Uncategorized

Seleksi Penulis Emerging Ubud Writers & Readers Festival 2015

Tahun ini, #UWRF15 ada lagi nih. Berikut infonya…

Dengan berakhirnya gelaran sastra termegah se-Asia Tenggara ke-11 Oktober lalu, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) kembali membuka kesempatan bagi para penulis berbakat Indonesia untuk mendaftarkan dirinya sebagai penulis emerging Indonesia 2015.

Bersama Hivos, lembaga donor, mitra tetap UWRF, kehadiran lima belas penulis emerging Indonesia 2015 terpilih akan disponsori untuk tampil di Festival ke-12 tahun depan, membincangkan karyanya di hadapan para pecinta sastra dunia.

Direktur/Pembina Festival, Janet DeNeefe, mengungkapkan salah satu misi utama pengadaan UWRF adalah memperkenalkan cerita-cerita memikat dari bakat-bakat muda yang tersebar di seluruh Indonesia pada komunitas sastra dan budaya internasional.

“Berada di negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa beragam, kami berupaya semaksimal mungkin mengedepankan talenta unik dan tersembunyi” imbuhnya. “Pemilihan penulis emerging dari seluruh pelosok nusantara sangatlah bermakna, bagi Festival dan tentunya juga bagi perkembangan sastra Indonesia.”

Tidak ada batas umur dalam persyaratan mengikuti pendaftaran penulis emerging UWRF 2015. Yang terpenting adalah harus berkewarganegaraan Indonesia dan pernah menerbitkan karya dalam bentuk buku, atau karya pernah diterbitkan di media massa. Khusus bagi yang belum pernah menerbitkan buku atau terbit karyanya di media, maka pendaftar dapat mengirimkan salah satu diantara pilihan kumpulan karya berikut: 30 puisi terbaik; 8 cerpen terbaik; 5 esai terbaik; atau dapat juga 3 naskah drama terbaik. Disertai dengan biodata lengkap pendaftar, karya-karya ini dapat dikirimkan ke tim Program Indonesia UWRF, Jalan Raya Sanggingan, Ubud atau ke PO BOX 181, Ubud Bali 80571, sebelum tanggal 30 Januari 2015 (cap pos).

Karya-karya yang terkumpul nantinya akan dipilih oleh tim kurator khusus beranggotakan para penulis ternama Indonesia. Lima belas penulis emerging Indonesia terpilih akan diumumkan pada akhir Mei 2015.

Arafat Nur, penulis emerging 2011, berhasil terseleksi karyanya untuk tampil di Frankfurt Book Fair 2015, dimana karya tersebut akan diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Jerman. Tentang perasaannya ketika pertama kali terpilih menjadi penulis emerging Indonesia 2011 ia mengatakan “Saya sangat senang. Saya selalu berharap punya kesempatan lagi untuk hadir dan tampil di UWRF.”

Setiap tahun sejak 2008, UWRF telah mengadakan pemilihan penulis emerging Indonesia.

Seleksi Penulis Emerging Indonesia UWRF 2015

Undangan: Pendaftaran Penulis Emerging UWRF 2015

Pecinta sastra Indonesia,                                       

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) kembali membuka seleksi karya untuk ditampilkan di Festival yang akan terselenggara bulan Oktober 2015 (tanggal Festival akan diumumkan awal tahun depan).

UWRF akan memilih 15 penulis emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di Festival nanti didanai oleh UWRF dan lembaga donor, mitra Festival, Hivos. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi dilakukan oleh Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia.

Kegiatan Festival meliputi: Panel diskusi, pembacaan karya, lokakarya, peluncuran buku, pementasan seni, serta beberapa acara satelit yang diadakan di beberapa kota di Indonesia.

Bila Anda adalah penulis Indonesia, atau mengenal penulis yang Anda anggap layak mengikuti proses seleksi ini, layangkan pendaftaran sesuai syarat dan ketentuan di bawah ini:

  • Penulis adalah warga negara Indonesia (menyertakan fotokopi KTP);
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa (cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non- fiksi;
  • Karya dapat berupa buku, kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa;
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku silahkan mengirimkan beberapa buku karyanya;
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dipersilahkan mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai atau 3 naskah drama dengan dijilid;
  • Karya dapat juga dikirimkan melalui email dan panitia akan meminta hard copy (versi cetak) jika diperlukan;
  • Sertakan biodata diri, nomor kontak / HP dan alamat email dengan jelas. Silakan lampirkan keterangan tentang aktivitas sastra dan keterlibatan dalam komunitas yang diikuti. Apabila Anda menggunakan nama pena, mohon sertakan juga nama lengkap yang asli;
  • Koresponden dan pengumuman seleksi akan dilakukan melalui email.

*Bagi penulis dari luar Bali yang terpilih, Panitia akan menanggung biaya  transportasi (penerbangan) dan akomodasi selama berlangsungnya acara Festival.

Kirim ke sekretariat panitia UWRF paling lambat tanggal 30 Januari 2015 (cap pos). Pengumuman 15 penulis yang terpilih akan di umumkan pada akhir Mei 2015. 

Pengiriman aplikasi ditujukan kepada:

Program Indonesia – Ubud Writers & Readers Festival

Jl. Raya Sanggingan Ubud – Indus Restaurant. PO Box 181, Ubud Bali 80571. Telp : 0361-7808932

Email: indonesia@ubudwritersfestival.com

Pasca Melahirkan Wajib Pakai Gurita?

 

Setelah melahirkan, kita pasti ingin tubuh kita kembali langsing seperti sebelum hamil. Terutama masalah perut ya. Banyak cara dilakukan, termasuk tradisi turun temurun memakai stagen dan gurita.

Gurita+Ibu

Hampir semua wanita yang melahirkan normal pernah merasakan stagen setelah melahirkan. Tujuannya satu, yaitu agar perut segera kempes, kencang dan ramping. Namun, sudah benarkah kebiasaan itu menurut ilmu kedokteran?

Ternyata dunia kedokteran tidak menganjurkan setiap ibu melahirkan untuk memakai stagen. Stagen tidak memberikan efek positif dalam mengecilkan atau mengencangkan perut karena sifatnya yang pasif. Memang sih, perut langsung terasa kencang, namun setelah stagen dilepas, perut akan kembali kendur seperti semula.

Ada lagi yang disebut gurita. Gurita adalah kain putih dengan ketebalan beragam. Ada yang tipis ada yang tebal. Memiliki 8 tali seperti kaki gurita u tuk diikatkan dan mengncangkan perut.

Pemakaian gurita lebih dibolehkan daripada stagen, karena gurita tidak membalut perut ibu terlalu kencang seperti stagen. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk memakai gurita daripada stagen. Jika kita melahirkan secara sectio atau operasi, dan jahitan operasi berada di tengah perut, dibolehkan memakai gurita daripada stagen. Namun hati-hati, pakailah gurita paling tidak satu minggu setelah persalinan. Ini untuk memberi waktu agar jahitan bekas operasi sudah lebih mengering. Jahitan yang masih baru atau basah jika langsung dipakaikan gurita, apalagi stagen, malah akan bertambah parah. Jahitan bisa terbuka kembali, atau bahkan bernanah.

Saat hamil, otot-otot tubuh kita menjadi kendur, khususnya otot dinding perut dan dasar panggul. Untuk mengatasinya, jalan paling baik dan sehat adalah dengan senam atau berolahraga. Untuk mengencangkan kembali otot dinding perut, kita dapat melakukan latihan seperti sit up dan jogging, tapi jangan mengangkat beban yang berat. Untuk otot dasar panggul, latihan senam kegel bisa dilakukan untuk mengencangkan. Senam kegel adalah senam untuk memperkuat otot-otot dasar panggul dan saluran kemih, yang juga berguna untuk mencegah kita mengompol saat proses persalinan.

Namun ada juga yang disebut dengan senam nifas, yang dilakukan pada saat nifas atau setelah melahirkan, dengan menekankan pada latihan pernapasan dan perut. Senam ini jauh lebih bermanfaat dalam mengembalikan kekencangan perut setelah bersalin, dengan cara yang sehat pula dan tentu saja tidak menyiksa.

Jika gurita dan stagen dinilai pasif, ada nggak ya yang bisa mengencangkan perut, memperkecil perut, mengencangkan otot vagina secara aktif? Teknologi ini patut dicoba.

1+set+envy+korset+girdle

Ini namanya korset berinfra red. Fungsinya lebih dari sekedar pengencang perut. Produk ini banyak terbukti mengencangkan sekaligus mengurangi lemak pada tubuh pasca melahirkan. Aman untuk ibu menyusui. Namanya ENVY pakaian pelangsing yang terdiri dari korset/corset dan girdle.

Stagen bagiku sudah terbukti efeknya dari kaki ke atas sampai pangkal paha membengkak. Padahal selama hamil gak pernah :(( Kata dokter spog ku itu karena terlalu kencang, sehingga menghambat peredaran darah. Maunya sih nurutin ortu ajah, sampai beberapa minggulah, terus treatment nanti caraku sendiri. Tapi gak tahan nih.. kaki susah ditekuk, kalo ditekuk ntar varises. Okelah resep ortu aku pakai.. Gurita dipakai 2,5 minggu. Tapel tetap dioleskan (kalo ga salah sampai 3 mingguan aku berhenti). Selese nurutin resep ortu, baru deh aku pake envy korset girdle + slimcut (korset aku pake setelah seminggu rutin pake stagen). Sampai 2 mingguan BB turun 3 kilo. Lingkar perut dari 87 cm ke 78 cm. Minggu ke 3 77 cm. Sekarang dapat 50 hari lingkar perut jadi 76,5 cm. Dan masih terus kupakai 😀

Tentang ENVY KORSET

Envy Corset dibuat untuk membentuk tubuh secara alami. Berfungsi untuk menaikan payudara,  merampingkan pinggang, dan mengecilkan perut.

Terbuat dari 10% spandeks dan 90% nilon, yang memiliki pori-pori mikro untuk sirkulasi udara sehingga mengurangi keringat dan tidak menyebabkan kulit gatal.

Dilengkapi infra merah untuk melancarkan peredaran darah, menghilangkan lemak yang berlebih dan mencegah bau badan.

Memiliki kerangka besi yang lentur (4 di bagian depan, 4 di bagian belakang dan 2 di tepi kiri-kanan) supaya tidak mengembung dan untuk menyangga tulang belakang.

Panjang : 51 cm

Lingkar dada (di bawah payudara) / lingkar pinggang dari 65 – 95 cm

Direkomendasikan untuk wanita setelah melahirkan.

Aman untuk ibu menyusui.

Envy Girdle dibuat untuk membentuk tubuh secara alami. Berfungsi untuk mengecilkan perut dan pinggang serta merampingkan pinggul.

Terbuat dari 10% spandeks dan 90% nilon, yang memiliki pori-pori mikro untuk sirkulasi udara sehingga mengurangi keringat dan tidak menyebabkan kulit gatal.

Dilengkapi infra merah untuk melancarkan peredaran darah, menghilangkan lemak yang berlebih dan mencegah bau badan.

Memiliki kerangka besi yang lentur di bagian belakang untuk menyangga pinggul dan mengurangi bagian yang menonjol akibat lemak

Didesain hingga ke lutut agar nyaman saat digunakan dan tidak tergulung di bagian bawah.

Panjang : 51 cm

Lingkar pantat dari 90 – 115 cm

Direkomendasikan untuk wanita setelah melahirkan.

Aman untuk ibu menyusui.

Tampil Indah , Cantik & Menawan dengan ENVY CORSET & GIRDLE

CARA LANGSING DENGAN AMAN, TANPA OBAT-OBATAN

SANGAT DISARANKAN UNTUK IBU PASCA MELAHIRKAN

AMAN UNTUK IBU MENYUSUI

Sebuah produk khusus untuk membentuk tubuh yang sehat, cantik, indah dan menawan.

Diciptakan khusus untuk wanita dengan pilihan bahan unggulan dalam setiap helainya.

Bentuk tubuh WANITA berubah setiap saat disebabkan :

1. Kegemukan (pola makan yang tidak teratur)

Kebiasaan makan yang berlebihan, makan lewat malam, jumlah makanan yang tidak tetap dan sindrom ibu rumah tangga makan makanan yang tidak habis.

2. Daya Gravitasi

Disebabkab payudara dan lengan tidak didukung oleh rangka tulang, maka cenderung berubah bentuk / kendor pada sudut 20 derajat tiap 10 tahun ( tergantung pada gaya hidup seseorang)

3. Ketidaksesuaian dalam pemilihan pemakaian pakaian dalam

Pakaian dalam yang terlalu besar atau terlalu kecil, kurang kenyal, dan bentuk bra. Juga cara pemakaian bra yang keliru.

4. Kebiasaan duduk dan berdiri yang tidak benar

Menyebabkan bongkok, bentuk tulang belakang berubah dan sakit pinggang

5. Melahirkan anak

Penambahan lemak setelah melahirkan dan perubahan bentuk

payudara setelah masa menyusui

Keunggulan Envy Corset dan Envy Girdle

1. Terdapat Infra Merah Jauh ( FIR )

Infra merah jauh mempunyai daya tembus , serap & rangsangan kepada manusia dengan meningkatkan peredaran darah dan mengoptimalkan perjalanan sistem saraf.

FIR yang terdapat di bahan Envy menguraikan lemak dan menjalankan detoksifikasi ( menyingkirkan air yang tersimpan dalam tubuh) FIR juga berkesan sekali dalam

perawatan dan mencegah sakit di bagian belakang.

2. Bahan Super Elastis

Envy Corset dan Envy Girdle dibuat dari bahan super elastis yang merupakan bahan berkualitas tinggi yang bersifat lentur dengan tenunan mikro. Bahan yang terdiri dari 10% spandeks dan 90 % nilon ini merupakan bahan terbaik dengan indeks kelenturan tinggi untuk menyokong tulang belakang, posisi sikap tubuh dan membentuk tubuh yang indah.

3. Kemampuan Menyerap Keringat Yang Baik

Jaringan bahannya berupaya menghilangkan bau badan dengan cepat dan nyaman dipakai sewaktu cuaca panas disamping itu mempunyai daya penyerapan keringat sebanyak 40%.

Bahan Envy yang lembut dan halus ini mencegah masalah kulit walau dipakai selama 24 jam. Bahan Envy dihiasi dengan bahan kain “lace” yang halus untuk mencegah pembiakan kuman.

4. Dilengkapi dengan 12 Kerangka Besi

Envy Corset dan Envy Girdle ini dilengkapi dengan 12 kerangka untuk menyokong postur tulang belakang yang tepat dan mencegah sakit tulang belakang. Juga membentuk dada yang sempurna menjadikannya kelihatan lebih indah. Kerangka besi ini tidak terlalu keras dengan kualitas yang tinggi supaya tahan lama dan tidak berubah bentuknya setelah dipakai.

5. Potongan 4 D (4 Dimensi)

Dengan potongan 4D yang terdiri dari beberapa bagian tidak hanya bagian depan dan belakang saja. Serta menitikberatkan bagian – bagian tubuh tertentu, bentuk tubuh dapat dibentuk & diperbaiki dengan cepat setelah memakai Envy Corset & Envy Girdle.

Birth Plan

Dalam kelahiran apapun dan dimanapun, hendaknya kita menyiapkan birth plan untuk menyambut kelahiran yang positif. Tunjukan pada provider birth plan kita, baik kepada bidan, rumah bersalin, atau rumah sakit. Bagaimana contoh birth plan? Sebagian saya tuliskan di sini yah.

Nama: Li Partic

Suami: Arief W

Kehamilan ke: 2

HPL : 5 September 2014

Saya berharap proses persalinan saya yang kedua ini menjadi persalinan yang positif, indah, dan menyenangkan bagi bayi saya dan saya sendiri, baik secara fisik maupun emosional. Artinya, proses berlangsung alami tanpa campur tangan medis, kecuali jika diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan menghindari kerusakan permanen pada saya dan bayi.

Lokasi

PLAN A

Bersalin home water lotus birth

-Sebelum HPL: Florencia Regency CG12 Sidoarjo

-Setelah HPL: Mutiara Citra Graha J5/17 Sidoarjo

 

PLAN B

Sebelum HPL, jika tidak bisa homebirth dan saya kebetulan ada di Gresik, saya memilih RS Semen Gresik sebagai tempat bersalin

PLAN C

Setelah HPL jika tidak bisa homebirth dan kemungkinan saya sudah tinggal di Sidoarjo, saya akan merujuk pada RSD Sidoarjo

Tahap Kala 1 Persalinan

  1. Saya akan menunggu kontraksi hingga (Setidaknya) HPL + 10 sebelum tindakan induksi

  2. Saya harap infus & enema bukan merupakan prosedur rutin

  3. Bebas bergerak selama terjadi kontraksi

  4. Bebas memilih posisi bersalin

Jika saya meninggal, cari donor ASI atau ibu susuan untuk bayi saya.

Home Birth is More Than VVIP Class

World, meet Kei!

I gave birth to a boy (again) with no episiotomy at home. And this is my second little mujahid birth story.

Kaysan

Home birth alias melahirkan di rumah adalah suatu pengalaman tersendiri. Tentunya tidak semua orang setuju dengan metode melahirkan yang satu ini. Mulai dari kekhawatiran minim peralatan medis, sampai tuduhan lahiran jadul. Nanti baca aja klarifikasiku mengenai alasan itu. Hihihihi tapi tau gak siiih… Home birth itu sekarang lagi musim hohohoho…

Waktu itu saya sempat diserang (lebaiii) ancaman halus:

“tapi nanti lahirannya di bidan atau RS ya!”

“Enak lahir di RS kayak dulu lho. Ari-ari tuh udah ada yang ngurusin. Tinggal terima bersih.” Aduh.. apa susahnya sih cuma nyuci ari-ari? Kikikikkkk

Well, inilah kenapa saya lebih memilih home birth.

  1. Water birth. Pengen aja gitu ngerasain bedanya melahirkan di dalam air jika memungkinkan. Di RS sih bisa, tapi tarifnya nyamain umroh 😀
  2. Lotus birth. Apa itu? Intinya nih lahiran yang tali plasentanya ga dipotong, dibiarkan sampai puput. Jadi kemana-mana bawa ari-ari gitu? Iyaaa, biasanya cuma bentar kok 3-4 hari sudah puput pusar. Itu karena sistemnya tertutup, ga ada luka, jadi cepat keringnya. Tujuan yang lebih utama sebenarnya untuk mensuplai darah biar ga pucat maupun jaundice (am i rite?) walau kalau untuk tujuan ini, delayed cord clamping sudah cukup.
  3. Trauma episiotomi. Apa saya anti episiotomi? Nggak juga sih, kalau diperlukan, dan sebagai jalan terakhir saya mau banget. Cuma kalau sebagai tindakan rutin, belum apa-apa udah digunting, sakitnya tuh di siniiii.
  4. Ga nyaman sama enema. Dulu waktu lahiran anak pertama digituin. Tahun 2011. Tapi katanya sekarang udah ga boleh ya?
  5. Di RS tuh main suntak-suntik. Infus jugaaaa. Aduh apa ya yang dimasukin? Perawat sempat tanya apa alergi antibiotik? Mungkin itu yang disuntikin. Infus juga ga nyaman banget. Tindakan antisisapi sih katanya.
  6. Di RS dulu, sang Perawat cowok ga ketuk pintu dulu. Saya kan belum siaaaaaaap L terus mana tahu ada perawat cowok juga, jadi waktu itu dia lihat penampakan yang ga seharusnya dia lihat. Loh, kan di dalam ruangan toh? Ini alasannya…

Dikutip dari buku Jilbab Bukan Jilboob:

“Walaupun berada dalam rumah, ketika berjumpa atau satu ruangan dengan orang nonmahram, wanita juga harus berjilbab. Saat menemui laki-laki buta pun kita wajib berjilbab.”

Karena ini home birth, harus persiapan selengkap mungkin. Dimulai dari birth plan, bisa dibaca di sini yah!

Saya mempersiapkan kesehatan, nutrisi rohani sejak awal kehamilan agar bisa melahirkan normal di rumah.

  1. Mendekatkan diri pada Allah lebih sering, baik itu dzikir, doa, tilawah, sedekah, dll.
  2. Karena sudah mendekati Allah, yakin akan pertolongannya, saya menjauhi hypnobirthing ^_^
  3. Menjaga nutrisi ditambah dengan tambahan makanan seperti minyak zaitun di trisemester akhir, propolis tablet, bee pollen (untuk melancarkan ASI kelak), kurma, minyak omega halal dengan antioksidan dari udang-udangan, multivitamin multimineral fitonutrien alami Lifepak. Semua ada di toko saya: filanika.com
  4. Makan secukupnya. Entah ya, bawaan bayi atau apa, porsi sedikit saja sudah kenyang. Makanya bayinya kecil 😀
  5. Memberdayakan diri denan gerakan-gerakan yang mendukung persalinan normal, seperti yoga hamil, pelvic rocking di birth/gymnastic ball, belly dance, jalan kaki pagi.
  6. Menyerap ilmu-imu tentang kehamilan dan persalinan. Alhamdulillah nih, dapat buku impor dari Mbak Astrid: AMANI Birth 😀
  7. Tes darah lengkap
  8. Perineum massage, akupresur induksi alami, endorphin massage –> belum sempat dipraktikkan 😀

Lokasi melahirkan

Masih bingung ya soalnya kan fast moving (eh kok kayak barang aja).. bukan..bukan mobilitas tinggi maksudnya. Maklumlah, business woman gitu (hueeeek).

Antara Anyer-Jakarta Sidoarjo-Gresik. Rumah sendiri apa rumah kontrakan.


 

Menemukan Provider

Sejak bulan Ramadhan (Juli), saya udah nemu nih birth provider. Cuma susaaah banget nemu waktu dan tempat yang cocok. Baru jodoh saat mendekati due date. My due date is Sept 5th. Saat itu lagi dalam kedukaan, karena eyang uti meninggal 29 Agustus 2014. Tanggal 30 nya saya balik ke Gresik, sorenya ke Surabaya lagi.


 

Sabtu, 30 Agustus 2014

Lokasi: Dunkin Donut

Sabtu sore akhirnya ketemu bidan Wina. Aqif sedang sesak napas parah, tapi lumayan mereda, dibawa aja deh :D. Kami ngobrol-ngobrol tentang rencana melahirkan, sampai maghrib. Kemudian kami pulangnya ke Bangkalan.


Selasa, 2 September 2014

Selasa malam ini, serasa ada sesuatu yang mengalir. Ternyata flek coklat keluar tapi tanpa kontraksi.


Rabu, 3 September 2014

Penasaran terjadi apa-apa, jadi pengen periksa ke dsog. Sayangnya jadwal dsog kemarin. Hmm untung ingat ada RS lain yang dsognya sama tapi malam. Biasanya RS Semen Gresik sekarang di RS Rachmi Dewi. Dapat antrian panjang, baru periksa jam 10 malam. Sembari menunggu antrian, saya hunting kurma.

Kurma sukkary sudah lama habis. Rencananya mau beli kurma ajwa. Padahal masih punya ajwa tapi ketinggalan di Sidoarjo. Naik motor udah ga nyaman banget, tapi harus dapet kurma nih. Masih meraba-raba tempat juga, ga nguasain daerah Gresik sih walau udah 2 tahun di sini. Dapatlah kurma ajwa seharga 140000 padahal cuma 200g. Sekalian air zamzam 1 jerigen kecil, mungkin 1 liter ya, 45000.

FYI, kurma dan air zam-zam berguna membantu memperlancar persalinan.

Anjuran makan kurma dipersering apalagi saat sudah mendekati hari H. Ini juga berguna mencukupkan kebutuhan nutrisi bumil. Ada di Al-Qur’an lho.

“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata : “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah ;”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu…”(QS Maryam (19):22-26)

Sedangkan air zam-zam juga berkhasiat untuk memudahkan proses persalinan, menghalau kesulitan-kesulitan. Caranya: bacakan Al Qur’an surah Al-Insyiqaq (84) : 1-4 ke dalam air zam-zam, kemudian minum dan sebagian lain dioleskan ke perut ibu (Syaikh Ibnul Qoyyim Al-Jauziah dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi).

Nah, setelah kontrol, kata dokter nunggu kontraksi aja. Kondisi kandungan: air ketuban sedikit. Apa kepala sudah masuk panggul? Katanya belum. Biasanya sudah masuk panggul kalau sudah kontraksi. Tambah galau kan? Secara dulu waktu 9 bulan hamil anak pertama, jaman gini udah masuk panggul. Apa jarang jalan kaki ya? Tapi sering yoga, belly dance, pelvic rocking juga kok. #Pembelaan diri


Kamis, 4 September 2014

Galau, flek coklat ini kadang keluar kadang ga. Padahal dulu hamil anak pertama, langsung bloody show sebelum kontraksi, kontraksinya pun langsung hari itu juga. Nah, sekarang ini kok ga ngerasain kontraksi ya? Curhatlah saya sama bidan Wina. Saya disarankan untuk periksa ke bidan. Waduh… Saya ga tau dimana tempat bidan berada. Seharusnya malam itu saya harus cek bukaan ke bidan, tapi saya lebih memilih hunting kolam hehehe.

Jujur belum nyiapin apa-apa nih. Rencana water birth tapi kok belum nyiapin kolam? Masalahnya ga ada waktu nih buat cari-cari hehehe baru kalo mepet waktu, disempat-sempatkan. Karena kemarinnya capek perjalanan luar kota, maka hari ini disempatkan hunting kolam. Hasilnya.. Taraaaa.. nemu cuma di satu toko harganya 500ribuan. Kemahalan, lebih murah beli online. Akhirnya batal beli. Rencana mau beli online aja.

Selain itu, saya cari-cari rempah-rempah dan garam untuk perlakuan lotus birth. Dapatnya cuma garam meja tak beryodium yang berbentuk bata, lumayan kasar. Seharusnya sih sea salt. Rempah? Ga dapat sama sekali! Kunyit bubuk ga ada, temulawak bubuk ada tapi dikit. Akhirnya nemu bubuk ngo hiong, saya comot ajah. Suka baunya, harum. Ga apa deh, kalo pun ga kepake bisa dibikin buat masak ayam bumbu ngo hiong #eh.


Jumat, 5 September 2014

Inilah HPL-ku. Pas gak lebih gak kurang, hari ini saya merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Sangat berbeda dengan pengalaman pertama. Anak pertama lahir HPL+5.

Sekitar 00.30

Saya merasakan kontraksi lembut. Ah, this is the time. Insya Allah besok melahirkan. Menurut pengalaman anak pertama, kelahiran terjadi setelah 24 jam adanya kontraksi pertama kali. Mulai muncul lendir darah. Itupun cuma sekali. Kontraksi makin kuat menjelang subuh. Sudah 5 menit sekali, tapi darah ga muncul lagi. Selama kontraksi, saya hibur si perut dengan goyang inul, belly dance, biar kepala cepat turun juga. Kok ga pake gym ball? Itu sudah robek, digunting sama anak pertama saya. Geram kan? Waktu itu baru beli kok udah dibocorin 🙁

Saat ini saya ada di Gresik, ga mungkin melanjutkan plan untuk melahirkan di Sidoarjo. Kalau mbrojol di jalan gimana? Lagipula, ruangan di Sidoarjo penuh banget sama ASI BOOSTER TEA berkoli-koli.

Saya hubungi bidan Wina via bbm *duh, seharusnya telpon ya. Saya pun ngaku belum punya rempah-rempah, cuma garam saja (ngo hiongnya ga saya ceritain ah, malu hihhi). Nitip belikan aja 😀

Kontraksi makin kuat 2-3 menit sekali. Ini sekitar sebelum jam 6 pagi sampai setengah tujuh. Saya tahan kontraksi dengan posisi merangkak, child position (istilah dalam yoga), sambil terus berdzikir. Belly dance sambil berdiri udah ga nyaman lagi. Habis ini mau sarapan dulu, sedari tadi cuma ngemil kurma, tetep lapar.

“Mbak, sekarang kontraksinya gmn? Darahnya gmn?”

Nah, kalo kontraksi sudah kuat, darah harus lihat dulu nih. Jadi sebelum balas, saya cek dulu. Pergilah saya ke kamar mandi. Kontraksi terus berjalan. Dan.. perasaan pengen mengejan, saya turuti deh, tapi ga begitu kuat. Habis ga kuat nahan rasa pengen mengejan sih. Keluar kamar mandi, sudah ada rencana mau makan pecel, baru datang dibelikan yahnda. Eh, tapi kok gelombang cinta datang lagi. Ga bisa makan nih, tunggu reda aja. Gelombang cinta dari adik bayi datang lebih besar, mau ngelaporin maasalah bloody show (yang baru keluar lagi setelah jam setengah satu tadi) udah ga sempat, karena rasa pengen mengejan makin kuat. Akhirnya saya mengejan sampai ketuban pecah. Airnya memang benar sedikit, paling segelas ya.

Aihhh.. kondisi genting gini saya belum apa-apa. Mengharapkan Bidan Wina di Surabaya kayak ga mungkin (karena perjalanan ke Gresik 1-2 jam), mau berangkat ke rumah sakit sudah ga kuat jalan. Lemas rasanya (belum makan sih). Akhirnya, suami memanggil bidan yang rumahnya berjarak 5 rumah dari rumah kami. Sebelumnya saya belum pernah ketemu, belum pernah kontrol ke bidan ini. Namanya bidan Rika. Malam sebelumnya yang mana saya mau cek bukaan, maunya ke bidan Rika, tapi lewat depan rumahnya kok ga ada plang praktek jadi batal deh ke sana. Bidan Rika mau berangkat dinas waktu itu, untung yah belum berangkat.

Begitu bidan Rika datang, langsung cek. Saya disuruh berbaring. Belum cek VT, ternyata kepala sudah kelihatan! Saya ingin mengejan lagi. Saya dipersilahkan mengejan. Saya mengejan tapi tertahan di leher, jadi bayi belum keluar. Bidan memutuskan untuk episiotomi, tapi belum ada alatnya. Dia minta suaminya untuk mengambilkan alat partusnya.

“Diepis aja ya, sebentar.. sebentar..”

06.45

Rasa mengejan datang lagi. Kali ini all out deh (bukan walk out yaaa 😀 ), dengan total exhale. Suami disuruh sambil mendorong perut saya (sebenarnya kok kayak ga ngefek ya?). Alhamdulillah, adik bayi bisa keluar dengan mudah. Langsung loncat katanya.

Terus, bidan Rika menangani bayi, memotong tali pusarnya. Saya masih dalam kondisi lemas belum sempat bilang apa-apa. Oh nooooooo… sudah terlanjur dipotong. Ga jadi lotus deh.

Oh iya, belum balas BBM nih.

“Kalau semakin kuat, kayaknya ga sempat beli rempah nunggu toko buka mbak.”

“Alhamdulillah, sudah lahir barusan mbak.”

Maaf yah, mbak Wina, serasa di PHP-in 🙁

That was my sudden VVIP home birth story. Lebih dari sekadar VVIP malah. Kenapa?

  • Segala fasilitas ada: kulkas, suasana dingin (kayak ber-AC padahal ga ada :D), kamar mandi
  • Bebas dari kekhawatiran ada yang ngintip
  • Tanpa infus
  • No enema
  • No vaginal toucher
  • No episiotomy

Kok sudden? Iya tiba-tiba banget. Saya kira akan lebih dari HPL. Saya pun tidak menyangka prosesnya akan cepat sekali, perkiraan saya siang atau sore baru lahir, ternyata pagi itu juga sudah lahir. Baju bayi pun seadanya. Saat bidan minta bedong, saya kasih sarung 😀

 20140905_082704

Belum siap sempurna, tapi alhamdulillah semua sehat dan selamat. Saya yang tadinya lapar baru makan jam 12-an karena lapar hilang.

Btw, yang ga terpakai untuk persiapan melahirkan ini:

Bola gym, karena sudah bolong

Air zam-zam, ga terpikir untuk minum. Baru diminum pasca melahirkan.

Semua di luar rencana. Birth plan sudah disusun, tapi tidak terlaksana. Itulah takdir hehe. Terima kasih buat semua yang sudah membantu dan menjenguk.

Welcome to the world, Muhammad Kaysanarsya a.k.a Kaysan a.k.a Kei ^_^

 Red to red

*)Ditulis saat Kei 40 hari karena saya ber- honeymoon babymoon dulu.

**)Kadang suka sedih papa ga kebagian lihat cucunya. Beliau pergi duluan 6 Agustus 2014, sebulan sebelum Kei lahir T_T