Imunomodulator Herbal Lokal yang Ampuh Menurut Penelitian

Hai Bunda!

Bagaimana kabar keluarga selama pandemi? Jarang sakit atau malah sering terpapar penyakit? Kita sebagai ibu harus mengusahakan agar keluarga terhindar dari penyakit terutama covid-19 kan. Karena mereka tergantung pada kita. Semua kita yang urus. Jika keluarga sakit, kita yang rawat, kita yang membuatkannya makanan, kita yang membersihkan segala sesuatu di rumah. Pun pencegahan dan penanganan Covid-19 kita yang atur.

Sebagai ibu, kita bantu anggota keluarga dengan melindungi mereka dan memenuhi kebutuhannya. Makanya terapkan protokol kesehatan dan edukasi juga seluruh anggota keluarga. Termasuk bagaimana cara agar kekebalan tubuh tinggi di masa pandemi itu ada di tangan kita. Maka kita harus memahami bagaimana sistem imunitas tubuh dan bagaimana cara meningkatkan kekebalan tubuh.

Saya dapat ilmu baru tentang kekebalan tubuh ini melalui webinar “Peran Herbal Indonesia sebagai Immunomodulator Alami untuk Menjaga Kesehatan Keluarga. Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia, menjelaskan secara detail apa itu sistem imun, peran penting imunomodulator, sampai herbal lokal yang terbukti dalam penelitian.

Pada pandemi covid-19 ini adalah situasi penting untuk mencegah dan memelihara imunitas tubuh. Sistem imun adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya dari dalam dan luar tubuh. Bahaya dari luar tubuh seperti adanya patogen (jamur, bakteri, virus, parasit). Mereka dapat masuk ke tubuh. Jika mereka tidak dapat disingkirkan maka akan timbul penyakit yang menyebabkan kerusakan sel bahkan hingga kematian.

Ketika bahaya dari luar masuk, tubuh akan meresponnya. Ini disebut dengan respon sistem imun. Respon sistem imun ada 2, yaitu:

1. Respon imun alamiah

Respon Imun Alamiah (bawaan) adalah respon umum terhadap suatu infeksi. Sel-sel respon imun alamiah mensekresikan interferon dan zat kimia lain (sitokin). Interferon mengganggu replikasi virus. Kemudian Fase 2 terjadi.

2. Respon Imun Adaptif

Respon Imun adaptif (yang didapat) adalah respon spesifik terhadap infeksi. Ini dimulai ketika tubuh sudah terserang di hari ke-6 sampai ke-8. Respon imun ini melibatkan 2 jenis sel darah putih, yakni Sel T (respon seluler) dan Sel B (respon antibodi).

Nah, dalam meningkatkan sistem imun ada istilah yang namanya imunomodulator. Ini bukan vitamin ya. Imunomodulator adalah zat atau substansi yang dapat memodifikasi respon imun, mengaktifkan mekanisme pertahanan alamiah maupun adaptif dengan mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun yang terganggu.

Cara kerja imunomodulator bisa bersifat imunostimulan dan imunosupresan. Imunostimulan itu yang meningkatkan kekebalan tubuh, sedangkan imunosupresan yang menekan kekebalan tubuh karena imunnya malah menyerang tubuh seperti pada penyakit autoimun.

Yang perlu kita konsumsi adalah imunomodulator yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit di masa pandemi ini. Imunomodulator jenis imunostimulan ini contohnya ada 3 jenis.

  1. Isoprinosin, yaitu obat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara mengubah dan memicu proses imun yang dimediasi sel tubuh, sehingga memperlambat pertumbuhan dan penyebaran virus di tubuh.
  2. Herbal impor: Echinacea, elderberry, ginseng, ganoderma, saffron.
  3. Herbal lokal: meniran, jinten hitam, kunyit, sambiloto, bawang putih, kelor, jahen, pegagan, temulawak, dll.

Sekarang kita bahas 4 macam herbal yang terkenal ya.

Echinacea

Echinacea bersifat imunostimulasi. Ini terbukti mempercepat penyembuhan selesma dan infeksi saluran pernafasan atas. Sayangnya ada batas maksimal pemakaian, yaitu selama 8-16 minggu berturut-turut. Herbal ini juga kontra-indikasi untuk penyakit autoimun.

Meniran (Phyllanthus niruri)

Meniran juga bersifat imunostimulasi. Meniran dapat mempercepat penyembuhan infeksi virus cacar air. Enaknya ini aman untuk pemakaian jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak meniran sebagai imunomodulator yang aktivitas imunostimulasinya relevan pada penyakit-penyakit infeksi. Contohnya pemberian ekstrak meniran 50 mg 3 kali sehari secara signifikan meningkatkan regulasi respon imun oleh sel-sel imun seperti leukosit dan limfosit Th-2 (Radityawan, 2005). Selain itu, dalam penelitian lain, ekstrak meniran menghambat peradangan pada uji klinik double-blind, randomized, placebo-controlled pada subjek dengan Tuberkulosis lesi sedang-berat (Halim and Saleh, 2005).

Kesimpulannya, berdasarkan studi in-vitro, ekstrak meniran memicu proliferasi sel mononuklear pada darah perifer, meningkatkan pelepasan Nitric Oxide dan meningkatkan fagositosis oleh makrofag.

Kunyit (Curcuma longa / Curcuma domestica)

Kunyit adalah herbal yang memiliki senyawa aktif berupa curcumin. Curcumin ini bersifat imunostimulasi, antioksidan, dan anti-radang. Fungsinya adalah untuk memelihara dan memperbaiki sistem pencernaan. Sifatnya aman untuk pemakaian jangka panjang. Bahkan berdasarkan penelitian Ziteng Liu dan Ying Ying, senyawa curcumin dalam kunyit dapat menghambat badai sitokin yang dapat terjadi pada Covid-19.

jurnal kunyit

Daun Kelor (Moringa oleifera)

Daun kelor bersifat imunostimulasi juga sebagai sumber nutrisi yang lengkap. Daun kelor mengandung kalsium, zat besi, fosfor, kalium, zinc, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, asam folat dan biotin. Daun kelor juga aman untuk pemakaian jangka panjang.

Imugard, Kombinasi 3 Bahan Herbal

Jika disuruh memilih, saya lebih cenderung kepada herbal lokal. Karena bangga dong punya herbal lokal dan berdaya darinya. Jika dilihat dari penjelasan di atas, herbal impor seperti Echinacea itu selain harganya yang lumayan tinggi, juga ada batas pemakaiannya. Sedangkan bahan herbal lokal aman digunakan untuk jangka panjang.

Beberapa herbal yang dikombinasikan diharapkan akan memberi efek modulasi respon imun yang lebih optimal daripada herbal tunggal. Misalnya kita bisa mengombinasikan meniran, kunyit, dan daun kelor agar mendapat imunostimulan, antiradang, memperbaiki sistem pencernaan, dan sumber nutrisi seimbang.

Jika kesulitan di tempat tinggal kita mencari meniran di mana, atau nggak nemu daun kelor, yang ada cuma kunyit, ga perlu sedih. Karena sekarang ada Imugard yang merupakan produk ekstrak 3 tanaman tadi. Hal ini lebih lanjut dijelaskan oleh Apt. Agie Avionico Gaudart, S. Farm selaku Brand Manager Imugard.

Agie Gaudart

Imugard ini adalah produk keluaran Deltomed. Produk ini mempunyai kelebihan:

  1. Bersertifikasi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik)
  2. Memenuhi standar mutu ISO 9001:2015
  3. 3 in 1 Herbal Formula, yaitu gabungan meniran (memelihara daya tahan tubuh), daun kelor (memenuhi kebutuhan nutrisi), dan kunyit (memperbaiki sistem pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh).

Saran Penggunaan:

  • 1 kapsul sehari
  • 2 kapsul sehari jika sedang sakit, lalu dilanjutkan 1 kapsul per hari.
  • Untuk usia 12 tahun ke atas, dewasa, dan lansia.

Kalau Bunda ingin merasakan manfaatnya untuk jaga daya tahan tubuh sekeluarga, tinggal beli saja di Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, Bukalapak, Century, Watson, dan apotek terdekat, ya.

Semoga bermanfaat!

Be Sociable, Share!
Posted on: March 24, 2021, by : li partic

2 thoughts on “Imunomodulator Herbal Lokal yang Ampuh Menurut Penelitian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *