Author: li partic

Traveling Sambil Berbagi Di Daerah Terpencil

Traveling ke kampung asal ternyata bukan hanya tentang bertemu keluarga besar, ataupun mengunjungi tempat wisata sekitar dan kuliner. Seperti perjalanan kali ini, selain untuk bernostalgia di kota kelahiran, saya menjalankan misi mengajar di sekolah dasar yang lokasinya di desa, jauh dari kota. Bahkan saya belum pernah ke sana seumur hidup.

Kota kelahiran saya adalah Pamekasan, pusat kota Pulau Madura. Di kota ini terdapat beberapa tujuan wisata seperti pantai Jumiang dengan tebing-tebing karangnya, Api Tak Kunjung Padam yang merupakan api abadi, dan beberapa wisata buatan seperti kolam renang dan arena bermain. Namun, bukan tempat wisatanya yang bikin kangen. Saya lebih ngidam akan aneka kulinernya. Saat merencanakan ke sini, saya sudah terbayang akan rujak madura dengan petis ikannya, sate lalat, campur lorjuk, campur kaldu kokot (kikil) dengan kacang ijo, bubur madura, es sudimampir. Hmmm tak sabar rasanya ingin segera mencicipinya.

Aneka Kuliner Madura di Pamekasan

Tak mungkin saya pulang kampung jika tak ada sebab khusus. Kebetulan di feed facebook, saya melihat pendaftaran Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan mengajar anak sekolah terutama sekolah dasar dan selevelnya di daerah pelosok. Apa yang diajarkan adalah tentang profesi kita sehari-hari. Jadi, anak-anak akan lebih luas pengetahuannya tentang profesi tidak hanya dokter, guru, pilot. Tujuan utamanya adalah agar anak-anak terus semangat belajar hingga tingkat yang paling tinggi.

Kelas Inspirasi yang akan saya ikuti adalah event yang kedua di Pamekasan. Kegiatan mengajar ini diadakan setahun sekali. Satu hari kita diminta untuk cuti, dan siswa yang kita ajar akan menyimak kita selama satu hari saja. Mereka, para siswa, tidak ada pelajaran seperti biasa, selain belajar dari kita sang profesional.

Kebetulan menjelang Kelas Inspirasi berlangsung, saya ada kegiatan di Jogja. Sampai-sampai saya tidak mengikuti briefing dan peninjauan lokasi. Kelas Inspirasi diadakan hari senin. Saya berangkat dari Jogja hari minggu malam. Sampai Surabaya hari Senin jam 03.00. Tak sempat pulang ke rumah dulu, saya langsung menuju Pamekasan. Biasanya Surabaya-Pamekasan ditempuh selama 2-3 jam. Saya berharap jam 5 sudah ada di Pamekasan, karena jam 6 akan ada upacara bendera.

Ada satu hal yang saya lupa. Hadiah untuk anak-anak. Kami para pengajar, disarankan membawa hadiah meski nilainya kecil asal bukan uang tunai. Ini untuk menyemangati mereka. Astaghfirullah, saya lupa sama sekali tentang hal ini. Beruntung, dalam perjalanan ada swalayan yang buka 24 jam, sehingga saya bisa mampir dulu membeli beberapa barang sebagai doorprize.

Singkat cerita, tibalah saya di Pamekasan. Tak disangka kepala ini sangat berat. Mungkin akibat kelelahan perjalanan semalaman. Sayangnya tidak ada waktu untuk tidur sejenak. Saya harus langsung mandi dan bersiap-siap menuju lokasi. Harus dipaksa!

Oh God! Teman-teman lain sudah di lokasi sejak jam 6 pagi. Saya yang berencana minta barengan ke sana jadi ga bisa. Padahal saya buta peta. Google Map ada. Tapi GPS tak berfungsi, karena mendekati lokasi susah sinyal. Akhirnya saya yang diantar suami, meraba-raba jalan sesuai peta. Tak jarang kami pun berhenti beberapa kali untuk menanyakan jalan pada penduduk setempat.

Alhamdulillah, saya sampai juga di SD Palesanggar Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Untuk menuju tempat ini, saya harus melalui jalan berkelok-kelok, naik dan turun. Indah sekali memang. Kepala yang berat, mata mengantuk, menjadi ON lagi.

Saya mendapati upacara bendera tengah berlangsung. Saya langsung berbaris di deretan guru. Yang saya heran adalah penampilan anak-anak. Mereka tidak memakai topi, termasuk petugas upacaranya pun tidak pakai topi. Hal ini bertolak belakang dengan sewaktu saya SD di kota dulu. Jika ada yang tidak pakai topi akan dihukum. Entah ini memang kebijakan sekolah, atau anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Petugas upacara bendera tak bertopi.

Hal yang menjadi aneh bagi saya yang kedua adalah anak-anak di barisan kelas 1 dan 2. Mereka terlihat seperti masih seumuran anak TK. Kecil, imut, lucu. Apakah itu stunting alias perawakan pendek yang tidak sesuai standar usianya? Atau memang usianya yang belum cukup tapi sudah masuk SD? Yah, semoga mereka betah sampai lulus SD ya.

Ada beberapa anak imut di kelas 1 dan 2.

Tiba saatnya saya mengajar. Saya adalah konselor laktasi. Profesi saya agak sulit dijelaskan pada anak yang belum mengerti pelajaran IPA. Oleh karena itu, saya meminta pada panitia agar saya dibolehkan mengajar untuk anak kelas 5 dan 6 saja.

Semua anak yang saya ajar tidak tahu apa itu konselor laktasi. Mereka juga kaget kalau konselor laktasi ini tidak harus sekolah tinggi seperti kedokteran, walau ia akan memiliki pasien.

Di sana saya hanya bermain tebak-tebakan profesi yang bekerja di rumah sakit. Mereka menjawab yang bekerja di rumah sakit adalah dokter, perawat, bidan, tukang parkir. Tak ada satupun yang menjawab konselor laktasi. Oleh karena itu, saya ceritakan bagaimana serunya peran seorang konselor laktasi dan mengapa dibutuhkan oleh ibu yang baru lahir. Saya juga menjelaskan ukuran lambung bayi. Akan sangat bahaya jika lambung sebesar kelereng dipaksa minum sebotol susu formula.

Anak-anak antusias menyimak.

“Ada yang punya adik bayi di sini?”

Lalu ada seorang anak perempuan mengacungkan jarinya. “Makannya apa?” tanya saya.

“Nggak makan, kak. Cuma ASI,” jawabnya.

“Bukan Bubur?”

“Bukan”

“Alhamdulillah. Jadi kalau ketemu ibu, tante yang punya bayi, bilang suruh kasih ASI saja ya selama 6 bulan.” pesan saya.

Anak-anak sangat antusias menjawab tebak-tebakan dari saya. Mungkin karena ada hadiah juga. Sayang saya tidak bawa banyak.

Inilah foto konselor laktasi, yang bukan tenaga kesehatan tapi punya pasien.

Di akhir pelajaran, saya meminta mereka menuliskan cita-cita mereka. Kebanyakan mereka bingung mau jadi apa kelak. Menjadi tugas saya memotivasi mereka lagi. Rata-rata mereka menuliskan guru di kertas mereka. Mungkin masih bingung ya profesi apa yang akan dijalani.

Satu anak laki-laki mengaku tidak akan melanjutkan sekolah. Alasannya karena dia akan menjadi pembalap. Pembalap tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, katanya. Saya pun tertegun. Masuk akal juga sih. Bagaimana pun juga sekolah harus tetap tinggi, setidaknya sampai SMA, karena semakin banyak pengetahuan kita akan semakin sukses. Begitu pesan saya.

Kertas-kertas berisi cita-cita itu pun ditempelkan di pohon cita-cita. Ini untuk menyemangati mereka agar bisa meraih cita-citanya. Tentu dengan meneruskan sekolah.

Menempelkan cita-cita di pohon cita-cita.

Hikmah Dibalik Traveling Sambil Mengajar

Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari traveling sambil mengajar ini.

  1. Menjadi pribadi yang lebih baik. Saya harus bersyukur dan harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mengingat dulu saya memiliki kesempatan lebih mengenyam pendidikan sampai tuntas.
  2. Lebih peduli kepada lingkungan. Masih banyak anak di pelosok yang sekolahnya tak sempurna, dan lebih buruk dari yang saya alami saat ini di Pamekasan. Kita harus lebih peduli terhadap lingkungan, setidaknya dimana kita tinggal.
  3. Lebih peduli pada pendidikan. Ada yang semangat untuk berpendidikan tinggi, ada juga yang tujuannya sekolah hanya untuk bisa membaca karena nanti harus segera bekerja untuk dapat uang. Setidaknya kita harus bisa memotivasi mereka untuk meneruskan sekolah, karena dengan sekolah, lebih banyak pekerjaan yang bisa didapat.

Dari sini saya ketagihan untuk berbagi dengan anak-anak di daerah lain. Mungkin untuk yang selanjutnya saya akan mengajar di Lombok atau Sumba. Pasti pemandangannya jauh lebih indah. Dan yang membedakan adalah walau dengan tujuan traveling sebagai pemuas jiwa, kita juga berperan membantu anak-anak di daerah terpencil dalam pendidikannya.

Membayangkan jika mengajar di Sumba tepatnya Kampung Praijing akan mendapatkan pemandangan seperti ini. Sumber: nationalgeographic.co.id

Jika akan mengajar di daerah lain yang jauh dari rumah, tentu saya harus menyiapkan tiket pesawat dan hotel sendiri. Salah satu pilihan saya untuk booking tiket pesawat dan hotel adalah JD.id. Hotel dengan JD Hotel dan tiket pesawat dengan JD Flight. Tentu saja karena murah dan mudah pesan tiket pesawat. Tinggal tentukan asal dan tujuan penerbangan, waktu penerbangan, jumlah penumpang, serta kelas penerbangan. Selanjutnya kita tinggal memilih maskapai sesuai jam dan budget yang kita inginkan.  Lalu ikuti langkah-langkah berikutnya sampai pembayaran selesai.

Ketik flight.jd.id di browser, enter. Masukkan tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang.
Pilih maskapai, lalu ikuti langkah-langkah selanjutnya.

Bagaimana? Mudah, kan untuk dapat tiket pesawat murah. Untung ya, ada JD Flight. Coba sekarang deh, lumayan harga murahnya. Mumpung sebentar lagi lebaran, mungkin mau pulang kampung atau traveling bersama keluarga di liburan panjang?

Nih, saya akhirnya beli tiket untuk jalan-jalan habis lebaran. Di vendor lain, untuk maskapai yang sama dan jadwal yang sama harganya sekitar 600 ribu sampai dengan 700 ribuan. Di JD Flight cuma 500 ribuan. Padahal tanpa kupon loh, sudah murah.

Harga tiket pesawat paling murah JD Flight
Harga paling murah JD Flight, dibanding vendor lain meski tanpa kupon diskon

Saya sempat curiga, paling nanti di akhir-akhir akan dapat notifikasi harga naik. Tapi ternyata nggak! Saya sudah bolak-balik refresh, harganya tetap. Dan beli beneran. Saya sampai-sampai bisa berhemat hampir 200 ribu per tiket. Wow, senangnya. Ya, iyalah senang. Nanti kan saya bawa 10 anggota keluarga.

Yeaaay! E-ticket telah terbit.
Yeaaay! E-ticket telah terbit.

Kalau kamu ada rencana naik pesawat dalam waktu dekat, cepetan hunting deh. Karena mendekati lebaran harga naik terus. Pakai JD Flight, ya.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Indonesia Corners dan JD.ID. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi.

Sunsilk Hijab Hunt 2018 Surabaya

Audisi Hijab Hunt 2018 kini hadir di Surabaya, tepatnya di Grand City. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 07 April 2018 mulai pukul 11.00. Surabaya merupakan kota pertama diselenggarakannya audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018, dengan coverage area seluruh Jawa Timur. Jadi yang datang ke sini tidak hanya orang Surabaya saja, tetapi juga ada yang dari Tuban, Malang, Ponorogo, bahkan Semarang Jawa Tengah! Kota-kota lainnya yang akan menyusul adalah Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar, Bandung, dan Jakarta.

Antusias muslimah Surabaya sangatlah besar. Terbukti ada sekitar 250 muslimah yang unjuk bakat. Hari sabtu ini, akan dipilih 20 orang untuk melanjutkan penyeleksian esok hari Ahadnya. Dan dari 20 itu akan disaring lagi menjadi 2 orang untuk maju ke tingkat nasional.

Di antara peserta yang begitu banyak, ada satu peserta yang menjadi poin perhatian saya, yaitu: Mbak Gaby! Wajahnya sudah familiar saya temui di majalah-majalah. Dia adalah anak dari owner salah satu merek hijab, sekaligus modelnya. Selain itu, dia juga pernah beberapa kali menang dalam ajang pemilihan bakat sebelum ini. Apakah dia yang akan menjadi pemenang untuk maju ke tingkat nasional? Lihat saja nanti ya.

Sumber: my retweet from @rensilflo

Bakat-bakat yang ditunjukkan para muslimah Surabaya adalah menyanyi, menari, tilawah, qoriati, catwalk drama, balet, dll. Selain bakat, peserta juga dinilai dari cantiknya, kepintarannya, juga yang tak kalah penting adalah akhlaknya. Namun demikian, Sunsilk Hijab Hunt ini tidak hanya berisi audisi unjuk bakat saja. Banyak acara-acara seru lainnya, seperti:

Kehadiran Bintang tamu

Setidaknya ada 3 bintang tamu nomor satu di sini. Yang pertama adalah Tri Risma Harini atau akrab disapa dengan Bu Risma, yang merupakan orang nomor satu di Surabaya. Yang kedua adalah Gus Ipul sebagai wakil gubernur Jawa Timur nonaktif. Dan yang ketiga adalah Emil Dardak dan istrinya, Arumi Bachsin.

Bu Risma sempat berperan sebagai komentator dari 3 peserta yang unjuk bakat. Beliau berpesan bahwa kalau mau jadi profesional di bidang kita masing-masing seperti nyanyi, qiroati, da’i belajar terus. Kita akan menjadi perhatian orang, jadi tampilan dan omongan kita harus kita kontrol.

Menariknya Gus Ipul memamerkan bakat stand up comedynya. Meski sedikit lucu tapi tak mengecewakan. Kita lihat yuk, videonya!

Bu Risma tampak anggun tampil di panggung. Namun beliau mengakui tidak bisa terus-menerus berpakaian seperti itu kalau kerja.
Gus Ipul juga tak kalah memberi wejangan pada para peserta.
Arumi Bachsin, saat berfoto-foto dengan pengunjung.

Make up class

Dalam make up class ini diberikan tip-tip menarik seputar dandan mandiri. Saya baru tahu kalau mengaplikasikan riasan mata, lebih baik menggunakan cermin yang lebih rendah dari mata. Jadi posisi kita menunduk. Itu lebih memudahkan dibanding cermin yang sejajar wajah atau ada di atas mata. Catatan untuk pemilik mata besar, jangan gunakan riasan dengan eyeliner yang mencolok.

make up class hijab hunt

Doorprize dari Nourish Skin dan Detikcom

Ini adalah doorprize tanpa diundi. Dengan kata lain hadiah langsung, tapi terbatas. Nourish Skin memberi satu pack produk Nourish Skin suplemen makanan senilai Rp. 150.000 dengan syarat upload foto bersama Nourish Skin ke akun Instagram kita. Sedangkan Detikcom memberi souvenir tisu lengkap dengan wadah travel packnya. Syaratnya, kita harus mengunduh aplikasi Detikcom di hp android atau iphone kita. Kebetulan nih, saya memang lagi butuh banget wadah travel pack tisu, biar tidak bolak-balik beli tisu, jadi tinggal isi ulang saja. Alhamdulillah.

Nourishkin food suplement @nourishskin #SHH_nourishskin

A post shared by Li Partic (@lipartic) on

Kontes Foto Instagram dan Live Tweet

Kontes foto instagram dan live tweet ini berlaku bagi siapapun termasuk para peserta. Hadiahnya menarik, syaratnya gampang seperti berikut:

Masih ingat saat itu, saya ada di dua lantai di atas venue acara. Saya sedang di lantai 2 Grand City, tinggal naik satu lantai lagi ke parkiran. Maghrib sudah lewat, sebentar lagi saya akan mengejar kereta ke Jakarta. Namun, tiba-tiba terdengar pembawa acara di bawah, mengumumkan para pemenang kontes foto instagram. Saya tahan diri sejenak untuk mendengarkan. Tak disangka nama saya disebut. Berlarilah saya, turun ekskalator dua kali. Saat pembawa acara mencari-cari “kok nggak ada ya…”, syukurlah dia sempat lihat ke atas mendengar saya berteriak dan melambaikan tangan, “Di ataaaas!”

Wah, senangnya.

Pemenang Hijab Hunt Surabaya

Lalu siapakah yang berhasil maju ke tingkat nasional? Hasil penilaian dari dewan juri Terry Putri dan Soraya Larasati ada dua orang yang mewakili Surabaya ke Grand Final di Jakarta nanti. Hal ini diumumkan keesokan harinya: Minggu 8 April 2018. Dua orang yang paling berbakat di mata juri ini mengalahkan 18 kontestan lainnya. Mereka adalah Fadila Yahya dengan bakat story tellingnya dan Tia Sahfira dengan bakat bernyanyinya baik pop maupun sinden.

Sayangnya di malam yang menggembirakan itu, Tia tidak bisa hadir karena sakit. Oleh karena itu penyerahan secara simbolik diwakilkan oleh ibunya.

Nantikan Hijab Hunt di kota-kota berikutnya ya. Untuk kalian yang tertarik, masih ada kesempatan mendaftar hingga 19 Mei 2018. Cek langsung di https://hijabhunt.detik.com/

4 Destinasi Wisata Zaman Now di Makassar

Selain menyajikan pesona alam yang menakjubkan, Makassar juga memiliki beberapa tempat wisata kekinian yang digandrungi banyak pengunjung, khususnya anak-anak  muda. Destinasi “zaman now” ini menjadi populer karena sesuai dengan jiwa muda yang membutuhkan tantangan.

Nah, saat berkunjung ke Makassar, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke beberapa tempat wisata menarik dan kekinian berikut ini:

1. Gowa Discovery Park

Di Makassar, Anda bisa menikmati keseruan bersenang-senang di arena Gowa Discovery Park. Ada banyak wahana seru yang tersedia di lahan seluas 7, 2 hektare ini. Sebut saja waterboom, arena outboond, dan taman satwa. Untuk masuk ke Discovery Park ini, Anda bisa membeli tiket terusan sebesar Rp100 ribu. Dengan tiket tersebut, Anda bisa mengakses seluruh wahana tanpa batas.

Selain itu, Anda  juga menonton aneka satwa, seperti nuri, jalak bali, elang paria, kepodang, dan cendrawasih. Ada pula berbagai jenis reptil yang bisa dilihat. Menariknya, suasana di Taman Satwa lebih adem dan sejuk sehingga cocok bagi Anda yang ingin bersantai. Objek wisata yang berdekatan dengan Benteng Somba Opu, yaitu terletak di Jl. Tumanurung, Barombong ini, dibuka mulai dari 08.00 WIB-17.00 WIT.

gowa discovery park
Gowa Discovery Park Sumber: makassar.tribunnews.com)

2. Trans Studio Makassar

Wisatawan juga bisa mengunjungi Trans Studio Makassar untuk bermain di berbagai wahana yang tak kalah seru. Di sini, Anda bisa mencoba Magic Thunder Coaster, yaitu sebuah wahana yang dapat memicu adrenalin. Tersedia juga beberapa wahana menantang lain seperti Giant Swing, Dragon Tower, Putar Petir, dan Jelajah.

Tempat wisata ini mulai  beroperasi dari pukul 10.00 WIT hingga 22.00 WIT setiap hari. Lokasinya ada di Jl. HM. Daeng Patompo, Metro, Tanjung Bunga.

trans studio makassar
Trans Studio Makassar (Sumber: tsm-makassar.com)

3. Swing Extreme

Bagi yang ingin memacu adrenalin sampai ke puncak, Anda harus mencoba Swing Extreme. Ya, seperti namanya, ini adalah sebuah lokasi khusus yang digunakan untuk berayun-ayun. Hanya saja, jaraknya dari dasar jurang sekitar 150 meter. Jadi, destinasi wisata yang satu ini lebih cocok bagi yang tidak takut ketinggian.

Dengan membayar Rp10.000 saja, Anda bisa mencoba atraksi menantang sambil menikmati keindahan alam yang memesona di sekitarnya. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan faktor keselamatan, ya. Pastikan prosedur yang tepat sudah dilakukan sehingga atraksi dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Lokasi Swing Extreme ada di daerah Enrekang. Wahana ekstrem ini terletak di antara Puncak Bukit Cekong dan Buttu Macca Bambapuang.

swing extreme makassar
Swing extreme Makassar / Enrekang. Sumber: makassar.tribunnews.com

4. Malino Highlands

Percaya atau tidak, perkebunan teh juga bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. Contohnya di Malino Highlands yang terletak di Malino, Kabupaten Gowa. Malino Highlands merupakan sebuah ladang perkebunan teh yang dilengkapi dengan villa, kafe, dan berbagai fasilitas lainnya.

Di sekitar kawasan Malino Highlands, Anda dapat menikmati panorama alam yang dipenuhi oleh hutan pinus yang tinggi dan rapat. Ada pula perkebunan buah-buahan yang menggoda. Jika ingin suasana yang lebih menyegarkan, Anda bisa mengunjungi dua air terjun yang terletak tidak jauh dari kawasan ini.

Malino Higland (sumber: makassar.tribunnews.com)

Inilah 4 tempat wisata kekinian yang harus dikunjungi saat berlibur ke Makassar. Untuk menjelajahi semuanya, Anda tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jangan khawatir, tersedia banyak hotel di Makassar.

Anda bisa mencarinya di website Airy atau aplikasinya di smartphone yang bisa diunduh secara gratis. Menginap di salah satu hotel ini Airy tetap memberikan kenyamanan bagi Anda meskipun harganya tidak mahal. Selamat berlibur di Makassar, ya.

Tips Ke Car Free Day Bersama Bayi

Car free day sering dinanti ibu-ibu rempong. Karena pada hari kerja ibu selalu rempong ngurusin sarapan bapak yang mau kerja, nyapu, nyuci baju, nyuci piring, mandiin anak. Nah, hari minggu adalah momen yang bisa membuat para ibu bernapas lega sejenak. Bisa bangun agak siang, atau bisa jalan-jalan. Meski tidak ke tempat tamasya, atau belanja di alpa, ibu bisa ngajak seluruh keluarga berolah raga di car free day (CFD). Biasanya sekitar alun-alun atau daerah tertentu kendaraan bermotor dilarang masuk. Di situlah keluarga bisa jalan-jalan, bersepeda, tau bersepatu roda.

Ingat ya, tujuan utama adalah berolah raga. Bukan jajan pentol, es serut, apalagi cuma berswafoto. Ehem, ngingatin diri sendiri sih ini. Ya, bolehlah jajan, tapi berkeringatlah dulu.

Ada catatan khusus untuk ibu yang punya bayi. Bisakah membawa bayi ke car free day? Apa mending dititipkan ke nenek saja? Jawabannya bisa! Bahkan ibu menyusui pun bisa. Tidak perlu bawa termos, botol susu. Praktis mah, kalau bisa menyusui.  Ok, berikut tip ke Car Free Day bersama bayi.

Bawa popok bayi

Popok bayi adalah hal yang wajib. Ke CFD sejam, dua jam tidak perlu khawatir kalau bayi mengompol, toh ada popok, sehingga tidak perlu ganti. Tapi, kalau bayi sampai buang air besar, harus segera diganti. Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa bayi berisiko infeksi saluran kemih, atau yang paling sering terjadi adalah iritasi pada kulit.

Baca juga: Popok Terbaik Untuk Bayi Ada Di Tangan Ibu

Siapkan Baby Carrier

Baby carrier maksudnya bukan hanya gendongan. Gendongan bayi maupun stroler bisa dipakai. Hanya saja kalau stroler agak ribet bawanya. Iya kalau aktivitas kita hanya berjalan kaki. Kalau bersepeda? Wajib pakai gendongan bayi. Pilih gendongan bayi yang nyaman dan terbiasa kita pakai. Dan yang paling penting perhatikan postur bayi sewaktu digendong. Posisi yang baik adalah posisi M-Shape.

Saran saya dalam memilih gendongan adalah pilih gendongan yang bisa dipakai sampai anak menginjak usia balita. Seperti foto adik saya berikut ini. Jadi tidak perlu bolak-balik beli gendongan.

Ketika bayi kecil & bayi gede sama2 tidur …

A post shared by Fahmi Nurul Akbar (@fahminurulakbar) on

Siapkan kebutuhan keluarga untuk berolah raga

Biasanya keluarga lebih memilih olah raga apa? Jika hanya berjalan kaki atau jogging, siapkan sepatu yang nyaman. Siapkan juga topi untuk si bayi agar tidak kepanasan jika matahari agak meninggi. Jika keluarga suka bersepatu roda atau bersepeda, siapkan dari malam hari sebelum ke CFD agar bisa pagi-pagi banget berangkat untuk mengejar udara sejuk nan segar.

Bawa Air Minum

Ibu menyusui tidak boleh dehidrasi. Begitu juga anggota keluarga. Sedia air minum agar nanti tidak boros jajan. Kecuali nanti ada yang ngidam pengen milk tea, hahaha.

Bawa Nursing Apron

Kadang ada ibu yang menyediakan botol susu formula untuk anaknya yang sebenarnya masih masa ASI eksklusif. Alasannya, takut sewaktu-waktu bayinya rewel, dan dia tidak bisa menyusui di ruang umum. Seharusnya jika bisa menyusui, langsunglah susui asalkan aurat tertutup. Yang bikin malu itu apa? aurat terbuka, kan? Masa iya ada di Indonesia ini orang yang mencibir ibu menyusui jika aurat sudah tertutup? Kecuali di negeri barat sana, masih saja ada yang memandang menyusui itu menjijikkan.

Oleh karena itu, jika berjilbab, pakailah kain yang menutupi dada. Jika jilbab pendek atau tidak pakai jilbab, bawalah nursing apron/celemek menyusui, sehingga aman menyusui di tempat umum. Pun bayi tak kepanasan.

Cara Mengobati Mata Iritasi Akibat Pemakaian Softlens Yang Berlebihan

Softlens atau kontak lensa merupakan alternatif yang digunakan oleh sebagian orang, berfungsi untuk membantu memperjelas penglihatan akibat mata minus. Penggunaan softlens menjadi favorit karena tidak harus repot memakai kacamata apalagi jika mata kamu yang memiliki minus terus bertambah.

Namun pemakaian softlens juga harus dengan cara yang benar agar tidak merusak mata. Softlens tak hanya untuk mata minus ada pula non minus yang berfungsi untuk menunjang penampilan. Berbagai warna dan variasi motif di tawarkan oleh berbagai merek softlens. Tetapi jika terlalu sering memakai ataupun terlalu lama memakai softlens tersebut dapat mengakibatkan mata menjadi iritasi. Lantas bagaimana cara mengobati iritasi mata akibat pemakaian softlens ?

Obati Dengan Bawang Putih

bawang putih

Jika kamu sudah terkena iritasi akibat penggunaan softlens, kamu bisa mencoba cara mudah dan ampuh untuk mengobati iritasi selain itu bawang putih merupakan obat tradisional dan alami yang tidak memiliki efek samping. Kamu bisa mendapatkan bawang putih di warung, pasar swalayan atau pasar tradisional terdekat dengan harga yang relatif murah.

Cara penggunaannya juga mudah, yaitu ambil bawang putih kemudian potong beberapa bagian letakkan di akar bulu mata jangan letakkan bawang pada kelopak mata. Memang akan terasa perih karena bawang akan membunuh bakteri di sekitar mata, tahan beberapa menit kemudian bilas hingga bersih.

Basuh Dengan Air Es

Air es yang bersih juga bisa membersihkan kotoran yang menempel di sekitar mata, berguna untuk menetralisir mata akibat iritasi. Kotoran yang menempel di sekitar mata dapat menyebabkan mata menjadi perih apalagi saat memakai softlens yang bisa mengakibatkan terjadinya iritasi pada mata. Setelah membasuh dengan air es keringkan dengan handuk bersih. Dan biarkan mata untuk beristirahat sejenak untuk merelaksasi otot-otot mata yang lelah.

Istirahatkan Mata

Memakai softlens memang menyebabkan mata menjadi mudah lelah. Pemakaian softlens banyak dijelaskan oleh para dokter maksimal 12 jam atau 6 jam perhari. Kesibukan bekerja terkadang membuat kita lupa sudah berapa jam softlens yang dipakai dan mengakibatkan mata menjadi merah iritasi akibat terlalu lama memakai softlens. Sebaiknya jika sudah terkena iritasi hindari terlebih dahulu memakai softlens. Jika kamu yang memiliki mata minus gunakanlah kacamata, karena mata membutuhkan istirahat dari benda asing untuk sementara waktu.

Sering Mencuci Tangan

Mencuci tangan adalah pengobatan yang paling sederhana dan mudah. Mengapa mencuci tangan? Secara sadar atau tidak kamu menyentuh mata sehari lebih dari 10x. Tangan yang kotor dapat menyebabkan bakteri masuk ke mata. Sering mencuci tangan merupakan cara efektif agar mata kamu tetap aman. Penggunaan sabun pun sebisa mungkin menggunakan sabun untuk bayi, sabun tanpa pewangi atau sabun anti bakteri.

Memakai obat tetes

Pemakaian obat tetes memang menjadi salah satu solusi paling utama untuk mengobati iritasi pada mata akibat dari pemakaian softlens. Namun jangan asal membeli tetes mata karena harus sesuai dengan resep dokter. Obat tetes mata ini dapat mengurangi rasa gatal dan perih akibat iritasi. Selain itu kamu juga sebisa mungkin hindari pemakaian makeup di sekitar mata untuk menghindari debu dari makeup masuk ke mata.

Kebersihan softlens juga menjadi kunci untuk kamu terhindar dari iritasi, karena banyak faktor yang bisa menyebabkan mata terkena iritasi akibat dari softlens. Jika kamu memakai dengan cara yang salah justru akan membahayakan mata. Jadi bijaklah dalam memaki softlens ya.

Cegah Stunting dan Gizi Buruk Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting merupakan sebutan untuk kondisi dimana tinggi badan tidak sesuai dengan standar usia seorang anak. Sedangkan gizi buruk meliputi gizi kurang dan kondisi kurus. Stunting di Indonesia persentasenya sebesar 30-40%, dan menempati urutan kelima di dunia. Stunting dan gizi buruk harus diatasi. Pencegahannya adalah dengan memenuhi nutrisi sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dalam diskusi kesehatan dan nutrisi yang diadakan oleh Nutricia Sari Husada, Sabtu 3 Maret 2018 di Bangi Kopitiam Surabaya, terdapat pembahasan menarik tentang 1000 HPK. Diskusi ini melibatkan dua pembicara cantik, yang pertama adalah dr. Nur Aisiyah Widjaja yang akrab dipanggil dr. Nuril, dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sedangkan pembicara kedua adalah Bidan Atik Kasiati, Magister Kesehatan Reproduksi FK Universitas Airlangga.

Bidan Atik Kasiati

1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak bayi dalam kandungan, yaitu 270 hari (9 bulan) dalam kandungan + 365 hari setelah lahir (0-1 tahun) + 365 hari tahun kedua (1-2 tahun). Proses pertumbuhan bayi sangat pesat dimulai sejak dalam kandungan sampai umur 2 tahun, baik itu pertumbuhan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan pertumbuhan jaringan otak. Jika terjadi gangguan pada masa ini maka, dampak jangka panjangnya adalah kurangnya kecerdasan, keterampilan, stunting/pendek, dan gangguan metabolik (hipertensi, diabetes, PJK, obesitas, stroke). Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi selama 1000 HPK harus diperhatikan.

Nutrisi yang harus diberikan adalah zat makro seperti karbohidrat, lemak, protein, dan zat mikro seperti vitamin dan mineral. Bagaimana cara memantau pertumbuhan, apakah nutrisi yang telah diberikan itu tepat atau tidak? Kita bisa memantau dari kenaikan berat badan sesuai usia. Ini akan berbanding lurus dengan kenaikan panjang badan, serta lingkar kepala.

Nutrisi Bayi Umur 0-6 Bulan

Setelah bayi lahir, nutrisi satu-satunya yang harus diberi adalah ASI saja. Kita biasa menyebutnya dengan ASI eksklusif. Dengan ASI saja, kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. Namun, jika ada alasan medis, ASI boleh tidak diberikan dan diganti dengan susu formula. Misalnya karena ibu terkena HIV.

Nutrisi Bayi 6 bulan-2 tahun

Saat usia 6 bulan kandungan kalori (karbohidrat, lemak, dan protein) dari ASI sudah menurun sebanyak 30%. Oleh karena itu makanan pendamping ASI (MPASI) sudah harus diberikan. Syarat MPASI yang harus diperhatikan adalah:

  1. Tepat waktu. Jam diatur sesuai jadwal, waktu makan maksimal 30 menit.
  2. Adekuat. Mengandung karbohidrat, protein, dan lemak seimbang. Terutama dari protein hewani karena kaya akan zat besi.
  3. Aman. Artinya bersih dan aman bahannya. Gula tidak boleh melebihi 5 gram per 100 kkal. Garam sedikit tidak berlebihan.
  4. Pemberian MPASI dengan cara yang benar, dengan memerhatikan respon lapar dan kenyang saat anak makan. Tidak boleh dipaksa, dan coba berbagai tekstur, rasa, dan kombinasi makanan.

Ada beberapa ilmu yang baru saya tahu dari dr. Nuril mengenai pemberian MPASI ini. Ternyata kalau selama ini ada ilmu baru tentang pemberian makanan menu tunggal slama 14 hari, itu nggak benar. Tidak ada urutan dalam pemberian makanan tersebut dalam bentuk menu tunggal kelompok bahan tertentu, karena semua bahan tadi harus diberikan secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro yang tidak cukup pada ASI. Juga tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pemberian lambat protein(usia lebih dari 6 bulan) akan meningkatkan risiko terjadinya dermatitis atopik, asma, rhinitis alergi dan sensitisasi terhadap makanan.

Nutrisi Selama Kehamilan

Nutrisi yang harus dikonsumsi kehamilan adalah nutrisi dengan gizi seimbang. Selama hamil biasanya ibu hamil kekurangan zat besi. Oleh karena itu sebaiknya konsumsi juga tablet zat besi selama kehamilan. Bidan Atik Kasiati menyampaikan bahwa pengukuran kecukupan gizi selama hamil ini sesuai dengan standar pelayanan antenatal, yaitu:

  1. Timbang badan dan ukur tinggi badan
  2. Ukur tekanan darah
  3. Nilai status gizi dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA), minimal 23,5 cm.
  4. Ukur tinggi fundus uteri
  5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin
  6. Skrining status imunisasi TT (dan pemberian imunisasi TT)
  7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan)
  8. Tes lab sederhana (golongan darah, Hb, glukoprotein urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg, sifilis, HIV, Malaria, TBC)
  9. Tata Laksana Kasus
  10. Temu wicara (konseling)

Begitulah, padat sekali ilmu yang diberikan hari ini. Jika disimpulkan, perhatikan video berikut.

 

Namun, keseruan acara tidak hanya sampai di situ. Karena ada live demo memasak MPASI sebelum kita beranjak pulang. Ini benar-benar enak. Jika kita orang dewasa doyan, anak kecil apalagi. Iya, kan?

It’s time for demo masak. Ini pemenang lomba internal Danone. Memasak MPASi puding labu kuning.

 

chef rissa, chef revaldi
Live demo cooking bersama Chef Rissa dan Chef Revaldi

Ketika Terpaksa Nonton Film Bunda

Acha Septriasa is back. Akhirnya ia kembali mewarnai layar lebar setelah sekian lama tidak muncul. Ia memerankan Bunda Tika (owner busana muslim Keke) dalam Film Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi. Seingat saya ia terakhir muncul tahun lalu dalam film Kartini. Tapi bukan tokoh utama. Dan dua tahun lalu dalam film keluarga juga: Sabtu Bersama Bapak.

Di Surabaya saya bisa nonton duluan alias prescreeningnya tanggal 7 Februari 2018 kemarin. Film ini menceritakan tentang hubungan keluarga antara suami dan istri, anak-anak dengan ayah bundanya. Dan… Orang ketiga dalam rumah tangga. Tentang pelakor kan lagi hits sekarang. Tapi ini bukan pelakor loh ya. Orang ketiga itu tidak merebut. Hanya sekadar bumbu-bumbu cinta hohoho.

Mayoritas yang sudah nonton duluan Film Bunda bilang ini tentang perjuangan Bunda Tika membangun bisnis baju muslimnya. Tapi menurut saya ini lebih menonjolkan emosi antar anggota keluarga. Bukan cerita pamer kesuksesan seseorang.

Film Bunda diklaim sebagai inspired by true story. Bukan based on true story. Jadi apa yang diceritakan di dalam film ada benarnya, ada juga gak benarnya. Yang jadi agak nggak masuk akal, tapi penonton gak terasa banget, ada pada ending. Bunda Tika lagi di Jakarta. Ayah Farid dan anak-anak ada di Jakarta juga tapi di bandara. Terus kirain gitu ya Bunda bakal ngejar ke Bandara Eh, gak taunya pulang ke Bogor. Ayah Farid dan anak-anak juga tahu kalau Bunda lagi di Jakarta. Tapi tanpa kontak-kontakan mereka juga pulang ke Bogor. Mungkin itulah yang dinamakan keluarga seharmoni sehati hahaha.

Ada beberapa poin semi-semi curhat tentang film ini. Dibaca monggo, gak dibaca juga monggo, tapi wajib komen :p

Ada Keterpaksaan Nonton dan Harus Paksa Diri

Film ini film berat karena keluarnya Februari. Lihat pesaingnya. Ada Dilan 1990, London Love Story, Eifel I’m In Love 2. Semuanya film ehemm. Saya gak bilang film gak bermutu, tapi minim pesan, minim hikmah. Cewek bervisi kayak saya gak cocok nonton film cinta-cintaan. Saya kan udah punya cinta, semoga sampai ke surga ya Yah. #eaaa #mulai.

Kalau bukan bolo dhewe, saya gak bakal mau ribet nonton film lagi. Ribet sama anak-anak sih. Tapi mengingat Film Bunda ini film bermutu, produsernya temen sendiri bukan dari India, patutlah ya didukung. Biar Indonesia semakin berdaya di negeri sendiri. Aamiin.

Sumpah saya bukan resellernya. Reseller itu orang yang dibayar atas hasil kerjanya yang bikin laku barang. Mana ada orang yang nawarin dagangan orang tapi mempertaruhkan kosmetik koleksinya, sedangkan dia sendiri gak dapat untung? Fyi, yang beli tiket melalui saya bisa milih loh kosmetik yang harganya 18.000-55.000.

Saya nawarinnya ribet. Mungkin lingkaran di sosmed yang kenal Kang Rendy Saputra gampanglah ya diajak nonton. Lah ini saya nawarinnya di luar lingkaran itu. Yang gak kenal banyak!

“Silahkan bantu nonton film ini, bantuin promotornya, keadaan ekonominya sedang labil.” Begitu celoteh saya sama teman-teman media.

Ada juga yang nggak suka genrenya. Sebagus apapun film kalau gak suka genrenya ya udah gak usah dipaksa. Bayangkan, orang penakut diajak nonton film horor gimana? Gak bisa dipaksa, kan?

Bahkan ada yang gak ngerti promosiku. “Mas, beli tiket ini dapet produk Keke. Tak tambahin kosmetik deh.”

“Produk Keke maksudnya apa mbak?” gitu jawabnya. Wasalam dah.

Semoga di masa depan saya bisa booking studio dan mengajak orang lain yang kurang mampu nonton gratisan di film-film lain. Aamiin.

Bantuan saya sekarang cuma bisa ngajak dan atau bayarin teman-teman buzzer, bloger, media. Ah, dulu saya sempat bilang ke kakang produser, “udah ada kerjasama sama bloger pecinta film?”. Dan mau bilang kalau diundang ke premier person to person biasanya kami komit review. Tapiiii ya gitu deh. Gak sempet. Ga sempet berlanjut. Ngomongnya di komen sih hahaha.

Bismillah #CintaDuaKodi

A post shared by Rendy Saputra (@kangrendy) on

Pokoknya kalian yang baca ini harus terpaksa nonton. Demi bangsa. Pasti akan jatuh cinta setelahnya.

Judul Pendek yang Kepanjangan

Pendeknya, Film ini disebut Film Bunda. Tapi kepanjangannya, bikin ambigu menyebutnya. Judulnya yang asli Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi. Nah, postingan Instagram Ario Bayu pemeran Ayah Farid menandakan ambiguitas judul film. Dia menulis caption seperti ini. Kata”Kisah”nya hilang:

“Aku percaya semua yang besar, berawal dari hal yang kecil. Seperti sinar ini, berawal dari sebuah titik, lambat laun berubah menjadi matahari”
Bunda: Cinta Dua Kodi
Di bioskop seluruh Indonesia #cintaduakodi

Yaaa.. Kali aja ada film terusan. Sekarang yang seri Bunda: Kisah Cinta Dua Kodi. Mungkin nanti ada Bunda: Kisah Donor ASI. Aku pemeran utamanya wkwkwk.

Ada 3 Srikandi

Dalam trailernya seperti didominasi nangis-nangisan. Haru, menyentuh memang iya. Tapi bagi saya itu hanya efek merinding kena dinginnya ruang bioskop disambil menyelami hikmah yang jleb banget.

Hadirnya wanita-wanita Bojong bagai pahlawan wanita yang tak dinantikan tapi membuat suasana segar. Gokil lucunya! Apalagi dengan adanya Mumuk Gomez dan Rima Gembala. Meski lucu tapi porsinya pas. Gak kebanyakan sehingga kita lupa akan kematian.

Bukan Film Religi

Tokoh utama memang berjilbab. Tapi bukan menjadikan ini adalah film berbau agama. Ini murni film keluarga. Hikmah yang bisa dipetik misalnya: anak harus paham perjuangan orang tua membesarkan anak, Orang tua jangan maksakan kehendak aja tanpa peduli perasaan anak, dll. Puanjang, banyak yang jleb. Gimana enggak, kisahnya mirip gue banget. Yang jaga anak-anak ayahnya, yang sering ada kegiatan ibunya. Tapi ada prinsip ayah Farid yang mulia ada padaku. Pemaaf, mengajarkan maaf dan terima kasih. #Eaaa #ngaku-ngaku hahaha.

Ada cacatnya gak?

Mungkin akan sedikit saya bandingkan dengan Dilan 1990 yang sudah 4 jutaan penonton itu di awal Februari. Meski bandingin harus apple to apple, jeruk ya sama jeruk, terutama dari genre filmnya. Kedua film tersebut ada kesamaan.

Di novel Dilan (bukan filmnya) ada cerita bahwa Dilan ngefans Khomeini sehingga memajang posternya di dinding kamarnya. Bukan karena paham agamanya tetapi semangat mengobarkan revolusi, begitu yang disebut dalam novelnya. Kemudian virallah bahwa Dilan diselipkan ajaran sekte sesat.

Nah, di Film Bunda ada satu yang saya kurang pas dengan adegan tiup lilin kue ulang tahun. Well, bicara masalah ini nggak usah terlalu berat ambil pendapat dari ustadz yang saya cintai tapi dituduh pemecah belah umat. Cukup dari Ustadz Abdul Somad misalnya. Ini pendapat beliau terkait tiup lilin yang merupakan ritual non-islam.

Tapi sebenarnya adegan tiup lilin ini hanya merupakan adegan transisi, lho. Jadi bukan masalah yang besar yang dapat membuat orang ilfeel. Karena umur anak bertambah, Bunda Tika kasih kejutan untuk masa depannya. Itu intinya. Tidak ada perayaan sama sekali. Bahkan kuenya lupa dipotong hahaha.

Kejutan untuk anak-anak dari Bunda

Masih ada yang ilfil sama penulis

Lihat status teman, lalu ada yang ragu mau nonton gara-gara penulis novelnya. Ya sih, saya paham. Terkait kejadian 2015 lalu. Gara-gara itu lalu semua dipukul rata. Fyi, penulis novel dan penulis skenario itu beda. Meski ada film yang mana penulis skenario ya penulis novelnya juga (macam Dilan).

penulis skenario film bubda kisah cinta dua kodi
Penulis skenario Fim Bunda

It has nothing to do with that. Mari berlepas diri dari itu. lepaskan prasangka. Lihatlah siapa yang dikisahkan. Siapa yang terlibat. Lihatlah apa isinya. Lihatlah ke bioskop wkwkk.

Untuk Semua Umur

Membandingkan dengan Film Sabtu Bersama Bapak (SBB) yang merupakan film keluarga, awalnya saya belum berani mengajak anak-anak nonton. Soalnya di film SBB, masih ada kisah cinta alias pacar-pacaran. Siapa tahu di film ini gitu juga. Soalnya sekarang ini anak TK saya kalau liat bentuk hati, terus ada cewek dan cowok dia bilang”Cieee cinta… cinta..” Jadi khawatir, kan?

Nah, di Film Bunda ini nggak sama sekali. Aman 100%. Film keluarga yang membawa pesan baik, dan reccommended. Jadi bawa anak ya silahkan.

Bahkan ada anak balita yang nonton film ini nyeletuk berceloteh lucu saat Bunda Tika marah-marah. “Mamanya marah-marah.” Spontan seisi bioskop pun tertawa.

Jomblo, tepatkah nonton film ini?

Tepat banget. Biasanya kan jomblo tuh ngarep dapat pasangan. Biar gak sembarangan dapat pasangan lihatlah film ini. Berkiblat pada tokoh utama, Bunda Tika. Dia cari pasangan sudah kayak jalanin bisnis aja. Calon pasangannya dianalisis. Pake Analisis SWOT pula. Apa kelebihan dan kekurangannya. Bagus gak buat masa depan. Walau gak mapan tapi sevisi di masa depan, hayuk aja.

Kesimpulannya, gak nyesel nonton film ini. Oke banget. Segera ke XXI, 21, CGV yaa.

Beberapa Bahaya yang Ditimbulkan Karena Terlalu Sering Mandi

Mandi merupakan salah satu rutinitas harian yang tidak dapat terlewatkan sebagaimana makan dan tidur. Khususnya di Indonesia, bila tidak mandi satu hari saja maka badan tidak terasa nyaman dan bau badan akan timbul. Pada umumnya mandi yang dilakukan oleh kebanyakan orang di Indonesia adalah dua kali, yaitu pagi dan sore. Tetapi ketika kondisi cuaca sangat panas, membuat tubuh lebih cepat berkeringat dan tidak nyaman. Kondisi demikian kadang diatasi dengan mandi lebih dari dua kali sehari. Badan mungkin akan terasa lebih segar dan bersih, akan tetapi ternyata keseringan mandi yang dilakukan dalam jangka yang terlalu pendek tersebut dapat menyebabkan resiko yang berbahaya.

shower terlalu sering mandi

Berikut adalah beberapa bahaya yang ditimbulkan karena terlalu sering mandi:

  1. Gangguan kesehatan Menurut riset yang dilakukan oleh para ahli, terlalu sering mandi akan mengusir bakteri baik yang seharusnya ada pada tubuh. Bakteri baik dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga kekebalan tubuh. Bila terlalu sering mandi, maka ekosistem bakteri baik tersebut akan terganggu akibatnya tubuh lebih rentan terkena berbagai penyakit. Apalagi jika mandi menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia yang dapat membunuh bakteri baik. Diantara penyakit yang dapat menyerang karena terganggunya kekebalan tubuh adalah penyakit pencernaan hingga penyakit jantung.
  2. Tanda stress. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa semakin sering dan lama seseorang mandi kemungkinan bahwa orang tersebut kesepian dan tidak bahagia semakin besar. hal tersebut karena orang yang berlama-lama mandi biasanya ia akan melamun. Hal yang mereka lamunkan adalah permasalahan yang sedang dihadapi atau hal lainnya. Berbeda dengan orang yang waktu mandinya singkat, tidak melamunkan apapun karena waktunya hanya fokus membersihkan badan.
  3. Gangguan penyakit dalam. Pemilihan waktu yang tidak tepat untuk mandi dapat mengakibatkan bahaya yang fatal. Pada waktu tertentu jantung tidak siap jika tubuh tiba-tiba disiram dengan air. Waktu-waktu tersebut adalah pertama antara pukul 15.00-16.00 ketika kondisi darah dalam tubuh sedang panas. Ketika darah sedang dalam keadaan pans, bila tiba-tiba diguyur dengan air dingin justru berakibat tubuh akan melemah. Kedua antara pukul 18.00-19.00, dimana pada tentang waktu ini kondisi jantung sedang lemah sehingga bila mandi pada waktu ini resiko terkena paru-paru basah dapat terjadi. Ketiga antara pukul 20.00-24.00, jantung tidak siap dengan guyuran air dingin yang disiram pada tubuh. Hal tersebut dikarenakan waktu tersebut adalah waktu ketika jantung harus beristirahat.

 

Oleh karena itu, harus diperhatikan dengan baik kapan saja yang tepat seharusnya membersihkan tubuh dengan mandi. Mandi yang terlalu sering dan pemilihan waktu yang tidak tepat ternyata membahayakan bagi tubuh. Alih-alih tubuh menjadi bersih dan sehat, justru penyakit akan datang. Kebersihan dan kesehatan yang selalu berbanding lurus tidak sepenuhnya demikian bila dilakukan berlebihan.

Mengungkapkan Cinta Pada Anak Harus Bervisi

Saya merasa takjub ketika mendengar wejangan dari Pak Imam T. Saptono, mantan Dirut sebuah bank syariah. Meski bukan tentang parenting, ia menceritakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan harus mempunyai visi ke depan. Kebetulan waktu itu beliau membahas tentang semangat bisnis. Tapi intinya sama jika dihubungkan dengan anak.

Beliau memotivasi bisnis dengan menghubungkan teori evolusi otak oleh Paul McLean. Otak manusia berevolusi dari otak yang paling sederhana seperti reptil, kemudian mamalia, primata, dan akhirnya sempurna seperti manusia yang sekarang. Kadang kita berperilaku seperti hewan, seperti modal nekat, dominan dengan cinta, itu karena masih ada bagian-bagian otak binatang dalam otak kita. Begitu teorinya.

Otak reptil, erat kaitannya dengan keberanian. Jalan apa adanya, asal hidup. Jika dihubungkan dengan anak, mengapa kita harus punya anak? Jika jawabannya karena takdir, lalu kita merawat anak tersebut apa adanya tanpa punya tujuan. Lakoni wae! Maka, status otak kita dominan otak reptil.

Otak mamalia seperti kucing, sapi, kuda, anjing melakukan segala sesuatu berdasarkan emosi dan cinta. Mengapa kita punya anak? Apakah hanya karena suka anak kecil? Ah, masa sama dengan otak sapi?

Otak primata seperti monyet, kera, orang utan berkembang lebih sempurna. Mereka lebih perhitungan. Kalau kita ditanya apa harapan dengan memiliki anak? Semoga dia jadi sukses, pengusaha kaya, jadi dokter biar hidupnya mapan. Hmmm. Siapa coba yang tidak mau punya anak seperti itu? Sekilas memang benar, tapi masih kurang tepat. Karena itu masih setara sama monyet!

Otak manusia berbeda kesempurnaannya karena dapat berpikir secara logis. Oleh karena itu, segala aktivitas harus dipikir jauh ke depan. Bukan hanya keuntungan dunia tapi juga sampai akhirat. Mengapa kita punya anak? Karena kelak kita akan bahagia bersamanya samai di akhirat nanti. Kia harus mempersiapkan ia hidup dengan baik di dunia dan sampai bisa berkumpul lagi di akhirat.

Teori Evolusi Otak – Triune Brain

Saya sangat setuju jika mempunyai buah hati pun harus disertai visi dan misi jauh ke depan. Itulah ungkapan cinta dari ibu seperti saya. Sehingga saya harus menyusun kehidupannya sejak dari awal kelahirannya. Ini dia 3 kunci ungkapan cinta anak ala saya.

Menyusuinya

Menyusui sejak hari pertama kehidupan si kecil di dunia memiliki dua manfaat sekaligus. Manfaat kesehatan ibu dan bayi dapat, manfaat pahala juga dapat. Karena menyusui juga merupakan ibadah. Setiap satu tetes air susu ibu tidak akan terbalaskan oleh jerih payah si anak seberat apapun itu.

Menyiapkan pendidikannya hingga mampu menjadi Hafidz Qur’an

Pendidikan penting untuk kehidupan dan karirnya ketika dewaasa. Menghafal Al-Qur’an juga tak kalah pentingnya. Ketika kita sebagai ibu tak yakin dengan amalan kita yang akan membawa kita ke surga, dengan memiliki anak yang hafidz Al-Qur’an, kita akan terseret ikut ke surga.

Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran”. (HR. Al Hakim).

Ini memang berat. Insya Allah saya optimis mengikuti step-stepnya mendidik anak agar sukses dunia akhirat. Nih bayangkan, anak diwisuda orang tuanya aja senang. Anak dapat medali orang tua senang. Apalagi diberi mahkota dan jubah oleh Allah. Pasti bahagianya berkali lipat dibanding di dunia. Iya kan?

Memerhatikan Kesehatannya

Memelihara kesehatan anak itu gampang-gampang susah. Harus memerhatikan asupan gizi yang dimakan. Pantangan pun juga jangan dilupakan. Jajan sembarangan, gorengan tak sehat, snack ringan yang bikin sakit tenggorokan itu juga susah-susah gampang. Ke diri kita orang dewasa saja sering tergoda. Apalagi anak kecil, kalau tidak dituruti bisa nangis. Bahkan tantrum, lho!

Kalau masalah penyakit memang kadang datang beberapa kali dalam setahun. Terutama radang tenggorokan. Tak jarang hal ini disertai demam. Yang jadi andalan saya selalu obat penurun panas. Saya punya Tempra Syrup.

Tempra ini ada berbagai macam sesuai umur anak. Kalau bayi pakai Tempra Drops, umur 2-6 tahun pakai Tempra Syrup. Sedangkan 6-12 tahun bisa pakai Tempra Forte. Kebetulan seumuran anak saya bisa pakai Tempra Syrup.

Kenapa Tempra? Ya karena pas dan aman.

-Aman di Lambung

Tempra merupakan paracetamol yang tidak menimbulkan efek samping seperti mual-mual atau meninggikan asam lambung.

-Tidak Perlu Dikocok

Tempra larut 100%. Tidak mengandung alkohol. Jadi kalau lupa ngocok-ngocok obat sirup ga perlu merasa bersalah. Sudah bener kok!

-Dosis Tepat

Dosisnya diciptakan sesuai umur dan takarannya. Tidak kerendahan juga tidak ketinggian. Jadi tidak berbahaya.

Tempra syrup
Ungkapan cinta saya terhadap si kecil dalam memelihara kesehatannya.

Ada baiknya kalau ibu selalu sedia Tempra di rumah dan juga dalam perjalanan ke luar kota. Ini juga sebagai ungkapan cinta ibu dalam memelihara kesehatannya. ^_^

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

Berawal dari Bali, Semoga Terwujud Keliling Nusantara Mendakwahkan ASI

Lebih dari seperempat abad umur hidup saya, saya belum pernah ke Bali. Padahal mama, adik, sepupu, teman-teman sudah pernah rekreasi ke sana. Beruntungnya tahun ini saya sempat menginjakkan kaki di sana, sebelum kejadian erupsi Gunung Agung.

Saya tidak berkunjung dalam rangka rekreasi ke kota-kota wisata terkenal seperti Denpasar, Ubud, atau Nusa Dua. Seorang ibu yang bermasalah dengan ASI-nya membuat saya dan teman saya mengunjungi Karangasem. Ya! Itu Kabupaten di mana Gunung Agung meletus. Wow! Sekali lagi saya merasa beruntung bisa menolong orang sebelum terjadinya bencana.

Begini ceritanya. Saya dan ibu tersebut kenal di media sosial. Dia mengeluh ASI-nya sedikit. Konseling lewat text pun sudah dilakukan tapi tidak membuahkan hasil. Ibu ini disarankan untuk mencari konselor ASI terdekat. Biasanya ada lembaga peduli ASI di berbagai daerah di Indonesia, yang para konselor menyusuinya siap terjun konseling door to door. Namun, kebetulan konselor di Denpasar keberatan jika harus blusukan ke luar kota.

Mau tidak mau saya dan sahabat saya Arit dengan Yayasan Askar Ramadhannya harus mau terbang dari Surabaya ke Bali untuk konseling, dengan syarat ibu tersebut mau sekalian mengumpulkan ibu-ibu desa untuk diedukasi. Awalnya kita berencana mengadakan edukasi ASI pas dengan jadwal posyandu berlangsung karena pasti banyak yang datang. Tapi anehnya, kita yang mau ngasih ilmu, kita yang harus bayar sekian-sekian jika acaranya diadakan saat Posyandu.

Akhirnya kita mengadakan perkumpulan kecil saja. Waktu itu ada sekitar 10 orang yang datang. Sebelum acara dimulai, kami ngobrol-ngobrol sedikit tentang kebiasaan menyusui di sana. Kebanyakan ibu di sana tidak ASI eksklusif jika keluarnya tidak banyak. Bahkan sudah umum jika ada yang sudah disapih saat berumur 18 bulan.

“Sebenarnya ASI itu enak. Murah, ga usah beli susu. Tapi saya ga bisa ASI, ASInya ga keluar. Bayinya gak mau. Payudara saya sampai bengkak. Ini anaknya, susah belajar. Ga bisa baca, ga bisa tulis,” kata seorang ibu dengan dialek khas Balinya.

“Kalau bengkak itu ada ASInya, lho bu. Dulu gimana waktu melahirkan? Langsung disusui?”

“Ya biasa, habis lahir ya siram. Dimandikan. Baru pulang ke rumah baru disusui.”

Nah! Apakah Anda melihat dimana letak ketidaksempurnaannya?

Bidan tidak mengajarkan inisiasi menyusui dini (IMD). Tidak ada kontak segera dengan bayi hingga kepulangan ke rumah. Tidak ada yang peduli untuk membesarkan kepercayaan diri ibu. Tidak ada edukasi sebenarnya apa yang terjadi jika payudara bengkak. Jika hal itu ditangani dengan saran pemberian susu formula (sufor), maka masalah tidak akan selesai. Karena itu akan menjadi bola salju masalah yang terus bergulir dan membesar. Susu formula adalah candu. Setelah diberi sufor, bayi kekenyangan. Tidak ada demand terhadap ASI. Kesempatan merangsang produksi ASI hilang. Ibu panik. ASI tambah tidak keluar. Begitu seterusnya hingga bayi bingung puting.

Masih di Bali. Ibu yang curhat masalah ASInya, yaitu ibu yang mengundang kami ke sini, masalahnya lain lagi. Ia memang memberi ASI eksklusif. Tapi mengeluh ASInya sedikit.

Tapi ternyata apa? Kulit bayi kencang, dagingnya padat berisi. Saat dicoba untuk diperah, alirannya lancar. Berarti masalahnya hanya tidak percaya diri. Karena si ibu menilai dari hasil perahannya. Padahal ukuran itu tidak valid. Dan bukan sesuatu yang mendesak harus punya stok ASI banyak karena dia tidak bekerja.

Penjelasan produksi ASI oleh Arit Widowati, KL
edukasi asi bali, asi booster tea
Bersama Para Ibu Muda di Tanah Abang Karangasem, Bali

Well, itu baru satu lokasi pelosok. Belum pelosok lainnya, pasti ada masalah menyusui yang berbeda. Berdasarkan data International Baby Food Action Network (IBFAN) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke-3 terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding). Untungnya, cakupan air susu ibu (ASI) eksklusif di Indonesia terus meningkat tiap tahun dan data terbaru menunjukkan 42%, masih jauh dari harapan. Jika dibandingkan dengan target WHO yang mencapai 50%, maka angka tersebut masihlah jauh dari target.

Dari pengalaman mendakwahkan ASI secara kecil-kecilan di Bali, rasanya saya masih ingin lagi berkeliling ke seluruh nusantara untuk mengedukasi tentang ASI pada ibu-ibu yang luput dari ilmu laktasi. Inilah yang menjadi resolusi saya di tahun 2018. Doakan saya agar tubuh saya kuat dan mendapat kelapangan rezeki ya!

Ngomong-ngomong tubuh yang kuat, saya akui tubuh ini ringkih alias gampang sakit. Kalau sudah sakit rasanya eman melewatkan waktu hanya di rumah. Padahal tahun depan saya juga punya segudang aktivitas berat. Selain cita-cita saya keliling Indonesia berdakwah ASI, saya juga harus bolak-balik antara Surabaya-Bogor untuk konsolidasi Roadshow serta Kopdar Saudagar Nusantara yang menargetkan 12.000 peserta itu. Fiuh… Membayangkannya saja sudah pusing, hehehe.

Langganan masuk angin, flu, hidung meler, kadang demam. Itu sudah harus siap-siap dihadapi. Nah, siap-siap juga cara mengatasinya. Tubuh yang sakit itu harus diikhtiarkan agar cepat sembuh. Sakit jangan kelamaan!

Siap Theragran-M di rumah dan…. koper!
Segar ceria karena sakit nggak kelamaan.

Theragran-M salah satu bentuk ikhtiar sembuh saya. Sudah tahu kan? Theragran-M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Hei! Bukannya kalau kena virus bisa sembuh sendiri? Iya, sih. Tapi vitamin dan mineral itu penting untuk mempercepat masa penyembuhan. Saat kita sakit pasti mulut terasa pahit. Ya, kaaan? Itu namanya tidak nafsu makan. Tidak ada asupan gizi masuk, otomatis vitamin juga nggak masuk. Yang ada, cadangan vitamin mineral dalam tubuh terpakai untuk mempersenjatai energi menyerang penyakit. Lama-lama bisa minus. Jadi, kita sangat butuh tambahan vitamin dan mineral, agar segera pulih dari sakit.

Yang saya suka dari Theragran-M itu dosisnya pas. Air kemih tidak terlalu pekat karena ketinggian dosis vitamin. Biar begitu, isinya lengkap. Dalam Theragran-M ada vitamin A, D, B1, B2, B3 (niasin), B6, B12, kalsium pantotenat, C dan E. Selain itu, halal dan gampang didapat di berbagai apotek termasuk apotek kecil dekat rumah saya.

Kalau Anda juga sering sakit, sedang sakit, ingat ya! Sakit jangan kelamaan!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.