Alergi Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mencegahnya
Sinar mentari yang mengelitik kulit tak menghalangi sekumpulan bocah itu bermain tali karet saat istirahat sekolah. Mereka bergantian melompati tali karet itu semakin lama semakin ditinggikan. Seorang bocah mungil yang tampak paling kecil di antara mereka, berdiri di dekat situ. Ia sibuk mengamati teman-temannya berlari kemudian melompat. Sesekali ia menyeka hidungnya yang berair dengan sapu tangannya. Dari matanya tampak berharap, kapan giliranku?
“Kamu boleh ikut bermain. Tapi kamu berdiri di sini saja ya, jadi anak bawang. Kamu masih kecil belum bisa lompat tinggi. Nanti kalau sudah ada yang kalah kamu bisa menggantikannya.” ujar salah satu anak.
Bocah yang paling kecil itu pun mengangguk. Tetap bersabar menunggu gilirannya yang tak pernah didapat hingga bel masuk berbunyi.
Kini bocah yang paling kecil itu tumbuh dewasa, memiliki dua orang anak. Itulah saya. Dulu saya merasa bocah yang tidak bisa tumbuh karena paling kecil di antara teman-teman. Kemudian saat mendengarkan paparan tentang alergi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak di acara talkshow #NutriTalk, saya berpikiran, apa memang benar ada hubungannya dengan tubuh saya yang mini? Apalagi jika anak alergi mengonsumsi obat steroid yang dapat mengahambat pertumbuhan lempeng tulang. Dipikir-pikir saya tidak pernah mengonsumsi obat alergi secara terus-menerus. Usut punya usut ternyata saya memiliki usia 2-3 tahun lebih muda dibanding teman sekelas, sehingga wajar jika dulu ukuran tubuh saya lebih kecil dibanding mereka. Syukurlah.
Acara talkshow #NutriTalk yang dihelat pada Kamis, 31 Maret 2016 di J.W Marriott Surabaya itu membahas detil tentang alergi, khususnya tentang manajemen alergi protein susu sapi dan dampak alergi pada tumbuh kembang anak. Acara itu dipandu oleh dr. Lula Kamal dan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K) – Ahli Alergi Imunologi , Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga RSU Dr. Soetomo dan Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) – Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo.

Sebelum acara talkshow dimulai, saya bermain-main dulu di beberapa booth. Booth-booth ini mengajak pengunjung mengenali dulu alergi sebagai seluk-beluk pengetahuan awal tentang alergi.
Booth Alergi Anak
Di sini saya diperkenalkan dengan suatu website interaktif mengenai alergi. Saya langsung loading ke www.alergianak.com lalu mengisi kuisioner. Pertanyaan itu berhubungan dengan diagnosis alergi, misalnya seberapa besar risiko alergi saya, atau bagaimana gejala alergi yang saya alami. Hasilnya dapat diterima via email.

Booth Allergy Care
Di sini dijelaskan sedikit seputar alergi. Seberapa besar persentase risiko seseorang terkena alergi juga macam-macam alergi. Ternyata 1 dari 25 anak memiliki risiko terkena alergi. Penjelasan lebih detail nanti di acara.

Photo Booth Kenali Gejala Alergi Susu Sapi
Saya lagi-lagi mengisi kuisioner. Kali ini langsung di layar komputer seukuran televisi yang bisa touchscreen, misalnya apa orang tua punya alergi, alergi yang dimiliki seperti apa, dll. Setelah kuisioner selesai, saya pun mengambil gambar (foto). Kemudian ada pilihan mau alergi apa. Saya memilih kulit berbintik dan hidung berair. Jadilah foto before dan after saat terkena alergi.


Booth Play Ground
Ini khusus area anak-anak bermain. Kita bisa mengukur tinggi anak, menimbang berat badannya, dan disediakan kursi bagi anak-anak.

Booth 1000 Hari Pertama Kehidupan
Di booth 1000 hari pertama kehidupan ini, saya diminta untuk memutar roda undian. Setelah roda berhenti ada anak panah yang menunjuk kategori-kategori tertentu. Saya diberi pertanyaan yang berhubungan dengan kategori itu. Kebetulan saya dapat pertanyaan yang berhubungan dengan anak. Jika pertanyaan tersebut berhasil dijawab, saya mendapat hadiah kartu 1000 hari pertama kehidupan.

Kemudian saya mendapat penjelasan bagaimana 1000 hari pertama kehidupan itu. Ternyata 1000 hari pertama kehidupan itu dihitung sejak bayi berada dalam kandungan, yaitu:
270 hari kehamilan + 365 hari tahun pertama + 365 hari tahun kedua = 1000 hari
Mengapa sangat penting? Dalam 1000 hari pertama kehidupan, anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, termasuk otak, saluran cerna, dan imunitasnya. Oleh karena itu, diperlukan nutrisi yang tepat untuk menunjang kebutuhannya. Jangan kita lewatkan kesempatan ini karena tidak dapat terulang kembali.
Mission Complete!
Saya sudah menyelesaikan 3 booth penting dalam bermain menyusuri ilmu alergi. Sekarang saatnya saya menimba ilmu yang sebenarnya dari ahlinya.
Tentang Alergi

Pembahasan alergi awal, dibawakan oleh Dr. dr. Anang Endaryanto Sp.A(K). Beliau menjelaskan bahwa alergi merupakan reaksi tubuh yang menyimpang terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan masing-masing individu bisa berbeda sehingga ada seseorang yang sensitif berlebihan terhadap protein asing, sementara orang lain tidak apa. Zat asing yang bisa menyebabkan alergi itu bisa berupa makanan, debu, atau bulu binatang.
Meski alergi selama ini dianggap penyakit yang biasa-biasa saja, ternyata alergi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena angka kejadiannya meningkat akhir-akhir ini. Selain itu, alergi dapat merugikan tumbuh kembang anak. Yang terpenting untuk perlu diketahui, alergi ini adalah bakat yang diturunkan dari orang tua.
“Alergi harus diketahui sejak dini karena dampaknya akan kompleks. Alergen masuk ke kulit yang terbuka bisa menyebabkan asma dan pilek ke depannya. Jangan sampai ada eksim yang bablas sampai asma. Alergi kalau diturunkan secara genetik tidak bisa sembuh. Tapi zaman sekarang seberat apapun bisa sembuh dengan proses yang menyengsarakan.” ujar dr. Anang.
dr. Anang juga menjelaskan bahwa alergi dapat dideteksi dini melalui 3 cara, yaitu:
1. Identifikasi bayi alergi atau tidak secara pasti
Kita wajib mengenali risiko anak kita apakah bakat alergi atau tidak. Jika orang tua maupun saudara si kecil tidak memiliki alergi maka risiko terkena alergi sangat kecil. Persentase risiko tersebut semakin besar jika ada keluarga yang terkena alergi. Kita bisa menggunakan kartu deteksi dini UKK alergi imunologi IDAI untuk mengetahui risiko bayi kita. Apakah anak kita berisiko 1/12 terhadap alergi? Ataukah anak kita sudah termasuk dalam 1/25 anak yang sudah mengalami alergi? Jika anak berisiko tinggi segera temui tenaga kesehatan untuk mencegah dan menangani alerginya.

Saya mencoba menghitung risiko alergi anak kedua saya yang masih 1 tahunan menggunakan kartu deteksi dini risiko alergi. Saya sebagai ibunya positif memiliki alergi karena sudah pernah tes alergi dan dokter menyatakan saya terkena alergi berbagai makanan dan debu. Jadi saya isikan nilai 2 pada kolom ibu. Ayah si kecil sepertinya selalu pilek jika terkena debu, sehingga ini dicurigai memiliki alergi. Karena belum pernah memastikan ke dokter, maka saya mengisikan nilai 1 di kolom ayah. Kakaknya, setiap minum susu sapi secara terus menerus kulitnya mesti berbintik kemerahan, jika terkena debu badannya pun gatal-gatal kemerahan. Namun, saya belum memeriksakannya. Jadi kakaknya masih diduga terkena alergi sehingga saya isikan nilai 1 di kolom saudara kandung. Saya jumlahkan semuanya hingga diperoleh nilai 4. Maka, risiko alergi anak kedua saya itu tinggi sehingga perlu segera mengonsultasikan ke dokter tentang alerginya.

2. Kenali Jenis Alergi dan Gejalanya
Alergi selalu disebabkan oleh 3 jenis zat asing, yaitu makanan (susu sapi, kacang-kacangan, seafood, telur, gandum, dan ikan); debu rumah; dan bulu binatang. Kita bisa menandai, anak kita bereaksi seperti alergi apakah setelah memakan sesuatu, menyentuh sesuatu atau menggendong binatang.

Selain penyebab, kadang ada seseorang yang kumat alerginya karena AC. Sebenarnya salah kaprah jika kita menyebut AC atau pendingin ruangan yang menyebabkan alergi. Yang benar adalah suhu dingin sebagai pencetus alergi. Ngomong-ngomong soal pencetus, pencetus alergi ini bisa berupa fisik dan psikis. Pencetus fisik ini misalnya kedinginan, kepanasan, sakit flu, atau habis berlarian. Sedangkan secara psikis, pencetusnya bisa berupa tangisan, ketakutan, atau marah.
Kadang ada reaksi alergi yang berupa pilek seperti sedang flu. Jika anak kita pilek tidak kunjung berhenti, kita patut mencurigai anak ini sedang alergi. Namun, kita wajib tahu juga apakah pilek itu memang karena alergi atau infeksi. Bagaimana caranya? Alergi itu tidak terjadi pada siang secara dominan, tidak disertai demam, dan jika ada riak atau ingus tidak kental atau berwarna. Jika ada gejala salah satunya, maka pilek itu adalah karena infeksi virus bukan alergi.

3. Kontrol Alergi
Jika kita telah mencurigai suatu alergen sebagai penyebab alergi, maka kita bisa mengontrol alergi melalui tes provokasi eliminasi. Misalnya alergi terhadap makanan yang dicurigai, si anak harus menghindari makan makanan alergen itu (eliminasi) selama waktu tertentu misal 2-3 minggu. Setelah itu lanjutkan dengan diet provokasi dengan mengonsumsi makanan tersebut selama 7 hari berturut-turut. Jika masih timbul alergi, makanan tersebut harus dihindarkan sampai sembuh. Cara tes kesembuhannya pun sama, dengan melakukan diet provokasi selama 7 hari.
Begitupun dengan bulu binatang jangan adakan kontak dengan binatang selama 6 bulan, lalu adakan provokasi. Sedangkan debu rumah tidak mungkin kita hindari (eliminasi).
Kita juga bisa mengetahui jenis alergi secara medis dengan scratch test atau skin prick test. Caranya, lengan penderita alergi digores-gores dan diberi alergen, jika timbul reaksi membengkak (bentol-bentol), maka dia alergi terhadap alergen itu.

Alergi Susu Sapi
Alergi susu sapi ini perlu dideteksi dan ditangani lebih dini. Mengapa? Karena #AlergiProteinSusuSapi adalah biangnya segala alergi. Anak yang mengalami alergi susu sapi, maka memiliki risiko untuk:
- Asma alergi (71% )
- Pilek alergi (84%)
- Eksim (76%)
- Alergi debu rumah (81%)
Gejala alergi susu sapi ini bisa berupa diare, kolik, biduren, dermatitis atopik, asma, rhinitis (pilek), atau anafilaksis. Rhinitis adalah gejala yang paling mengganggu perkembangan. Sedangkan anafilaksis merupakan alergi yang sangat akut sehingga bisa mengancam jiwa. Gejala-gejala alergi ini sangat mengganggu anak dalam tumbuh kembangnya, sehingga segera lakukan diagnosis terhadap alergi ini. Kita bisa menelusuri riwayat perjalanan penyakit si kecil, mencatat makanan sehari-hari, uji alergi, dan uji eliminasi provokasi. Khusus diet eliminasi susu sapi ini lakukan selama 3-4 bulan.

Dampak Alergi pada Tumbuh Kembang Anak

Selanjutnya, Dr. dr Ahmad Suryawan Sp.A(K) menjelaskan tentang dampak alergi pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang memiliki alergi akan terganggu pertumbuhan berat badannya, tingginya, serta lingkar kepalanya. Selain itu, menurut dr. Ahmad Suryawan perkembangan motorik, kemampuan bicara, penglihatan, pendengaran, dan emosi sosialnya juga bisa terganggu.
Mengapa alergi bisa mengganggu? Hal ini bisa dilihat dari 4 sebab, yaitu:
1. Dampak Perjalanan Alami Kondisi Alergi
Jika anak alergi terhadap suatu makanan, maka dia akan menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi. Makanan penyebab alergi ini umumnya berupa protein. Sedangkan protein adalah zat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Bayangkan jika anak tidak boleh memakan ikan, makanan laut, susu, telur yang gizinya sangat baik. Jika sedikit-sedikit tidak boleh makan, apa yang menjadi nutrisinya? Jadi, bukan tidak mungkin pertumbuhan dan perkembangan si anak bisa terganggu.
“Alergi itu bisa hilang dan timbul sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Untuk menghindarinya anak tidak boleh makan makanan penyebab alergi. Jika seorang anak sudah pantang terhadap sesuatu, dia akan menjadi takut makan makanan tertentu, dan dampaknya bisa kekurangan gizi. Inilah yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.” tutur dr. Ahmad Suryawan.
2. Efek samping obat-obatan
Jika alergi ringan, obatnya tidak terlalu keras. Paling tidak efeknya mengantuk, rewel, sulit makan. Tapi mengganggu juga bukan? Nah, bayangkan jika alerginya berat, harus diberi obat yang lebih keras pula. Dampaknya pun juga berat. Semisal steroid yang paling dihindari di dunia kesehatan. Obat-obatan jenis kortikosteroid itu bisa berefek pada pertumbuhan lempeng tulang anak. Anak menjadi tidak tumbuh.
3. Kondisi kronis
Alergi yang paling mengganggu pertumbuhan anak adalah alergi susu sapi. Pertumbuhan seperti berat badan dan tinggi badan bisa terganggu secara ringan sampai berat. Awalnya berat badan sangat sulit untuk bertambah. Jika alergi sudah kronis maka pertumbuhan tinggi badan juga terganggu.
Alergi yang sudah tingkat kronis berkepanjangan akan sangat mengganggu anak. Anak menjadi terganggu pola tidurnya serta aktivitasnya. Dengan demikian akan berdampak juga pada terganggunya perkembangan, pertumbuhan dan emosi anak. Jika sudah terganggu demikian, anak bisa stres. Hal ini bisa berdampak pada prestasi di sekolahnya, sehingga orang tua pun bisa ikut stres. Pada anak usia dini, perkembangan seperti kemampuan bicara, motorik, pendengaran, penglihatan, dan emosinya bisa mengalami keterlambatan. Alergi yang paling mengganggu perkembangan ini adalah rhinitis alergica yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat.
4. Aspek lingkungan
Anak yang sudah terganggu pertumbuhan dan perkembangannya bisa jadi menjadi korban bullying teman-temannya. Anak pun hidup dengan lingkungan yang stres.
Pencegahan Alergi
Ternyata alergi yang biasa dianggap sepele bisa berdampak kompleks ya terhadap anak? Baik terhadap kesehatannya, pertumbuhannya, bahkan juga perkembangannya. Namun, jangan khawatir, kita bisa melakukan pencegahan terjadinya alergi ini.
Memberi ASI Eksklusif Selama 6 bulan
Dalam ASI terdapat probiotik. Probiotik dalam ASI ini akan membantu usus bayi untuk tahan terhadap zat-zat asing penyebab alergi. Namun, ada kondisi dimana ibu tidak meungkin memberi ASI eksklusif. Untuk menjaga nutrisinya, diperlukan intervensi susu formula. Nah, agar memperkecil risiko alergi susu sapi, kita bisa memilih:
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis parsial. Susu formula ini berasal dari susu sapi yang kandungan proteinnya diproses sedemikian rupa sehingga panjang protein lebih pendek dan gampang dicerna. Susu ini diberikan pada anak yang belum muncul alerginya, dengan tujuan tubuh dapat mengenali protein sehingga sudah familiar dengan alergen itu. Harapannya jika suatu saat si anak minum susu dia tidak menjadi alergi.
- Susu formula protein susu sapi terhidrolisis sempurna. Susu ini diberikan untuk anak yang positif megalami alergi. Susu ini lebih aman karena proteinnya sudah mengalami hidrolisis ekstensif sehingga tidak mengandung alergen sama sekali.
- Susu formula soya. Ada kalanya anak sudah tidak toleran terhadap susu sapi walaupun sudah terhidrolisis proteinnya. Alternatifnya, kita bisa memberinya susu dari isolat protein soya. Susu ini memberi rasa yang sama enak dan gizi yang sama pula, namun harganya lebih murah sehingga penambahan berat badan, tinggi badan, kadar protein dan mineralisasi tulang bisa berjalan normal. Jangan khawatir terhadap dampak susu kedelai yang katanya bagi anak laki-laki akan menyebabkan sifat kewanitaannya muncul. Susu formula soya ini sudah diproses dalam bentuk isolat sehingga mengurangi risiko tersebut.
Memilih persalinan spontan
Jika ibu bersalin secara spontan pervaginam, flora normal yang ada pada ibu akan memasuki tubuh bayi. Probiotik ini akan melindungi tubuh bayi dan meningkatkan ketahanan terhadap alergen. Selain itu, juga akan mempengaruhi neurotransmitter bayi sehingga berdampak positif pada emosi dan perilakunya. Neurotransmitter adalah zat kimiawi yang mengantarkan informasi dari satu sel otak ke sel otak yang lain. Neurotransmitter ini juga berhubungan dengan mikrobiota yang didapat si bayi. Jika bayi lahir pervaginam, mikrobiota si bayi sama dengan mikrobiota ibunya, neurotransmitter si bayi sama dengan neurotransmitter ibunya sehingga persentase bayi yang dilahirkan melalui vagina akan lebih menurut.
Kenali risiko dan gejala alergi sejak dini
Sejak awal kenali risikonya, waspada dengan jenis-jenis gejala alergi dan penyebabnya.
Deteksi pola pertumbuhan dan perkembangan anak
Selalu catat dan amati data pertumbuhan dan perkembangan anak. Bukan hanya berat badan, tetapi juga tinggi, lingkar kepala, perkembangan emosi, dan perilakunya.
Konsultasi dengan para ahli dan dokter
Berkonsultasilah dengan dokter ahli, yakni dokter alergi, tumbuh kembang anak, nutrisi, dan psikolog anak jika dirasa perlu.

Acara ini pun ditutup dengan pengabadian foto launching Kartu Deteksi Dini Alergi IDAI. Beruntung sekali saya memiliki kesempatan untuk hadir dalam acara NutriTalk yang diadakan oleh Sari Husada Nutrisi Untuk Bangsa. Saya jadi lebih siap menangani anak saya yang memang alergi susu sapi. Dan jangan terlalu enteng membiarkannya.
Kue Lumpur
Kenangan saat kecil semakin tua, semakin banyak yang terhapus. Kecuali kenangan yang sangat mengesankan. Setelah dewasa, aku menjadi heran, kok bisa ya aku bertingkah seperti itu. Masa kecil memang penuh khayalan dan ide aktivitas timbul dengan sendirinya. Oleh karena itu, jika punya anak kecil ada tingkahnya yang salah sedikit tak usahlah kita terbawa emosi.
Anak kecil jangan dipukul. Juga jangan dimarahi. Tetapi sebaiknya diluruskan jika adabnya salah. Seperti kisah Umar bin Abu Salamah r.a
Semasa kecil, ketika aku berada dalam pangkuan Rasulullah, aku sering berganti-ganti tangan dalam memegangi mangkuk. Melihat itu, beliau menegurku, “Hai anak, bacalah basmalah. Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang terdekat denganmu.” Semenjak itu, aku selalu demikian ketika makan. (Muttafaqun ‘Alaih)
Inilah kisah kecilku yang tak pernah dimarahi orang tua. Mungkin saking konyolnya.
1. Kue ‘lumpur’
Ini cerita ketika SD. Saat itu menjelang hari raya Idul Fitri. Eyang uti selalu membuat kue kering sendiri dengan oven tangkringnya. Aku pun memperhatikan bagaimana adonan digilas, dicetak, dan disapukan kuning telur.
Kemudian aku ingin mencoba membuat kue juga. Kuambil satu cetakan kue. Kukumpulkan tanah yang agak basah dengan tanganku. Aku membuatnya rata pula dengan tanganku dan kumasukkan ke dalam cetakan. Aku menyempilkan kue tanah buatanku itu ke dalam loyang yang hendak dioven. Entah loyang mana yang terkontaminasi lumpur. Yang jelas semua kue buatan eyang seperti bersih semua, hihihi.
2. Mandi sok mandiri
“Ma, aku mau mandi sendiri ya.”
“Iya boleh.”
Dengan senangnya aku jebar-jebur. Mama menyiapkan seember air besar. Karena untuk mengambil air sendiri ke bak mandi yang tingginya sekepalaku itu aku masih belum sampai. Aku masih TK usia 3 atau 4 tahun.
Setelah puas main air, lalu aku mencari sabun untuk membersihkan badanku. Aku mudah untuk mengambilnya karena sudah tergantung di paku yang ada di dekatku. Dengan yakin aku menuangkannya ke tangan. Kemudian mengoleskannya ke sekujur tubuh. Tak lama kemudian ada rasa aneh pada kulitku. Rasa yang tak biasanya. Panas! Segera kubilas tubuhki dengan air. Ternyata begitu ya rasanya mandi pakai deterjen. Bukan tak sengaja, ga tau gimana jalannya pikiranku kok waktu itu aku pengen merasakan mandi deterjen dibanding sabun mandi yang biasanya.
3. Barang baru jadi jelek
Saat kelas 1 SD aku masih berumur 5 tahun. Aku bersekolah di sekolah mbahku. Beliaulah yang menjadi kepala sekolah. Jadi kalau ada guyonan ‘Emang sekolahnya mbahmu??’ Sekolahnya mbah itu emang nyata ya hahaha.
Karena rumahku ke sekolah itu jauh dan lebih dekat dari rumah mbah, maka aku tinggal bersama mbah. Belum lama menjadi siswa baru mama mengirimkan meja belajar yang bersambung dengan rak buku dan lemari baju ke rumah mbah. Tentu senang bukan main perasaanku.
“Ini lemarinya dinamai ya.” Kata mama kepadaku. Aku pun memperhatikan cara mama menulis. Mama menuliskannya di dalam laci meja belajar lengkap dengan tanggal pembeliannya.
Setelah mama pulang. Aku ingin menuliskan namaku juga persis seperti yang mama tulis. Sret… sret.. sret.. Jadi deh. Jika mama menulis dengan spidol besar, aku menulis dengan spidol kecil. Hasilnya? Disitulah aku menyesal. Tulisanku sangaaat jelek, tidak seperti mama. Lacinya pun jadi jelek.
Mama juga menamai kotak pensilku yang bergambar The Simpsons. Tulisan yang rapi dan kecil. Mama menuliskannya di bagian dalam kotak. Aku pun tak kalah menuliskan namaku di kotak pensilku yang baru itu. Tulisanku besar-besar, mbleber kemana-mana. Ampuuun… Kotakku jadi jelek. Gambar kartunnya jadi tercoreng 🙁
4. Sobekan Tanda Cinta Buku
Sewaktu aku berumur 3 tahun, papa masih menjalankan usaha agensi majalah. Majalah yang aku suka adalah Aku Anak Soleh. Setiap majalah baru datang, aku mengeluarkannya dari amplop. Mencium-cium aromanya adalah favoritku. Kemudian tak lupa aku mencorat-coretnya. Dan ada suatu keinginan merobeknya. Kreeek. Satu sampul majalah sudah lepas dari badannya. Berahlihlah ke majalah yang masih utuh lainnya.
Tiba-tiba papa menghentikan keasyikanku ini. “Wah, jangan Li.” Lalu segera menyingkirkan majalah-majalah ke tempat yang tak bisa kujangkau. Tanpa nada marah satupun.
Mungkin jika papa marah, aku akan trauma terhadap buku. Bisa bayangkan, kan? Ladang bisnisnya dikoyak-koyak? Alhamdulillah sampai sekarang aku sangat suka buku. Aku sering bela-beli buku. Bela-beli ini maksudnya beli banyak buku, baca sekilas, geletakkan. Jarang punya waktu membaca secara mendalam, hahaha. Aku pun sudah menulis beberapa buku yang diterbitkan penerbit mayor. Jika ingat papa, beliau sangat berjasa sekali dalam mendidikku meski bertemu hanya seminggu sekali waktu aku kecil dulu. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.
Menurutmu, mana kenangan masa kecilku yang paling parah?
Kisah Silaturahmi Pengantar Rezeki Emas
Katanya silaturahmi itu membawa rezeki. Ternyata bukan sekadar katanya atau mitos belaka, lho. Hal ini berdasarkan riwayat hadits, salah satunya yang ini.
“Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)
Kebetulan atau sesuatu yang dibetulkan (sudah diatur-Nya) kisahku yang satu ini karena silaturahmi atau bukan, hanya Allah yang tahu. Tentu banyak faktor, dan aku berpikir silaturahmi salah satunya.
Ketika itu, aku sedang hamil. Aku mempersiapkan persalinan sealamiah mungkin tanpa campur tangan medis jika tidak diperlukan. Oleh karenanya aku mencari bidan yang berpengalaman sekaligus dapat menjadi doula persalinan. Aku mencari bidan terdekat, dan yang paling dekat adalah bidan di kota sebelah. Jaraknya lumayan bisa 1-2 jam.
Aku memutuskan untuk home birth, melahirkan di rumah ala primitif alias zaman dulu. Trauma penanganan di rumah sakit waktu kelahiran anak pertama menjadi penyebabnya. Tapi jangan salah. Meski primitif jangan dibayangkan aku bakal bersalin seperti dengan dukun beranak. Tempat persalinan kusiapkan dengan rapi dan bersih. Segala antisipasi kedaruratan juga telah disiapkan seperti infus, mobil, juga packingan tas untuk ke rumah sakit.
Menghubungi bidan tersebut sangat susah meraih kata sepakat untuk bertemu karena jadwalnya sangat padat. Selain bekerja di rumah sakit, beliau juga menangani pasien pribadi yang ingin home birth. Akhirnya kami bertemu juga dan sepakat dengan bidan itu berbulan-bulan sebelum hari H bersalin. Aku masih menyiapkan rencana lain. Rumah sakit mana yang kutuju untuk bersalin jika bidan yang bersangkutan tidak bisa. Aku juga tak lupa memikirkan bagaimana metode mencapai rumah sakit tersebut. Tentu saja aku harus shopping, pilah-pilih dulu rumah sakit mana yang ramah ibu dan bayi. Yang mendukung persalinan normal dulu sebelum tindakan lain, yang mendukung pemberian ASI untuk bayi.
Tibalah hari H yang mana aku mulai merasakan kontraksi lembut, lalu lama-lama menjadi kuat. Berdasarkan pengalaman anak pertama, aku mulai merasakan kontraksi malam hari dan melahirkan esoknya malam hari juga. Jadi jangan terburu-buru ke rumah sakit jika kontraksi belum rapat jeda waktunya.
Kontraksi yang lembut itu dimulai tengah malam. Dan bidan yang sudah janjian denganku itu, tidak bisa menemaniku. Aku pun bersiap-siap menuju rumah sakit. Saat kontraksi menyerang aku bergerak seaktif mungkin agar kepala bayi cepat turun. Saat tidak ada kontraksi rahim aku melanjutkan packing-packing, bersih-bersih. Tak terasa 6 jam lamanya aku tak bisa tidur. Saat itu sudah jam setengah tujuh pagi. Kontraksi pun semakin kuat. Aku menahan diri untuk mengejan. Tapi dorongan itu terlalu kuat, sehingga aku dengan instingku mengejan dengan sendirinya dalam posisi merangkak. Air ketuban pecah, sepertinya kepala bayi mau nongol. Hanya saja masih kutahan sekuat tenaga. Duh, aku belum sarapan pula!
Suami langsung mencari bidan terdekat. Ternyata jaraknya hanya beberapa meter dari rumah. Beliau memeriksa tetapi tidak menerima lahiran. Beliau sudah siap dengan seragamnya untuk dinas di klinik. Untung saja belum berangkat, sehingga bisa menolongku. Dengan sigap ia meminta aku berbaring. Satu posisi yang tidak kusuka. Tapi apa daya aku tak sempat berargumen, si kecil minta segera keluar. Alhamdulillah dengan sekali mengejan, si kecil keluar dengan selamat tanpa ada masalah.
Meski tak sempat makan apa-apa, aku belum nafsu makan pada akhirnya. Tapi harus kupaksa makan kurma sebagai penambah energi. Aku yang tak pernah didulang suami, mendadak suami menjadi mau. Anugerah!
Inilah persalinan impianku yang 50%-nya keturutan. Persalinan yang nyaman di rumah, tanpa guntingan episiotomi, tanpa bius. Alhamdulillah semua dimudahkan Allah. Awalnya tak kukira akan secepat ini lahirnya, karena kuperkirakan siang atau sore baru pembukaan sempurna. Berkali-kali kuucap syukur karena banyak pihak yang membantu.
Berkah Silaturahmi
Aku teringat kejadian-kejadian sebelumnya. Satu bulan sebelum aku melahirkan banyak kejadian duka. Hal itu menjadikan banyak pelawat menemuiku, dan diakhiri kata-kata doa. Semoga lancar lahirannya. Satu bulan sebelum aku melahirkan juga merupakan momen hari raya Idul Fitri, dimana aku berkumpul bersama keluarga besar. Aku juga mengunjungi saudara-sadara dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Semua berkata, “Semoga lancar lahirannya.”
Alhamdulillah, silaturahmi menjadi pengantar rezeki. Jika ada yang menganggap emas tak ternilai harganya, maka kelahiran anak kedua ini adalah rezeki yang tak ternilai harganya bagaikan emas. Rezeki emas yang dipenuhi kemudahan.
Bahan Dapur Ini Ampuh Atasi Batuk
Obat batuk alami
Flu dan batuk sudah jadi penyakit biasa tapi sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Biasanya gejala flu saya diawali dengan pilek yang sangat parah sampai mata berair, membengkak, ingus tak henti-hentinya mengalir, bersin juga non stop. Jika sudah mereda dalam 1-2 hari sepertinya ingus tadi turun ke rongga dada dan tenggorokan. Lendir mengumpul di sana. Jadilah batuk, dan masalah terparah adalah sesak napas.
Sejujurnya sejak saya berstatus menjadi ibu menyusui 5 tahun lalu, saya berusaha menghindari obat-obatan kimia. Bahkan termasuk obat low risk sekalipun, yaitu yang bertanda hijau. Alternatifnya saya selalu hunting suplemen-suplemen alami dari madu dan habbatussauda. Suplemen itu berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Kalau terlanjur sakit, saya gempur dengan dosis berlipat-lipat. Misalnya dari yang dari biasanya sehari satu, menjadi sekali minum 2 sebanyak 3 kali sehari.
Suatu ketika saya disarankan oleh tante saya yang berprofesi sebagai dokter gigi. Meski judulnya dokter gigi beliau turut membantu menangani pasien-pasien di puskesmas. Beliau pernah melihat tayangan televisi tentang penanganan alami batuk, khususnya batuk berdahak. Kemudian beliau aplikasikan ke anak-anaknya, diri sendiri, dan beberapa balita. Semua yang ditreatment bilang kalau dahak keluar semua. Nah, obat apakah itu?
Obat murah meriah tapi ampuh menaklukkan batuk. Obat itu biasa ditemukan di dapur. Kalau lagi ga punya juga gampang nyarinya di pasar.
1. Madu
Gunakanlah madu yang berkualitas baik dan asli, minimal sesuai SNI. SNI yang dianjurkan untuk madu adalah kadar air maksimal 20%. Bisa gunakan madu hutan, madu sumbawa, kalimantan, yaman, dll. Yang penting madu murni bukan kombinasi. Kan sekarang banyak juga ya madu yang dicampur dengan minyak zaitun, sari kurma untuk tujuan tertentu. Hati-hati juga dengan madu palsu ya. Madu palsu bukan madu yang didatangi semut. Madu disebut palsu jika kadar airnya tinggi, sehingga teksturnya encer. Mengapa? Kemungkinan yang pertama madu memang dioplos dengan air. Yang kedua, madunya memang asli sih, tapi lebahnya tidak dibiarkan mencari makan sendiri, melainkan diberi nutrisi air gula saja sehingga madu yang dihasilkan encer.
Saya sendiri selalu ada madu clover honey di dapur. Kadar airnya sangat rendah: 17,2%. Menariknya, madu ini juga berfungsi sebagai mukolitik alias pengencer dahak.
2. Jeruk Nipis
Jeruk nipis berfungsi sebagai ekspektoran yang mengeluarkan dahak. Buah yang sangat kecut ini, juga bersifat mengeringkan.
3. Air putih
Meski sekadar berfungsi sebagai pengencer ramuan, air putih juga memiliki kriteria yang harus diperhatikan. Ciri-ciri air yang baik adalah bebas bakteri, bebas bau, tidak berwarna. Bagaimana dengan air PAM? Air PAM sering digunakan untuk minum dengan memasaknya terlebih dahulu, sehingga zat kapurnya bisa dipisahkan. Namun residu klorin tetap ada jika tidak difilter. Klorin ini bersifat oksidan yang merusak sel sampai tingkat DNA. Jadi amannya gunakan air mineral, air sumur jika jernih dan tidak berbau, Kangen water, air alkali. Selengkapnya bisa baca di buku saya Perisai Segala Penyakit (Elex Media).
Cara Meracik
- Ambil 1 sendok madu, letakkan di mangkuk stainless atau mangkok kaca tahan panas.
- Peras jeruk nipis hingga diperoleh 3 sendok makan, tuang ke mangkok.
- Tambahkan 5 sendok makan air putih.
- Aduk rata
- Kukus beberapa saat.
- Minumkan 1 sendok sehari 3 x. Bisa juga tambah frekuensinya.
Jadi ingat rumusnya…

Tukang Rombeng Naik Kelas
Galau. Itulah yang kurasakan saat ini. Sepertinya aku semakin resah. Kerinduan ini sungguh membuncah. Sampai saat ini aku pun belum berjumpa lagi dengannya. Siapa dia yang berani membuat hatiku galau? Tukang rombeng.
Aneh? Kurasa tidak juga. Lihatlah sekumpulan botol plastik bekas yang telah kuikat rapi ini. Kini mereka masih berada di halaman rumahku. Juga ratusan karung bekas beras dan rempah-rempah yang kutata di pojokan halaman rumah. Aku menanti tukang rombeng yang dengan senang hati mengangkut sampah-sampah itu.
Biasanya, setiap minggu tukang rombeng lewat di depan rumah dengan teriakan khasnya, “Rombeng… rombeng…” Mungkin aku ketinggalan jejaknya saat aku berbelanja ke pasar atau masih nyenyak dalam selimut. Ah, kenapa tidak aku whatsapp saja orangnya? Aku kan punya nomor hapenya.
“Ok, Bu. Tunggu saja. Nanti saya ke sana.” begitu jawaban dari tukang rombeng yang entah ada dimana. Ternyata, zaman sekarang sudah sungguh mudah. Mau belanja, beli air minum, gas, hingga rombeng pun tinggal whatsapp saja.

Tukang rombeng itu bernama Samsul. Salah satu dari sekian tukang rombeng yang seringkali lewat di depan rumah setiap hari Minggu. Hanya dia yang mau membeli sampah-sampahku dengan harga lebih tinggi dari tukang rombeng yang lain. Makanya aku galau jika dia tak kunjung lewat.
Sebenarnya aku bisa saja langsung memisahkan sampah itu dan membuangnya ke tong sampah. Tapi ini sampah istimewa. Bisa ditukar dengan uang. Bayangkan yah, setumpuk koran per kilonya dihargai seribu rupiah. Kertas berwarna seperti majalah bisa lebih mahal lagi. Botol plastik yang modelnya sama jika terkumpul 50 biji bisa mencapai Rp. 20.000. Karung bekas per lembarnya bisa mencapai Rp. 500 sampai Rp. 1.000. Kadang ada rombeng yang menawar Rp. 300 untuk karungku. Wah, nggak mau dong. Saya nunggu Samsul ajah.
Sampah-sampah yang sudah dikumpulkan tukang rombeng itu kemudian dijual lagi pada pengepul sampah. Pengepul memiliki timbangan untuk menaksir sampah-sampah yang disetorkan. Si pengepul biasanya menjualnya lagi, atau langsung memproses sampah untuk didaur ulang.

Kalau dipikir-pikir bisnis sampah ini heroik dan sangat menjanjikan. Orang-orang yang mengumpulkan sampah ini berjasa sekali dalam menjaga kelestarian bumi. Sampah-sampah yang masih bisa digunakan, disulap lagi menjadi bentuk yang lain. Bayangkan jika mereka tidak ada, seperti apa tuanya bumi kita karena polusi? Satu macam limbah seperti plastik saja hancur dalam waktu 200-400 tahun, lho. Jadi bisnis daur ulang sampah ini menolong manusia yang bermasalah dengan sampah dengan cara mengurangi bentuk sampah dan mengubah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Lingkungan pun menjadi bersih sehingga risiko polusi berkurang.
Bisnis daur ulang sampah juga merupakan bisnis yang menjanjikan. Manusia mana sih, yang tidak membuang sampah? Aku pun berpikir, jika tukang rombeng semacam Samsul dan kawan-kawannya itu naik kelas menjadi bos sampah yang lebih intelektual bukankah hidupnya menjadi lebih sejahtera?

Untuk menjadi bos sampah, tentunya perlu modal lebih berupa materi. Modal diperlukan untuk membeli peralatan yang mendukung, juga gaji untuk merekrut karyawan. Bukan hanya mengandalkan tenaga sendiri untuk mencari sampah-sampah istimewa. Berikut macam-macam ide usaha daur ulang sampah.
- Penggilingan sampah plastik.
Penggilingan sampah adalah tahap terakhir dari daur ulang sampah plastik. Awalnya, plastik HDPE dan PET dari botol dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya. Kemudian dibersihkan dari kotoran yang menempel. Botol-botol itu dimasukkan ke mesin penggiling yang disebut crusher. Hasilnya berupa cacahan-cacahan plastik yang disebut bijih plastik. Bijih plastik ini dijual bahkan diekspor ke manca negara. Bijih plastik berguna untuk membuat wadah-wadah daur ulang juga seperti kotak atau botol. Modal utama yang diperlukan dalam bisnis penggilingan sampah ini adalah mesin crushernya yang biasanya dibandrol dengan harga 12 juta rupiah.

2. Industri kreatif
Sampah-sampah yang berupa kardus, kertas, plastik juga bisa menjelma menjadi barang-barang menarik. Contohnya adalah mainan, pajangan, aksesoris, furniture, atau bahkan barang kesayangan wanita seperti tas. Tak hanya sampah anorganik, sampah organik juga bisa menjelma menjadi tas. Sampah organik itu misalnya eceng gondok. Eceng gondok seringkali dianggap sampah karena mengotori sungai. Namun, siapa sangka eceng gondok bisa berubah menjadi tas cantik yang digemari wanita?

Ada juga tas yang terbuat dari sak semen. Sak semen merupakan bahan yang kuat, tahan air, dan ramah lingkungan. Dengan berbagai polesan, tas yang dihasilkan dari limbah sak semen ini bisa tampak seperti tas kulit.

Mari Menabung Untuk Memberdayakan
Andai Samsul dan kawan-kawannya bisa naik kelas menjadi berdaya dengan bisnisnya, adalah sebuah syukur dariku karena memang keberadaan mereka berguna sekali dalam hidupku. Ternyata kita pun bisa mengungkapkan terima kasih kita pada mereka yang prasejahtera dan berjasa dalam hidup dengan cara yang cukup simpel. Caranya adalah dengan menabung untuk memberdayakan mereka.
Melalui BTPN Sinaya kita bisa menabung untuk diri kita sendiri dan memberi manfaat pada orang lain. Jadi, kita memperoleh manfaat ganda. Untuk sendiri dapat, untuk sosial dapat. Kita bisa memulai dengan membuka tabungan Taseto Mapan. Dana yang kita tabung akan tumbuh dengan optimal. Melalui dana yang kita simpan di Taseto Mapan, berarti kita juga turut membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah seperti pensiunan, pelaku UMKM, dan masyarakat prasejahtera produktif melalui program Daya dari BTPN. Program Daya ini adalah program pinjaman khusus untuk mereka yang prasejahtera sekaligus memberdayakan mereka lewat berbagai pelatihan.
Yuk, coba simulasinya. Tinggal klik saja www.menabunguntukmemberdayakan.com.




Nah, mudah bukan? Kita tinggal menabung, tapi pihak lain khususnya masyarakat yang membutuhkan juga dapat manfaatnya.
Kesuksesan bukan dinilai dari materi semata. Kesuksesan juga berarti menebar manfaat bagi orang lain dan mendukung mereka untuk meraih suksesnya. (Li Partic)
Road To Success: Cara Mudah Meraih Kesuksesan

Sewaktu kecil mungkin kita pernah didoakan oleh orang tua atau orang yang sepuh. Semoga jadi orang ya nak… menjadi orang maksudnya suatu saat akan dapat profesi yang membanggakan. Jika kita tidak pernah dengar orang mendoakan kita, pastilah orang tua kita sendiri mengharapkan kita menjadi orang sukses.
Dulu zaman Belanda, ada gelar-gelar tertentu yang diperuntukkan orang Jawa yang dikenal sebagai ningrat. Errr… bukan hanya Jawa sih, di Madura juga ada. Banyak macamnya. Tapi yang paling familiar dengan kita adalah Raden. Raden, Raden ajeng, Raden roro. Gelar itu berhasil mengotak-ngotakkan masyarakat bagaikan kasta. Padahal yang menyandang gelar dibayar oleh Belanda. Itulah golongan orang sukses masa lalu. Begitu yang saya dengar dari nenek.
Zaman terus bergulir. Tren yang disebut orang sukses pun bergeser. Profesi pegawai negeri menjadi favorit. Pegawai Negeri Sipil. Apapun pekerjaannya asal sudah resmi menyandang PNS, dianggap gajinya aman untuk hidup. Bahkan setelah berhenti bekerja masih berhak menerima gaji. Dokter, guru, hakim, dll.
Zaman bergulir lagi. Yang kekinian saat ini trennya adalah pengusaha. Pengusaha, enterpreneur, bussinessman, saat ini dipandang sebagai profesi yang memiliki kebebasan finansial. Mau beli apapun, ayo!
Sampai di sini saya pikir, tren-tren orang sukses itu memiliki definisi yang sama. Ningrat, PNS, wirausahawan punya arti sukses yang sama. Segalanya diukur dari materi alias uang. Ya sih, uang tidak bisa membeli segalanya tapi segalanya butuh uang. Iya, kan?

Selama 21 tahun bersekolah saya belum menemukan tujuan hidup. Mau jadi apa saya? Bahkan setelah menikah. Bagaimana caranya sukses? Tapi saya tak berhenti mencari.
Menjadi orang ningrat sudah bukan zamannya. Menjadi PNS sudah nggak musim. Eh, sorry, saya gak lulus-lulus ujiannya hahaha. Akhirnya, dalam kondisi keterpaksaan saya melahap semua profesi untuk memperoleh pundi-pundi uang. Bukan serakah tapi memang passion. Sertifikasi profesi yang saya ambil tak hanya satu. Maka inilah saya sekarang. Seorang pengusaha wanita multibisnis yang juga multiprofesi: penulis, konselor laktasi, childbirth educator, dan pengasuh (anak sendiri :D).
Kemudian saya merasa kok gitu-gitu aja ya aktivitas saya. Bukan berarti bosan, karena saya juga gampang-gampang susah membagi waktu. Gitu-gitu aja maksudnya tujuannya. Tujuan kegiatan saya. Intinya mengumpulkan materi. Dan orang-orang pun berkata saya ini sudah sukses. Tapi saya masih merasa ada yang kurang.
Nah, sekarang saya menemukan jawabannya. Sukses tidak selalu diukur dari segi materi. Sukses adalah jika kita menjelma menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Sukses itu mencakup dua hal. Kembangkan diri hingga batas maksimalmu dan ciptakan peran dan karyamu terhadap sesama ( Eleanor Roosevelt ).
Sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki banyak peran dan manfaat dalam hidupnya.
Waktu terus berlari, sampai engkau menghentikannya dalam wujud sebuah karya. Karena ‘karya’ adalah dokumentasi bahwa engkau pernah ada.
Bagaimana mewujudkan kesuksesan melalui bisnis dan memberi manfaat pada sesama? Pada bulan Maret nanti ada sejenis training bisnis bagus. Bisa diikuti berbagai profesi mulai karyawan maupun pebisnis.
Road To Success (RTS) dengan tema : “RISE OF THE LEGEND” – SURABAYA
20 tahun HDI di INDONESIA, sebuah syukur yang luar biasa kepada Tuhan, karena kami bukan hanya bicara mengenai materi saja, tetapi Keberadaan SMA Selamat Pagi Indonesia hari ini telah mengentaskan ratusan anak-anak bangsa ini yang terancam putus sekolah. Hari ini lewat bimbingan dari orang-orang yg hatinya terpaut di tempat itu, mereka bertransformasi melakukan perubahan sehingga bisa menjadi individu yang berkarya untuk sesamanya.
Dari keterbatasan mereka yang banyak berasal dari anak-anak yatim-piatu, mereka menjalani proses perubahannya hingga seperti hari ini.
“Being a Legend is not a purpose, its only HOW You make yourself to become Better Everyday”
Be there, and Get Your Tranformation, to become “Legend” in your life…
SPECIAL PERFORMANCE :
** JULIANTO EKA PUTRA ( Direktur Binar Grup – Penerbit MCI ) dan adik-adik Selamat Pagi Indonesia.
dr. Ronny Setiawan, Sp.BS dan dr. Monik Novita ( Double Diamond Director ).
Tanggal/Hari : Minggu, 6 Maret 2016
Pukul : 09.30 WIB.
Multifunction Hall Suara Surabaya Media
Jl. Bukit Darmo Golf 20
Surabaya

● Investasi :
Rp. 250.000 Rp. 200.000* saja
*khusus pembelian tiket melalui saya, Lipartic.com (sms/wa: 087851188304) sampai dengan tanggal 24 Februari 2016.
Tak hanya itu, saya juga punya BONUS SPESIAL: E-book Success Blue Print yang berisi bagaimana cara memulai bisnis impian, mengidentifikasi ide, dan menjalankannya. Seperti saya membesarkan ASI BOOSTER TEA. Tak ketinggalan disertai tools bisnis yang sangat penting.
Reservasi sekarang juga ya, karena saya cuma punya beberapa tiket. SMS/WA 087851188304. Ok!
Salam,
Li Partic
Owner Herba Farmindo (ASI BOOSTER TEA)
HD Enterpriser
Penulis, konselor laktasi, dan childbirth educator
Cara Tepat Memakai Celana Bagi Muslimah
“Muslimah itu nggak boleh pakai celana, lho!”
“Oh ya? Kenapa?”
“Nanti kan bisa menyerupai laki-laki.”
Pernah nggak, timbul kekhawatiran atau perasaan penasaran hukum memakai celana bagi muslimah dalam Islam? Jangan khawatir. Jawabannya bukan haram kok. Karena wanita zaman Rasulullah juga memakainya.
Para wanita di zaman Rasulullah dulu memakai celana panjang berbarengan dengan baju panjang juga, yang biasa kita sebut dengan gamis. Dengan memaki celana ini aurat akan tertutup sempurna jadi tidak khawatir tersingkap. Kalau suatu saat jatuh atau tertiup angin seperti posenya Marilyn Monroe kan jadi aman.
Dalam hadits yang diriwayatkan Baihaqi, Rasulullah pernah bertemu dengan seorang wanita saat mengendarai seekor keledai, lalu terjatuh. Awalnya Rasulullah memalingkan wajah karena khawatir melihat aurat wanita itu. Namun, ketika dikabari wanita itu memakai celana panjang di dalam jubahnya, lalu Rasulullah bersabda:”Ya Allah, ampunilah para wanita yang menutup aurat mereka dengan celana panjang.”
Kemudian Rasulullah memerintahkan kaum laki-laki dan wanita menjaga tersingkapnya aurat mereka dengan memakai celana panjang di dalam jubah. Kemudian Rasulullah berdoa, “Ya Allah, ampunilah wanita-wanita umatku yang memakai celana.”
Jadi, rumus syar’i wanita untuk memakai celana adalah GAMIS + CELANA.
Pertanyaan selanjutnya, celana model apa nih? Model apa ajah asal nggak ketat seperti legging, jegging, dan sejenisnya walau kainnya tebal. Kita bisa memilih model cutbray, lurus, jogger pants, aladin, dll.
Celana Ketat Masih Boleh
Beneran? Boleh pakai celana ketat? Katanya menampakkan lekuk tubuh. Beneran deh, tapi ada syaratnya:
- Hanya dipakai jika ada suami dan anak perempuan di dalam rumah.
- Dipakai jika sendirian di dalam kamar.
- Jangan dipakai jika tinggal bersama anak lelaki ataupun adik laki-laki yang sudah baligh.
- Jangan dipakai jika ada adik ipar atau kakak ipar laki-laki.
- Jangan dipakai jika ada laki-laki yang bukan mahram.
- Tidak dipakai sebagai bawahan.
Jika Terasa Aneh
Kadang kalau kita belum terbiasa pasti merasa aneh memakai pakaian double. Jika bukan kita sendiri yang merasa aneh, pasti orang lain yang menilai kita, “Ih, pake baju kok dobel-dobel!”
Jika sudah begitu, please, percaya diri aja lagi. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Tak usah pedulikan kata orang. Ini kan urusan kita sama Tuhan. Kita sedang berburu pahala menjalankan sunnah, bukan?
Secara logika pun ada keuntungannya.
- Aman jika naik motor/sepeda hadap depan.
- Naik tanjakan, menaiki tangga, nggak khawatir ada yang ngintip dari bawah.
- Walau gamis jersey tidak direkomendasikan karena mencetak lekuk tubuh, tapi kalau terpaksa memakainya, hendaknya padukan dengan celana. Ini akan membantu ngecapnya kain jersey di lekuk tubuh kita dan (sssst) pakaian dalam kita tidak begitu kelihatan.
Nah, berani pakai celana panjang secara syar’i sekarang?
–Disarikan dari buku JILBAB BUKAN JILBOOB (Gramedia)–

Rosie Pao Hongkong

Berkali-kali lewat, tapi aku tak pernah mempedulikan booth bernuansa merah itu. Booth makanan khas Hongkong itu ada di lantai 2 Terminal 2 Juanda Airport. Nah, karena kali ini aku mengajak mama, kebetulan mama tertarik sama makanan unik yang dijual.
Makanan khas Hongkong itu adalah pao, juga biasa disebut bakpao dengan merek Rosie Pao. Bentuknya mawar mungil, lucu dengan warna-warni yang menawan. Ada hijau, putih, Pink,cokelat, dll.
Hal pertama yang terpikir adalah kehalalannya. Mengingat ini seperti makanan asing. Namun, di boothnya ada logo halal. Insya Allah amanlah ya.

Mau tahu rasanya? Sebenarnya macam-macam. Kacang, kacang hijau, cokelat, dll. Beda warna juga beda rasa. Tapi aku hanya tertarik dengan rasa kacang hijau sebagaimana aku biasa beli bakpao yang biasa.
Kemudian mama menanyakan harganya. Well, cukup menohok sebenarnya hahaha. Mbak penjaga stannya bilang ini Rosie Pao ini cuma ada di Surabaya Juanda ini dan Balikpapan. Karena penjelasan keeksklusifan itulah, kami terus maju membayar. Soalnya penasaran kayak apa sih bakpao mahal.
Hal menarik selain keimutan bentuk bakpao adalah kemasannya. Kemasannya juga berwarna-warni. Jadi sayang kalau dibuang. Nanti kalau udah habis dibuat tempat apaaa gitu rencananya. Unik sih.

Oh ya, ternyata setelah diterima, bakpao ini diluar ekspektasi. Bukan karena rasanya. Bakpao ini ternyata tidak hangat. Tapi di kemasannya sudah ada saran penyajiannya kok. Hangatkan selama kurang lebih 10 menit lebih terasa enaknya. Masalah rasa not badlah. Malah enak kok. Cocok untuk dibuat oleh-oleh. Nyatanya, setelah kami beli sekotak. Kami tambah lagi buat oleh-oleh. Padahal udah beli oleh-oleh :p
For you to know:
1 buah Rp. 13.500
Sekotak isi 5 pcs Rp. 65.000
Sekotak isi 10 pcs Rp 125.000
PROMO! Beli 2 kotak isi 10 pcs BONUS 1 kotak isi 5 pcs.
Cium Tangan Mama

Cium tangan mama selalu kulakukan sehabis shalat berjamaah. Termasuk pada foto ini. Aku dan mama bersalaman sehabis shalat Ied. Tentu termasuk foto yang jarang karena kini aku dan mama terpisah jarak. Aku baru bisa mencium tangannya a.k.a salim sehabis shalat di hari raya. Di hari ibu 22 Desember besok, semoga aku bisa cium tangannya lagi dan mengajaknya liburan ke Jakarta. Yeaaaay!
Promo domain ID Setengah Harga dan Hosting Murah
Ceritanya, saya pengen buat website baru untuk peluncuran produk baru, yaitu BSKIN. Suatu produk premium perawatan kulit wajah. Kali ini saya pengen domainnya keliatan premium dengan buntut ID. Kalau .com kan udah biasa.
Sebelum ini saya juga mempercayakan domain dan hosting lapak saya yang lain-lain pada suatu penyedia domain dan hosting asal Jogja. Lumayan banyak sih yang sudah jadi langganan, misalnya:
Oleh karena itu, kali ini larinya pun ke sana dulu sebelum membandingkan dengan yang lain.
Tentunya saya punya alasan, kenapa setia di sana. Pertama, ada layanan chatting, yang dijawab dengan cepat. Selain kecepatan, customer servicenya juga membantu masalah pelanggan, serta menjawab dengan penuh santun. Bahasanya itu, lho. EYD banget. Jadi ada salam, sapa, tidak disingkat, kalimatnya standar pelayanan. Errr, maksudnya gini. Pernah kan belanja online lewat olshop yang pemiliknya suka manggil-manggil mas, mbak, gan, bro, sist, ukh, bos? Di sana standarnya pakai kata Bapak! Lah, saya kan perempuan. Ya ga apa, ntar tinggal diedit, kan?
Setiap membuka chat, belum berkata-kata sudah disapa duluan, “Dengan Rony (bukan nama beneran), ada yang bisa dibantu?”
Selain dari segi pelayanan, yang jadi pertimbangan lain adalah harga-harganya cenderung terjangkau, fiturnya lengkap, instalasi mudah.
Membeli Domain
Setelah loading ke , mata langsung tertuju pada banner diskon domain ID. Pada awal peluncurannya, harga domain ini terbilang paling mahal. Kisaran 500 ribuan rupiah. Kalau ini diskon 50%, maka WOW! Nggak mau kehilangan kesempatan ini, saya pun langsung memproses orderan.
Di tempat lain domain .ID 500ribu pas, di sini 500 ribu kurang. Lumayan selisih, lah.
Membeli
Setelah membeli domain, tak lengkap rasanya jika belum memiliki hosting. Sudah punya alamat rumah, kok rumahnya belum dibangun. Gitu, kan ya? Nah, praktisnya beli hosting mending di tempat yang sama sewaktu beli domain. Saya udah gak pusing bandingin lagi dengan yang lain. Pernah sih, membandingkan, beda fitur, beda harga, beda space, beda bandwith, subdomainnya gimana. Udah sibuk ngitung-ngitung pakai kalkulator eh jatuhnya pilihan tetap di sana. Lebih murah, prosesnya praktis.
Harga hosting mulai Rp. 1.000 per bulan. Ini cocok untuk yang baru belajar blog. Paket ini namanya idPersonal. Totalnya ada 10 paket pilihan. Yang termahal cuma Rp. 690.000/bulan. Saya sendiri pilih idPremedium. Fiturnya sudah lumayan. Semua serba unlimited sampe masalah subdomain. Kapasitas 350 MB; Bandwith 15GB. Harganya Rp. 12.500/bulan.
Tertarik kayak saya? Langsung cusss windows shopping dulu ke . Nanti hasil web yang baru pasti saya ulas. Sabar yaaaa.
