjang malam agar tidur si kecil nyenyak.
Pampers Rayakan Ulang Tahun Surabaya ke-723

Selanjutnya, brand ambassador Pampers: Gisella Anastasia dan Artika Sari Devi sharing pengalaman mereka selama memakaikan Pampers pada buah hatinya. Ternyata Gisel selama hamil Gempi, sudah survei berbagai popok dan ketemulah popok Pampers yang paling pas. Sehingga saat Gempi baru lahir sudah bisa dipakaikan Pampers. Gisel senang karena si Gempi tidurnya nyaman sepanjang malam, sehingga ia merekomendasikan para ibu Surabaya untuk #PakaiPampers bagi bayinya.

Artika Sari Devi pun punya pengalaman yang sama. Anaknya Zoe yang saat ini berumur 3 tahun, juga pakai Pampers. Inovasi dan teknologi Pampers yang terus berkembang menjadikan Artika yakin bahwa Pampers pilihan terbaik.
Pampers berterima kasih pada para ibu Surabaya karena telah percaya pada produk Pampers. Oleh karena itu, di acara yang juga bertepatan dengan hari jadi Surabaya ke-723 ini, Pampers membagi-bagikan 723 popok Pampers per puskesmas untuk seluruh Puskesmas di Surabaya. Wait, wait! 723? Bagaimana ngitungnya? Ya satu-persatu dong. Sekarang kan sudah ada Pampers kemasan satuan, sehingga praktis untuk bepergian. Febrina Herlambang selaku Communication Manager P&G mengatakan bahwa pembagian 723 popok per puskesmas itu sebagai bentuk komitmen Pampers untuk membantu dan mendukung kesehatan dan kebahagiaan bayi di Surabaya.
Bukti Nyaman Yang Nyata dari Pampers
Pampers mengadakan demo langsung sebagai bukti bahwa Pampers benar-benar aman dan nyaman untuk bayi. Hal ini disaksikan langsung oleh Gisel dan Artika. Tak hanya itu, di sesi-sesi selanjutnya para peserta, terutama perwakilan dari komunitas juga mencoba demo ini.
Pampers yang sudah lahir lebih dari 50 tahun yang lalu itu kini memiliki inovasi dengan teknologi yang bikin berdecak kagum. Oya, ngomong-ngomong 50 tahun itu waktu yang cukup lama lho.Ā Sejarah Pampers diawali oleh Vic Mills sebagai peneliti P&G yang mengembangkan popok ganti untuk cucunya pada tahun 1956. Kemudian lahirlah Pampers dan terus mengalami inovasi di tahun-tahun berikutnya. Tak heran memang Pampers ini merupakan popok sekali pakai yang pertama di dunia, dan juga penjualannya masih nomor 1 di dunia, tak hanya di Indonesia.
Saat ini Pampers meninggalkan tipe popok perekat beralih ke tipe pants yang lebih nyaman untuk bayi, yaitu Pampers Baby Dry Pants. Teknologi dalam Pampers ini dapat menyerap cairan pipis sangat cepat dan menyebarkan ke seluruh bagian popok. Jika dibandingkan dengan popok Brand X yang terkenal, jelas masih kalah. Brand X itu lebih lambat menyerap cairan, dan penyerapannya hanya pada satu titik.

Selain teknologi super gel yang sangat cepat menyerap cairan,Ā Pampers Baby Dry Pants ini juga dapat mengunci basahan hingga 99.9%. Dengan demikian kulit bayi tetap kering sepanjang malam (sampai 12 jam). Pada demo jelas terlihat popok Pampers kering sehabis disentuh dengan tisu. Sedangkan brand X jelas basahnya.

Katanya kan, kalau pakai popok sekali pakai itu tidak ada sirkulasi udara, sehingga kulit tidak bisa “bernapas”. Akibatnya kulit bayi bisa ruam. Tapi tidak dengan Pampers. Lembaran belakang dilengkapi dengan pori sehingga membantu sirkulasi udara dan mencegah iritasi kulit. Ini adalah demo dengan uap. Terlihat jelas bahwa tutup uap itu berembun. Uap panas tetap bisa melalui pori-pori Pampers, meski Pampers sudah menutupi sumber uapnya. Jadi, kulit bayi tidak iritasi.

Keren banget ya, Pampers banyak fitur. Dan satu lagi fitur yang baru saya tahu. Pampers mengandung lotion! Wah, lengkap deh. kalau kulit bayi sensitif, risiko ruamnya jadi kecil karena sudah ada lotionnya.
Saya pribadi lebih suka popok perekat sebenarnya, karena nyopotnya gampang. Tinggal buka perekatnya. Kalau bentuk celana seperti Pampers Pants ini agak susah, apalagi bentuknya fit to body. Ah, ternyata pikiran saya saja yang jadul. Untuk melepas Pampers Baby Dry Pants ini juga bisa seperti saya melepas perekat pada popok tipe perekat lho. Tinggal sobek bagian pinggang kanan dan kirinya, lepas deh.
Jalan-Jalan Mini Indonesia #PakaiPampers
https://www.instagram.com/p/BFp1NFAmYCQ/?taken-by=print.a.gram
Acara Meet and Greet with Gisel, Gempi, dan Artika kini sudah usai. Saatnya saya jalan-jalan keliling Mini Indonesia. Setiap pengunjung bisa pakai baju adat dan foto gratis. Jika kita upload di Instagram, maka kita bisa menunjukkan ke booth penukaran hadiah. Kita bisa dapat sampel Pampers dan bibs. Yang tak kalah menarik, foto yang kita upload juga bisa dicetak.
Sayang anak saya rewel kalau lepas dari mainannya. Jadi, ia tidak mau pakai baju adat bahkan jika cuma penutup kepalanya saja (blangkon, udeng, dll). Tak hilang akal saya pun mengajak si kecil foto tetap dalam posenya di mobil. Tak semua booth saya kunjungi. Saya cuma foto di Surabaya, Bandung, dan Jogja. Anak lagi gak mood sih. Yang penting yakin #PakaiPampers lah yaaa.
https://www.instagram.com/p/BFqlMcLLYww/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFsn-41LY8b/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFsoGEELY8s/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFsobkQrY9g/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFso_amrY-h/?taken-by=lipartic
Menjalin Benang Merah Antara Good News dan KOPI
Being A writer
Menulis merupakan hal yang saya sukai. Menulis dan buku tak bisa dipisahkan. Di mana kita menulis ide di kepala sebelum datangnya era digital ini? Pada lembaran-lembaran kertas yang menyatu dalam sebuah buku bukan?
Saat kecil dulu saya sungguh penyuka buku, bahkan saya memulainya dari balita. Setiap ada buku atau majalah baru, saya ciumi. Saya suka baunya. Harumnya kertas itu membuat candu. Kemudian saya corat-coret buku baru tersebut. Tak ketinggalan kegiatan sobek-sobek dan gunting-gunting. Itu karena saya adalah balita maniak buku sebelum bisa membaca.
Semakin dewasa, beralihlah saya dari pikiran sobek-menyobek dan mencoreti buku. Saya mulai ada keinginan menjadi penulis, karena kesukaan saya membaca, saya ingin menjadi seperti penulis di buku-buku fiksi yang saya baca.
Ada saja yang menghalangi saya merangkai ide menjadi sebuah buku. Entah itu kesibukan saat menjadi mahasiswa, ikut suatu pelatihan, acara ini, itu. Sampai saya mengenal dunia blogging. Setiap ada ide, saya tuangkan di blog saya. Saya menulis tentang Food science dan Kesehatan. Semakin tertundalah penulisan buku yang ingin saya wujudkan.

Akhirnya jodoh bertemu juga. Impian saya terwujud di tengah-tengah kesibukan saya mengurus anak dan membesarkan bisnis. Debut buku saya adalah Jilbab Bukan Jilboob (Gramedia) pada tahun 2014. Lalu menyusul buku saya yang kedua Perisai Segala Penyakit (Elex Media) yang terbit pada tahun yang sama. Insya Allah akan terbit buku saya yang lain dengan genre lain lagi: Tentang branding dalam bisnis.
Life Style Blogger
Dari rentang waktu setelah tahun 2011 Sampai buku saya terbit, saya lumayan rajin update blog dengan niche yang berbeda dengan sewaktu saya kuliah. Saya sempat membuat blog dengan niche kesehatan ibu dan anak. Namun, semakin sering saya blog walking, saya pun tak jarang melihat blog yang isinya tentang kehidupan sehari-hari, blog gado-gado, dan memiliki sudut pandang “aku”. Blog itu disebut bergenre “life style“. Saya pun menjadi tertarik untuk bikin blog seperti itu juga. Ah, itu kan juga bisa jadi personal branding saya sebagai penulis. Lihat penulis favorit saya waktu jaman SMP: Asma Nadia. Beliau punya blog, kan di www.asmanadia.net?
Jadilah baru tahun 2015, saya pilih domain dan hosting pribadi untuk www.lipartic.com. Isinya beragam sesuai passion dan profesi saya. Ada kategori artikel yang membahas tentang ibu dan bayi, kelahiran, laktasi, sampai kesehatan. Karena saya pun suka travelling by mood, saya pun menulis tentang perjalanan. Ehm, well, mungkin lebih tepatnya liburan. Kata Rangga dalam AADC2 liburan dan travelling itu berbeda. Liburan lebih terjadwal, kita sudah punya rencana mau ngapain aja. Sedangkan travelling, yang penting adalah pengalaman and the journey.
Good News
Siapa yang tak suka good news? Pasti setiap orang lebih tertarik untuk menerima berita yang positif, kabar yang baik. Ciri-ciri dari good news adalah jauh dari rumor, kasak-kusuk, berita buruk, dan yang jelas good news itu menyenangkan hati. Mungkin saat ini sedang tren bad news is good news. Berita-berita tentang sesuatu yang memiliki sisi buruk menjadi layak diperbincangkan, dan melupakan begitu saja tentang sisi baiknya. Mari budayakan good news is a good news too. Jadi, kenapa tidak kita menyenangkan pembaca blog kita dengan kabar-kabar baik, terutama yang pernah kita alami sendiri.
Saya pun berceloteh tentang berita-berita baik di blog saya di sini. Even-even seru, ilmu-ilmu baru yang memang nyata dan baik untuk semua orang tak ragu saya tuliskan di blog ini.
KOPI yang unik
Kopi bukanlah minuman bukan juga komunitas. KOPI merupakan koalisi. Menurut KBBI, koalisi adalah kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen. Mirip definisi tersebut, KOPI adalah sinergi antara bloggers dan jurnalis. KOPI merupakan kependekan dari Koalisi Pesona Indonesia. Memakai kata Pesona, berarti KOPI sangat cinta Indonesia dan mempromosikan kabar baik karya anak bangsa.

KOPI memang masih tergolong baru. Umurnya hampir setahun. Koalisi unik ini digagas oleh Fachrul Muchsen yang merupakan pimpinan redaksi Kabarindo.com. Tahun kemarin, tepatnya 26 November 2015 KOPI resmi dideklarasikan di Hotel Oria Jakarta Pusat. Sebanyak 15 blogger dan 18 jurnalis media online ikut menandatangani deklarasi KOPI. Kerennya, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Dr.H.M.Iqbal Alamsjah,MA, Ketua ASITA (Association Of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Asnawi dan pemilik El John Group Johnnie Sugiarto juga ikut menandatangani lho. Penasaran isinya? Cuma 3 butir, tapi cukup visioner.
Kami, jurnalis dan blogger dibawah naungan AJOIN (Aliansi jurnalis Online Indonesia) dan Kabarindo Utama tanpa syarat dan ikatan apapun berkoalisi untuk
1.Peduli merah putih dengan turut serta berperan aktif menginformasikan dunia pariwisata,perfilman,budaya,musik,fashion dan kuliner Indonesia yang berbasis good news.
2. Mengedepankan informasi positif mengenai pesona Indonesia untuk dunia.
3. Berupaya jadi saksi pertama kreativitas anak negeri dan akan mengapresiasi dalam bentuk tulisan persembahan untuk bangsa dan dunia

Ijen Suites Resort & Convention
Ijen Suites Resort and Convention adalah hotel bintang 4 di tengah kota Malang. Hotel ini menjadi pilihan karena keterpaksaan pada awalnya. Waktu itu saya ada tugas untuk mengisi talk show inspiration class yang diadakan himpunan mahasiswa THP UB: Himalogista. Saya berperan sebagai alumni THP yang merupakan praktisi wirausaha. Saya pikir jika saya langsung berangkat pagi dari Sidoarjo, sampai Malang siang, sepertinya saya bakal capek dan menjadi tidak mood untuk berbicara. Akhirnya seminggu sebelumnya saya putuskan mencari hotel untuk menginap.
Perhatian saya tertuju pada Ijen Suites Resort and Convention. Kenapa? Karena saya sempat punya voucher menginap diskon 50% untuk Hotel Padjajaran dan jajaran bisnisnya, hasil dari lomba blog. Ijen Suites adalah cabang dari Padjajaran Hotel. Tapi saya telepon dulu pihak hotel apakah voucher masih berlaku atau tidak. Sewaktu telepon, saya dilempar ke bagian marketing karena resepsionis tidak tahu apa-apa. Ternyata mbak marketing itu pun tidak begitu tahu, masih akan menanyakan pada pihak Padjajaran. Saya kemudian ditanya nomor telepon untuk kemudian dihubungi kembali.
Setelah satu hari lewat, saya masih menunggu keesokan harinya. Kok saya gak dihubungi juga ya? Buat jaga-jaga saya langsung cari di beberapa situs booking hotel.
Memilih hotel dengan harga murah
Saya selalu membandingkan dulu sebelum deal booking. Karena tiap penyedia jasa booking punya harga dan promo yang berbeda. Ini langkah yang saya tempuh.
Cek Tripadvisor. Di Tripadvisor akan ada perbandingan harga dari masing-masing penyedia. Misalnya Hotels.com, Expedia, booking.com dll.
Bandingkan dengan Traveloka. Jika harga di Tripadvisor itu belum final karena belum termasuk pajak, maka di Traveloka sudah termasuk pajak. Harganya memang kadang lebih murah di Traveloka, kadang juga bisa lebih mahal di Traveloka.
Masuk ke Travelio. Ini situs booking hotel yang harga hotelnya bisa ditawar. Saya pun melakukan penawaran. Dari 590 ribuan menjadi 480 ribuan. Ijen Suites sepertinya sedikit pelit untuk banting harga. Seminggu sebelumnya saya pernah booking di Swiss Bellinn harga 500 sekian jadi cuma 300 ribuan. Harga 480 ribuan masih ditolak juga oleh Ijen Suites (melalui Travelio). Terimanya 495 ke atas. Nah, saya kepikiran cari voucher Travelio di Google siapa tahu ada.
Wah, ternyata ada diskon 100 ribu untuk Travelio dari Flipit. Tapi ada syaratnya. Minimal transaksi Rp. 500.000 dan merupakan pengguna baru. Ouch! Saya kan sepertinya sudah pernah pakai Travelio, jadi bukan pengguna baru. Itu saya akali dengan menggunakan email dan nama yang berbeda. Hihihihi… Alhamdulillah bisa, lho. Akhirnya harga Ijen Suites tadi nggak jadi saya tawar 490 an, tapi jadi 500 ribu pas. Harga 500 ribu yang disetujui itupun bisa dikurangi lagi dengan memasukkan kupon dari flipit. Yeaaay harga 400 ribu nett berhasil saya dapatkan!
Ijen Suites Lepas Manajemen dari Padjajaran Hotel
Tiba hari H, saya pun check in. Saya ngomongin lagi masalah voucher diskon 50% yang dari Padjajaran itu. Ternyata manajemennya sudah berubah. Tidak dipegang Padjajaran lagi. Sehingga voucher itu tidak berlaku di Ijen Suites Malang. Tapi di Padjajaran masih berlaku sampai tanggal yang ditentukan.
Tidak puas dengan jawaban Mas Resepsionis, saya mengadu ke Marketingnya Padjajaran Hotel. Tidak perlu menunggu lama, saya langsung dapat jawaban. Oh, ternyata memang sudah tidak satu manajemen lagi. Hiks, sayang yah. Sayang voucher saya maksudnya.

Suasana Segar di Area Kolam Renang
Hari pertama check in itu saya sedang gak mood untuk ngapa-ngapain. Padahal kamarnya bagus, pengen saya foto dan videoin. Tapi apa daya saya tak berdaya diserang mual. Jadi, saya melewatkan kesempatan mengabadikan suasana kamar yang masih rapi. Keesokannya saat sakit perut saya sudah mendingan, kamar sudah berubah bentuknya (read: berantakan – ulah anak lho ya bukan saya :p), masa mau difoto-fotoin? Ya sudahlah, saya review saja. Bagian kamar yang saya suka:
Kamar mandi. Shower roomnya dipisahkan oleh sekat kaca yang ada pintunya sehingga bisa digeser. Biasanya kan tanpa pintu yah. Terus di wastafel selain cermin di belakang wastafel seperti biasa, ada cermin kecil yang diameternya sejengkal. Cermin itu bolak-balik. Sisi satu cermin normal, sisi satu lagi cermin pembesar (cembung). Cermin ini nempel di dinding, ada tangkainya seperti spion, berfungsi untuk merias atau melihat bagian wajah lebih detail.
Lemari Pakaian. Biasanya hotel bintang 4 lainnya atau di bawahnya punya lemari yang terbuka. Nah, Ijen menyediakan lemari tertutup. Di dalamnya dilengkapi sajadah dan mukena. Surprise banget, jarang ada nih. Kebetulan lagi nggak bawa mukena. Tapi jangan dibawa pulang ya.
Minusnya, kamar ini punya televisi yang memakai Usee TV. Apa karena pakai internet ya jadi loadingnya untuk memulai program lama banget. Tapi koneksi wifinya cepat. Tidak perlu memakai password.
Momen di Ijen Suites Resort ini masih bisa saya abadikan beberapa, terutama di outdoornya. Apalagi kalu bukan kolam renang. Ada dua buah kolam yang bergabung jadi satu. Satu kolam dewasa dengan kedalaman 135 cm, dan kolam anak yang dalamnya 75 cm.
Seperti biasa, ada tempat duduk untuk berjemur, seperti bayi saya ini. Penjaga kolam renang memberi mainan anak-anak karena melihat anak-anak nyemplung. Ada semacam stik lentur diberi dua buah, dan bola kecil dua buah juga.



Suasana segar dan asri sungguh terasa. Saya lihat masih ada burung yang melintas di atas kolam. Kicauannya pun terdengar. Eh, ternyata suara kicauan itu berasal dari toa. Hahaha. Burung aslinya yang melintas tadi ga bunyi. Go green juga terjaga. Ada tempat sampah yang dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik. Tempat sampahnya lucu seperti di Jepang. Pakai tulisan Jepang soalnya.


Gym, Jacuzzi, Sauna, dan Spa
Fasilitas lain yang diberi gratis oleh Ijen Suites ini adalah gymnasium alias tempat fitness, jacuzzi, dan sauna. Semua dalam satu area. Wah, mau tampil harus fit kan? Jadi, tak lupa saya mengabadikan foto juga di gym. Fasilitasnya lengkap banget. Karena ini juga merupakan fitness berbayar dengan sistem member. Ada latihan kardio seperti threadmill, sepeda statis. Latihan beban juga ada, martial arts, olah raga yang tarik-tarik pakai tali itu (pull apaaa gitu namanya hahaha). Saya merasa beruntung datang lebih pagi. Karena kalu siangan sedikit ke gym bisa rebutan sama Christian Gonzales dan tim. Mereka kan mau tanding, sebelumnya latihan dulu di sini. Cuma selisih 1 jam lho, suami saya sempat ketemu Pak Gonzales.

Jacuzzinya ada di dalam ruangan, jadi bukan outdoor. Ada jacuzzi khusus wanita dan pria. Begitupun sauna juga terpisah antara pria dan wanita. Satu faslitas berbayar di sini adalah spa dan salon. Saya nggak masuk. Selain karena tidak ada niatan nyalon, tempatnya juga belum buka. Kapan-kapan pengen menginap lagi di sini untuk mencoba semua fasilitasnya dengan maksimal. Sekarang sih, cuma foto-foto doang.




Alergi Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mencegahnya
Sinar mentari yang mengelitik kulit tak menghalangi sekumpulan bocah itu bermain tali karet saat istirahat sekolah. Mereka bergantian melompati tali karet itu semakin lama semakin ditinggikan. Seorang bocah mungil yang tampak paling kecil di antara mereka, berdiri di dekat situ. Ia sibuk mengamati teman-temannya berlari kemudian melompat. Sesekali ia menyeka hidungnya yang berair dengan sapu tangannya. Dari matanya tampak berharap, kapan giliranku?
“Kamu boleh ikut bermain. Tapi kamu berdiri di sini saja ya, jadi anak bawang. Kamu masih kecil belum bisa lompat tinggi. Nanti kalau sudah ada yang kalah kamu bisa menggantikannya.” ujar salah satu anak.
Bocah yang paling kecil itu pun mengangguk. Tetap bersabar menunggu gilirannya yang tak pernah didapat hingga bel masuk berbunyi.
Kini bocah yang paling kecil itu tumbuh dewasa, memiliki dua orang anak. Itulah saya. Dulu saya merasa bocah yang tidak bisa tumbuh karena paling kecil di antara teman-teman. Kemudian saat mendengarkan paparan tentang alergi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak di acara talkshow #NutriTalk, saya berpikiran, apa memang benar ada hubungannya dengan tubuh saya yang mini? Apalagi jika anak alergi mengonsumsi obat steroid yang dapat mengahambat pertumbuhan lempeng tulang. Dipikir-pikir saya tidak pernah mengonsumsi obat alergi secara terus-menerus. Usut punya usut ternyata saya memiliki usia 2-3 tahun lebih muda dibanding teman sekelas, sehingga wajar jika dulu ukuran tubuh saya lebih kecil dibanding mereka. Syukurlah.
Acara talkshow #NutriTalk yang dihelat pada Kamis, 31 Maret 2016 di J.W Marriott Surabaya itu membahas detil tentang alergi, khususnya tentang manajemen alergi protein susu sapi dan dampak alergi pada tumbuh kembang anak. Acara itu dipandu oleh dr. Lula Kamal dan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K) ā Ahli Alergi Imunologi , Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga RSU Dr. Soetomo dan Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) ā Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo.

Sebelum acara talkshow dimulai, saya bermain-main dulu di beberapa booth. Booth-booth ini mengajak pengunjung mengenali dulu alergi sebagai seluk-beluk pengetahuan awal tentang alergi.
Booth Alergi Anak
Di sini saya diperkenalkan dengan suatu website interaktif mengenai alergi. Saya langsung loading ke www.alergianak.com lalu mengisi kuisioner. Pertanyaan itu berhubungan dengan diagnosis alergi, misalnya seberapa besar risiko alergi saya, atau bagaimana gejala alergi yang saya alami. Hasilnya dapat diterima via email.

Booth Allergy Care
Di sini dijelaskan sedikit seputar alergi. Seberapa besar persentase risiko seseorang terkena alergi juga macam-macam alergi. Ternyata 1 dari 25 anak memiliki risiko terkena alergi. Penjelasan lebih detail nanti di acara.

Photo Booth Kenali Gejala Alergi Susu Sapi
Saya lagi-lagi mengisi kuisioner. Kali ini langsung di layar komputer seukuran televisi yang bisa touchscreen, misalnya apa orang tua punya alergi, alergi yang dimiliki seperti apa, dll. Setelah kuisioner selesai, saya pun mengambil gambar (foto). Kemudian ada pilihan mau alergi apa. Saya memilih kulit berbintik dan hidung berair. Jadilah foto before dan after saat terkena alergi.


Booth Play Ground
Ini khusus area anak-anak bermain. Kita bisa mengukur tinggi anak, menimbang berat badannya, dan disediakan kursi bagi anak-anak.

Booth 1000 Hari Pertama Kehidupan
Di booth 1000 hari pertamaĀ kehidupan ini, saya diminta untuk memutar roda undian. Setelah roda berhenti ada anak panah yang menunjuk kategori-kategori tertentu. Saya diberi pertanyaan yang berhubungan dengan kategori itu. Kebetulan saya dapat pertanyaan yang berhubungan dengan anak. Jika pertanyaan tersebut berhasil dijawab, saya mendapat hadiah kartu 1000 hari pertama kehidupan.

Kemudian saya mendapat penjelasan bagaimana 1000 hari pertama kehidupan itu. Ternyata 1000 hari pertamaĀ kehidupan itu dihitung sejak bayi berada dalam kandungan, yaitu:
270 hari kehamilan + 365 hari tahun pertama + 365 hari tahun kedua = 1000 hari
Mengapa sangat penting? Dalam 1000 hari pertama kehidupan, anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, termasuk otak, saluran cerna, dan imunitasnya. Oleh karena itu, diperlukan nutrisi yang tepat untuk menunjang kebutuhannya. Jangan kita lewatkan kesempatan ini karena tidak dapat terulang kembali.
Mission Complete!
Saya sudah menyelesaikan 3 booth penting dalam bermain menyusuri ilmu alergi. Sekarang saatnya saya menimba ilmu yang sebenarnya dari ahlinya.
Tentang Alergi

Pembahasan alergi awal, dibawakan oleh Dr. dr. Anang Endaryanto Sp.A(K). Beliau menjelaskan bahwa alergi merupakan reaksi tubuh yang menyimpang Ā terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan masing-masing individu bisa berbeda sehingga ada seseorang yang sensitif berlebihan terhadap protein asing, sementara orang lain tidak apa. Zat asing yang bisa menyebabkan alergi itu bisa berupa makanan, debu, atau bulu binatang.
Meski alergi selama ini dianggap penyakit yang biasa-biasa saja, ternyata alergi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena angka kejadiannya meningkat akhir-akhir ini. Selain itu, alergi dapat merugikan tumbuh kembang anak. Yang terpenting untuk perlu diketahui, alergi ini adalah bakat yang diturunkan dari orang tua.
“Alergi harus diketahui sejak dini karena dampaknya akan kompleks. Alergen masuk ke kulit yang terbuka bisa menyebabkan asma dan pilek ke depannya. Jangan sampai ada eksim yang bablas sampai asma. Alergi kalau diturunkan secara genetik tidak bisa sembuh. Tapi zaman sekarang seberat apapun bisa sembuh dengan proses yang menyengsarakan.” ujar dr. Anang.
dr. Anang juga menjelaskan bahwa alergi dapat dideteksi dini melalui 3 cara, yaitu:
1. Identifikasi bayi alergi atau tidak secara pasti
Kita wajib mengenali risiko anak kita apakah bakat alergi atau tidak. Jika orang tua maupun saudara si kecil tidak memiliki alergi maka risiko terkena alergi sangat kecil. Persentase risiko tersebut semakin besar jika ada keluarga yang terkena alergi. Kita bisa menggunakan kartu deteksi dini UKK alergi imunologi IDAI untuk mengetahui risiko bayi kita. Apakah anak kita berisiko 1/12 terhadap alergi? Ataukah anak kita sudah termasuk dalam 1/25 anak yang sudah mengalami alergi? Jika anak berisiko tinggi segera temui tenaga kesehatan untuk mencegah dan menangani alerginya.

Saya mencoba menghitung risiko alergi anak kedua saya yang masih 1 tahunan menggunakan kartu deteksi dini risiko alergi. Saya sebagai ibunya positif memiliki alergi karena sudah pernah tes alergi dan dokter menyatakan saya terkena alergi berbagai makanan dan debu. Jadi saya isikan nilai 2 pada kolom ibu. Ayah si kecil sepertinya selalu pilek jika terkena debu, sehingga ini dicurigai memiliki alergi. Karena belum pernah memastikan ke dokter, maka saya mengisikan nilai 1 di kolom ayah. Kakaknya, setiap minum susu sapi secara terus menerus kulitnya mesti berbintik kemerahan, jika terkena debu badannya pun gatal-gatal kemerahan. Namun, saya belum memeriksakannya. Jadi kakaknya masih diduga terkena alergi sehingga saya isikan nilai 1 di kolom saudara kandung. Saya jumlahkan semuanya hingga diperoleh nilai 4. Maka, risiko alergi anak kedua saya itu tinggi sehingga perlu segera mengonsultasikan ke dokter tentang alerginya.

2. Kenali Jenis Alergi dan Gejalanya
Alergi selalu disebabkan oleh 3 jenis zat asing, yaitu makanan (susu sapi, kacang-kacangan, seafood, telur, gandum, dan ikan); debu rumah; dan bulu binatang. Kita bisa menandai, anak kita bereaksi seperti alergi apakah setelah memakan sesuatu, menyentuh sesuatu atau menggendong binatang.

Selain penyebab, kadang ada seseorang yang kumat alerginya karena AC. Sebenarnya salah kaprah jika kita menyebut AC atau pendingin ruangan yang menyebabkan alergi. Yang benar adalah suhu dingin sebagai pencetus alergi. Ngomong-ngomong soal pencetus, pencetus alergi ini bisa berupa fisik dan psikis. Pencetus fisik ini misalnya kedinginan, kepanasan, sakit flu, atau habis berlarian. Sedangkan secara psikis, pencetusnya bisa berupa tangisan, ketakutan, atau marah.
Kadang ada reaksi alergi yang berupa pilek seperti sedang flu. Jika anak kita pilek tidak kunjung berhenti, kita patut mencurigai anak ini sedang alergi. Namun, kita wajib tahu juga apakah pilek itu memang karena alergi atau infeksi. Bagaimana caranya? Alergi itu tidak terjadi pada siang secara dominan, tidak disertai demam, dan jika ada riak atau ingus tidak kental atau berwarna. Jika ada gejala salah satunya, maka pilek itu adalah karena infeksi virus bukan alergi.

3. Kontrol Alergi
Jika kita telah mencurigai suatu alergen sebagai penyebab alergi, maka kita bisa mengontrol alergi melalui tes provokasi eliminasi. Misalnya alergi terhadap makanan yang dicurigai, si anak harus menghindari makan makanan alergen itu (eliminasi) selama waktu tertentu misal 2-3 minggu. Setelah itu lanjutkan dengan diet provokasi dengan mengonsumsi makanan tersebut selama 7 hari berturut-turut. Jika masih timbul alergi, makanan tersebut harus dihindarkan sampai sembuh. Cara tes kesembuhannya pun sama, dengan melakukan diet provokasi selama 7 hari.
Begitupun dengan bulu binatang jangan adakan kontak dengan binatang selama 6 bulan, lalu adakan provokasi. Sedangkan debu rumah tidak mungkin kita hindari (eliminasi).
Kita juga bisa mengetahui jenis alergi secara medis dengan scratch test atau skin prick test. Caranya, lengan penderita alergi digores-gores dan diberi alergen, jika timbul reaksi membengkak (bentol-bentol), maka dia alergi terhadap alergen itu.

Alergi Susu Sapi
Alergi susu sapi ini perlu dideteksi dan ditangani lebih dini. Mengapa? Karena #AlergiProteinSusuSapi adalah biangnya segala alergi. Anak yang mengalami alergi susu sapi, maka memiliki risiko untuk:
- Asma alergi (71% )
- Pilek alergi (84%)
- Eksim (76%)
- Alergi debu rumah (81%)
Gejala alergi susu sapi ini bisa berupa diare, kolik, biduren, dermatitis atopik, asma, rhinitis (pilek), atau anafilaksis. Rhinitis adalah gejala yang paling mengganggu perkembangan.Ā Sedangkan anafilaksis merupakan alergi yang sangat akut sehingga bisa mengancam jiwa. Gejala-gejala alergi ini sangat mengganggu anak dalam tumbuh kembangnya, sehingga segera lakukan diagnosis terhadap alergi ini. Kita bisa menelusuri riwayat perjalanan penyakit si kecil, mencatat makanan sehari-hari, uji alergi, dan uji eliminasi provokasi. Khusus diet eliminasi susu sapi ini lakukan selama 3-4 bulan.

Dampak Alergi pada Tumbuh Kembang Anak

Selanjutnya, Dr. dr Ahmad Suryawan Sp.A(K) menjelaskan tentang dampak alergi pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang memiliki alergi akan terganggu pertumbuhan berat badannya, tingginya, serta lingkar kepalanya. Selain itu, menurut dr. Ahmad Suryawan perkembangan motorik, kemampuan bicara, penglihatan, pendengaran, dan emosi sosialnya juga bisa terganggu.
Mengapa alergi bisa mengganggu? Hal ini bisa dilihat dari 4 sebab, yaitu:
1. Dampak Perjalanan Alami Kondisi Alergi
Jika anak alergi terhadap suatu makanan, maka dia akan menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi. Makanan penyebab alergi ini umumnya berupa protein.Ā Sedangkan protein adalah zat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Bayangkan jika anak tidak boleh memakan ikan, makanan laut, susu, telur yang gizinya sangat baik. Jika sedikit-sedikit tidak boleh makan, apa yang menjadi nutrisinya? Jadi, bukan tidak mungkin pertumbuhan dan perkembangan si anak bisa terganggu.
“Alergi itu bisa hilang dan timbul sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Untuk menghindarinya anak tidak boleh makan makanan penyebab alergi. Jika seorang anak sudah pantang terhadap sesuatu, dia akan menjadi takut makan makanan tertentu, dan dampaknya bisa kekurangan gizi. Inilah yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.” tutur dr. Ahmad Suryawan.
2. Efek samping obat-obatan
Jika alergi ringan, obatnya tidak terlalu keras. Paling tidak efeknya mengantuk, rewel, sulit makan. Tapi mengganggu juga bukan? Nah, bayangkan jika alerginya berat, harus diberi obat yang lebih keras pula. Dampaknya pun juga berat. Semisal steroid yang paling dihindari di dunia kesehatan. Obat-obatan jenis kortikosteroid itu bisa berefek pada pertumbuhan lempeng tulang anak. Anak menjadi tidak tumbuh.
3. Kondisi kronis
Alergi yang paling mengganggu pertumbuhan anak adalah alergi susu sapi. Pertumbuhan seperti berat badan dan tinggi badan bisa terganggu secara ringan sampai berat. Awalnya berat badan sangat sulit untuk bertambah. Jika alergi sudah kronis maka pertumbuhan tinggi badan juga terganggu.
Alergi yang sudah tingkat kronis berkepanjangan akan sangat mengganggu anak. Anak menjadi terganggu pola tidurnya serta aktivitasnya. Dengan demikian akan berdampak juga pada terganggunya perkembangan, pertumbuhan dan emosi anak. Jika sudah terganggu demikian, anak bisa stres. Hal ini bisa berdampak pada prestasi di sekolahnya, sehingga orang tua pun bisa ikut stres. Pada anak usia dini, perkembangan seperti kemampuan bicara, motorik, pendengaran, penglihatan, dan emosinya bisa mengalami keterlambatan.Ā Alergi yang paling mengganggu perkembangan ini adalah rhinitis alergica yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat.
4. Aspek lingkungan
Anak yang sudah terganggu pertumbuhan dan perkembangannya bisa jadi menjadi korban bullying teman-temannya. Anak pun hidup dengan lingkungan yang stres.
Pencegahan Alergi
Ternyata alergi yang biasa dianggap sepele bisa berdampak kompleks ya terhadap anak? Baik terhadap kesehatannya, pertumbuhannya, bahkan juga perkembangannya. Namun, jangan khawatir, kita bisa melakukan pencegahan terjadinya alergi ini.
Memberi ASI Eksklusif Selama 6 bulan
Dalam ASI terdapat probiotik. Probiotik dalam ASI ini akan membantu usus bayi untuk tahan terhadap zat-zat asing penyebab alergi. Namun, ada kondisi dimana ibu tidak meungkin memberi ASI eksklusif. Untuk menjaga nutrisinya, diperlukan intervensi susu formula. Nah, agar memperkecil risiko alergi susu sapi, kita bisa memilih:
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis parsial. Susu formula ini berasal dari susu sapi yang kandungan proteinnya diproses sedemikian rupa sehingga panjang protein lebih pendek dan gampang dicerna. Susu ini diberikan pada anak yang belum muncul alerginya, dengan tujuan tubuh dapat mengenali protein sehingga sudah familiar dengan alergen itu. Harapannya jika suatu saat si anak minum susu dia tidak menjadi alergi.
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis sempurna. Susu ini diberikan untuk anak yang positif megalami alergi. Susu ini lebih aman karena proteinnya sudah mengalami hidrolisis ekstensif sehingga tidak mengandung alergen sama sekali.
- Susu formula soya. Ada kalanya anak sudah tidak toleran terhadap susu sapi walaupun sudah terhidrolisis proteinnya. Alternatifnya, kita bisa memberinya susu dari isolat protein soya. Susu ini memberi rasa yang sama enak dan gizi yang sama pula, namun harganya lebih murah sehingga penambahan berat badan, tinggi badan, kadar protein dan mineralisasi tulang bisa berjalan normal. Jangan khawatir terhadap dampak susu kedelai yang katanya bagi anak laki-laki akan menyebabkan sifat kewanitaannya muncul. Susu formula soya ini sudah diproses dalam bentuk isolat sehingga mengurangi risiko tersebut.
Memilih persalinan spontan
Jika ibu bersalin secara spontan pervaginam, flora normal yang ada pada ibu akan memasuki tubuh bayi. Probiotik ini akan melindungi tubuh bayi dan meningkatkan ketahanan terhadap alergen. Selain itu, juga akan mempengaruhi neurotransmitter bayi sehingga berdampak positif pada emosi dan perilakunya. Neurotransmitter adalah zat kimiawi yang mengantarkan informasi dari satu sel otak ke sel otak yang lain. Neurotransmitter ini juga berhubungan dengan mikrobiota yang didapat si bayi. Jika bayi lahir pervaginam, mikrobiota si bayi sama dengan mikrobiota ibunya, neurotransmitter si bayi sama dengan neurotransmitter ibunya sehingga persentase bayi yang dilahirkan melalui vagina akan lebih menurut.
Kenali risiko dan gejala alergi sejak dini
Sejak awal kenali risikonya, waspada dengan jenis-jenis gejala alergi dan penyebabnya.
Deteksi pola pertumbuhan dan perkembangan anak
Selalu catat dan amati data pertumbuhan dan perkembangan anak. Bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi, lingkar kepala, perkembangan emosi, dan perilakunya.
Konsultasi dengan para ahli dan dokter
Berkonsultasilah dengan dokter ahli, yakni dokter alergi, tumbuh kembang anak, nutrisi, dan psikolog anak jika dirasa perlu.

Acara ini pun ditutup dengan pengabadian foto launching Kartu Deteksi Dini Alergi IDAI. Beruntung sekali saya memiliki kesempatan untuk hadir dalam acara NutriTalk yang diadakan oleh Sari Husada Nutrisi Untuk Bangsa. Saya jadi lebih siap menangani anak saya yang memang alergi susu sapi. Dan jangan terlalu enteng membiarkannya.
Kue Lumpur
Kenangan saat kecil semakin tua, semakin banyak yang terhapus. Kecuali kenangan yang sangat mengesankan. Setelah dewasa, aku menjadi heran, kok bisa ya aku bertingkah seperti itu. Masa kecil memang penuh khayalan dan ide aktivitas timbul dengan sendirinya. Oleh karena itu, jika punya anak kecil ada tingkahnya yang salah sedikit tak usahlah kita terbawa emosi.
Anak kecil jangan dipukul. Juga jangan dimarahi. Tetapi sebaiknya diluruskan jika adabnya salah. Seperti kisah Umar bin Abu Salamah r.a
Semasa kecil, ketika aku berada dalam pangkuan Rasulullah, aku sering berganti-ganti tangan dalam memegangi mangkuk. Melihat itu, beliau menegurku, “Hai anak, bacalah basmalah. Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang terdekat denganmu.” Semenjak itu, aku selalu demikian ketika makan. (Muttafaqun ‘Alaih)
Inilah kisah kecilku yang tak pernah dimarahi orang tua. Mungkin saking konyolnya.
1. Kue ‘lumpur’
Ini cerita ketika SD. Saat itu menjelang hari raya Idul Fitri. Eyang uti selalu membuat kue kering sendiri dengan oven tangkringnya. Aku pun memperhatikan bagaimana adonan digilas, dicetak, dan disapukan kuning telur.
Kemudian aku ingin mencoba membuat kue juga. Kuambil satu cetakan kue. Kukumpulkan tanah yang agak basah dengan tanganku. Aku membuatnya rata pula dengan tanganku dan kumasukkan ke dalam cetakan. Aku menyempilkan kue tanah buatanku itu ke dalam loyang yang hendak dioven. Entah loyang mana yang terkontaminasi lumpur. Yang jelas semua kue buatan eyang seperti bersih semua, hihihi.
2. Mandi sok mandiri
“Ma, aku mau mandi sendiri ya.”
“Iya boleh.”
Dengan senangnya aku jebar-jebur. Mama menyiapkan seember air besar. Karena untuk mengambil air sendiri ke bak mandi yang tingginya sekepalaku itu aku masih belum sampai. Aku masih TK usia 3 atau 4 tahun.
Setelah puas main air, lalu aku mencari sabun untuk membersihkan badanku. Aku mudah untuk mengambilnya karena sudah tergantung di paku yang ada di dekatku. Dengan yakin aku menuangkannya ke tangan. Kemudian mengoleskannya ke sekujur tubuh. Tak lama kemudian ada rasa aneh pada kulitku. Rasa yang tak biasanya. Panas! Segera kubilas tubuhki dengan air. Ternyata begitu ya rasanya mandi pakai deterjen. Bukan tak sengaja, ga tau gimana jalannya pikiranku kok waktu itu aku pengen merasakan mandi deterjen dibanding sabun mandi yang biasanya.
3. Barang baru jadi jelek
Saat kelas 1 SD aku masih berumur 5 tahun. Aku bersekolah di sekolah mbahku. Beliaulah yang menjadi kepala sekolah. Jadi kalau ada guyonan ‘Emang sekolahnya mbahmu??’ Sekolahnya mbah itu emang nyata ya hahaha.
Karena rumahku ke sekolah itu jauh dan lebih dekat dari rumah mbah, maka aku tinggal bersama mbah. Belum lama menjadi siswa baru mama mengirimkan meja belajar yang bersambung dengan rak buku dan lemari baju ke rumah mbah. Tentu senang bukan main perasaanku.
“Ini lemarinya dinamai ya.” Kata mama kepadaku. Aku pun memperhatikan cara mama menulis. Mama menuliskannya di dalam laci meja belajar lengkap dengan tanggal pembeliannya.
Setelah mama pulang. Aku ingin menuliskan namaku juga persis seperti yang mama tulis. Sret… sret.. sret.. Jadi deh. Jika mama menulis dengan spidol besar, aku menulis dengan spidol kecil. Hasilnya? Disitulah aku menyesal. Tulisanku sangaaat jelek, tidak seperti mama. Lacinya pun jadi jelek.
Mama juga menamai kotak pensilku yang bergambar The Simpsons. Tulisan yang rapi dan kecil. Mama menuliskannya di bagian dalam kotak. Aku pun tak kalah menuliskan namaku di kotak pensilku yang baru itu. Tulisanku besar-besar, mbleber kemana-mana. Ampuuun… Kotakku jadi jelek. Gambar kartunnya jadi tercoreng š
4. Sobekan Tanda Cinta Buku
Sewaktu aku berumur 3 tahun, papa masih menjalankan usaha agensi majalah. Majalah yang aku suka adalah Aku Anak Soleh. Setiap majalah baru datang, aku mengeluarkannya dari amplop. Mencium-cium aromanya adalah favoritku. Kemudian tak lupa aku mencorat-coretnya. Dan ada suatu keinginan merobeknya. Kreeek. Satu sampul majalah sudah lepas dari badannya. Berahlihlah ke majalah yang masih utuh lainnya.
Tiba-tiba papa menghentikan keasyikanku ini. “Wah, jangan Li.” Lalu segera menyingkirkan majalah-majalah ke tempat yang tak bisa kujangkau. Tanpa nada marah satupun.
Mungkin jika papa marah, aku akan trauma terhadap buku. Bisa bayangkan, kan? Ladang bisnisnya dikoyak-koyak? Alhamdulillah sampai sekarang aku sangat suka buku. Aku sering bela-beli buku. Bela-beli ini maksudnya beli banyak buku, baca sekilas, geletakkan. Jarang punya waktu membaca secara mendalam, hahaha. Aku pun sudah menulis beberapa buku yang diterbitkan penerbit mayor. Jika ingat papa, beliau sangat berjasa sekali dalam mendidikku meski bertemu hanya seminggu sekali waktu aku kecil dulu. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.
Menurutmu, mana kenangan masa kecilku yang paling parah?
Kisah Silaturahmi Pengantar Rezeki Emas
Katanya silaturahmi itu membawa rezeki. Ternyata bukan sekadar katanya atau mitos belaka, lho. Hal ini berdasarkan riwayat hadits, salah satunya yang ini.
āSiapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.ā (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)
Kebetulan atau sesuatu yang dibetulkan (sudah diatur-Nya) kisahku yang satu ini karena silaturahmi atau bukan, hanya Allah yang tahu. Tentu banyak faktor, dan aku berpikir silaturahmi salah satunya.
Ketika itu, aku sedang hamil. Aku mempersiapkan persalinan sealamiah mungkin tanpa campur tangan medis jika tidak diperlukan. Oleh karenanya aku mencari bidan yang berpengalaman sekaligus dapat menjadi doula persalinan. Aku mencari bidan terdekat, dan yang paling dekat adalah bidan di kota sebelah. Jaraknya lumayan bisa 1-2 jam.
Aku memutuskan untuk home birth, melahirkan di rumah ala primitif alias zaman dulu. Trauma penanganan di rumah sakit waktu kelahiran anak pertama menjadi penyebabnya. Tapi jangan salah. Meski primitif jangan dibayangkan aku bakal bersalin seperti dengan dukun beranak. Tempat persalinan kusiapkan dengan rapi dan bersih. Segala antisipasi kedaruratan juga telah disiapkan seperti infus, mobil, juga packingan tas untuk ke rumah sakit.
Menghubungi bidan tersebut sangat susah meraih kata sepakat untuk bertemu karena jadwalnya sangat padat. Selain bekerja di rumah sakit, beliau juga menangani pasien pribadi yang ingin home birth. Akhirnya kami bertemu juga dan sepakat dengan bidan itu berbulan-bulan sebelum hari H bersalin. Aku masih menyiapkan rencana lain. Rumah sakit mana yang kutuju untuk bersalin jika bidan yang bersangkutan tidak bisa. Aku juga tak lupa memikirkan bagaimana metode mencapai rumah sakit tersebut. Tentu saja aku harus shopping, pilah-pilih dulu rumah sakit mana yang ramah ibu dan bayi. Yang mendukung persalinan normal dulu sebelum tindakan lain, yang mendukung pemberian ASI untuk bayi.
Tibalah hari H yang mana aku mulai merasakan kontraksi lembut, lalu lama-lama menjadi kuat. Berdasarkan pengalaman anak pertama, aku mulai merasakan kontraksi malam hari dan melahirkan esoknya malam hari juga. Jadi jangan terburu-buru ke rumah sakit jika kontraksi belum rapat jeda waktunya.
Kontraksi yang lembut itu dimulai tengah malam. Dan bidan yang sudah janjian denganku itu, tidak bisa menemaniku. Aku pun bersiap-siap menuju rumah sakit. Saat kontraksi menyerang aku bergerak seaktif mungkin agar kepala bayi cepat turun. Saat tidak ada kontraksi rahim aku melanjutkan packing-packing, bersih-bersih. Tak terasa 6 jam lamanya aku tak bisa tidur. Saat itu sudah jam setengah tujuh pagi. Kontraksi pun semakin kuat. Aku menahan diri untuk mengejan. Tapi dorongan itu terlalu kuat, sehingga aku dengan instingku mengejan dengan sendirinya dalam posisi merangkak. Air ketuban pecah, sepertinya kepala bayi mau nongol. Hanya saja masih kutahan sekuat tenaga. Duh, aku belum sarapan pula!
Suami langsung mencari bidan terdekat. Ternyata jaraknya hanya beberapa meter dari rumah. Beliau memeriksa tetapi tidak menerima lahiran. Beliau sudah siap dengan seragamnya untuk dinas di klinik. Untung saja belum berangkat, sehingga bisa menolongku. Dengan sigap ia meminta aku berbaring. Satu posisi yang tidak kusuka. Tapi apa daya aku tak sempat berargumen, si kecil minta segera keluar. Alhamdulillah dengan sekali mengejan, si kecil keluar dengan selamat tanpa ada masalah.
Meski tak sempat makan apa-apa, aku belum nafsu makan pada akhirnya. Tapi harus kupaksa makan kurma sebagai penambah energi. Aku yang tak pernah didulang suami, mendadak suami menjadi mau. Anugerah!
Inilah persalinan impianku yang 50%-nya keturutan. Persalinan yang nyaman di rumah, tanpa guntingan episiotomi, tanpa bius. Alhamdulillah semua dimudahkan Allah. Awalnya tak kukira akan secepat ini lahirnya, karena kuperkirakan siang atau sore baru pembukaan sempurna. Berkali-kali kuucap syukur karena banyak pihak yang membantu.
Berkah Silaturahmi
Aku teringat kejadian-kejadian sebelumnya. Satu bulan sebelum aku melahirkan banyak kejadian duka. Hal itu menjadikan banyak pelawat menemuiku, dan diakhiri kata-kata doa. Semoga lancar lahirannya. Satu bulan sebelum aku melahirkan juga merupakan momen hari raya Idul Fitri, dimana aku berkumpul bersama keluarga besar. Aku juga mengunjungi saudara-sadara dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Semua berkata, “Semoga lancar lahirannya.”
Alhamdulillah, silaturahmi menjadi pengantar rezeki. Jika ada yang menganggap emas tak ternilai harganya, maka kelahiran anak kedua ini adalah rezeki yang tak ternilai harganya bagaikan emas. Rezeki emas yang dipenuhi kemudahan.
