Tips Ke Car Free Day Bersama Bayi

Car free day sering dinanti ibu-ibu rempong. Karena pada hari kerja ibu selalu rempong ngurusin sarapan bapak yang mau kerja, nyapu, nyuci baju, nyuci piring, mandiin anak. Nah, hari minggu adalah momen yang bisa membuat para ibu bernapas lega sejenak. Bisa bangun agak siang, atau bisa jalan-jalan. Meski tidak ke tempat tamasya, atau belanja di alpa, ibu bisa ngajak seluruh keluarga berolah raga di car free day (CFD). Biasanya sekitar alun-alun atau daerah tertentu kendaraan bermotor dilarang masuk. Di situlah keluarga bisa jalan-jalan, bersepeda, tau bersepatu roda.

Ingat ya, tujuan utama adalah berolah raga. Bukan jajan pentol, es serut, apalagi cuma berswafoto. Ehem, ngingatin diri sendiri sih ini. Ya, bolehlah jajan, tapi berkeringatlah dulu.

Ada catatan khusus untuk ibu yang punya bayi. Bisakah membawa bayi ke car free day? Apa mending dititipkan ke nenek saja? Jawabannya bisa! Bahkan ibu menyusui pun bisa. Tidak perlu bawa termos, botol susu. Praktis mah, kalau bisa menyusui.  Ok, berikut tip ke Car Free Day bersama bayi.

Bawa popok bayi

Popok bayi adalah hal yang wajib. Ke CFD sejam, dua jam tidak perlu khawatir kalau bayi mengompol, toh ada popok, sehingga tidak perlu ganti. Tapi, kalau bayi sampai buang air besar, harus segera diganti. Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa bayi berisiko infeksi saluran kemih, atau yang paling sering terjadi adalah iritasi pada kulit.

Baca juga: Popok Terbaik Untuk Bayi Ada Di Tangan Ibu

Siapkan Baby Carrier

Baby carrier maksudnya bukan hanya gendongan. Gendongan bayi maupun stroler bisa dipakai. Hanya saja kalau stroler agak ribet bawanya. Iya kalau aktivitas kita hanya berjalan kaki. Kalau bersepeda? Wajib pakai gendongan bayi. Pilih gendongan bayi yang nyaman dan terbiasa kita pakai. Dan yang paling penting perhatikan postur bayi sewaktu digendong. Posisi yang baik adalah posisi M-Shape.

Saran saya dalam memilih gendongan adalah pilih gendongan yang bisa dipakai sampai anak menginjak usia balita. Seperti foto adik saya berikut ini. Jadi tidak perlu bolak-balik beli gendongan.

Ketika bayi kecil & bayi gede sama2 tidur …

A post shared by Fahmi Nurul Akbar (@fahminurulakbar) on

Siapkan kebutuhan keluarga untuk berolah raga

Biasanya keluarga lebih memilih olah raga apa? Jika hanya berjalan kaki atau jogging, siapkan sepatu yang nyaman. Siapkan juga topi untuk si bayi agar tidak kepanasan jika matahari agak meninggi. Jika keluarga suka bersepatu roda atau bersepeda, siapkan dari malam hari sebelum ke CFD agar bisa pagi-pagi banget berangkat untuk mengejar udara sejuk nan segar.

Bawa Air Minum

Ibu menyusui tidak boleh dehidrasi. Begitu juga anggota keluarga. Sedia air minum agar nanti tidak boros jajan. Kecuali nanti ada yang ngidam pengen milk tea, hahaha.

Bawa Nursing Apron

Kadang ada ibu yang menyediakan botol susu formula untuk anaknya yang sebenarnya masih masa ASI eksklusif. Alasannya, takut sewaktu-waktu bayinya rewel, dan dia tidak bisa menyusui di ruang umum. Seharusnya jika bisa menyusui, langsunglah susui asalkan aurat tertutup. Yang bikin malu itu apa? aurat terbuka, kan? Masa iya ada di Indonesia ini orang yang mencibir ibu menyusui jika aurat sudah tertutup? Kecuali di negeri barat sana, masih saja ada yang memandang menyusui itu menjijikkan.

Oleh karena itu, jika berjilbab, pakailah kain yang menutupi dada. Jika jilbab pendek atau tidak pakai jilbab, bawalah nursing apron/celemek menyusui, sehingga aman menyusui di tempat umum. Pun bayi tak kepanasan.

Be Sociable, Share!
Posted on: April 3, 2018, by : li partic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *