Hati-Hati Pilih Buku Anak Impor Ini di The Big Bad Wolf

Empat hari setelah saya datang ke preview sale The Big Bad Wolf Surabaya tanggal 19 Oktober 2016, saya datang lagi nih. Di hari presale, saya datang dengan suami dan anak kedua yang berusia dua tahun. Tanpa si sulung karena sedang sekolah. Nah, di hari yang keempat ini, saya datangi lagi bazaar buku impor terbesar itu bersama si sulung. Mengobati rasa bersalah belum ngajak dia, akhirnya saya jalan berdua dengannya. Bukan malam mingguan bareng suami hahaha. Lagian si Yanda lagi cedera, dan si bungsu lagi tidur siang. Jadilah saya berangkat dengan Tsaqiif #MalmingBer2saja

Di hari presale, memang belum begitu banyak orang di dalam expo, tapi parkiran mobil sudah penuh sehingga kita parkir di pinggir jalan frontage. Jadi jauuuuh banget beberapa ratus meter dari JX International (Jatim Expo). Itupun, kena biaya parkir liar Rp. 10.000 (kalau resmi kan biasanya dapat karcis). Ngalah-ngalahin harga parkir mall nih. Kerena parkir mahal, parkir susah, dan ga ada yang nganter inilah saya dan Tsaqiif naik Uber.

Kebetulan ada promo, ih tapi sayang ga bisa dipake kode promonya. Ya sudahlah, toh masih lebih murah dari pada taxi lain. Eh, iya. Di hari presale saya sudah beli sekian-sekian buku. Kepo terhadap apa yang aku borong? Lihat video ini, uhuk… uhukk…

Kunjunganku yang kedua ini aku berharap gak akan borong-borong lagi kecuali buku untuk Tsaqiif. Terutama Lego. Dia minta Lego. Lego di outlet resminya bisa sampai 500 ribu ke atas, di sini cuma Rp. 200.000. Ambillah dia Lego Ninja. Kemudian dia berkeliling, dan menemukan lego mesin-mesin berat, seperti excavator, bulldozer, road roller. Sebenarnya bukan Lego sih, mereknya beda, tapi tetep Made in USA bukan China. Saya bilang, kalau sudah ambil Ninja jangan yang itu, salah satu saja. Kemudian ia nurut. Muter-muter lagi, terus dia berubah pikiran.

“Wis ga jadi ini, excavator aja,” ujarnya.

Dan ia kembali ke tempat lego mesin-mesin tadi yang cuma satu. Uh, sayangnya udah dipegang orang. Dengan mimik sedih Tsaqiif ngeliatiiiiin terus. Saya juga mengawasi, siapa tahu ditaruh lagi. Soalnya anak yang pegang lego mesin itu masih izin ortunya boleh atau nggak.

Dan.. jawaban ortunya iya. Oh, noooo. “Lho sudah diambil orang, Qiif.”

Tsaqiif semakin murung.

“Iya ayo cari tempatnya siapa tahu ada lagi,” hiburku.

Setelah berkeliling dengan mata jeli, ternyata kami temukan sumbernya! Sumber, katanya 😀 Iya, soalnya ini tumpukannya besar. Sedangkan tempat yang Tsaqiif temukan lego satu sendirian tadi bukan tempat sebenarnya karena mungkin belanjaan orang yang nggak jadi.

Selain Lego, kami membeli buku-buku unik seperti Doctor (tokoh Disney Cewek itu lho persisnya lupa namanya), buku Doctor itu cerita tentang sikat gigi, ada suara-suaranya juga. Berguna buat dongengin. Buku aktivitas yang bisa dihapus (wipe and clean) untuk 5 tahunan. Yah saya mantap gak beli buku anak lagi, karena kemarin udah beli banyak juga.

Waktu itu adalah happy hour, di mana 50 orang berhak dapat diskon dengan memakai e-cash. Saya pun cepat-cepat membeli e-money, kan lumayan bisa dipakai untuk tol juga. Terus saya tanya yang jaga e-money, benar dapat diskon? Untuk meyakinkan sekali lagi.

“Itu pakai e-cash bu.”

Yaaah… salah deh. Beda tauuuk, e-cash vs e-money. Hiks… Ya sudah deh….

Lapar pun tiba, saya dan Tsaqiif cari makan. Untung barang yang sudah dibeli bisa dititipkan. Tempatnya di Lobby. Saya diantar karyawannya. Dia juga yang bawakan 2 kresek belanjaan kami.

Oh ya, saya ada tips untuk pilih-pilih buku anak. Selain sesuaikan menurut kebutuhan dan usia anak, menurut saya ada beberapa buku yang harus dihindari, terutama untuk anak saya ya. Bisa dicontek, bisa nggak usah digubris kalau nggak cocok. Ini dia buku yang seharusnya dihindari.

Dongeng Romantis

Ada buku-buku tentang putri-putri Disney. Tahulah ya cerita putri-putri itu adalah kisah percintaan yang dikartunkan. Saya cek memang kisah-kisahnya berbagai versi karena beda pengarang, beda penerbit tapi intinya sama. Dari segi ilustrasi aman bagi anak-anak. Tapi kandungan kisahnya menurut saya juga bahaya. Saya pernah membahas dongeng romantis: Dongeng Cinderella Bukan Konsumsi Anak-anak tahun 2015, waktu Cinderella movie booming.

Tapi ada satu buku yang parah, bahkan itu untuk balita loh. Judulnya Cinderella’s Dream Wedding. Covernya bergambar dua sejoli yang sedang ciuman. Tsaqiif menemukan buku itu. Ia ambil, dan ia bilang ke saya. “Bunda, ini gini. Cium.”

Yah, kan… bahaya kan?

PhotoGrid_1477183932139

Special Occasion di luar aqidah

Saya menghindari hal-hal berbau kebudayaan luar negeri yang tidak sesuai ajaran Islam. Misalnya, ulang tahun, valentine, thanks giving, halloween, natal. Kebetulan, ini menjelang akhir tahun yang artinya juga menjelang natal. Toko-toko juga sudah siap menjual pernak-pernik natal. Termasuk di event ini, buku-buku cerita natal ada di pojok khusus.

Bukannya Tsaqiif tidak tahu apa-apa tentang itu semua. Dia sudah hapal apa itu natal dengan hadiah-hadiahnya, Halloween dengan trick or treatnya. Tahu cukuplah tahu, tidak perlu sampai memiliki bukunya. And please jangan anggap ini SARA. Jika Anda merayakan Natal, silahkan ke sini, banyak buku unik nan kreatif tentang natal 😉

Babi dan Anjing sebagai tokoh utama

Tsaqiif sering nonton Youtube Peppa Pig. Saya juga suka ceritanya yang berdialog dan mudah dimengerti meski dialeknya British. Tapi hal itu, bukan berarti saya membolehkan cerita-cerita tentang babi dan anjing untuk dimiliki. Di sini banyak cerita babi seperti Peppa Pig, Three little piggies, Pig Kahuna. Juga ada cerita anjing yang bentuknya lucu-lucu seperti pop up, boneka, flap, board book, dll. Saya pun menunjukkannya kepada Tsaqiif. Dia pun sekadar berkata “Oh iya” saja tanpa berhasrat memilikinya.

 

Sebenarnya setelah makan saya ingin langsung pulang. Tapi saya harus shalat. Sayang banget kan kalau masuk expo lagi cuma untuk shalat saja tanpa berkeliling lagi? Saya juga ingin memastikan tidak ada buku yang tertinggal untuk dimiliki lagi. Jadi saya berkeliling lagi. Sembari berkeliling, Tsaqiif yang lelah saya biarkan mewarnai dan bermain bersama teman-teman tak dikenalnya. Di area panggung ada tempat charger, pojok mewarnai, photo booth antigravity, dan area istrirahat.

Setelah selesai berkeliling saya jemput Tsaqiif di atas panggung. Berharap ga ada yang dicomot malah comotannya banyak. Kali ini saya bayarnya pakai debit. Eh, ternyata dapat promo potongan dengan fiesta poin. Padahal hari presale tanggal 19-nya saya juga pakai debit tapi tidak ada promo itu.

Akhirnya pulanglah saya dengan Uber lagi. Waktu sudah menunjukkan jam 7an malam hari. Saya diperintah menuju booth Uber untuk mendapat bantuan. Hmmm.. bantuan apa ya? Tanya diskon ah. Petugasnya bilang kalau pertama kali pakai dapat diskon. Tapi ada juga kode yang bisa digunakan sampai tanggal 23 Oktober. Nah itu kode yang ga bisa saya gunakan tadi. Setelah disetting-setting lagi dari komputer si petugas saya bisa juga pakai kode promo. Jatuhnya murah banget. Jadi ga tega sama drivernya kalau kayak gini, soalnya kan jauh ke Sidoarjo. ^_^

Be Sociable, Share!
Posted on: October 25, 2016, by : li partic

10 thoughts on “Hati-Hati Pilih Buku Anak Impor Ini di The Big Bad Wolf

  1. Halo, Mak.
    Ada yang bikin saya penasaran nih, kenapa tidak boleh membeli buku yg tokohnya anjing atau babi? Apakah karena dua hewan tersebut diharamkan islam atau karena jalan ceritanya?

    1. Kenyataannya walau haram disentuh ga dosa sih, asal najisnya dibersihkan, apalagi cuma sekadar buku. Sebenarnya lebih ke pendidikan karakternya. Jika itu jadi tokoh utama, biasanya nih anak akan menyayangi, mengidolakan. Alhamdulillah kalau mengerti. Kalau anaknya belum ngerti terus pengen anjing kan gimanaaaa gitu hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *