Meresapi Makna 52 Tahun Pembangunan Kesehatan Indonesia dan Perjuangan Selanjutnya
Assalamualaikum 🙂 Sudah tahu belum, sebentar lagi adalah Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap 12 November? Ingat Hari Kesehatan, saya jadi ingat tentang pencapaian bangsa kita dalam program kerjanya yang sudah merdeka tahun ini.
Pembangunan Indonesia, terutama di bidang kesehatan sangatlah luas bidang kerja yang harus dikerjakan. Tak ada puasnya, tak ada habisnya. Karena dari waktu ke waktu selalu muncul permasalahan-permasalahan baru. Sejak kapan pembangunan kesehatan dilaksanakan? Tentunya di era setelah Indonesia meraih kemerdekaannya.
Mari kita lihat sejarah masa lalu. Di era tahun 50-an Indonesia menghadapi wabah besar, yaitu penyakit malaria. Maka, dari masalah itu penanganan terkonsentrasi untuk menghadapi wabah malaria. Tahun demi tahun berjalan, muncul masalah baru tapi juga diikuti inovasi strategi penanganan masalah yang baru. Kita lihat diagram berikut.

Tahun 1959
Sudah disinggung sebelumnya, kita bangsa Indonesia pernah mengalami wabah di tahun 50-an. Wabah yang berat dan merata seluruh Indonesia, yakni Malaria. Penyakit yang dibawa oleh nyamuk ini mengakibatkan ratusan ribu orang meninggal. Pada tahun 1959 dibentuk Dinas Pembasmian Malaria, tentunya bertujuan untuk mengeliminasi wabah malaria. Malaria dibasmi dengan penyemprotan obat DTT di daerah Jawa, Bali, dan Lampung. Tanggal 12 November 1959, Presiden Soekarno melakukan penyemprotan malaria secara simbolis di Yogyakarta. Tanggal ini merupakan cikal bakal Hari Kesehatan Nasional.

Tahun 1963
Tepatnya pada Januari 1963, Dinas Pembasmian Malaria berubah menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM). Usaha memerangi malaria ini dilakukan oleh pemerintah bekerja sama dengan WHO dan USAID.
Tahun 1964
Pada tanggal 12 November 1964 diputuskan sebagai Hari Kesehatan Nasional pertama. Hari ini merupakan momentum pendidikan dan penyuluh kesehatan.
Pelita I (1969-1974)
Pada tahun 1970, malaria ditargetkan hilang dari bumi Indonesia. Namun tak hanya malaria, saat itu muncul masalah angka kematian bayi yang besar. Setiap 1000 bayi lahir, ditemukan 125-150 yang meninggal sebelum umur 1 tahun setiap tahunnya. Namun di sisi lain, ada prestasi membanggakan mengenai penyakit cacar yang juga menjadi momok. Di era Pelita I ini ditemukan vaksin kering oleh Prof. Dr. Sardjito dan didistribusikan ke daerah tertentu di Indonesia. Hasilnya, pencacaran ini dibilang sukses.
Pelita II
Masalah kesehatan belum selesai. Pemerintah terus membangun kesehatan dalam hal sarana, tenaga pelayanan kesehatan, mengurangi penyakit, meningkatkan status gizi, memperbaiki sanitasi agar masyarakat hidup sehat sejahtera.
Pelita III (1978-1983)
Pada era ini, angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) terbilang tinggi. Namun ada yang berhasil secara signifikan, yakni program KB. Tingkat kesuburan turun, angka kelahiran turun dari 2,7% menjadi 2%. Selain itu, ada beberapa program mulai berjalan yaitu Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD), Posyandu, dan Penyuluhan Kesehatan.
Tahun 1990-an
Pada tahun 1993 larangan merokok mulai dilarang. Ada kewajiban bagi produsen rokok untuk mencantumkan tulisan bahaya merokok di kemasan produk. Dalam penanganan HIV, salah satunya adalah kampanye untuk tidak diskriminasi terhadap penyandang HIV. Kemudahan dalam mendapatkan obat, difasilitasi pemerintah dengan peluncuran obat Generik. Gizi masyarakat ditingkatkan melalui berbagai program seperti GAKI Iodium, tablet tambah darah untuk anemia, zat besi, pemberian kapsul Vitamin A dan Energi Protein.
Pada tahun 1995, diluncurkan program Pekan Imunisasi Nasional yang mendapat sambutan dari masyarakat. Tujuan utama program PIN ini agar anak Indonesia terbebas dari polio.
Paradigma Sehat (1998 – 2009)
Jika tahun-tahun sebelumnya membangun kesehatan berarti memerangi penyakit dan menyembuhkan penderita, maka di era Paradigma Sehat, pembangunan kesehatan berorientasi pada visi baru Indonesia: Visi Indonesia Sehat 2010, dimana masyarakat Indonesia mampu mencegah penyakit. Dengan demikian diharapkan masyarakat sehat secara mental, fisik, spiritual, dan lingkungannya.
Tahun 2005- 2014
Pembangunan kesehatan telah sejalan dengan visi kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Visi Kementerian Kesehatan tahun 2010 – 2014 ini adalah “Mewujudkan Masyarakat yang Mandiri dan Berkedaulatan.” Sedangkan fokus pembangunan kesehatan adalah meningkatkan akses masyarakat ke pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu. Untuk mewujudkan visi kabinet tersebut, Kemenkes telah merumuskan visi, misi, nilai-nilai, strategi, sasaran serta program prioritasnya.
Beberapa program yang diluncurkan yaitu: Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkeskas); Desa Siaga, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dilaksanakan juga berbagai penanganan seperti: Flu Burung, Imunisasi, DTPK, PDBK dan Eradikasi Polio.
Pencapaian yang membanggakan terulang di era ini. Sertifikat bebas polio diberikan oleh WHO untuk Indonesia. Dulu di tahun 1974, Indonesia dinyatakan bebas cacar.
Tahun 2015-2019
Kini pembangunan kesehatan dilanjutkan di era kabinet Jokowi. Pembangunan kesehatan tidak lagi bervisi nasional, tetapi juga bervisi global. Pada era millenium ada visi yang disebut Millenium development goals (MDGs) yang ditargetkan selesai tahun 2015. MDGs memiliki delapan target pembangunan, antara lain: menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; mencapai pendidikan dasar untuk semua; mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya; memastikan kelestarian lingkungan hidup; dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
Kenyataannya setelah mencapai titik tahun 2015, pencapaian Indonesia masih jauh di bawah target. Misalnya angka kematian ibu, belum memenuhi target 2015. Namun sudah ada penurunan jika dibandingkan sebelumnya.
Indonesia harus terus berjuang dengan misi global baru setelah MDGs, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam misi SDGs terdapat 17 tujuan yang terbagi ke dalam 169 target dan kurang lebih 300 indikator dalam tiga dimensi, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketujuh belas tujuan itu adalah:

- Tanpa Kemiskinan: Tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia.
- Tanpa Kelaparan: Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang berkelanjutan.
- Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan: Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur.
- Pendidikan Berkualitas: Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.
- Kesetaraan Gender: Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum ibu dan perempuan.
- Air Bersih dan Sanitasi: Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang.
- Energi Bersih dan Terjangkau: Menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang.
- Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak: Mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, lapangan kerja yang penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua orang.
- Industri, Inovasi dan Infrastruktur: Membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong inovasi.
- Mengurangi Kesenjangan: Mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah negara maupun di antara negara-negara di dunia.
- Keberlanjutan Kota dan Komunitas: Membangun kota-kota serta pemukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan bekelanjutan.
- Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab: Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi.
- Aksi Terhadap Iklim: Bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.
- Kehidupan Bawah Laut: Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan pembangunan yang berkelanjutan.
- Kehidupan di Darat: Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus serta tukar guling tanah, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.
- Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian: Meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab untuk seluruh kalangan, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.
- Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Dari 17 tujuan tersebut terdapat empat poin penting yang menjadi perhatian khusus sektor kesehatan, yaitu:
- Poin 2: Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan.
- Poin 3: Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.
- Poin 5: Menjamin kesejahteraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan.
- Poin 6: Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang.

Dalam mencapai tujuan global berkelanjutan di sektor kesehatan yang tercermin dalam 4 poin tersebut, Kementerian Kesehatan Indonesia telah merumuskan beberapa sasaran dan menetapkan indikator kesuksesannya. Hal ini telah tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019.
Peningkatan Gizi Masyarakat
Peningkatan gizi yang pertama, indikatornya ditunjukkan oleh angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Angka kematian ibu ditargetkan pemerintah akan menurun dari 3559/100.000 kelahiran menjadi 70/100.000 kelahiran di tahun 2030. Selama ini kematian ibu yang baru melahirkan dikarenakan kualitas pelayanan kesehatan ibu yang belum memadai, kondisi ibu hamil yang tidak sehat dan faktor determinan lainnya.
Penyebab utama kematian ibu yaitu hipertensi dalam kehamilan dan perdarahan setelah melahirkan (post partum). Penyebab ini dapat diminimalisasi apabila kualitas Antenatal Care dilaksanakan dengan baik. Selain itu, pemberian tablet tambah darah, pemberian makanan tambahan, dan pengadaan kelas hamil juga telah dicanangkan untuk mengurangi angka kematian ibu. Namun, pada kenyataannya, masih jarang yang mengetahui tentang kelas hamil ini, sehingga masyarakat kurang teredukasi tentang masalah kehamilannya, harus berbuat apa untuk memberdayakan dirinya selama kehamilan, setelah melahirkan harus seperti apa. Masyarakat Amerika Serikat sudah familiar dengan kelas kehamilan dan istilah doula (tenaga non medis pendamping persalinan). Mungkin ini patut dicontoh, misalnya tidak hanya memberdayakan puskesmas, tetapi juga harus ada kerja sama dengan pihak swasta. Dengan demikian, ibu hamil tahu nutrisi apa yang dibutuhkan, gerakan-gerakan yang bermanfaat untuk proses persalinan, sampai tentang ASI. Biasanya ibu-ibu minim sekali pengetahuan tentang ASI, karena kelas hamil hanya membahas tentang kehamilan saja.
Dalam 5 tahun terakhir, Angka Kematian Neonatal (AKN) tetap sama yakni 19/1000 kelahiran, sementara untuk Angka Kematian Pasca Neonatal (AKPN) terjadi penurunan dari 15/1000 menjadi 13/1000 kelahiran hidup, angka kematian anak balita juga turun dari 44/1000 menjadi 40/1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian pada kelompok perinatal disebabkan oleh Intra Uterine Fetal Death (IUFD) sebanyak 29,5% dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 11,2%, ini berarti faktor kondisi ibu sangat berpengaruh. Kembali lagi pada edukasi ibu selama hamil dan pemberian makanan tambahan tinggi protein sangatlah penting.
Kejadian balita kurus (wasting) pada tahun 2013 sebesar 12,1%. Pemerintah menargetkan persentase ini akan turun menjadi 5% pada 2025. Untuk gizi bayi pada 1000 hari pertama kehidupannya, nutrisi setelah lahir perlu diperhatikan, yaitu hanya ASI selama 6 bulan pertama yang disebut ASI Eksklusif. Pemerintah menargetkan ASI Ekslusif dan inisiasi menyusui dini menjadi 50% di tahun 2019.
Kenyataannya banyak hambatan untuk bisa ASI Eksklusif. Edukasi memang sangat diperlukan, terutama bagi ibu hamil. Mereka harus tahu bahwa di balik ASI yang seolah-olah tidak keluar di hari pertama bayi lahir sebenarnya ada kolostrum yang tak terasa mengalir dalam jumlah yang sangat sedikit. Namun, bayi bisa bertahan selama 3 hari tanpa tambahan makanan lain. Di sinilah lingkaran setan dimulai. Saat si ibu panik ASI tidak keluar, kemudian bidan atau tenaga kesehatan lain yang biasanya ditarget oleh perusahaan susu, menawarkan susu formula pada ibu. Pemerintah harus mengeluarkan sanksi untuk tenaga kesehatan seperti ini. Dan peraturan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit harus disosialisasikan dengan baik agar menjadi fasilitas yang ramah ibu dan ramah bayi. Jika bayi sudah tercemar susu formula, maka ASI tidak terangsang keluar, dan inilah yang akan dijadikan alasan kebanyakan ibu tidak bisa memberi ASI. Selain sanksi pada tenaga medis yang menghambat ASI eksklusif, pemerintah juga harus mengeluarkan peraturan cara pembelian susu formula. Indonesia patut mencontoh luar negeri, dimana susu untuk bayi harus diresepkan dokter.
Cuti melahirkan di Indonesia adalah 3 bulan. Untuk pemenuhan ASI eksklusif tidak perlu menunggu aturan cuti 6 bulan, tetapi berilah peraturan kelonggaran ibu bekerja untuk memompa ASI. Misalnya aturan istirahat atau pemberian kesempatan untuk memompa ASI setiap 2 jam sekali. Selain itu, penambahan fasilitas menyusui di ruang publik diadakan, misalnya dengan mencanangkan peraturan kewajiban ruang menyusui di setiap instansi.
Sistem Kesehatan Nasional
Kehidupan yang sehat dinilai dari bebas penyakit menular maupun tidak menular. Untuk penyakit menular, diprioritaskan pada penyakit HIV/AIDS, tuberculosis (TBC), malaria, demam berdarah, influenza dan flu burung. Tingkat kasus penyakit HIV/AIDS terus meningkat pada usia 15-49 tahun. Pada awal tahun 2009, prevalensi kasus HIV pada penduduk usia 15 – 49 tahun hanya 0,16% dan meningkat menjadi 0,30% pada tahun 2011, meningkat lagi menjadi 0,32% pada 2012, dan terus meningkat manjadi 0,43% pada 2013. Angka CFR AIDS juga menurun dari 13,65% pada tahun 2004 menjadi 0,85 % pada tahun 2013.
Pemerintah juga masih berjuang mengendalikan penyakit neglected diseases seperti kusta, filariasis, leptospirosis, dan lain-lain. Angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B, dan tetanus baik pada maternal maupun neonatal sudah sangat menurun. Pada tahun 2014 Indonesia sudah mendapat sertifikat bebas polio.
Penyakit tidak menular utama meliputi hipertensi, diabetes melitus, kanker dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Jumlah kematian akibat rokok terus meningkat dari 41,75% pada tahun 1995 menjadi 59,7% di 2007. Rokok telah menjadi gaya hidup yang konsumtif. Bukan bagi orang kaya saja. Menurut survei ekonomi nasional 2006 disebutkan penduduk miskin menghabiskan 12,6% penghasilannya untuk konsumsi rokok. Untuk masalah rokok ini kini ada kewajiban peringatan yang lebih menyeramkan melalui visualisasi organ terinfeksi kanker di kemasan rokok. Beberapa public figure dan cancer survivor dilibatkan dalam kampanye anti rokok agar banyak yang sadar. Peraturan pemerintah seperti Pemda juga sudah dilibatkan untuk melarang merokok di ruang publik. Sayangnya, peraturan itu hanya ada di segelintir kota-kota besar. Kota-kota kecil bahkan yang terpencil tidak ada peraturan ini.

Untuk penyakit-penyakit gaya hidup seperti hipertensi, asam urat, kanker, diabetes melitus pemerintah mulai berorientasi pada pencegahan. Hal ini nampak pada kampanye Hari Kesehatan Nasional yang menyampaikan pesan penting, yang diantaranya makan makanan seimbang, dan gerak yang cukup. Dilihat pada kenyataannya penyakit gaya hidup ini disebabkan karena pola makan yang tidak sehat dan kurang olah raga. Hanya saja, jangan sampai kampanye sehat seperti ini euphorianya hanya berlaku di ibukota-ibukota saja (dibuktikan dengan adanya perayaan berupa seminar dan event-event seru lainnya). Kampanye sehat ini harus terasa sampai pelosok pedalaman.

Selain penyakit fisik, juga ada penyakit jiwa. Penyakit jiwa ini juga bisa berdampak pada kesehatan fisik. Data dari Riskesdas tahun 2013, prevalensi gangguan mental emosional (gejala-gejala depresi dan ansietas), sebesar 6% untuk usia 15 tahun ke atas. Berarti terdapat lebih dari 14 juta jiwa penderita gangguan mental emosional di Indonesia. Sedangkan untuk gangguan jiwa berat seperti gangguan psikosis, prevalensinya adalah 1,7 per 1000 penduduk. Hal ini berarti lebih dari 400.000 orang menderita gangguan jiwa berat (psikotis). Pada tahun 2012 ditemukan bahwa angka bunuh diri sekitar 0.5 % dari 100.000 populasi, ini berarti kurang lebih 1.170 kasus bunuh diri dilaporkan dalam satu tahun. Hal yang terutama untuk kesehatan jiwa adalah mengembangkan Upaya Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat (UKJBM) yang ujung tombaknya adalah Puskesmas dan bekerja bersama masyarakat, mencegah meningkatnya gangguan jiwa masyarakat.
Pentingnya Akses dan Pelayanan Kesehatan
Penanganan penyakit fisik menular dan tidak menular, serta penyakit jiwa erat kaitannya dengan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Pemerintah merencanakan peningkatan jumlah Puskesmas dan Rumah Sakit Umum sampai ke daerah terpencil beserta tenaga medis yang kompeten. Setidaknya Puskesmas ynag memiliki lima jenis tenaga medis yang awalnya 1.015 ditingkatkan menjadi 5.600 pada tahun 2019. Rumah Sakit Umum Kabupaten Kelas C yang memiliki 7 dokter spesialis ditargetkan meningkat dari 25% menjadi 60% di tahun 2019. Tak hanya mengenai jumlah, kemampuan para tenaga kesehatan juga ditingkatkan melalui pelatihan.
Menurut saya, pelatihan dan magang memang perlu. Namun pintar saja tidak cukup untuk memuaskan pasien. Fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit harus memerhatikan:
- Kebersihan. Kebersihan merupakan pertimbangan pasien untuk memilih fasilitas kesehatan. Coba bandingkan rumah sakit yang kumuh dengan rumah sakit yang berasitektur moderen. Bahkan beberapa orang yang mampu lebih memilih berobat ke Singapura atau China daripada di rumah sakit dalam negeri.
- Kecepatan Administrasi. Cepat lambatnya mengurus administrasi, agar tidak bertele-tele, dilempar kesana kemari hanya untuk mengurus administrasi harus dipertimbangkan.
- Keramahan. Tenaga medis baik perawat, bidan, dokter selain kemampuannya yang kompeten, harus diimbangi dengan keramahan. Entah sudah standar atau bukan, dokter di UGD atau pelayanan kelas bawah biasanya lebih galak. Pasien perlu dihibur karena penyakitnya, bukan disalahkan, apalagi diperlakukan semena-mena. Saya pernah mendengar cerita pasien gangren yang luka kakinya menetes-netes, tidak diperlakukan dengan baik, malah dimarahi karena mengotori lantai dan kakinya dihempaskan ke dalam keranjang sampah untuk mencegah darahnya tidak berceceran. Pasien yang agak bandel misal tidak melakukan saran dokter dengan benar dimarahi terang-terangan, dan masih banyak kasus lainnya.
Kemudian tentang obat, pada periode 2010-2014, telah dimulai upaya perbaikan manajemen logistik obat dan vaksin, misalnya penerapan e-catalog dan inisiasi e-logistic obat. Adanya sistem ini bisa memantau ketersediaan obat secara real time dan manajemen yang lebih mudah. Pada tahun 2013, e-catalog telah dimanfaatkan oleh 432 Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota dan rumah sakit pemerintah, serta menghemat anggaran penyediaan obat hingga sebesar 30%. Sedangkan e-logistic telah dipakai oleh 405 instalasi farmasi Kabupaten/Kota.
Kebutuhan nasional akan obat sekitar 90%-nya diproduksi dalam negeri. Hanya saja, kita belum mandiri sepenuhnya karena bahan baku yang digunakan masih impor. Angka impor bahan baku farmasi itu cukup tinggi, yaitu 96%. Sebenarnya, kita memiliki bahan alam yang berlimpah. Kita harus bisa lebih intens memperbanyak penelitian dan pengembangan tanaman obat serta obat tradisional.
Kesejahteraan Gender dan Pemberdayaan Wanita
Tujuan kesejahteraan gender di bidang kesehatan ini dicerminkan dengan menghilangkan praktik-praktik berbahaya. Misalnya pernikahan anak, pernikahan dini, dan terpaksa. Pemerintah mengadakan edukasi melalui Puskesmas tentang kesehatan reproduksi. Edukasi ini ditargetkan akan meningkat menjadi 45% pada tahun 2019 dari yang awalnya 21% pada tahun 2014.
Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi
Pada tahun 2010 proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air layak minum adalah 45,1%. Terjadi peningkatan di tahun 2013 menjadi 59,8%. Sedangkan akses sanitasi dasar yang layak pada tahun 2013 adalah 66,8%. Hal ini berarti ada peningkatan 55,5% dari tahun 2010. Demikian juga dengan pengembangan desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai upaya peningkatan penyehatan lingkungan, capaiannya terus mengalami peningkatan.
Perlu ada edukasi merata tentang pengelolaan sampah dan limbah, dengan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). Prinsip pengelolaan sampah yang benar akan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga air tidak tercemar. Hal ini terkait erat dengan ketersediaan air bersih. Prinsip 3R ini sudah dijalankan di kota-kota tertentu. Tetapi masih ada saja yang belum sempurna. Keaktifan di PKK sangat berpengaruh pada program ini. Sayangnya tidak semua tingkat RT melaksanakannya. Misalnya dalam perumahan yang sama ada RT yang melaksanakan pemisahan sampah dan program daur ulang sampah organik menjadi kompos, namun di RT lain dalam perumahan tersebut tidak menerapkan. Bahkan di perumahan yang lebih elit, pengelolaan sampah tidak begitu diperhatikan. Di  kota kecil atau bahkan pedesaan, masyarakat yang rumahnya dekat dengan sungai setiap harinya membuang ke sungai selama bertahun-tahun.
Begitu banyak ‘PR’ yang harus dikerjakan pemerintah untuk menyejahterakan penduduknya yang tersebar di wilayah seluas 1,9 juta km2 ini. Mari kita bantu dengan kesadaran akan kesehatan diri sendiri dan keluarga. Jangan lupa makan makanan sehat dengan gizi seimbang, konsumsi sayur dan buah setiap hari, lakukan aktivitas fisik atau olah raga teratur, jaga kebersihan, serta cek kesehatan dengan rutin.
Sumber:
http://promkes.depkes.go.id/
http://www.globalgoals.org/id/
Kementerian Kesehatan RI. 2015. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Kementerian Kesehatan RI: Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. 2015. Kesehatan Dalam Kerangka Sustainable Development Goals. Kementerian Kesehatan RI: Jakarta.
Risiko Persalinan SC dan Normal adalah sama, Mari Berdayakan Diri
Masih lekat dalam ingatan percakapan dari sebuah chat antara saya dan teman saya. Dia sedang membiasakan memakan kurma untuk mendapatkan gizi supernya karena sedang hamil dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Namun dia tidak terbiasa dengan rasa manisnya, sehingga dia berkeluh kesah di facebook. Saya pun menimpali.
“Makan kurma sukkary aja. Jenis kurma ini tidak begitu manis, luar seperti ada crust kayak biskuit, dalamnya lembut dan dagingnya tebal.”
“Berapa harganya, Li?” tanyanya.
Singkat cerita antara saya dan dia telah deal sekotak kurma sukkary kemasan pabrik. Tapi tak disangka seminggu kemudian, saya mendengar kabar kematiannya pasca melahirkan. Ya Allah. Saya termenung dan down. Padahal rasanya baru saja berinteraksi, sekarang kita sudah tidak bisa saling berkomunikasi lagi.
Teman saya tersebut sangat memimpikan kelahiran secara normal. Dia meninggal setelah mengalami pendarahan. Memang, dia berhasil melahirkan secara normal. Tapi usahanya yang kurang tepat. Dia bersikeras melakukan apapun agar bisa normal, tanpa melihat riwayat kesehatannya. Akhirnya terjadilah ruptur uteri atau perobekan rahim yang mengakibatkan pendarahan.
Setelah itu, terjadilah desas-desus perdebatan antara SC vs normal. Ada yang berpendapat lebih baik sekali SC, maka akan SC selamanya. Ada juga yang membela jika bisa normal dan sehat keduanya baik ibu dan bayi, mengapa tidak? Untuk membicarakan hal ini, mari kita lihat dari risiko antara keduanya. Persalinan SC (operasi) maupun normal, terutama setelah riwayat SC sama-sama memiliki risiko.
Risiko Persalinan SC
- Infeksi: Infeksi dapat terjadi pada daerah sayatan pada rahim dan pada organ pelvic seperti kandung kemih. Infeksi nifas tetap menjadi penyebab signifikan morbiditas (kesakitan/kecacatan) dan mortalitas (kematian) ibu, baik di Amerika Serikat dan di negara-negara berkembang. Dengan perkiraan 5-20 kali lipat kejadian, sesar merupakan faktor risiko yang paling penting untuk infeksi nifas. Conroy, MD, et al, 2012. [1]
- Hemorrhage / perdarahan : Terdapat kondisi kehilangan darah yang lebih banyak pada persalinan sesar daripada persalinan pervaginam / normal. Hal ini akan mengarah pada kondisi anemia atau membutuhkan transfuse darah. Di negara berkembang, penyebab utama kematian ibu setelah c-section adalah perdarahan. Di negara-negara maju, di mana perdarahan lebih sering berhasil diobati dan dicegah, penyakit tromboemboli lebih penting diwaspadai. Dengan demikian, emboli paru adalah penyebab utama kematian setelah operasi caesar di Amerika Serikat. [2]
- Cidera organ : Kemungkinan cidera organ seperti pada usus dan kandung kemih ini terjadi sebanyak 2 dari 10.000 wanita yang menjalani bedah sesar. Berghella, MD, 2015 berpendapat cidera pada kandung kemih atau saluran intestinal terjadi sekitar 1 % dari seluruh persalinan sesar. [3]
- Adhesions / pelekatan : Jaringan parut dapat terbentuk di dalam daerah pinggul menyebabkan penyumbatan dan rasa sakit. Perlengketan juga bisa menyebabkan komplikasi kehamilan yang akan datang, seperti plasenta previa atau placental abruption.
- Rawat inap lebih lama : Setelah sesar, normalnya rawat inap 3-5 hari di rumah sakit, jika tidak ada komplikasi. Jika terdapat komplikasi maka rawat inap akan berlangsung lebih lama.
- Pemulihan lebih lama : Waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan setelah operasi caesar dapat berkisar dari minggu sampai bulan, pemulihan yang lama dapat berdampak pada waktu ikatan dengan bayi Anda (1 dari 14 melaporkan nyeri luka insisi selama 6 bulan atau lebih setelah operasi).
- Reaksi terhadap obat : Terdapat reaksi negatif dari anastesi/bius yang diberikan selama proses sesar atau reaksi negative terhadap obat nyeri yang diberikan setelah prosedur.
- Risiko operasi tambahan : Termasuk hysterectomy(pengangkatan rahim), perbaikan kandung kemih atau sesar berulang.
- Kematian ibu : Tingkat kematian ibu untuk sesar lebih tinggi daripada persalinan pervaginam. Dalam sumber lain disebutkan, sementara bukti yang ada menunjukkan tidak ada perbedaan angka kematian ibu saat c-section terencana dibandingkan dengan persalinan pervaginam (2). Menurut pernyataan konsensus terkini oleh American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) terdapat 3,6 kematian untuk setiap 100.000 wanita setelah persalinan vaginal dan 13,3 kematian untuk setiap 100.000 wanita setelah bedah caesar. Komplikasi berat seperti perdarahan dan infeksi juga lebih umum dialami oleh sekitar 8,6 persen wanita setelah kelahiran vagina dan 9,2 persen setelah C-section. [4]
- Emosi dan trauma : Beberapa wanita setelah menjalani operasi sesar melaporkan perasaan negatif tentang pengalaman persalinan mereka dan kemungkinan bermasalah dengan ikatan awal dengan bayinya.
Risiko Persalinan Normal Setelah SC
Risiko persalinan normal yang paling jelas adalah persalinan yang tidak berhasil dan akhirnya SC. Tapi, penelitian tentang wanita yang mencoba melakukan persalinan setelah sesar (TOLAC : Trial Of Labor After Cesar) menunjukkan bahwa sekitar 60 sampai 80% berhasil menjalani persalinan pervaginam. Yang paling berisiko menyangkut VBAC adalah pecahnya Rahim (rupture uteri), ketika rahim terbuka sepanjang garis bekas luka dari C-section sebelumnya. Jika terjadi pecah rahim, tindakan C-section darurat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk pendarahan berat dan infeksi bagi ibu dan kerusakan otak untuk bayi. Dalam beberapa kasus, rahim perlu diangkat (histerektomi) untuk menghentikan pendarahan [5].
Ruptur Uteri
Karena kejadian meninggalnya teman saya diakibatkan oleh pendarahan karena ruptur uteri, maka saya akan membicarakan apa itu ruptur uteri. Ruptur uteri adalah robekan atau diskontinuita (terputus) dinding rahim akibat dilampauinya daya regang myometrium. Ruptur uteri merupakan komplikasi yang sudah langka atau jarang terjadi dan sering mengancam nyawa ibu dan bayi. Selama ini para tenaga medis hanya memperingatkan kepada Anda tentang ruptur uteri tidak dengan dehiscence uteri. Keduanya merupakan peristiwa yang berbeda dan membutuhkan waktu yang berbeda pula dalam penyelamatan ibu dan bayi [7]. Namun sangat disayangkan bahwa kedua peristiwa ini dianggap sama oleh sebagian besar tenaga kesehatan sehingga secara tidak langsung menambah jumlah angka kejadian ruptur uteri.
Ada hal-hal yang meningkatkan risiko ruptur uteri diantaranya kehamilan berkali-kali, operasi miomektomi, sesar yang berkali-kali, jenis sayatan sesar, bayi besar, induksi persalinan, dan persalinan dengan bantuan alat forcep/vacuum dan trauma rahim. Sedangkan keberhasilan VBAC pada persalinan sebelumnya dan perencanaan jarak kehamilan selanjutnya memberikan perlindungan relatif yang akan menurunkan prediksi kejadian ruptur uteri selanjutnya.
Kejadian keseluruhan dari ruptur uteri sangat rendah. Dari tahun 1976 hingga tahun 2012, 25 publikasi yang ditinjau menggambarkan kejadian rupture uteri. Dilaporkan bahwa terdapat 2.084 kasus dari 2.951.297 wanita hamil. Hal itu menandakan angka terjadinya ruptur uteri 1 dari 1.146 kehamilan (0,07%) [6]. Dalam sumber yang lain, Fitpatrick KE et al menyebutkan walaupun rupture uteri dihubungkan dengan mortalitas dan morbiditas (kematian dan kesakitan) maternal dan perinatal. Bahkan pada wanita dengan SC sebelumnya yang merencanakan persalinan pervaginam pada kehamilannya sekarang, ini langka terjadi hanya 1 dari 500 wanita. [1]
Induksi persalinan tidak dianjurkan bagi wanita yang akan VBAC
Zelop et al menemukan bahwa tingkat ruptur uteri pada 560 wanita yang menjalani induksi persalinan setelah sebelumnya sesar adalah 2,3% dibandingkan dengan 0,72% untuk 2.214 wanita yang menjalani induksi persalinan setelah melahirkan spontan. Dari data tersebut memang ditemukan angka kejadian rupture uteri akibat induksi persalinan tidaklah terlalu tinggi, namun induksi persalinan tetap sebagai faktor risiko terjadinya rupture uteri.
Dari kasus teman saya tadi, kemungkinan besar ruptur uterinya disebabkan oleh upaya persalinan normal yang tidak alamiah. Dia meminta diinduksi agar bisa melahirkan per vaginam. Padahal, persalinan normal setelah ada riwayat SC haruslah sealamiah mungkin. Tidak boleh vakum ataupun induksi karena akan meningkatkan risiko pendarahan.
Pentingnya Pemberdayaan Diri
Memberdayakan diri selama kehamilan itu sangat penting. Permberdayaan diri adalah upaya agar kehamilan kita sehat dan selamat, sampai kelahiran bayi yang juga diharapkan sehat. Dengan demikian angka kematian bisa diminimalisir. Kita bisa mulai dengan mencari informasi yang tepat mengenai:
- Nutrisi
- Senam Hamil
- Pengetahuan perkembangan janin
- Apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan, dll
Langkah yang bisa kita lakukan adalah mencari dimana kita bisa mengikuti kelas prenatal. Setidaknya lakukan ini sejak awal kehamilan. Pada usia kehamilan lebih dari 6 bulan sudah bisa dikatakan terlambat, namun tidak ada salahnya optimalkan apa yang bisa kita lakukan demi kehamilan terbaik kita.
Saat ini ada sebuah program yang memudahkan ibu hamil mendapatkan informasi kehamilan sampai dan menyusui sampai anak berusia 2 tahun. Namanya SMSBUNDA. SMSbunda adalah program yang diluncurkan oleh Kementrian Kesehatan untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir hingga 25%.
SMSbunda akan mengirimkan informasi berupa perawatan selama kehamilan, kelahiran, masa nifas, dan pasca kelahiran. Informasi yang dikirimkan berupa sms langsung ke telepon seluler ibu secara gratis. Yang bisa mengikuti program ini adalah ibu yang sedang hamil, baru melahirkan Baik ibu yang tengah hamil, baru saja melahirkan, atau siapapun termasuk keluarga, teman, tetangga yang ingin mendapat info karena kehamilan tidak hanya melibatkan si ibu saja melainkan juga lingkungannya.
Cara Bergabung Dengan SMSbunda

Kita bisa mendaftar kapan saja selama masa kehamilan. Hanya dibutuhkan pulsa dengan tarif SMS standar, yakni Rp. 300. Cukup ketikkan format:
REG(spasi)HPL/perkiraan tanggal melahirkan(spasi)kota/kabupaten
Contoh: REG 02/02/2017 Pamekasan
Kirim ke:
08118469468
Setelah mendaftar, kita akan mendapat balasan seperti ini:

Selanjutnya kita akan menerima informasi seputar kehamilan sesuai usia kita. Menjelang masa persalinan, kita akan menerima informasi hari-hari pertama pasca melahirkan. Pada bulan pertama pasca melahirkan, kita akan menerima info seputar kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tertarik mencoba? Ini benar-benar sangat bermanfaat, lho.
Untuk info lebih lanjut, klik: www.smsbunda.or.id
Sumber:
- http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3410505/
- https://www.openanesthesia.org/c-section_morbidity/
- http://www.uptodate.com/…/c-section-cesarean-delivery-beyon…
- http://www.acog.org/…/Safe_Prevention_of_the_Primary_Cesare….
- http://www.mayoclinic.org/tests-procedu…/…/VBAC/art-20044869
- http://reference.medscape.com/article/275854-overview…
- http://community.babycenter.com/…/uterine_dehiscence_vs._ut…
Agar Nikah Muda Tak Kontroversial
Bebaskan Eksplorasi Si Kecil, Lindungi dengan Nutrisi
Surabaya [06/08/16] – Tak jarang kita temui orang tua yang melarang anaknya. Misalnya ketika cuci piring sendiri, karena takut si kecil basah, maka orang tua melarangnya mencuci. Saya pun demikian. Saya yang saat itu main-main di Royal Plaza Surabaya, saya mengajak si kecil bermain-main di Dancow Explore The World. Di area Indonesia ada pantai buatan berpasir. Saya sudah punya niatan melarang anak untuk jangan bermain di sana. Kalau bajunya kotor bagaimana? Mending main yang lain saja.
Beberapa hari sebelumnya saya kebetulan ke Royal Plaza. Hari itu Dancow sudah bersiap-siap membangun Explore The Worldnya. Saya kagum, persiapannya sangat matang. Oleh karena itu, saya penasaran dan kembali lagi ke sini. Untuk masuk ke area ini diperlukan paspor. Saya punya dua paspor untuk kedua anak saya. Untuk memperoleh paspor, kita cukup membeli Dancow 1+/3+/5+ ketentuannya di sini.


“Siapa yang anaknya susah makan? Siapa yang anaknya doyan makan tapi tidak mau susu?” sapa Shahnaz Haque sebagai pemandu acara pada para peserta. Pertanyaan tersebut bikin ayah bunda penasaran mengikuti acara sampai tuntas, karena akan terjawab oleh para ahli.
Acara disambut oleh Riza Nopalas selaku Senior Brand Manager Dancow Excelnutri+ Nestle Indonesia. Tahun lalu Dancow membangun arena bermain Dancow Excelnutri+ Ranch Adventure di mall ini juga. Kali ini Dancow mengajak si kecil menjelajah dunia dan mengeksplor kegiatan seru lainnya. Riza mengatakan bahwa ini merupakan area bermain dan belajar seluas 590 m² yang terinspirasi dari empat negara yaitu Jepang, Belanda, Brazil dan Indonesia.
https://www.instagram.com/p/BI2aqsxjm2v/?tagged=dancowlindungi
Kemudian, acara dilanjutkan dengan penjelasan tentang perkembangan si kecil setelah usia 1 tahun oleh Psikolog Ratih Ibrahim. “Siapa yang suka bilang jangan?” ujarnya.
Pertanyaan itu menampar saya. Saya sering melarang si kecil bereksplorasi. Kalau si kecil main macam-macam nanti saya yang repot. Ternyata saya salah, Ratih Ibrahim menjelaskan bahwa usia 1-5 tahun waktunya tubuh dan otak tumbuh pesat. Masa ini adalah masa si kecil bermain, bereksplorasi dan bertanya. Jadi, penting bagi ayah bunda memberikan cinta, kesempatan, dan kepercayaan pada si kecil agar berani bereksplorasi agar tumbuh kembangnya optimal.

Senada dengan Ratih Ibrahim, Carissa Putri berpendapat yang sama. Dia membebaskan anaknya, Quenzino Acana Naif (2,5 tahun) bereksplorasi. Quenzi suka ke taman dekat rumahnya berjemur dan bermain. Ia selalu membawa beras untuk diberikan ke burung-burung liar di taman. Kadang timbul rasa khawatir Quenzi akan sakit, namun Carissa selalu berusaha agar tetap terlindungi saat Quenzi bereksplorasi.
“Quenzi juga suka berantakin mainan. Tapi saya bilang ke Quenzi. Quenzi, kamu tahu kan kalau selesai main harus apa? Kamu harus tidy up, rapikan semuanya. Kalau mainan sampai rusak, tidak dirapikan lagi, mama nggak mau belikan lagi. Dari situ dia nurut. Dia bebas bermain apa saja, tapi ada saatnya dia harus rapikan.” tutur Carissa.

Lindungi Ekplorasi Si Kecil dengan Nutrisi
Agar si kecil aman saat mencoba hal-hal baru, kita bisa melindunginya dengan nutrisi agar tidak mudah sakit. Hal ini dijelaskan oleh ahli nutrisi Sari Sunda Bulan. Beri si kecil protein dan kalsium untuk pertumbuhan fisiknya. Dukung perkembangan otak dengan minyak ikan, omega 3 dan 6 untuk proses belajarnya seperti belajar menghitung, bahasa.
Di Indonesia sering timbul penyakit infeksi seperti ISPA, diare, saat si kecil bereksplorasi. Sistem daya tahan tubuh sebanyak 80% ada di saluran cerna. Agar saluran cerna sehat dibutuhkan serat pangan misalnya inulin, bakteri baik, Vitamin A, C, E, selenium, dan Zinc. Ngomong-ngomong soal bakteri baik, tidak semua bakteri baik sama. Lactobacillus rhamnosus adalah bakteri baik yang terbukti mampu menurunkan risiko infeksi tertentu. Bunda tidak perlu bingung mendapat semua darimana. Semua sudah ada dalam Dancow Excelnutri+, sehingga tak perlu cemas ketika anak bereksplorasi karena sudah mendapat nutrisi seimbang dan saluran cerna yang sehat.

Setelah selesai menyimak talkshow dari para ahli, saya dan si kecil bermain-main keliling dunia di Dancow Explore The World.
Zona Belanda
https://www.instagram.com/p/BI-DvUtAwoQ/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BI-DLq_AcQw/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BIy6klyAnkq/?taken-by=lipartic

Zona Indonesia

https://www.instagram.com/p/BIwSgf5jaUD/?tagged=dancowlindungi
Zona Brazil

https://www.instagram.com/p/BJFKAC1AAql/?taken-by=vickylaurentina
Zona Jepang
https://www.instagram.com/p/BIzP-HxDwby/?tagged=dancowlindungi
Hari Kedua Semakin Seru
Keesokannya, Minggu (07/08/16) Dancow Explore The World semakin seru, karena bintang tamunya sudah ditunggu-tunggu. Siapa lagi kalau bukan Raisa? Suara empuknya bikin pengunjung ikutan nyanyi. Selain itu, ada demo masak oleh chef Steby Rafael. Semoga tahun depan bisa berjumpa lagi di acara Dancow seperti ini.
https://www.instagram.com/p/BIz-o8TDfk3/?taken-by=bungasalsaa
https://www.instagram.com/p/BI1zIbOg6BF/?tagged=dancowlindungi
https://www.instagram.com/p/BIzuaYGBYEw/?tagged=dancowlindungi
Kursus Menjadi Orang Tua Baru: ASI, Pijat Bayi, dan MPASI
Banyak orang bilang, menjadi orang tua tidak ada sekolahnya. Oleh karena itu pelajari saja dari pengalaman. Dengan kenyataan seperti itu, jika orang tua tidak berusaha menambah ilmu tentang anak, maka begitu anak lahir pasti sudah salah arah. Misalnya orang tua tidak tahu akan pentingnya ASI, maka dengan mudahnya saat orang tua menemui masalah terkait ASI, langsung menggantinya dengan asupan lain. Hal ini bisa membahayakan si bayi. Jadi, untuk menjadi orang tua baru, orang tua wajib menambah wawasan tentang merawat dan membesarkan anak, minimal saat si ibu hamil.
Untungnya dalam memperingati International Breastfeeding Week, Philip Avents mengadakan seminar “New Parents Class” di Hotel Java Paragon Surabaya. Acara yang digelar pada Sabtu (30/07/16) itu membahas tentang panduan tepat memberi ASI, pijat bayi, dan MPASI dari 3 narasumber berbeda yang memang ahli di bidangnya.
Saya senang sekali bisa hadir di acara itu. Saya yang kala itu sendirian tidak diantar suami seperti biasanya memang agak rempong ya dengan membawa dua anak lelaki yang luar biasa aktif. Syukurlah panitia menyediakan tempat bermain, sehingga anak-anak tidak mengganggu acara dan tidak cepat bosan.

Sebelum memasuki acara, saya menyatakan dukungan pemberian ASI eksklusif di sebuah pledge wall. Saya pun mengambil tag untuk berfoto ria. Hasilnya bisa dicetak setelah kita upload di media sosial.
https://www.instagram.com/p/BImXlzygO6j/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BImXy4pgWQ8/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BImahqkAa69/?taken-by=lipartic
***
Serba-Serbi ASI
Sesi pertama dimulai. Sesi ini membahas tentang ASI. Sebanyak 200 peserta sangat antusias mendengarkan pembicara: dr. Dian Pratamastuti, Sp. A. Beliau menjelaskan bahwa ASI sangat penting untuk pertumbuhan otak. Saat bayi baru lahir terdapat serabut syaraf di otak yang masih jarang-jarang. Otak yang masih jarang-jarang ini harus dipenuhi dengan nutrisi. Yang pasti adalah ASI saja di kehidupan pertamanya sampai 6 bulan. Mengapa? Ini adalah masa pertumbuhan otak kritis. Selain itu, ibu akan menjadi guru pertama bagi bayinya dengan sentuhannya yang penuh kasih. Antara ibu dan bayi dapat tercipta bonding.
Kadang ada ibu yang merasa ASInya tidak mencukupi. Bagaimana cara memastikan bahwa ASI cukup? Jika hal-hal di bawah ini sudah terpenuhi maka bunda tidak perlu khawatir.
- BAK >= 6x sehari
- Menyusu >8x sehari
- Kenaikan berat badan bagus.

Peserta tercengang ketika dr. Dian membahas tentang relaktasi.
Beliau mengatakan bahwa ada nenek-nenek yang bisa menyusui lagi. Maka jangan khawatir, jika ASI sempat terhenti, maka ibu bisa memberi ASI kembali dengan usaha relaktasi.

Seharusnya, ibu yang baru melahirkan jangan bekerja. Ibu bisa mengambil cuti melahirkan. Jika merujuk pada peraturan pemerintah, ibu memiliki jatah cuti 3 bulan. Gunakan kesempatan itu untuk memberi ASI pada bayi, belajar memerah ASI, dan melatih bayi minum dari cup feeder.

Pijat Bayi

Ilmu tentang pijat bayi disampaikan oleh dr. Stefanie Sp. KFR. Mungkin kita mengenal pijat bayi dengan dukun pijat, atau pijat di baby spa. Ternyata kita bisa merawat bayi kita sendiri dengan pijatan yang gentle. Pijatan ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
- Meningkatkan kualitas tidur bayi sehingga bisa tidur lebih lama dan nyenyak.
- Merangsang syaraf vagus untuk meningkatkan daya peristaltis usus.
- Membantu pertumbuhan massa otot.
- Memperkuat imunitas.
- Meningkatkan pasokan oksigen dan aliran nutrisi dalam sel tubuh.
- Bayi merasa nyaman, tidak rewel, dan lebih tenang.
Namun, ada larangan tersendiri dalam memijat bayi. Yakni, jangan memijat bayi dalam keadaan demam dan setelah imunisasi. Di acara tersebut ada beberapa meja peraga. Para orang tua dapat melihat secara langsung praktik pijat bayi. Bagaimana posisinya, bagaimana gerakan-gerakannya, dsb.


Panduan MPASI
Acara dilanjutkan dengan pemaaparan detail tentang pemberian makanan lanjutan MPASI oleh Prof. dr. Bambang Wirdjadmadi, MS, MCN dari Rumah Sakit Husada Utama. Dulu aturan ASI eksklusif adalah 4 bulan. Ilmu terus berkembang dan sekarang ASI eksklusif diperpanjang menjadi 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi akan semakin tumbuh berkembang dan memerlukan energi lebih banyak. Oleh karena itu, selain ASI, harus ditambah pula dengan makanan tambahan.
Makanan yang diberikan pertama kali tidak boleh bercampur aduk jadi satu. Tetapi berilah satu varian saja sebagai pengenalan rasa. Selain itu perhatikan tekstur makanannya. Jangan berikan makanan kasar, bubur yang terlalu encer atau terlalu padat. Berikan makanan bertekstur kental dan bisa menetes.

Menurut Prof. Bambang, MPASI bubur bisa diperoleh di toko swalayan, yakni bubur instan. Selain itu, kita bisa membuat sendiri di rumah. Misalnya membuat bubur susu dengan beras, atau ubi-ubian. Philips Avent dengan produk inovatifnya, yakni Philips Avent 4 in 1 Baby Food Maker bisa membantu ibu membuat MPASI sendiri dengan cepat dan praktis. Keren banget lho alatnya. Bisa membelder, steaming, defrost, juga menghangatkan. Khusus yang hadir di situ ada promo diskon 50%. Wah, siapa yang gak pengen dapat diskon sebesar itu. Beli secara online pun belum tentu dapat diskon itu, ditambah voucher belanja pula. Jadi, wajar saat itu barangnya cepat habis dan banyak yang inden.
Memasak Sehat Nan Praktis Selama Ramadhan
Saya mulai menerapkan gaya hidup sehat termasuk makan sehat bagi keluarga saya. Anak-anak yang biasanya susah makan sehat, (tahulah yaa, mereka kan suka jajan maupun junk food) saya biasakan sejak mereka balita. Bukan apa-apa, cuma karena kesehatan itu mahal, dan kita hanya bisa mencegah dari penyakit. Kalau sudah kena sakit kita juga kan yang susah.
Prinsip makanan sehat saya adalah yang memenuhi Pedoman Umum Gizi Seimbang. Bukan 4 sehat 5 sempurna ya. Itu sudah jadul. Tak hanya itu, cara memasak pun juga memengaruhi kandungan nutrisi yang kita makan. Oleh karena itu, cara makan sehat ala saya adalah:
- Jauhi karbohidrat sederhana, tukar dengan karbohidrat kompleks. Jadi saya lebih prefer nasi merah daripada nasi putih. Selain itu bisa juga makan oat meal atau kentang. Karbohidrat sederhana seperti pada mi atau nasi putih itu bikin cepat lemas dan mengantuk. Nasi juga dapat membuat gula darah melonjak tiba-tiba. Apalagi kalau pas puasa bawaannya bakal cepat lapar. Kenyangnya cuma sesaat.
- Jauhi memasak dengan minyak. Apalagi dengan deep frying, walaupun kita cuma pakai sekali goreng. Masalahnya bukan pada sekali atau berkali-kali pakainya. Metode masak dengan menggoreng adalah hal yang paling merusak nutrisi makanan. Dia akan menjadi oksidan (radikal bebas) yang bisa merusak sel kita sampai tingkat DNA. Sel jadi meradang. Gak jarang kan, tenggorokan jadi panas atau sakit buat menelan?
- Tukar gula putih dengan madu atau gula merah. Kenapa? Selagi kita masih suka rasa manis cari pengganti pemanis yang memiliki indeks glisemik lebih rendah.
- Porsi sayuran adalah setengah piring.
- Buah-buahan dimakan 3 kali sehari sebelum makan utama.
- Pakai metode masak yang dapat mempertahankan kandungan gizi. Kandungan gizi itu mudah hilang dengan pemanasan. Apalagi vitamin-vitaminnya.
- Hindari segala pengawet, pemanis dan pewarna buatan.
Nah, selama Ramadhan adalah fase dimana kita disibukkan dengan ibadah. Selain pekerjaan, status ibu rumah tangga yang menyiapkan makanan saat buka maupun sahur pasti menempel di kita, baik yang bekerja di luar rumah maupun murni ibu rumah tangga. Jadi agar kebagian kegiatan yang lain, atau malas memasak lama-lama biasanya kita butuh metode memasak yang praktis dan cepat bukan? Alhasil sebagian dari kita biasanya melabuhkan pilihan pada mi instan, nasi, kecap, abon, telor ayam. Praktis sekali! Tapi sehatnya kurang dapet.
Bagaimana agar bisa memasak praktis tetapi tetap sehat? Jangan lupa lakukan prinsip sehat ala saya di atas. Kemudian pakai alat-alat bantu masak berikut ini.
Klaz Air Fryer
Siapa yang tidak suka gorengan? Maksudnya bukan hanya snack tradisional seperti pisang goreng, tahu isi, bakwan, dan kawan-kawannya. Gorengan ini adalah segala makanan yang prosesnya digoreng. Tambahan lemak dalam minyaknya menambah cita rasa sehingga pasti semua orang suka gorengan. Coba lihat kentang goreng (french fries), ayam goreng, perkedel, siomay goreng, dim sum goreng, ebi furai, ngiler gak?
Sayang ya, ada lemak jahat yang mengintai ketika kita makan makanan yang digoreng. Tapi tenang, sekarang sudah ada alat masak yang bisa menggoreng tanpa minyak, atau jika perlu minyak pun hanya sedikit yang diperlukan. Namanya air fryer. Saya menemukan Klaz Air Fryer di ruparupa.com dengan harga yang murah. Beneran lho, lebih murah. Soalnya saya pernah lihat di TV biasanya dipatok dengan harga 3-4 juta rupiah. Kapasitasnya bisa mencapai 2 literan.
Air fryer ini sangat membantu saya. Jadi ini andalan utama saya saat Ramadhan, karena kepraktisannya. Alat ini memiliki pilihan suhu yang berbeda-beda. Ada gambarnya kok, jadi ketika kita mau masak apa sudah ada panduannya. Gambarnya menempel pada badan alat ini. Misalnya untuk memasak kentang goreng kita pakai suhu 180ºC. Sedangkan untuk memasak ayam goreng kita pakai suhu 200°C. Kita juga bisa menentukan waktu yang kita inginkan.
Sssstt.. jangan bilang-bilang ya, saya suka menimbun makanan beku dalam freezer saya seperti nugget, ebi furai, ebi katsu, dan dim sum. Kadang saya tinggal menyiapkan ayam ungkep yang dibekukan, jadi tinggal goreng jika diperlukan. Kalau saya telat bangun, alias mepet banget dengan waktu imsyak, saya tinggal nyemplungin makanan beku tadi ke dalam air fryer. Tutup air fryernya, tunggu 10-15 menit, bisa ditinggal ke kamar mandi dulu buat cuci muka, keluar kamar mandi sudah siap deh makanannya. Hahaaa kapan lagi menggoreng makanan bisa ditinggal kayak gini? Tanpa takut gosong pula!

Masih ragu dengan air fryer? Ini saya kasih contoh ayam goreng yang digoreng dengan air fryer. Ayam ini sudah diungkep sebelumnya dengan bumbu kuning, kemudian digoreng deh dengan air fryer 200°C 15 menit. Lihat, matang sempurna bukan?

Alat penggoreng telur otomatis
Walaupun cuma menggoreng telur, saya paling tidak suka kecipratan minyak saat menggoreng telur. Menunggu matangnya juga bikin capek, berdiri soalnya. Nah, akhir-akhir ini berseliweran di Youtube alat penggoreng telur yang otomatis. Bayangkan, tidak cuma telur dadar yang bisa dibikin. Bermacam-macam makanan yang berbasis telur bisa dibikin secara praktis. Tinggal cemplung-cemplung ajah. Siapa yang gak mupeng coba? Berikut salah satu videonya.
Itu adalah demo resep memakai alat penggoreng otomatis. Alatnya bisa diperoleh di luar negeri sana. Eh, tapi kita juga bisa pakai ternyata. Jadi gak cuma bule aja yang merasakan kepraktisan alat penggoreng telur otomatis itu. Saat cuci mata di ruparupa.com saya menemukan alat canggih sejenis. Mereknya adalah Kris. Harganya pun terjangkau. Tadinya saya pikir harganya bakal jutaan.

Wah, saya membayangkan akan membuat macam-macam masakan bergizi dengan Kris alat penggoreng telur otomatis ini untuk menu sahur dan berbuka, atau sarapan di hari-hari biasa. Bahkan resep yang tampaknya susah, jadi mudah karena bantuan alat ini. Hmm, saya jadi terinspirasi dengan resep chicken wrap berikut. Tinggal gulung tortilla, kemudian masukkan segala macam isinya termasuk telur. Ceklek! Jadi deh beberapa menit kemudian.
https://www.instagram.com/p/BHwdjTfD8Oh/?taken-by=eatcleanid
Slow cooker
Pasti sudah tidak asing lagi bagi ibu yang memiliki balita. Karena slow cooker biasanya digunakan para ibu untuk membuat makanan bagi bayinya. Tapi sebenarnya, slow cooker ini hadir tujuannya bukan cuma untuk bayi saja lho. Memasak makanan apapun bisa. Karena prinsipnya slow cooking, maka alat ini dapat mempertahankan kandungan gizi makanan yang dimasaknya. Jadi walau masaknya lama, juga termasuk praktis dan sehat.

Slow Cooker juga dijual di ruparupa.com. Harganya tidak terlalu mahal. Apalagi jika kita punya voucher diskon, bisa lebih murah lagi. Tinggal masukkan kata kunci “slow cooker” di kotak pencarian, nanti akan dihasilkan macam-macam slow cooker dengan kapasitas yang berbeda. Pilih sesuai kebutuhan kita.
Biasanya saya gunakan slow cooker ini untuk memasak bubur, spagheti, dan sup. Hendak tidur malam, saya cemplungkan semua bahan ke dalam slow cooker. Kemudian saya tinggal tidur. Dia akan memasak selama 6-8 jam. Begitu bangun, masakan tadi sudah masak. Siap santap.
https://www.instagram.com/p/BBBfyH8M2hN/?taken-by=eatcleanid
Bagaimana, tertarik apa tertarik banget memasak dengan praktis tapi tetap sehat? Gampang, pergi aja ke ruparupa.com. Daftarkan diri kita sebagai user di sana. Surprise, banget lho bagi saya. Karena setelah daftar, saya disambut sama bonus voucher diskon. Apalagi free ongkir untuk wilayah Jabodetabek dengan jumlah pembelian tertentu. Oh ya, Ruparupa.com adalah tempat belanja onlinenya Kawan Lama Grup, yaitu Ace Hardware, Informa, dan Toys Kingdom. Jadi pas kita pengen sesuatu yang ada disana tapi pas di kota kita nggak ada tokonya, kita tetap bisa berbelanja secara online di Ruparupa.com.

Risiko Pakai Pampers Sembarangan Terhadap Pola Tidur dan Kesehatan Anak
Surabaya, 21 Mei 2016 – Hampir semua bayi di Indonesia pasti memakai Pampers. Memang, Pampers merupakan merek pionir popok sekali pakai sehingga menjadi top of mind di jutaan kalangan ibu. Sampai-sampai maunya beli diaper pun bilangnya beli Pampers. Begitu pun maksud saya di sini. Orang tua gemar memakaikan Pampers alias popok sekali pakai pada bayinya sejak lahir. Namun, jika orang tua tidak teliti dalam memilih mana popok yang berkualitas dan yang tidak, maka akan berdampak buruk bagi bayi. Yang pertama akan mengganggu pola tidurnya, yang kedua akan berakibat buruk pada kesehatannya, terutama kesehatan kulitnya.
Beruntung saya mendengarkan penjelasan tentang pola tidur anak ini langsung dari ahlinya. Saat itu saya menghadiri acara Jalan-Jalan Mini Indonesia Yakin #PakaiPampers yang diselenggarakan oleh Pampers di Supermall Pakuwon Indah Surabaya. Acara ini juga bertujuan merayakan hari jadi Kota Surabaya yang ke-723. Begitu acara dimulai, para peserta berkumpul duduk di tempat yang disediakan. Tapi tidak dengan saya. Selama acara berlangsung saya mendengarkan dari jauh karena bayi saya tidak bisa diam. Ia terus bermain kesana-kemari mencoba berbagai macam permainan yang tersedia. Mulai dari mobil-mobilan, sepeda-sepedaan, perosotan, jungkat-jungkit mini, dll. Jujur saya kerepotan menjaga anak sambil live tweet. Sementara suami saya belum nongol juga. Baiklah, saya review ya apa materi yang disampaikan oleh dokter anak dari Malang: dr. Mira Irmawati, Sp.A(K)
Pola Tidur Anak
Tidur selama yang kita tahu adalah kegiatan istirahat sehingga nantinya setelah bangun rasa lelah bisa hilang. Ternyata tidur itu bukan sekedar menghilangkan rasa lelah. Ternyata tidur pun bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Siklus tidur itu ada dua, yaitu tidur REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM. Kedua siklus itu sama-sama memiliki fungsi restoratif, yaitu pemulihan tenaga, dan penghilangan capek. Bedanya, tidur REM, fungsi restoratifnya berkaitan dengan sistem otak yang mengatur fokus, perhatian, kepercayaan diri, dan adaptasi emosional. Sedangkan tidur non-REM memiliki fungsi restoratif yang berkaitan dengan imunitas tubuh dan pertumbuhan fisik.
Semakin besar anak kebutuhan tidurnya makin sedikit dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Misalnya bayi saya sekarang sudah mau 2 tahun, membutuhkan waktu tidur yang cukup sebanyak 11-12 jam. Sedangkan bayi yang baru lahir butuh waktu tidur 16-18 jam dalam sehari.
Saat si kecil tidur pastilah mengompol iya, kan? Apalagi bayi yang baru lahir pipisnya sangat sering, sedangkan waktu tidur yang dibutuhkan cukup lama. Jika ia terganggu oleh pipisnya, maka tidurnya pun terganggu. Jadi, lebih baik menggunakan popok yang bisa kering sepanjang malam agar tidur si kecil nyenyak.
Pampers Rayakan Ulang Tahun Surabaya ke-723

Selanjutnya, brand ambassador Pampers: Gisella Anastasia dan Artika Sari Devi sharing pengalaman mereka selama memakaikan Pampers pada buah hatinya. Ternyata Gisel selama hamil Gempi, sudah survei berbagai popok dan ketemulah popok Pampers yang paling pas. Sehingga saat Gempi baru lahir sudah bisa dipakaikan Pampers. Gisel senang karena si Gempi tidurnya nyaman sepanjang malam, sehingga ia merekomendasikan para ibu Surabaya untuk #PakaiPampers bagi bayinya.

Artika Sari Devi pun punya pengalaman yang sama. Anaknya Zoe yang saat ini berumur 3 tahun, juga pakai Pampers. Inovasi dan teknologi Pampers yang terus berkembang menjadikan Artika yakin bahwa Pampers pilihan terbaik.
Pampers berterima kasih pada para ibu Surabaya karena telah percaya pada produk Pampers. Oleh karena itu, di acara yang juga bertepatan dengan hari jadi Surabaya ke-723 ini, Pampers membagi-bagikan 723 popok Pampers per puskesmas untuk seluruh Puskesmas di Surabaya. Wait, wait! 723? Bagaimana ngitungnya? Ya satu-persatu dong. Sekarang kan sudah ada Pampers kemasan satuan, sehingga praktis untuk bepergian. Febrina Herlambang selaku Communication Manager P&G mengatakan bahwa pembagian 723 popok per puskesmas itu sebagai bentuk komitmen Pampers untuk membantu dan mendukung kesehatan dan kebahagiaan bayi di Surabaya.
Bukti Nyaman Yang Nyata dari Pampers
Pampers mengadakan demo langsung sebagai bukti bahwa Pampers benar-benar aman dan nyaman untuk bayi. Hal ini disaksikan langsung oleh Gisel dan Artika. Tak hanya itu, di sesi-sesi selanjutnya para peserta, terutama perwakilan dari komunitas juga mencoba demo ini.
Pampers yang sudah lahir lebih dari 50 tahun yang lalu itu kini memiliki inovasi dengan teknologi yang bikin berdecak kagum. Oya, ngomong-ngomong 50 tahun itu waktu yang cukup lama lho. Sejarah Pampers diawali oleh Vic Mills sebagai peneliti P&G yang mengembangkan popok ganti untuk cucunya pada tahun 1956. Kemudian lahirlah Pampers dan terus mengalami inovasi di tahun-tahun berikutnya. Tak heran memang Pampers ini merupakan popok sekali pakai yang pertama di dunia, dan juga penjualannya masih nomor 1 di dunia, tak hanya di Indonesia.
Saat ini Pampers meninggalkan tipe popok perekat beralih ke tipe pants yang lebih nyaman untuk bayi, yaitu Pampers Baby Dry Pants. Teknologi dalam Pampers ini dapat menyerap cairan pipis sangat cepat dan menyebarkan ke seluruh bagian popok. Jika dibandingkan dengan popok Brand X yang terkenal, jelas masih kalah. Brand X itu lebih lambat menyerap cairan, dan penyerapannya hanya pada satu titik.

Selain teknologi super gel yang sangat cepat menyerap cairan, Pampers Baby Dry Pants ini juga dapat mengunci basahan hingga 99.9%. Dengan demikian kulit bayi tetap kering sepanjang malam (sampai 12 jam). Pada demo jelas terlihat popok Pampers kering sehabis disentuh dengan tisu. Sedangkan brand X jelas basahnya.

Katanya kan, kalau pakai popok sekali pakai itu tidak ada sirkulasi udara, sehingga kulit tidak bisa “bernapas”. Akibatnya kulit bayi bisa ruam. Tapi tidak dengan Pampers. Lembaran belakang dilengkapi dengan pori sehingga membantu sirkulasi udara dan mencegah iritasi kulit. Ini adalah demo dengan uap. Terlihat jelas bahwa tutup uap itu berembun. Uap panas tetap bisa melalui pori-pori Pampers, meski Pampers sudah menutupi sumber uapnya. Jadi, kulit bayi tidak iritasi.

Keren banget ya, Pampers banyak fitur. Dan satu lagi fitur yang baru saya tahu. Pampers mengandung lotion! Wah, lengkap deh. kalau kulit bayi sensitif, risiko ruamnya jadi kecil karena sudah ada lotionnya.
Saya pribadi lebih suka popok perekat sebenarnya, karena nyopotnya gampang. Tinggal buka perekatnya. Kalau bentuk celana seperti Pampers Pants ini agak susah, apalagi bentuknya fit to body. Ah, ternyata pikiran saya saja yang jadul. Untuk melepas Pampers Baby Dry Pants ini juga bisa seperti saya melepas perekat pada popok tipe perekat lho. Tinggal sobek bagian pinggang kanan dan kirinya, lepas deh.
Jalan-Jalan Mini Indonesia #PakaiPampers
https://www.instagram.com/p/BFp1NFAmYCQ/?taken-by=print.a.gram
Acara Meet and Greet with Gisel, Gempi, dan Artika kini sudah usai. Saatnya saya jalan-jalan keliling Mini Indonesia. Setiap pengunjung bisa pakai baju adat dan foto gratis. Jika kita upload di Instagram, maka kita bisa menunjukkan ke booth penukaran hadiah. Kita bisa dapat sampel Pampers dan bibs. Yang tak kalah menarik, foto yang kita upload juga bisa dicetak.
Sayang anak saya rewel kalau lepas dari mainannya. Jadi, ia tidak mau pakai baju adat bahkan jika cuma penutup kepalanya saja (blangkon, udeng, dll). Tak hilang akal saya pun mengajak si kecil foto tetap dalam posenya di mobil. Tak semua booth saya kunjungi. Saya cuma foto di Surabaya, Bandung, dan Jogja. Anak lagi gak mood sih. Yang penting yakin #PakaiPampers lah yaaa.
https://www.instagram.com/p/BFqlMcLLYww/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFsn-41LY8b/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFsoGEELY8s/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFsobkQrY9g/?taken-by=lipartic
https://www.instagram.com/p/BFso_amrY-h/?taken-by=lipartic
Alergi Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mencegahnya
Sinar mentari yang mengelitik kulit tak menghalangi sekumpulan bocah itu bermain tali karet saat istirahat sekolah. Mereka bergantian melompati tali karet itu semakin lama semakin ditinggikan. Seorang bocah mungil yang tampak paling kecil di antara mereka, berdiri di dekat situ. Ia sibuk mengamati teman-temannya berlari kemudian melompat. Sesekali ia menyeka hidungnya yang berair dengan sapu tangannya. Dari matanya tampak berharap, kapan giliranku?
“Kamu boleh ikut bermain. Tapi kamu berdiri di sini saja ya, jadi anak bawang. Kamu masih kecil belum bisa lompat tinggi. Nanti kalau sudah ada yang kalah kamu bisa menggantikannya.” ujar salah satu anak.
Bocah yang paling kecil itu pun mengangguk. Tetap bersabar menunggu gilirannya yang tak pernah didapat hingga bel masuk berbunyi.
Kini bocah yang paling kecil itu tumbuh dewasa, memiliki dua orang anak. Itulah saya. Dulu saya merasa bocah yang tidak bisa tumbuh karena paling kecil di antara teman-teman. Kemudian saat mendengarkan paparan tentang alergi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak di acara talkshow #NutriTalk, saya berpikiran, apa memang benar ada hubungannya dengan tubuh saya yang mini? Apalagi jika anak alergi mengonsumsi obat steroid yang dapat mengahambat pertumbuhan lempeng tulang. Dipikir-pikir saya tidak pernah mengonsumsi obat alergi secara terus-menerus. Usut punya usut ternyata saya memiliki usia 2-3 tahun lebih muda dibanding teman sekelas, sehingga wajar jika dulu ukuran tubuh saya lebih kecil dibanding mereka. Syukurlah.
Acara talkshow #NutriTalk yang dihelat pada Kamis, 31 Maret 2016 di J.W Marriott Surabaya itu membahas detil tentang alergi, khususnya tentang manajemen alergi protein susu sapi dan dampak alergi pada tumbuh kembang anak. Acara itu dipandu oleh dr. Lula Kamal dan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K) – Ahli Alergi Imunologi , Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga RSU Dr. Soetomo dan Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) – Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo.

Sebelum acara talkshow dimulai, saya bermain-main dulu di beberapa booth. Booth-booth ini mengajak pengunjung mengenali dulu alergi sebagai seluk-beluk pengetahuan awal tentang alergi.
Booth Alergi Anak
Di sini saya diperkenalkan dengan suatu website interaktif mengenai alergi. Saya langsung loading ke www.alergianak.com lalu mengisi kuisioner. Pertanyaan itu berhubungan dengan diagnosis alergi, misalnya seberapa besar risiko alergi saya, atau bagaimana gejala alergi yang saya alami. Hasilnya dapat diterima via email.

Booth Allergy Care
Di sini dijelaskan sedikit seputar alergi. Seberapa besar persentase risiko seseorang terkena alergi juga macam-macam alergi. Ternyata 1 dari 25 anak memiliki risiko terkena alergi. Penjelasan lebih detail nanti di acara.

Photo Booth Kenali Gejala Alergi Susu Sapi
Saya lagi-lagi mengisi kuisioner. Kali ini langsung di layar komputer seukuran televisi yang bisa touchscreen, misalnya apa orang tua punya alergi, alergi yang dimiliki seperti apa, dll. Setelah kuisioner selesai, saya pun mengambil gambar (foto). Kemudian ada pilihan mau alergi apa. Saya memilih kulit berbintik dan hidung berair. Jadilah foto before dan after saat terkena alergi.


Booth Play Ground
Ini khusus area anak-anak bermain. Kita bisa mengukur tinggi anak, menimbang berat badannya, dan disediakan kursi bagi anak-anak.

Booth 1000 Hari Pertama Kehidupan
Di booth 1000 hari pertama kehidupan ini, saya diminta untuk memutar roda undian. Setelah roda berhenti ada anak panah yang menunjuk kategori-kategori tertentu. Saya diberi pertanyaan yang berhubungan dengan kategori itu. Kebetulan saya dapat pertanyaan yang berhubungan dengan anak. Jika pertanyaan tersebut berhasil dijawab, saya mendapat hadiah kartu 1000 hari pertama kehidupan.

Kemudian saya mendapat penjelasan bagaimana 1000 hari pertama kehidupan itu. Ternyata 1000 hari pertama kehidupan itu dihitung sejak bayi berada dalam kandungan, yaitu:
270 hari kehamilan + 365 hari tahun pertama + 365 hari tahun kedua = 1000 hari
Mengapa sangat penting? Dalam 1000 hari pertama kehidupan, anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, termasuk otak, saluran cerna, dan imunitasnya. Oleh karena itu, diperlukan nutrisi yang tepat untuk menunjang kebutuhannya. Jangan kita lewatkan kesempatan ini karena tidak dapat terulang kembali.
Mission Complete!
Saya sudah menyelesaikan 3 booth penting dalam bermain menyusuri ilmu alergi. Sekarang saatnya saya menimba ilmu yang sebenarnya dari ahlinya.
Tentang Alergi

Pembahasan alergi awal, dibawakan oleh Dr. dr. Anang Endaryanto Sp.A(K). Beliau menjelaskan bahwa alergi merupakan reaksi tubuh yang menyimpang  terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan masing-masing individu bisa berbeda sehingga ada seseorang yang sensitif berlebihan terhadap protein asing, sementara orang lain tidak apa. Zat asing yang bisa menyebabkan alergi itu bisa berupa makanan, debu, atau bulu binatang.
Meski alergi selama ini dianggap penyakit yang biasa-biasa saja, ternyata alergi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena angka kejadiannya meningkat akhir-akhir ini. Selain itu, alergi dapat merugikan tumbuh kembang anak. Yang terpenting untuk perlu diketahui, alergi ini adalah bakat yang diturunkan dari orang tua.
“Alergi harus diketahui sejak dini karena dampaknya akan kompleks. Alergen masuk ke kulit yang terbuka bisa menyebabkan asma dan pilek ke depannya. Jangan sampai ada eksim yang bablas sampai asma. Alergi kalau diturunkan secara genetik tidak bisa sembuh. Tapi zaman sekarang seberat apapun bisa sembuh dengan proses yang menyengsarakan.” ujar dr. Anang.
dr. Anang juga menjelaskan bahwa alergi dapat dideteksi dini melalui 3 cara, yaitu:
1. Identifikasi bayi alergi atau tidak secara pasti
Kita wajib mengenali risiko anak kita apakah bakat alergi atau tidak. Jika orang tua maupun saudara si kecil tidak memiliki alergi maka risiko terkena alergi sangat kecil. Persentase risiko tersebut semakin besar jika ada keluarga yang terkena alergi. Kita bisa menggunakan kartu deteksi dini UKK alergi imunologi IDAI untuk mengetahui risiko bayi kita. Apakah anak kita berisiko 1/12 terhadap alergi? Ataukah anak kita sudah termasuk dalam 1/25 anak yang sudah mengalami alergi? Jika anak berisiko tinggi segera temui tenaga kesehatan untuk mencegah dan menangani alerginya.

Saya mencoba menghitung risiko alergi anak kedua saya yang masih 1 tahunan menggunakan kartu deteksi dini risiko alergi. Saya sebagai ibunya positif memiliki alergi karena sudah pernah tes alergi dan dokter menyatakan saya terkena alergi berbagai makanan dan debu. Jadi saya isikan nilai 2 pada kolom ibu. Ayah si kecil sepertinya selalu pilek jika terkena debu, sehingga ini dicurigai memiliki alergi. Karena belum pernah memastikan ke dokter, maka saya mengisikan nilai 1 di kolom ayah. Kakaknya, setiap minum susu sapi secara terus menerus kulitnya mesti berbintik kemerahan, jika terkena debu badannya pun gatal-gatal kemerahan. Namun, saya belum memeriksakannya. Jadi kakaknya masih diduga terkena alergi sehingga saya isikan nilai 1 di kolom saudara kandung. Saya jumlahkan semuanya hingga diperoleh nilai 4. Maka, risiko alergi anak kedua saya itu tinggi sehingga perlu segera mengonsultasikan ke dokter tentang alerginya.

2. Kenali Jenis Alergi dan Gejalanya
Alergi selalu disebabkan oleh 3 jenis zat asing, yaitu makanan (susu sapi, kacang-kacangan, seafood, telur, gandum, dan ikan); debu rumah; dan bulu binatang. Kita bisa menandai, anak kita bereaksi seperti alergi apakah setelah memakan sesuatu, menyentuh sesuatu atau menggendong binatang.

Selain penyebab, kadang ada seseorang yang kumat alerginya karena AC. Sebenarnya salah kaprah jika kita menyebut AC atau pendingin ruangan yang menyebabkan alergi. Yang benar adalah suhu dingin sebagai pencetus alergi. Ngomong-ngomong soal pencetus, pencetus alergi ini bisa berupa fisik dan psikis. Pencetus fisik ini misalnya kedinginan, kepanasan, sakit flu, atau habis berlarian. Sedangkan secara psikis, pencetusnya bisa berupa tangisan, ketakutan, atau marah.
Kadang ada reaksi alergi yang berupa pilek seperti sedang flu. Jika anak kita pilek tidak kunjung berhenti, kita patut mencurigai anak ini sedang alergi. Namun, kita wajib tahu juga apakah pilek itu memang karena alergi atau infeksi. Bagaimana caranya? Alergi itu tidak terjadi pada siang secara dominan, tidak disertai demam, dan jika ada riak atau ingus tidak kental atau berwarna. Jika ada gejala salah satunya, maka pilek itu adalah karena infeksi virus bukan alergi.

3. Kontrol Alergi
Jika kita telah mencurigai suatu alergen sebagai penyebab alergi, maka kita bisa mengontrol alergi melalui tes provokasi eliminasi. Misalnya alergi terhadap makanan yang dicurigai, si anak harus menghindari makan makanan alergen itu (eliminasi) selama waktu tertentu misal 2-3 minggu. Setelah itu lanjutkan dengan diet provokasi dengan mengonsumsi makanan tersebut selama 7 hari berturut-turut. Jika masih timbul alergi, makanan tersebut harus dihindarkan sampai sembuh. Cara tes kesembuhannya pun sama, dengan melakukan diet provokasi selama 7 hari.
Begitupun dengan bulu binatang jangan adakan kontak dengan binatang selama 6 bulan, lalu adakan provokasi. Sedangkan debu rumah tidak mungkin kita hindari (eliminasi).
Kita juga bisa mengetahui jenis alergi secara medis dengan scratch test atau skin prick test. Caranya, lengan penderita alergi digores-gores dan diberi alergen, jika timbul reaksi membengkak (bentol-bentol), maka dia alergi terhadap alergen itu.

Alergi Susu Sapi
Alergi susu sapi ini perlu dideteksi dan ditangani lebih dini. Mengapa? Karena #AlergiProteinSusuSapi adalah biangnya segala alergi. Anak yang mengalami alergi susu sapi, maka memiliki risiko untuk:
- Asma alergi (71% )
- Pilek alergi (84%)
- Eksim (76%)
- Alergi debu rumah (81%)
Gejala alergi susu sapi ini bisa berupa diare, kolik, biduren, dermatitis atopik, asma, rhinitis (pilek), atau anafilaksis. Rhinitis adalah gejala yang paling mengganggu perkembangan. Sedangkan anafilaksis merupakan alergi yang sangat akut sehingga bisa mengancam jiwa. Gejala-gejala alergi ini sangat mengganggu anak dalam tumbuh kembangnya, sehingga segera lakukan diagnosis terhadap alergi ini. Kita bisa menelusuri riwayat perjalanan penyakit si kecil, mencatat makanan sehari-hari, uji alergi, dan uji eliminasi provokasi. Khusus diet eliminasi susu sapi ini lakukan selama 3-4 bulan.

Dampak Alergi pada Tumbuh Kembang Anak

Selanjutnya, Dr. dr Ahmad Suryawan Sp.A(K) menjelaskan tentang dampak alergi pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang memiliki alergi akan terganggu pertumbuhan berat badannya, tingginya, serta lingkar kepalanya. Selain itu, menurut dr. Ahmad Suryawan perkembangan motorik, kemampuan bicara, penglihatan, pendengaran, dan emosi sosialnya juga bisa terganggu.
Mengapa alergi bisa mengganggu? Hal ini bisa dilihat dari 4 sebab, yaitu:
1. Dampak Perjalanan Alami Kondisi Alergi
Jika anak alergi terhadap suatu makanan, maka dia akan menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi. Makanan penyebab alergi ini umumnya berupa protein. Sedangkan protein adalah zat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Bayangkan jika anak tidak boleh memakan ikan, makanan laut, susu, telur yang gizinya sangat baik. Jika sedikit-sedikit tidak boleh makan, apa yang menjadi nutrisinya? Jadi, bukan tidak mungkin pertumbuhan dan perkembangan si anak bisa terganggu.
“Alergi itu bisa hilang dan timbul sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Untuk menghindarinya anak tidak boleh makan makanan penyebab alergi. Jika seorang anak sudah pantang terhadap sesuatu, dia akan menjadi takut makan makanan tertentu, dan dampaknya bisa kekurangan gizi. Inilah yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.” tutur dr. Ahmad Suryawan.
2. Efek samping obat-obatan
Jika alergi ringan, obatnya tidak terlalu keras. Paling tidak efeknya mengantuk, rewel, sulit makan. Tapi mengganggu juga bukan? Nah, bayangkan jika alerginya berat, harus diberi obat yang lebih keras pula. Dampaknya pun juga berat. Semisal steroid yang paling dihindari di dunia kesehatan. Obat-obatan jenis kortikosteroid itu bisa berefek pada pertumbuhan lempeng tulang anak. Anak menjadi tidak tumbuh.
3. Kondisi kronis
Alergi yang paling mengganggu pertumbuhan anak adalah alergi susu sapi. Pertumbuhan seperti berat badan dan tinggi badan bisa terganggu secara ringan sampai berat. Awalnya berat badan sangat sulit untuk bertambah. Jika alergi sudah kronis maka pertumbuhan tinggi badan juga terganggu.
Alergi yang sudah tingkat kronis berkepanjangan akan sangat mengganggu anak. Anak menjadi terganggu pola tidurnya serta aktivitasnya. Dengan demikian akan berdampak juga pada terganggunya perkembangan, pertumbuhan dan emosi anak. Jika sudah terganggu demikian, anak bisa stres. Hal ini bisa berdampak pada prestasi di sekolahnya, sehingga orang tua pun bisa ikut stres. Pada anak usia dini, perkembangan seperti kemampuan bicara, motorik, pendengaran, penglihatan, dan emosinya bisa mengalami keterlambatan. Alergi yang paling mengganggu perkembangan ini adalah rhinitis alergica yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat.
4. Aspek lingkungan
Anak yang sudah terganggu pertumbuhan dan perkembangannya bisa jadi menjadi korban bullying teman-temannya. Anak pun hidup dengan lingkungan yang stres.
Pencegahan Alergi
Ternyata alergi yang biasa dianggap sepele bisa berdampak kompleks ya terhadap anak? Baik terhadap kesehatannya, pertumbuhannya, bahkan juga perkembangannya. Namun, jangan khawatir, kita bisa melakukan pencegahan terjadinya alergi ini.
Memberi ASI Eksklusif Selama 6 bulan
Dalam ASI terdapat probiotik. Probiotik dalam ASI ini akan membantu usus bayi untuk tahan terhadap zat-zat asing penyebab alergi. Namun, ada kondisi dimana ibu tidak meungkin memberi ASI eksklusif. Untuk menjaga nutrisinya, diperlukan intervensi susu formula. Nah, agar memperkecil risiko alergi susu sapi, kita bisa memilih:
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis parsial. Susu formula ini berasal dari susu sapi yang kandungan proteinnya diproses sedemikian rupa sehingga panjang protein lebih pendek dan gampang dicerna. Susu ini diberikan pada anak yang belum muncul alerginya, dengan tujuan tubuh dapat mengenali protein sehingga sudah familiar dengan alergen itu. Harapannya jika suatu saat si anak minum susu dia tidak menjadi alergi.
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis sempurna. Susu ini diberikan untuk anak yang positif megalami alergi. Susu ini lebih aman karena proteinnya sudah mengalami hidrolisis ekstensif sehingga tidak mengandung alergen sama sekali.
- Susu formula soya. Ada kalanya anak sudah tidak toleran terhadap susu sapi walaupun sudah terhidrolisis proteinnya. Alternatifnya, kita bisa memberinya susu dari isolat protein soya. Susu ini memberi rasa yang sama enak dan gizi yang sama pula, namun harganya lebih murah sehingga penambahan berat badan, tinggi badan, kadar protein dan mineralisasi tulang bisa berjalan normal. Jangan khawatir terhadap dampak susu kedelai yang katanya bagi anak laki-laki akan menyebabkan sifat kewanitaannya muncul. Susu formula soya ini sudah diproses dalam bentuk isolat sehingga mengurangi risiko tersebut.
Memilih persalinan spontan
Jika ibu bersalin secara spontan pervaginam, flora normal yang ada pada ibu akan memasuki tubuh bayi. Probiotik ini akan melindungi tubuh bayi dan meningkatkan ketahanan terhadap alergen. Selain itu, juga akan mempengaruhi neurotransmitter bayi sehingga berdampak positif pada emosi dan perilakunya. Neurotransmitter adalah zat kimiawi yang mengantarkan informasi dari satu sel otak ke sel otak yang lain. Neurotransmitter ini juga berhubungan dengan mikrobiota yang didapat si bayi. Jika bayi lahir pervaginam, mikrobiota si bayi sama dengan mikrobiota ibunya, neurotransmitter si bayi sama dengan neurotransmitter ibunya sehingga persentase bayi yang dilahirkan melalui vagina akan lebih menurut.
Kenali risiko dan gejala alergi sejak dini
Sejak awal kenali risikonya, waspada dengan jenis-jenis gejala alergi dan penyebabnya.
Deteksi pola pertumbuhan dan perkembangan anak
Selalu catat dan amati data pertumbuhan dan perkembangan anak. Bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi, lingkar kepala, perkembangan emosi, dan perilakunya.
Konsultasi dengan para ahli dan dokter
Berkonsultasilah dengan dokter ahli, yakni dokter alergi, tumbuh kembang anak, nutrisi, dan psikolog anak jika dirasa perlu.

Acara ini pun ditutup dengan pengabadian foto launching Kartu Deteksi Dini Alergi IDAI. Beruntung sekali saya memiliki kesempatan untuk hadir dalam acara NutriTalk yang diadakan oleh Sari Husada Nutrisi Untuk Bangsa. Saya jadi lebih siap menangani anak saya yang memang alergi susu sapi. Dan jangan terlalu enteng membiarkannya.
Bahan Dapur Ini Ampuh Atasi Batuk
Obat batuk alami
Flu dan batuk sudah jadi penyakit biasa tapi sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Biasanya gejala flu saya diawali dengan pilek yang sangat parah sampai mata berair, membengkak, ingus tak henti-hentinya mengalir, bersin juga non stop. Jika sudah mereda dalam 1-2 hari sepertinya ingus tadi turun ke rongga dada dan tenggorokan. Lendir mengumpul di sana. Jadilah batuk, dan masalah terparah adalah sesak napas.
Sejujurnya sejak saya berstatus menjadi ibu menyusui 5 tahun lalu, saya berusaha menghindari obat-obatan kimia. Bahkan termasuk obat low risk sekalipun, yaitu yang bertanda hijau. Alternatifnya saya selalu hunting suplemen-suplemen alami dari madu dan habbatussauda. Suplemen itu berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Kalau terlanjur sakit, saya gempur dengan dosis berlipat-lipat. Misalnya dari yang dari biasanya sehari satu, menjadi sekali minum 2 sebanyak 3 kali sehari.
Suatu ketika saya disarankan oleh tante saya yang berprofesi sebagai dokter gigi. Meski judulnya dokter gigi beliau turut membantu menangani pasien-pasien di puskesmas. Beliau pernah melihat tayangan televisi tentang penanganan alami batuk, khususnya batuk berdahak. Kemudian beliau aplikasikan ke anak-anaknya, diri sendiri, dan beberapa balita. Semua yang ditreatment bilang kalau dahak keluar semua. Nah, obat apakah itu?
Obat murah meriah tapi ampuh menaklukkan batuk. Obat itu biasa ditemukan di dapur. Kalau lagi ga punya juga gampang nyarinya di pasar.
1. Madu
Gunakanlah madu yang berkualitas baik dan asli, minimal sesuai SNI. SNI yang dianjurkan untuk madu adalah kadar air maksimal 20%. Bisa gunakan madu hutan, madu sumbawa, kalimantan, yaman, dll. Yang penting madu murni bukan kombinasi. Kan sekarang banyak juga ya madu yang dicampur dengan minyak zaitun, sari kurma untuk tujuan tertentu. Hati-hati juga dengan madu palsu ya. Madu palsu bukan madu yang didatangi semut. Madu disebut palsu jika kadar airnya tinggi, sehingga teksturnya encer. Mengapa? Kemungkinan yang pertama madu memang dioplos dengan air. Yang kedua, madunya memang asli sih, tapi lebahnya tidak dibiarkan mencari makan sendiri, melainkan diberi nutrisi air gula saja sehingga madu yang dihasilkan encer.
Saya sendiri selalu ada madu clover honey di dapur. Kadar airnya sangat rendah: 17,2%. Menariknya, madu ini juga berfungsi sebagai mukolitik alias pengencer dahak.
2. Jeruk Nipis
Jeruk nipis berfungsi sebagai ekspektoran yang mengeluarkan dahak. Buah yang sangat kecut ini, juga bersifat mengeringkan.
3. Air putih
Meski sekadar berfungsi sebagai pengencer ramuan, air putih juga memiliki kriteria yang harus diperhatikan. Ciri-ciri air yang baik adalah bebas bakteri, bebas bau, tidak berwarna. Bagaimana dengan air PAM? Air PAM sering digunakan untuk minum dengan memasaknya terlebih dahulu, sehingga zat kapurnya bisa dipisahkan. Namun residu klorin tetap ada jika tidak difilter. Klorin ini bersifat oksidan yang merusak sel sampai tingkat DNA. Jadi amannya gunakan air mineral, air sumur jika jernih dan tidak berbau, Kangen water, air alkali. Selengkapnya bisa baca di buku saya Perisai Segala Penyakit (Elex Media).
Cara Meracik
- Ambil 1 sendok madu, letakkan di mangkuk stainless atau mangkok kaca tahan panas.
- Peras jeruk nipis hingga diperoleh 3 sendok makan, tuang ke mangkok.
- Tambahkan 5 sendok makan air putih.
- Aduk rata
- Kukus beberapa saat.
- Minumkan 1 sendok sehari 3 x. Bisa juga tambah frekuensinya.
Jadi ingat rumusnya…

Keripik Pisang Gobana: Teman Ngemil Untuk Semua

Hari-hariku kini sungguh gaduh. Pagi-pagi sudah ada yang teriak-teriak karena kehilangan sesuatu, “Bundaaaaaa. Keripik pisangku yang coklat manaaaa?”
Rupanya anakku yang mau berangkat sekolah sedang buru-buru menyiapkan bekalnya. Tapi di saat yang lain pun begitu. Kali ini giliran suamiku yang kebingungan. “Bunda, keripik pisang yang ada sambelnya kemarin taruh mana ya?”
“Emang mau kemana?”
“Mau facebookan aja, sambil ngemil.”
Gubrak.
“Tadi sambal petirnya dihabisin? Tahu yang rasa durian gak?” tanyaku tampak tergesa-gesa.
“Emang mau kemana?”
“Ya dimakan aja, laper banget. Belum nanak nasi.”
Gubrak lagi.

Sejak hari itu, kami sekeluarga kena demam Gobana. Dikit-dikit kangen. Dikit-dikit kangen. Semacam orang ketagihan. Mulai dari bayiku, anak balitaku, saudaraku yang menginjak masa remaja, aku sendiri sebagai emaknya, bapaknya, sampai si nenek doyan Gobana. Hari itu adalah hari bersejarah karena itulah hari pertama kami mengenal Gobana. Pada hari itu pula Gobana dilaunching secara resmi, tepatnya pada Minggu, 10 Januari 2015 di Roemah Snack Mekarsari Sidoarjo.
Di siang yang panas itu, kami melihat video profil Roemah Snack Mekarsari dan pemiliknya, Ida Widyastuti. Dari situ saya terheran-heran. Bagaimana mungkin yang dari luar tampak cuma toko camilan biasa, tapi proses bisnisnya sangat keren. Mulai dari penanaman, proses produksi, hingga pendistribusiannya. Semua berskala besar. Bukan hanya untuk memenuhi stok toko, tapi juga untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri.
Awalnya, Roemah Snack Mekarsari tidak sebesar sekarang. Mekarsari dirintis dari skala kecil. Kala itu, Ida yang merasa bosan dengan kesehariannya yang itu-itu saja setelah resign dari pekerjaannya karena menikah, mencoba berjualan emping melinjo dari pasar ke pasar. Berkat ketekunannya, bisnis emping melinjonya kian besar dan menggandeng 100-an UKM untuk dibantu pemasarannya melalui Roemah Snack Mekarsari.
Pada tahun 2005, usahanya merambah ke keripik pisang. Usaha ini terus dijalani dengan gigih hingga membawa hasil yang lebih besar. Kini, omsetnya mencapai 10 ton snack per hari. Dengan kebutuhan pasar yang semakin besar, Ida tidak bisa mengandalkan pasokan pisang dari pengepul saja. Akhirnya, ia bekerja sama dengan petani pemilik lahan kosong untuk ditanami pisang. Bisnis ini ternyata juga bermanfaat bagi lingkungan. Lahan yang kosong dan tidak subur diberdayakan kembali. Limbah kulit pisang dijadikan makanan ternak. Limbah bonggol pisang bisa dijadikan kompos. Tak heran jika Ida dianugerahi The Green Enterpreneur Wirausaha Wanita Femina-Mandiri dan Pemenang 1 Wirausaha Wanita Femina-Mandiri pada tahun 2012.
“Together We Can Do More“, ujar wanita yang juga meraih penghargaan Ernst & Young dan Perempuan Inspiratif Nova itu. Itulah filosofi bisnis Roemah Snack Mekarsari. Dengan kebersamaan, kita dapat melakukan hal yang hasilnya lebih besar. Semua pihak dirangkul, sehingga banyak yang merasakan manfaat hadirnya Mekarsari. Ratusan UKM, petani, peternak, karyawan, reseller, sampai orang-orang yang membutuhkan.

Gobana, Super Size Banana Chips
Gobana adalah produk keripik pisang hasil diversifikasi dari produk pendahulunya Go Banano yang khusus untuk dijual online. Go Banano sudah terlebih dahulu didistribusikan secara offline baik di berbagai supermarket dalam negeri hingga mancanegara.
Dahsyatnya, sebelum launch produk baru Gobana ini, tim Roemah Snack Mekarsari sudah melakukan promosi penjaringan agen dan distributor. Hasilnya pun tak mengecewakan. Terbukti sudah ada orderan 10.000 pcs keripik pisang Gobana hanya dalam waktu seminggu buka order.


Kita bisa mendapatkan satu pack Gobana dengan kocek sekecil Rp. 15.000. Lalu apa saja keistimewaan Gobana, yang diluncurkan di awal tahun 2016 ini? Berikut detailnya.
1. Super Size Banana
“Is this really Banana?” tanya penduduk Arab takjub.
“Yes, this is making of supersize banana.” Jelas Ida saat mengunjungi jazirah Arab, dengan gaya bahasa Inggrisnya yang salah paham. Gue salah, Lo paham. Begitu candanya.
Ya, titik keunikan produk Gobana adalah pada ukuran keripiknya yang super besar. Mengapa bisa besar sekali? Karena Gobana menggunakan pisang agung alias pisang tanduk. Alasan menggunakan pisang super besar ini bukan cuma untuk menunjukkan pada konsumen bahwa keripik pisang Gobana berbeda dari keripik pisang yang lainnya. Hal ini juga didasari atas kepedulian terhadap lingkungan. Ida melihat pisang agung yang ketersediaannya melimpah tanpa mengenal musim sering dibuang karena kebutuhannya musiman. Kata petani, pisang agung itu hanya laku saat perayaan lebaran, maulud nabi, atau selama bulan puasa. Diluar bulan perayaan itu, pisang dibuang-buang sehingga mubadzir. Oleh karena itu muncullah ide memanfaatkan pisang yang tak disayang ini agar naik kelas dan disukai orang banyak. Ida mengubahnya menjadi keripik pisang dengan selling point ukuran raksasanya.

2. Kemasan Pun Dapat Bercerita
Desain kemasan Gobana begitu atraktif dan menarik. Gobana membidik pasar online, yang tentunya didominasi oleh anak muda atau usia produktif. Oleh karena itu, desainnya dibuat eye catching bagi anak muda. Dengan kata lain: gaul. Tampak ilustrasi grafis pisang seperti gambar kartun yang pasti disukai remaja. Ilustrasi tersebut menunjukkan pisang yang berukuran besar. Desain ini tidak main-main karena melibatkan konsultan.
Gobana mudah dikenali dengan berbagai atribut khasnya yang menempel pada kemasan. Terdapat nama Roemah Snack Mekarsari sebagai nama produsennya. Tulisan Gobana dengan logo ® yang berarti telah terdaftar (registered). Varian rasa di pojok kiri atas mudah dikenali, sehingga memperkecil risiko tertukar. Tertukar orderan, tertukar dengan teman, atau tertukar apapun karena salah ambil.
Bagian pojok kanan bawah terdapat kandungan gizi dan berat bersihnya. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan gizi ini tidak asal diisi, melainkan berdasarkan penelitian yang dilakukan lembaga yang kompeten seperti Sucofindo. Tampak pada tabel terdapat berapa kandungan kalori per sajiannya, juga total lemak, karbohidrat, protein, kalium, kalsium. Dan yang tak kalah menarik, keripik pisang Gobana ini mengandung vitamin B6 yang cukup tinggi. Mampu mencukupi kebutuhan harian kita hingga 70%.
Dari segi keamanan pangan, Gobana sudah terjamin. Gobana memiliki izin P-IRT dari dinas kesehatan, serta mengantongi sertifikat halal dari MUI. Jika kita ragu dengan komposisinya, kita bisa menilik bahan apa saja yang dipakai. Itu tercantum di bagian kiri bawah kemasan. Tenang saja, semua bahan aman dimakan dan terbuat dari kualitas premium. Umur simpannya juga sudah ditentukan. Kita bisa melihatnya di bagian bawah kemasan.
Jangan lupa membuang kemasan yang kosong ke tempat sampah. Anjuran ini terlihat dari logo yang tercantum di bagian bawah. Yang bikin bangga, Gobana ini asli buatan Indonesia. Logo 100% Indonesia akan membuat kita dan bangsa asing tahu kalau ini buatan Indonesia.
Sebelum membuka kemasan, kita diperintah untuk menyobek atau menggunting di bagian tertentu. Hal ini sudah ditandai dengan garis putus-putus yang ada guntingnya. Saat belum habis, kita diperintah lagi, “Tutup ulang di sini.” Tutup kembali bukan dengan karet, ya. Kita tinggal merapatkan zip lock-nya.

3. Kemasan Eksklusif, Inovatif, Solutif
Kemasan Gobana adalah kemasan yang eksklusif dan inovatif dengan bahan dasar alumunium foil. Alumunium foil memiliki kerapatan pori-pori yang lebih tinggi dibandingkan kemasan plastik PP. Jika plastik PP yang memiliki pori-pori besar umur simpannya 3-4 bulan, maka dengan pori-pori yang lebih kecil, alumunium foil membantu memperpanjang umur simpan hingga 1 tahun. Meski kemasannya terbuat dari alumunium foil, bagian pembukanya mudah disobek.
Selain itu, kemasan Gobana ini merupakan kemasan solutif. Selain karena memperlama masa simpan, juga terdapat zip lock yang mempermudah kita untuk menyimpannya kembali tanpa takut melempem.

4. Punya 8 Varian Unik
Sebelum dilaunching ke pasaran, Ida melakukan survei terlebih dahulu selama 2 bulan untuk menentukan rasa yang akan dikeluarkan. Meskipun segmentasi pasarnya berbeda (online vs offline), varian rasa Gobana tidak serta merta sama dengan Go Banano. Varian rasa Gobana dibuat berbeda dari Go Banano, bahkan dari keripik pisang lainnya yang sama-sama dijual online.
Survei rasa yang dilakukan cukup sederhana. Semua keripik pisang yang dijual online dicermati rasanya oleh Ida. Kemudian dari situlah tercetus rasa yang benar-benar baru, seperti D’Sambal Petir, D’Rujak, dll. Walau survei pasarnya sederhana, peracikan resepnya butuh sedetail mungkin hingga dapat menciptakan cita rasa unik namun tetap nampol!
Bahan baku serta bumbu-bumbunya berasal dari pilihan terbaik. Ini merupakan tanggung jawab moral Ida Widyastuti sebagai pencipta resep keripik pisang Gobana sendiri. Keripik pisangnya tidak boleh menimbulkan masalah kesehatan bagi pelanggannya. Yang dijadikan tester pertama kali adalah anaknya. Misalnya Classic Caramel Durian tidak enak, berarti kurang terasa duriannya. Hot Spicy cuma terasa pedas doank, kurang terasa cabenya, maka diperbaikilah racikannya. Jika anaknya baik-baik saja, tidak sakit perut, tidak mencret maka racikan bumbu keripik pisangnya aman. Kita simak yuk, kedelapan macam rasa keripik pisang Gobana.
Pisang D’Sambal PETIR

Ida ingin menciptakan tradisi yang baru dalam memakan keripik pisang. Biasanya kalau pakai sambal itu keripik singkong, keripik kentang, kali ini adalah keripik pisang. Tradisinya tetap tradisi Indonesia.
Keripik pisang dalam kemasan varian D’Sambal Petir ini memiliki rasa yang gurih. Di dalam kemasannya terdapat satu sachet sambal petir. Sambal ini dapat dicocol dengan keripik pisangnya. Mendengar kata petir sudah terbayang ya bagaimana lecutan petir yang pedih menggigit. Yup, sambal petir sendiri adalah sambal yang pedasnya di atas rata-rata. Roemah Snack Mekarsari juga memproduksi sambal dengan merek “Jeng Ida”. Diantaranya sambal bawang dan sambal petir. Sambal bawang ini pedasnya biasa. Sedangkan sambal petir level pedasnya lebih tinggi lagi.
Kalau mau makan rame-rame sambel petir ini bisa dituang di lepek, kemudian dibuat rebutan deh, nyocolnya. Seru, kan? Nah, kalau lagi makan sendirian tak perlu repot-repot cari piring atau lepek untuk menuang sambalnya. Cukup gunting kemasan sachet sambal. Celupkan keripik pisang langsung ke dalamnya.
Oh, ya ternyata kalau diperhatikan, tanggal kadaluarsa keripik pisang dengan sambalnya itu berbeda, meski dalam satu kemasan. Berarti penentuan tanggalnya tidak asal dan main tebak saja. Pasti ini berdasarkan penelitian umur simpan terlebih dahulu.

Pisang D’Rujak

Varian Pisang D’Rujak terbuat dari keripik pisang yang dibalur bumbu rujak, kemudian digoreng lagi. Rasanya gurih pedas manis. Persis bumbu rujak manis. Karamel gula dan potongan kulit cabenya masih terlihat, lho. Sayang umurnya tidak awet. Begitu dibuka langsung habis. Nggak bisa ngerem makan soalnya. Hehehe.

Japanese Green Tea

Biasanya jika aku menghadapi yang namanya Japanese green tea sudah eneg duluan. Aku nggak suka rasa pahitnya. Bahkan untuk perasa di makanan tertentu udah bikin mual-mual. Tapi untuk rasa green tea di keripik pisang Gobana ini tidak. Bisa aku telan lho. Rasanya manis, dan khas Japanese Green Tea-nya masih terasa banget.
Varian Japanese Green Tea ini adalah varian terlaris ke-3 setelah varian Pisang D’Sambal Petir dan Pisang D’Rujak. Rasa teh hijaunya bukan berasal dari perisa, melainkan bubuk teh hijau asli. Kualitasnya pun premium. Bayangkan, per kilo bubuk teh hijaunya saja seharga Rp.640 ribu. Wow! Jadi dijamin puas deh dengan rasa yang satu ini.

Cheese

Rasa pisang keju yang satu ini benar-benar terasa kejunya. Bumbu kejunya tidak 100% cheese yang terasa asin. Ada rasa susu dan sedikiiit manis. Lebih dominan ke gurih. Ternyata memang dalam racikannya ditambahkan milk powder.
Choco Banana

Keripik pisang Gobana varian Choco Banana adalah keripik pisang yang bertabur bubuk cokelat. Enak, kok. Ini favorit anakku.
Classic Caramel Chocalate

Rasanya memang sama dengan Gobana Choco Banana. Sama-sama cokelat. Tapi ini cokelatnya tidak berupa bubuk, tetapi dicampur karamel. Terlihat, kan kilat-kilat karamel cokelat klasik yang menggoda? Menurut lidah saya, Classic Caramel Chocolate ini lebih enak dan memuaskan dibanding Choco Banana.
Classic Caramel Durian

Beli keripik pisang bonus durian cuma ada di Gobana rasa Classic Caramel Durian. Masih dengan karamel tentunya ada kesan lengket-lengket sedikit antar kepingnya. Varian karamel durian ini terasa banget duriannya, selain rasa manisnya. Jangan salah. Lagi-lagi keripik pisang yang satu ini benar-benar premium karena tidak memakai perisa. Rasa duriannya berasal dari pasta durian yang sangat kental. Pasta durian ini berbeda dengan perisa yang sangat encer karena konsistensinya kental. Oleh karena itu, harga pastanya pun mahal. Satu liter pasta durian bisa mencapai 150 ribu rupiah. Tapi jangan khawatir. Harga Gobana varian apapun tetap sama, kok.
Hot Spicy

Hot Spicy adalah varian keriping pisang yang terdapat baluran bumbu pedasnya. Namun, tak hanya pedas, bumbunya terasa aroma cabenya. Lagi-lagi di sinilah letak keunikan Gobana yag selalu mengedepankan kualitas. Selain bumbu tabur pedas, Hot Spicy juga dicampur dengan bubuk cabe kering.Â
5. Always Fresh From The Oven
Jika kita membeli keripik pisang Gobana, jangan khawatir mendapat stok lama. Roemah Snack Mekarsari tidak pernah menimbun keripik pisangnya dalam jumlah banyak. Keripik pisang Gobana selalu baru setiap harinya. Dalam sehari produksi beberapa ribu pack langsung habis diorder. Sehingga besoknya pasti produksi yang baru lagi.
6. Kualitas Ekspor
Roemah Snack Mekarsari sudah berpengalaman memproduksi keripik pisang selama lebih dari 10 tahun. Selama itu pula keripik pisang hasil produksinya selalu terjaga kualitas dan cita rasanya. Bukan pasar dalam negeri saja yang suka. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga suka. Bahkan keripik pisang produksi Mekarsari sudah melanglang buana hingga Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Bahrain, dan Saudi Arabia.
7. Demi Kepedulian Sosial
Selain rasanya yang enak, kita bisa memperoleh pahala, lho dengan membeli keripik pisang Gobana. Roemah Snack Mekarsari mengadakan program “Sharing, Caring, and Loving”. Dalam program tersebut, sebanyak Rp. 200 akan disumbangkan untuk ibu melahirkan dan anak yatim Indonesia. Jika kita tidak sempat sedekah, walau kecil-kecilan, dengan membeli Gobana kita sudah berperan dalam kepedulian sosial.
Ida menolak jika program ini disebut CSR (Corporate Social Responsibility). Program CSR biasanya diadakan sewaktu-waktu. Namun Program Sharing, Caring, and Loving ini diadakan selamanya tak mengenal batas waktu. Memang nominal terlihat kecil untuk satu pack-nya. Tapi jika dalam jumlah banyak, misalnya 10.000 pcs menjadi berati juga kan untuk disumbangkan?
Ide awal program ini adalah dari pengalaman Ida sendiri. Ia terketuk hatinya saat berjumpa dengan ibu yang baru melahirkan namun tidak bisa pulang karena belum membayar biaya persalinannya. Selain itu, ini merupakan dorongan untuk mensejahterakan ibu bersalin yang tidak mampu. Sebabnya, ibu kandung Ida meninggal saat melahirkan dirinya sehingga sampai saat ini Ida tidak tahu bagaimana wajah ibunya.
Penyaluran dana sosial ini tidak diserahkan pada yayasan lain. Ida sendirilah yang memantau keluar masuknya kas, tidak boleh ada data yang menyimpang sehingga bisa dipertanggungjawabkan. The Great Team of Gobana berhak mengajukan penggunaan kas sosial. Kemudian dilakukan survei akan kebenarannya. Jika benar, maka dana langsung disalurkan untuk ibu bersalin yang tidak mampu. Sementara untuk anak yatim, dana sosial digunakan untuk memberdayakan mereka.
8. Ada Peluang Usahanya

Jika sudah keranjingan Gobana, kita juga bisa lho mengambil peluang usahanya. Daripada duit didiamkan sebagai deposito. Paling kan bunga deposito tuh kecil sekitar 1% per bulan. Mending duitnya kita putar buat usaha. Keuntungan perbulannya sangat lebih dibanding bunga deposito.
Saat ini Gobana menerima reseller, agen bahkan distributor center. Syaratnya mudah, cuma perlu stok order mulai 50 pcs. Banyak keuntungan yang didapat. Tingkat agen misalnya. Agen hanya perlu order sebanyak 100 pcs, dapat spanduk gratis berukuran 2×1 meter. Juga dapat paket snack Makaroni Rendam 3 rasa serta satu paket keripik singkong 2 rasa. Paket snack gratis ini untuk kita cicipi dulu, siapa tahu bisa kita jual juga kalau cocok dengan rasanya. Bisa nambah pundi-pundi lagi, deh.
Seluruh reseller, agen, dan distributor berhak mendapat Family Card yang menandakan kita termasuk The Great Team of Gobana. Hal ini berarti kita adalah satu keluarga. Jadi tidak sekadar partner kerja saja. Lebih menarik lagi, kita juga memperoleh member card Roemah Snack Mekarsari yang bisa kita gunakan untuk membeli snack di sana dengan diskon khusus.
Menjadi distributor lebih istimewa lagi. Selain diskonnya paling besar, kita juga mendapat iklan gratis melalui semua sosial media milik Roemah Snack Mekarsari. Selain itu kita juga dipromokan melalui radio, media cetak, dan disebutkan dalam event-event yang diikuti Mekarsari.
Selama 3 bulan ke depan (Februari, Maret, April 2016) ada program Gobana Go to Malaysia, Gobana Go to Singapore, dan Gobana Go to Thailand. Bonus jalan-jalan ini khusus untuk agen dan distributor yang mencapai target penjualan tertentu. Perhitungannya merupakan akumulasi selama 3 bulan tersebut. Nah, untuk penjelasan syarat, ketentuan serta keuntungan menjadi reseller, agen, dan distributor Gobana bisa langsung cek ke website resmi Gobana ya.

Selesai menjelaskan tentang Gobana, Ida Widyastuti meresmikan peluncurannya. Peresmiannya bukan dengan pita, melainkan dengan unjuk gigi alias gigitan pertama yang dinikmati oleh Ida sendiri bersama teman-teman yang hadir. Sembari melewati sesi tanya jawab, kita disuguhi tester 8 varian unik keripik pisang Gobana. Beruntung banget deh, jadi tester pertama yang bisa mengenalkan uniknya rasa keripik pisang Gobana. Dengan demikian, aku bisa menularkan demam Gobana ini ke anggota keluarga. Kamu juga tertarik?




