Travelling

10 Alasan Melepas Penat Berexpocation

Kalau lagi jenuh dengan kerjaan sehari-hari pengennya liburan kan? Liburan ke tempat rekreasi berbayar bisa jadi lagi ga berduit. Atau males karena jauh keluar kota apalagi bareng anak-anak yang ribetnya ga selesai-selesai. Ada alternatif jalan-jalan yang berkesan, hemat di kantong, dan banyak keuntungannya. Kita dapat banyak gratisan dan keberuntungan dari jalan-jalan ini.

Namanya “EXPOCATION”. Berasal dari kata vacation. Sekarang ini ada istilah staycation untuk menginap di hotel, walau berlibur semalam saja. Apalagi hotelnya berlokasi di kota yang sama dengan tempat tinggal kita. Apaan liburan nginep kok di kota yag sama? Ya itulah staycation. Sedangkan expocation adalah saat kita jalan-jalan di sebuah expo/bazaar/pameran. Baru dengar sekarang? Ya, siapa tahu istilah ini kemudian booming šŸ˜€

Inilah manfaat expocation yang bisa kita rasakan.

1. Selfie di tempat kece

Biasanya di expo itu ada spot-spot tertentu yang bikin tangan gatal untuk meraih kamera dan memotret diri sendiri. Jangan lewatkan momen ini karena ini kesempatan buat update instagrammu.

https://www.instagram.com/p/BFGf35urY1u/?taken-by=lipartic

2. Ikut kuis berhadiah

Untuk menarik pengunjung, stan-stan tertentu mengadakan kuis. Misalnya fortune wheel, update status, dll. Tak ada salahnya ikut. Siapa tahu beruntung. Ya, kan?

3. Mengumpulkan souvenir

Kunjungi satu-persatu booth di expo. Jangan sampai terlewatkan meski itu tak menarik perhatianmu. Iseng-iseng bertanya sampai diminta mengisi buku tamu. Biasanya mereka menyediakan souvenir yang dipajang di stan mereka. Kadang juga mereka punya souvenir tersembunyi. Biar surprise.

Kalau gak dikasih juga gimana? Pura-pura tanya harga aja. Di Stan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ milik Kabupaten yang memproduksi Kara (santan instan), juga memajang produk minuman hasil produksinya. Aslinya tidak dijual. Seorang ibu yang kehausan bertanya harganya berapa. Mbak SPG-nya berkata kalau tidak dijual, dan akhirnya ibu itu diberi minuman gratis. Aji mumpung, dia meminta lebih dari satu hihihihi.

https://www.instagram.com/p/BK5DYTCBpko/?taken-by=lipartic

4. Bisa dapat majalah/buku

Stan media biasanya menyediakan majalah gratis. Jangan lupa hampiri stan ini. Tanyakan ini gratis? Jika mereka mengiyakan ambil buat koleksi. Bagi yang suka baca pasti hal ini mengasyikkan.

https://www.instagram.com/p/BK5DGc7BFC2/?taken-by=lipartic

5. Menambah wawasan dan pengetahuan

Wawasan dan pengetahuan kita bisa bertambah dengan sedikit bertanya tentang hal-hal yang menyedot perhatian kita. Misalnya nih, di expo kabupaten, saya menemui Kabupaten yang asing namanya. Kabupaten itu terletak di Sulawesi. Stan itu memajang ikan yang sangat besar lengkap dengan es batunya. Ternyata itulah daya tarik andalan kabupaten itu. Jadi serasa travelling nih, tapi tanpa mengunjungi kota aslinya.

6. Window shopping

Saya pernah mengunjungi Decorintex. Expo home decore gitu deh. Dari namanya pasti terbayang bahan bangunan. Eh, ternyata ada juga booth-booth yang menawarkan dekorasi rumah yang kece. Rumput plastik, sofa etnik, home decore, kitchen set, dan perabotan yang chic pasti saya kunjungi. Saya jadi tahu harga pasarannya berapa. Kemudian saya bandingkan dengan toko serupa. Termasuk murah tidak? Apalagi biasanya ada promo-promo diskon selama pameran.

7. Shopping beneran

Yang pasti bikin shopping beneran biasanya adalah produk makanan dan buku. Pasti kita lapar atau haus, pas ada jajanan yang menggoda dan unik dibeli deh.

Terus buku. Bagi yang hobi beli buku, expo diskonan pasti dinanti. Pernah saya mengunjungi The Big Bad Wolf pameran buku impor. Wow banget saya habis 2 jutaan. Dan baru kali ini saya ga menyesal hahaha.

https://www.instagram.com/p/BFLrcRjrY39/?taken-by=lipartic

8. Menyalurkan hobi menulis

Saat ada sesuatu yang baru apalagi bagi blogger, expo ini adalah inspirasi ide. Saya bisa cerita barang-barang apa saja hasil buruan di expo. Apalagi yang unik-unik.

9. Berburu photo booth (berhadiah)

Stan-stan tertentu biasanya mengadakan lomba foto atau lomba instagram. Mereka menyediakan pernak-pernik agar kita kelihatan kece. Misalnya frame, tag, dll. Hadiahnya pun beragam. Ada yang menyediakan hadiah langsung ada juga yang hadiahnya diserahkan setelah acara. Saya pernah memenangkan kontes instagram, hadiahnya lumayan 200ribu dari BRIS ^_^

https://www.instagram.com/p/BFZPDJLrY86/?taken-by=lipartic

10. Berburu give away

Stan-stan di expo biasanya menyediakan hadiah bersyarat. Misalnya mereka mengadakan lomba artikel atau share sosial media dengan like terbanyak. Ikuti saja, semoga kamu beruntung.

https://www.instagram.com/p/BK5CtD3hEZ1/?taken-by=lipartic

 

Nah, ada kesempatan nih bagi bunda-bunda muda. Ada expo yang ngehitz untuk kebutuhan ibu dan bayi. Mother and Baby Fair di Balai Kartini Jakarta. Eventnya tanggal 29 September-2 Oktober 2016. Kopdaran yuk sama saya,di hari Sabtu 1 Oktober 2016. Atau kalau kesana di hari-hari lain selama fair berlangsung ya boleh. Mampir yah, di booth ASI BOOSTER TEA. Booth A22. Tangkap taburan hadiahnya ^_^

https://www.instagram.com/p/BK5lVH6jPyU/?taken-by=asiboostertea

Step By Step Menuju Reka Ulang Adegan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Menyambut lebaran, tak jarang ada yang ribet dengan outfit apa yang akan dipakai saat lebaran nanti. Termasuk saya. Saya sudah males banget pergi ke tempat perbelanjaan. Tapi diĀ sisi lain ya pengen eksis juga. Alternatifnya saya harus mengulik-ngulik dengan detail situs-situs online terpercaya. Awalnya saya bingung akan memakai tema apa untuk baju lebaran keluarga. Sarimbit yang totally kembar untuk seluruh anggota keluarga, sudah agak bosan. Akhirnya yang saya jadikan acuan adalah warna kopiah sarung lebarannya anak-anak. Warna tosca! Itulah tema baju lebaran kita!

Rencananya, saya akan menikmati libur lebaran dengan singgah dari satu kota ke kota yang lain dan diakhiri dengan bersantai di villa yang terletak di kaki Gunung Arjuna. Jadi, selain baju lebaran, saya juga menyiapkan keperluan untuk berlibur lainnya. Inilah listnya, hampir semua saya beli secara online:

  1. Satu set baju lebaran tema tosca. Yang perlu dibeli adalah gamis saya, baju koko suami, baju koko anak-anak (karena sarung dan kopiah sudah ready berbulan-bulan sebelum lebaran).
  2. Pakaian renang dewasa untuk suami, yang berlengan dan celana panjang. Uhuy, di online ga dapet. Dapetnya waktu ga sengaja ke mall.
  3. Pakaian renang real muslimah untuk saya. Saya tidak mau pakaian renang ketat walau judulnya muslimah. Biasanya celana, dan atasannya ketat hanya ditambahkan jilbab mini yang tidak menutup dada. Untungnya saya nemu di instagram suatu brand yang cocok untuk kebutuhan saya. Harganya ehem… lumayan, tapi ternyata masih mahalan baju renang suami akhirnya.
  4. Pelampung lengan anak. Untung masih ada stok lama jadi ga perlu beli.
  5. Kamera mirrorless. Agar hasil pengabadian momen begitu spesial, saya perlu kamera yang bagus juga.
  6. Selusin kue kering. Yang ini jauh belinya di Bandung, untung ga hancur. Ini buat dibagi-bagi ke saudara-saudara.

***

Pulang Ke Madura

Lebaran hampir tiba. Saya tinggal di Sidoarjo. Kami putuskan lebaran hari pertama di kampung suami: Pandaan, yang jaraknya bisa ditempuh dalam setengah jam. Oleh karenanya, sebelum hari H, tepatnya H-2 saya mudik dulu ke Madura. Tujuannya bersilaturahmi dengan orang tua, dan berbagi misi kue kering untuk keluarga-keluarga di sana. Sedih karena tidak lebaran bareng ortu? Tenang… Insya Allah beberapa lama lagi bakal ketemu lagi kok di dekat Gunung Arjuna šŸ˜€

Malam Lebaran Di Sidoarjo

H-1 saya kembali ke Sidoarjo. Agar kami bisa beristirahat sebelum besok Hari H di Pandaan. Halah… Pandaan dekat saja bagaikan dimana gitu ya?

Shalat Ied (Masih) Di Sidoarjo

Karena saya belum packing akibat kelelahan di perjalanan Madura-Sidoarjo, dan pagi sudah menjelang, maka kami memutuskan untuk shalat ied di sini saja. Selesai shalat baru deh langsung ke Pandaan. Ini kali pertama kami shalat tanpa keluarga besar. Cuma saya, suami dan anak-anak. Alhamdulillah, cuaca ketika shalat ied cerah dan keceriaan anak-anak terpancar. Gara-gara apa lagi kalau bukan balon pesawat yang dibeli setelah shalat?

Tahu tidak? Ketika saya mempersiapkan warna tosca untuk baju lebaran kami, yang awalnya sesuai warna kopiah anak-anak sebagai acuan, eh malah baju koko anak yang ga dapat warnanya. Alhasil, saya membeli warna apa saja, yang penting masuk atau mendekati warna tosca. Seperti Tsaqiif yang memakai baju merah, tapi ada garis di bajunya yang berwarna tosca. Kalau Keikei baju kokonya biru tosca. Gak papa deh, yang penting ada kata toscanya hehehe.

20160706_070123-640x480

Bunda nggak kalah sama si mbak model.
Bunda nggak kalah sama si mbak model.

Open House di Pandaan

Setiap sehabis shalat ied, biasanya keluarga besar dari suami berkumpul di rumah Pandaan. Yang dari Jakarta, Sengon, Candi Jawi, dan rumah yang dekat-dekat saja di Pandaan tumplek blek menikmati sajian opor ayam. Kami sambung silaturahmi. Yang lama tidak bertemu jadi asyik mengobrol, yang tidak kenal menjadi kenal, soalnya kan ada yang punya anggota keluarga baru juga.

13909199_635905243230400_2440492406265103745_o
Inilah hasil beli baju online

Terdampar di Batu Wonderland

Tengah hari tiba. Setelah asyik berkumpul dengan keluarga besar, saya dan keluarga suami menuju Batu buat pelesiran. Batu Wonderland Resort Hotel namanya. Saya pilih lokasi ini karena selain tempat menginap, juga ada waterpark mininya, tempat belanja murah, play ground, dan restoran yang enak.

20160707_115657-1

Kami sampai di Batu Wonderland ketika sudah sore. Tapi anak-anak sudah tidak sabar untuk bermain air di waterpark. Akhirnya, setelah istirahat sejenak, kami bermain di waterpark. Sudah sore banget bahkan menjelang petang. Air pancuran di kolam sudah mati, dan semua mesin air juga mati. Namun itu, tak menghentikan semangat kami untuk merasakan dinginnya air Batu. Yang berenang hanya kami sekeluarga. Jadi bagaikan kolam renang pribadi.

20160706_172559-640x480

20160706_171533-640x480

Singgah Ke Blitar

Keesokannya, H+1 lebaran, kami check out dari resort. Siang itu kami bergegas ke Blitar mengunjungi eyang buyut (ibu dari papa mertua saya). Harus sesegera mungkin karena kabarnya perjalanan akan macet dan ada rekayasa lalu lintas. Benar saja, perjalanan yang biasanya cepat dengan short cut, jadi lebih lama. Karena jalurnya diperpanjang dengan memutar. Tapi jika tidak begini akan mengular parah hingga keluar kota.

Mendaki Tanjakan Hingga Ke Kaki Gunung Arjuna

Setelah dari Blitar, keesokannya lagi saya baru tancap gas ke “atas”. Lokasinya tidak jauh dari Pandaan. Tepatnya Prigen. Pernah dengar Taman Safari? Ya, Resort yang berada di kaki gunung Arjuna ini berdekatan dengan Taman Safari Prigen. Namanya Kaliandra Resort & Ecofarm. Kali ini saya berlibur dengan keluarga dari mama saya.

Yeee akhirnya saya bisa salim sama mama di momen lebaran. Sudah 3 hari tak bertemu (Hei! 3 hari itu singkat bukan?). Kaliandra resort ini terdiri dari beberapa villa. Ada villa yang di bawah disebut Bharatapura, villa atas berbentuk bungalow di atas yang disebut Hastinapura, dan Villa Leduk yang merupakan villa megah miliki owner Kaliandra.

https://www.instagram.com/p/BHrnOpgg-hE/?taken-by=lipartic

Selain villa yang bernuansa kerajaan Mojopahit, Kaliandra juga menawarkan beberapa aktivitas seperti menunggang kuda, outbond, Arjuna tracking, membatik, spa, jalan-jalan ke ecofarm, dll. Yang jelas di sini tidak disediakan TV. Garing banget kan? Awalnya iya. Tapi masak, kita jauh-jauh naik gunung buat nonton TV? Mending berbincang-bincang dengan keluarga, sambil menikmati snack sehat yang ditawarkan restoran resort. Atau jalan-jalan keliling kompleks villa. Nggak akan ada habisnya, karena sehari saja kurang. Banyak banget spot foto yang menarik.

Enakan adik-adik saya nih, udah sehari lebih dulu di sini, jadi kayaknya mereka lebih menguasai medan dan sudah berfoto sana-sini. Saya sih telat datang, habis dari Blitar soalnya.

20160708_075042-640x480
Menunggu sarapan ready di resto Hastinapura.
20160709_063527
Villa Leduk di bawah kabut.

Kaliandra resort ini pernah dijadikan lokasi film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film ini diperankan oleh Pevita Pearce, Reza Rahadian, dan Junot. Jangan kaget ya, kalau saya kudet. Jujur saya nggak tahu apa-apa tentang film itu sebelum saya sampai di sini.

Kabarnya, untuk syuting di sini, tim film menyewa Villa Leduk dengan anggaran yang wow. 30 juta per malam! Hampir sebulan loh mereka di sini. Nah, Villa Leduk ini adalah villa besar milik pribadi pemilik Kaliandra yang tidak disewakan. Saya pun tak melewatkan kesempatan jogging pagi menuju Villa Leduk dan berpose sepuasnya.

Hmmm.. pulang-pulang saya masih belum bisa move on. Masih terus terngiang-ngiang akan keindahan Kaliandra Resort. Dan, masih juga kepikiran akan film apakah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck itu? Akhirnya saya cari-cari info. Tak luput google image juga saya telusuri. Dan ketemulah beberapa scene film itu. Eh, kok ya mirip-mirip seperti apa yang saya lakukan sewaktu pemotretan di sana. Ini benar-benar nggak sengaja, lho.

https://www.instagram.com/p/BHxgl3kAlYA/?taken-by=lipartic

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, menghidangkan teh
Biar sama-sama ada cangkirnya dipaksain dikit ya. Jika Hayati melayani pria dewasa, saya melayani cowok imut.

 

PhotoGrid_1469946660265
Maaf, kalau yang ini bukan agak maksa lagi, tapi maksa banget biar mirip.

Itulah sekelumit cerita tentang cerianya lebaran saya. Sama keluarga suami dapet, sama keluarga saya juga dapet. Semoga bikin mupeng ya. Jadi pengen kemana? Batu Wonderland atau Kaliandra Resort? Atau jika saat ini kalian belum bisa berlibur, beberapa hari lagi akan ada acara keren. Hari Hijab Nasional. Tiketnya gratis. Ada lomba-lomba menarik, tausiyah, talkshow, fashion show. Yuk agendakan! Catat tempat dan tanggalnya ya!

  • Nama Acara: HariĀ HijaberĀ Nasional,
  • Tanggal: 07Ā AgustusĀ 2016 – 08Ā Agustus 2016
  • Tempat: MasjidĀ AgungĀ SundaĀ Kelapa, Ā Menteng, Jakarta Pusat

 

 

Ijen Suites Resort & Convention

Ijen Suites Resort and Convention adalah hotel bintang 4 di tengah kota Malang. Hotel ini menjadi pilihan karena keterpaksaan pada awalnya. Waktu itu saya ada tugas untuk mengisi talk show inspiration class yang diadakan himpunan mahasiswa THP UB: Himalogista. Saya berperan sebagai alumni THP yang merupakan praktisi wirausaha. Saya pikir jika saya langsung berangkat pagi dari Sidoarjo, sampai Malang siang, sepertinya saya bakal capek dan menjadi tidak mood untuk berbicara. Akhirnya seminggu sebelumnya saya putuskan mencari hotel untuk menginap.

Perhatian saya tertuju pada Ijen Suites Resort and Convention. Kenapa? Karena saya sempat punya voucher menginap diskon 50% untuk Hotel Padjajaran dan jajaran bisnisnya, hasil dari lomba blog. Ijen Suites adalah cabang dari Padjajaran Hotel. Tapi saya telepon dulu pihak hotel apakah voucher masih berlaku atau tidak. Sewaktu telepon, saya dilempar ke bagian marketing karena resepsionis tidak tahu apa-apa. Ternyata mbak marketing itu pun tidak begitu tahu, masih akan menanyakan pada pihak Padjajaran. Saya kemudian ditanya nomor telepon untuk kemudian dihubungi kembali.

Setelah satu hari lewat, saya masih menunggu keesokan harinya. Kok saya gak dihubungi juga ya? Buat jaga-jaga saya langsung cari di beberapa situs booking hotel.

Memilih hotel dengan harga murah

Saya selalu membandingkan dulu sebelum deal booking. Karena tiap penyedia jasa booking punya harga dan promo yang berbeda. Ini langkah yang saya tempuh.

Cek Tripadvisor. Di Tripadvisor akan ada perbandingan harga dari masing-masing penyedia. Misalnya Hotels.com, Expedia, booking.com dll.

Bandingkan dengan Traveloka. Jika harga di Tripadvisor itu belum final karena belum termasuk pajak, maka di Traveloka sudah termasuk pajak. Harganya memang kadang lebih murah di Traveloka, kadang juga bisa lebih mahal di Traveloka.

Masuk ke Travelio. Ini situs booking hotel yang harga hotelnya bisa ditawar. Saya pun melakukan penawaran. Dari 590 ribuan menjadi 480 ribuan. Ijen Suites sepertinya sedikit pelit untuk banting harga. Seminggu sebelumnya saya pernah booking di Swiss Bellinn harga 500 sekian jadi cuma 300 ribuan. Harga 480 ribuan masih ditolak juga oleh Ijen Suites (melalui Travelio). Terimanya 495 ke atas. Nah, saya kepikiran cari voucher Travelio di Google siapa tahu ada.

Wah, ternyata ada diskon 100 ribu untuk Travelio dari Flipit. Tapi ada syaratnya. Minimal transaksi Rp. 500.000 dan merupakan pengguna baru. Ouch! Saya kan sepertinya sudah pernah pakai Travelio, jadi bukan pengguna baru. Itu saya akali dengan menggunakan email dan nama yang berbeda. Hihihihi… Alhamdulillah bisa, lho. Akhirnya harga Ijen Suites tadi nggak jadi saya tawar 490 an, tapi jadi 500 ribu pas. Harga 500 ribu yang disetujui itupun bisa dikurangi lagi dengan memasukkan kupon dari flipit. Yeaaay harga 400 ribu nett berhasil saya dapatkan!

Ijen Suites Lepas Manajemen dari Padjajaran Hotel

Tiba hari H, saya pun check in. Saya ngomongin lagi masalah voucher diskon 50% yang dari Padjajaran itu. Ternyata manajemennya sudah berubah. Tidak dipegang Padjajaran lagi. Sehingga voucher itu tidak berlaku di Ijen Suites Malang. Tapi di Padjajaran masih berlaku sampai tanggal yang ditentukan.

Tidak puas dengan jawaban Mas Resepsionis, saya mengadu ke Marketingnya Padjajaran Hotel. Tidak perlu menunggu lama, saya langsung dapat jawaban. Oh, ternyata memang sudah tidak satu manajemen lagi. Hiks, sayang yah. Sayang voucher saya maksudnya.

20160501_082629-800x600

Suasana Segar di Area Kolam Renang

Hari pertama check in itu saya sedang gak mood untuk ngapa-ngapain. Padahal kamarnya bagus, pengen saya foto dan videoin. Tapi apa daya saya tak berdaya diserang mual. Jadi, saya melewatkan kesempatan mengabadikan suasana kamar yang masih rapi. Keesokannya saat sakit perut saya sudah mendingan, kamar sudah berubah bentuknya (read: berantakan – ulah anak lho ya bukan saya :p), masa mau difoto-fotoin? Ya sudahlah, saya review saja. Bagian kamar yang saya suka:

Kamar mandi. Shower roomnya dipisahkan oleh sekat kaca yang ada pintunya sehingga bisa digeser. Biasanya kan tanpa pintu yah. Terus di wastafel selain cermin di belakang wastafel seperti biasa, ada cermin kecil yang diameternya sejengkal. Cermin itu bolak-balik. Sisi satu cermin normal, sisi satu lagi cermin pembesar (cembung). Cermin ini nempel di dinding, ada tangkainya seperti spion, berfungsi untuk merias atau melihat bagian wajah lebih detail.

Lemari Pakaian. Biasanya hotel bintang 4 lainnya atau di bawahnya punya lemari yang terbuka. Nah, Ijen menyediakan lemari tertutup. Di dalamnya dilengkapi sajadah dan mukena. Surprise banget, jarang ada nih. Kebetulan lagi nggak bawa mukena. Tapi jangan dibawa pulang ya.

Minusnya, kamar ini punya televisi yang memakai Usee TV. Apa karena pakai internet ya jadi loadingnya untuk memulai program lama banget. Tapi koneksi wifinya cepat. Tidak perlu memakai password.

Momen di Ijen Suites Resort ini masih bisa saya abadikan beberapa, terutama di outdoornya. Apalagi kalu bukan kolam renang. Ada dua buah kolam yang bergabung jadi satu. Satu kolam dewasa dengan kedalaman 135 cm, dan kolam anak yang dalamnya 75 cm.

Seperti biasa, ada tempat duduk untuk berjemur, seperti bayi saya ini. Penjaga kolam renang memberi mainan anak-anak karena melihat anak-anak nyemplung. Ada semacam stik lentur diberi dua buah, dan bola kecil dua buah juga.

20160501_074200-800x600

Kolam Renang Ijen Suites

20160501_080447-800x600

Suasana segar dan asri sungguh terasa. Saya lihat masih ada burung yang melintas di atas kolam. Kicauannya pun terdengar. Eh, ternyata suara kicauan itu berasal dari toa. Hahaha. Burung aslinya yang melintas tadi ga bunyi. Go green juga terjaga. Ada tempat sampah yang dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik. Tempat sampahnya lucu seperti di Jepang. Pakai tulisan Jepang soalnya.

Kolam renang Ijen suites

Kolam renang ijen suite

Gym, Jacuzzi, Sauna, dan Spa

Fasilitas lain yang diberi gratis oleh Ijen Suites ini adalah gymnasium alias tempat fitness, jacuzzi, dan sauna. Semua dalam satu area. Wah, mau tampil harus fit kan? Jadi, tak lupa saya mengabadikan foto juga di gym. Fasilitasnya lengkap banget. Karena ini juga merupakan fitness berbayar dengan sistem member. Ada latihan kardio seperti threadmill, sepeda statis. Latihan beban juga ada, martial arts, olah raga yang tarik-tarik pakai tali itu (pull apaaa gitu namanya hahaha). Saya merasa beruntung datang lebih pagi. Karena kalu siangan sedikit ke gym bisa rebutan sama Christian Gonzales dan tim. Mereka kan mau tanding, sebelumnya latihan dulu di sini. Cuma selisih 1 jam lho, suami saya sempat ketemu Pak Gonzales.

IMG_20160501_083423-800x600

Jacuzzinya ada di dalam ruangan, jadi bukan outdoor. Ada jacuzzi khusus wanita dan pria. Begitupun sauna juga terpisah antara pria dan wanita. Satu faslitas berbayar di sini adalah spa dan salon. Saya nggak masuk. Selain karena tidak ada niatan nyalon, tempatnya juga belum buka. Kapan-kapan pengen menginap lagi di sini untuk mencoba semua fasilitasnya dengan maksimal. Sekarang sih, cuma foto-foto doang.

Jacuzzi Ijen Suites
Jacuzzi Ijen Suites ada air panas dan dingin
Jacuzzi Ijen Suite
Air panasnya swirl pool, sedangkan kolam dinginnya biasa aja ga ada swirl.
Sauna Ijen Suites
Ruang sauna Ijen Suites
20160501_081145-800x600
Pintu masuk dari ruang gym menuju ruang jacuzzi, sauna, spa & salon

100 Doraemon Secret Gadget Expo Surabaya

 

Doraemon Expo

Hari ini Tsaqiif terima rapor. Errr.. Tepatnya saya, Bundanya yang terima. Ustadzahnya nanya, “Mau liburan kemana nih, Mas Aqif?”. Pertama ke Doraemon Expo dulu bu, jawab saya dalam hati. Nggak berani sampai keluar suara, hehehe.

Saya memang merencanakan akan mengunjungi 100 Doraemon Gadget Expo sejak pre-launchingnya. Fyi, pameran ini sudah pernah diadakan di Ancol waktu Pebruari lalu. Sebelum pameran dimulai, ada promo beli tiket preorder murah di Alfamart. Beli 1 gratis 1. Jadi, rencana saya beli 2 tiket ajah. Tapi takdir berkata lain. Ke Alfamart pun gak sempat-sempat. Hingga hari ini, Sabtu, 19 Desember 2015 secara tak sengaja saya menemukan promo tiket Doraemon Expo di Gramedia.

Sehabis mengambil rapor, saya memang rencana beli buku di Gramedia. Kemudian setelahnya barulah cussss ke Doraemon Expo. Eh, nggak taunya di Gramedia, tepatnya Gramedia Expo Basuki Rahmat Surabaya (Dyandra Convention) disambut sama banner yang berdiri tegak bertuliskan (kurang lebih): Pembelian buku anak atau komik terbitan Elex Media Rp. 100.000 gratis 1 tiket. Begitu mata melihat, otak langsung bekerja. Kebetulan, nih! Habis dari toko buku ini kan emang mau kesana. Daripada saya menghabiskan uang Rp.90.000 untuk tiket doang, mending saya beli berupa buku. Buku saya miliki, tiket saya kasih ke petugas tiket. Iya, kan?

Jadi opsinya karena saya datang dengan 2 orang dewasa, 1 orang anak berbayar, 1 bayi gratis, adalah sebagai berikut.

  1. Saya beli buku sejumlah total min Rp. 300.000 biar dapat 3 tiket –> Total sekitar Rp. 300.ooo
  2. Saya beli buku sejumlah total min Rp. 200.000 dapat 2 tiket, kemudian beli tiket anak Rp. 55.000 –> Total sekitar Rp. 255.000
  3. Bandingkan dengan membeli tiket di lokasi (2 x Rp. 90.000) + Rp. 55.000 –> Total Rp. 235.000

Kalau mengejar murah ya beli tiket doang, tanpa mengejar buku. Berhubung saya pecinta buku, dan ga mau rugi sia-sia ngeluarin budget buat tiket aja, ya saya memilih opsi 1. Dapat bukunya lebih banyak. Untuk investasi bacaan anak juga. Bukan komik men, buku pengetahuan dan cerita kok :p

Oleh karenanya saya hunting buku-buku apa saja yang akan masuk tas belanja. Haduh, padahal niat ke sini perlu 1 buku incaran saya, kok ya jadinya spend berlebih. Saya ambil buku pengetahuan WHY, dan seri pengetahuan lainnya. Total Rp. 305.000. Sampai kasir katanya tidak berlaku kelipatan. Waduh, tiwas lama-lama milih, harus milih lagi ni, ngepas-ngepasin per struk agar 100 ribuan. Saya harus rela menukar seri pengetahuan dengan komik Doraemon yang 20 ribuan. Jadi satu struk gandengannya Seri pengetahuan (75-80ribu) + komik (20-30rb). Sampai di kasir lagi, eh ternyata bisa diakumulasi. Hmm, ngapain ya aku tukar-tukar. Mana totalnya lebih mahal, jadi sekitar Rp. 318.000. Nasib.

OOT dikit, mungkin ada yang suka buku anak dari BIP. Ada promo bundel. Beli buku yang harganya Rp. 195.000 (isi 2 buku tebal-tebal) gratis langganan majalah atau tabloid. Ada juga paket buku BIP lain yang totalnya Rp. 175.000 hadiahnya tutup pensil dari flanel bentuk hewan-hewan imut. Saya beli dua-duanyaaaa, hiks. Pas di kasir, total 2 buku itu kan >250 ribu. Ada banner min beli buku BIP grup Rp. 250 ribu gratis 1 set tupperware anak. Tapi waktu yang ini yang bayar suami, jadi gak begitu teliti. Kenapa ya gak otomatis bonusnya, di komputer kasirnya. Jadinya harus saya klaim dulu setelah pembayaran. Tapi lumayanlah, beli BIP, bonusnya berlipat-lipat.

20151219_150013-600x1067

Ini dia tiketnya

Setelah dari Gramex, kita langsung menuju Grand City, tempat diadakannya 100 Doraemon Secret Gadget Expo. Berhubung waktu sudah agak sore, kita makan dulu, baru deh ke exponya. Memasuki ruang expo, kita harus melewati terowongan lorong waktu dulu nih. Baru deh terlihat beberapa booth sejarah Doraemon. Doraemon itu awalnya punya kuping. Terus digigit sama tikus. Makanya sampai sekarang Doraemon kalau lihat tikus jejeritan.

20151219_153358-1024x576Doraemon Awalnya Kuning

Kemudian kita sampai pada ruang yang ada Doraemon berjejer-jejer dengan gadgetnya. Mungkin ini ada kali ya 100 buah. Satu peraturan, si Doraemon ga boleh disentuh, biar ga roboh. Jadi kesannya kayak museum gitu. Nah, buat foto-foto yang bisa disentuh atau dipakai ada di ruang selanjutnya. Ada telepon umum, kamera ajaib, panah (sumthin), hopter, dll. Pas di hopter ini kan ada 3 buah. Kita minta tolong sama crewnya buat fotoin. Ternyata crew tidak boleh memfotokan orang. Tugasnya cuma memandu dan menghalau. Menghalau orang yang macem-macem sama Doraemon.

20151219_162508-1024x576Hopter alias baling-baling bambu

Setelah ruang 3D terdapat stan-stan seperti dorama yang bisa kita buat foto di dalamnya. Saya juga tak melewatkan kesempatan ini. Tapi saya ngantri dulu sebentar sama orang sli Korea kayaknya. Dari dialeknya sih gitu. Di situ ada crew fotografernya. Kita bisa berfoto dengan kameranya sekaligus dengan kamera kita sendiri. Kebetulan setelah foto-foto, kamera saya hasilnya tidak memuaskan. Akhirnya saya belilah versi cetaknya. Satu lembar seharga Rp. 80.000.

20151219_163248-1024x576

Di akhir rute kita akan menemui pernak-pernik Doraemon yang diskonan. Sayangnya harganya tidak wajar. Jadi meski diskon masih kelihatan mahal. Wajar sih, lisensi asli. Misalnya t-shirt harganya Rp. 250 ribuan, kacamata, topi Rp. 99 ribu. Ada juga dorayaki lho.

Foto-foto yang saya pamerkan disini cuma sebagian kecil. Masih penasaran? Langsung ke sana saja. Sampai awal Pebruari kok. Atau lihat video berikut sebagai gambaran.

Menginap Gratis Di Hotel Berbintang Dengan Hotel Quickly

Ketika mendengar gratisan, pasti excited banget kan? Apalagi kalau nilai berbayarnya ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Contohnya niiih menginapĀ  di hotel berbintang gratis tis tisss! Iya bener. Biasanya promo penyedia voucher booking hotel itu cuma diskon-diskon atau banting harga, tapi yang ini gratis, alias nol rupiah! Gimana caranya?

Pastinya sudah pada tahu tentang GO-JEK kan? Atau Grab Bike? Atau Grab Taxi? Atau Uber Taxi? Mereka adalah perusahaan start-up yang promonya gila-gilaan untuk menjaring pelanggan. Saling beradu harga, bahkan gratis! Nah, pola serupa juga terdapat pada hotel. Sebelum mencari laba, mereka menghambur-hamburkan dana investor dalam bentuk promo.
Promo heboh ini diluncurkan oleh Hotel Quickly. Pas banget buat teman-teman yang hobi travelling. Kalau ga hobi travelling, bisalah juga dicoba untuk dapat suasana baru. Siapa tahu sumpek dengan kegiatan sehari-hari. Semalam bermalam di hotel dalam kota aja sudah ngasih suasana berbeda. Gimana gak beda, tidurnya nyaman, ada breakfast, bisa renang ngegym gratis. Tergantung fasilitas hotelnya juga ya.
Kita bisa menginap dengan biaya murah bahkan gratis dengan mengumpulkan saldo memakai aplikasi HotelQuickly. Beberapa punya masa berlaku 3 bulan, ada juga yang seumur hidup. Berikut cara mendapatkan saldo gratisnya.
Caranya:
1. Download aplikasinya di PlayStore. Search dulu, namanya HotelQuickly
2. Install / pasang
3. Setelah berhasil diinstal, lakukan sign in dengan email, bisa juga dengan akun facebook.
4. Pastikan nama yang dimasukkan nanti adalah nama sesuai KARTU IDENTITAS, karena berguna untuk check in hotel.
5. Setelah selesai klik menu/option di pojok kiri atas seperti ini

2015-10-19-05-50-35

Ā 6. Pilih Kredit

2015-10-19-05-50-447. Akan tampak seperti ini, kemudian klik REDEEM / MENEBUS

2015-10-19-05-51-03

2015-10-19-05-51-388. Masukin kode AWARDHA5 untuk mendapatkan saldo Rp 130.000.

Masukkan kode AWARDHA5
Masukkan kode AWARDHA5
Masukkan Nomor HP
Masukkan Nomor HP

9. Redeem Voucher berhasil

Redeem voucher hotel quickly
Redeem voucher berhasil

Kita baru bisa booking 1 atau 2 hari sebelumnya. Kamar yang available biasanya diupdate setiap jam 08.00 pagi. Inilah namanya booking hotel last minute. Tapi kamarnya hotel bintang 5 bo! Kadang harganya cuma 100-200 ribuan per malam, Kalau harganya segituan, redeem voucher dengan kode AWARDHA5 udah bisa dipakai, kan?

Happy free travelling!

Pikniknya Ibu-Ibu Tak Mau Rugi

Ibu-ibu adalah gender wanita yang sudah menikah. Kerjaannya seabrek. Kerja di luar rumah, mengurus suami, mengurus rumah tangga. Apalagi jika memiliki anak. Anaklah yang menjadi fokus utama. Memberinya makan, membersihkan badannya. Belum lagi jika anak-anaknya aktif, pekerjaan bersih-bersih rumah tak kunjung usai. Diberantakin lagi, dirapikan, berserakan lagi, terus berulang. Mau memandikan anak juga harus kejar-kejaran dulu, begitupun sewaktu makan dan menidurkan. Rasa-rasanya ibu-ibu adalah orang yang gampang stres jika urusannya demikian setiap hari.

Stres jangan dianggap remeh. Stres bukan hanya berkautan dengan masalah kejiwaan saja. Menurut Plaut dan Friedman sang peneliti, stres dapat meningkatkan peluang seseorang terinfeksi penyakit, imunutas menurun, dan antibodi berkurang. Jadi stres dapat berakibat ke penyakit fisik.

Untuk mengobati stres, ibu pun butuh piknik. Ia harus beristirahat dari rutinitas hariannya. Ia butuh me time. Termasuk ibu yang di rumah saja alias ibu rumah tangga.

Mengapa piknik sebagai pilihan pereda stres? Well. Stres bisa diredakan dengan berbagai cara. Mendekatkan diri pada Tuhan, menangis, mencurahkan hati tentang persoalan yang mengganjal bisa meredakan stres. Pilihan piknik adalah pilihan yang lebih menguras uang tapi bahagianya tak terkira.

Nah, mengapa piknik mengakibatkan kebahagiaan yang tak terkira? Piknik tidak cuma satu atau dua jam seperti berkunjung ke mall. Piknik bisa memakan waktu berhari-hari. Oleh karenanya kita bisa melupakan masalah yang dihadapi untuk waktu yang lumayan lama dibandingkan teknik pereda stres lainnya (berdoa, menangis, dll).

Satu syarat untuk melepaskan stres dengan berpiknik. Jangan bawa sumber masalah ke tempat piknik. Misalnya kita jenuh dengan pekerjaan, janganlah membawa PR pekerjaan bersama kita sewaktu piknik. Jika demikian berarti sama saja dengan pindah lokasi kerja tapi stres tidak hilang.

Biasanya ibu-ibu diajak piknik atau berlibur sih senang-senang saja. Tapi ketika ia ingat soal keuangan, ia akan memilih untuk mengatakan tidak. Ia rela mengirit. Mending uang ditabung daripada dihambur-hamburkan. Padahal piknik untuk kesehatannya juga lho. Daripada merawat sakit mending cegah penyakit sebelum datang kan? Karena pengobatan biayanya juga tidak murah.

Nah, bagaimana kita siasati agar piknik tidak merugi seperti anggapan ibu-ibu? Setidaknya ada beberapa trik seperti berikut.

1. Pilih lokasi yang adem dan memiliki tujuan wisata edukatif

Apa jadinya kalau kita menuju ke lokasi yang dingin? Tentu akan merasa fresh. Rutinitas kita sehari-hari biasanya di ruang yang panas, pulang pergi macet, rumah jadi sumpek. Ketika bertemu dengan lokasi yang dingin akan terasa legaaaa banget. Nah, setelah kita menargetkan kota yang dingin, kita cari tempat wisata yang bersifat mendidik. Ini alasannya untuk anak. Biasanya kan ibu-ibu rela melakukan apa saja demi kecerdasan anak. Wisata edukatif inilah yang mengcover kebutuhan tersebut. Jadi ibu-ibu tak rugi. Bukan sekadar piknik biasa tapi juga menambah pengetahuan bagi anak.

Tapi liburan dimana ya yang kotanya dingin dan punya wahana edukatif? Bagaimana jika liburan di Bogor? Di sana tentu banyak pilihan mulai dari Kebun Raya Bogor yang kaya akan variasi tanaman, Taman Safari Cisarua yang punya banyak koleksi hewan hutan, Museum Zoologi atau Taman Wisata Mekarsari.

Istana Bogor Di Dalam Kebun Raya Bogor
Istana Bogor Di Dalam Kebun Raya Bogor

2. Berlibur sambil memotret barang jualan

Kalo ketemu tempat yang indah maunya fotooo terus. Foto selfie, wefie, atau pemandangannya ajah. Sekarang waktunya anti mainstream nih. Kalau punya barang dagangan, biasanya bagi ibu-ibu yang dagang online, foto aja produknya dengan berbagai latar pemandangan. Atau kalau ketemu bule kita bisa minta dia berpose dengan barang dagangan kita. Foto-foto itu lalu kita post ke social media. Karena bagus jadi banyak yang penasaran siapa tahu berujung closing order? Dengan demikian kita tidak merasa dirugikan dengan piknik. Malah menambah pundi-pundi uang bukan?

Contoh foto liburan setelah diedit menjadi bahan promosi kita -- Strategi soft selling
Contoh foto liburan setelah diedit menjadi bahan promosi kita — Strategi soft selling

3. Berlibur sambil mengaji

Menimba ilmu agama bisa dilakukan dengan sambil berlibur lho. Biasanya event ini diadakan oleh pihak tertentu. Dan biasanya lagi liburan diadakan di lokasi yang sejuk dekat pegunungan. Lagi-lagi liburan di Bogor deh. Kenapa? Karena event berlibur sambil mengaji sering diadakan di Bogor.

Lalu dimana letak hubungannya piknik tak merugi dengan mengaji? Ya iyalah ada. Jika ilmu agama bertambah pastinya kita tidak akan rugi dunia akhirat. Keimanan bertambah berarti menjadi bekal untuk menuju ke akhirat nanti. Tidak hanya sukses di dunia saja.

Liburan Sambil Mengaji, Bisa Pamer Foto Ke Teman, Tambah Ilang deh stresnya -- Bersama Teuku Wisnu
Liburan Sambil Mengaji, Bisa Pamer Foto Ke Teman, Tambah Ilang deh stresnya — Bersama Teuku Wisnu

Bagaimana ide piknik agar tidak rugi di atas? Cukup menarik dan out of the box bukan?

 

Artikel ini berpartisipasi dalam “Lomba Blog Piknik itu Pentingā€